KESKOM. : 39-44 JURNAL KESEHATAN KOMUNITAS ( J O U R N A L O F C O M M U N I T Y H E A LT H ) http://jurnal. Analisa Kepribadian dan Kehidupan Sosial Remaja dengan Orang Tua dan Teman Pergaulan bagi Penyalahguna Napza di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kabupaten Rokan Hulu Personality Analysis and Social Life of Adolescents with Parents and Intercourse for Drug Abusers in Class II B Penitentiary in Rokan Hulu Regency Arbiah Br Marpaung1. Zulfan Saam2. Yuyun Priwahyuni3. Novita Rany4. Irwan Muryanto5 1,3,4 Magister Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru Universitas Riau Dinas Kesehatan Provinsi Riau ABSTRACT ABSTRAK There are many factors that can cause adolescents to experience drug use, including the inCuence of associa on, the environment in which they live, joining in with friends, broken home families which are inCuenced by the lack of a en on and communica on between parents and children, as well as the pressure experienced during adolescence so they are prone to drug From a Aeld survey conducted by researchers in March 2020 at Peniten ary Rokan Hulu District, in 2018 there were 4 adolescents who were involved in drug problems, while in 2019 there were 18 teenagers . ged 13-19 year. who were detained in Peniten ary The purpose of this study is to analyze the personality and social life of adolescents with their parents and friends for drug abusers in Class II B Peniten ary. Rokan Hulu Regency in 2020. The research method used is qualita ve with a phenomenological approach by conduc ng in-depth interviews with 13 informants about personality analysis and adolescent social life. The research informants consisted of 4 main informants of adolescent drug abusers in prison, and 9 suppor ng informants. The data analysis in this study was conducted qualita vely. The analysis was carried out by systema cally arranging the interview guidelines and then the data was processed and presented the data descrip vely. The implementa on me of this study was started from April 1, 2020 to July 31, 2020. The results showed that most adolescents who abuse drugs have nega ve personali es, namely strength weak ego, most of the social rela onships between adolescents and their parents are poor and less harmonious, mostly social rela ons between adolescents and their peers are unhealthy associa ons. Parents was a role model to their adolescents life, a harmonious family will have a good eAect on adolescent interac ons. Banyak faktor yang dapat menyebabkan remaja mengalami penyalahgunaan napza diantaranya adalah pengaruh pergaulan, lingkungan tempat nggal, ikut-ikutan teman, keluarga yang broken home yang dipengaruhi oleh kurangnya perha an dan komunikasi antara orang tua dan anak, serta tekanan yang dialami di masa remaja sehingga rentan menyalahgunakan Dari survei di lapangan yang dilakukan oleh peneli pada Bulan Maret Tahun 2020 di lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Rokan Hulu, pada Tahun 2018 remaja yang tersangkut masalah napza ada 4 orang, sedangkan pada Tahun 2019 terdapat 18 orang remaja . erkisar umur 13-19 tahu. yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Tujuan peneli an ini adalah untuk menganalisa kepribadian dan kehidupan sosial remaja dengan orang tua dan teman pergaulannya bagi penyalahguna napza di Lembaga pemasyarakatan Kelas II B Kabupaten Rokan Hulu tahun Metode peneli an yang digunakan adalah kualita f dengan pendekatan fenomenologi dengan cara melakukan wawancara mendalam pada 13 informan tentang analisis kepribadian dan kehidupan sosial remaja. Informan peneli an terdiri dari 4 orang informan utama remaja narapidana penyalahguna Napza,dan 9 orang informan pendukung. Analisa data dalam peneli an ini dilakukan secara kualita f. Analisis dilakukan dengan cara mengatur secara sistema s pedoman wawancara kemudian data diproses dan penyajian data secara deskrip f. Waktu pelaksanaan peneli an ini dimulai dari tanggal 1 April 2020 s. 31 Juli 2020. Hasil peneli an diperoleh sebagian besar remaja penyalahguna napza memiliki kepribadian nega f yaitu ego strength lemah, sebagian besar hubungan sosial remaja dengan orang tuanya adalah kurang baik dan kurang harmonis, sebagian besar hubungan sosial remaja dengan teman sebayanya adalah pergaulan yang dak sehat. Orang tua memiliki peran yang sangat sentral dalam kehidupan remaja, keluarga yang harmonis akan memberikan efek yang baik bagi pergaulan remaja. Kata Kunci :Kepribadian. Kehidupan Sosial. Penyalahguna Napza. Remaja Keywords : Personality. Social Life. Drug Abuse. Adolescents Correspondence : Arbiah Br Marpaung Email : arbiah110676@gmail. com, 082171759114 A Received 20 Oktober 2020 A Accepted 01 Maret 2021 A p - ISSN : 2088-7612 A e - ISSN : 2548-8538 A DOI: h ps://doi. org/10. 25311/keskom. Vol7. Iss1. Copyright @2017. This is an open-access ar cle distributed under the terms of the Crea ve Commons A ribu on-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 Interna onal License . p://crea vecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. which permits unrestricted non-commercial used, distribu on and reproduc on in any medium Keskom. Vol. No. 40 April 2021 PENDAHULUAN Tingginya angka kejadian penyalahgunaan napza dan sedang menjadi perha an dunia untuk terus berupaya mengatasinya. Pasca periode Millenium Development GoalAospermasalahan ini masih dinyatakan sebagai bagian pen ng dalam agenda-agenda kesepakatan antar dunia. Ting ginya angka kejadian penyalahgunaan napza banyak terjadi pada remaja (UNAIDS. Beberapa hal yang dapat menyebabkan remaja mengalami penyalahgunaan napza dan terpengaruh akan perilaku yang dak baik . diantaranya adalah akibat pergaulan teman, lingkungan tempat nggal, ikut-ikutan teman, keluarga yang broken home yang dipengaruhi oleh kurangnya perha an dan komunikasi antara orang tua dan remaja serta tekanan yang dialaminya pada masa usia remaja (Aridhona, 2. Peneli an yang dilakukan oleh Anggreni . mengatakan bahwa aspek yang paling mempengaruhi seseorang untuk menyalahgunakan napza seper aspek kepribadian yang an sosial dan psikopa k, kondisi kejiwaan yang mudah merasa kecewa atau depresi, kondisi keluarga yang melipu keutuhan keluarga, kesibukan orang tua, hubungan orang tua dengan anak Penyebab utama penyalahgunaan napza pada narapidana di Lapas Kelas IIB Meulaboh disebabkan oleh pengaruh teman pergaulan, baik itu teman di lingkungan tempat nggal maupun lingkungan kerja dan faktor lain yang dapat menyebabkan remaja terjerumus dalam penyalahgunaan napza adalah faktor adanya napza, individu, religiusitas yang rendah dan mengabaikan halhal yang bertentangan dengan ajaran Allah SWT (Has,2. Tujuan peneli an ini adalah untuk memperoleh informasi mendalam tentang kepribadian remaja penyalahguna napza, untuk memperoleh informasi mendalam tentang kehidupan sosial remaja dengan orang tua dan memperoleh informasi mendalam tentang kehidupan sosial remaja dengan teman pergaulannya sehingga menyalahgunakan Napza di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2020. METODE Metode peneli an yang digunakan adalah kualita f dengan pendekatan fenomenologi yang bertujuan untuk mendapatkan informasi dengan cara melakukan wawancara mendalam tentang analisis kepribadian dan kehidupan sosial remaja dengan orang tua serta teman pergaulannya di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2020. Peneli an ini dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Pasir Pengaraian Kabupaten Rokan Hulu. Waktu peneli an ini dimulai dari studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan April 2020, kemudian peneli an dimulai pada bulan Juni s. Juli 2020. Pemilihan informan disesuaikan dengan prinsip peneli an kualita f yaitu kesesuaian (Aprropriantenes. dan kecukupan h p://jurnal. (Adequac. Prinsip kecukupan adalah informasi yang didapatkan harus bervariasi dan memenuhi kriteria yang berkaitan dengan peneli an (DjamAoan, 2. Pada peneli an ini wawancara dilakukan dengan informan yang berbeda antara informan satu dengan yang lain yang terdiri dari 13 orang informan terdiri dari 4 orang informan utama . emaja penyalahguna napz. dan 9 orang informan pendukung . rang tua, teman pergaulan sebaya. Kepala Lapas dan petugas lapa. Jenis data dalam peneli an ini adalah data primer dan data Teknik yang digunakan dalam peneli an ini adalah wawancara mendalam. Wawancara mendalam dalam peneli an ini diadakan bebas terpimpin dan menggunakan pedoman Dalam hal ini pewawancara terlebih dahulu membuat kerangka dan garis pokok pertanyaan yang telah Dalam mengumpulkan data, peneli melakukan wawancara langsung dengan informan yang diperlukan untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan. Pada teknik ini peneli berhadapan muka secara langsung dengan informan yang diteli dalam ruangan khusus agar informan terjaga privasinya, kemudian peneli menanyakan sesuatu yang telah direncanakan dalam pedoman wawancara kepada informan dan direkam dengan handphone. Wawancara mendalam juga diterapkan tehnik Snowball yaitu mengambil sejumlah kasus melalui hubungan keterkaitan dari satu orangdengan orang yang lain kemudian mencari hubungan selanjutnya melalui proses yang Analisa data dalam peneli an ini dilakukan secara kualita f dilakukan dengan cara mengatur secara sistema s pedoman wawancara kemudian data diproses. Analisis data terbagi dalam 6 . tahap, yaitu tahap transkip data, mengkoding data, proses analisis, menyajikan data dalam bentuk matriks, analisis data selama pengumpulan data dan menganalisis data secara Content Analysis (Analisis Is. HASIL Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Rokan Hulu beralamat di jalan Pengayoman no 33 Pasir Pengaraian Kabupaten Rokan Hulu Propinsi Riau. Peneli an ini dilakukan wawancara mendalam pada 13 orang informan yamg terdiri dari 4 informan utama dan 9 orang informan pendukung. Wawancara meliputi penyalahgunaan napza pada remaja, kepribadian dan kehidupan sosial remaja dengan orang tua dan kehidupan sosial dengan teman pergaulan. Tabel 1 Karakteris k Informan Utama Peneli an Remaja Penyalahguna Napza di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2020 Arbiah Br Marpaung, et al Personality Analysis and Social Life of Adolescents with Parents and Intercourse for Drug Abusers Analisa Kepribadian dan Kehidupan Sosial Remaja dengan Orang Tua dan Teman Pergaulan bagi Penyalahguna Napza Dari tabel informan utama di atas menurut peneli mayoritas remaja penyalahguna berumur 18 sampai 19 tahun, sebagian besar belum mempunyai pekerjaan tetap, yang berasal dari 4 Kecamatan berbeda di Kabupaten Rokan Hulu. Tabel 2 Karakteris k Informan PendukungRemaja Penyalahguna Napza Remaja diLembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2020 Dari tabel di atas informan pendukung peneli an ini berjumlah 9 orang, menurut peneli sudah sangat baik untuk menjadi informan kunci dalam peneli an ini, informan pendukung berdomisili di Kabupaten Rokan Hulu terdiri dari 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Ujung batu. Kecamatan Tandun. Kecamatan Rambah Samo dan Kecamatan Tambusai. Kepribadian Berdasarkan wawancara dengan informan utama disimpulkan bahwa sebagian besar remaja napi mengatakan ak Atas ru n hampir dak ada, se ap hari lebih banyak menghabiskan waktu hanya bergaul dengan sesama pengguna Sebagian mengatakan dak mempunyai pekerjaan tetap, berbulan-bulan dak pulang ke rumah serta berak vitas menjadi kurir napza. Hal ini sesuai dengan ungkapan dari informan AuAk Atas saya sehari-hari sering ngumpul-ngumpul dengan teman sesama pemakaiAy. (IU. AuSehari-hari kerjanya jadi supir,. kadang gak kerja, lebih sering ngumpul sama kawan-kawannya kadang jam 2 pagi masih aja terdengar suaranya ngumpul. pernah kambing saya 25 ekor dijualnya tanpa sepengetahuan saya,uangnya Ay. (IP . Kesimpulan wawancara dengan informan utama adalah sebagian besar remaja mengatakan dak pernah sama sekali mengiku kegiatan sosial di lingkungan rumahnya dan sebagian remaja mengatakan kadang-kadang pernah mengiku kegiatan Hal ini sesuai dengan ungkapan informan utama berikut: Kamiidak pernah mengiku kegiatan sosial di luar rumahAy. (IU 2 dan IU . Saya dak ada melakukan kegiatan sosialAy. (IP 5,&IP . Berdasarkan wawancara dengan informan utama dapat disimpulkan bahwa sebagian besar remaja mengatakan dak pernah memikirkan akan bahaya dan keselamatan dirinya saat menyalahgunakan napza. AuPada saat saya memakai dak pernah terAkirkan akibatnya, tetapi setelah biusnya habis baru terAkirAy. (IU . AuMana pernah kami memikirkan bahaya, yang pen ng makai sajaAy. (IP 4 dan IP . Begitu juga ungkapan yang sama melalui wawancara dengan informan pendukung lainnya . eman pergaulan sebaya nap. dapat disimpulkan bahwa sebagian besar temannya menyatakan remaja penyalahguna bergaul dengan teman sesama penyalahguna, hura-hura, tanpa mengenal batas waktu AuAk Atas hanya pergi hura-hura,cerita-cerita, jalan-jalan kesana kesini habis itu pergi karaokeAy. ( IP . AuKeluyuran sampai tengah malamAy. (IP . Sementara berdasarkan wawancara dengan informan pendukung . rang tua nap. dapat disimpulkan bahwa sebagian besar orang tuanya menyatakan remaja penyalahguna napza dak mempunyai rasa tanggung jawab hal ini dapat dilihat dari ak Atas yang dak menentu di luar rumah. Kehidupan sosial remaja dengan orang tua Berdasarkan wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar remaja penyalahguna dak pernah menceritakan masalah kepada orang tua ataupun saudaranya, dan sebagian kecil juga jarang berkomunikasi dengan orang tuanya jika menghadapi masalah dan kurang mendapat perha an orang tua atas perilakunya. Sementara ungkapan yang sama melalui wawancara dengan informan pendukung . rang tua nap. dapat disimpulkan bahwa sebagian besar orang tuanya menyatakan komunikasi dengan remaja penyalahguna kurang AuKalau saya ada masalah saya kadang bercerita kepada orang tua, tapi dak selalu ,saya jarang bicara dengan bapak, karena udah pisah, kalau dengan ibu ada sesekali, perha an dan bicara dengan orang tua sama saya kurangAy. (IU . AuKalau punya masalah dak pernah menceritakan kepada siapapun saya pendam sendiri kami jarang bicara, orang tua dak tahu apa yang saya kerjakan. Saya dak ada masalah dengan orang tua, saya jarang pulang kerumah kadang berbulan-bulan, mereka gak pernah mencari sayaAy. (IU . AuKomunikasi kami kurang baik, apabila nan dinaseha ujungnya emosi, dia gak terima,dia selalu menolak Sejak dia makai hubungan kami kurang akrab, dia lebih akrab dengan kawan-kawannya. karena anak saya paling bungsu saya selalu Ay. (IP . AuDia dak pernahmenceritakanmasalahnya kepada saya,kami jarang bicara, kalau dajari dia marah-marah. Anak saya itu dulunya baik, sekarang setelah kerjanya dak jelas, seper orang lain rasa gak seper dirinya. (IP . Berdasarkan wawancara dengan informan utama dapat disimpulkan bahwa sebagian besar remaja penyalahguna napza dak mendapatkan pemantauan pergaulan dari orang tua, kehidupannya di luar terlalu terlalu bebas tanpa adanya kontrol dari orang tua. Hal yang sama juga diungkapkan oleh informan j u r n a l KESEHATAN KOMUNITAS Keskom. Vol. No. 42 April pendukung . rang tua nap. dapat disimpulkan bahwa sebagian besar orang tuanya kurang memantau pergaulan anaknya di luar Berikut ungkapan dari informan utama dan pendukung: AuOrang tua . saya dak pernah memantau pergaulan saya dan kemanapun saya pergiAy. (IU . AuSaya orangnya terlalu bebas, saya dur pindah-pindah dari rumah kawan satu ke kawan lainnya. Tidak pernah orang tua tahu dimana saya nggalAy. (IU . AuOrang tua saya jarang berbicara dengan saya, mana bisa dia memantau pergaulan karena ibu udah tuaAy. (IU . AuSaya dak mengenal dengan jelas siapa saja temannya kadang tengah malam sampai jam 2 pagi mereka ngumpulngumpul, memang saya kurang memantau pergaulannyaAy. (IP . Au Saya kurang bisa mengawasinya,karena temannya pun banyak yang gak saya kenalAy. (IP . Berdasarkan wawancara dengan informan utama dapat disimpulkan bahwa sebagian remaja penyalahguna napza mengatakan kondisi perkawinan orang tuanya dak utuh . eninggal dan bercera. dan kehidupan orang tuanya kurang harmonis, sebagian mengatakan orang tuanya jarang berkumpul di rumah bersama anaknya. Sementara berdasarkan wawancara dengan informan pendukung . rang tua nap. ungkapan yang sama juga diungkapkan bahwa sebagian orang tuanya menyatakan kehidupan rumah tangganya sudah dak utuh lagi . ondisi bercerai dan meningga. serta dak harmonis selama berumah tangga. AuKondisi perkawinan orang tua saya bercerai waktu saya masih SMP dan ibu bapak dak harmonis makanya pisah. Jarang kami ngumpul,kalau udah pulang ya nonton lalu dur,sekarang bapak sudah meninggalAy. (IU . AuBapak saya sudah meninggal, saya hanya dengan ibu dan saudara, dak pernah kami ngumpul-ngumpul bersamaAy. (IU . AuNamanya berumah tangga adalah sekali-kali ribut, tapi gak sampai ribut besar . Ay(IP . Kami dak cocok sering ada saja yang gak sesuai, makanya kami berceraiAy. (IP . AuHubungannya dengan keluarga kurang begitu dekat,orang tua juga jarang menanyakan kegiatan kami diluar,apalagi dengan almarhum bapaknya kadang sering ribut. , pernah dia diusir orang tuanya itu juga yang menambah permasalahan hidupnyaAu. (IP . Kehidupan sosial dengan teman pergaulan Berdasarkan wawancara dengan informan utama dapat disimpulkan bahwa sebagian besar remaja penyalahguna se ap harinya bergaul dan berkumpul-kumpul dengan temannya sesama penyalahguna napza dan pengedar, serta mendapat tekanan dari teman pergaulan untuk menyalahgunakan Napza. Hal yang sama juga diungkapkan dari wawancara dengan informan pendukung lainnya . eman pergaulan sebaya nap. dapat disimpulkan bahwa sebagian besar temannya menyatakan remaja penyalahguna se ap harinya bergaul dengan h p://jurnal. penyalahguna napza lainnya serta pengedar. AuSaya sehari-hari bergaul dengan sesama pemakai dan pengedar Napza Au. (IU . AuSaya menginap di rumah teman yang pemakai dan ngumpulnya disitu. Pergaulan saya seputaran dilingkungan pemakaidan bandar narko kaAy. (IU . AuLingkungan pergaulan saya teman semuanya pemakai dan bandar narko ka sehingga memudahkan saya untuk menggunakannyaAy. (IU . AuTeman saya di luaran pengedar dan pemakai sabu, awalnya disuruh nyobain aja ramai-ramaiAy. (IU . Berdasarkan wawancara peneli menyimpulkan bahwa sebagian besar remaja penyalahguna mendapat ajakan dan rayuan dari teman sebanyanya untuk menyalahgunakan napza. Hal yang sama juga diungkapkan dari wawancara dengan informan pendukung lainnya . eman pergaulan sebaya nap. dapat disimpulkan bahwa sebagian besar temannya menyatakan remaja penyalahguna mendapatkan ajakan dan rayuan dalam menyalahgunakan napza serta ekonomi yang sulit membuatnya menjadi kurir. Berikut beberapa ungkapan dari informan utama: AuAda, awalnya dulu saya sering diajak-ajak makai bersamasamaAy. (IU . AuAwalnya disuruh nyobain aja ramai-ramai. semuanya atas keinginan saya sendiriAy. (IU . AuAnak saya terpengaruh dengan kawannya, temannya banyak , se ap hari jarang dirumah kadang 2 sampai 3 hari baru pulang. kadang berbulan-bulanAy. (IP . AuSaya sering melihat dia berkumpul dengan kawan-kawannya sampai tengah malam. sudah seringAo(IP . AuAwalnya kami diajak-ajak kawanAu. (IP . PEMBAHASAN Kepribadian remaja penyalahguna Napza Hasil peneli an ini yaitu sebagian besar remaja napi di Lapas Kelas II B kabupaten Rokan Hulu memiliki kepribadian ego strength lemah, dimana umumnya remaja mudah terpengaruh dengan pergaulannya yang nega f dan dak bisa menolak ajakan teman untuk menyalahgunakan napza sehingga mudah terjerumus menyalahgunakan napza. Hasil peneli an ini didukung oleh teori yang dikemukakan oleh Stuart . bahwa kepribadian dapat menjadi factor penyalahgunan napza yang lebih cenderung terjadi pada remaja dengan kepribadian nega f. Asumsi peneli bahwa remaja yang mempunyai kepribadian nega f ego strength lemah sangat mudah terpengaruh untuk menyalahgunakan napza. Dimana remaja dengan kepribadian ini sangat sulit untuk menolak se ap ajakan dari teman penyalahguna napza lain karena mereka dak mampu membedakan mana pergaulan yang benar dan mana yang salah Arbiah Br Marpaung, et al Personality Analysis and Social Life of Adolescents with Parents and Intercourse for Drug Abusers Analisa Kepribadian dan Kehidupan Sosial Remaja dengan Orang Tua dan Teman Pergaulan bagi Penyalahguna Napza ditambah dengan dak takut untuk berbuat dosa. Kehidupan sosial dengan orang tua Hasil peneli an yaitu remaja napi sebagian besar remaja mempunyai kehidupan sosial dengan orang tua kurang baik, dimana dak bisa berkomunikasi dengan baik dengan orang tua dan dak ada keakraban hubungan antara orang tua dan remaja, dimana remaja dak pernah menceritakan masalahnya, kebanyakan lebih memilih temannya. Peneli an ini sejalan dengan teori yang menyatakan banyak faktor yang dapat menyebabkan remaja mengalami penyalahgunaan Napza diantaranya keluarga yang broken home, yang dipengaruhi oleh kurangnya perha an dan komunikasi antara orang tua dan anak, sehingga membuat remaja sangat rentan terpengaruh oleh perilaku-perilaku nega f termasuk penyalahgunaan napza (Aridhona,2. Sejalan dengan peneli an yang mengatakan bahwa upaya pencegahan yang dapat dilakukan orang tua adalah dengan menciptakan kedekatan dan komunikasi antara orang tua dan Salah satu investasi yang terbaik dan yang paling bijaksana adalah meluangkan waktu bersama keluarga. Komunikasi orang tua dengan anak sangatlah pen ng dalam upaya melakukan kontrol dan pemantauan serta dukungan pada anak (Lestari,2. Kehidupan sosial dengan teman pergaulan Hasil peneli an ini yaitu sebagian besar remaja kehidupan sosialnya dengan teman pergaulannya adalah pergaulan yang dak sehat, dimana orang tua remaja dak mengenal dengan siapa saja remaja bergaul dan orang tua dak memberikan pemantauan atas pergaulan itu dan sebagian besar temannya menyatakan remaja umumnya bergaul dengan lingkungan pemakai dan pengedar napza, sebagian mendapat ajakan dan rayuan dari teman pergaulan untuk menyalahgunakan napza. Hasil peneli an ini didukung oleh teori Willy . yang menyatakan faktor yang meningkatkan resiko seseorang melakukan penyalahgunan napza adalah memiliki teman yang seorang pecandu napza. Pengaruh yang kuat dari kelompok pergaulan yaitu terbentuknya kelompok-kelompok pergaulan teman sebaya . yang ditandai oleh kekompakan, kese aan, dan solidaritas yang nggi pada kelompoknya. Kepatuhan kepada teman sebayanya bahkan mengalahkan kepatuhan remaja kepada orang tua. Sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Sutar . menyatakan bahwa penyalahgunaan napza juga dipengaruhi oleh teman kelompok sebaya, keinginan untuk mencoba biasanya datang dari pengaruh teman, disamping rasa takut seseorang remaja untuk dak diterima dalam kelompoknya akan m e n y e b a b k a n r e m a j a m e n c a r i ko m p e n s a s i u n t u k penyalahgunaan napza. Sistem kontrol yang kurang ketat terhadap pergaulan remaja juga menyebabkannya mencari kompensasi dalam hal menyalahgunakan napza pada lingkungan Juga sejalan dengan peneli an yang telah dilaksanakan oleh Simangunsong . mengatakan bahwa hal yang paling dominan yang menyebabkan terjadinya penyalahgunaan napza di kalangan remaja adalah disebabkan karena faktor pergaulan didasarkan pada kesimpulan yang menyatakan bahwa faktor pergaulan dengan teman sebaya yang terlalu bebas dan dak terkontrol menyebabkan remaja ikut terjerumus melakukan penyalahgunaan Napza. Dan sesuai dengan peneli an yang dilakukan oleh Has . mengatakan bahwa yang menjadi faktor dominan remaja menyalahgunakan napza pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Meulaboh Aceh disebabkan pengaruh teman sepergaulan, baik itu teman di lingkungan tempat nggal maupun lingkungan kerja dan faktor lain yang menyebabkan mareka terjerumus dalam penyalahgunaa napza Asumsi peneli penyebab remaja menyalahgunakan Napza di Lapas Kelas II B Kabupaten Rokan Hulu adalah dikarenakan mereka umumnya salah pergaulan, awalnya rmendapat ajakan dan rayuan yang dak bisa ditolak/dielakkan, adanya tekanan dari teman pergaulan dengan sering diin midasi akhirnya membuat remaja melakukan coba-coba menyalahgunakan Jadi menurut peneli untuk menghindarkan remaja dari penyalahgunaan napza remaja harus keluar dulu dari lingkup pergaulan teman yang nega f dengan cara memutuskan untuk dak lagi berkontak dengan mereka. Pengawasan pergaulan yang super ekstra dari orang tua terhadap pergaulan sangatlah diperlukan serta pergaulan remaja diarahkan kepada perkumpulan-perkumpulan yang posi f. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisa peneli dari wawancara mendalam, maka peneli dapat menyimpulkan bahwa sebagian besar remaja penyalahguna napza di Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Kabupaten Rokan Hulu tahun 2020 sebagian besar remaja memiliki kepribadian nega f ego strength lemah yang membuat mereka akhirnya menyalahgunakan napza, sebagian besar kehidupan sosial remaja dengan orang tuanya kurang baik, yaitu kurang harmonis, komunikasi yang kurang baik, kurang mendapat perha an, kurang mendapatkan pemantauan dalam pergaulan, serta sebagian besar kehidupan sosial remaja dengan teman sebayanya adalah pergaulan yang dak sehat, dak bisa menolak ajakan dan rayuan dari teman, dan dak bisa mengatakan say no to drug . Ucapan Terima Kasih Ahmad HanaA. Kes selaku Ketua STIKes Hang Tuah Pekanbaru. Dr. Mitra. M selaku Ketua Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu j u r n a l KESEHATAN KOMUNITAS Keskom. Vol. No. 44 April Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru. Prof. Dr. Zulfan Saam. Si selaku pembimbing I dalam penyusunan Tesis ini. Yuyun Priwahyuni. Kes, selaku pembimbing II dalam penyusunan Tesis ini. Novita Rany ,SKM. Kes, selaku Penguji II dalam penyusunan Tesis ini. Dr. Irwan Muryanto,M. Epid, selaku Penguji i dalam penyusunan Tesis ini. Teman-teman seperjuangan Prodi Magister Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru serta seluruh pihak yang terkait dan yang turut membantu dalam pembuatan tesis ini Nasri Has. 2016AyAnalisis Faktor Penyalahgunaan Narkoba Pada Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II MeulabohAy Stuart. Prinsip dan Prak k Keperawatan Kesehatan Jiwa Stuart. Buku 2. Jakarta: Elsevier Tito,dkk. AyAnalisis Penyebab Remaja Mengkonsumsi Narkoba Di njau dari Kesalahan Pendidikan Keluarga di pon anakAy DAFTAR PUSTAKA