ISSN e-ISSN: - KONTRIBUSI KELOMPOK KKN XVI STIK POSKO XV PUCANGREJO DALAM MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT DESA MELALUI PROGRAM PELATIHAN KETERAMPILAN PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN KREATIF DI ERA DIGITAL Nely Irnik Darajah1 Nellyid03@stik-kendal. Ahmad Nawawi2 nawawiahmad432@gmail. Arina Zulaikhah3 ararina236@gmail. Ayu Khikmatul Mufidah4 ayukhikmatulmufidah@gmail. Della Putri Aolina5 dellaaolina553@gmail. Dilla Nur Sobakh6 dillans173@gmail. Fiki Aftinah7 fikiaftinah32@gmail. Levy Ardhiansyah8 levysyah6@gmail. Lucky Nur Alfianto9 luckyalvianto57@gmail. Mukhlisin10 kanglis224@gmail. Nila Isni Maghfiroh10 nilaisni98@gmail. Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Ahmad Nawawi, dkk. Kontribusi Kelompok KKN XVI STIK Posko XV . Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Abstrak Penelitian ini meneliti kontribusi Kelompok KKN XVI Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK) Posko XV Desa Pucangrejo Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal dalam upaya pemberdayaan warga desa melalui program pelatihan keterampilan di bidang usaha di tengah era digital. Latar belakang penelitian ini berpusat pada berbagai hambatan yang dialami masyarakat desa dalam memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk kebutuhan pendidikan dan promosi produk lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana pengaruh pelatihan yang diselenggarakan terhadap peningkatan kemampuan digital warga desa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan lapangan, di mana data diperoleh melalui observasi dan wawancara langsung dengan para peserta pelatihan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut berhasil meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pengembangan usaha kreatif lokal. Meskipun demikian, masalah seperti keterbatasan infrastruktur dan perbedaan tingkat penguasaan teknologi masih menjadi hambatan yang perlu ditangani. Simpulannya, program pelatihan ini memberikan dampak positif dalam memberdayakan masyarakat desa di era digital, namun diperlukan peningkatan fasilitas dan pendampingan yang berkelanjutan agar hasilnya dapat lebih maksimal. Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat Desa. Pelatihan Keterampilan Digital. Era Digitalisasi. DimaSTIKa Vol. No. 01, 2024 Abstract This study examines the contribution of the KKN XV Group of Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK) in empowering village communities through a skills training program in the field of business in the digital The background of this study focuses on various obstacles faced by rural communities in maximizing the use of digital technology for educational needs and local product promotion. The aim of this research is to analyze the extent to which the training conducted influences the improvement of the digital skills of village residents. The research method used is descriptive qualitative with a field approach, where data was collected through observation and direct interviews with training participants. The findings reveal that the training successfully enhanced the community's understanding and ability to utilize digital technology, particularly in supporting educational activities and the development of local creative businesses. However, issues such as limited infrastructure and varying levels of technological proficiency remain challenges that need to be addressed. In conclusion, this training program has a positive impact on empowering rural communities in the digital era, but improvements in facilities and ongoing mentoring are necessary to achieve more optimal results. Keywords: Community Empowerment. Digital Skills Training. Digitalization Era. PENDAHULUAN Dalam era globalisasi dan percepatan digital, semua lapisan masyarakat dituntut untuk menyesuaikan diri dengan perubahan, khususnya dalam bidang teknologi dan Kemajuan teknologi informasi telah menciptakan transformasi signifikan dalam berbagai dimensi kehidupan, termasuk metode bekerja, belajar, dan berbisnis. Masyarakat di perkotaan, yang memiliki akses lebih baik terhadap infrastruktur teknologi, dapat beradaptasi dengan lebih cepat. Sementara itu, masyarakat di pedesaan sering kali tertinggal akibat keterbatasan akses internet, peralatan teknologi, dan pendidikan yang memadai. Situasi ini semakin memperlebar jarak antara wilayah perkotaan dan pedesaan dalam memanfaatkan teknologi secara maksimal. Masyarakat pedesaan belum sepenuhnya bisa memanfaatkan kemajuan ini untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah khusus dan berkelanjutan untuk mengurangi kesenjangan Ahmad Nawawi, dkk. Kontribusi Kelompok KKN XVI STIK Posko XV . tersebut serta mendorong pemberdayaan melalui peningkatan akses teknologi dan pendidikan yang lebih merata. Di tengah pesatnya kemajuan teknologi, desa sebagai unit paling kecil dalam struktur masyarakat Indonesia memiliki potensi yang besar untuk tumbuh dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional. Namun, potensi ini sering kali terbentur oleh keterbatasan sumber daya manusia, khususnya dalam hal keahlian dan pemahaman yang dibutuhkan untuk memanfaatkan teknologi serta peluang bisnis di era Minimnya akses terhadap program pelatihan menyebabkan banyak warga desa belum siap untuk bersaing di tingkat global. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah terencana berupa pelatihan keahlian yang berfokus pada peningkatan kemampuan teknologi dan kewirausahaan. Melalui pelatihan yang sesuai, masyarakat desa dapat didorong untuk menjadi lebih mandiri, inovatif, dan mampu bersaing dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) XVI dari Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK) yang berlokasi di Posko XV Desa Pucangrejo. Kecamatan Gemuh. Kabupaten Kendal, sepenuhnya menyadari berbagai kesulitan yang dialami oleh warga desa dalam menghadapi era digital. Mereka berkomitmen untuk berperan aktif dalam upaya pemberdayaan masyarakat setempat. Melalui kegiatan KKN ini, para mahasiswa tidak hanya diberikan tanggung jawab untuk memberikan bantuan secara umum, tetapi juga berkonsentrasi pada pengembangan kemampuan warga desa di sektor pendidikan dan kewirausahaan yang mengedepankan kreativitas serta penggunaan teknologi digital. Dengan menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan, mahasiswa berharap dapat membantu masyarakat memahami lebih jauh tentang keuntungan yang ditawarkan oleh teknologi, sehingga mereka mampu memanfaatkannya secara optimal untuk meningkatkan kualitas hidup, baik Perwita. AoTelaah Digital Entrepreneurship: Suatu Implikasi Dalam Mengatasi Permasalahan Ekonomi. Ao, 2021, 9. , 40Ae51. 2 Sugiarto. Napu. Rukmana. , & Hastuti. Zulkifli. Kesuksesan Wirausaha Di Era Digital Dari Perspektif Orientasi Kewirausahaan (Study Literatur. (Sanskara Ekonomi Dan Kewirausahaan, 2. DimaSTIKa Vol. No. 01, 2024 melalui pendidikan yang lebih maju maupun kesempatan berwirausaha yang kreatif dan Program ini diharapkan dapat menjadi penghubung yang vital antara masyarakat desa dan berbagai peluang baru di era digital, sekaligus mendorong mereka untuk menjadi lebih mandiri dan siap bersaing dalam menghadapi dinamika global. Salah satu tujuan utama dari program KKN ini adalah memberikan pelatihan keterampilan di bidang pendidikan, yang menjadi dasar penting dalam membentuk karakter dan kemampuan masyarakat, khususnya generasi muda. Di daerah pedesaan, akses untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas sering kali menjadi masalah utama karena terbatasnya sumber daya dan fasilitas. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) XVI yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK) di Posko XV Desa Pucangrejo. Kecamatan Gemuh. Kabupaten Kendal, berusaha mengatasi masalah ini dengan memberikan bimbingan dan pelatihan kepada guru serta siswa untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar. 3 Mahasiswa yang terlibat dalam program KKN menyelenggarakan pelatihan praktis mengenai pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi proses pembelajaran. Pelatihan ini mencakup penggunaan perangkat multimedia, platform pembelajaran daring, serta metodemetode inovatif yang bersifat interaktif. Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru dapat lebih banyak mengintegrasikan teknologi dalam aktivitas mengajar mereka. Sementara itu, siswa juga diharapkan semakin familiar dengan pemanfaatan teknologi sebagai alat pendukung belajar, sehingga mutu pendidikan di daerah pedesaan dapat mengalami peningkatan yang signifikan. Selain fokus pada pendidikan, sektor kewirausahaan kreatif juga menjadi salah satu prioritas utama dalam program ini. Kreativitas dan inovasi merupakan faktor penting dalam menghadapi tantangan persaingan di era digital. Desa memiliki potensi yang besar 3 M. fitrah R. Ngitung. , & Kasim. N Umar. AoMembangun Berpikir Kreatif Berwirausaha Pada Mahasiswa Melalui Pendekatan Psikologi PositifAo (Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2. 4 Novita Mega Angel Virdianasari. AoAnalisis Pengaruh Kreatif Dan Inovatif Di Dunia Bisnis Kewirausahaan Dalam Perspektif Ekonomi IslamAo (Journal of Economics and Business Research, 2. Ahmad Nawawi, dkk. Kontribusi Kelompok KKN XVI STIK Posko XV . untuk mengembangkan usaha berbasis sumber daya lokal, namun seringkali kurang mendapat dukungan dalam hal penggunaan teknologi untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan efisiensi produksi. Oleh karena itu, kelompok KKN XVI STIK Posko XV Pucangrejo juga menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan kreatif yang berbasis Pelatihan ini bertujuan untuk membantu masyarakat desa dalam mengembangkan usaha mereka dengan memanfaatkan platform digital, seperti media sosial dan e-commerce. Pelatihan keterampilan ini tidak hanya fokus pada aspek teknis semata, tetapi juga meliputi pemahaman krusial mengenai manajemen bisnis, strategi pemasaran, serta cara mengoptimalkan potensi di era digital. Peserta tidak sekadar diajari cara memanfaatkan teknologi, melainkan juga dibekali pemahaman mendalam tentang bagaimana menjalankan bisnis dengan efektif, mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi. Mereka diajarkan untuk menciptakan konten yang kreatif dan menarik, memanfaatkan platform digital guna mempromosikan produk, serta mengelola keuangan dan operasional bisnis dengan lebih Dengan keterampilan ini, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan daya saing produk lokal mereka, sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun global. Selain itu, pengetahuan ini diharapkan dapat membantu mereka mengenali peluang-peluang baru yang muncul di dunia digital, sehingga produk-produk lokal dapat memperluas pangsa pasar dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi desa secara menyeluruh. Program pemberdayaan ini juga didukung oleh metode partisipatif, di mana warga desa dilibatkan secara aktif dalam setiap tahap pelaksanaannya. Dengan cara ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga turut berperan dalam menetapkan arah dan prioritas pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Pendekatan ini sangat penting untuk menjamin keberlanjutan program setelah KKN berakhir, sehingga masyarakat mampu terus mengembangkan keterampilan yang telah Syamsu Ridhuan. AoMembangun Usaha Kratif. Inovatif. Produktif Kewirausahaan Dengan Pendekatan 5W 1HAo (Abdimas, 2. 6 H. D Wiyono. AoKreativitas Dan Inovasi Dalam BerwirausahaAo (Jurnal USAHA, 2. DimaSTIKa Vol. No. 01, 2024 mereka peroleh secara mandiri. Salah satu masalah lain yang dialami oleh warga pedesaan di zaman digital ini adalah kurangnya ketersediaan fasilitas teknologi, seperti koneksi internet yang memadai. Melalui kegiatan KKN ini, para mahasiswa juga berusaha memberikan solusi lain bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan dalam hal akses Contohnya, dengan memberikan pelatihan tentang metode penjualan langsung yang dipadukan dengan pendekatan daring, atau mencarikan sarana teknologi yang lebih praktis dan mudah digunakan oleh penduduk desa. Inisiatif ini selaras dengan upaya khususnya lewat penerapan konsep desa cerdas . mart villag. Sinergi antara kalangan akademis, instansi pemerintah, dan warga masyarakat memiliki peran krusial untuk menciptakan desa yang mandiri dan kompetitif di tengah era digital. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini merupakan salah satu wujud nyata partisipasi perguruan tinggi dalam mendukung misi tersebut. Dalam menjalankan program ini, kelompok KKN XVI STIK Posko XV Pucangrejo juga mengalami beberapa kendala, seperti perbedaan tingkat penguasaan teknologi di kalangan warga desa, keterbatasan sarana dan prasarana, serta penyesuaian terhadap teknik pengajaran yang lebih mutakhir. Meskipun demikian, dengan menerapkan pendekatan yang terbuka dan luwes, para mahasiswa berupaya memberikan solusi yang tepat dan relevan dengan kondisi lokal. Kesuksesan program ini sangat ditentukan oleh kolaborasi yang solid antara mahasiswa KKN, perangkat desa, dan warga masyarakat. Oleh sebab itu, kelompok KKN XVI STIK Posko XV Pucangrejo senantiasa berkoordinasi dengan pihak desa guna memastikan bahwa setiap aktivitas yang dilaksanakan selaras dengan kebutuhan dan prioritas warga setempat. Di samping itu, penilaian secara berkala juga dilaksanakan untuk menilai sejauh mana keefektifan pelatihan yang telah diberikan. 7 I. Daulay. Agustina. Nst. Padilah. Fitri. Nasution. , & Khairani. S Batubara. AoPeran Mahasiswa KKN DalamPengembangan Pendidikan Anak-Anak Di Desa Pintu PadangAo (JIPM: Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat, 2. Ahmad Nawawi, dkk. Kontribusi Kelompok KKN XVI STIK Posko XV . Melalui inisiatif pelatihan yang berfokus pada pengembangan keterampilan pendidikan dan kewirausahaan kreatif berbasis teknologi digital, diharapkan penduduk desa dapat mencapai tingkat kemandirian yang lebih tinggi serta siap menghadapi berbagai tantangan di era digital. Program ini tidak hanya memberikan dampak positif dalam jangka pendek, tetapi juga melengkapi masyarakat dengan kemampuan yang dapat terus mereka asah dan manfaatkan di kemudian hari. Dengan cara ini, upaya pemberdayaan masyarakat desa melalui pendidikan dan kewirausahaan kreatif di era digital diharapkan dapat menjadi salah satu langkah efektif dalam membangun masyarakat yang lebih makmur dan memiliki daya saing tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengenali peluang dan hambatan yang dialami oleh warga desa dalam mengembangkan kemampuan digital serta jiwa kewirausahaan kreatif di tengah era digital. Penelitian ini memusatkan perhatian pada efek pelatihan yang diselenggarakan oleh Kelompok KKN XVI STIK Posko XV Pucangrejo terhadap peningkatan pengetahuan dan keahlian masyarakat dalam menggunakan teknologi untuk kebutuhan pendidikan dan pengembangan bisnis lokal. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan saran mengenai metode pelatihan yang lebih komprehensif dalam bidang keahlian digital, pengelolaan bisnis, dan strategi pemasaran daring. Dengan demikian, diharapkan warga desa dapat memanfaatkan teknologi secara optimal untuk meningkatkan daya saing bisnis mereka, memperluas pasar, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil observasi dan kegiatan pengabdian yang dilaksanakan oleh Kelompok KKN XVI STIK Posko XV Pucangrejo, terungkap bahwa masyarakat desa memiliki potensi yang cukup besar untuk berkembang, meskipun masih dihadapkan pada beberapa tantangan utama. Salah satu hambatan yang paling terlihat adalah kurangnya akses terhadap teknologi serta rendahnya pemahaman tentang penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari, terutama di bidang pendidikan dan kewirausahaan. Walaupun masyarakat desa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti berbagai pelatihan yang diselenggarakan, sebagian besar dari mereka masih belum sepenuhnya menguasai cara memaksimalkan teknologi untuk mendukung aktivitas produktif mereka. DimaSTIKa Vol. No. 01, 2024 Di samping itu, teridentifikasi bahwa banyak usaha lokal yang sebenarnya memiliki potensi untuk berkembang masih dijalankan dengan cara tradisional dan belum memanfaatkan platform digital untuk kegiatan pemasaran dan promosi. Kondisi ini mengindikasikan pentingnya pendekatan yang lebih intensif dalam memberikan pelatihan, terutama yang berkaitan dengan peningkatan keterampilan digital, manajemen usaha, serta strategi pemasaran daring, agar masyarakat desa dapat bersaing di era digital dan meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. Berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan sebelumnya, timbul ketertarikan bagi peneliti untuk melaksanakan suatu penelitian dengan judul AuKontribusi Kelompok KKN XVI STIK Posko XV Pucangrejo dalam Memberdayakan Masyarakat Desa Melalui Program Pelatihan Keterampilan Pendidikan dan Kewirausahaan Kreatif di Era DigitalAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan lapangan untuk menggali secara mendalam peran Kelompok KKN XVI STIK Posko XV Pucangrejo dalam memberdayakan masyarakat desa melalui program pelatihan keterampilan pendidikan dan kewirausahaan kreatif di era digital. Metode ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai proses pelatihan, implementasi keterampilan yang diajarkan, serta pengaruh pelatihan terhadap kehidupan masyarakat desa. Melalui pendekatan ini, peneliti dapat melakukan pengamatan langsung, wawancara mendalam, dan mengumpulkan dokumen-dokumen terkait guna memahami kondisi dan dinamika masyarakat secara lebih mendalam. Pengambilan data dilaksanakan menggunakan berbagai metode, di antaranya observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan penelitian dokumentasi. Observasi partisipatif dijalankan dengan cara terlibat langsung dalam serangkaian kegiatan pelatihan yang diadakan oleh Kelompok KKN XVI STIK Posko XV Pucangrejo. Hal ini Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif. Dan R&D (Cetakan K. (Alfabeta. Ahmad Nawawi, dkk. Kontribusi Kelompok KKN XVI STIK Posko XV . memungkinkan peneliti untuk menyaksikan secara langsung proses pelaksanaan pelatihan serta mencatat tanggapan dari warga desa yang turut berpartisipasi dalam program Sementara itu, wawancara semi-terstruktur dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, seperti warga setempat, peserta pelatihan, dan anggota kelompok KKN yang berperan dalam kegiatan pengabdian ini. Tujuannya adalah untuk memahami perspektif mereka mengenai sejauh mana pelatihan ini efektif dan bagaimana dampaknya terhadap peningkatan kompetensi atau keterampilan. Selanjutnya, dokumen berupa foto, video, serta laporan tertulis yang dihasilkan dari kegiatan pelatihan juga dikumpulkan sebagai bahan pendukung. Informasi ini kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hasil serta hambatan yang muncul selama program berlangsung. Data yang didapatkan melalui wawancara dan observasi selanjutnya diatur, dikelompokkan, dan diinterpretasikan guna mengidentifikasi pola-pola yang relevan serta memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana pelatihan keterampilan ini berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat desa. Analisis data dilakukan dengan pendekatan induktif, di mana peneliti menginterpretasi temuan dari lapangan dan merumuskan kesimpulan berdasarkan data yang terkumpul. Metode ini memungkinkan peneliti untuk memahami fenomena yang terjadi secara alami tanpa dipengaruhi oleh teori atau hipotesis yang telah ditentukan Dengan cara ini, penelitian ini memberikan pandangan yang objektif mengenai dampak pelatihan keterampilan yang diselenggarakan oleh Kelompok KKN XVI STIK Posko XV Pucangrejo serta bagaimana masyarakat desa memanfaatkan hasil pelatihan tersebut untuk meningkatkan kualitas hidup mereka di era digitalisasi. HASIL DAN PEMBAHAS Miles and hubberman. Qualitative Data Analysis, 1994. DimaSTIKa Vol. No. 01, 2024 Penelitian ini menunjukkan manfaat positif yang dialami oleh warga desa setelah mengikuti program pelatihan keterampilan yang diadakan oleh Kelompok KKN XVI STIK Posko XV Pucangrejo. Program ini dirancang untuk membantu masyarakat mengembangkan kemampuan yang relevan dengan tuntutan era digital, baik dalam sektor pendidikan maupun kewirausahaan. Sebelum pelatihan dilaksanakan, sebagian besar penduduk desa mengalami kesulitan dalam memanfaatkan teknologi digital, baik untuk keperluan sehari-hari maupun untuk mengembangkan usaha secara efisien. Kendala ini menjadi salah satu penyebab terhambatnya pertumbuhan ekonomi dan perkembangan sosial di desa tersebut. Setelah mengikuti pelatihan, terlihat perubahan yang jelas dalam pemahaman masyarakat terkait teknologi digital. Peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan tentang cara menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga diajarkan cara memanfaatkannya untuk meningkatkan mutu pendidikan serta mengembangkan usaha lokal. Bagi pelaku usaha kecil, pelatihan ini mengenalkan berbagai strategi pemasaran digital melalui media sosial dan platform daring, yang membantu membuka peluang untuk memperluas pasar produk lokal ke area yang lebih luas. Upaya ini memberikan pengaruh yang besar terhadap kemajuan ekonomi masyarakat desa. Meskipun demikian, pelaksanaan pelatihan ini juga dihadapkan pada beberapa tantangan yang perlu diselesaikan, salah satunya adalah keterbatasan fasilitas teknologi, seperti jaringan internet yang masih kurang memadai di beberapa daerah pedesaan. samping itu, terdapat perbedaan dalam tingkat kemampuan adaptasi terhadap teknologi antara generasi muda dan generasi yang lebih tua, sehingga diperlukan metode pelatihan yang lebih lentur dan merangkul semua kalangan. Kelompok KKN XVI STIK Posko XV Pucangrejo merespons tantangan ini dengan menyelenggarakan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta, sehingga dapat meningkatkan keterlibatan dan keberhasilan program pemberdayaan ini. Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Pedesaan tentang Teknologi Digital Ahmad Nawawi, dkk. Kontribusi Kelompok KKN XVI STIK Posko XV . Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa program pelatihan keterampilan yang diselenggarakan oleh Kelompok KKN XVI STIK Posko XV Pucangrejo telah berhasil menciptakan pengaruh yang cukup besar dalam meningkatkan pemahaman warga desa terkait teknologi digital. Sebelum diadakannya pelatihan ini, mayoritas masyarakat masih memiliki keterbatasan dalam menggunakan perangkat teknologi, seperti smartphone, komputer, maupun aplikasi digital, khususnya dalam hal meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha. Hal ini menjadi penghambat bagi kemajuan desa dalam menyongsong era digitalisasi, di mana penguasaan teknologi menjadi syarat penting dalam berbagai aspek kehidupan. Selain itu, masyarakat desa relatif kurang terpapar oleh teknologi modern jika dibandingkan dengan masyarakat di perkotaan, sehingga kesenjangan dalam pemahaman dan keterampilan teknologi semakin terlihat nyata. Setelah mengikuti program pelatihan, perubahan yang cukup besar mulai terlihat. Masyarakat mulai menunjukkan kemampuan dalam memahami serta memanfaatkan perangkat teknologi untuk berbagai kebutuhan, baik dalam bidang pendidikan maupun dalam mengelola usaha kecil. Dalam konteks pendidikan, para guru dan siswa di daerah pedesaan diajarkan cara menggunakan internet sebagai sumber informasi dan alat pembelajaran yang interaktif. Hal ini memberikan peluang bagi mereka untuk mengakses materi pembelajaran yang lebih beragam dan luas, yang sebelumnya sulit dijangkau karena keterbatasan sumber daya. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis masyarakat, tetapi juga mendorong semangat belajar serta partisipasi mereka dalam aktivitas pendidikan. Di satu sisi, dalam lingkup usaha, program pelatihan keterampilan digital yang diselenggarakan berhasil melengkapi masyarakat dengan kompetensi dalam memanfaatkan media sosial dan platform daring untuk mempromosikan produk-produk lokal mereka. Sebelum adanya pelatihan, strategi pemasaran produk desa hanya terbatas pada jaringan konvensional, yang biasanya hanya mencakup area sekitar. Akan tetapi, setelah mengikuti pelatihan, masyarakat mulai menggunakan media sosial seperti Facebook dan Instagram DimaSTIKa Vol. No. 01, 2024 untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Mereka juga dibekali pengetahuan tentang cara membuat konten yang kreatif dan menarik guna memikat perhatian pasar, sehingga produk-produk desa mampu bersaing di pasar digital. Hal ini memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan penghasilan masyarakat desa, karena produk mereka kini dapat diakses oleh pasar yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional. Gambar 1. Seminar dan Bimbingan dalam Memahami Teknologi Digital untuk Pelaku Usaha yang Dilakukan oleh Mahasiswa KKN XVI STIK Posko XV Pucangrejo Pelatihan ini juga menitikberatkan pada pemanfaatan aplikasi digital untuk pengelolaan usaha, seperti aplikasi keuangan dasar yang memudahkan masyarakat dalam mengatur keuangan usaha kecil mereka. Peserta diajarkan metode untuk mencatat pengeluaran, pendapatan, serta laba secara lebih terorganisir dengan memanfaatkan aplikasi tersebut. Dengan begitu, pelatihan yang diselenggarakan oleh Kelompok KKN XVI STIK Posko XV Pucangrejo tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis masyarakat dalam menggunakan teknologi, tetapi juga mendukung mereka dalam mengelola bisnis dengan lebih profesional. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan kesuksesan program KKN dalam memberdayakan masyarakat desa, mempersiapkan mereka untuk bersaing di era digital, serta meningkatkan taraf hidup mereka melalui keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Ahmad Nawawi, dkk. Kontribusi Kelompok KKN XVI STIK Posko XV . Peningkatan Kemampuan Kewirausahaan Kreatif yang Berbasis pada Teknologi Digital Dalam konteks kewirausahaan, program pelatihan yang berfokus pada pengembangan bisnis kreatif berbasis digital telah memberikan pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan. Sebelum adanya pelatihan tersebut, sebagian besar pelaku usaha di desa masih mengandalkan teknik pemasaran konvensional yang terbatas, seperti menjual produk langsung di pasar atau melalui jaringan kerabat dan Akan tetapi, melalui pelatihan ini, masyarakat diperkenalkan pada berbagai platform daring, termasuk media sosial (Facebook. Instagra. dan situs e-commerce (Tokopedia. Shope. , yang memungkinkan mereka untuk memperluas cakupan pasar. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital, mereka berhasil menjangkau lebih banyak pelanggan dari luar daerah, sehingga meningkatkan visibilitas produk-produk lokal Gambar 2. Program Pelatihan untuk Meningkatkan Kemampuan Kewirausahaan Kreatif dengan Memanfaatkan Teknologi Digital bagi Masyarakat oleh Mahasiswa KKN XVI STIK Posko XV Pucangrejo DimaSTIKa Vol. No. 01, 2024 Setelah mengikuti pelatihan, warga desa mulai memperlihatkan transformasi dalam metode pemasaran produk mereka. Mereka diberikan pemahaman tentang cara membuat konten yang inovatif, termasuk mengambil gambar produk yang mencolok, menyusun deskripsi produk yang mudah dipahami, serta mengemas narasi di balik produk mereka guna menarik perhatian pembeli. Di samping itu, pemanfaatan fitur iklan berbayar di platform media sosial untuk memperluas target pasar juga mulai diadopsi oleh sejumlah pelaku usaha. Upaya-upaya ini secara bertahap mengubah pola bisnis warga desa, dari yang sebelumnya cenderung pasif menjadi lebih aktif dalam mempromosikan produk mereka melalui platform digital. Efek positif dari strategi pemasaran ini mulai tampak, dengan beberapa pelaku usaha kecil melaporkan kenaikan penjualan yang cukup besar dalam beberapa bulan setelah menerapkan teknik-teknik yang diajarkan. Di samping itu, program pelatihan ini juga memberikan dukungan kepada masyarakat dalam mengembangkan produk mereka agar selaras dengan kebutuhan pasar yang lebih luas. Tidak hanya fokus pada aspek pemasaran, pelatihan ini juga mengajarkan cara melakukan riset pasar secara daring untuk memahami tren yang sedang diminati Dengan cara ini, para pelaku usaha di pedesaan dapat lebih tanggap terhadap permintaan pasar dan lebih kreatif dalam menghasilkan produk yang sesuai dengan keinginan konsumen. Sebagai ilustrasi, beberapa perajin di desa mulai mengubah desain produk mereka agar lebih menarik bagi konsumen dari daerah lain, sehingga produk mereka mampu bersaing lebih baik. Upaya ini tidak hanya berperan dalam meningkatkan penghasilan, tetapi juga memperkuat daya saing produk lokal di pasar digital yang semakin ketat persaingannya. Selain itu, manfaat dari pelatihan ini tidak hanya dinikmati oleh para pelaku usaha secara pribadi, melainkan juga oleh seluruh masyarakat desa. Dengan adanya peningkatan penjualan dan penghasilan, beberapa pelaku usaha mulai melibatkan keluarga dan warga sekitar dalam proses produksi, sehingga membuka kesempatan kerja baru. Hal ini membuktikan bahwa program pelatihan yang diadakan oleh Kelompok KKN XVI STIK Posko XV Pucangrejo telah berperan signifikan dalam menciptakan dampak berantai yang Ahmad Nawawi, dkk. Kontribusi Kelompok KKN XVI STIK Posko XV . positif bagi perekonomian desa. Dengan memanfaatkan teknologi digital, masyarakat desa tidak hanya dapat memperluas jaringan pemasaran, tetapi juga mampu menguatkan perekonomian lokal, menjadikan desa lebih mandiri dan makmur di era digital ini. Kesulitan dalam Penerapan Pelatihan dan Penyesuaian Teknologi Selain masalah infrastruktur, perbedaan tingkat pemahaman teknologi di antara peserta pelatihan juga menjadi kendala dalam proses belajar. Masyarakat desa memiliki latar belakang pendidikan yang beragam, sehingga kemampuan mereka dalam mengerti dan menggunakan teknologi digital pun berbeda-beda. Peserta yang lebih muda biasanya lebih cepat menyesuaikan diri dengan materi pelatihan berbasis digital, sementara masyarakat yang lebih tua sering mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep teknologi yang diajarkan. Untuk mengatasi masalah ini, kelompok KKN perlu menerapkan metode pengajaran yang lebih inklusif dan fleksibel, seperti menyediakan sesi pelatihan tambahan atau materi pembelajaran yang lebih mudah dipahami bagi peserta yang membutuhkan waktu lebih lama untuk menguasai materi. Meskipun menghadapi berbagai rintangan, semangat warga desa untuk belajar dan menyesuaikan diri dengan teknologi digital tetap sangat besar. Banyak peserta yang, walau pada awalnya mengalami kesulitan, menunjukkan tekad yang kuat untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan mereka. Hal ini membuktikan bahwa dengan strategi yang tepat, program pelatihan berbasis digital dapat berhasil dilaksanakan meskipun dihadapkan pada berbagai hambatan. Kelompok KKN XVI STIK Posko XV Pucangrejo berupaya mengubah setiap tantangan menjadi kesempatan untuk terus menyempurnakan program mereka, dengan menyesuaikan metode pelatihan dan menemukan solusi praktis yang memungkinkan seluruh warga, tanpa memandang usia atau latar belakang, dapat terlibat 10 R. Maharani. TH. Hafidzh. Lestari. , & Sagala. Pohan. AoPeran Mahasiswa KKN UINSU 143 Dalam Meningkatkan Pemberdayaan Masyarakat Dan Kualitas Pendidikan (Studi Kasus Pada Masyarakat Desa Sidomuly. Ao (Journal Of Human And Education (JAHE), 2. DimaSTIKa Vol. No. 01, 2024 aktif dalam pelatihan dan memanfaatkan hasilnya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka di era digital ini. SIMPULAN Berdasarkan hasil pelatihan yang diselenggarakan oleh Kelompok KKN XVI STIK Posko XV Pucangrejo, dapat ditarik kesimpulan bahwa program pemberdayaan masyarakat desa melalui pendidikan dan keterampilan wirausaha berbasis digital telah memberikan pengaruh positif yang cukup besar. Kegiatan pelatihan ini berhasil menambah wawasan dan kompetensi masyarakat desa dalam memanfaatkan teknologi digital untuk kebutuhan pendidikan serta pengembangan usaha inovatif. Masyarakat yang sebelumnya kurang akrab dengan teknologi, kini mulai menguasai cara menggunakan internet, media sosial, serta berbagai platform digital lainnya guna mendukung proses belajar-mengajar dan memperluas pasar untuk produk lokal mereka. Selain itu, pelatihan ini juga berhasil meningkatkan kemampuan praktis masyarakat dalam memanfaatkan peluang ekonomi digital, yang pada akhirnya turut mendorong peningkatan taraf kesejahteraan mereka. Meskipun begitu, beberapa hambatan seperti kurangnya infrastruktur teknologi dan perbedaan tingkat pemahaman teknologi di antara peserta masih menjadi tantangan yang perlu diatasi. Akan tetapi, dengan semangat yang besar dari masyarakat serta usaha kelompok KKN untuk menyesuaikan metode pelatihan agar lebih inklusif, program ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat desa di era digital dapat berjalan dengan Ke depannya, diperlukan peningkatan akses terhadap infrastruktur teknologi serta penguatan program pelatihan yang lebih berkelanjutan untuk memastikan masyarakat desa tetap mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memanfaatkan sepenuhnya keuntungan dari teknologi digital. Ahmad Nawawi, dkk. Kontribusi Kelompok KKN XVI STIK Posko XV . Daftar Pustaka