PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. Analisis Kemampuan Guru dalam Bidang Kompetensi Pedagogik pada Pelaksanaan Pembelajaran di SMK Bidang Keahlian Kuliner Fahmi Muhamad Rizky1. Rizki Raynaldi2. Afghani Mahmuda3. Elly Malihah4. Rini Andari5 1,2,3,4,5 Magister Pariwisata. Universitas Pendidikan Indonesia fahmimuhamadrizky@upi. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya kompetensi pedagogik guru dalam proses Perkembangan zaman menuntut seorang guru untuk mengelola pembelajaran dengan mengembangkan kompetensi pedagogik untuk menunjang profesionalitas sebagai seorang pendidik. Kompetensi pedagogik seorang pendidik menjadi elemen penting dalam ketercapaian tujuan pendidikan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kompetensi pedagogik guru dalam perencanaan, proses, serta evaluasi pada pembelajaran siswa SMK Bidang Keahlian Kuliner, dengan tujuan penelitian untuk mendeskripsikan kompetensi pedagogik guru dalam perencanaan, proses, serta evaluasi pada pembelajaran siswa SMK Bidang Keahlian Kuliner. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan Hasil penelitian menyatakan bahwa guru telah memiliki kompetensi pedagogik dengan Sehingga proses ketercapaian tujuan pendidikan melalui kompetensi pedagogik sangat penting karena memuta perencanaan, proses, serta evaluasi. Keywords : kompetensi pedagogik. perencanaan pembelajaran. pelaksanaan pembelajaran. ABSTRACT This research is motivated by the decline in teachers' pedagogical competence in the learning process. The development of the times requires teachers to manage learning by developing their pedagogical competence to support their professionalism as educators. The pedagogical competence of an educator is a crucial element in achieving educational goals. The research problem formulated in this study is how the pedagogical competence of teachers in the planning, process, and evaluation of learning for vocational high school (SMK) students in the Culinary Arts field is, with the aim of describing the teachers' pedagogical competence in these areas. The research method used is a qualitative approach with data collection techniques including interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that teachers have good pedagogical competence. Therefore, the achievement of educational goals through pedagogical competence is very important because it encompasses planning, process, and evaluation. Keywords: pedagogical competence. learning planning. learning implementation. learning evaluation A 2024 Fahmi Muhamad Rizky. Rizki Raynaldi. Afghani Mahmuda. Elly Malihah. Rini Andari Under the license CC BY-SA 4. Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. PENDAHULUAN Negara yang besar memiliki kehormatan dan peradaban melalui pendidikan, dengan pengembangan kualitas sumber daya manusia sesuai perkembangan zaman. Dengan perkembangan zaman, pendidikan memiliki tuntutan secara langsung untuk mampu memfasilitasi masyarakat untuk pengembangan sumber daya manusia. Pelaksanaan pendidikan ini sudah sangat jelas memerlukan peranan pendidik atau guru yang memiliki peranan secara proaktif dalam pelaksanaan pendidikan. Guru merupakan elemen penting dalam sistem pendidikan, khususnya di sekolah. Sehingga, guru sebagai perencana, pelaku, dan penentu tercapainya tujuan pendidikan harus diimbangi oleh peningkatan mutu guru bukan hanya taraf kesejahteraan namun juga peningkatan kualitas profesionalitasnya (Ghozali, 2. Perkembangan zaman dalam dunia pendidikan yang terus berubah menuntut secara langsung dalam merubah pola pikir seorang pendidik atau guru dari pola pikir yang kaku menjadi pola pikir yang lebih modern. Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 menyebutkan bahwa: Aupendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negaraAy. Dalam mencapai tujuan pelaksanaan pendidikan harus didukung oleh kompetensi dan pola pikir pendidik yang lebih kompeten dan modern. Menurut Undang-Undang Guru dan Dosen Tahun 2005, dan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, setidaknya seorang guru dan pendidikan memiliki empat kompetensi untuk mencapai profesionalitas dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Kompetensi yang harus dimiliki oleh guru tersebut adalah: . kompetensi pedagogik, . kompetensi kepribadian, . kompetensi sosial, dan . kompetensi profesional. Melalui keempat kompetensi tersebut, guru dan pendidik akan mampu melakukan dan meningkatkan kinerjanya. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti pada salah satu SMK bidang keahlian kuliner di Tasikmalaya, peneliti menemukan bahwa guru mengalami kesulitan dalam pelaksanaan pembelajaran yang efektif dan kondusif, sehingga tujuan utama pembelajaran tidak dapat dicapai dengan maksimal. Fenomena tersebut, menunjukkan bahwa guru pengajar belum mampu menerapkan kompetensi pedagogik dalam mengelola pembelajaran dikelas. Fungsi guru sebagai Aupengajar, pendidik, dan pembimbingAy belum berfungsi sepenuhnya. Sehingga, diperlukan peranan pada diri seorang guru. Sardiman . mengungkapkan bahwa peran guru secara konsisten mencerminkan pola perilaku dalam pembelajaran, khususnya dengan siswa, rekan guru, dan lingkungan sekitarnya. Guru dianggap sebagai komunikator yang efektif, teman yang memberikan nasihat, motivator yang memberi inspirasi dan dorongan, serta memiliki penguasaan terhadap materi yang diajarkan. Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh kemampuan dan keterampilan guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan terus meningkatkan kompetensi pedagogik secara optimal (Susanto R, 2. Kualitas pendidikan yang dicapai dalam proses pembelajaran Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. berkaitan dengan output, yaitu hasil yang dicapai oleh peserta didik. Kualitas output atau prestasi peserta didik dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk input mentah, proses belajar mengajar, input lingkungan, input instrumental, dan output. Mudyahardjo . menyatakan bahwa unsur-unsur sistem dapat ditinjau dari sudut pandang input, proses, dan output, dengan penjelasan sebagai berikut: Gambar 1 Model Sistem Pendidikan Sederhana Unsur-unsur tersebut merupakan komponen penting untuk menghasilkan pembelajaran Jika kompetensi pedagogik rendah, hal ini akan menghambat pencapaian prestasi belajar yang berkualitas, meskipun aspek lain mendukung, seperti penerapan kompetensi pedagogik yang baik dalam proses pembelajaran dan alat pendidikan yang memadai. Efektivitas proses pembelajaran ditentukan oleh pelaksanaan kompetensi pedagogik dalam interaksi pembelajaran di kelas. Beberapa studi yang telah dilakukan oleh Praptiningrum . Ishartiwi . Mart . Elisa & Wrastari . , dan Suryani . tentang kompetensi pedagogik menyatakan bahwa guru reguler cenderung kurang efektif dalam memberikan respons yang positif terhadap proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan serta dalam menangani evaluasi di kelas, sehingga mereka kekurangan kompetensi pedagogik yang memadai dalam menjalankan tugas mengajar di sekolah. Namun, studi yang dilakukan oleh Rudiyati . menunjukkan bahwa pembelajaran kolaboratif dapat meningkatkan kompetensi pedagogik Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka pertanyaan penelitian ini adalah bagaimana kompetensi pedagogik guru dalam perencanaan, proses, serta evaluasi pada pembelajaran siswa SMK Bidang Keahlian Kuliner?. Oleh karena itu, peneliti mengemukakan penelitian yang berjudul AuAnalisis Kemampuan Guru dalam Bidang Kompetensi Pedagogik pada Pelaksanaan Pembelajaran di SMK Bidang Keahlian KulinerAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut (Aryanti, 2. pendekatan kualitatif merupakan sebuah penelitian yang berisi uraian mendalam dari beberapa permasalah yang terdapat di lingkungan masyarakat dengan pendekatan naturalistik. Pendekatan kualitatif memiliki tujuan untuk mendalami suatu fenomena. Pemilihan sumber data dilakukan secara purposive dan dengan metode bola salju . , pengumpulan data menggunakan teknik triangulasi, analisis data bersifat deduktif/kualitatif, dan penelitian kualitatif lebih menekankan pada pemaknaan daripada generalisasi. Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMK di Tasikmalaya, dengan subjek penelitian mencakup guru bidang keahlian kuliner di SMK tersebut untuk menjadi responden dalam pengumpulan data dan informasi terkait dengan kompetensi pedagogik guru dalam pengelolaan Teknik pengumpulan data mencakup wawancara, observasi, serta dokumentasi berdasarkan temuan selama kegiatan penelitian berlangsung. HASIL DAN PEMBAHASAN Data pada penelitian ini bersifat deskriptif yang diperoleh dari hasil wawancara. Wawancara dilakukan dengan para pihak yang terkait dengan penelitian ini. Sajian data penelitian ini terdiri dari deskriptif kompetensi pedagogik guru di salah satu SMK di Tasikmalaya mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi Berikut merupakan hasil penelitiannya. Perencanaan Pembelajaran di SMK Bidang Keahlian Kuliner Tahapan perencanaan pembelajaran sangat diperlukan dan penting sebelum proses pembelajaran berlangsung agar kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik. Sebagaimana yang disampaikan oleh guru SMK bidang keahlian kuliner, sebagai berikut: Guru A :Auasebelum pelaksanaan proses pembelajaran hal yang utama kami lakukan adalah menyiapkan bahan ajar serta kelengkapan pembelajaran yang akan digunakan saat pembelajaran. Ay Guru B :Auahal yang saya lakukan pertama kali sebelum kegiatan belajar mengajar adalah melakukan perencanaan proses kegiatan belajar mengajar seperti materi, media, alat peraga serta hal lainnya. Selain itu juga, sebagai seorang guru, saya perlu mengulas kembali materi ajar dengan pemanfaatan sumber ajar sehingga sebagai guru saya dapat menyampaikan materi dengan baik. Ay Guru C :Auapertama saya mempersiapkan rancangan perencanaan pembelajaran dan juga modul ajar yang nantinya akan digunakan dalam pembelajaran di Ay Temuan penelitian berdasarkan paparan hasil wawancara dari jawaban informan terkait dengan perencanaan pembelajaran guru SMK bidang keahlian kuliner, didapatkan hasil bahwa: Guru mempersiapkan rencana pembelajaran, agar kegiatan pembelajaran berlangsung dengan sistematis dan terencana. Guru memanfaatkan media pembelajaran, sehingga kegiatan pembelajaran tidak membosankan, dan dapat interaktif. Guru mengulas materi dengan memanfaatkan sumber ajar lainnya, agar mampu memberikan pemaparan materi dengan baik. Berdasarkan sajian data kualitatif dapat dikonfirmasi dengan keadaan sekolah dan hasil observasi lapangan didapatkan hasil bahwa dalam upaya meningkatkan kompetensi pembelajaran siswa, perencanaan pembelajaran guru kuliner di SMK mencakup langkahlangkah seperti penguasaan materi pembelajaran terlebih dahulu, penggunaan sumber belajar atau media pembelajaran, dan penyampaian manfaat pembelajaran. Guru diharapkan untuk menyiapkan bahan-bahan sebelum mengajar, termasuk persiapan alat-alat di dapur saat praktik. Materi pembelajaran yang disampaikan kepada siswa juga disesuaikan dengan modul yang Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. Secara keseluruhan, guru berupaya secara maksimal untuk mempersiapkan diri, terutama dalam meningkatkan kompetensi pedagogis dalam merencanakan pembelajaran. Pelaksanaan Pembelajaran di SMK Bidang Keahlian Kuliner Tahapan selanjutnya setelah perencanaan pembelajaran, adalah pelaksanaan atau proses Pelaksanaan pembelajaran merupakan proses atau kegiatan yang dilakukan untuk mengimplementasikan rencana pembelajaran di dalam kelas atau lingkungan belajar Proses ini mencakup berbagai aktivitas yang bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan dalam perencanaan pembelajaran. Berikut merupakan data yang didapatkan oleh peneliti dalam mengidentifikasi tahapan pelaksanaan pembelajaran guru SMK bidang keahlian kuliner pada salah satu SMK di Tasikmalaya: Guru A :Auasaya sebagai seorang guru memberikan materi teori atau praktik sesuai dengan rancangan perencanaan pembelajaran. Selanjutnya, sebelum menyampaikan materi saya memberikan LKPD kepada siswa yang akan dikumpulkan seusai pembelajaran sebagai umpan balik dari proses Ay Guru B :Auasebagai guru praktik saya biasanya di awal memberikan materi dasar terlebih dahulu sebelum kegiatan praktikum dimulai agar proses praktikum berjalan dengan baik. Biasanya sebelum pelaksanaan praktikum saya melakukan pengecekan SOP dan briefing terlebih dahulu. Di akhir praktikum saya melakukan evaluasi bersama atas proses kegiatan praktikum pada mata Ay Guru C :Auadalam proses pelaksanaan pembelajaran, saya biasanya akan mengulas materi sebelumnya untuk melakukan uji kepada siswa apakah siswa masih memahami materi yang sebelumnya disampaikan. Selanjutnya saya akan menyampaikan materi mulai dari tujuan pembelajaran hingga capaian Harapannya siswa dapat memahami materi dengan baik. Ay Temuan penelitian berdasarkan paparan hasil wawancara dari jawaban informan terkait dengan pelaksanaan pembelajaran guru SMK bidang keahlian kuliner, didapatkan hasil bahwa: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, inti pembelajaran, serta capaian yang diharapkan sebagai luaran pelajaran agar siswa dan guru saling memahami tujuan pembelajaran yang ingin dicapainya. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pertanyaan atau pendapat ketika pembelajaran. Guru melakukan pengecekan SOP dan briefing terlebih dahulu sebelum pelaksanaan praktikum agar proses praktikum berjalan dengan lancar. Guru melakukan evaluasi pembelajaran agar dapat menghasilkan hasil pembelajaran yang baik. Berdasarkan sajian data kualitatif dapat dikonfirmasi dengan keadaan sekolah dan hasil observasi lapangan didapatkan hasil bahwa pelaksanaan pembelajaran guru kuliner di SMK dalam meningkatkan kompetensi pembelajaran siswa meliputi bahwa seorang guru harus mampu menyampaikan tujuan pembelajaran, inti pembelajaran, serta capaian yang diharapkan sebagai luaran pelajaran agar siswa dan guru saling memahami tujuan pembelajaran yang ingin Selain itu, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pertanyaan atau pendapat ketika pembelajaran, serta melakukan evaluasi pembelajaran agar dapat menghasilkan hasil pembelajaran yang baik. Selanjutnya, pada dasarnya proses Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. pembelajaran SMK bidang keahlian kuliner yaitu dengan tatap muka teori 30% dan praktik Sehingga pada proses praktikum, guru akan melakukan pengecekan SOP dan briefing terlebih dahulu sebelum pelaksanaan praktikum agar proses praktikum berjalan dengan lancar. Evaluasi Pembelajaran di SMK Bidang Keahlian Kuliner Tahapan selanjutnya setelah pelaksanaan pembelajaran, adalah evaluasi proses kegiatan belajar mengajar yang telah berlangsung. Evaluasi pembelajaran adalah proses sistematis untuk mengukur dan menilai efektivitas proses pembelajaran, pencapaian tujuan pembelajaran, dan perkembangan serta prestasi siswa. Evaluasi ini mencakup berbagai metode dan teknik untuk mengumpulkan data dan informasi yang kemudian digunakan untuk membuat keputusan yang berkaitan dengan perbaikan dan pengembangan program pembelajaran. Berikut merupakan data yang didapatkan oleh peneliti dalam mengidentifikasi tahapan evaluasi pembelajaran guru SMK bidang keahlian kuliner pada salah satu SMK di Tasikmalaya: Guru A :Auasetelah proses pembelajaran, biasanya saya melakukan evaluasi belajar berupa umpan balik siswa seperti kuis, review materi, atau juga tanya jawab dikelas. Evaluasi saya lakukan agar tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan baik. Ay Guru B :Auasaya pada akhir pembelajaran biasanya bertanya kepada siswa baik itu pertanyaan materi yang baru saja dipelajari ataupun materi sebelumnya. Hal itu saya lakukan agar materi yang disampaikan dapat difahami dengan baik oleh Guru C :Auasebagai guru praktik, biasanya saya menyampaikan evaluasi belajar seperti evaluasi praktikum agar pada implementasinya kesalahan yang dilakukan pada praktikum tidak diulangi juga, selanjutnya juga saya memberikan masukan atas produk praktikum yang dilakukan agar siswa dapat melakukan hal serupa dengan progress yang baik kedepannya. Ay Temuan penelitian berdasarkan paparan hasil wawancara dari jawaban informan terkait dengan evaluasi pembelajaran guru SMK bidang keahlian kuliner, didapatkan hasil bahwa: Guru melakukan evaluasi belajar umpan balik siswa seperti kuis, review materi, atau juga tanya jawab dikelas. Guru praktik menyampaikan evaluasi belajar seperti evaluasi praktikum agar pada implementasinya kesalahan yang dilakukan pada praktikum tidak diulangi kembali. Berdasarkan sajian data kualitatif dapat dikonfirmasi dengan keadaan sekolah dan hasil observasi lapangan didapatkan hasil bahwa evaluasi pembelajaran guru kuliner di SMK dalam meningkatkan kompetensi pembelajaran siswa meliputi umpan balik siswa seperti kuis, review materi, atau juga tanya jawab dikelas, serta evaluasi belajar seperti evaluasi praktikum agar pada implementasinya kesalahan yang dilakukan pada praktikum tidak diulangi kembali. Temuan penelitian menyatakan untuk menambah pemahaman siswa tentang materi pembelajaran maka guru harus menjelaskan ulang materi pembelajaran yang belum dimengerti oleh siswa atau menjelaskan ulang pembelajaran yang levelnya sulit. SIMPULAN Kesimpulan yang didapatkan pada penelitian kompetensi pedagogik guru SMK bidang keahlian kuliner adalah sebagai berikut: Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. Pada perencanaan pembelajaran guru kuliner di SMK meliputi penguasaan materi, pemanfaatan sumber belajar, dan penyampaian manfaat pembelajaran, dengan persiapan alat praktik dan materi yang disesuaikan dengan modul, serta usaha maksimal untuk meningkatkan kompetensi pedagogik. Pada pelaksanaan pembelajaran guru kuliner di SMK melibatkan penyampaian tujuan, inti, dan capaian pembelajaran, pemberian kesempatan bagi siswa untuk bertanya, evaluasi pembelajaran, serta pembagian waktu antara teori . %) dan praktik . %), dengan pengecekan SOP dan briefing sebelum praktikum untuk kelancaran proses. Pada evaluasi pembelajaran guru kuliner di SMK meliputi umpan balik seperti kuis dan tanya jawab, evaluasi praktikum untuk mencegah pengulangan kesalahan, serta penjelasan ulang materi sulit untuk meningkatkan pemahaman siswa. REFERENSI