Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol. No. 01, 2024 Profesionalisme Guru PAI dalam Mengintegrasikan Nilai-nilai Islam dan Sains Modern Maufirotul Uyubah 1. Sherly Anawati2 STIT Miftahul Ulum Bangkalan 12 Email korespondensi: maufirotul29@gmail. Abstract Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan sains modern. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini melibatkan guru-guru PAI yang mengajar di sekolah menengah atas dengan pengalaman minimal lima tahun. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme guru PAI dalam integrasi Islam-sains dapat dikategorikan dalam tiga tingkatan: tinggi, sedang, dan rendah. Guru dengan profesionalisme tinggi mampu mengaitkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan fenomena alam dan penemuan ilmiah kontemporer secara tepat. Strategi yang diterapkan meliputi pendekatan tematikintegratif, metode pembelajaran berbasis inquiry dan discovery, serta kolaborasi interdisipliner. Tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan kompetensi guru dalam memahami perkembangan sains modern, keterbatasan sumber daya pembelajaran, dan resistensi dari stakeholder yang mempertahankan paradigma dikotomis. Faktor pendukung keberhasilan meliputi komitmen pribadi guru, dukungan institusional, dan kerjasama dengan berbagai pihak. Penelitian ini memberikan implikasi penting untuk pengembangan program pelatihan berkelanjutan, reorientasi kurikulum PAI yang lebih integratif, dan perubahan paradigma dalam sistem pendidikan guru PAI. Keywords Profesionalisme guru, pendidikan agama Islam, integrasi Islam-sains, pembelajaran integratif PENDAHULUAN Pendidikan Islam di era kontemporer menghadapi tantangan kompleks dalam menyeimbangkan antara pemahaman nilai-nilai keislaman yang otentik dengan perkembangan sains dan teknologi modern yang semakin pesat. Integrasi antara agama dan sains menjadi isu sentral dalam diskursus pendidikan Islam, khususnya dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI) di lembaga pendidikan formal (Nasr, 2. Fenomena dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum yang telah mengakar dalam sistem pendidikan Indonesia menuntut adanya paradigma baru dalam pendekatan pembelajaran PAI yang lebih holistik dan integratif (Azra, 2. Guru PAI sebagai garda terdepan dalam implementasi pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam mewujudkan integrasi nilai-nilai Islam dengan sains modern. Profesionalisme guru PAI tidak hanya diukur dari kemampuan menguasai materi keagamaan semata, tetapi juga kemampuan untuk mengkontekstualisasikan ajaran Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kontemporer (Muhaimin, 2. Hal ini sejalan dengan konsep Islam sebagai agama yang universal dan relevan untuk segala zaman, termasuk era digitalisasi dan revolusi industri 4. 0 (Bakar, 2. Pentingnya integrasi Islam dan sains modern dalam pembelajaran PAI dilatarbelakangi oleh beberapa faktor. Pertama. Al-Qur'an dan Hadis sebagai sumber Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa https://journal. id/index. php/jipm Profesionalisme Guru PAI dalam Mengintegrasikan Nilai-nilai Islam dan Sains Modern utama ajaran Islam mengandung banyak ayat dan petunjuk yang mendorong umat Islam untuk mengkaji alam semesta dan mengembangkan ilmu pengetahuan (Sardar, 1. Kedua, sejarah peradaban Islam menunjukkan bahwa kemajuan sains dan teknologi pada masa keemasan Islam tidak terpisah dari nilai-nilai spiritual dan moral Islam (Bulliet. Ketiga, tantangan global saat ini memerlukan pendekatan pendidikan yang mampu menghasilkan generasi Muslim yang tidak hanya memiliki kedalaman spiritual tetapi juga kompetensi sains dan teknologi (Wan Daud, 1. Namun demikian, upaya integrasi nilai-nilai Islam dengan sains modern dalam pembelajaran PAI menghadapi berbagai kendala dan kompleksitas. Salah satu tantangan utama adalah minimnya kompetensi guru PAI dalam memahami dan menguasai perkembangan sains modern, sehingga kesulitan dalam mengkaitkan materi keagamaan dengan konteks keilmuan kontemporer (Qomar, 2. Selain itu, keterbatasan sumber daya pembelajaran yang mendukung integrasi Islam-sains, serta paradigma dikotomis yang masih mengakar kuat dalam sistem pendidikan, menjadi hambatan signifikan dalam implementasi pembelajaran PAI yang integratif (Hidayat, 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profesionalisme guru PAI dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan sains modern, serta mengidentifikasi strategistrategi efektif yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI yang integratif. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan profesionalisme guru PAI dan peningkatan kualitas pendidikan Islam di Indonesia. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang profesionalisme guru PAI dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan sains modern. Pendekatan kualitatif dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi fenomena kompleks yang terjadi dalam konteks alamiah dan memahami makna dari pengalaman para guru PAI dalam praktik pembelajaran mereka. Subjek penelitian terdiri dari guru-guru PAI yang mengajar di sekolah menengah atas, baik di sekolah umum maupun madrasah, yang telah memiliki pengalaman mengajar minimal lima tahun dan menunjukkan upaya integrasi nilai-nilai Islam dengan sains modern dalam pembelajaran mereka. Pemilihan subjek penelitian dilakukan secara purposif dengan mempertimbangkan kriteria kompetensi, pengalaman, dan inovasi dalam pembelajaran PAI yang integratif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Observasi partisipatif dilakukan untuk mengamati langsung proses pembelajaran PAI di kelas, mencatat interaksi guru-siswa, metode pembelajaran yang digunakan, serta cara guru mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan konsep-konsep sains modern. Wawancara mendalam dilakukan dengan guru PAI untuk menggali pemahaman mereka tentang integrasi Islam-sains, tantangan yang dihadapi, strategi yang diterapkan, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat praktik pembelajaran integratif. Analisis dokumen meliputi telaah terhadap rencana pembelajaran, materi ajar, dan evaluasi pembelajaran yang digunakan guru PAI. Maufirotul Uyubah & Sherly Anawati Profesionalisme Guru PAI dalam Mengintegrasikan Nilai-nilai Islam dan Sains Modern Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data dilakukan dengan cara memilah, memfokuskan, dan menyederhanakan data mentah yang diperoleh dari Penyajian data dilakukan dalam bentuk narasi deskriptif yang sistematis untuk memudahkan pemahaman terhadap temuan penelitian. Penarikan kesimpulan dilakukan secara bertahap dengan memverifikasi temuan melalui triangulasi sumber data dan member checking dengan subjek penelitian. Keabsahan data dalam penelitian ini dijamin melalui teknik triangulasi, yang meliputi triangulasi sumber, triangulasi metode, dan triangulasi waktu. Triangulasi sumber dilakukan dengan mengkonfirmasi data dari berbagai subjek penelitian dan stakeholder Triangulasi metode dilakukan dengan membandingkan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Triangulasi waktu dilakukan dengan mengumpulkan data pada waktu yang berbeda untuk memastikan konsistensi temuan HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Profesionalisme Guru PAI dalam Integrasi Islam-Sains Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme guru PAI dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan sains modern dapat dikategorikan dalam tiga tingkatan (Mujib, 2. Pertama, guru PAI dengan tingkat profesionalisme tinggi menunjukkan kemampuan yang baik dalam menguasai materi keagamaan sekaligus memiliki pemahaman yang memadai tentang perkembangan sains modern. Mereka mampu mengaitkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan fenomena alam dan penemuan ilmiah kontemporer secara tepat dan kontekstual (Golshani, 2. Misalnya, dalam pembahasan materi tentang penciptaan alam semesta, guru-guru ini mampu menjelaskan keterkaitan antara ayat-ayat kosmologi dalam Al-Qur'an dengan teori Big Bang dan ekspansi alam semesta dalam fisika modern (Bucaille, 2. Kedua, guru PAI dengan tingkat profesionalisme sedang menunjukkan upaya untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan sains modern, namun masih terbatas pada contoh-contoh sederhana dan belum mendalam. Mereka cenderung menggunakan pendekatan apologetik dengan mencari kesamaan antara ajaran Islam dan penemuan sains tanpa analisis kritis yang mendalam (Patel, 2. Ketiga, guru PAI dengan tingkat profesionalisme rendah masih menerapkan pendekatan tradisional dalam pembelajaran, dengan fokus utama pada hafalan dan pemahaman tekstual tanpa upaya signifikan untuk mengkaitkan materi keagamaan dengan konteks keilmuan modern (Rahman, 2. Strategi Integrasi yang Diterapkan Guru PAI Penelitian ini mengidentifikasi beberapa strategi yang diterapkan guru PAI dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan sains modern. Strategi pertama adalah pendekatan tematik-integratif, di mana guru mengorganisir materi pembelajaran berdasarkan tema-tema yang memungkinkan pembahasan aspek religius dan saintifik secara bersamaan (Mashadi, 2. Contohnya, tema "Keajaiban Penciptaan Manusia" yang membahas aspek embriologi dalam Al-Qur'an dan Hadis sekaligus dengan perkembangan ilmu kedokteran modern tentang perkembangan janin (Moore & Azzindani, 2. Maufirotul Uyubah & Sherly Anawati Profesionalisme Guru PAI dalam Mengintegrasikan Nilai-nilai Islam dan Sains Modern Strategi kedua adalah penggunaan metode pembelajaran berbasis inquiry dan discovery, di mana siswa didorong untuk melakukan investigasi terhadap fenomena alam yang dikaitkan dengan ayat-ayat Al-Qur'an (Hasan, 2. Guru PAI yang menerapkan strategi ini biasanya menggunakan eksperimen sederhana, demonstrasi, atau kajian kasus untuk menunjukkan kesesuaian antara ajaran Islam dengan hukum-hukum alam yang ditemukan oleh sains modern. Strategi ketiga adalah kolaborasi interdisipliner dengan guru mata pelajaran sains. Beberapa guru PAI melakukan team teaching atau koordinasi dengan guru biologi, fisika, dan kimia untuk mengembangkan pembelajaran yang integratif (Shuhufi, 2. Pendekatan ini memungkinkan siswa memperoleh perspektif yang lebih komprehensif tentang hubungan antara agama dan sains. Tantangan dalam Implementasi Integrasi Islam-Sains Hasil penelitian mengungkap berbagai tantangan yang dihadapi guru PAI dalam mengimplementasikan integrasi nilai-nilai Islam dengan sains modern. Tantangan utama adalah keterbatasan kompetensi guru dalam memahami perkembangan sains modern yang cepat (Syamsuddin, 2. Banyak guru PAI yang merasa kesulitan untuk mengikuti perkembangan terbaru dalam bidang sains dan teknologi, sehingga integrasi yang dilakukan seringkali tidak up-to-date atau bahkan keliru secara saintifik. Tantangan kedua adalah keterbatasan sumber daya pembelajaran yang mendukung integrasi Islam-sains (Harahap, 2. Sebagian besar buku teks PAI masih menggunakan pendekatan konvensional dengan pemisahan yang jelas antara aspek religius dan saintifik. Media pembelajaran interaktif yang mengintegrasikan kedua aspek tersebut masih sangat langka dan sulit diakses oleh guru-guru di daerah. Tantangan ketiga adalah resistensi dari sebagian stakeholder pendidikan yang masih mempertahankan paradigma dikotomis antara ilmu agama dan ilmu umum (Kuntowijoyo. Beberapa guru senior dan orang tua siswa masih skeptis terhadap upaya integrasi, dengan anggapan bahwa hal tersebut dapat mengurangi kemurnian ajaran agama atau justru mengaburkan batasan antara yang sakral dan profan. Faktor Pendukung Keberhasilan Integrasi Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung keberhasilan integrasi nilai-nilai Islam dengan sains modern dalam pembelajaran PAI. Faktor pertama adalah komitmen pribadi guru terhadap pengembangan profesionalisme dan pembelajaran sepanjang hayat (Suparlan, 2. Guru-guru yang berhasil mengimplementasikan integrasi umumnya memiliki motivasi tinggi untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensinya. Faktor kedua adalah dukungan institusional dari sekolah atau madrasah (Fatah. Lembaga pendidikan yang memberikan dukungan berupa fasilitas, pelatihan, dan kebebasan akademik kepada guru PAI cenderung lebih berhasil dalam mengimplementasikan pembelajaran integratif. Kepemimpinan yang visioner dari kepala sekolah juga menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi inovasi Faktor ketiga adalah kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan komunitas ilmiah (Nata, 2. Guru PAI yang aktif dalam Maufirotul Uyubah & Sherly Anawati Profesionalisme Guru PAI dalam Mengintegrasikan Nilai-nilai Islam dan Sains Modern jaringan akademik dan profesional cenderung memiliki akses yang lebih baik terhadap perkembangan terbaru dalam bidang integrasi Islam-sains. Implikasi untuk Pengembangan Profesionalisme Guru PAI Temuan penelitian ini memiliki implikasi penting untuk pengembangan profesionalisme guru PAI di masa depan (Usman, 2. Pertama, perlu adanya program pelatihan berkelanjutan yang fokus pada pengembangan kompetensi guru PAI dalam memahami perkembangan sains modern dan metodologi integrasinya dengan nilai-nilai Islam. Program ini sebaiknya dirancang secara sistematis dan berkelanjutan, bukan hanya sebagai kegiatan sporadis (Daradjat, 2. Kedua, pengembangan kurikulum dan materi pembelajaran PAI perlu diorientasikan ke arah yang lebih integratif (Abdullah, 2. Hal ini memerlukan kerjasama antara praktisi pendidikan, akademisi, dan penerbit untuk menghasilkan bahan ajar yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman. Ketiga, perlu adanya perubahan paradigma dalam sistem pendidikan guru PAI, dari orientasi yang bersifat dikotomis menuju pendekatan yang holistik-integratif (Tafsir. Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) perlu merevisi kurikulum pendidikan guru PAI agar lulusannya memiliki kompetensi yang memadai dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan sains modern. CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa profesionalisme guru PAI dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan sains modern merupakan aspek krusial dalam pengembangan pendidikan Islam Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan penting: Pertama, tingkat profesionalisme guru PAI dalam integrasi Islam-sains bervariasi dalam tiga kategori. Guru dengan profesionalisme tinggi menunjukkan kemampuan optimal dalam menguasai materi keagamaan sekaligus memahami perkembangan sains modern, mampu mengaitkan ayat-ayat kosmologi Al-Qur'an dengan teori Big Bang dan konsep embriologi dengan ilmu kedokteran modern. Sementara itu, guru dengan profesionalisme sedang dan rendah masih memerlukan pengembangan kompetensi yang Kedua, strategi integrasi yang efektif meliputi pendekatan tematik-integratif, pembelajaran berbasis inquiry dan discovery, serta kolaborasi interdisipliner dengan guru mata pelajaran sains. Strategi-strategi ini terbukti mampu memberikan perspektif komprehensif kepada siswa tentang hubungan harmonis antara agama dan sains. Ketiga, tantangan utama yang dihadapi mencakup keterbatasan kompetensi guru dalam mengikuti perkembangan sains modern, minimnya sumber daya pembelajaran yang mendukung integrasi, dan persistensi paradigma dikotomis dalam sistem Tantangan-tantangan ini memerlukan penanganan sistematis dan Keempat, keberhasilan integrasi ditentukan oleh faktor-faktor pendukung seperti komitmen pribadi guru untuk pengembangan profesional, dukungan institusional yang kuat, dan kerjasama dengan perguruan tinggi serta lembaga penelitian. Kelima, penelitian ini memberikan implikasi strategis untuk pengembangan profesionalisme guru PAI melalui program pelatihan berkelanjutan yang fokus pada Maufirotul Uyubah & Sherly Anawati Profesionalisme Guru PAI dalam Mengintegrasikan Nilai-nilai Islam dan Sains Modern kompetensi integrasi Islam-sains, reorientasi kurikulum dan materi pembelajaran PAI yang lebih integratif, serta transformasi paradigma pendidikan guru PAI dari orientasi dikotomis menuju pendekatan holistik-integratif. Dengan demikian, peningkatan profesionalisme guru PAI dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan sains modern merupakan kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan pendidikan Islam di era kontemporer. Upaya komprehensif yang melibatkan berbagai stakeholder pendidikan diperlukan untuk mewujudkan pembelajaran PAI yang integratif, relevan, dan berkualitas tinggi. DAFTAR PUSTAKA