http://journal. id/index. php/anterior ANALISIS KUALITAS LAYANAN. KEMAMPUAN DAN KINERJA PENGURUS POKJAR TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA DI UPBJJ-UT PALANGKA RAYA An Analysis of Service Quality. Competence and Performance of Pokjar Administrators in Relation to Student Satisfaction at UPBJJ-UT of Palangka Raya Rahmaddian. Abstrak Stefani Made Ayu A. Sn. Si2 Universitas Terbuka Palangka Raya (UPBJJ-UT Palangka Ray. menjangkau mahasiswa yang memerlukan pendidikan tinggi melalui mitra pengurusan di Kabupaten yang bernama pengurus pokjar . elompok belaja. Karena letak dan cakupan wilayah yang luas UPBJJ-UT Palangka Raya memiliki sebaran mahasiswa sangat heterogen. Layanan yang diberikan pengurus pokjar menjadi sangat penting dalam mengoptimalkan kualitas layanan Universitas Terbuka kepada mahasiswa yang tidak dapat selalu bertemu dengan mahasiswa yang tersebar di pelosok Kalimantan Tengah. Kinerja layanan pengurus pokjar yang sangat kompleks membuat mahasiswa memiliki kesan dan asosiasi negatif terhadap pelayanan yang telah diberikan. Tantangan yang dihadapi oleh pengurus pokjar diharapkan mampu mengembangkan organisasi secara efektif, efesien, akuntabel, responsif serta transparan. Penelitian ini ingin melihat bagaimana kualitas layanan, kompetensi, kinerja serta tanggapan mahasiswa terhadap pelayanan pengurus pokjar di UPBJJ-UT Palangka Raya melalui metode SEM PLS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas layanan pengusur pokjar baik, kompetensi yang memenuhi dan kinerja layanan baik. serta mahasiswa puas terhadap layanan pengurus pokjar. Deni Surapto. Si3 *1Universitas Terbuka. Palangka Raya. Kalimantan Tengah. Indonesia 2 Universitas Terbuka. Palangka Raya. Kalimantan Tengah. Indonesia 3 Universitas Terbuka. Pondok Cabe. Tangerang. Indonesia *email: rahmadian@ecampus. stefanimadeayu@ecampus. denis@ecampus. Abstract Kata Kunci: Kualitas layanan SEM PLS Kinerja SDM Open University of Palangka Raya (UPBJJ-UT of Palangka Ray. has acknowledged the education-attainment gap between rural and urban areas, and officials have determined ways to connect with students in the far corners of Central Kalimantan. UPBJJ-UT of Palangka Raya has set up study groups (PokJa. through which non urban students acquire university education. Due to its wide range of locations and heterogeneous student populations. PokJar is established through management partnership that constitutes a governing body that oversees the district-wide operation and the delivery of the continuing education programs. On this optimistic basis, the service provided by PokJar administrators becomes central to optimizing quality education in a learning environment where the administrators and students are physically separated. However, the complexity of PokJar service and administrator performance may link to negative perceptions among students. Recognizing the nature of challenges facing PokJar management is expected to usher in the planning of improvement crucial to organizational development that is effective, efficient, accountable, responsive and transparent. This study taps into the quality service, the competence and performance of PokJar administrators of UPBJJ-UT of Palangka Raya in terms of student-perceived values using PLS-SEM method. The overall results address favorable responses, strongly suggesting a good measure of how PokJar administratorsAo service, competence and performance meet student expectation. Keywords: Service Quality SEM PLS Performance Human Resources A year The Authors. Published by Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/bysa/4. 0/). DOI: https://doi. org/10. 33084/anterior. PENDAHULUAN kedisiplinan untuk mengatur waktu belajar, membuat Universitas Terbuka (UT) memiliki karakteristik sistem Sistem mahasiswanya untuk mandiri dan proaktif dalam menempuh studi. Mahasiswa UT harus memiliki permasalahan dan kesulitan belajar secara cepat dan Namun teknologi, dan pengetahuan di daerah terpencil yang Anterior Jurnal. Volume 19 Issue 1. Desember 2019. Page 121 Ae 129 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 harus menjadi jangkauan UT menjadi tantangan mahasiswa, serta membangun komunikasi, interaksi UPBJJ-UT, mahasiswa, tutor, supervisor, mitra dan pengurus UT memiliki unit pelaksana pembelajaran jarak jauh di Kalimantan Tengah, dikenal dengan UPBJJ-UT Palangka pembelajaran jarak jauh UT. Raya. Dengan cangkupan geografis provinsi Kalimantan Parasuraman et al. (Tjiptono, 2. telah melakukan Tengah yang sangat luas. UPBJJ-UT Palangka Raya pengembangan suatu alat ukur kualitas layanan yang memiliki total 5381 mahasiswa program S-1 yang disebut SERVQUAL (Service Qualit. Hasil penelitian tersebar di 13 Kabupaten dan 1 Kota. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa dimensi dan atribut mahasiswa yang cukup banyak menuntut perhatian dan model SERVQUAL yang digunakan untuk pengukuran pelayanan yang cepat serta optimal sangat bertolak kualitas adalah dimensi keandalan, daya tanggap, belakang dengan jumlah pegawai UPBJJ-UT Palangka kenyamanan/jaminan, empati, dan bukti fisik. Menurut Raya yang hanya berjumlah 16 orang ASN. Keberadaan Parasuraman et al. (Rangkuti, 2. ciri-ciri kualitas layanan jasa dapat dievaluasi dalam lima dimensi, yaitu: perpanjangan tangan dari UPBJJ-UT Palangka Raya dalam memberikan layanan kepada mahasiswa yang berada di luar kota Palangka Raya. Penelitian Susila Menurut Pedoman Pengurus Pokjar (UT, 2. Pokjar mengungkapkan bahwa daya tanggap, bukti fisik, adalah kumpulan mahasiswa UT yang membangun kredibilitas dan empati berpengaruh positif dan komitmen dan kesepakatan bersama untuk saling signifikan terhadap kepuasan masyarakat. Kualitas membantu dan saling mendukung kelancaran dan keberhasilan belajar di UT dengan atau tanpa fasilitas loyalitas juga memiliki pengaruh kuat pada perilaku pihak lain. Pokjar dapat berbentuk Pokjar Mandiri atau Karena kualitas layanan adalah salah satu Pokjar UPBJJ-UT. Pokjar Mandiri adalah Pokjar yang pendahulunya dari kepuasan pelanggan dan ada banyak dibentuk atas inisiatif mahasiswa secara mandiri dan kualitas pelayanan yang berhubungan di antaranya diketuai oleh mahasiswa. Pokjar UPBJJ-UT dibentuk adalah kepuasan, kesetiaan, persepsi nilai, niat dan oleh UPBJJ-UT untuk membantu memberikan layanan perilaku pelanggan (Yarimoglu, 2. Kemampuan kepada sekelompok mahasiswa dan dikoordinasikan bertindak untuk memberikan pelayanan merupakan oleh satu orang Pengurus Pokjar. Dengan keberadaan kegiatan yang senyatanya melakukan suatu tindakan pengurus pokjar. UPBJJ-UT terbantu dalam kegiatan yang responsif terhadap para peminta layanan. sosialisasi promosi, rekruitmen, registrasi. OSMB Distribusi bahan ajar, bantuan belajar, kemahsiswaan, informasi lokasi ujian. UPI dan kegiatan UT lainnya. Pengurus sekaligus menjaga keberlangsungan citra positif UT, berkontribusi memberikan informasi potensi calon program-program UT. Berangkat dari tantangan dan kebutuhan atas pelayanan yang baik kepada mahasiswa UPBJJ-UT Palangka Raya, peneliti ingin menganalisis bagaimana kualitas layanan, kompetensi, kinerja dan kepuasan mahasiswa terhadap layanan pengurus pokjar di UPBJJ-UT Palangka Raya dengan menerapkan model yang ideal dengan metode SEM PLS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas layanan, kompetensi, kinerja dan kepuasan mahasiswa terhadap layanan pengurus pokjar Rahmaddian. Stefani Made Ayu A. Deni Surapto. Analisis Kualitas Layanan. Kemampuan dan Kinerja Pengurus Pokjar terhadap Kepuasan Mahasiswa di UPBJJ-UT Palangka Raya. sehingga menghasilkan inovasi model layanan pengurus pokjar UPBJJ-UT Palangka Raya. harapan dan kinerja aktual pelayanan jasa (Zeithaml et Sebagai kajian literatur, penelitian ini mengambil konsep kepuasan yaitu evaluasi terhadap apa yang diharapkan dengan kenyataan . yang dirasakan masyarakat terhadap pelayanan yang telah diberikan , 1. Dalam level operasional, riset kualitas pelayanan didominasi oleh instrumen SERVQUAL, didasarkan atas model kesenjangan. Kualitas pelayanan merupakan konstruk multi dimensi, yang terdiri dari: mengukur kepuasan layanan adalah: . kepuasan meliputi fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai dan masyarakat atas pengetahuan, kemampuan, kesopanan memberikan layanan dengan tanggap dan cepat masyarakat atas pemberian info yang baik dan jelas pada masyarakat. Indikator: . Responsif dengan oleh aparat, . kepuasan masyarakat untuk pelayanan kondisi kebutuhan masyarakat. Pelayanan yang yang cepat dan akurat oleh aparat, . kepuasan cepat dan akurat. Tangibles, adalah dimensi kualitas pelayanan yang Indikator masyarakat atas perhatian dan kepedulian aparat. pada upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan serta ketetapan penyampaiannya untuk mengimbangi harapan pelanggan. Menurut Wyckof keunggulan yang diharapkan dan pengendalian atas tingkat keunggulan tersebut untuk memenuhi keinginan Kualitas harus dimulai dari kebutuhan pelanggan dan berakhir pada persepsi pelanggan (Kotler, 1. Hal ini berarti bahwa citra kualitas yang persepsi pihak penyedia jasa, melainkan berdasarkan sudut pandang atau persepsi pelanggan. Pelangganlah Persepsi pelanggan terhadap kualitas pelayanan merupakan penilaian menyeluruh atas keunggulan suatu pelayanan. Dalam konteks kualitas produk . arang dan jas. dan kepuasan, telah tercapai konsensus bahwa harapan pelanggan memiliki peranan yang besar sebagai standar Menurut Olson dan Dover (Zeithaml et al. pelanggan sebelum mencoba atau membeli suatu produk, yang dijadikan standar atau acuan dalam menilai kinerja produk tersebut. Kualitas pelayanan Reliability, didefinisikan sebagai kemampuan untuk Definisi kualitas pelayanan . ervice qualit. berpusat (Lovelock, memberikan layanan dengan segera yang dapat diandalkan, akurat dan memuaskan. Hal ini menyangkut menepati janji, penanganan keluhan, dan lain-lain. Responsiveness, kesediaan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang tepat bagi pelanggan. Dimensi ini keluhan pelanggan. Assurance, merupakan dimensi kualitas pelayanan yang memfokuskan pada kemampuan untuk kemampuan, kesopanan dan sifat dapat dipercaya yang dimiliki para staf. bebas dari bahaya, resiko atau keragu-raguan. Empathy, merupakan dimensi kualitas pelayanan yang menekankan pada perlakukan pelanggan sebagai personal, yang mencakup kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi yang baik, perhatian pribadi dan memahami kebutuhan para pelanggan. Manfaat utama menggunakan lima dimensi SERVQUAL adalah SERVQUAL terbukti secara empiris digunakan Anterior Jurnal. Volume 19 Issue 1. Desember 2019. Page 121 Ae 129 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 dalam berbagai setting penelitian. Walaupun demikian, persepsi pihak penyedia jasa, melainkan berdasarkan instrumen SERVQUAL membutuhkan adaptasi, sesuai sudut pandang atau persepsi pelanggan. dengan konteks jasa yang diteliti (Bloemer et al. , 1. Untuk menganalisa kualitas jasa dapat dilakukan dengan menggunakan skala interval pada kuesioner yang disebarkan kepada responden. Dari hasil skala interval ini, maka kualitas pelayanan dapat diukur. Mengukur kualitas pelayanan dengan kualitas pelayanan yang diterima (Zeithaml et al. , 1. , merupakan model yang mengukur perbedaan antara harapan dengan Kepuasan terpenuhi jika apa yang dirasakan melebihi dari apa Seseorang dikatakan kompeten bila memiliki keterampilan untuk mengerjakan pekerjaan dengan mudah, cepat, intuitif dan minim/jarang membuat Menurut Boulter kompetensi adalah keterampilan, pengetahuan, konsep diri, imajinasi diri, sikap dan motivasi. Kinerja merupakan hasil keluaran yang dicapai dari perolehan yang telah dilakukan, dikerjakan seseorang dalam melaksanakan kerja atau tugas. Kinerja adalah yang diharapkan. Pelayanan Kompetensi adalah suatu karakter superior seseorang . diidentifikasikan dan tidak berwujud dan merupakan tujuan penting dari suatu rencana transaksi, guna memberikan kepuasan kepada konsumen. (Kotler, 2. mengemukakan bahwa pelayanan adalah setiap kegiatan atau manfaat yang ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain dan pada dasarnya tidak berwujud dan tidak pula berakibat kepemilikan sesuatu dan produksinya dapat atau tidak dapat dikaitkan dengan suatu produk fisik. Kualitas pelayanan yang baik merupakan sebuah konsep yang telah diharapkan konsumen sehingga jasa yang diterima atau diharapkan akan mempengaruhi persepsi baik dan memuaskan dan melebihi ekspektasi harapan konsumen (Liao, 2. Definisi kualitas pelayanan . ervice qualit. berpusat pada upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan serta ketetapan penyampaiannya untuk mengimbangi harapan pelanggan. Menurut Wyckof . alam Lovelock, 1. kualitas jasa adalah tingkat keunggulan yang diharapkan dan pengendalian atas prestasi kerja, yaitu hasil kerja selama periode tertentu dibanding dengan berbagai kemungkinan. Konsep kinerja adalah perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaan (Rivai, 2. Arti kinerja merupakan hasil yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas atau beban tanggung jawab menurut ukuran atau standar tertentu yang berlaku pada masing-masing organisasi (Ilyas. Pengukuran kinerja menurut adalah suatu alat manajemen untuk meningkatkan kualitas pengambilan (Simamora. Pengukuran kinerja harus mempertimbangkan hal-hal berikut (Dharma, 2. Kuantitas, yaitu jumlah yang harus diselesaikan harus dicapai. Kualitas, yaitu mutu yang harus dihasilkan . aik atau tidakny. Ketepatan waktu, yaitu sesuai tidaknya dengan waktu yang direncanakan. tingkat keunggulan tersebut untuk memenuhi keinginan Faktor-faktor Kualitas harus dimulai dari kebutuhan mempengaruhi kinerja dari pegawai di dalam suatu pelanggan dan berakhir pada persepsi pelanggan organisasi atau perusahaan (Mangkunegara, 2. (Kotler, 1. Hal ini berarti bahwa citra kualitas yang Faktor kemampuan . Kemampuan potensi (IQ). Rahmaddian. Stefani Made Ayu A. Deni Surapto. Analisis Kualitas Layanan. Kemampuan dan Kinerja Pengurus Pokjar terhadap Kepuasan Mahasiswa di UPBJJ-UT Palangka Raya. Kemampuan reality . nowledge skil. Faktor motivasi . METODOLOGI Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Pokjar UPBJJ-UT Palangka Raya. Teknik sampling pengambilan secara acak proporsional, sebanyak 100 Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Teknik analisa data yang digunakan yaitu uji validitas dan reliabilitas instrument, regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Gambar 1. Model Awal SEM Dari hasil pengolahan didapat model awal secara keseluruhan yang terdiri variabel eksogen adalah dari Hipotesis pada penelitian ini adalah: kepuasan yang terdiri dari 9 komponen indikator sub H1: Kualitas layanan mempunyai pengaruh terhadap varibel yang tidak dapat dipengaruhi oleh variabel Diikuti oleh varibel endogen lain yang saling pokjar/perwakilan UPBJJ-UT Palangka Raya. berhubungan yaitu variabel kualitas yang terdiri 9 H2: Kompetensi pengurus pokjar berpengaruh kepada komponen, variabel kemampuan 5 komponen. persepsi mahasiswa. H3: Kinerja pengurus pokjar berpengaruh kepada kepuasan layanan mahasiswa. H4: Kinerja Pengurus berpengaruh terhadap persepsi mahasiswa. Metode yang digunakan untuk analisis dengan Partial Least Square (PLS) dan analisis deskriptif. Statistik mendeskripsikan data-data yang dikumpulkan dalam penelitian ini. Selain itu data dianalisis dengan menggunakan metode Partial Least Square (PLS) dan menggunakan tools SmartPLS. Gambar 2. Outer Model Setelah langkah awal dilakukan adalah pengujian validitas dari masing-masing outer loading variabel. Suatu outer loading dapat dikatakan baik apabila adalah jika outer loading-nya diatas 0. 70 sedangkan ambang batas 50 adalah batas tolelir dan dibawah 0,40 akan HASIL DAN PEMBAHASAN dikeluarkan dari analisis. Untuk kepuasan atas layanan Terdapat jumlah responden dalam penelitian ini terdiri UT terdapat 2 untuk K12 sebesar 0. 372 dan K14 dari laki-laki sebesar 43% dan perempuan Jumlah responden berdasar usia 20-30 tahun sebanyak 41%, usia 31-40 tahun sebanyak 30% dan 29% usia 41-50 tahun. Anterior Jurnal. Volume 19 Issue 1. Desember 2019. Page 121 Ae 129 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 tanggung jawab pekerjaan/amanah yang diharapkan UPBJJ-UT kepada pengurus pokjar ialah agar dalam memberikan kepuasan layanan bertujuan agar harapan yang diinginkan mahasiswa tersampaikan dengan baik. Komponen keempat adalah KK1 . pengurus merasa mampu memberikan informasi pelayanan dengan jelas sesuai prosedur. Peraturan/prosedur, petunjuk kerja dan rekaman kerja yang harus dipahami oleh pengurus pokjar dalam melayani mahasiswa yang Gambar 3. Outer Model Final dapat menjangkau UPBJJ-UT. Untuk KK2 Hasil algorithm final dalam penelitian ini menunjukan . menjawab semua pertanyaan, setiap pertanyaan dan indikator dibuang karena kurang dari 0. 4 antara lain: pernyataan pengurus harus mampu berempati kepada K8 kecepatan dan ketanggapan pengurus dalam pelanggannya agar setiap dapat menjawab kebutuhan memberikan pelayanan. K12 adanya kesesuaian antara Keinginan konsumen dalam memenuhi biaya yang dikeluarkan dengan biaya yang telah harapannya adalah ingin dapat dilayani dengan cepat dan tanggap dalam memenuhi permintaan, ini dapat pelayanan di luar yang ditetapkan, dan K16 ada dibuktikan dalam hasil olah data komponen KK5 ketidakadilan pengurus dalam memberikan pelayana. K14 Discriminant validity digunakan untuk memastikan bahwa setiap konsep dari variabel laten/konstruk berbeda dengan variabel laten lainnya antara lain kepuasan atas layanan yang tertinggi adalah K15 0. 584865 merasakan keamanan dan kenyamanan terhadap perlindungan konsumen dalam menerima pelayanan jasa meskipun pelayanan yang diberikan terhadap pengurus pokjar berdasarkan atas asan kepercayaan dan kekeluargaan yang tinggi. Berikutnya adalah K1 0. 502139 kemudahan dalam menjangkau kantor pengurus pokjar dengan moda trasportasi. Pengurus pokjar adalah mitra UT dalam kerjasama memberikan layanan akan tetapi pengurus tidak memaksakan pemilihan alternatif dalam Bila mahasiswa ingin menjangkau UPBJJ-UT dapat datang UPBJJ-UT Palangka Raya, berikutnya adalah kemampuan kerja pemberi layanan KK3 . ,871. pengurus bersungguh-sungguh dalam memberikan pelayanan. Rasa sungguh-sungguh dan memberikan pelayanan dengan cepat. Selain cepat pengurus dituntut dalam ketepatan dalam memberikan pelayanannya terutama tenggat waktu atau target yang dapat diselesaikan, hal ini berkenaan dengan kepuasan untuk komponen KK4 . merasa pengurus tepat waktu proses dalam memberikan pelayanan. Untuk variabel kualitas pemberian pelayanan nilai paling besar dicapai oleh indikator P7 . konsumen merasakan pengurus bersikap sopan dan ramah dalam memberikan layanan. Hal ini disebabkan karena budaya kesopanan dan rasa santun sangat membenak dalam diri pengurus pokjar di daerah, yaitu kebersamaan yang membuat erat dalam memberikan Menjaga pelanggan purna jual sangat penting diperhatikan dan dipenuhi keinginannya. Untuk itu dibutuhkan komitmen yang tinggi terutama kedisiplinan pengurus pokjar. Nilai komitmen sejalan dengan Rahmaddian. Stefani Made Ayu A. Deni Surapto. Analisis Kualitas Layanan. Kemampuan dan Kinerja Pengurus Pokjar terhadap Kepuasan Mahasiswa di UPBJJ-UT Palangka Raya. komponen P2 . bahwa konsumen merasa konstrak kualitas layanan dengan konstrak lainnya pengurus bersikap disiplin dalam memberikan layanan. 635968, sedangkan nilai akar AVE-nya adalah Rasa disiplin diiringi dengan komitmen dan tanggung Hal ini berarti nilai akar AVE untuk variabel jawab moral kepada pekerjaan untuk memberikan kepuasan mahasiswa dan kualitas layanan memiliki layanan terbaik seperti komponen P5 . angka diatas korelasi variabel masing-masing sehingga dianggap memiliki discriminant validity. Sedangkan untuk variabel laten kemampuan kerja memiliki nilai akar Ketentuan dan batasan pelayanan harus disepakati AVE dibawah nilai korelasi variabel latennya. secara bersama sesuai dengan aturan yang berlaku. Misalnya batas akhir registrasi mahasiswa yang tidak dapat diperpanjang, bukti tersebut tertuang pada komponen P4 . : pengurus merasa bersikap tegas memberikan layanan. Komponen P6 . menyebutkan bahwa kemudahan mahasiswa mudah dalam menghubungi pengurus pelayanan. Mobilitas pengurus pokjar yang tinggi membuat terkadang mahasiswa sulit bertemu. namun pendapat ini berbeda dengan hasil olah kuesioner untuk komponen P3 . pengurus selalu berada di tempat untuk Komponen . pengurus mampu memberikan target penyelesaian berbagai keluhan dan layanan yang diminta oleh Penghargaan tertinggi terhadap layanan berkomitmen untuk dapat melayani sesuai yang diharapkan konsumen meskipun hanya dengan ucapan terima kasih dalam mengakhiri layanan, ini dapat Gambar 4. Hasil Bootstapping (Olahan SmartPLS 2. Penilaian bootsrapping pada SmartPLS 2. 0 adalah sebagai Nilai Signifikasi Masing-masing Indikator dibuktikan untuk P9 . mendapat ucapan Diperoleh dari hasil perhitungan t-statistik pada terima kasih setelah selesai proses layanan ucapan masing-masing indikator pada kelompok masing-masing sapaan P1 . oleh pengurus pokjar. Model variabel latennya dengan ketentuan dianggap indikator variabel dan komponen-komponen pendukung diatas tersebut signifikan jika nilai t-statistiknya > 1. ada adalah Model yang mempunyai discriminant validity yang alfa 5%). Hasilnya sebagai berikut: baik jika setiap nilai loading dari setiap indikator dari sebuah variabel laten memiliki nilai loading yang paling Nilai Signifikasi Masing-masing Indikator besar dengan nilai loading lain terhadap variabel Korelasi maksimal konstrak kepuasan mahasiswa dengan konstrak lainnya adalah 0. 640021, sedangkan nilai akar AVE-nya adalah 0. Korelasi maksimal Berdasarkan hasil olahan data, menunjukkan semua indikator-indikator nilai tstatistiknya > 96, yang berarti bahwa semua indikator tersebut mempunyai nilai yang signifikan. Nilai terbesar pada komponen KK3 yaitu Aupengurus bersungguh-sungguh Anterior Jurnal. Volume 19 Issue 1. Desember 2019. Page 121 Ae 129 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 dalam memberikan pelayananAy. Berikutnya adalah KK1 faktor kredibilitas, empati dan daya tanggap. Hal ini Aupengurus mampu memberikan informasi pelayanan dengan jelas sesuai prosedurAy dan yang ketiga P2 pengurus pokjar. Hasil penelitian ini mendukung Aupengurus penelitian sebelumnya dari Susila . bahwa layananAy dipengaruhi dari tingkat pengalaman dari supporting sistem diharapkan selalu meningkatkan Nilai Signifikansi Hubungan Antar Variabel Laten kepuasan semakin meningkat. Path Coefficients dapat dilihat bahwa tiga parameter Daya jangkau layanan yang diberikan pengurus pokjar jalur hubungan yang menjadi hipotesa pada penelitian dalam memberikan layanan registrasi, pengurusan ini bernilai t-statistiknya > 1. 96 yang menunjukkan tutorial, layanan ujian serta layanan sosialisasi promosi signifikansi pengaruh antar variabel laten sebagai di UPBJJ-UT Palangka Raya dan berdampak sehingga mahasiswa merasa puas dengan layanan yang diberikan Kepuasan Mahasiswa berpengaruh signifikan oleh pengurus pokjar. Skala pelayanan kadang tidak Berdasarkan sebanding dengan jumlah sumber daya pengurusnya Berdasarkan tabel 8, nilai t-statistik pengaruh akan tetapi optimalisasi pelayanan tetap meningkat Brand UT terhadap Harga sebesar 12. Dari sisi keefektifan dari Kinerja pengurus nilai ini lebih besar dari nilai t-tabel 1,98 untuk pokjar terhadap implementasi dari standar sesuai level signifikan 0. %). dengan prosedur disesuaikan dengan sarana dan Kepuasan Mahasiswa berpengaruh signifikan prasarana yang dimiliki pokjar. Kualitas Layanan Kemampuan Kerja. Berdasarkan Berdasarkan tabel 9, nilai t-statistik pengaruh KESIMPULAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas 354608, nilai ini lebih besar dari nilai t-tabel layanan pengusur pokjar baik, kompetensi yang 1,98 untuk level signifikan 0. %). memenuhi dan kinerja layanan baik. serta mahasiswa Brand Loyalitas puas terhadap layanan pengurus pokjar. Layanan yang Pengujian terhadap inner model dilakukan dengan diberikan Pengurus Pokjar harus ditunjang dengan melihat nilai R-square yang merupakan uji goodness-fit kecakapan dari pengurusnya dan perbandingan antara model sebagai berikut: SDM R-square menunjukan nilai untuk varibel laten Kualitas Layanan didapatkan nilai Peningkatan Sarana dan prasaran harus didukung oleh Hal ini menunjukan bahwa variabel UPBJJ-UT, karena selama ini pokjar tidak diberikan sarana dan prasarana penunjang layanan kepada 93% terhadap Kualitas Layanan. Untuk variabel Pengurus pokjar menyediakan modal pribadi untuk mendukung pelayanan kepada calon Kepuasan Mahasiswa Kemampuan Kerja Kepuasan Mahasiswa sebesar 40,96%. mahasiswa dan mahasiswa yang tidak dapat datang ke Dari temuan penelitian, pengurus pokjar mempunyai UPBJJ-UT. keterampilan dan mampu dalam melayani mahasiswa dan calon mahasiswa. Dari sisi kepuasan mahasiswa UCAPAN TERIMA KASIH terhadap layanan yang tidak dilayani oleh UPBJJ-UT Peneliti mengucapkan terima kasih kepada Universitas mampu dilayani oleh mitra UT yaitu pengurus pokjar Terbuka yang telah memberikan dana penelitian yang berada di kota kabupaten yang dipengaruhi oleh Rahmaddian. Stefani Made Ayu A. Deni Surapto. Analisis Kualitas Layanan. Kemampuan dan Kinerja Pengurus Pokjar terhadap Kepuasan Mahasiswa di UPBJJ-UT Palangka Raya. penleitian mula tahun 2017 sehingga penelitian ini dapat terlaksana. REFERENSI