JPFT - volume 12, nomor 1, pp. April 2024 Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Open Access http://jurnalfkipuntad. com/index. php/jpft ANALISIS KUALITAS MADU BERDASARKAN PARAMETER MASSA JENIS. INDEKS BIAS DAN TEGANGAN PERMUKAAN SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN ANALYSIS OF HONEY QUALITY BASED ON PARAMETERS OF DENSITY. REFREACTIVE INDEKS AND SURFACE TENSION AS AN ALTERNATIVE LEARNING Jesika Gabreila Taro. Muslimin. Haeruddin. I Wayan Darmadi Program Studi Pendidikan Fisika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako. Palu. Indonesia jesikataro@gmail. Kata Kunci Kualitas Madu. Alternatif Pembelajaran Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas madu berdasarkan parameter massa jenis, indeks bias dan tegangan permukaan sebagai alternative pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian experiment research (Penelitian eksperime. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Sampel penelitian ini adalah madu flora dengan jenis madu multiflora dan madu monoflora. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kualitas madu yang tinggi sampai yang rendah berdasarkan parameter massa jenis sebesar 1,23 y 103 kg/yco3, indeks bias sebesar 1,26 dan tegangan permukaan sebesar 9,12 y 10-5 ycA/yco kemudian madu monoflora dengan massa jenis sebesar 1,13 y 103 kg/yco3 , indeks bias sebear 1,16 dan tegangan permukaan sebesar 7,23 y 10-5 ycA/yco. Nilai SNI yang terdaftar di BPOM untuk massa jenis madu adalah 1331,25 kg/m3 dan indeks bias sebesar 1,475 Ae 1,504. Hal ini menunjukkan bahwa hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa madu yang diteliti belum sesuai dengan SNI yang dikeluarkan oleh BPOM. Keywords Honey Quality. Learning Alternative Abstract This study aims to determine how the quality of honey based on the parameters of density, refractive index and surface tension as a learning alternative. The research method used is experiment research. The analysis technique used is descriptive statistical analysis. The sample of this research is flora honey with multiflora honey and monoflora honey. The results of this study show that the highest to the lowest quality of honey based on density of 1,23y10 3 kg/m3, a refractive index of 1,26 and a surface tension of 9,12y105 N/m then monoflora honey with a density of 1,13y103 kg/m3, a refractive index of 1,16 and a surface tension of 7,23y10 -5 N/m. The SNI value registered at BPOM for the density of honey is 1331,25 kg/m3 and the refractive index is 1,475Ae1,504. This shows that the results of this study indicate that the honey studied is not in accordance with the SNI issued by BPOM. A2024 The Author p-ISSN 2338-3240 e-ISSN 2580-5924 Received 15/01/2024. Revised 28/01/2024. Accepted 10/02/2024. Available Online 30/04/2024 *Corresponding Author: fisika@yahoo. PENDAHULUAN menarik penyebuk seperti serangga. Nektar kemudian disintesis oleh lebah dan tersimpan didalam selAesel sarang lebah. Meski demikian madu berbeda dengan gula, madu berbentuk cairan kental dengan warna yang cukup beragam yaitu bening sampai warna coklat Madu dapat dikonsumsi secara langsung oleh manusia karena kandungan madu adalah glukosa dan fruktosa sehingga dapat diserap langsung oleh darah kemudian diolah menjadi energi bagi tubuh. Berbeda dengan gula yang didalamnya terkandung sukrosa, pada umumnya baru bisa diserap oleh tubuh setelah beberapa Madu merupakan zat manis yang didapatkan dari nektar tanaman. Komposisi madu yaitu Air. Levolosa (Fruktos. Dektrosa (Glukos. Sukrosa. Mineral. Dektrin dan Zat lain. Adapun mineral yang terkandung di dalam madu antara lain: Natrium, kalsium. Magnesium. Kuprum. Aluminium. Ferrum. Kalium dan Fosfor. Sedangkan Vitamin yang terkandung dalam madu antara lain : Vitamin B1. B2. B3. BP. Be. C, asam pantotenat1. Cairan nektar yang manis kaya akan gula yang diproduksi bunga dari tumbuh- tumbuhan sewaktu mekar untuk Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Madu keberagaman yang ditentukan oleh jenis lebah dan jenis bunga yang di konsumsi. Madu memiliki kandungan gula, vitamin, mineral serta enzim yang sangat bermanfaat bagi kesehatan Sehingga madu banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan, obat dan kosmetik perawatan bagi kecantikan3. Jika diperhatikan dengan seksama, madu asli mengandung butiran butiran kecil yang terdiri dari serbuk sari dan serpihan lilin yang akan menambah nilai gizi pada madu. Seperti yang kita ketahui, madu mengandung banyak zat yang mampu menangkal bakteri didalam tubuh. Sayangnya peminatan yang banyak kadang membuat bebrapa oknum bermain kotor dengan membuat madu oplosan atau bahkan madu Sebagian memanfaatkan pandangan konsumen yang mengira bahwa madu yang dijual dengan harga tinggi adalah madu yang memiliki kualitas paling Padahal kenyataannya madu termahal sekalipun tidak menjamin komposisi madu adalah bahan yang bagus bahkan bisa lebih rendah dari madu biasa. Kualitas madu yang baik juga dapat ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya berdasarkan massa jenis, warna madu, aroma madu, tegangan permukaan dan viskositas Massa jenis dan kekentalan madu juga dapat dijadikan sebagai parameter yang dapat membedakan antara madu alami dan madu Dengan tersebut dapat diketahui jumlah air yang terkandung didalam madu. Indeks bias adalah derajat penyimpangan dari cahaya yang dilewatkan pada suatu medium yang cerah. Tegangan bergantung dari sumber nektarnya. Madu memiliki tegangan permukaan yang rendah sehingga sering digunakan untuk campuran Dalam penelitian ini, jenis madu yang dipilih adalah jenis madu yang berasal dari salah satu peternakan lebah madu yang ada di Kota Palu yang berada di kelurahan Balaroa yaitu madu jenis multiflora dan monoflora. Analisis kualitas madu dengan menggunakan parameter massa jenis, indeks bias, dan tegangan permukaan dapat menjadi pendekatan yang inovatif dan menarik dalam pembelajaran Densitas adalah ukuran kerapatan madu, yang berhubungan dengan komposisi dan konsentrasi zat terlarut dalam madu. Indeks bias mempengaruhi cara cahaya melewati madu dan memberikan informasi tentang kemurnian dan kualitas optiknya. Sementara itu, tegangan permukaan berhubungan dengan gaya tarik menarik antara molekul madu, yang dapat menjelaskan sifat permukaan dan interaksi antar Vol. No. 1, pp. April 2024 Dengan menggunakan parameter ini, siswa dapat menerapkan prinsip-prinsip fisika dalam eksperimen nyata. Ini membantu cara memahami konsep fisika seperti konservasi energi dan optik kemudian menghubungkannya dengan aplikasi praktis dalam mengamati produk alami6. Eksperimen ini menggabungkan pembelajaran alternatif. Berdasarkan penelitian ini sangat penting dilaksanakan agar masyarakat dapat mengetahui bagaimana kualitas madu yang dikonsumsi. Dengan demikian, peneliti mengangkat judul AuAnalisis Kualitas Madu Berdasarkan Parameter Massa Jenis. Indeks Bias, dan Tegangan Permukaan Sebagai Alternatif PembelajaranAy. METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian eksperimen . xperiment researc. adalah penelitian dengan melakukan sebuah studi yang objektif, sistematis dan terkontrol untuk memprediksi Penelitian ini dilakukan sesuai dengan standar pengujian massa jenis, indeks bias dan tegangan permukaan. Data diperoleh dari hasil percobaan yang dilakukan Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif yaitu analisis yang digunakan gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum8. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tadulako. Madu yang digunakan adalah madu flora yang dengan jenis madu multiflora dan madu Pengambilan sampel dilaksanakan pada tanggal 15 Ae 20 Mei 2024 di peternakan lebah madu yang berada di Kelurahan Balaroa Kota Palu. Pengujian massa jenis, indeks bias dan tegangan permukaan dilakukan pada tanggal 26 Mei Ae 15 Juni 2024. Berdasarkan uji kualitas madu didapatkan data massa jenis, indeks bias dan tegangan Data yang diperoleh diralat terlebih dahulu dengan menggunakan dua ralat yaitu ketidakpastian relatif untuk menghitung tingkat keakuratan data massa jenis. Sedangkan ralat sistematis untuk menghitung tingkat keakuratan data indeks bias dan tegangan permukaan dengan Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online dan bola lampu kaca bening, mistar dan dudukan statif. Penentuan nilai indeks bias sin yuEycn menggunakan persamaan: ycu = . Menentukan ketidakpastian relatif massa jenis, dengan menggunakan persamaan: yaycNycEyc = OIyuU y 100% . yuU sin yuEyc Dimana ycu = indeks bias ycycnycuyuEi = besar sudut datang ycycnycuyuEr = besar sudut bias. Data Perhitungan indeks bias madu dapat dilihat pada Tabel 2. Menentukan nilai terbaik dari besaran yang diamati menggunakan persamaan: ycu ycu ycu U ycUI = 1 2ycu 3 Menghitung standar deviasi rata Ae rata dengan Tabel 2 Data Perhitungan Indeks Bias Madu Jarak Simpanga ocycu ycn=1. cu1 OeycuI ) persamaan: ycIycu = . ycuOe1 Menghitung kesalahan relatif data hasil pengamatan menggunakan persamaan : ycI keseksamaan = ycUycu y 100% . 3 cm Menghitung ketelitian data hasil pengamatan menggunakan persamaan: yayceycyceycoycnycycnycaycu = 100% Oe ycoyceycyceycoycycaycoycaycaycu 4 cm 5 cm HASIL DAN PEMBAHASAN Pengukuran Pengukuran1 Pengukuran2 Perngukuran3 Pengukuran4 Pengukuran5 Rata-Rata 6,06 x 10 1,21 x 10 5,78 x 10 1,16 x 10 6,19 x 10-2 1,24 x 103 5,63 x 10-2 1,13 x 103 6,19 x 10 1,24 x 10 5,62 x 10 1,12 x 10 1,24 x 103 5,62 x 10-2 1,12 x 103 6,18 x 10 1,24 x 10 5,63 x 10 1,13 x 10 1,23 x 10 Pengukur 6,18 x 10-2 Indeks Bias 6,95 5,69 1,22 5,85 5,13 1,14 6,13 5,31 1,15 5,85 5,13 1,14 6,95 5,69 1,22 5,57 4,56 1,22 9,96 7,76 1,28 8,05 7,57 1,06 9,96 7,76 1,28 7,78 6,63 1,17 10,23 8,13 1,26 7,78 6,63 1,17 13,97 10,91 1,28 9,42 7,76 1,21 13,97 10,91 1,28 7,38 1,16 13,97 10,91 1,28 9,42 7,76 1,26 1,21 1,16 Madu Monoflora Massa Jenis Madu (Kg/m. Ketinggian . Tegangan Permukaan (N/. 1,13 ycu 103 7,3 ycu 10Oe2 7,43 ycu 10Oe5 1,13 ycu 10 6,7 ycu 10 Oe2 6,82 ycu 10Oe5 1,13 ycu 10 7,3 ycu 10 Oe2 7,43 ycu 10Oe5 Rata-rata ya, yayc yeo yayayc yi, yayeo yayaOeya yi, yayc yeo yayaOeye 1,13 X 10 Rata-rata Tabel 3 Data Perhitungan Tegangan Permukaan Madu Madu Monoflora Massa Jenis . g/m. Sudut Bias (A) 2 cos yuE Tabel 1 Data Perhitungan Massa Jenis Madu Massa Madu . Sudut Indeks Bias Datang (A) Dimana: yu = tegangan permukaan (N/. , r = jari Ae jari pipa kapiler . , h = ketinggian . , yuU = massa jenis . g/m. , g = percepatan gravitasi . /s. dan yuE = sudut kontak. Data perhitungan tegangan permukaan madu dapat dilihat pada tabel 3. yc Massa Jenis . g/m. Madu Monoflora Sudut Bias (A) ) Data Tegangan Permukaan Madu Pengukuran tegangan permukaan madu menggunakan metode kenaikan pada pipa Pipa kapiler yang digunakan dalam penelitian ini berjari Ae jari 0,57 ycu 10Oe3 yco dengan sudut kontak 72A. Penentuan nilai tegangan permukaan dapat menggunakan persamaan: 1 ycEayuUyci yu= . Dimana: yuU = massa jenis . g/m3 ) yco = massa . yc = volume . 3 ). Data perhitungan massa jenis madu dapat dilihat pada Tabel 1. Madu Multiflora Madu Multiflora Sudut Datang (A) Rata-rata Deskripsi Data ) Data Massa Jenis Madu Data menggunakan gelas ukur dengan volume 50 ml, dan massa gelas sebesar 71,97 gram. Untuk menentukan massa madu adalah massa gelas ukur yang berisi madu dikurangi massa gelas Massa jenis madu diperoleh dengan membagi massa madu dengan volume madu yang sama dengan volume gelas ukur yang yco persamaan: yuU = . Massa Madu . Vol. No. 1, pp. April 2024 Pengukur ) Data Indeks Bias Madu Pengukuran menggunakan prinsip pembiasan pada zat cair. Alat yang digunakan untuk memperoleh nilai indeks bias ini adalah pengukur indeks bias sederhana yang terdiri dari statif, klem, laser. Massa Jenis Madu (Kg/m. Ketinggian . Tegangan Permukaan (N/. 1,23 ycu 103 8,7ycu 10Oe2 9,64 ycu 10Oe5 1,23 ycu 103 8,00 ycu 10Oe2 8,87 ycu 10Oe5 1,23 ycu 103 8,00 ycu 10Oe2 8,87 ycu 10Oe5 Oeya y, yaya yeo yayaOeye Rata-rata Madu multiflora ya, yayc yeo yaya yn, yayc yeo yaya Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online ANALISIS DATA ) Massa Jenis Madu Berikut ini nilai perhitungan massa jenis madu berdasarkan persamaan yang telah dijelaskan di bab sebelumnya. Contoh perhitungan massa jenis madu multiflora adalah sebagai berikut: 6,19 y 10Oe2 5 y 10Oe5 A = 1,24 y 103 Kg/m3 Contoh perhitungan massa jenis monoflora adalah sebagai berikut: Data dan perhitungan dari contoh diatas, diketahui bahwa nilai rata Ae rata massa madu multiflora dan madu monoflora secara berturut turut yaitu nilai rata Ae rata massa madu multiflora 6,16 y 10Oe2 kg sehingga nilai rata Ae rata massa jenis madu multiflora adalah 1,123 ycu 103 A 41,11ycoyci/yco3 dengan ketelitian 96,66%. massa madu monoflora sebesar 5,65 y 10Oe2 kg sehingga nilai rata Ae rata massa jenis madu monoflora adalah 1,13 ycu 103 A 37,68ycoyci/yco3 dengan ketelitian 96,67%. ) Indeks Bias Madu Berikut ini nilai perhitungan indeks bias madu berdasarkan persamaan yang telah dijelaskan di bab sebelumnya. 5,62 y 10Oe2 5 y 10Oe5 A = 1,12 y 103 Kg/m3 Data yang diperoleh kemudian dihitung nilai ketidakpastiannya untuk mengetahui ketelitian dalam penelitian seperti berikut. Ralat massa jenis madu multiflora : Contoh perhitungan indeks bias madu ycycnycu yuEycn ycu= ycycnycu yuEyc ycycnycu 6,95A 0,121 ycu= ycycnycu 5,69A 0,099 ycu = 1,22 Data yang diperoleh kemudian dihitung nilai ketidakpastiannya untuk mengetahui ketelitian dalam penelitian. Dik: yc = 5 y 10Oe5 OIyco = ycAycIycN ycuyceycycaycayca = . 1 y 10Oe5 = 5 y 10Oe6 ycoyci OIyc = ycAycIycN yciyceycoycayc ycycoycyc = 5 y 10Oe6 = 2,5 y 10Oe6 yco3 yco 2 2 OIyuU = O. | . | . OIyc. | 2 | . | . OIy. yc yc OIyuU Tabel 4 Ralat Indeks Bias Madu Multiflora ycu ycuI yuU Oe ycuI . uU Oe ycuI )2 6,16 y 10Oe2 Oe6 | | Oe6 | = O. 5 y 10Oe5 . y 10Oe5 )2 OIyuU = Oo1. 690,00444 OIyuU = 41,11 ycoyci/yco3 yaycNycEyco = OIyuU = 41,11ycoyci/yco3 OIyuU 41,11 yaycNycEyc = y 100% = y 100% yuU 1,23 y 103 = 3,34% yayceycyceycoycnycycnycaycu = 100% Oe 3,34% = 96,66% 1,22 1,25 1,22 1,28 1,28 1,26 1,28 1,28 1,28 Ralat massa jenis madu monoflora : Dik: yc = 5 y 10Oe5 OIyco = ycAycIycN ycuyceycycaycayca = . 1 y 10Oe5 = 5 y 10Oe6 ycoyci OIyc = ycAycIycN yciyceycoycayc ycycoycyc = Vol. No. 1, pp. April 2024 ycuI = 5 y 10Oe6 = 2,5 y 10Oe6 yco3 5,65 y 10Oe2 = O. | . | . 5 y 10Oe6 | | | . | . 2,5 y 10Oe6 | Oe5 Oe5 5 y 10 . y 10 ) OIyuU = Oo1. 420,00444 OIyuU = 37,68 ycoyci/yco3 yaycNycEyco = OIyuU = 37,68 ycoyci/yco3 OIyuU yaycNycEyc = y 100% yuU 37,68 y 100% = 3,33% 1,13 y 103 yayceycyceycoycnycycnycaycu = 100% Oe 3,33% = 96,67% 0,00169 0,000123 0,00169 0,000357 0,000357 0,00000123 0,000357 0,000357 0,000357 OcycuI 11,35 = 1,261111 ycIycu = Oo yco 2 2 OIyuU = O. | . | . OIyc. | 2 | . | . OIy. 1,261111 Oe0,04111 Oe0,01111 Oe0,04111 0,018889 0,018889 Oe0,04111 0,018889 0,018889 0,018889 Oc. cu Oe ycu )2 0,005289 =Oo = Oo0,000661 . cu Oe . 9Oe1 = 0,025712 ycIycu 0,025712 ycoyceycyceycoycycaycoycaycaycu = y 100% = 2,03% ycuI 1,261111 ycoyceycyceycoycnycycnycaycu = 100% Oe 2,03% = 97,97 Data dan perhitungan dari contoh diatas, diketahui bahwa nilai rata Ae rata indeks bias madu multiflora sebesar 1,26 A 0,02 dengan ketelitian 97,97%. Contoh perhitungan indeks bias madu ycycnycu yuEycn ycu= ycycnycu yuEyc Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Tabel 6 Ralat Tegangan Permukaan Madu Multiflora yu yuI yuU Oe yuI . uU Oe yuI )2 ycycnycu 5,85A 0,102 ycycnycu 5,13A 0,089 ycu = 1,14 Data yang diperoleh kemudian dihitung nilai ralatnya untuk mengetahui ketelitian dalam ycu= 9,64 ycu 10Oe5 8,87 ycu 10Oe5 9,12 ycu 10Oe5 8,87 ycu 10Oe5 Tabel 5 Ralat Indeks Bias Madu Monoflora ycu ycuI yuU Oe ycuI . uU Oe ycuI )2 1,14 1,14 1,22 1,06 1,17 1,17 1,21 1,16 1,21 ycuI = 1,164444 -0,02444 Oe0,02444 Oe0,055556 Oe0,10444 0,005556 0,005556 0,005556 Oe0,00444 0,045556 yuI = 0,00169 0,00598 0,003086 0,010909 0,0000309 0,0000309 0,002075 0,0000198 0,002075 5,17 ycu 10Oe6 Oe2,59 y y 10Oe6 Oe2,59 y y 10Oe6 2,67 y 10Oe11 6,69 y 10Oe12 6,69 y 10Oe12 OcyuI 27,38 y 10Oe5 = 9,12 ycu 10Oe5 ycIyu = Oo Oc. u Oe yuI )2 4,01 y 10Oe11 =Oo = Oo2,01 y 10Oe11 . cu Oe . 5Oe1 = 4,4787 y 10Oe6 ycIyu 4,4787 y 10Oe6 ycoyceycyceycoycycaycoycaycaycu = y 100% = 4,91% yuI 9,12 y 10Oe5 ycoyceycyceycoycnycycnycaycu = 100% Oe 4,91% = 95,09% Data dan perhitungan dari contoh diatas dapat diketahui bahwa nilai rata Ae rata tegangan permukaan madu monoflora adalah 9,12 y 10Oe5 ycA/yco A 4,4787 y 10Oe5 dengan ketelitian 95,09%. OcycuI 10,48 = 1,164444 ycIycu = Oo Vol. No. 1, pp. April 2024 Oc. cu Oe ycuI )2 0,019422 =Oo = Oo0,002428 . cu Oe . 9Oe1 Tabel 7 Ralat Tegangan Permukaan Madu Monoflora = 0,049272 ycIycu 0,049272 ycoyceycyceycoycycaycoycaycaycu = y 100% = 4,23% ycuI 1,164444 ycoyceycyceycoycnycycnycaycu = 100% Oe 4,23% = 95,77% yuI 7,43 ycu 10Oe5 6,82 ycu 10Oe5 Data dan perhitungan dari contoh diatas, diketahui bahwa nilai rata Ae rata indeks bias madu monoflora sebesar 1,16 A 0,04 dengan ketelitian 95,77%. 7,43 ycu 10Oe5 yuI = ) Tegangan Permukaan Madu Berikut ini nilai perhitungan tegangan permukaan berdasarkan perhitungan yang telah dijelaskan di bab sebelumnya. Contoh perhitungan tegangan permukaan madu mutiflora: 1 ycEayuUyci yu= 2 ycaycuyc yuE 1 0,57 y 10Oe1 . 8,7 . 1,23. 9,8 y 102 yu= ycaycuyc 72A yu = 9,64 y 10Oe2 yccycycuyce/ycayco = 9,64 y 10Oe 5 ycA/yco Contoh perhitungan tegangan permukaan madu monoflora: 1 ycEayuUyci yu= 2 ycaycuyc yuE 1 0,57 y 10Oe1 . 7,3 . 1,13. 9,8 y 102 yu= ycaycuyc 72A yu = 7,43 y 10Oe2 yccycycuyce/ycayco = 7,43 y 10Oe5 ycA/yco Data yang diperoleh kemudian dihitung nilai ketidakpastiannya untuk mengetahui ketelitian dalam penelitian. 7,23 ycu 10Oe5 yuU Oe yuI uU Oe yuI )2 2,04 ycu 10Oe6 4,15 y 10Oe12 1,66 y 10Oe11 4,15 y 10Oe12 Oe4,07 y 10Oe6 2,04 y 10Oe6 OcyuI 21,68 y 10Oe5 = 7,23 ycu 10Oe5 ycIyu = Oo Oc. u Oe yuI )2 2,49 y 10Oe11 =Oo = Oo1,24 y 10Oe11 . cu Oe . 5Oe1 = 3,59 y 10Oe6 ycIyu 3,59 y 10Oe6 ycoyceycyceycoycycaycoycaycaycu = y 100% = 4,88% yuI 7,23 y 10Oe5 ycoyceycyceycoycnycycnycaycu = 100% Oe 4,88% = 95,12% Data dan perhitungan dari contoh diatas dapat diketahui bahwa nilai rata Ae rata tegangan permukaan madu monoflora adalah 7,23 y 10Oe5 ycA/yco A 3,59 y 10Oe6 dengan ketelitian 95,12%. Berdasarkan data Ae data yang ada diatas, maka perbandingan nilai rata Ae rata massa jenis, indeks bias dan tegangan permukaan dapat dilihat pada tabel 8. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Tabel 8 Perbandingan Nilai Rata-Rata Massa Jenis. Indeks Bias Dan Tegangan Permukaan yuUI Madu 1,23 9,12 Multiflora 1,26 y 10Oe5 1,13 7,23 Monoflora 1,16 y 103 y 10Oe5 madu monoflora sebesar 1,164 sedangkan nilai indeks bias yang terdaftar di BPOM adalah 1,475 Ae 1,504. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa besar massa jenis dan indeks bias tidak sesuai dengan nilai massa jenis berdasarkan SNI yang terdaftar di BPOM. ) Grafik Hubungan Massa Jenis Terhadap Tegangan Permukaan ) Grafik Hubungan Massa Jenis Terhadap Indeks Bias Grafik Hubungan Massa Jenis Terhadap Tegangan Permukaan 1,00E-04 Tegangan Permukaan (N/. Indeks Bias Grafik Hubungan Massa Jenis Terhadap Indeks Bias 1,28 1,26 1,24 1,22 1,18 1,16 1,14 1,12 1,13E 03 Vol. No. 1, pp. April 2024 1,23E 03 Massa Jenis . g/m. 9,00E-05 8,00E-05 7,00E-05 6,00E-05 5,00E-05 4,00E-05 3,00E-05 2,00E-05 1,00E-05 0,00E 00 1,13E 03 Gambar 1 Grafik Hubungan Massa Jenis Terhadap Indeks Bias 1,23E 03 Massa Jenis (Kg/m. Gambar 2 Grafik Hubungan Massa Jenis Terhadap Indeks Bias Berdasarkan grafik pada Gambar 1, terlihat bahwa nilai massa jenis akan mempengaruhi nilai indeks bias pada madu. Pada grafik madu monoflora di simbolkan sebagai A dan madu monoflora sebagai B. Nilai massa jenis dari madu lebih besar jika dibandingkan dengan massa jenis dari air. Hal ini dikarenakan partikel Ae partikel yang ada pada madu lebih rapat jika dibandingkan dengan partikel Ae partikel yang ada pada air9. Madu yang memiliki nilai indeks bias paling tinggi adalah madu dengan massa jenis yang tinggi 10. Semakin rapat suatu partikel zat maka besar sudut biasnya akan semakin kecil, sehingga nilai indeks biasnya akan semakin besar. Jika semakin besar massa jenis dari madu maka indeks bias madu akan mengalami peningkatan secara linear karena banyaknya molekul didalam madu sehingga nilai indeks bias madu murni tanpa campuran akan lebih tinggi dibanding indeks bias madu campuran11. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai rata Ae rata massa jenis madu multiflora sebesar 1,23 x 103 kg/m3 dan rata Ae rata nilai massa jenis madu monoflora sebesar 1,13 x 103 kg/m3 sedangkan nilai massa jenis madu yang terdaftar di BPOM sebesar 1331,25 kg/m12. Nilai rata Ae rata indeks bias untuk madu multiflora sebesar 1,261 dan Berdasarkan grafik pada Gambar 2, bahwa nilai massa jenis akan mempengaruhi tegangan permukaan pada madu multiflora dan madu monoflora. Pada grafik madu monoflora di simbolkan sebagai A dan madu multiflora di simbolkan sebagai B. Faktor yang mempengaruhi nilai tegangan permukaan salah satunya adalah massa jenis, jika nilai massa jenis semakin besar, maka semakin besar kerapatan partikel Ae partikel yang berada didalam zat cair tersebut. Cairan yang memiliki gaya tarik menarik yang besar antar molekulnya maka nilai tegangan permukaannya juga Tegangan permukaan madu lebih kecil dibandingkan tegangan permukaan air yaitu sebesar 72 ycu 10Oe3 ycA/yco14. Nilai rata Ae rata dari tegangan permukaan madu multiflora sebesar 9,12 ycu 10Oe5 ycA/yco dengan nilai rata Ae rata massa jenis sebesar 1,23 x 103 kg/m3 dan madu monoflora sebesar 7,23 ycu 10Oe5 ycA/ yco dengan nilai rata Ae rata massa jenis sebesar 1,13 x 103 kg/m3. Hasil dari penelitian ini menunjukkan jika massa jenis madu semakin besar maka nilai tegangan permukaan madu akan semakin besar begitu juga sebaliknya. Hal Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online ini sejalan dengan teori berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Salam . berdasarkan parameter massa jenis, indeks bias dan tegangan permukaan secara berturut Ae turut adalah madu multiflora kemudian madu Nilai rata Ae rata massa jenis madu secara berturut Ae turut untuk madu multiflora flora sebesar 1,23 x 10 3 kg/m3, sedangkan rata Ae rata massa jenis madu monoflora sebesar 1,13 x 103 kg/m3. Nilai rata Ae rata indeks bias madu secara berturut Ae turut untuk madu multiflora sebesar 1,26 dan madu multiflora sebesar 1,16. Nilai tegangan permukaan madu secara berturut Ae turut untuk madu multiflora sebesar 9,12 ycu 10Oe5 ycA/yco dan madu monoflora sebesar 7,23 ycu 10Oe5 ycA/yco. Nilai massa jenis, indeks bias, dan tegangan permukaan yang diperoleh belum sesuai dengan SNI yang dikeluarkan oleh BPOM dimana nilai massa jenis madu yang terdaftar di BPOM sebesar 1331,25 kg/m3 dan indeks bias sebesar 1,475 Ae 1,504. Hal ini menunjukkan bahwa madu yang diteliti memiliki kualitas yang kurang baik. ) Grafik Hubungan Indeks Bias Terhadap Tegangan Permukaan Grafik Hubungan Indeks Bias Terhadap Tegangan Permukaan 1,00E-04 Tegangan Permukaan (N/. 9,00E-05 8,00E-05 Vol. No. 1, pp. April 2024 7,00E-05 6,00E-05 5,00E-05 4,00E-05 3,00E-05 2,00E-05 1,00E-05 Saran Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka penulis menyarankan agar masyarakat dapat lebih teliti dan berhati Ae hati dalam membeli madu yang akan dikonsumsi sehari Ae Peneliti selanjutnya, guru dan siswa yang hendak menggunakan alat yang sama dapat mempengaruhi indeks bias seperti kaca yang ditempati madu dan besar sudut yang terbentuk. Jika hendak menggunakan alat pengukuran selanjutnya, guru dan siswa baiknya dapat lebih memperhatikan sudut yang akan digunakan. Untuk hasil yang lebih maksimal sebaiknya tidak menggunakan sudut lebih dari 12A. Untuk hasil yang lebih maksimal peneliti selanjutnya, guru dan siswa yang hendak menggunakan alat ini dapat menggunakan kisi untuk melihat besar Untuk hasil yang lebih maksimal peneliti selanjutnya, guru dan siswa yang 0,00E 00 1,16 1,26 Indeks Bias Gambar 3 Grafik Hubungan Massa Jenis Terhadap Indeks Bias Berdasarkan grafik pada Gambar 3, berpengaruh pada kenaikan nilai tegangan Pada grafik madu monoflora disimbolkan sebagai A dan madu multiflora sebagai B. Semakin besar nilai indeks bias maka semakin besar nilai tegangan permukaan, begitu juga sebaliknya. Besar nilai tegangan permukaan akan mengikuti besar nilai dari massa jenis dan indeks Jika massa jenis suatu zat semakin besar maka nilai indeks bias suatu zat linear dengan nilai massa jenisnya16. Hasil dari penelitian ini menunjukkan jika semakin besar nilai indeks bias madu maka semakin besar pula nilai tegangan permukaan pada madu. Madu multiflora memiliki tegangan permukaan sebesar 9,12 y 10Oe5 dengan indeks bias 1,26 kemudian madu monoflora sebesar 7,23 y 10Oe5 dengan indeks bias 1,16. DAFTAR PUSTAKA