LITERASI KEAGAMAAN MAHASISWA DI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM NEGERI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA OLEH: Eva Dwi Kumala Sari Muhamad Rosadi Mahmudah Nur Saeful Bahri Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui literasi keagamaan mahasiswa Tarbiyah jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mencari sumber-sumber keagamaan untuk menambah wawasan keagamaan dan persiapan sebagai guru profesional di bidang Pendidikan Agama Islam (PAI). Literasi keagamaan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pemahaman keagamaan, sumber- sumber keagamaan dan jejeraing sumber Penelitian ini menggunakan metode mix method dengan model sequential explanatory, dalam pendekatan ini pengumpulan data dan analisis data mendahulukan penelitian kuantitatif pada tahap pertama, dan setelah pengumpulan, dilanjutkan analisis data kualitatif pada tahap ke dua, untuk memperkuat hasil penelitian kuantitatif pada tahap (Cresswell, 2009: . Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang berasal dari mahasiswa PAI smt 6, dengan tujuan untuk mengetahui Literasi Keagamaan mereka setelah menerima berbagai pengetahuan dalam mata kuliah yang diperoleh. Penelitian ini pada tahap awal akan mengumpulkan data dengan menggunakan angket, kemudian dianalisa untuk diklasifikasikan terlebih dahulu, yang selanjutnya akan di lakukan tahap kualitatif dengan cara wawancara secara mendalam dan analisis dokumen. Validitas yang digunakan dalam penelitian kuantitatif adalah Confirmatory Faktor Analysis (CFA). Sedangkan keabsahan data dalam penelitian kualitatif menggunakan uji kredibilitas, transferability, dependability dan confirmability ( Ghony, 2012: 330-. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif-eksploratif. Data dokumen ataupun angket dianalisis kandungannya, untuk mengambil kesimpulan secara reflektif. Penelitian ini menunjukkan pemahaman, sumber- sumber informasi dan jejaring literasi keagamaan yang dijadikan sumber- sumber pengetahuan keagamaan mahasiswa prodi PAI di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan . Pemahaman mahasiswa dalam wawasan keagamaan sangat tinggi. mencari sumber keagamaan dari buku dalam mencari sumber informasi keagamaan tidak terlalu digandrungi oleh para mahasiswa, mahasiswa cenderung mencari informasi keagamaan yang menjadi pilihan mereka melalui media internet dan media sosial yang mereka miliki, diantaranya dengan instagram, youtube, facebook dan line. literasi keagamaan yang dipilih oleh mahasiswa dalam mencari wawasan keagamaan melalui para ustadz yang aktif dalam dunia online, karena mereka menganggap dengan mendengar ceramah melalui online itu praktis, mudah didapat, dan mudah pula dalam memahami isi dari ceramah tersebut. PENDAHULUAN Saat ini kita tengah memasuki era revolusi industri 4. 0, yaitu era dimana dunia industri digital telah menjadi suatu paradigma dan acuan dalam tatanan kehidupan saat ini. Era revolusi industri 4. 0 hadir bersamaan dengan era disrupsi. Untuk menghadapi revolusi 0 atau era disrupsi diperlukan Auliterasi baruAy selain literasi lama. Literasi lama yang Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. ada saat ini digunakan sebagai modal untuk berkiprah di kehidupan masyarakat. Literasi lama mencakup kompetensi calistung. Sedangkan literasi baru mencakup literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia. Literasi data terkait dengan kemampuan membaca, menganalisis dan membuat konklusi berpikir berdasarkan data dan informasi . ig dat. yang Literasi teknologi terkait dengan kemampuan memahami cara kerja mesin(Rozak. Aplikasi teknologi dan bekerja berbasis produk teknologi untuk mendapatkan hasil Literasi manusia terkait dengan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreatif dan inovatif. (Rozak, 2. Sejak tahun 2015, pemerintah menggalakkan berbagai program Gerakan Literasi dalam rangka menumbuhkan budaya literasi. Literasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia . ttps://kbbi. id/entri/Literas. diartikan sebagai kemampuan menulis dan membaca, pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu, kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup. Literasi diartikan kemampuan membaca dan menulis atau melek aksara/ huruf. Dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat literasi tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membaca dan menulis saja, melainkan juga bisa dikatakan melek teknologi, melek terhadap politik, berpikir kritis dan peka terhadap lingkungan sekitar (Ardianto, dkk, 2009: . Menurut Brevik, literasi informasi . elek keberaksaraan informas. , mengetahui kapan informasi dibutuhkan, kemudian melakukan identifikasi terhadap kebutuhan informasi dalam memberikan solusi terhadap masalah yang ada, menemukan informasi yang dibutuhkna, mengolah informasi tersebut sehingga bisa digunakan secara efektif untuk penyelidikan masalah atau penelitian yang sedang dilakukan . ulianti, 2013:. Hal inilah yang menjadi perhatian jika mahasiswa mencari informasi dalam mencari sumber keagamaan. Mahasiswa merupakan komunitas yang aktif dalam menggunakan internet, maka mahasiswa juga mempunyai tanggung jawab penuh dalam mencari sumber informasi yang United Nations Educationa. Scientific and Cultural Organization (UNESCO) meyatakan bahwa seseorang yang memiliki literasi informasi bertujuan untuk membuat seseorang mampu mengakses dan memperoleh informasi mengenai kesehatan, lingkungan, pendidikan dan pekerjaan. Memandu seseorang dalam membuat keputusan yang kritikal mengenai kehidupan mereka dan juga membuat seseorang bertanggungjawab terhadap kesehatan pendidikan (Wijetunge, 2. Tentu saja akan sangat mudah bagi mahasiswa untuk mencari sumber bacaan jika didukung fasilitasnya oleh kampus, dan dengan ini pula diharapkan akan dapat meningkatkan literasi mahasiswa dalam mencari sumber pengetahuan keagamaan baik dari media off line dan media online. Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. Untuk itu, tugas dunia pendidikan saat ini melalui proses pembelajarannya bukan hanya menekankan pada penguatan kompetensi literasi lama, tetapi secara simultan mengokohkan pada penguatan literasi baru yang menyatu dalam penguatan kompetensi bidang keilmuan dan keahlian atau profesi. Lembaga yang bisa mengembangkan hal tersebut adalah Perguruan Tinggi. Salah satu Perguruan Tinggi yang dijadikan sebagai grand father dalam hal ini adalah UIN Syarif Hidayatullah. UIN syarif Hidayatullah merupakan kampus besar yang diharapkan dapat menjadikan budaya literasi dikalangan mahasiswa. Khususnya Mahasiswa PAI yang nantinya mereka adalah calon guru PAI yang akan menyampaikan kembali keilmuan mereka kepada para siswa di sekolah-sekolah. Baedowi . 2: . mengatakan bahwa dalam kasus kehidupan beragama saat ini, banyak sekali pemikiran dangkal dan tidak berpikir secara mendalam yang mengakibatkan sikap- sikap radikal dan kekerasan atas nama agama. Ditambah lagi dengan pesatnya perkembangan teknologi saat ini banyak sekali mahasiswa yang mengakses wawasanwawasan keagamaan dengan saat mudahnya. Hal inilah yang menjadi tantangan para dosen untuk mengawasi mahasiswa mereka dalam mencari sumber-sumber keagamaan dan khususnya mahasiswa PAI untuk dapat memilah, memilih dengan bijak dalam mencari sumber- sumber keagamaan. Mahasiswa PAI yang nantinya adalah merupakan calon penerus dalam hal penyampaian materi keagamaan di sekolah-sekolah maka hal ini menjadi sangat penting untuk mengetahui dari mana saja mahasiswa memperoleh sumber- sumber Wibowo . mengatakan merekalah guru PAI yang nantinya akan memberikan kontribusi dalam penanaman nilai-nilai karakter melalui standar kompetensi, kompetensi inti, indikator pelajaran dan tujuan pembelajaran kepada para siswa di sekolah. Fokus dalam penelitian ini adalah mengetahui Literasi keagamaan mahasiswa yang meliputi pemahaman, sumber literasi keagamaan baik ofline dan online, serta jejaring dalam memperoleh sumber- sumber keagamaan. Penelitian ini dilakukan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang dulu masih bernama IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai salah satu IAIN tertua di Indonesia yang bertempat di perbatasan Ibukota Jakarta, menempati posisi yang unik dan strategis. IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta bukan hanya menjadi Aujendela Islam di IndonesiaAy, tetapi juga sebagai simbol bagi kemajuan pembangunan nasional, khususnya di bidang pembangunan sosialkeagamaan. Sebagai upaya untuk mengintegrasikan ilmu umum dan ilmu agama, lembaga ini mulai mengembangkan diri dengan konsep IAIN dengan mandat yang lebih luas menuju terbentuknya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Fauzi,2. Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. Salah satu fakultas tertua yang ada di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). FITK bermula dari jurusan Pendidikan Agama pada Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) yang berdiri pada 1 Juni 1957. Ketika ADIA di Jakarta dan PTAIN ( Perguruan Tinggi Agama Islam Neger. di Yogyakarta digabung menjadi IAIN Al-Jamiah al-Islamiyah al-Hukmiyah pada tahun 1960. IAIN cabang Jakarta diserahi tugas mengelola Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Syariah. Pada saat didirikan, fakultas tarbiyah memiliki tiga jurusan, yaitu jurusan Pendidikan Guru Agama, jurusan Pendidikan Bahasa Arab, dan jurusan khusus (Imam Tentar. ( FITK, 2. Jika dilihat dari sejarah berdirinya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, jurusan tarbiyah Pendidikan Agama Islam merupakan jurusan paling tertua dan sudah banyak melahirkan para guru- guru agama. Fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta fakultas yang telah memiliki cukup pengalaman dalam penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan. Jurusan PAI dari FITK tetap memperoleh pilihan tertinggi, hal ini lah yang menjadi tantangan bagi prodi PAI untuk melahirkan sarjana pendidikan yang bermutu dan mampu berkompetisi dengan sarjana-sarjana lain dalam meraih kesempatan dan peluang di pasar tenaga kerja di era globalisasi ini, dengan membekali mahasiswa dengan penguasaan pengetahuan, skill/ keterampilan, etos dinamika kerja, sikap dan moralitas. Dalam upaya mewujudkan visi menjadi fakultas terkemuka dalam pengembangan ilmuilmu pendidikan Islam. FITK mengembangkan budaya akademik, melalui pengembangan kegiatan penelitian dan penulisan dan publikasi hasil-hasil penelitian para dosen. Melalui hasil penelitian para dosen dan mahasiswa akan mempengaruhi wacana keilmuan dikalangan komunitas akademik. Arah kajian keilmuan pendidikan tidak lagi pada tataran falsafah dan pemikiran instrumentasinya, yang tidak hanya konteks pembelajaran dalam kelas tetapi juga menguatkan institusi dengan hubungan dengan pihak luar. Beberapa upaya juga dilakukan dalam rangka perbaikan FITK dianyaranya adalah. penguatan penguasaan bidang ilmu, . penguatan keterampilan merancang perencanaan pembelajaran, . penguatan kemampuan penguasaan kelas, . pengutan pengembangan strategi, . penguatan kemampuan mengevaluasi hasil belajar, . penguatan manajemen pendidikan, . penguatan dan peningkatan kultur disiplin dalam melaksanakan tugas, . pengembangan inovasi kurikulum dan media pembelajaran, . peningkatan kemampuan pemanfaatan laboratorium sebagai sarana pembelajaran, . peningkatan kualitas hasil belajar mahasiswa yang bersifat Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. Setelah mendapatkan nilai 4. 2 hasil sertifikasi ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA) program studi PAI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) akan membuat terobosan baru dengan mengasramakan mahasiswa baru tahun 2016. Rencananya mahasiswa akan diasramakan selama dua semester dengan tujuan pengembangan potensi, baik Arab maupun Inggris dan juga ke-PAI-an sebagai modal dasar menuju persaingan international dan pembinaan mahasiswa (Madjid khan, 2. Untuk mewujudkan hal ini menurut Madjid khan sedang melakukan penggodokan kurikulum sehingga program ini bisa Untuk mahasiswa prodi PAI mendapat jatah dari . abag TU) FITK Dra. Salamah mendapat jatah minimal dua kelas dan maksimal tiga kelas. Masing-masing kelas maksimal 40 orang. Berdasarkan data dari ketua jurusan PAI, mahasiswa jurusan Agama Islam terdiri dari 3 kelas pada semester 6. Mahasiswa yang berada di prodi PAI adalah mahasiswa yang berlatar belakang MAN. Pondok Pesantren. SMA dan SMK. Dalam satu kelas biasanya terdiri dari 39 sampai 40 mahasiswa, dan dalam satu kelas biasanya hanya 4 mahasiswa saja yang berasal dari SMA dan SMK, hal ini disebabkan oleh kebijakan yang dikeluarkan oleh Direktorat kurikulum sarana kelembagaan dan kesiswaan tentang KSKK Madrasah, bahwa pada tingkat madrasah ada jurusan khusus keagamaan MANPK, maka lulusan dari MANPK tersebutlah diprioritaskan untuk masuk program studi keagamaan. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilaksanakan selama 15 hari sejak 16 Mei hingga 30 Mei 2019. Pengumpulan data literasi keagamaan dilakukan dengan menyebar angket kepada mahasiswa semester 6. Kuesioner yang disebar berisi tentang tes pemahaman mahasiswa tentang literasi keagamaan, sumber- sumber yang mereka akses dalam menambah wawasan keagamaan baik yang offline dan online serta jejaring sumber pengetahuan yang mereka ikuti baik dari para ulama, kyai, ustadz. Selain memberikan angket, peneliti juga melakukan wawancara secara mendalam kepada beberapa mahasiswa tentang pemahaman, sumber informasi dan ulama tau kyai yang menjadi pilihan mereka. Berdasarkan latar belakang diatas, maka kajian dalam penelitian ini berusaha untuk menelaah literasi keagamaan di kalangan mahasiswa dalam hal pemahaman, sumber informasi yang mereka peroleh dan jejaring keilmuan dalam proses mencari sumber-sumber Secara operasional, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: . bagaimna pemahaman literasi keagamaan mahasiswa di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta? . Sumbersumber informasi apa saja yang diakses oleh mahasiswa baik secara offline maupun online? . ulama siapa saja yang menginspirasi mahasiswa dalam menambah wawasan keagamaan mereka dan konsekuensi serta tindak lanjut dari pilihan tersebut. Tujuan dalam penelitian ini Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. adalah untuk: . mengetahui literasi keagamaan mahasiswa yang meliputi. sumber informasi yang mereka pilih serta ulama atau kyai yang menginspirasi mereka dalam menambah wawasan keagamaan, . menggali secara mendalam tentang pilihan mereka dalam mencari sumber-sumber keagamaan yang mereka pilih. Dengan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan bahan pertimbangan bagi pihak kampus khususnya ketua jurusan PAI dalam mempersiapkan literatur kegamaan dan pengayaan dalam wawasan keagamaan, dan peningkatan profesionalisme para calon guru PAI dalam pengembangan wawasan keagamaan yang toleran, inklusif sesuai dengan visi-misi Kementerian Agama. Selain itu penelitian ini diharapkan menjadi refleksi mahasiswa itu sendiri untuk terus bisa meningkatkan literasi keagamaan dalam menambah wawasan keagamaan. RUMUSAN DAN BATASAN MASALAH Berdasarkan penjabaran latar belakang masalah diatas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat pemahaman literasi keagamaan mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta? Obyek penelitian yang menjadi sasaran dalam penelitian ini dibatasi pada mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, jurusan PAI, semester 6. Pembatasan ini dilakukan agar penelitian ini dapat mengukur keberhasilan pembelajaran materi-materi PAI yang nantinya akan diajarkan kepada anak didik dilihat dari sumber pengetahuan mereka baik media cetak, audio-visual, dan digital. PENELITIAN TERDAHULU Penelitian tentang literasi keagamaan ditingkat mahasiswa yang membahas tentang pemahaman, sumber literasi dan kyai ulama yang diminati masih sangat jarang, kebanyakan penelitian literasi keagamaan dilakukan untuk mengindikasikan apakah mahasiswa terindikasi kuat terpapar ajaran intoleran dan radikalisme yang ditopang dengan fanatisme Karena literasi keagamaan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah untuk menggali pemahaman dan sumber-sumber keagamaan yang di akses oleh mahasiswa dalam mendapatkan pengetahuan keagamaan. Penelitian sebelumnya adalah seperti penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Azwar . tentang Au kemampuan mahasiswa dalam menelusuri dan mengevaluasi informasi berbasis internet: studi kasus mahasiswa JIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam penelitian tersebut menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam menelusuri dan mengevaluasi informasi berbasis internet cukup rendah yang berarti kemampuan literasi informasi mereka juga cukup rendah. Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Sasmi Farida . dengan tema faktorfaktor penyebab keengganan membaca di lingkungan mahasiswa: Studi kasus di Fakultas Bahasa Universitas Widyatama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa enggan membaca karena. tugas-tugas kuliah tidak menuntut mahasiswa untuk membaca libih banyak, . perpustakaan tidak memiliki koleksi yang memadai baik dari judul maupun jumlah, . membaca belum menjadi budaya mahasiswa, . kegiatan mahasiswa beragam dan membuat mereka selalu sibuk. adanya perasaan malu akan diolok-olok teman. Hasil penelitian membuktikan bahwa tidak seorang responden yang mempunyai kebiasaan Penelitian berikutnya penelitian yang dilakukan oleh Uthi Kurnia. Nining Sudiar dan Vita Amelia ( 2. membahas tentang Literasi Media Baru Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Literasi media baru mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau berada pada kategori sangat baik dengan prosentase 79. Hasil beberapa penelitian yang telah dijabarkan diatas, belum ada yang mengkaji literasi keagamaan dari hal pemahaman dan sumber- sumber informasi yang diperoleh dalam menambah wawasan keagamaan diklangan mahasiswa. Sehingga dapat memberikan gambaran tentang literasi keagamaan dikalangan mahasiswa dalam mencari sumber Hal ini akan sangat penting dalam melakukan intervensi dan kebijakan dalam menelusuri sumber-sumber keagamaan. KAJIAN PUSTAKA Literasi Keagamaan Literasi Kamus Besar Bahasa Indonesia . ttps://kbbi. id/entri/Literas. diartikan sebagai kemampuan menulis dan membaca, pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu, kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup. Pengertian literasi dalam konteks Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara (Retnaningdyah, 2016: Sedangkan menurut MaAomur . 0: . bahwa literasi mengacu kepada keterampilan membaca dan menulis, artinya seorang literat adalah orang yang telah menguasai keterampilan membaca dan menulis dalam suatu bahasa. Namun menurutnya juga, bahwa literasi tidak diartikan dalam konteks yang sempit, yakni hanya membaca dengan membawa buku saja. Akan tetapi juga mencakup segala bentuk kegiatan yang bertujuan untuk Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. menumbuhkan kebiasaan gemar membaca dan memberikan pemahaman terhadap seseorang pentingnya membaca. Konsep literasi yang diajukan oleh Kirsch dan Jungeblut . 3: . dalam laporannya terkait kemajuan literasi kalangan muda di Amerika adalah kemampuan seseorang dalam memanfaatkan informasi tertulis atau cetak untuk mengembangkan pengetahuan sehingga mendatangkan manfaat bagi masyarakat luas. Bahkan, dalam konteks pendidikan, literasi menjadi kunci utama, sebab pendidikan sejatinya adalah meningkatkan literasi seseorang di berbagai bidang (Iswanto, dkk, 2017: . Literasi diartikan kemampuan membaca dan menulis atau melek aksara/ huruf. Dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat literasi tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membaca dan menulis saja, melainkan juga bisa dikatakan melek teknologi, melek terhadap politik, berpikir kritis dan peka terhadap lingkungan sekitar (Ardianto, dkk, 2009: . Menurut Brevik, literasi informasi . elek keberaksaraan informas. , mengetahui kapan informasi dibutuhkan, kemudian melakukan identifikasi terhadap kebutuhan informasi dalam memberikan solusi terhadap masalah yang ada, menemukan informasi yang dibutuhkna, mengolah informasi tersebut sehingga bisa digunakan secara efektif untuk penyelidikan masalah atau penelitian yang sedang dilakukan . ulianti, 2013:. Konsep keagamaan dalam kajian ini mengacu kepada definisi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia . ttps://kbbi. id/entri/keagamaa. , dalam konteks penelitian ini adalah bacaan keagamaan Islam, yaitu buku, majalah, maupun buletin yang berisi tentang teks-teks keagamaan Islam. Namun hal itu dikembalikan kepada para peneliti yang menemukan kekhasan tertentu di masing-masing lokasi penelitian. Isi dari tema keagamaan Islam dalam bacaan keagamaan ini dapat mengacu pada Keputusan Menteri Agama Nomor 110 Tahun 1982 yang juga dapat disesuaikan dengan perkembangan (Saefullah, 2008: . , yang mencakup al-QurAoan dan hadis, hukum Islam dan pranata sosial, dakwah dan komunikasi, sejarah peradaban Islam, bahasa dan sastra Arab/sastra umum, pemikiran Islam, perkembangan modern dalam Islam, sains dan Pembidangan kajian keislaman lebih sistematis lagi seperti yang diajukan oleh Nasution . 1: 28-. , yakni: Sumber ajaran Islam, mencakup ilmu al-QurAoan, tafsir, hadis dan perkembangan modern/pembaruan dalam bidang ini. Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. Pemikiran dasar Islam, mencakup ilmu kalam, filsafat, tasawuf dan tarekat, perbandingan agama, dan perkembangan modern/pembaruan dalam bidang ini. Pranata sosial, mencakup usul fikih, fikih muamalah, fikih siyasah . , fikih ibadah, fikih ekonomi, fikih kemiliti\eran dan pranata-pranata sosial lainnya serta perkembangan modern/pembaruan dalam bidang ini. Sejarah dan peradaban Islam serta perkembangan modern di dalamnya. Bahasa dan sastra Islam serta perkembangan modern di dalamnya. Pendidikan Islam dan perkembangan modern di dalamnya. Dakwah Islam dan perkembangan modern di dalamnya. Berdasarkan penjabaran makna literasi di atas, dapat dipahami bahwa literasi tidak hanya sebatas pada kemampuan membaca dan menulis tetapi juga memahami apa yang dibaca dan ditulis. Seperti definisi yang diajukan oleh Moore . dalam studinya tentang literasi keagamaan di beberapa negara, termasuk Indonesia. India. Pakistan dan Amerika Serikat, dan menemukan bahwa kualitas literasi keagaman berpengaruh terhadap perilaku keagamaan penganutnya. Moore mendefinisikan Auliterasi keagamaanAy sebagai suatu kemampuan memahami ajararan agama bukan hanya pada doktrin normatifnya, melainkan juga pada bagaimana agama itu diterapkan dalam konteks sosial (Jahroni dan Irfan Abu Bakar, 2019: . Artinya literasi keagamaan dalam bentuk kemampuan memahami ajaran agama diperoleh melalui pengajaran agama . eligious learnin. , sedangkan kemampuan memahami ajaran agama dalam konteks pelaksanaannya didapati melalui belajar tentang agama Aylearning about religionAy. Definisi yang sama juga dikemukakan oleh al-Syami . dalam bukunya yang berjudul AyFiqh al-Din wa al-TadayyunAy. Al-Syami membedakan dua kategori tersebut, yaitu Ayfiqh al-dinAy mengacu kepada kemampuan memahami doktrin ideal agama yang tertulis dalam kitab suci. Sedangkan Ayfiqh al-tadayyunAy adalah kemampuan memahami tentang bagaimana doktrin ideal agama tersebut diterapkan dan dipraktekkan dalam konteks sosialhistoris yang berubah. Dengan demikian konsep literasi keagamaan yang diajukan dalam penelitian ini dibatasi dengan kemampuan membaca, menulis dan memahami ajaran agama Islam dan belum melihat bagaimana mereka mempraktekkan apa yang mereka baca, tulis dan Terkait sumber pengetahuan yang didapatkan mahasiswa untuk memperdalam pengetahuan agamanya, dalam konteks penelitian ini tidak terbatas kepada media cetak saja tapi juga audio-visual, dan digital. Media cetak adalah barang cetak yang dipergunakan sebagai sarana penyampaian pesan seperti majalah, surat kabar, buku dan berbagai bentuk Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. barang cetakan yang tujuannya dibuat untuk menyebarkan informasi atau pesan komunikasi (Suranto, 2010: . Sedangkan media audio-visual adalah sarana informasi yang bisa didengar dan dilihat, seperti mengikuti kajian secara langsung atau melihat melalui televisi dan radio. Terkait media digital dalam kajian ini adalah sumber pengetahuan yang mengandung informasi keagamaan di media internet yang diakses melalui gawai, seperti you tube, instagram, line, website dan lain-lain. Tingkat literasi keagamaan dalam kajian ini diukur dari beberapa pertanyaan yang diambil dari sumber-sumber bahan pembelajaran PAI untuk jenjang Sekolah Menengah Atas yang mencakup AlqurAoan, akidah, akhlak, fikih dan sejarah peradaban Islam. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode mix method dengan perpaduan antara penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif, atau lebih dikenal mix research. Tashakkori&Teddlie . 0: . metode penelitian kombinasi merupakan penelitian yang mengkombinasikan atau menghubungkan antara penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Cresswell . metode ini dikenal sebagai metode multimethods ( menggunakan multi metod. , convergence ( dua metode bermuara ke sat. Pada penelitian ini menggunakan metode mix model dengan model sequential explanatory, cirinya adalah disaat pengumpulan data dan analisis data mendahulukan penelitian kuantitatif pada tahap pertama, dan diikuti saat pengumpulan dan analisis data kualitatif pada tahap ke dua, untuk memperkuat hasil penelitian kuantitatif pada tahap awal. (Cresswell, 2009: . Penelitian ini pada tahap awal akan mengumpulkan data dengan menggunakan angket, kemudian dianalisa untuk diklasifikasikan terlebih dahulu, yang selanjutnya akan di lakukan tahap kualitatif dengan cara wawancara secara mendalam dan analisis dokumen. POPULASI DAN SAMPEL Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa prodi PAI smt 6 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jumlah keseluruhan mahasiswa terdiri dari 3 rombel di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebanyak 120 mahasiswa. Dalam menentukan sampel penelitian ini menggunakan teknik yang digunakan oleh Fraenkel dan Wallen . 3: . dalam bukunya How to Design and Evaluate Research in Education. Au There are a few guidelines tahat we would suggest with regard to the minimum number of subjects needed for descriptive studies, we think a sample with a minimum number of 100 is essentialAy Dengan demikian sampel yang dipilih adalah 100 mahasiswa. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan slovin dalam menentukan sampel. Rumus slovin dengan Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. menggunakan derajat kepercayaan sebesar 90%, maka tingkat kesalahan margin eror 10%. Rumus Slovin adalah sebagai berikut. ycA n= 1 ycA. n= 120 . n= 99. 17 atau dibulatkan menjadi 100 mahasiswa. n= Jumlah sampel N= Jumlah total populasi E= Batas Toleransi Eror ( Barlett, 2001: 43-. Jadi sampel dalam penelitian ini adalah 100 mahasiswa dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Formula slovin ini digunakan agar hasil sampel mewakili kondisi sebenarnya dari populasi dalam kisaran tertentu ( Kalimba, 2. Untuk menentukan siapa saja sampel yang 100 orang tersebut maka menggunakan teknik simple random sampling. Pengambilan sampel dari mahasiswa semester 6 ini dimaksudkan untuk mengetahui literasi keagamaan mereka setelah mereka banyak menerima proses pembelajaran didalam kelas dan mendapat wawasan dari para dosen yang mengampu berbagai mata kuliah. Sehingga ini akan menjadi temuan yang hasilnya dapat digunakan oleh lembaga untuk mengarahkan mahasiswa dalam mencari sumber-sumber keagamaan baik dengan media buku, majalah, koran maupun dari media internet dan media sosial. PENGUMPULAN DATA Pengumpulan data kuantitatif dalam penelitian ini untuk pemahaman literasi keagamaan, menggunakan tes yang berbentuk soal-soal pilihan ganda. Sedangkan pengumpulan data untuk sumber pengetahuan keagamaan menggunakan angket, untuk pengumpulan data kualitatif menggunakan wawancara secara mendalam untuk memperkuat dan memeperdalam temuan yang didapat dengan kuantitatif. Penyusunan angket menggunakan skala Likert . mengenai indikator Literasi Keagamaan yang dilihat dari pengetahuan dan sumber pengetahuan. Metode penskoran dan penyusunan norma dalam penelitian ini menggunakan skala Skala likert dipergunakan untuk mengukur sikap, pendapat, atau persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang suatu variabel, konsep atau gejala atau fenomena pendidikan. Skala likert terdiri dari sejumlah pernyataan positif dan pernyataan negatif. Bentuk pernyataan positif adalah bentuk pernyataan yang mengindikasikan sikap positif, dan bentuk pernyataan negatif adalah bentuk pernyataan yang mengindikasikan sikap negatif. Setiap Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. pernyataan terdapat lima alternatif jawaban, yaitu sangat tidak setuju, tidak setuju, netral, setuju dan sangat setuju. Pemberian skor untuk skala likert adalah untuk pernyataan positif diberi skor 5 untuk jawaban sangat setuju, 4 untuk jawaban setuju, 3 untuk jawaban netral, 2 untuk jawaban tidak setuju, dan 1 untuk jawaban sangat tidak setuju. Dan jika pernyataan negatif maka sebaliknya. (Muljono, 2. Tabel. 2 Skala Likert yang digunakan dalam penelitian Pernyataan Sangat Sikap Setuju Setuju Pernyataan 5 Netral Sangat Tidak Positif Pernyataan 1 Negatif Kemudian untuk teknik wawancara secara mendalam dilakukan untuk mengetahui lebih mendalam tentang hal literasi keagamaan mahasiswa jurusan PAI, mengkaji sumber-sumber keagamaan yang diperoleh mahasiswa, baik dari media cetak, internet, media sosial dan juga dari penceramah-penceramah yang mereka dengarkan. Dengan demikian, data kuantitatif dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan angket, sedangkan data kualitatif diperoleh dengan wawancara secara mendalam. Berikut instrumen yang digunakan dalam mengukur sumber literasi keagamaan, yang terdiri dari 10 indikator. Pernyataan Alternatif Jawaban STS Saya membaca buku keagamaan untuk menambah wawasan keagamaan. Saya membaca buku keagamaan yang diwajibkan oleh dosen. Saya membaca buku-buku keagamaan lain di luar bacaan kuliah. Saya membaca berita- berita keagamaan dari Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. Berita- berita keislaman yang ada di majalah sangat menarik untuk di baca. Saya merujuk kitab kuning dalam menjawab persoalan keagamaan. Saya selalu mengikuti pengajian di masjid sekitar tempat tinggal. Saya rutin mengikuti halaqah atau liqaAo yang diadakan di kampus maupun di luar kampus. Saya informasi tentang keagamaan. Saya menggunakan media sosial . acebook, mendapatkan informasi keagamaan. Saya mendapatkan informasi keagamaan dari orang tua. Saya mendapatkan informasi keagamaan dari kyai/ulama. Kategori penilaian yang akan digunakan dengan skala Likert sebagai berikut. Kategori Sangat Buruk : 1x12:60x100%=20% Kategori Buruk : 2x12:60x100%=40% Kategori Cukup Baik : 3x12:60x100%=60% Kategori Baik : 4x12:60x100%=80% Kategori Sangat Baik : 5x12:60x100%=100% VALIDASI DATA Untuk memvalidasi data kuantitatif menggunakan analisis data Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan bantuan software M- Plus. Penelitian ini melakukan validitas data dengan Analisis Faktor Konfirmatori Confirmatory Factor Analysis (CFA) dan dalam pengolahannya dibantu dengan software M- Plus. Prosedur CFA. menguji hipotesis: Auapakah semua butir mengukur satu konstruk yang didefinisikanAy. Model dikatakan fit jika data dan teori tidak berbeda, . menguji Hipotesis: Auapakah setiap butir menghasilkan informasi secara signifikan tentang konstruk yang diukurAy. Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. Peneliti akan menentukan butir yang valid dan butir mana yang akan di drop. (Umar. Butir yang dikategorikan baik dalam CFA terdapat tiga kategori: . jika t < 1. maka butir harus dibuang dan jika t > 1. 96, maka butir tersebut valid. melihat positif atau negatifnya muatan faktor, jika muatan faktornya negatif, butir harus dibuang. Dan jika muatan faktor positif butir diterima. pengujian CFA dengan melihat korelasi parsial atau kesalahan pengukuran butir dengan kesalahan pengukuran butir lainnya jika lebih besar dari tiga pada kesalahan pengukuran pada theta- delta, maka butir tersebut dibuang karena mengukur hal yang lain ( multidimensiona. (Yahya Umar, 2. Jika hasil analisis dari kostruk variable laten ke konstruk dimensinya telah memenuhi target yang telah ditetapkan yakni t-value Ou 1. maka langkah selanutnya adalah menentukan apakah model fit dengan data, dengan melihat nilai Chi-square, df. P-value. RMSEA,dan CFI sehingga bisa disimpulkan bahwa model ini fit dengan data. Dengan demikian, model satu faktor dapat diterima, artinya bahwa seluruh item terbukti mengukur satu hal saja, yaitu sumber literasi keagamaan dan pemahaman keagamaan . Sedangkan analisis dan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian kualitatifnya adalah menggunakan uji kredibilitas, transferability, dependability dan confirmability ( Ghony, 2012: 330-. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptifeksploratif, menggambarkan data berdasarkan kelompok masing-masing. Data angket dianalisis kandungan dan isinya, agar dapat diambil kesimpulannya secara reflektif. HASIL PENELITIAN Proses Validasi Data Penelitian Validitas yang digunakan untuk data kuantitatif dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis data Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan bantuan software MPlus. Penelitian ini melakukan validitas data dengan Analisis Faktor Konfirmatori Confirmatory Factor Analysis (CFA) dan dalam pengolahannya dibantu dengan software MPlus. Prosedur CFA. menguji hipotesis: Auapakah semua butir mengukur satu konstruk yang didefinisikanAy. Model dikatakan fit jika data dan teori tidak berbeda, . menguji Hipotesis: Auapakah setiap butir menghasilkan informasi secara signifikan tentang konstruk yang diukurAy. Prosedur CFA. menguji hipotesis: Auapakah semua butir mengukur satu konstruk yang didefinisikanAy. Model dikatakan fit jika data dan teori tidak berbeda, . menguji Hipotesis: Auapakah setiap butir menghasilkan informasi secara signifikan tentang konstruk Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. yang diukurAy. Peneliti akan menentukan butir yang valid dan butir mana yang akan di (Umar, 2. Butir yang dikategorikan baik dalam CFA terdapat tiga kategori: . jika t < 1. maka butir harus dibuang dan jika t > 1. 96, maka butir tersebut valid. melihat positif atau negatifnya muatan faktor, jika muatan faktornya negatif, butir harus dibuang. Dan jika muatan faktor positif butir diterima. pengujian CFA dengan melihat korelasi parsial atau kesalahan pengukuran butir dengan kesalahan pengukuran butir lainnya jika lebih besar dari tiga pada kesalahan pengukuran pada theta- delta, maka butir tersebut dibuang karena mengukur hal yang lain ( multidimensiona. (Yahya Umar, 2. Ringkasan hasil analisis disajikan dalam tabel dibawah ini untuk data pemahaman literasi keagamaan. Tabel 1 Ringkasan Hasil Uji Coba Kecocokan Pengukuran pemahaman Literasi Keagamaan dengan Analisis CFA No. Item Estimate Keterangan: Standardized Model Results Estimate T-Value P-Value T-Value P-Value Signifikan En En En En En En En : Seluruh koefisien faktor loading dalam skala baku . : Koefisien factor loading : Standard error dari faktor loading : Nilai t-test : Nilai probability/signifikan Dari tabel diatas hasil analisis dari kostruk variable laten kekonstruk dimensinya telah memenuhi target yang telah ditetapkan yakni t-value Ou 1. Semua item memiliki tvalue diatas 1. 96, kecuali pada butir . ,2,. Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis data yang menyatakan bahwa Chi-square = 404* , df = 35. P-value = 0. RMSEA = 0. Dapat disimpulkan bahwa model belum fit, oleh karena itu dilakukan pembuangan item- item yang bermuatan negatif tersebut, sampai didapatkan nilai RMSEA di antara 0,08-0,05. CFI = 0. 937, menyatakan bahwa model ini sudah fit dengan data. Dengan demikian, model satu faktor dapat diterima, artinya bahwa seluruh item terbukti mengukur satu hal saja, yaitu pemahaman literasi keagamaan. Hasil pengujian CFA model fit dari pemahaman literasi keagamaan yang menyatakan bahwa semua item telah fit dan tidak lagi berkorelasi dengan item yang lain ini . Dan dapat dilihat dari gambar dibawah ini. Gambar 1 Diagram Estimasi M. Plus Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. Selanjutnya akan dilakukan validitas data tentang sumber literasi keagamaan yang akan disajikan pada tabel dibawah ini. Tabel 1 Ringkasan Hasil Uji Coba Kecocokan Pengukuran Sumber Literasi Keagamaan dengan Analisis CFA No. Item Estimate Keterangan: Standardized Model Results Estimate T-Value P-Value T-Value P-Value Signifikan En En En En En En En En En En : Seluruh koefisien faktor loading dalam skala baku . : Koefisien factor loading : Standard error dari faktor loading : Nilai t-test : Nilai probability/signifikan Dari tabel diatas hasil analisis dari kostruk variable laten kekonstruk dimensinya telah memenuhi target yang telah ditetapkan yakni t-value Ou 1. Semua item memiliki tvalue diatas 1. 96, kecuali pada butir . Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis data yang menyatakan bahwa Chi-square = 139* , df = 54. P-value = 0. RMSEA = 0. Dapat disimpulkan bahwa model belum fit, oleh karena itu dilakukan pembuangan item- item yang bermuatan negatif tersebut, sampai didapatkan nilai RMSEA di antara 0,08-0,05. CFI = 0. 418, menyatakan bahwa model ini sudah fit dengan data. Dengan demikian, model satu faktor dapat diterima, artinya bahwa seluruh item terbukti mengukur satu hal saja, yaitu pemahaman literasi keagamaan. Hasil pengujian CFA Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. model fit dari pemahaman literasi keagamaan yang menyatakan bahwa semua item telah fit dan tidak lagi berkorelasi dengan item yang lain ini . Dan dapat dilihat dari gambar dibawah ini. Sedangkan validitas data . eabsahan dat. dalam penelitian kualitatif menggunakan uji kredibilitas, transferability, dependability dan confirmability ( Ghony, 2012: 330-333. Transferability dilakukan dalam dalam rangka melakukan validitas eksternal derajat ketepatan, dimana sampel yang digunakan dapat mewakili populasi yang ada. Sedangkan unutuk melihat reliabilitas dalam penelitian kualitatif dengan menggunakan dependibility dimana penelitian yang reliabel adalah apabila dalam sebuah penelitian kualitatif apabila orang lain dapat mengulangi atau mereplikasi proses penelitian tersebut. Hal yang dilakukan untuk mengecek dependibility adalah dengan cara mengecek hasil penelitian apakah terdapat data penelitian, jika tidak terdapat proses penelitian tetapi ada data maka dianggap penelitian tersebut tidak reliabel, dan sebaliknya. Selanjutnya. Confirmability adalah untuk mengetahui obyektivitas sebuah penelitian. Penelitian dikatakan objektif jika hasil penelitian telah disepakati banyak orang dan harus ada proses penelitian. Melihat ketiga syarat validitas dan reliabilitas diatas maka penelitian ini sudah memenuhi persyarata, karena dalam penelitian ini ada proses penelitian yang dilakukan, dan Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. di cek kebenarannya oleh tim monitoring, dan untuk dependibility, penelitian ini juga dapat diulang oleh peneliti lain yang ingin melanjutkan atau mengembangkan penelitian ini, baik di tempat asal penelitian maupun di tempat lain. Karena ada proses penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini, maka obyektifitas penelitian ini juga telah disepakati oleh banyak orang. Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan data dari ketua jurusan PAI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, data mahasiswa smt 6 berjumlah 120 orang dari 3 rombel. Mahasiswa tersebut ada yang berasal dari lulusan SMA. SMK. MA. SMAIT dan Pondok Pesantren. Berdasarkan data angket, ditemukan bahwa mayoritas responden adalah perempuan mencapai . %), sedangkan sisanya adalah responden laki-laki . %). Dibawah ini tabel karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin. Tabel I Karakteristik Responden berdasarkan jenis kelamin Jenis Laki-Laki Perempuan Jumlah Kelamin Presentase Jika dilihat dari tingkat pendidikan terakhir, responden memiliki dari latar belakang pendidikan yang berbeda, dimulai dari tamatan SMA. SMK. MA. SMAIT, dan Pondok Pesantren. Berikut karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir: Tabel 2 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Pendidikan SMA SMK SMAIT Terakhir Presentase Pondok Jumlah Pesantren Berdasarkan dari tabel diatas dipastikan bahwa tamatan MA . %) lebih mendominasi, dari pada pendidikan terakhir yang lain. Hasil penelitian literasi keagamaan meliputi pemahaman keagamaan, sumber- sumber pengetahuan keagamaan, dan jejaring keagamaan. Maka akan di bahas terlebih dahulu tentang pemahaman keagamaan mahasiswa. Berikut dibawah ini adalah pemaparan tentang hasil pemahaman literasi keagamaan mahasiswa di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dari hasil angket yang diisi oleh mahasiswa, mahasiswa Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. diajukan beberapa pertanyaan tentang ruang lingkup materi PAI yang terdiri dari Quranhadis. Akidah Akhlak. Fiqih. SKI. Berikut diagram skor pemahaman literasi keagamaan mahasiswa dari tes yang diberikan: Diagram diatas menunjukkan bahwa tingkat pemahaman mahasiswa dari 10 tes yang diberikan termasuk kedalam level yang tinggi, pada diagram diatas menyatakan bahwa 86% mampu menjawab dengan baik hasil tes tersebut, diantaranya yang mendapat nilai 10 ada14%, nilai 9 ada 26%, nilai 8 ada 29%, nilai 7 ada 17%. Sedangkan mahasiswa yang mendapatkan nilai dibawah rata-rata 14%, diantaranya adalah mendapatkan nilai 6 ada 6%, nilai 5 ada 7% dan ada 1% yang mendapat nilai 3, atau dikategorikan nilai yang sangat Selanjutnya untuk data sumber literasi keagamaan akan disajikan dalam tabel berikut Indikator Sumber Literasi Keagamaan Saya membaca buku keagamaan untuk menambah wawasan keagamaan. Saya membaca buku keagamaan yang diwajibkan oleh dosen. Saya membaca buku-buku keagamaan lain di luar bacaan kuliah. Saya membaca berita- berita keagamaan dari koran. Berita- berita keislaman yang ada di majalah sangat menarik untuk di baca. Saya merujuk kitab kuning dalam menjawab persoalan keagamaan. Saya selalu mengikuti pengajian di masjid sekitar tempat tinggal. Skoring . Presentase Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. Saya rutin mengikuti halaqah atau liqaAo 317 yang diadakan di kampus maupun di luar Saya menggunakan internet untuk 398 mencari informasi tentang keagamaan. Saya . acebook, whatsapp, instagram, line, youtub. untuk mendapatkan informasi Saya mendapatkan informasi keagamaan 410 dari orang tua. Saya mendapatkan informasi keagamaan 446 dari kyai/ulama. Total Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa skor terendah terdapat pada indikator 4, yaitu skoring 276 . 2%), dan skor tertinggi terdapat pada indikator no. 12, dengan . 2%). Dan dirata-ratakan 4409:12=367. ika dibulatkan menjadi . Dan jika dibuat presentase maka akan menghasilkan penilaian: 368:500x100%=0. 736 atau 73. Dengan melihat hasil skoring tersebut dan merujuk pada kategori penilaian diatas yang telah dibuat, maka sumber literasi keagamaan berada pada tingkat kategori Baik karena mendekati kategori 60%-80%. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta jurusan PAI dalam mencari sumber- sumber keagamaan baik melalui media off line dan online pada tingkat kategori Baik, yang berada pada posisi cukup . %) dengan Baik . %). Berikut diagram yang menggambarakan hal tersebut. Langkah selanjutnya yang dilakukan peneliti dalam memperdalam dan memperkuat hasil penelitian secara kuantitatif adalah dengan melakukan wawancara secara mendalam Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. oleh beberapa mahasiswa. Diantaranya adalah wawancara yang dilakukan peneliti kepada salah seorang mahasiswa PAI. Syam. Mahasiswa smt 6, lulusan SMA mengemukakan bahwa untuk menunjang literasi keagamaan dikalangan mahasiswa seharusnya juga harus didukung oleh kemampuan dosen dalam menyampaikan materi dengan menarik, ketersedian buku-buku keagamaan dari berbagai referensi dan jurnal-jurnal yang terupdate sehingga akan lebih membuka wawasan mahasiswa. Dikarenakan hal ini masih sangat minim, jadi mahasiswa ini mengatakan bahwa dia dan teman-teman yang lain lebih tertarik dengan internet, dengan internet semua hal dengan sangat mudah diakses. Mahasiswa juga lebih tertarik mencari wawasan keagamaan dengan mencari penceramah- penceramah online yang sesuai dengan fasion mereka. Hal ini disebabkan karena penyampaian materi yang disampaikan oleh ustadz online lebih mudah dipahami. Diantara para ustadz yang digandrungi oleh para mahasiswa diantaranya adalah. ustadz Abu Somad. Ustadz Adi Hidayat. Ustadz Hanan Ataki. Ustadz Taki Malik. Ustadz Kholid Basalamah dan Aa Gym. awancara dilakukan jumat, 17 mei 2019, pukul 16. Hal lain yang menyebabkan literasi keagamaan mahasiswa masih lemah diantaranya adalah tugas-tugas kuliah yang tidak menuntut mahasiswa untuk lebih aktif dalam mencari berbagai referensi, kegiatan mahasiswa yang beragam yang membuat mereka sibuk sehingga literasi buku dilakukan hanya untuk memenuhi tugas kuliah saja. Hal ini sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Sasmi Farida . dengan tema faktor-faktor penyebab keengganan membaca di lingkungan mahasiswa: Studi kasus di Fakultas Bahasa Universitas Widyatama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa enggan membaca . tugas-tugas kuliah tidak menuntut mahasiswa untuk membaca libih banyak, . perpustakaan tidak memiliki koleksi yang memadai baik dari judul maupun jumlah, . membaca belum menjadi budaya mahasiswa, . kegiatan mahasiswa beragam dan membuat mereka selalu sibuk. adanya perasaan malu akan diolok-olok teman. Hasil penelitian membuktikan bahwa tidak seorang responden yang mempunyai kebiasaan membaca. Mahasiswa akan mencari sumber informasi hanya karena ada tuntutan dari tugas kuliah saja. Peneliti selanjutnya mewawancarai pengurus HMJ ( Himpunan Mahasiswa Jurusa. yaitu Kholid dan Siti Julaeha, ( senin, 20 Mei 2019, pukul 14. mereka mengatakan bahwa Auada sedikitnya dua kegiatan yang dilakukan oleh HMJ, . FK2I ( Forum Komunikasi Kajian Mahasiswa PAI), dimana kegiatan ini dilakukan seminggu sekali setiap hari selasa, 00 wib. Penyampaian materi biasanya diberikan oleh dosen dari UIN Syarif Hidayatullah, para alumni dan terkadang juga memanggil penceramah dari luar. Sayangnya antusias mahasiswa PAI yang mengikuti kegiatan ini belum banyak, kemungkinan kegiatan ini diperuntukkan untuk yang mau saja dan bukan hal yang wajibAy. kegiatan Qiraatul kutub yang dilakukan seminggu sekali, pada hari kamis pukul 16. 00 wib. Pengisi materi adalah pak Ahmad Ghalib, dan terkadang juga teman-teman yang mempunyai keahlian lebih Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. dalam membaca kitab kuning. Kegiatan ini juga tidak diikuti oleh semua mahasiswa, dalam kegiatan ini biasanya lebih banyak yang mengikuti, hal ini disebabkan nanti pada semester akhir terdapat ujian komprehensif dimana dalam ujian ini ada kewajiban mahasiswa dalam membaca kitab kuning. Hal ini membuktikan bahwa dari dua kegiatan yang dilakukan oleh jurusan mahasiswa dalam mencari sumber keagamaan dalam hal menambah wawasan masih Wawancara selanjutnya peneliti mencoba membandingkan kemampuan pemahaman dan sumber literasi antara mahasiswa yang berasal dari MA. SMA. SMK dan pondok Ada lima mahasiswa yang peneliti wawancarai, diantaranya adalah Sirajudin Anhari dari pondok Pesantren. Bayu Mandrajati lulusan SMK . eknik elektr. , dan yang lulusan MA adalah Kholid dan Siti Julaeha. Syam lulusan SMA. Dari hasil wawancara ada beberapa kesulitan yang dialami oleh lulusan SMA terutama hal-hal yang berhubungan dengan bahasa arab dan kitab kuning. Tetapi hal ini dapat diminimalisir dengan adanya bantuan dari teman-teman di kelas yang berasal dari pesantren. Dan lulusan pesantren memang lebih mendominasi kemampuan mereka dibandingkan dengan lulusan yang SMA. SMK dan MA. Menurut Sirojuddin Anhar. Ausaya lebih tertarik belajar dari kyai langsung karena dengan begitu sanadnya lebih sampai dan karomah guru ada ketimbang kita mengaji secara onlineAy. awancara selasa, 22 mei 2019, pukul 12. Hal ini yang tidak dilakukan oleh lulusan SMA,SMK dan MA. Biasanya jika lulsan SMA,SMK dan MA mereka lebih tertarik dengan media online, seperti menggunakan media sosial, instagram dan youtub dalam menambah wawasan keagamaan. Dalam penelitian ini peneliti menemukan beberapa hal yang menarik untuk tahap analisa berikutnya. Literasi keagamaan yang berasal dari kyai dan ulama berpengaruh. Literasi keagamaan yang diperoleh melalui buku-buku yang menginspirasi. Literasi keagamaan melalui media TV. Literasi keagamaan melalui media Radio. Literasi keagamaan dari situs-situs Internet. Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. Selanjutnya akan menampilkan beberapa diagram hasil angket yang dibagikan kepada Sumber Pengetahuan Keagamaan yang Berasal dari Kyai dan Ulama yang Dilihat dari tabel diatas, sumber pengetahuan keagamaan mahasiswa yang diperoleh dari penceramah menginformasikan bahwa banyak para ulama yang berpengaruh dalam mencari sumber pengetahuan keagamaan. Ulama- ulama yang menginspirasi atau mahasiswa dalam mencari sumber keagamaan. Diantara ulama yang banyak didengar tausiahnya oleh mahasiswa adalah Terlihat pada tabel diatas yang menyatakan bahwa banyak sekali para ustadz yang digandrungi oleh mahasiswa adalah ustadz-ustadz online. Ust. Abu Somad sebesar 42%. Ust. Adi Hidayat sebesar 17%. Ust. Ust. Aa Gym sebesar 6%. Ustadzah Halimah Alaydrus sebesar 5%. Habib Rizieq Shihab sebesar Quraish Shihab sebesar 4%. Dr. Zakir Naik 4%. Dan yang lainnya Ust. Yusuf Mansur. Buya Yahya. Zaenudin MZ dan Hanan Ataki masing-masing sebesar 3 % dan yang terakhir adalah Cak Nun sebesar 2%. Mahasiswa lebih menyukai ustadz ustadz online dikarenakan mudah mendapatkannya, penyampaian dari mereka mudah dipahami dan diterima dikalangan Diantara ustadz yang sangat digandrungi oleh mahasiswa diantaranya adalah ustadz Abu Somad. Adi Hidayat. Hal ini disebabkan konten mereka di dunia online sangat banyak, banyak para mahasiswa yang terkesan dengan ketegasan Abdul Somad dan Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. mengagumi kecerdasan yang dimiliki oleh Adi Hidayat dalam menyampaikan Tausiyah Literasi keagamaan yang diperoleh melalui buku-buku yang menginspirasi Dilihat dari tabel diatas, sumber pengetahuan keagamaan mahasiswa yang diperoleh dari buku menginformasikan bahwa banyak buku yang dibaca oleh mahasiswa dalam mencari sumber pengetahuan keagamaan. Buku-buku yang banyak dibaca mahasiswa sebanyak 20% adalah buku hadist tarbawi yang di tulis oleh Abdul Majid Khon. Buku wawasan Al Quran yang ditulis oleh Quraish shihab sebesar 12%, bulugul maram 10%. Islam ditinjau dari berbagai aspeknya yang ditulis oleh Harun Nasution sebesar 10%. Ada beberapa novel yang di baca oleh mahasiswa sebesar 7% seperti novel ayat-ayat cinta yang ditulis oleh Habiburahman. Dan untuk prosentase buku-buku yang lain berkisar 5 sampai 2 %, keragaman buku yang mereka baca bisa diklasifikasikan dalam buku yang wajib dibaca sebagai sumber perkuliahan, dan buku non perkuliahan. Kesimpulannya adalah bahwa literasi keagamaan mahasiswa yang diperoleh dari buku sangat baik. Meskipun buku-buku itu bersifat buku yang diwajibkan oleh dosen pengampu. Sesuai penelitian yang telah dilakukan oleh Sasmi Farida . dengan tema faktor-faktor penyebab keengganan membaca di lingkungan mahasiswa: Studi kasus di Fakultas Bahasa Universitas Widyatama. Untuk meningkatkan minat baca buku dikalangan mahasiswa, hal yang perlu dilakukan diantaranya adalah menciptakan budaya membaca dikalangan mahasiswa, dengan cara tugas-tugas yang diberikan para dosen harus lebih menuntut mahasiswa untuk membaca, bukan hanya membudayakan budaya copy paste dari Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. internet tanpa pernah ada tindakan apa-apa. Hal ini yang bisa dilakukan oleh para dosen dalam meningkatkan minat membaca buku dikalangan mahasiswa, yang secara langsung dapat meningkatkan literasi keagamaan mahasiswa khususnya mahasiswa jurusan PAI, kerena nantinya mereka adalah calon guru yang akan mentransfer pengetahuannya kepada Literasi keagamaan melalui media TV. Dari tabel diatas memberikan informasi bahwa ada beberapa acara televisi yang kajian keagamaan yang disaksikan oleh mahasiswa. Mahasiswa tertarik menyaksikan kajian melalui televisi dalam mencari sumber keagamaan dikarenakan untuk meyaksikannya tidak perlu susah mencari, karena kita hanya menyaksikan sesuai siaran yang berlangsung dan sesuai watu luang yang kita miliki. Dari hasil wawancara salah seorang mahasiswa menyatakan bahwa mereka sangat senang mencari informasi dan wawasan keagamaan melalui televisi, karna kepraktisan dalam menyaksikan tanpa mencari- cari televisi yang paling banyak disaksikan oleh mahasiswa yaitu Tv one dalam acara damai Indonesiaku dan ceramah Abdul Somad sebesar 38%, dalam damai Indonesiaku banyak sekali penceramah yang meyampaikan tausiahnya dan dengan penceramah yang berganti-ganti dari tiap sesinya. Selanjutnya acara televisi yang sering disaksikan oleh mahasiswa adalah Indosiar dalam acara Mamah Dedeh sebesar 21%. Trans TV dalam acara Islam itu indah dan tausiyah Abdul Somad sebesar 17%. Trans 7 dalam acara Khazanah Islam sebesar 12%, dan acara lainnya di kisaran 6-3%. Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. Banyak juga sebagian mahasiswa yang tinggal di kos, tidak bisa menyaksikan televisi karena dalam kos tersebut memang tidak ada televisi. Mahasiswa yang tidak sama sekali meyaksikan televisi sekitar 20%. Literasi keagamaan melalui media Radio. Dari tabel diatas memberikan informasi bahwa ada beberapa radio yang kajian keagamaan yang didengarkan oleh mahasiswa. Mahasiswa tertarik menyaksikan kajian melalui radio dalam mencari sumber keagamaan, tetapi hal ini hanya sebagian kecil mahasiswa yang masih menggunakan radio sebagai sumber keagamaan mereka, yang sering mendengarkan radio sebesar 34% dari keseluruhan mahasiswa. Dan diantara radio yang didengarkan adalah radia Rodja sebesar 5%, radio Dakta 3%, dan radioradio yang lain sebesar 2-1%. Sangat sedikit mahasiswa yang masih menggunakan radio, hal ini dikarenakan sudah pergeseran teknologi, mahasiswa lebih tertarik dengan media sosial dari android yang mereka miliki untuk mengakses sumber-sumber keagamaan. Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. Literasi keagamaan dari situs-situs Internet. Dari tabel diatas memberikan informasi bahwa banyak sekli situs-situs keagamaan yang dikunjungi oleh mahasiswa. Mahasiswa lebih tertarik di dunia online dalam mencari sumber keagamaan. Dari hasil wawancara salah seorang mahasiswa menyatakan bahwa mereka sangat senang mencari informasi dan wawasan keagamaan melalui media online, hal ini disebabkan karna kepraktisan dalam mendapatkan hal tersebut, dan lebih mudah memahami materi-materi yang disajikan. Situs yang paling banyak dikunjungi oleh mahasiswa yaitu situs Tafaquh sebesar 15%, situs Akhyar TV 10%, rodjka TV 10%. Shif Media, narasi TV, nu. id dan al barjah masing-masing sebesar 10. dan situs yang lainnya sama sebesar 5 sampai 4%. Dilihat dari tabel diatas terlihat bahwa situs yang paling banyak dikunjugi oleh mahasiswa adalah situs Tafakuh dan Akhyar TV, dimana situs ini adalah situs dari ustadz Abu Somad dan ustadz Adi Hidayat. Selain itu pula situs yang lain yang paling banyak dikunjungi oleh mahasiswa adalah situs al barjah dan NU. Situs- situs lain juga dikunjungi oleh mahasiswa dalam mencari sumber keagamaan. Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. PENUTUP Kesimpulan dari penelitian adalah bahwa literasi keagamaan di kalangan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, berdasarkan hasil uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa. tingkat literasi keagamaan mahasiswa dari tingkat pemahaman 86% berhasil dalam menjawab tes yang diberikan, dan hanya 1% orang yang dianggap gagal. sumber literasi keagamaan berada pada tingkat kategori Baik karena mendekati kategori 60%-80%. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta jurusan PAI dalam mencari sumber- sumber keagamaan baik melalui media off line dan online pada tingkat kategori Baik, yang berada pada posisi cukup . %) dengan Baik . %) yakni sebesar 73. dilihat dari sumber-sumber lain untuk mendapatkan wawasan keagamaan, dari ulama yang berpangaruh sebesar 92% mahasiswa mempunyai ulama yang sangat berpengaruh dalam kehidupan mereka. Sedangkan dari internet mahasiswa dalam mencari sumber-sumber keagamaan sebesar 87%. Mahasiswa yang menyaksikan televisi untuk mencari sumber keagamaan sebesar 80%, dan mahasiswa yang mendengarkan radio sebesar 34%. Buku-buku yang dibaca mahasiswa dalam mencari dan menambahkan wawasan keagamaan sebesar 77%, hal ini membuktikan bahwa mahasiswa UIN syarif Hidayatullah Jakarta masuk dalam kategori Baik dalam Literasi keagamaan baik dari pemahaman, sumber litarasi yang Berikut adalah tabel yang menampilkan hasil secara keseluruhan gambaran mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam menambah wawasan sumber informasi dari ulama yang berpengaruh, sumber yang mereka peroleh dari internet. Televisi yang mereka saksikan. Radio yang mereka dengarkan dalam mencari tambahan wawasan literasi Jurnal Emanasi. Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial (Vol 3. No. April 2. Tabel tersebut menggambarkan bahwa mahasiswa lebih dominan mencari sumber keagamaan dalam menambah wawasan keagamaan melalui ulama yang berpengaruh sebesar 92%, mahasiswa yang mengakses internet untuk literasi keagamaan sebesar 87%, televisi yang mereka saksikan untuk menambah wawasan keagamaan sebesar 80%, dan untuk buku sebesar 77%, prosentase untuk buku dikisaran yang baik, bahwa mahasiswa masih mengutamakan buku-buku dalam mencari wawasan literasi keagamaan meskipun berdasarkan hasil wawancara buku- buku yang mereka baca adalah buku-buku yang memang diwajibkan dalam materi perkuliahan. Untuk radio, prosentase mahasiswa yang mendengarkan radio sebesar 34% saja, hal ini terjadi karena mahasiswa sekarang lebih didominasi oleh gadget yang mereka miliki dalam mencari hal- hal keagamaan daripada mendengarkan radio. DAFTAR PUSTAKA