Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 1. Februari 2025 REVIEW ARTIKEL: EFEKTIVITAS EKSTRAK BAHAN ALAM SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA PENYEMBUHAN ULKUS DIABETES ARTICLE REVIEW: EFFECTIVITY OF HERBAL EXTRACTS AS ANTIBACTERIAL AGENT IN THE TREATMENT OF DIABETIC ULCERS Dudy Agustian Hidayat*. Marita Kaniawati Program Studi Magister Ilmu Farmasi. Fakultas Farmasi. Universitas Bhakti Kencana. Bandung Jl. Soekarno-Hatta No. 754 Cipadung Kidul. Kec. Panyileukan. Kota Bandung. Jawa Barat 40614 *e-mail korespondensi: dudyagustian@gmail. ABSTRAK Ulkus diabetes merupakan salah satu komplikasi serius yang sering disertai infeksi bakteri, sehingga memerlukan terapi antibakteri yang efektif. Resistensi antibiotik menjadi tantangan dalam pengobatan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekstrak bahan alam sebagai antibakteri dalam penyembuhan ulkus diabetes dengan metode literatur review, metode digunakan dengan meninjau berbagai artikel ilmiah yang memuat data tentang efektivitas ekstrak bahan alam, bakteri target, konsentrasi dan metode uji. Hasil menunjukkan bahwa bahan alam seperti daun pisang ambon (Musa paradisiaca var. , daun manggis (Garcinia mangostan. , dan marshmallow (Althaea officinali. efektif sebagai antibakteri penyebab ulkus diabetes, termasuk Staphylococcus aureus. Pseudomonas aeruginosa, dan Escherichia coli dengan menunjukkan zona hambat pada metode uji. Disimpulkan bahwa ekstrak bahan alam memiliki prospek yang menjanjikan sebagai terapi komplementer antibakteri dalam pengobatan ulkus diabetes. Kata Kunci: antibakteri, bahan alam, terapi komplementer, ulkus diabetes. ABSTRACT Diabetic ulcers are severe complications often accompanied by bacterial infections, necessitating effective antibacterial treatments. The growing issue of antibiotic resistance further complicates this This study aims to evaluate the potential of natural extracts as antibacterial agents for managing diabetic ulcers. A literature review was conducted by analyzing scientific articles that reported on the antibacterial efficacy of natural extracts, the targeted bacteria, the concentrations used, and the testing methods applied. The findings demonstrated that natural extracts such as banana leaves (Musa paradisiaca var. , mangosteen leaves (Garcinia mangostan. , and marshmallow (Althaea officinali. exhibit significant antibacterial activity against diabetic ulcer pathogens, including Staphylococcus aureus. Pseudomonas aeruginosa, and Escherichia coli. This activity was observed through inhibition zones measured in various testing methods. Natural extracts show great promise as complementary antibacterial therapies for diabetic ulcers. Keywords: antibacterial, complementar therapy, diabetic ulcer, herbal extract. Diterima: 14 Februari 2025 Direview: 25 Februari 2025 Diterbitkan: 26 Februari 2025 Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 1. Februari 2025 PENDAHULUAN Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), jumlah penderita Diabetes Melitus (DM) di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2000, tercatat 8,4 juta kasus, dan diperkirakan akan melonjak menjadi 21,3 juta kasus pada tahun 2030. International Diabetes Federation (IDF) juga memprediksi kenaikan penderita DM. Pada tahun 2014, tercatat 9,1 juta penderita DM di Indonesia, dan diperkirakan akan meningkat menjadi 14,1 juta kasus pada tahun 2035 (Zahrani et al. , 2. Di Indonesia prevalensi diabetes melitus meningkat secara signifikan seiring bertambahnya usia. Menurut konsensus 2015 kelompok umur 55-64 tahun memiliki prevalensi tertinggi, yaitu 15,6%, diikuti oleh kelompok umur 45-54 tahun dengan prevalensi 11,5% (Kemenkes. Ulkus diabetes merupakan konsekuensi yang sangat umum dari kondisi diabetes yang sudah berlangsung lama. Sekitar 19-34% penderita diabetes akan mengalami ulkus diabetes sepanjang hidup mereka (Mc Dermott et al. , 2. Komplikasi serius, termasuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang resisten terhadap pengobatan antibiotik. Beberapa bakteri patogen yang umum ditemukan pada ulkus kaki diabetes, seperti Staphylococcus aureus (S. Staphylococcus epidermidis (S. Escherichia coli (E. Klebsiella pneumoniae (K. Morganella morganii (M. , dan Proteus mirabilis (P. Hal ini menekankan pentingnya mencari alternatif untuk antibiotik tradisional, ini mencakup eksplorasi senyawa fitokimia dari tanaman obat sebagai agen antibakteri (Mashamba et al. , 2. Beberapa komponen utama yang ditemukan dalam tanaman bahan alam adalah minyak atsiri, saponin, alkaloid, vitamin dan mineral (Biswas et al. , 2. Artikel lain menjelaskan beberapa kandungan dari bahan alam seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, asam fenolik serta vitamin dan Kandungan ini berkontribusi pada berbagai manfaat kesehatan, termasuk sifat antimikroba, anti-inflamasi, dan kemampuan untuk mempercepat penyembuhan luka (Muhammad et al. , 2. Ekstrak bahan alam dari berbagai tanaman telah menunjukkan potensi besar dalam pengobatan berbagai penyakit, termasuk luka kronis seperti ulkus diabetes. Senyawa bioaktif yang terkandung di dalamnya memiliki sifat antibakteri yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Hal inilah yang menjadi tujuan penyusunan review artikel ini yaitu dengan memberikan wawasan dan rekomendasi pilihan terkait penggunaan bahan alam sebagai terapi komplementer dalam membantu penyembuhan ulkus diabetes, dengan menekankan potensi efektivitas, keamanan, serta peluang pengembangan bahan alam. METODE PENELITIAN Penelusuran artikel dilakukan pada bulan Desember 2024 melalui basis data ilmiah seperti PubMedA. Scopus. ScienceDirect dan Google Scholar. Proses pencarian menggunakan kombinasi kata kunci atau keyword pada Google Scholar yaitu Auekstrak bahan alamAy. AuantibakteriAy. Auulkus diabetesAy serta pada PubMedA. Scopus, dan ScienceDirect yaitu Auherbal extractAy. AuantibacterialAy. Aydiabetic ulcerAy. Penyaringan yang sesuai dengan kriteria inklusi dan yang masuk dalam range waktu 10 tahun terakhir . , serta artikel yang mencakup studi in vitro maupun in vivo yang memfokuskan pada penggunaan ekstrak bahan alam sebagai antibakteri pada efek penyembuhan luka diabetes. Kriteria eksklusi yaitu pada sebagian besar hasil penelusuran tidak relevan dengan topik luka diabetes, seperti banyak artikel yang membahas ke arah efek kosmetik dan luka bakar, artikel dengan menggunakan bahan sintetis tanpa bahan alam, dan artikel yang tidak tersedia secara lengkap. Setelah mendapatkan literatur yang dikehendaki, kemudian dilakukan proses skrining berdasarkan judul, abstrak, kata kunci atau keywords keseluruhan isi teks. Setelah dilakukan proses skrining, didapatkan jurnal ilmiah yang relevan dengan penelitian yaitu sebanyak 17 jurnal dari Google Scholar . dan PubMedA . Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 1. Februari 2025 Gambar 1. Skema Pencarian Literatur HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelusuran artikel, maka dapat dibuat tabel perbandingan dari semua artikel yang masuk dalam kriteria, berikut beberapa hasil penelitian yang mendukung terhadap aktivitas antibakteri pada patogen penyebab ulkus diabetes: Tabel 1. Perbandingan Efektivitas Aktibakteri Penyebab Ulkus Diabetes Penulis Bahan Alam Bakteri Metode Uji Hasil (Tahu. (Ekstra. Chlorella Memilikiaktivitas antibakteri, zona Anabaena flosDifusi agar hambat . (Ahmed et Staphylococcus (MuellerChlorella vulgaris , 2. kstrak Hinto. etanol, air & Anabaena flos-aquae etil aseta. Memiliki aktivitas Coffea arabica Pseudomonas N-Phenyl(Zubair, , . kstrak antivitas anti-biofilm: Escherichia coli (NPN) & Uji Monokultur . 6%) Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 1. Februari 2025 Penulis (Tahu. (Elhabal et , 2. (Wahyuni et al. (Reza P. et al. (Dwi Pramesti et , 2. (Armi et , 2. (Ali et al. (Rosalina et , 2. Bahan Alam (Ekstra. Althaea . kstrak ai. Piper betle L. kstrak Rimpang Kencur. Lempuyang, . kstrak nheksa. Anredera (Ten. ) steenis. Strobilanthes . kstrak Musa kstrak Bakteri Metode Uji Hasil Staphylococcus Densitas Optik (OD) Campuran . -66%) Staphylococcus aureus. Bacillus Escherichia coli. Pseudomonas Difusi agar & Mikrodilusi Broth Memiliki aktivitas Zona inhibisi Gel A. OZnO-NPs-CS: Staphylococcus aureus . ,04 m. dibandingkan E. dan P. Zona inhibisi A. OZnO-NPs . ,01 m. Zona inhibisi A. ,01 m. MIC: ZnO-NPs. AAg/m. Memiliki aktivitas antibakteri, zona hambat: 4,96 mm, 8,21 mm, & 9,37 mm Klebsiella Difusi . aper Stutzerimonas Difusi . aper Memiliki aktivitas zona hambat tertinggi 50% -15,02 mm Escherichia coli Difusi (KirbyBaue. Memiliki aktivitas antibakteri, zona hambat tertinggi 100% . ,50 m. Difusi Memiliki aktivitas antimikroba, zona hambat tertinggi 15% 2,33 mm Staphylococcus Bunga Cengkeh, . kstrak Proteus mirabilis Garcinia kstrak Enterobacter spp. Shigella spp. Klebsiella spp. Difusi . ell diffusio. & Induksi Streptozotocin (STZ) Difusi . aper In vitro Memiliki aktivitas MIC: 8 AAg/ml & MBC: 10 AAg/ml In vivo Memiliki aktivitas Memiliki aktivitas antibakteri, zona Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 1. Februari 2025 Penulis (Tahu. (Almasian et al. (Sari et al. (Putri et al. (Muhamma d et al. Bahan Alam (Ekstra. fraksi nheksan, etil asetat, nbutano. Mentha piperita L. kstrak etanol 80 dan air . Aquilaria Baill. , . kstrak Carica papaya , (Carboxy Methyl Cellulosa (CMC) Moringa . kstrak metanol, fraksi heksan, fraksi a, fraksi etil asetat, fraksi Bakteri Metode Uji Pseudomonas spp. Salmonella spp. Hasil hambat tertinggi 100% - 27,10 mm In vitro Memiliki aktivitas antibakteri dengan MIC: ,26 A 0,01 mg/m. ,29 A 0,01 mg/m. Staphylococcus Escherichia coli Pengenceran agar . gar dilution metho. Staphylococcus Proteus mirabilis Difusi cakram (Kirby-Baue. Pseudomonas Tidak memiliki Difusi agar aktivitas antibakteri (Mueller Hinto. terhadap bakteri uji Staphylococcus Pseudomonas Escherichia coli In vivo Memiliki aktivitas PU/F/15 . ,14 A 0,2%) PU/F/15/10 . ,55 A 0,15%) Memiliki aktivitas antibakteri, zona hambat tertinggi pada 500 mg/mL: ,80 m. ,41 Memiliki aktivitas antibakteri dengan MIC: ,125 AAg/m. ,25 AAg/m. ,125 AAg/m. Pengenceran agar & Well Memiliki aktivitas aureus . ,60 A 0,0 aureus . ,30 A 0,0 aureus . ,60 A 1,5 aeruginosa . ,60 A 1,0 m. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 1. Februari 2025 Penulis (Tahu. Bahan Alam (Ekstra. Bakteri Metode Uji Hasil coli . ,60 A 1,0 m. ,0 A 2,0 aeruginosa . ,6 A 1,3 m. ,3 A 1,5 m. Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa sebagian besar penelitian menggunakan ekstrak etanol dan sebagian kecil menggunakan ekstrak air, metanol, dan etil asetat. Hasil data penelitian diatas dapat diklasifikasikan penggunaan bahan alam yang memiliki aktivitas antibakteri patogen penyebab ulkus Tabel 2. Bahan alam memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus & S. Bahan Alam Bakteri Hasil Penulis (Tahu. (Ekstra. Musa paradisiaca var. Staphylococcus epidermidis In vitro (Armi et al. , 2. Memiliki Moringa oleifera Staphylococcus aureus In vitro (Muhammad et al. Pseudomonas aeruginosa Memiliki Escherichia coli Chlorella vulgaris & Staphylococcus aureus In vitro (Ahmed et al. , 2. Anabaena flos-aquae Memiliki Althaea officinalis Staphylococcus aureus In vitro (Elhabal et al. Bacillus subtilis Memiliki Escherichia coli Pseudomonas aeruginosa Aquilaria microcarpa Staphylococcus aureus In vitro (Sari. Muhani and Baill. Proteus mirabilis Memiliki Fajriaty, 2. Mentha piperita L. Staphylococcus aureus In vitro (Almasian et al. Escherichia coli Memiliki In vivo Memiliki Coffea arabica L. Pseudomonas aeruginosa In vitro (Zubair, 2. Escherichia coli Memiliki Staphylococcus aureus Keterangan: Data diklasifikasikan mulai dari yang memiliki zona hambat paling tinggi terhadap bakteri uji. Daun pisang ambon (Musa paradisiaca var. menjadi alternatif dalam pemilihan bahan alam, dengan menunjukkan konsentrasi 15% memberikan zona hambat terhadap bakteri uji Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 1. Februari 2025 Staphylococcus aureus sebesar 2,33 mm, namun belum melakukan uji in vivo jika dibandingkan dengan peppermint (Mentha piperita L. ) yang telah melakukan uji in vivo. Tabel 3. Bahan alam memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. Bahan Alam (Ekstra. Garcinia mangostana Moringa oleifera Althaea officinalis Coffea arabica L. Bakteri Hasil Penulis (Tahu. Enterobacter spp. Shigella spp. Klebsiella spp. Pseudomonas spp. Salmonella spp. Staphylococcus aureus Pseudomonas aeruginosa Escherichia coli Staphylococcus aureus Bacillus subtilis Escherichia coli Pseudomonas aeruginosa Pseudomonas aeruginosa Escherichia coli Staphylococcus aureus In vitro Memiliki aktivitas (Rosalina and Mahendra, 2. In vitro Memiliki aktivitas In vitro Memiliki aktivitas (Muhammad et al. In vitro Memiliki aktivitas (Zubair, 2. (Elhabal et al. Keterangan: Data diklasifikasikan mulai dari yang memiliki zona hambat paling tinggi terhadap bakteri uji. Daun manggis (Garcinia mangostan. menjadi alternatif dalam pemilihan ekstrak bahan alam, dengan menunjukkan hasil uji yang signifikan terhadap bakteri uji Pseudomonas aeruginosa jika dibandingkan dengan hasil penelitian lainya, yaitu dengan konsentrasi 100 % memberikan zona hambat 27,10 mm. Tabel 4. Bahan alam memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli Bahan Alam Bakteri Hasil Penulis (Tahu. (Ekstra. Staphylococcus aureus In vitro Bacillus subtilis (Elhabal et al. Althaea officinalis Memiliki aktivitas Escherichia coli Pseudomonas aeruginosa Staphylococcus aureus In vitro (Muhammad et al. Moringa oleifera Pseudomonas aeruginosa Memiliki aktivitas Escherichia coli Anredera In vitro (Dwi Pramesti, (Ten. ) steenis Escherichia coli Memiliki aktivitas Harlita and Aina. Strobilanthes crispus In vitro Memiliki aktivitas Staphylococcus aureus (Almasian et al. Mentha piperita L. Escherichia coli In vivo Memiliki aktivitas Pseudomonas aeruginosa In vitro Coffea arabica L. Escherichia coli Memiliki aktivitas (Zubair, 2. Staphylococcus aureus Keterangan: Data diklasifikasikan mulai dari yang memiliki zona hambat paling tinggi terhadap bakteri uji. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 1. Februari 2025 Marshmallow (Althaea officinali. menjadi alternatif dalam pemilihan ekstrak bahan alam sebagai antibakteri terhadap Escherichia coli jika dibandingkan dengan hasil penelitian lainya, yaitu dengan konsentrasi 100 AAg/ml memberikan zona hambat 13,01 mm. Namun dari data secara keseluruhan, yaitu daun manggis (Garcinia mangostan. dan marshmallow (Althaea officinali. mempunyai koleksi pengujian yang paling banyak terhadap bakteri patogen penyebab ulkus diabetes dibandingkan dengan bahan alam lainnya. Bahan alam hasil penelusuran seperti daun manggis (Garcinia mangostan. memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan, terutama terhadap bakteri yang sering ditemukan pada ulkus diabetes. Efek antibakteri ini diduga berkaitan dengan senyawa aktif alkaloid dan flavonoid yang mampu mengganggu fungsi membran sel dan menghambat metabolisme bakteri. Temuan ini menunjukkan bahwa senyawasenyawa tersebut tidak hanya efektif tetapi juga berpotensi lebih aman dibandingkan antibiotik konvensional, karena rendahnya resiko resistensi. Efektivitas ekstrak bahan alam terhadap bakteri memberikan peluang besar dalam pengobatan ulkus diabetes, khususnya terhadap pasien yang resisten antibiotik atau pasien yang menghadapi keterbatasan akses terhadap antibiotik mahal. Metode ekstraksi menghasilkan konsentrasi yang dapat menyebabkan hasil yang tidak konsisten, sehingga memerlukan standarisasi lebih lanjut. KESIMPULAN Bahan alam yang memiliki potensi sebagai agen antibakteri dalam pengobatan ulkus diabetes yaitu seperti daun pisang ambon (Musa paradisiaca var. , daun manggis (Garcinia mangostan. , dan marshmallow (Althaea officinali. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk optimalisasi formulasi dan menvalidasi efektivitas kandungan senyawa bioaktif bahan alam dengan mekanisme kerja terhadap bakteri uji penyebab ulkus diabetes. DAFTAR PUSTAKA