Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Halaman jurnal di https://journal. id/skenoo Potret Pra-Inkarnasi Yesus sebagai Malakh YHWH: Kutipan Langsung Maleakhi 3:1 dalam Prolog Injil Markus Gilbeth Pramana Saputra Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Surabaya email: gilbethpramana@gmail. INFO ARTIKEL Sejarah artikel: Dikirim 24 Oktober 2024 Direvisi 22 April 2025 Diterima 17 Juni 2025 Terbit 30 Juni 2025 Kata kunci: Malakh YHWH Kristologi Yesus Intertekstual Keywords: Malakh YHWH Christology Jesus Intertextual ABSTRAK Umumnya literatur Teologi Sistematika tidak terhindarkan untuk mengangkat topik Kristologi dan Angelologi. Mayoritas Teolog Teologi Sistematika sepakat bahwa Malakh YHWH merujuk kepada eksistensi pra-inkarnasi Yesus. Sayangnya tidak ada argumentasi alkitabiah mengapa Yesus diasosiasikan sebagai Malakh YHWH di PL. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah kualitatif, studi pustaka dengan pendekatan intertekstual. Melalui artikel ini. Peneliti menandaskan bahwa natur Malakh YHWH dideskripsikan oleh PL bahwa Ia adalah Allah yang dilayani oleh tokoh-tokoh yang pernah terlibat dengan-Nya. Kehadiran Malakh YHWH membuktikan pluralitas Pribadi di dalam diri Allah sehingga dapat dipahami Trinitas sudah diajarkan PL. Bapa-bapa Gereja memahami frasa Malakh pada Yesus tidak diartikan secara ontologis melainkan secara fungsional. Motif Markus mengutip Maleakhi 3:1 pada prolognya hendak menyingkapkan kepada pembaca Injilnya bahwa Malakh YHWH yang dijanjikan tergenapi melalui kedatangan Yesus di sungai Yordan. Jadi, dasar biblika pengasosiasian Yesus sebagai Malakh YHWH adalah Markus yang mengutip langsung Maleakhi 3:1. ABSTRACT Generally. Systematic Theology inevitably raises the topic of Christology and Angelology. The majority of Systematic Theology theologians agree that Malach YHWH refers to pre-incarnate existence of Jesus. Unfortunately, there is no biblical argumentation as to why Jesus is associated as Malach YHWH in OT. The research method used in this article is qualitative, literature study with an intertextual approach. Through this article, the researcher asserts that the nature of Malach YHWH is described by OT that He is a God who is served by characters who have been involved with Him. The presence of Malach YHWH proves plurality of Persons in God so that it can be understood that the Trinity has been taught by OT. Church Fathers understood phrase Malach in Jesus not ontologically but functionally. Mark's motive in citing Malachi 3:1 in his prologue was to reveal to the readers of his Gospel that the promised Malach YHWH was fulfilled through the coming of Jesus at the Jordan. Thus, the biblical basis for the association of Jesus as the Malach YHWH is Mark's direct cited of Malachi 3:1. PENDAHULUAN Umumnya seluruh buku Teologi Sistematika atau Dogmatika Kristen telah mengangkat Kristologi dan Angelologi di dalam setiap pembahasan doktrin. Pada dua topik Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 49 mengidentifikasikan Yesus sebagai Malaikat TUHAN atau dalam bahasa Ibraninya Malakh YHWH yang merujuk kepada kehadiran pra-inkarnasi Yesus di Perjanjian Lama. Namun, pengidentifikasian Yesus sebagai Malakh YHWH di pembahasan buku-buku teologi sistematika memiliki artikulasi dan penjabaran yang kurang komprehensif, bahkan hanya sekadar disinggung sekilas saja ataupun maksimal diuraikan dari penyorotan Perjanjian Lama saja tentang siapa Malaikat TUHAN itu. Mayoritas penafsir Alkitab mengatakan bahwa Malakh YHWH dalam Perjanjian Lama adalah pribadi Ilahi yang menunjuk kepada manifestasi Allah. Contoh. Wayne Grudem dan Charles Hodge menyimpulkan bahwa potret Malaikat ini menjadi bukti adanya pluralitas pribadi Allah. Maka, pada beberapa kasus di Perjanjian lama, eksistensi Malaikat TUHAN justru merujuk kepada Allah sendiri1. Tetapi. Millard Erickson mengalami kesulitan menghadapi persoalan mengidentifikasi identitas Malakh YHWH berdasarkan deskripsi Perjanjian Lama dan Baru. Terdapat tiga temuan Erickson. Pertama. Ia adalah Malaikat yang menjalankan tugas spesial. Kedua. Ia adalah Allah yang terkadang dilihat dalam rupa manusia. Ketiga. Ia adalah Yesus pra-inkarnasi. Bagi Erickson, tidak ada usulan yang memuaskan dari tiga temuan tersebut walaupun Ia sendiri memegang di posisi kedua2. Chris Marantika juga dalam buku Kristologinya. Ia mendedah topik keberadaan Yesus di Perjanjian Lama bahwa eksistensi pra-inkarnasi Yesus telah dinyatakan di Maleakhi 3:13. Isi ayat tersebut berkata: AuAku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki ituAy4 Lembaga Alkitab Indonesia juga memberikan catatan kaki pada Maleakhi 3:1 yang diparalelisasi dengan Markus 1:2. Matius 11:10 dan Lukas 1:76, 7:27. Catatan kaki itu menandakan bahwa LAI menyadari adanya koneksi antara ayat-ayat itu. Tetapi, menjadi pertanyaan serius: bagaimana sebagai pembaca Kristen seperti Erickson. Lembaga Alkitab Indonesia dan Marantika dapat memverifikasi Malakh YHWH dalam PL merujuk kepada Yesus? Mereka tidak menyajikan argumentasi atas klaim Malakh YHWH yang diasosiasikan pada Kristus. Malahan kelompok Saksi Yehovah memiliki tafsiran yang berlawanan dengan Kristen yang ortodoks perihal pengidentifikasian Yesus sebagai Malaikat TUHAN. Kelompok ini mengajarkan bahwa sebelum Yesus berinkarnasi. Ia adalah Malaikat Mikhael. Kata lain, sebelum mengenakan tubuh insani, natur Yesus hanya adalah malaikat sehingga kedudukan Yesus tidak setara dengan Allah Bapa secara ontologis5. Akibat dari tafsiran itu, posisi Saksi Yehovah tersebut menegaskan Yesus bukan pribadi Ilahi yang dianggap sebagai Allah. Charles Hodge. Systematic Theology (Monergism Book, 2. Wayne Grudem. Systematic Theology: An Introduction to Bible Doctrine (Grand Rapids: Zondervan Publishing House, 1. 2 Millard J. Erickson. Teologi Kristen: Volume 1 (Malang: Gandum Mas, 1. 3 Chris Marantika. Kristologi (Yogyakarta: Iman Press, 2. 4 Frasa yang diberi bold merupakan inti masalah dalam artikel ini 5 Kelompok ini mengatakan bahwa Mikhael merupakan nama lain dari Yesus JW. AuApakah Yesus Adalah Mikhael Sang Penghulu Malaikat?,Ay Jw. Org. 50 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Pemahaman yang salah terhadap identitas Malaikat TUHAN dalam Perjanjian Lama yang berkaitan dengan Yesus sangatlah berbahaya karena doktrin ini inheren dengan doktrin kristologi-angelologi yang alkitabah. Demikian latar belakang Peneliti mengangkat topik penggunaan Maleakhi 3:1 oleh Markus dalam prolog injilnya yang disematkan kepada Yesus. Motif peneliti mengangkat topik ini sebagai pembuktian. Melalui artikel ini, pembuktian ini menolong pembaca Kristen memahami bahwa eksistensi Malaikat TUHAN merupakan bukti pluralitas pribadi Allah. Malaikat TUHAN adalah YHWH sendiri sehingga dengan pasti doktrin Trinitas adalah ajaran yang bersumber dari Alkitab, yang telah dinarasikan oleh Perjanjian Lama sendiri, khususnya Maleakhi 3:1, yang peneliti eksplorasi. yang sekaligus diverifikasi oleh Markus dalam prolog injilnya yang menyingkapkan identitas Malaikat Perjanjian di Maleakhi 3:1 adalah Yesus yang dijanjikan, identitasNya sebagai Pribadi prainkarnasi. Tentunya topik ini merupakan tugas Teologi Biblika untuk menunjang serta mengafirmasikan yang sudah ditandaskan di diskursus Teologi Sistematika. METODE Untuk menganalisis penggunaan Maleakhi 3:1 dalam Markus 1:2. Peneliti menggunakan metodologi kualitatif, khususnya studi pustaka. Studi pustaka pada artikel ini menggunakan pendekatan intertekstual yang melibatkan analisis teologis untuk memahami dahulu natur Malakh YHWH di Perjanjian Lama. Kemudian melibatkan analisis patristik guna memahami istilah angelic secara fungsional yang disematkan pada Kristus. Terakhir, menggunakan analisis kutipan untuk memahami potret pra-inkarnasi Kristus berdasarkan penggunaan Maleakhi 3:1 oleh prolognya Markus. HASIL DAN PEMBAHASAN Natur Malakh YHWH di Perjanjian Lama Figur Malakh YHWH diceritakan oleh Perjanjian Lama memiliki karakteristik yang sangat berbeda daripada malaikat-malaikat lain. Deskripsi umumnya, malaikat diciptakan Allah untuk menunaikan sebuah tugas yang telah dikhususkan atas perintah Tuhan dan diciptakan untuk tunduk di bawah otoritas Allah serta turut melaksanakan perintah Allah, seperti Gabriel. Mikael. Kerubim. Serafim dan malaikat lainnya. Maka, dapat dimengerti bahwa malaikat-malaikat eksis di bawah kekuasan Allah. Tetapi identitas Malaikat TUHAN tidak sama. Dari segi gramatikal, malaikat yang merujuk kepada makhluk roh yang melayani Allah di bagian lain ditampilkan dalam bentuk jamak - EA pada teks Yunani dan A u auAoAdi teks Ibrani (Kejadian 28:12. 32:1. Ayub 4:18. Mazmur 91:11, 103:. Sedangkan Malaikat TUHAN selalu dideskripsikan dengan bentuk tunggal. Fenomena tersebut menandakan adanya eksklusifitas atau perbedaan jelas antara Malakh YHWH ddengan malaikat lainnya. Perbedaan natur ini ditunjukkan melalui berbagai narasi peristiwa yang melibatkan Malakh YHWH di seluruh Perjanjian Lama. Perlu untuk diklarifikasi. Secara leksikal, istilah Malakh tidak bisa secara eksklusif hanya diartikan malaikat saja yang merujuk kepada makhluk roh. Pengertian Malakh, atau dalam bahasa Yunaninya adalah Anggelos dapat diterjemahkan menjadi utusan. Burgos Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 51 menambahkan justru arti Malakh bukan dipahami secara ontologis tetapi fungsional. Alkitab begitu banyak mendeskripsikan para nabi, rasul, raja, budak di seluruh PL dan PB juga disebut Malakh dan Anggelos yang menjelaskan sebuah tugas fungsional sebagai pribadi yang diutus untuk melaksanakan sebuah tugas khusus. Semestinya istilah Malakh YHWH tidak perlu diterjemahkan menjadi Malaikat Tuhan. 6 Konteks yang menolong untuk menentukan makna dan arti sebuah kata. Di Kejadian 16:1-16. Malaikat TUHAN menghampiri Hagar yang mengalami penderitaan akibat Sara menindasnya. Pada ayat 10-13 menerangkan tindakan Malaikat TUHAN ini mempunyai kedaulatan dan kuasa membuat keturunan Hagar menjadi banyak hingga tidak terhitung jumlahnya. Kuasa inilah yang ditetapkan oleh Malaikat itu sebagai janji khusus untuk Hagar7. Janji ini memiliki muatan profetik yang persis identik dengan janji yang Allah berikan kepada Abraham yang tertulis di Kejadian 13:16. Abraham akan memiliki keturunan yang sangat banyak. Kemudian, setelah Malaikat ini memberikan nubuat berupa janji kepada Hagar. Ia memanggil Malaikat itu adalah El-Roi. Bahkan Musa sebagai narator Kitab Kejadian 16:13 menerangkan bahwa sosok Malaikat TUHAN yang bercakap-cakap kepada Hagar itu adalah Allah. Janji profetik Allah untuk Hagar mulai digenapi melalui lahirnya Ismael. Hagar dan Ismael diusir oleh Sara karena sebal terhadap mereka, jadi kedua orang ini pun pergi dari rumah Sara dan Abraham. Hagar sempat menelantarkan Ismael sehingga anak itu pun menangis dengan suara nyaring. Menarik jika diperhatikan. Musa menjelaskan di ayat Kejadian 21:17 bahwa Allah Ae Elohim mendengar tangisan Ismael namun di saat bersamaan Malaikat Allah Ae Malakh Elohim yang berseru kepada Hagar. Terlihat Musa membuat perbedaan figur antara Allah dengan Malaikat Allah yang bertindak untuk Hagar dan Ismael. Berikutnya, di Kejadian 22:1-19. Ayat 1-2 menerangkan sebuah peristiwa bahwa Allah memanggil Abraham, kemudian Ia menyahut panggilan Allah dengan sahutan "ya Tuhan". Allah memerintahkan Abraham pergi ke bukit Moria untuk mempersembahkan Ishak bagi Allah. Pada ayat 3, secara jelas bahwa Abraham menuruti perintah itu. Ayat 11, panggilan yang sama yang seperti ayat 1-2 lalu Abraham menjawab panggilan itu dengan sahutan yang sama - "ya Tuhan". Figur yang memanggil Abraham itu adalah Malaikat TUHAN, pribadi yang sama yang berbicara dengan Abraham di bukit Moria. Malaikat TUHAN ini menegaskan ulang janji keturunan yang sudah diucapkan di pasal 13. Dapat diketahui memang janji yang diterima Abraham adalah penegasan. Di pasal 22 ayat 15. Musa sebagai narator mengatakan Aukedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada AbrahamAy. Pertanyaannya, kapan pertama kali Malaikat TUHAN ini mengucapkan seruan yang berisi janji profetik ini sehingga Musa menyebutnya seruan ini sudah yang kedua kali didengar oleh Abraham? 6 Michael R. Burgos. AuThe Angel of Yahweh: Biblical Appelation for The Second Person of The Holy Trinity,Ay The American Journal of Biblical Theology 22, no. : 2. 7 Interpretasi konteks dan budaya latar belakang Abraham menikahi Hagar, lihat di Dwiyono and Kasieli Zebua. AuTinjauan Biblika Mengenai Perkawinan Poligami: Studi Kasus Pernikahan Abraham Dengan Hagar Dalam Kejadian 16:1-16,Ay Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendididikan Agama Kristen 2, no. : 130. 52 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Jawabannya adalah tepat pada pasal 13 ayat 16 itu. Musa menerangkan di pasal 13 bahwa Allah adalah figur yang menjanjikan bahwa janji itu akan digenapi. Maka itu, sebagai pembaca kita dapat mengidentifikasi bahwa Musa hendak mengasosiasikan Malaikat TUHAN dengan Allah. Lukas selaku penulis Kisah Para Rasul 3:25 sekaligus yang mengutip dan membaca Kejadian 13 dan Kejadian 22. Lukas memahami narasi kovenan itu merupakan peristiwa diikatnya perjanjian yang diiniasi Allah dengan Abraham. Ungkapan janji ini yang dinamakan oleh Menken bliblical birth oracle. 8 Istilah ini bermakna janji yang Allah nyatakan kepada masing-masing orang tersebut bersifat khusus dan spesifik. Sebab janji yang diinisiasikan oleh Allah merupakan bagian rencana besar Allah, yang Tuhan ingin libatkan orang-orang yang terikat oleh janji untuk turut berpartisipasi. Jadi, janji yang diterima oleh Abraham bukan janji dan penggenapan biasa. Paulus di Galatia 3:16 telah menjelaskan orakel Kejadian 13 yang kemudian diulangi di pasal 22 bahwa profetik kovenan pada dua pasal itu berbicara tentang misi penebusan yang dilakukan oleh Yesus. Inilah letak biblical birth oraclenya. Pada narasi Kejadian 31:11-13. Malaikat TUHAN muncul lagi dan berinteraksi dengan Yakub. Yakub memanggil sosok itu Auya TuhanAy. Tidak heran jika Yakub memanggil Malaikat itu adalah Tuhan sebab pada ayat 13 Ia menegaskan bahwa Dia adalah Allah. Selanjutnya di kitab Keluaran. Sebagai penulis dan redaktur kitab Taurat. Musa sendiri pernah berinteraksi dengan Malaikat TUHAN. Di pasal 3:2-6. Musa melihat penampakan nyala api yang muncul dari semak duri. Musa menyebut sosok penampakan nyala api yang keluar dari semak adalah Malaikat Tuhan. Malaikat itu memperkenalkan diri-Nya bahwa Ia Allah Abraham. Ishak Yakub. Pernyataan Malaikat TUHAN memperkenalkan identitas sebagai Allah ini membuat Musa ketakutan saat mendengar pengakuan Malaikat itu. Tindakan yang sama dengan di Kejadian 13. Secara tersirat. Musa memperkenalkan lagi kepada pembaca bahwa dua figur yang berbeda, antara TUHAN dan Malaikat TUHAN tersebut adalah Pribadi Ilahi yang sama-sama dipanggil dan dipercayai sebagai Allah. Musa juga menuliskan di Keluaran 23:20-23 yang berisi janji dan teguran Allah untuk bangsa Israel. Konteks Keluaran 23 merupakan interaksi Allah dengan Musa yang mengemban tugas imamat dan profetik yang mewakili umat Allah. Dalam interaksinya. Musa mendokumentasikan setiap yang Allah katakan berupa perintah, teguran, pedoman hidup dan janji untuk bangsa Israel. Pada pasal 23:20-23. Allah telah berjanji akan menuntun serta melindungi bangsa Israel menuju tanah perjanjian yang disediakan Tuhan. Saat itu. Israel sedang di padang gurun Sinai tetapi Musa naik ke atas gunung. Dalam janji itu. Allah akan mengutus seorang A Ae u a oAMalakh (Terjemahan Baru: Malaika. Malakh itu yang akan melindungi dan membawa Israel ke Kanaan. Namun. Allah yang mengutus Malakh itu memberikan perintah tegas kepada semua orang Israel. Perintah itu menyuruh mereka untuk menjaga diri di hadapan Malakh. Mereka harus taat dan jangan mendurhaka kepada Malakh 8 Marteen J. J Menken. AuThe Textual of The Quotation From Isaiah 7:14 in Matthew 1:2,Ay Novum Testamentum 43, no. Fase 2 . : 151Ae153. Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 53 itu. Sebab, bila melanggar apa yang dikehendaki Malakh, maka pelanggaran mereka tidak diampuni karena nama Allah ada di dalam Dia. Perintah ini dikontraskan dengan ayat 24 yang berisi larangan untuk menyembah Ilah-ilah berhala. Jika dicermati tata kalimat ayat 20-24, struktur kalimat pada 20-23 menjelaskan posisi Malakh yang diutus oleh Allah disejajarkan dengan tindakan kontras larangan mengabdi kepada Ilah. Jadi, perintah tunduk kepada Malakh YHWH sama halnya dengan mengabdi kepada Allah. Hal ini ditegaskan di ayat selanjutnya di ayat 25. Melalui ulasan ini, dapat dikenal bahwa potret Malakh YHWH itu adalah Allah. Perlakuannya yang digambarkan sebagai Allah membuktikan keilahian-Nya yang setara dengan YHWH. Keterlibatan Malakh di peristiwa-peristiwa khusus mengindikasikan ada Pribadi yang lain yang setara dengan YHWH. Maka, tepat yang Henry Thiessen katakan bahwa eksistensi Malakh YHWH di Perjanjian Lama adalah petunjuk khusus dan jelas membuktikan pluralitas pribadi Allah. Malakh YHWH menunjuk kepada pribadi kedua Allah Tritunggal. Potret Malaikat ini dalam Perjanjian Lama ini merupakan petunjuk kedatanganNya sebagai manusia di masa depan. Malaikat TUHAN ini dianggap sebagai Allah tetapi berbeda dengan Allah. Tindakan dan penyebutan yang ditujukan kepada Ia memperkenalkan bahwa Ia adalah pribadi Ilahi yang berotoritas. Tidak mungkin bila identitas Malakh YHWH identik dengan Malaikat biasa sebab Malaikat berada di bawah otoritas Allah. Ungkapanungkapan perihal Malaikat itu malah menggambarkan sosok Ilahi yang persis memiliki kualitas yang setara dengan tindakan yang Allah ungkapkan kepada orang-orang yang berinteraksi dengan Nya. Malakh YHWH ini dapat mengampuni dosa serta menghakimi (Keluaran 23:21-. , menikmati persembahan (Hakim-hakim 6:20-219, bandingkan dengan Imamat 9:. , dan orang-orang menjadi taat kepada Dia (Mazmur 34:. Persis yang diungkapkan oleh Thiessen. Muriwali Yanto Matalu juga turut menerangkan figur Malaikat TUHAN merupakan cara-cara Allah menampakkan diri-Nya 9Memang topik ini tidak luput dari kontra. Memang ada interpretasi yang berposisi bahwa Malaikat TUHAN bukan Allah yang ber-teofani. Salah satu dari pihak kontra adalah Aska Apriliano Pattinaja dan Andris Kiamani. Melalui artikel yang diterbitkan di Jurnal Scripta, terbitan STT Ebenhaezer Tanjung Enim. Mereka menyimpulkan justru sosok Malaikat TUHAN di Alkitab tidak bisa diasosiasikan merujuk kepada Allah. Namun kosekuensi interpretasi ini tentu akan mendapat kesulitan fatal untuk menyelaraskan ayat-ayat yang mendeskripsikan tentang Malakh sebagai utusan. Sebab. Di seluruh Alkitab tidak pernah menyajikan fakta-fakta sccara naratif dan de jure bahwa Malaikat dapat menerima persembahan dan penyembahan dari umat, bahkan disepadankan dengan Allah seperti yang beberapa nas PL sajikan. Contoh saja, ketika Rasul Yohanes hendak menyembah Malaikat yang memberikan penglihatan berupa wahyu. Malah Malaikat itu menolak untuk disembah (Wahyu 22:8-. Persis dengan narasi Kisah Para Rasul 10:25-26. Petrus sebagai utusan menolak sujud sembah Kornelius. Selain itu, di Matius 11:10, dalam teks Yunaninya disebutkan bahwa Yohanes Pembaptis adalah AuAnggelonAy yang dijanjikan. Apakah Yohanes Pembaptis adalah Malaikat? Dengan tepat Lembaga Alkitab Indonesia menerjemahkan kata Anggelon untuk Yohanes menjadi utusan. Aska Apriliano Pattinaja and Andris Kiamani. AuAnalisis Teks AoMalaikat TuhanAo Dalam Hakim-Hakim 6:2122: Sebagai Antitesis Terhadap Yesus,Ay Scripta: Jurnal Teologi & Pelayanan Kontekstual 16. Nomor 2 . 54 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. kepada setiap individu. Dengan penafsiran yang sama juga, sosok Malaikat itu adalah penampakan Kristus sebelum mengambil natur manusia. Penampakan ini disebut Theophanie. 10 Muriwali Yanto Matalu menjelaskannya secara teologis mengapa harus dipahami figur Malakh YHWH harus merujuk kepada Yesus. Alasannya terletak kepada pernyataan Yesus sendiri yang menegaskan Anak Tunggal Allah-lah yang menyatakan Allah Bapa di dalam diri-Nya (Yohanes 1:. Maka. Allah yang trensenden, yang tidak terhampiri tersebut dapat menjadi imanen melalui pribadi yang berperan sebagai perantara sehingga relasi antara Allah dengan manusia dapat terjembatani. Prinsip ini yang disebut dalam Teologi Sistematika sebagai opera ad extra. Maksud istilah itu meringkas peran Allah Tritunggal pada masing-masing Pribadi-Nya. Allah Bapa bertugas yang mencipta, mengutus, dan memelihara. Sedangkan Anak yang bertugas berinkarnasi11, menebus, sebagai eksekutor rencana Allah, menjadi mediator antara manusia dengan Allah, dan mewahyukan Allah kepada manusia dan Roh Kudus yang memeterai, mengajar dan menginsafkan. 12 Burgos menegaskan identifikasi Malakh YHWH di Perjanjian Lama selalu konsisten sebagai Pribadi yang berbeda dengan Allah di waktu bersamaan. Persoalan belum selesai. Bagaimana dapat memahami identitas Malaikat TUHAN dapat diasosiasikan kepada Yesus? Pada sub judul berikut yang membahas jalinan intertekstual Maleakhi 3:1 dan prolog Markus yang akan dielaborasi. Angelic Title: Fungsi Malakh sebagai Gelar Yesus Dari Perspektif Patristik Mengapa memilih perspektif Patristik? sebab merekalah pembaca Alkitab lebih dini dan dekat dengan zaman Alkitab ditulis. Para bapa-bapa gereja sejak lama telah memahami makna Yesus yang menyandang gelar angelic title, istilah AuMalaikatAy yang dipahami secara Beberapa angelic title ini Peneliti paparkan di bawah ini yang bersumber dari Perjanjian Lama yang digunakan oleh beberapa bapa gereja. Motif penyematan gelar itu berlandaskan jabatan Yesus yang mengemban tugas mesianik. Hamba Allah yang diutus untuk menunaikan misi yang eksklusif. Martyr yang mengutip sebuah frasa dari Yesaya 9:5 versi Septuaginta AuAC IIC EAC Ae Great Angel Counsel. Ay Motif pengutipan frasa berupa gelar itu oleh Martyr dilatar belakangi nuansa apologetika. Ia membela Yesus terhadap berbagai tuduhan palsu dari Trypho yang mengatakan Yesus adalah Mesias palsu. Kristen menyembah Ilah Politeis bahkan dituduh agama yang Ateis, menurut klaim Trypho. 10 Muriwali Yanto Matalu. Dogmatika Kristen Dari Perspektif Reformed (Malang: GKKR, 2. Ulasan perihal inkarnasi Kristus, lihat di Ayub Mbuilima. AuPenerapan Karya Inkarnasi Kristus Dalam Gereja Multikultural Sebagai Etik Gereja Di Indonesia,Ay Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 1, no. : 142. 12 Ulasan lebih lengkap perihal peran Roh Kudus, lihat di Matalu. Dogmatika Kristen Dari Perspektif Reformed. Iwan Setiawan et al. AuPeranan Roh Kudus Dalam Perspektif Paulus,Ay Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendididikan Agama Kristen 4, no. : 43-48. 13 Burgos. AuThe Angel of Yahweh: Biblical Appelation for The Second Person of The Holy Trinity. Ay 22. Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 55 Tidak heran sebab Trypho adalah seorang Yudaisme yang anti Kristen. Martyr menjelaskan gelar AC IIC EAC tidak terlepas dari konsep Logos sebagai Firman Allah yang melekat dengan Allah. (Dialogue with Trypho, bab . 14 Gelar tersebut bagi martyr berfungsi untuk memahami diutusnya Mesias itu untuk melakukan sebuah mandat, yaitu melayani dan mengabdi kepada Allah Bapa. Gelar yang tersematkan itu dianugerahi oleh Bapa untuk Yesus: Ia menyandang gelar Raja. Mesias. Imam dan Anggelos (Dialogue with Trypho, bab . Sebuah paradoks dari penjelasan Martyr bahwa Kristus yang menyandang gelar AC IIC EAC ialah pribadi yang seharusnya dilayani oleh umat. Kuasa penghakiman ada pada-Nya. Anggelos ini adalah satu-satunya Anak Allah yang tidak terciptakan dan tidak terlukiskan. Semua kuasa harus tunduk di bawah otoritas Kristus. Namun. Kristus juga sekaligus secara bersamaan datang ke dalam dunia atas dasar perintah Allah Bapa yang merupakan bagian rancangan Allah bagi dunia (Dialogue with Trypho, bab 126-. 16 Khususnya saja dari buku Dialogue with Trypho. Martyr mengutip Yesaya 9:6 yang berisi gelar Yesus sebagai Anggelos didorong oleh dua tujuan pengutipan: memverifikasi kemesiasan Kristus telah dinubuatkan di PL dan membuktikan ketuhanan Kristus yang harus diimani sebagai Allah. Ia juga mengungkapkan alasan mengapa Yesus menyandang gelar AuMalaikatAy itu berdasarkan peran. Kristus disebut Malaikat karena Ia datang kepada manusia atas perintah Allah. Ia disebut Firman sebab melalui-Nya perintah-perintah Allah diproklamasikan. Kristus disebut Kemuliaan bila penglihatan disingkapkan kepada manusia. Sebuah kutipan menarik pada bab 128 bahwa Martyr melalui artikulasi kata Malakh tersebut. Ia berkontribusi menjelaskan Trinitas secara tersirat dengan mudah tanpa penggunaan istilah yang rumit. 17 Formulasinya ringkas. Martyr mengatakan AuBut . hey asser. that this power can never be cut off or separated from the Father. But that therefore angels are, and ever remain, without being resolved again into that out of which they came into existence, has been demonstrated. And that this power, which the word of prophecy, as has likewise been demonstrated at length, calls both God and angel, is not numbered . s secon. by name only, as is the light of the sun, but is something different in actual number. I have already proved in what I have briefly stated. Martyr telah menyadari topik ini agak berisiko untuk disalahpahami. Maka Ia menjelaskan adanya fakta pluralitas pribadi Allah yang ditandai kehadiran Malakh YHWH yang merujuk kepada pra-inkarnasi Yesus. Martyr mengulangi lagi bahwa Kristus disebut Anggelos karena Ia diutus untuk meneruskan kehendak Allah kepada dunia. Selanjutnya, ada Irenaeus. Ia adalah cucu rohani Rasul Yohanes, murid Polikarpus. Juncker mengamati tafsiran Ireneaus tentang penyematan angelic title terhadap Yesus tidak sebanyak penggunaan Martyr. Menurut Juncker, alasan Ireneaus sedikit membahas tentang identitas Malakh YHWH karena konteks Ia hidup dikelilingi oleh banyak bidat Gnostik yang 14 Justin Martyr. The Dialogue with Trypho (London: Diocesan Press, 1. 15 Martyr. The Dialogue with Trypho 182-184. 16 Martyr. The Dialogue with Trypho. 17 Gynther Juncker. AuChrist As Angel: The Reclamation Of A Primitive Title,Ay Trinity Journal 15, 2 . : 233. 18 Martyr. The Dialogue with Trypho. 56 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. kemungkinan besar melalui tulisan Irenaeus, mereka berpotensi mencari validasi guna mendukung ajaran sesat mereka tentang doktrin Malaikat jika disalahpahami atau bahkan didekonstruksi makna aslinya. 19 Peneliti setuju dengan interpretasi Juncker. Salah satunya Basilides pernah terpengaruh paham Gnostik yang mengajarkan bahwa Yesus tidak pernah mati disalib namun diserupakan oleh Simon Kirene. Ada bidat Adopsionisme juga yang terpengaruh Gnostik yang mengajarkan Yesus tidak mempunyai sungguh-sungguh tubuh insani yang utuh. Gnostik mempercayai aspek yang rohaniah tidak dapat berdampingan dengan yang jasmani karena aspek-aspek material bersifat jahat sedangkan aspek rohani bersifat baik. Dalam Fragmen-fragmen tulisan Irenaeus ke 53 dan 55. Peneliti menyimpulkan bahwa Irenaeus menerapkan pola tafsir Midrash yang disebut Qal Wachomer. Ia membuat komparasi tegas dan lugas bahwa Kristus tidak ada duanya jika dibandingkan dengan Dia adalah segalanya daripada segala sesuatu. Ia adalah Sang Hukum di antara hukum-hukum. Kristus adalah Imam besar di antara Imam-imam. Ia adalah Penguasa di antara Raja-raja. Sang Nabi dari segala Nabi-nabi. Sang Anggelos dari semua Malaikat, justru semua Malaikat melayani dan mengabdi kepada-Nya. 20 Sang Allah dari segala Ilah. Berdasarkan kutipan itu saja dapat dimengerti secara representatif bahwasanya Ia mengakui Yesus adalah Malakh YHWH melalui komparasi yang Ia sajikan. Kemudian, ketika Ireneaus membaca Bilangan 22:22-23. Ia menafsirkan secara tipologis bahwasanya keledai yang ditunggangi Bileam merujuk kepada anti-tipe tubuh Inkarnasi Yesus. Sedangkan Malaikat TUHAN yang menampakan diri kepada Bileam merujuk kepada Logos Allah. Secara tersirat, maka Irenaeus mengatakan Malakh YHWH menunjuk kepada pribadi Yesus sebelum mengenakan tubuh insani. Letak angelic title yang disandang pada Kristus bagi Irenaeus adalah Yesus yang bertugas taat kepada Allah Bapa sebagaimana adalah hamba. Tetapi Ia tetap Kristus yang tiada taranya daripada hamba-hamba Tuhan lainnya. Terakhir, menurut Gregorius dari Nyssa. Menurut risalahnya Against Eunomius. Buku 11, yang mengajarkan kristologi sesat yang berkata bahwa Yesus dan Roh Kudus adalah relasi yang heterousios, artinya kedudukan Yesus dan Roh Kudus tidak setara secara keilahian dengan Allah Bapa. Kristologi Eunomius memiliki nafas dan akar sejarah yang sama dengan kristologi Arius, yang sudah ditolak di Konsili Ekumenis di Nicea pada tahun 325 Masehi. Pandangan ini bentuk varian Arianisme pasca Nicea 325 Masehi dengan bentuk yang lebih yang menolak sepenuhnya keilahian Yesus. Menurut risalah tersebut. Eunomius 19 Juncker. AuChrist As Angel: The Reclamation Of A Primitive Title. Ay 240. 20 Gaya tafsir Ireneaus yang membandingkan Yesus dengan Malaikat berasal dari Ibrani 1:5-14. Memang Penulis Ibrani mengajarkan kepada pembaca bahwa Yesus mempunyai karakter-karakter dan tindakan yang lebih superior bila dibandingkan dengan Malaikat. Walaupun Kristus memikul tanggung jawab yang serupa seperti Malaikat yakni diutus ke dalam dunia, tetapi kedudukan Malaikatmalaikat itu lebih rendah daripada Yesus. Ireneaus. AuFragments from the Lost Writings of Irenaeus,Ay Biblehub. Esther Menn. AuInner-Biblical Exegesis in the Tanak,Ay in A History of Biblical Interpretation Volume 1: The Ancient Period, ed. Alan J. Hauser and Duane F. Watson (Grand Rapids: William B . Eerdmans Publishing Company, 2. 21 Ireneaus. AuFragments from the Lost Writings of Irenaeus. Ay Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 57 mereduksi dan merendahkan martabat Kristus melalui klaim yang Ia utarakan bahwa kedudukan Yesus tidak ada istimewanya daripada hamba-hamba Tuhan lainnya. Bahkan secara keilahian. Kristus hanyalah salah satu malaikat dengan malaikat lainnya. Bisa dipahami bahwa Eunomiuslah Aunenek moyangAy dari Saksi Yehovah yang mengimani Kristus adalah Malaikat secara ontologis. Inilah yang menjadi latar belakang Gregorius menuliskan risalah tersebut yang bermotif melawan Eunomius. Berbanding terbalik dengan Eunomius. Gregorius tidak mempercayai istilah AumalaikatAy secara ontologis dan eksistensialis. Gregorius menerangkan motif gelar Malakh pada Kristus dilatarbelakangi oleh peran Yesus sebagai wahyu khusus yang telah menyingkapkan Allah yang tidak terjangkau oleh kekuatan manusia itu menjadi imanen. Pernyataan ini mirip sekali dengan interpretasi teologis yang dikemukakan oleh Matalu. Jadi, dapat dikatakan angelic title pada Yesus menurut Gregory dimaksudkan sebagai opera ad extra Pribadi kedua Allah Tritunggal, bahwa Anak Allah dalam inkarnasi-Nya bertugas untuk menyingkapkan kemisterian Allah agar manusia dapat mengenal dan percaya kepada Allah. Oleh sebab itu. Gregorius menyebut Yesus sebagai Ekseget kehendak Bapa (Yohanes 1:. Kedalaman relasi kekal antara Allah Bapa dan Firman Allah, yakni Anak didemonstrasikan agar manusia dapat kembali menikmati relasi persekutuan dengan Allah. Sebab itulah apa yang dinyatakan oleh Yesus, itulah juga yang dikehendaki oleh Bapa karena dua Pribadi Trinitas ini tidak terpisahkan baik dalam kehendak dan keilahian-Nya. Inilah fungsi penyematan gelar Malakh pada Kristus. Gregorius menyetarakan gelar Malakh dengan gelar ilahi lainnya yang disandang Kristus. Antara lain: Kristus adalah Gambar Allah karena keindahan citra Allah yang sempurna ada pada-Nya. Kristus adalah Materai sebab Ia merupakan cap asli dari cetakan asli . erasal dari Allah sekaligus Ia adalah Alla. Yesus adalah Firman karena informasi-informasi kehendak Allah terdapat pada diri-Nya. Dan Yesus adalah Anggelos karena melalui-Nya kehendak Allah diteruskan kepada dunia. Melalui ulasan pandangan-pandangan Patristik perihal Malakh. Sebagai pembaca Alkitab dan seorang Kristen yang lebih dini daripada kita di zaman modern sekarang. Mereka lebih dahulu telah memahami bahwa istilah Malakh atau Anggelos pada Yesus adalah merujuk kepada gelar yang Ia sandang. Angelic Title tersebut berfungsi menjelaskan tugas kemesiasan Yesus yang adalah Hamba Allah yang sejati, menunaikan tugas-Nya dengan sempurna. Sisi lain, gelar itu menyinggung Ia adalah Pribadi yang lebih superior yang disupremasikan layaknya Allah. Jadi, sejak semula istilah Malakh yang merujuk kepada Yesus tidak dimaksudkan kalau Yesus adalah malaikat. Justru Yesus dalam perspektif Patristik menandaskan tidak menyamakan dan menyetarakan secara ontologis dan martabat dengan 22 Gregory of Nyssa. NNF2-05 Gregory of Nyssa. Dogmatic Treatise. Etc (New York: Christian Literature Publishing Co, 1. 58 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Utusan Menyambut kedatangan Malakh YHWH: Motif Maleakhi 3:1 Sebagai Kutipan Langsung oleh Markus Yusak B. Hermawan dengan teliti memerhatikan prolog Injil Markus bahwa sudah pasti Injil ini ditulis berlandaskan motif pemberitaan Injil. 23 Injil Markus dimulai dengan kalimat AuInilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus. Anak AllahAy. Berdasarkan kalimat itu semakin menegaskan bahwa pokok isi Injil ini adalah memperkenalkan identitas Yesus: Ia adalah Anak Allah. Gaya penulisan surat ini persis mirip dengan gaya penulisan Matius. Lukas dan Yohanes yang selalu melibatkan pengutipan nas-nas Perjanjian Lama ya Auseperti ada tertulisAy. Pengutipan ayat-ayat Perjanjian Lama selalu disematkan pada beberapa peristiwa naratif atau didaktik dari setiap Penulis Injil. Perihal pengutipan, terdapat varian teks pada pasal 1:2 sebagai prolog yang mengandung asal kutipan langsung yang Markus Pada frasa oC AAE. Frasa itu membantu kita mengerti kalau Markus telah mengidentifikasi pada prolognya bahwa Ia sedang mengutip sebuah nas dari sebuah kitab untuk mengafirmasi kesaksiannya tentang Yesus Kristus. Nestle Aland edisi 28 menampilkan varian-varian Markus 1:2. pertama E Ee E AAIAEE - dalam Nabi Yesaya. 24 Kedua. EC AAIEC Ae dalam Nabi-nabi. 25 Ketiga, tidak ada menyebut sumber kitab yang dikutip. Berikut Peneliti tampilkan komparasi isi teks Maleakhi 3:10. Yesaya 40:3, dan Markus 1:2. Tabel 1. Teks Ibrani dan Yunani Maleakhi 3:1. Yesaya 40:3 dan Markus 1:2 Maleakhi 3:10 Yesaya 40:3 Markus 1:2 a aAEEO E EA I aAOAE A AA AAEAI I aIC uA AC E cIE AC E cAnC EAnEA A EAC EIC AC E cAnC AEA iANAE A AC AEAEOA IO EC a EN a AAEEO E EA ceA E A IAI I AA AAEAI EI. aC AAnEA EC EAIC EEAIEA E A EI E A oAia c e i c n i Ae o oii ci o iA i AAiuA AauioiEA A Ac i ci u ni uA Aie o u coA n Ai o A u o u a i uo i A Ai aA y oco ia a uiou uui i a AeiA a A Aa Ay c A oy i u oao i c uo a A 23 Yusak B. Hermawan. My New Testament (Yogyakarta: Andi, 2. 24 Lembaga Alkitab Indonesia pada Terjemahan Baru edisi 1 dan 2 memilih varian ini untuk Markus 1:2 bahwa teks Yesaya yang menjadi asal sumber kutipan tersebut. Posisi yang sama dipilih oleh Alkitab edisi Bahasa Indonesia Masa Kini. 25Sedangkan Yayasan Lembaga SABDA melalui edisi Alkitab Yang Terbuka memilih opsi ini. Sabda/YLSA. AuAlkitab,Ay 2023. 26NA28 dilihat di Biblework 10. Biblework. Biblework 10. Version 10,0,4,114, 2015 Bible Work. AuBible Work 10,Ay 2015. Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 59 Aica a n oii uiA i Aa y oyo i A A c AaiEA Hemat Peneliti, varian teks yang menyajikan alamat sumber nas yang dikutip oleh Markus cukup sulit untuk diidentifikasikan. Kesulitan ini ditunjukkan oleh perbedaan secara Jika diamati dengan teliti. Markus 1:2 malah mempunyai persamaan verbal lebih dominan dengan Maleakhi 3:1 menurut LXX dan Ibrani ketimbang Yesaya 40:3. Peneliti memberikan tanda garis bawah hitam bold untuk memudahkan melihat persamaan Markus 1:2 dan Maleakhi 3:1. Peneliti akan bagi menjadi dua bagian untuk membahas komparasi tiga ayat di tabel di atas guna menemukan nas mana yang dikutip oleh Markus. Pertama. Nabi Maleakhi menuliskan pada pasal 3 ayat pertama bahwa Allah mengirim Utusan-Nya untuk mempersiapkan jalan untuk Allah. Kata AumenyuruhAy adalah AEEO sepadan dengan AumengutusAy. 27 Kata itu menggunakan modus indikatif, kala kini aktif, orang pertama tunggal, yang dibubuhkan dengan preposisi a. Namun. Markus 1:2 tidak membubuhkan preposisi a di samping kata AEEO. Kata yang tidak ada di Markus 1:2 tetapi ada di Maleakhi 3:1 adalah subjek tentu AuaAy. Markus langsung menuliskan kata kerja AEEO. Bagi Peneliti, pengubahan verbal seperti itu tidak mengubah makna kalimat karena arti AEEO adalah tetap Ausaya sedang mengutusAy meskipun tidak memiliki subjek tentu seperti Maleakhi 3:1. Dalam teks Ibraninya juga tidak menyertakan subjek tentu. Bentuk yang sama dengan Markus 1:2. Sedangkan dalam Yesaya 40:3 tidak ada kalimat tersebut. Kedua, menurut Markus. Yesaya dan Maleakhi, tujuan Allah mengutus utusan tersebut untuk mempersiapkan jalan bagi Allah. Perhatikan kalimat EEAIEA E A EI. Kata EEAIEA memiliki modus indikatif, kala mendatang aktif, orang ketiga tunggal yang mengindikasikan tindakan AumempersiapkanAy itu akan terjadi di masa depan menurut perspektif Maleakhi tetapi dalam sudut pandang Markus, kalimat EEAIEA E A EI ini merupakan kalimat yang dikutip secara langsung oleh Markus. Maleakhi menggunakan predikat aAOAE untuk kata AumempersiapkanAy dalam LXX. Kasus ini sulit untuk dipecahkan, sebab kata aAOAE memiliki arti to regard, to turn eyes upon, dan to look upon. Sedangkan Markus memakai kata EEAIEA yang memiliki arti build, construct, prepare, make ready. 29 Meskipun begitu, baik Maleakhi dan Markus memakai bentuk yang sama dalam bahasa Yunaninya untuk kata AumempersiapkanAy jalan yaitu indikatif kala mendatang, orang ketiga tunggal. Inilah letak profetik nas yang dikutip oleh Markus. Predikat EEAIEA 27 Bentuk nominatif nya adalah apostolos yang artinya utusan. Liddel et al. A Greek and English Lexicon With Revised Supplement (Oxford: Clarendon Press, 1. Biblehub. AuoAAO,Ay Biblehub, https://w. org/lexicon/g1914/kjv/tr/0-1/. 29 Biblehub. Au2680. Kataskeuazy,Ay Biblehub. September 60 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. dalam Markus 1:2 malah sepadan dengan kata A iApada Maleakhi 3:1 menurut teks Ibraninya. Kata A iAdapat diartikan to turn, to will prepare dan to make clear. Kemudian. Yesaya 40:3 menggunakan kata ceA yang memilik bentuk imperatif aorist orang kedua jamak yang artinya tindakan itu adalah sebuah perintah untuk menyambut atau mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Siapakah yang memberikan perintah itu? Yesaya tidak menjelaskan siapa sosok yang berseru, hanya Ia menerangkan bahwa ada orang yang menyerukan perintah itu. Namun. Markus sudah menyingkapkan di ayat 3 bahwa sosok yang menyerukan perintah itu adalah Utusan yang disinggung di pasal 1:2, artinya Utusan itu yang mempersiapkan jalan. Untuk nas yang terdapat di Markus 1:3. Maleakhi tidak menuliskan nas tersebut sedangkan Yesaya 40:3 mempunyai kalimat itu. Kesimpulannya, nas manakah yang dikutip oleh Markus? Jawabannya pembaca adalah Yesaya dan Maleakhi. Dari tiga opsi varian teks yang membantu kita selaku pembaca Alkitab guna mengetahui asal nas yang dikutip sebagai kutipan langsung bagi Markus adalah varian yang menuliskan EC AAIEC, berasal dari kitab Nabi-nabi. Menurut kanon. Yesaya dan Maleakhi masuk dalam kategori kitab Neviim, kitab para Nabi. 31 Dasar pemilihan varian ini adalah memang Markus menggunakan lebih dari satu kitab sebagai sumber nas yang Ia kutip dan kutipan itu tidak terisolasi. Nas yang Ia kutip untuk prolog Injil Markus adalah Yesaya dan Maleakhi yang menjadi kutipan-kutipan yang dikombinasikan. Ada kalimat yang terdapat di Maleakhi 3:1 tetapi tidak terdapat di Yesaya 40:3 dan sebaliknya. Markus 1:2 berasal dari Maleakhi 3:1 dan Markus 1:3 mengambil dari Yesaya 40:3. Jakob Van Bruggen mengatakan telah banyak penafsir Alkitab mengusulkan pilihan lain perihal alamat pengutipan secara langsung Markus 1:2. Usulan yang tidak kalah populer adalah Keluaran 23:20. Menurut Bruggen, usulan itu tidak dapat diterima karena Malaikat TUHAN yang diceritakan di Keluaran 23:20 itu bertugas melindungi bangsa Israel selama perjalanan, bukan mempersiapkan jalan. Jadi, semestinya asal kutipan Markus 1:2 harus dipandang berasal dari Maleakhi. 32 Baik Yesaya dan Maleakhi memiliki fokus pembahasan yang sama dengan Markus yaitu berbicara perihal tujuan kedatangan Utusan dari Allah untuk mempersiapkan jalan untuk Tuhan. Siapakah Utusan yang dimaksud oleh Maleakhi 3:1? Ini menjadi pembahasan lanjutan. Mari cermati isi ayatnya. Lihat. Aku menyuruh utusan-Ku (E EA I Ae A) u a i uoA, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan (A ia AeiA- AC) yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian (A EAC EIC AC - A ) u oao i c uoAyang kamu kehendaki itu, sesungguhnya. Ia datang, firman TUHAN semesta alam Biblehub. Au2437. Panah,Ay Biblehub. September https://biblehub. com/hebrew/6437. 31 John A. Peck. Terpanggil Untuk Melayani: Sebuah Kajian Dasar Atas Telaah Kitab Suci Bagi Umat Kristen Orthodoks (Surabaya: Kapel Orthodoks St. Nikolas dari Myra Surabaya, 2. 32 Jakob Van Bruggen. Markus: Injil Menurut Markus (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 61 Perhatikan isi ayat 1 di atas. Terdapat kata AuAkuAy yang mengindikasikan secara eksplisit bahwa Allah yang berbicara pada ayat itu. Seluruh pasal dalam kitab Maleakhi telah menyatakan bahwa Allah yang berbicara kepada bangsa Israel secara verbatim melalui Maleakhi. Kata AuAkuAy yang merujuk kepada Allah yang berbicara sangat mendominasi di semua pasal kitab ini selaku subjek orang pertama tunggal yang bertindak. Konteks Maleakhi 3:1 memaparkan ada dua figur utusan yang menjadi bagian penggenapannya dikarenakan memang ayat itu berbicara tentang dua utusan yang berbeda yang tidak isolatif. Pertama. Utusan yang dikirim Allah untuk mempersiapkan jalan untuk Allah. Penulis-penulis Injil memahami penggenapan Utusan yang dinubuatkan oleh Yesaya dan Maleakhi telah terjadi melalui kelahiran dan kehidupan Yohanes Pembaptis. Lukas mencatat pujian-pujian Imam Zakharia, ayah Yohanes yang sangat bersukacita atas kelahiran Yohanes Pembaptis. Alasannya ialah anak ini merupakan anak pertama Zakharia dan Elisabet setelah menanti penantian yang panjang untuk mempunyai anak. sebab mereka adalah pasangan lansia dan mandul (Lukas 1:. Nyanyian Zakharia ini bernuansa profetik. lirik-lirik pujian ini mengandung nubuatan yang akan dikerjakan oleh Yohanes Pembaptis. Pada Lukas 1:76, dicatat oleh Lukas bahwa Yohanes Pembaptislah yang akan menjadi Utusan yang mempersiapkan jalan untuk Allah, serta orang yang berseru untuk datang kepada Allah guna mempersiapkan kedatangan-Nya. Pujian profetik yang diangkat oleh Zakharia mengalusikan iai Maleakhi 3:1 (Lukas 1:. Pujian Zakharia menerangkan kepada pembaca Injil Lukas bahwa peran Yohanes Pembaptis sebagai Nabi Allah untuk menyambut kedatangan Allah. Zakharia mengalusikan kovenan Allah dengan Abraham yang tertulis di Kejadian 17:7 yang memuat bahwa TUHAN menjadi Allah bagi Abraham dan keturunannya (Lukas 1:72-. Maka. Zakharia secara sadar telah mengafirmasi bahwa Maleakhi 3:1 menubuatkan tugas kenabian Yohanes. Kedatangan pribadi yang disambut oleh Yohanes akan menggiring orang-orang untuk mengerti akan berita keselamatan yang diberikan kepada manusia: berita yang berisi pengampunan dosa. Bagaimana menurut Markus memandang tentang Utusan yang mempersiapkan jalan bagi Allah? Jawabannya ada di Markus 1:4. Markus memandang Maleakhi 3:1 sebagai ayat yang berbicara tentang kedatangan Yohanes Pembaptis yang menyambut seorang yang diurapi, dan mengabarkan Injil: berita yang berisi perihal kabar pengampunan dosa bagi setiap yang menerima baptisan. Bruggen menegaskan hal yang sama, bahwasanya Markus menerangkan dalam Injilnya kalau berita Injil itu dimulai oleh Yohanes Pembaptis. Utusan yang ditetapkan Allah guna menyerukan kabar pengampunan dosa dari Allah kepada banyak orang. Yohanes Pembaptis sendiri bersaksi bahwa kuasa Pribadi yang Ia sambut memiliki otoritas atas hidupnya. membuka kasutnya saja melalui tangan Yohanes pun tidak layak (Markus 1:7-. Siapa sosok yang disambut oleh Yohanes? Dia adalah Yesus. Itulah makna mempersiapkan jalan untuk Tuhan. Injil dipersiapkan oleh Yohanes Pembaptis, tetapi inti pemberitaan Injil adalah Yesus. 33 Yesus juga memahami sama seperti Zakharia. Yesus mempersilakan Yohanes untuk membaptisnya untuk menggenapi rangkaian misi Kristus yang sudah diberitakan oleh nabi-nabi PL (Matius 3:. 33Bruggen. Markus: Injil Menurut Markus. 62 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Jadi, alasan kita dapat memahami kalau Utusan - A u a i uoAatau E A merujuk kepada Yohanes Pembaptis sebagai penggenapannya karena Zakharia. Matius. Markus. Lukas dan Tuhan Yesus memandang bahwasanya Yohanes Pembaptislah sosok yang disuruh untuk menyambut kedatangan Allah. Maleakhi hanya memberi satu petunjuk saja tentang identitas Utusan yang disuruh oleh Allah. Petunjuk itu terdapat pada Maleakhi 4:5-6. Utusan itu akan disebut Elia. Utusan tersebut akan membuat bapa-bapa berbalik kepada anaknya kemudian supaya tidak ditimpa murka Allah. Penulis Injil Sinoptik dan Injil Yohanes telah memaparkan bahwa Elia yang akan datang untuk menyambut Allah bukan Elia secara literal. Para Penulis Injil menyubstitusi Yohanes Pembaptis sebagai Elia kedua (Matius 11:14. Markus 9:11-13. Lukas 1:17. Yohanes 1:. Yesus mengatakan jika percaya bahwa seluruh kitab Nabi dan Taurat sudah menubuatkan rangkaian misi Kristus di dunia yang akan terjadi. Termasuk Yohanes Pembaptis sendiri adalah bagian rangkaian misi Kristus. Yesus menegaskan kalau percaya kepada Kitab Suci, seharusnya juga percaya bahwa Yohanes adalah Elia yang dijanjikan (Matius 11:. Kriteria tugas "Elia" menurut Maleakhi 4:5-6 cocok menggambarkan tugas Yohanes Pembaptis yang meneruskan kabar pengampunan dosa kepada orang-orang agar murka Allah tidak menimpa (Markus 1:. Kedua. Malaikat Perjanjian - A i c uo u aoAatau AC EC C. Hanya ada di kitab Maleakhi saja frasa "Malaikat Perjanjian" ini ditampilkan. Andrew S. Malone menemukan penemuan yang menarik dalam tata bahasa Malekhi 3:1. Allah yang berbicara kepada umat-Nya di ayat itu menyebut diri-Nya sebagai orang ketiga tunggal yang berbeda . enekanan ditambahka. dengan diri-Nya. Kata yang digunakan adalah AuTuhanAy yang dalam bahasa Ibraninya adalah Aia eiA. Malone menerangkan melalui tata bahasa unik itu bahwa figur AuTuhanAy dengan AuAkuAy diidentifikasi pribadi yang berbeda. Identifikasi itu dibuktikan melalui tata bahasa di ayat 1 bahwa Allah mengatakan akan ada oknum lain yang akan datang. Oknum lain itu disebut AuTuhan - AAy ia eiA. Kata A ia eiAdi seluruh Perjanjian Lama selalu disandingkan di samping kata Allah (Keluaran 23:17. 34:23. Yesaya 1:23, 3:1, 10:16, 33, 19:. 34 Tata bahasa seperti itu sebelumnya juga ada di pasal Maleakhi 2:17 bahwa Allah berbicara sebagai subjek orang pertama mengatakan bangsa ini menyusahi TUHAN melalui ejekan-ejekannya yang mempertanyakan Aubagaimana kami menyusahkan Allah?Ay bahkan mempertanyakan di manakah Allah yang dapat menghukum itu. Berdasarkan susunan kalimat pasal 2:17, kata AuTUHANAy merupakan objek orang ketiga tunggal dan AukamuAy yang menunjuk kepada bangsa Israel adalah subjek orang pertama. Melalui tata bahasa ini, sangat kuat indikasi yang menandakan bahwa pluralitas pribadi Allah sudah diajarkan oleh Perjanjian Lama. Siapakah Tuhan-A ia eiAyang dimaksudkan oleh Maleakhi bila memang Allah dan Tuhan pada nas ini adalah pribadi yang berbeda? Malone mengatakan AuTuhan-A Ay ia eiAyang dimaksud adalah Malaikat Perjanjian. Klaim ini berlandaskan pada konteks sebelumnya, di pasal 2:17 yang mencatat respon Allah terhadap ejekan-ejekan umat-Nya yang 34 Andrew S. Malone. AuIs The Messiah Announced in Malachi 3:1?,Ay Tyndale Bulletin 57, no. No. : 218Ae219. Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 63 mempertanyakan di mana Allah. Maka, timbullah kalimat pada 3:1 yang menjadi nas profetik bahwa Tuhan yang mereka cari itu akan datang yang akan disambut oleh Utusan yang dipersiapkan oleh Allah sediri. Ia adalah AuMalaikat Perjanjian Ae Ai c uo u aoA. Jika hanya membaca kitab Maleakhi saja untuk memahami identitas AuMalaikat PerjanjianAy tentu akan mengalami kesulitan karena frasa ini hanya muncul sekali saja. Ray Clendenen mengungkapkan bahwa kitab Maleakhi memang sangat kuat berbicara tema tentang perjanjian atau kovenan. Contoh, pada pasal 2:1-9 yang membahas perjanjian Allah dengan kaum Lewi yang sudah rusak yang disebabkan oleh para Imam sendiri yang tidak menghormati Allah dan sumber penyebab orang-orang Israel tergelincir memberontak kepada Allah. Pada pasal 2:10-17 berbicara tentang perjanjian Allah dengan bangsa Israel yang juga dirusak oleh bangsa itu sendiri dengan cara mereka kawin campur dengan bangsa Padahal dalam ikatan perjanjian itu memuat perintah bahwa orang-orang Israel dilarang kawin dengan orang di luar bangsa Israel. Bagaimana cara untuk mengenal sosok yang disebut Malaikat Perjanjian? Solusinya dengan melihat serta memerhatikan kitab-kitab lain. Frasa AuMalaikat PerjanjianAy pada kitab Maleakhi ialah echo atau gema deskripsi dari kitab Taurat dan lainnya tentang Malakh YHWH yang berulang-ulang kali diceritakan telah mengikat perjanjian dengan orang-orang yang Ia pilih, seperti yang sudah dijelaskan di sub judul di atas tentang natur Malakh YHWH. Saat mendengar atau membaca frasa AuMalaikat perjanjianAy pada kitab ini. Maleakhi hendak mengajak pembaca menoleh sekilas ke kitab-kitab sebelumnya untuk mengingat kembali tindakan Malakh YHWH yang sering tampil di depan Abraham. Hagar. Yakub. Musa dan orang-orang lainnya yang selalu berinisiatif menjalin relasi dengan manusia yang ditunjukkan adanya ikatan kovenan dengan manusia yang Ia kehendaki. Ia selalu menepati janji-Nya dan menyertai umat-Nya. Melalui Malakh yang sama. Allah berjanji lagi bahwa Tuhan yang mereka cari itu akan tiba walaupun sering sekali Israel, yang ialah anak-anak Allah sering kurang ajar kepada Allah, bahkan menipu. Tetapi Allah tidak pernah menipu dan setia pada umat-Nya. karena janji-Nya yang menjamin itu (Maleakhi 3:. Maka. Malaikat Perjanjian ini tidak lain merujuk kepada Malaikat TUHAN yang adalah Allah sendiri. Jadi, dapat diidentifikasi bahwa Utusan pada kalimat pertama dengan Malaikat Perjanjian yang disinggung di kalimat terakhir adalah sangat jelas merupakan figur yang berbeda. Sudah jelas bahwa ada dua pribadi yang akan datang yang diberitakan oleh Maleakhi yakni Utusan yang akan mempersiapkan jalan dan Malaikat Perjanjian yang adalah Allah yang akan tiba. Kita sangat membutuhkan Perjanjian Baru sebagai penafsir Perjanjian Lama yang paling handal untuk mengungkapkan misteri Maleakhi 3:1. Markus mengutip langsung menyematkan nas yang berasal dari Maleakhi 3:1 itu pada peristiwa Yohanes Pembaptis yang menyambut Yesus di sungai Yordan. Pada Injil Markus telah diungkapkan bahwa Utusan yang mempersiapkan jalan adalah Yohanes Pembaptis. Markus juga mengkombinasikan kutipan langsung Maleakhi 3:1 dengan Yesaya 40:3 yang berisi perintah kepada orang-orang 35 E. Ray Clendenen. AuMessenger of The Covenant In Malachi 3:1 Once Again,Ay JETS 62, no. : 81. 64 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. harus mempersiapkan jalan menyambut Allah, menurut perspektif Yesaya. Nada yang persis mirip antara dua nas yang dikutip oleh Markus. Jika begitu. Markus memahami Maleakhi 3:1 bahwa Yesus yang disambut kedatangan-Nya di sungai Yordan oleh Yohanes dan orangorang banyak menunjuk kepada penggenapan peristiwa kedatangan Allah yang disambut oleh sang Utusan. Kata lain. Markus telah mengerti bahwa Yesus adalah Allah. AuMalaikat PerjanjianAy yang dinantikan kehadiran-Nya melalui penyematan Maleakhi 3:1 pada peristiwa penyambutan Yesus di sungai Yordan. Tidak heran kalau Markus menyebut Injilnya sebagai kesaksian tentang Yesus. Anak Allah. Tuhan yang dicari-cari oleh orang-orang Israel, telah dinyatakan dan disambut di sungai Yordan. Jadi. Kristus Yesus adalah Malakh YHWH yang sudah tersingkapkan. KESIMPULAN Istilah AumalaikatAy tidak dapat digeneralisir dipahami secara ontologis yang merujuk kepada mahkluk roh yang mengabdi kepada Allah. Pengertian AumalaikatAy seharusnya dapat dipahami juga secara fungsional yang dapat disematkan pada siapapun, termasuk Allah, tergantung pada konteksnya. Potret Malakh YHWH di Perjanjian Lama mendeskripsikan bahwasanya Dia adalah Allah sekaligus menyingkapkan kejamakan Pribadi di dalam diriNya. Maleakhi 3:1 memuat echo atau gema keberadaan Malakh YHWH ini dengan nama lain di Perjanjian Lama. Malaikat Perjanjian. Ketika membaca title AuMalaikat PerjanjianAy. Maleakhi mengingatkan secara sekilas kepada pembaca kitabnya bahwa Malaikat Perjanjian . Utusa. adalah Malakh YHWH yang selalu mengikat kovenan dengan setiap orang-orang untuk terlibat dalam pekerjaan besar yang Allah rancang. Melalui prolog Injil Markus. Ia bersaksi tentang Yesus adalah Malakh YHWH yang sudah dijanjikan oleh Allah, kedatanganNya disambut dan dipersiapkan oleh Utusan yang khusus. yakni Yohanes Pembaptis. Dengan kata lain, pra-inkarnasi Yesus sudah diberitakan oleh Perjanjian Lama sebagai Malakh YHWH. Jadi, bisa dipahami klaim potret pra-inkarnasi Kristus di PL merujuk pada Allah yang berteofani berupa Malakh YHWH telah diverifikasi oleh Markus yang mengutip langsung Maleakhi 3:1 sebagai prolog kesaksian Injil tentang Yesus. Daftar Pustaka