Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Doi: 10. 30868/im. P-ISSN: 2614-4018 E-ISSN: 2614-8846 MANAJEMEN STRATEGIK DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI PONDOK PESANTREN SYEKH BURHANUDDIN KUNTU KECAMATAN KAMPAR KIRI Hamsyi Yamaidi1. Idris2. Khairil Anwar3 1,2,3 Universitas Islam Sultan Syarif Kasim Riau email: hamsyi. yamaidi@gmail. Received: 02/06/2020. Accepted: 14/07/2020. Published: 31/07/2020 ABSTRACK This study aims to determine the application of strategic management at the stage of environmental observation and analysis, strategy formulation, strategy implementation and evaluation as well as control in the development of education in the Islamic boarding school of Sheikh Burhanuddin Kuntu. Kampar Kiri District. Kampar Regency. This research is field research with a qualitative research approach data collection techniques: observation, interview and documentation. The research informants consisted of the leaders of the Islamic Boarding School. Head of Madrasah Tsanawiyah . l-Wusth. Head of Madrasah Aliyah . l-Uly. Deputy Head of Madrasah Aliyah . l-Uly. Curriculum. Student Affairs. Facilities and Infrastructure and Public Relations. Data analysis techniques: deductive, inductive and comparative. The results of his research are strategic management in the development of Islamic education at the stage of environmental observation and analysis in the Islamic Boarding School of Sheikh Burhanuddin Kuntu. Kampar Kiri District. Kampar Regency, including: observation and analysis of the external environment . eographical, religious, social, cultural and economi. , and observation and internal environmental analysis (Human Resources / leadership, managers, teachers and staf. , students / students, sources of funds, facilities and infrastructur. Then2 the application of strategic management in the development of Islamic education at the stage of strategy formulation at Syekh Burhanuddin Kuntu Islamic Boarding School, including: formulate and determine the vision, mission and objectives, and formulate and determine the strategy, direction and policy, furthermore the application of strategic management in the development of Islamic education at the implementation stage of the strategy at Syekh Burhanuddin Kuntu Islamic Boarding School, including: implementing an education system, curriculum, schedule of learning activities, culture learning, learning methods, and finally the application of strategic management in the development of Islamic education at the evaluation and control stages . ontrol strateg. at the Islamic Boarding School of Shaykh Burhanuddin Kuntu, including: applying regulations, etiquette and ethics of students / students, implementing regulations, etiquette and ustadz ethics / teacher, conduct communication and coordination meetings . , prepare monthly reports, and prepare annual reports. Keywords: Strategic management, development. Islamic education. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan manajemen strategik pada tahapan pengamatan dan analisis lingkungan, perumusan strategi, implementasi strategi dan evaluasi serta pengendalian dalam pengembangan pendidikan di Pondek pesantren syekh Burhanuddin Kuntu Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar. Penelitian ini adalah penelitian lapangan . ield researc. dengan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pimpinan Pondok Pesantren. Kepala Madrasah Tsanawiyah . l-Wusth. Kepala Madrasah Aliyah . l-Uly. Wakil Kepala Madrasah Aliyah . l-Uly. Bidang Kurikulum. Bidang Kesiswaan. Bidang Sarana dan Prasarana dan Bidang Hubungan Masyarakat. Teknik analisis data : deduktif, induktif dan komperatif. Hasil penelitian nya adalah manajemen strategik dalam pengembangan pendidikan Islam pada tahapan pengamatan dan analisis lingkungan di Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar, mencakup : pengamatan dan analisis lingkungan eksternal . eografis, agama, sosial, budaya dan ekonom. , dan pengamatan dan analisis lingkungan internal (Sumber Daya Manusia/ pimpinan, pengelola, guru dan pegawa. , santri/ siswa, sumber dana, sarana dan prasaran. Kemudian2 penerapan manajemen strategik dalam pengembangan pendidikan Islam pada tahapan perumusan strategi di Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu, mencakup : merumuskan dan menetapkan visi, misi dan tujuan, dan merumuskan dan menetapkan strategi, arah dan kebijakan, selanjutnya penerapan manajemen strategik dalam pengembangan pendidikan Islam pada tahapan implementasi strategi di Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu, mencakup : menerapkan sistem pendidikan, kurikulum, jadwal kegiatan pembelajaran, kultur pembelajaran, dan metode pembelajaran, dan terakhir penerapan manajemen strategik dalam pengembangan pendidikan Islam pada tahapan evaluasi dan pengendalian . ontrol strateg. di Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu, mencakup : menerapkan peraturan, adab dan etika santri/ siswa, menerapkan peraturan, adab dan etika ustadz/ guru, melakukan komunikasi dan rapat koordinasi . , menyusun laporan bulanan, dan menyusun laporan Kata kunci: manajemen strategik, pengembangan, pendidikan Islam. PENDAHULUAN Pendidikan pesantren dan madrasah sebagai sub sistem pendidikan Nasional yang menjadi ciri khas lembaga pendidikan Islam tradisional sekaligus pendidikan tertua khas Indonesia . (Nurcholish, 1. , memiliki peranan yang sangat strategis dalam pembangunan budaya dan peradaban bangsa dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Eksistensi lembaga pendidikan pesantren dalam mewujudkan nilai-nilai fundamental tersebut ternyata tidak dapat dipisahkan dari keberadaan Kyai sebagai tokoh sentral di lembaga pendidikan pesantren, merupakan gelar yang diberikan oleh masyarakat kepada ulama atau orang ahli agama Islam yang memiliki dan menjadi pemimpin pondok pesantren sekaligus mengajarkan kitab-kitab Islam klasik kepada para santrinya (Islam. Kemasyarakatan, & Indonesi. , 1. Gelar Kyai ini lazim digunakan di pondok Pesantren yang ada di Pulau Jawa dan Madura, sementara di pondok pesantren yang ada di Pulau Sumatera (Sumatera Barat dan Ria. , gelar Kyai jarang digunakan dan lebih banyak menggunakan istilah Buya yang secara sosiologis masih diakui oleh masyarakat sebagai figur ideal karena adanya kedudukan kultural dan struktural yang tinggi (Dhofier, 1. Pernyataan yang lebih spesifik tentang kultur, struktur dan unsur-unsur penting dalam ruang lingkup pendidikan Islam di pondok pesantren antara lain ditulis oleh KH. Imam Zarkasyi bahwa pondok pesantren adalah lembaga Pendidikan Agama Islam dengan sistem asrama, di mana kyai sebagai figur sentralnya, masjid sebagai pusat kegiatan yang menjiwainya dan pengajaran agama Islam di bawah bimbingan kyai yang diikuti santri sebagai kegiatan utamanya. Kyai, santri, masjid, pondok atau asrama, dan Pendidikan Agama Islam adalah unsur terpenting dalam ruang lingkup pesantren (Hidup, 1996. Steenbrink, 1. Uraian di atas memberikan gambaran bahwa eksistensi seorang kyai/ buya adalah figur sentral dan ideal sekaligus sebagai pemimpin tertinggi . op leader/ top manaje. yang bertanggungjawab dalam menerapkan ketiga fungsi pondok pesantren, yaitu : . sebagai lembaga pendidikan yang melakukan transfer ilmu-ilmu agama . afaqquh fi al-di. dan nilai-nilai Islam (Islamic value. , . sebagai lembaga keagamaan yang melakukan kontrol sosial, dan . sebagai lembaga keagamaan yang melakukan rekayasa sosial . ocial engineerin. atau perkembangan masyarakat . ommunity developmen. (MasAoud, 2. Oleh karena itu dalam upaya menghubungkan ketiga fungsi tersebut, perlu adanya suatu keputusan strategik, yang terangkum dalam proses manajemen strategic yang dilakukan semata-mata untuk menjadikan lembaga pesantren menjadi efektif, program-programnya sistemetis, terukur, dapat dicapai, rasional, terjadwal dan berkelanjutan. Salah satu Pondok Pesantren yang telah menerapkan manajemen strategik dalam upaya mengembangkan ketiga fungsi pesantren di atas adalah Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam tradisional . yang didirikan oleh KH. Angku Mudo Jamarin pada tanggal 01 Januari 1973, dengan maksud dan tujuan menciptakan insan yang beriman dan bertaqwa, memiliki ilmu pengetahuan dan berwawasan ke depan serta menguasai keterampilan yang profesional dan mandiri. Untuk diketahui bahwa kerangka manajemen strategik dalam penerapannya mencakup 4 . tahapan utama, yaitu: . pengamatan dan analisis lingkungan, . perumusan strategi, . implementasi strategi, dan . evaluasi dan pengendalian . ontrol strateg. (Wheelen & Hunger. Kegiatan manajemen strategik pada Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar ini diawali dengan pendekatan lingkungan dan analisis Berdasarkan data yang ada, jumlah santri yang belajar di Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebagaimana tabel berikut: Tabel 1. Jumlah Santri Ponpes Syekh Burhanuddin Kuntu No. Tahun Jumlah Jumlah santri yang belajar dari tahun ke tahunnya dan dukungan positif, baik moral maupun materil dari Pemerintah Daerah serta lapisan masyarakat sekitar dapat dijadikan sebagai indikator meningkatnya harapan dan kepercayaan dari masyarakat . terhadap eksistensi Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar. Berdasarkan hal ini, penerapan manajemen strategik di Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu merupakan suatu keniscayaan, dan patut diakui bahwa pada tahapan pengamatan dan analisis lingkungan telah menunjukkan adanya beberapa keuanggulan dan kelebihan yang dimiliki. Namun demikian, berdasarkan studi pendahuluan penulis melihat adanya kesenjangan dalam hal perumusan srtategi dan evaluasi strategi, di mana dengan banyaknya jumlah santri dapat menimbulkan permasalahan baru terkait dengan pengembangan pendidikan Islam serta mutu dan kualitas pendidikan Islam. Sebab, berdasarkan data yang ada diketahui bahwa jumlah santri Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu ini sampai dengan tahun 2018 tercatat sebanyak 1050 orang (Madrasah Tsanawiayah/Wustho dan Madrasah Aliyah/ Uly. , hanya diasuh oleh 60 orang yang terdiri dari pengasuh dan guru dengan sarana dan sarana pendidikan yang kurang memadai. Untuk itu diperlukan suatu manajemen strategi dalam menyenyelesaikan masalah tersebut. Manajemen strategik adalah keputusan dan tindakan manajerial lembaga pendidikan Islam yang mencakup beberapa elemen yang pertama adalah kegiatan formulasi, implementasi, dan terakhir evaluasi baik jakngka pendek maupun jangka panjang yang terjadi secara berulang dalam suau lembaga pendidikan yang mengikutsertakan sumber daya manusia dan material lainya dengan tujuan untuk mengerakan dan memberikan kontrol startegis agar tercapai tujuan yang di inginkan. Pengembangan . adalah perilaku manajerial yang meliputi pelatihan . yang digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan keterampilan seseorang dan memudahkan penyesuaian terhadap pekerjaan dan kemajuan kariernya (Muhammad & Ilahi, 2. TINJAUAN PUSTAKA Manajemen Strategik Robbin dan Coulter merumuskan definisi manajemen sebagai proses yang mengkordinasikan aktifitas-aktifitas kerja agar dapat terselesaikan dengan fektif dan efesien (Robbins & dan Coulte. Manajemen adalah seperangkat aturan yang terapkan melalui beberapa proses yang diatur sesuaid engan urutan fungsi manajemen demi tercapainya tujuan yang diinginkan oleh sebuah lembaga atau Fungsi manaemen ini mencakup, perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan (Fattah, 2. Dalam dunia pendidikan, manajemen merupakan proses kegiatan kerja sama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama menyangkut tujuan pendidikan, personal yang melakukan kerjasama, proses yang sistemik dan sistematik, serta behubungan dengan sumbersumber yang didayagunakan. Proses tersebut menyangkut perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan (Fuad, 2. Tujuan dan manfaat manajemen strategis Fred R. David menjabarkan beberapa manfaat dari manajemen strategis agar sebuah organisasi bisa lebih produktif. Adapun manfaat manajemen startegis yang dijabarkan adalah sebagai berikut (David, 2. Memberikan peluang agar sebuah organisasi lebih kompeten dalam mengarahkan dan mempengaruhi aktiffitas. Merumuskan strategi yang lebih baik melalui penggunaan dengan pendekatan terhadap pilihan strategi yang lebih sistematis, logis serta tentu nya rasional. Memungkinkan para manejer memiiliki pemahaman dan komitmen. Hadirnya peluang bahwa proses tersebut menyediakan ruang yang mampu memberdayakan individu. Kerangka Penerapan Manajemen Strategik Kerangka manajemen strategi dalam penerapannya mencakup 4 . tahapan utama, yaitu: pengamatan dan analisis lingkungan, . perumusan strategi, . implementasi strategi, dan . evaluasi dan pengendalian . ontrol strateg. (Wheelen & Hunger, 2. Pengembangan Pendidikan Islam Pengertian Pengembangan Pendidikan Islam Kata AupengembanganAy berasal dari kata AukembangAy yang mendapat awalan AupeAy dan akhiran Auan,Ay yang berarti : . proses, cara, perbuatan mengembangkan, misalnya dikatakan Aupemerintah selalu berusaha dalam pengembangan pembangunan secara bertahap dan teratur yang menjurus ke sasaran yang dikehendaki,Ay . pengembangan bahasa berarti Auupaya meningkatkan mutu bahasa agar dapat dipakai untuk berbagai keperluan dalam kehidupan masyarakat modern,Ay . pengembangan masyarakat berarti proses kegiatan bersama yang dilakukan oleh penghuni suatu daerah untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam bahasa inggris pengembangan adalah depelopment. Kata pengembangan dalam bahasa Inggris development. Pengembangan merupakan upaya untuk menwujudkan potensi, membawa sesuatu yang terlihat sederhana menjadi lebih kompleks, lebih besar, lebih baik dari tahap sebelumnya dan mencapai tahap perubahan yang lebih kompleks. Moris di dalam buku nya The American Herritage Dictionary of the English Language, memberikan definisi pengembangan sebagai Audevelopment is the act of developmentAy . erbuatan mengembangkan/ developin. (Morris. Jika dikorelasi kan kata pengembangan dengan pendidikan, dengan sendirinya mencakup pengembangan pada : sistem pendidikan, kurikulum, metode pendidikan, lembaga pendidikan, sarana dan prasarana pendidikan serta anggaran pendidikan, dan termasuk manajemen pendidikan. Beberapa teori yang menjelaskan tentang pentingnya pengembangan pendidikan berkaitan dengan tujuan ke arah perbaikan masyarakat. Teori-teori dimaksud di antaranya adalah Teori Sumber Daya Manusia dari Theodore W. Schultz. Teori Modernisasi dari Daniel Lerner, dan Teori Struktural Fungsional dari Talcott Parsons. Sebuah teori yang dipelopori oleh Theodore W. Schultz tentang investasi Sumber Daya Manusia (Investment In Human Capita. atau Modal Manusia (Human Capita. , ia menjelaskan bahwa perkembangan suatu masyarakat pada dasarnya berlandaskan pada investasi manusia. Dengan semakin berkualitasnya manusia sebagai penduduk bangsa akan mendorong meningkatanya produktifitas mereka. Peningkatan produktifitas akan mempenagruhi peningkatan penghasilan penduduk, sehingga pada gilirannya secara agregat dapat mengangkat masyarakat secara keseluruhan ke arah taraf yang lebih tinggi, kuncinya adalah kualitas manusianya. Oleh karenanya, di dalam hal ini terlihat bahwa pendidikan memiliki peranan yang fundamental dalam membangun kehidupan masyarakat (Karabel & Halsey, 1. Berdasarkan uraian di atas dapat difahami bahwa pendidikan pada hakikatnya adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki potensi spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Menurut Hasbullah. AuPendidikan adalah usaha orang dewasa dalam pergaulannya dengan anak didik melalui kontak atau komunikasi yang berlangsung secara terus menerus sampai anak didik mencapai kedewasaan (Muni. Pendidikan merupakan persoalan yang berhubungan langsung dengan kehidupan manusia sebagai makhluk yang memiliki unsur rohani yang mencakup dua segi kejiwaan, yaitu hakikat sebagai individu dan sebagai makhluk sosial, dan satu hakikat lagi, yang membedakan manusia dengan makhluk-makhluk lain ialah, hakikat sebagai makhluk susila dan makhluk berketuhanan. Istilah AuPendidikan IslamAy memiliki konotasi yang berbeda. Pendidikan menurut islam, pendidikan dalam islam serta pendidikan islam (Langgulun. Menurut Muhaimin Pendidikan Agama Islam memiliki makana sebagai upaya dalam memberikan pendidikan dan ajaran islam serta nilai nilai yang terkandung sebagai pendoman sikap dlam kehidupan setiap individu. Pendidikan ini tentu saja bertujuan untuk membantu seseorang atau pun kelompok anak didik agar memiliki nilai-nilai kegamaan yang di jadikan sebagai pandangan hidup (Muhaimin, 2. Pesantren Pesantren secara etimologi, berasal dari kata "santri", yang dengan awalan pe- dan akhiran -an berarti tempat tinggal para santri. Kata "santri" juga merupakan penggabungan antara suku kata sant . anusia bai. dan tra . uka menolon. , sehingga kata pesantren dapat diartikan sebagai tempat mendidik manusia yang baik. Sementara. Zamakhsyari Dhofier menyebutkan bahwa menurut Profesor Johns, istilah "santri" berasal dari bahasa Tamil yang berarti guru mengaji, sedang C. Berg berpendapat bahwa istilah tersebut berasal dari istilah shastri yang dalam bahasa India berarti orang yang tahu buku-buku suci Agama Hindu, atau seorang sarjana ahli kitab suci Agama Hindu. Kata shastri berasal dari kata shastra yang berarti buku-buku suci, buku-buku agama atau buku-buku tentang ilmu pengetahuan. Elemen pesantren menjadi persyaratan terbentuknya pondok pcsantren, secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut : Kyai : peran penting kyai dalam pendirian, pertumbuhan, perkembangan dan pengurusan sebuah pesantren berarti dia merupakan unsur yang paling esensial. Sebagai pemimpin pesantren, watak dan keberhasilan pesantren banyak bergantung pada keahlian dan kedalaman ilmu, karismatik dan wibawa, serta ketrampilan kyai. Dalam konteks ini, pribadi kyai sangat menentukan sebab dia adalah tokoh sentral dalam pesantren (Rofi, 2. Istilah kyai bukan berasal dari bahasa Arab, melainkan dari bahasa Jawa. Dalam bahasa Jawa, perkataan kyai dipakai untuk tiga jenis gelar yang berbeda, yaitu: . Sebagai gelar kehormatan bagi barangbarang yang dianggap keramat. Aukyai garuda kencanaAy dipakai untuk sebutkan kereta emas yang ada di Kraton Yogyakarta, . Gelar kehormatan bagi orang-orang tua pada umumnya, dan . Gelar yang diberikan oleh masyarakat kepada orang ahli agama Islam yang memiliki atau menjadi pimpinan pesantren dan mengajar kitab-kitab Islam klasik kepada para santrinya (Dhofier, 1. Masjid . sangkut paut pendidikan Islam dan masjid sangat dekat dan erat dalam tradisi Islam di seluruh dunia. Dahulu, kaum muslimin selalu memanfaatkan masjid untuk tempat beribadah dan juga sebagai tempat lembaga pendidikan Islam. Sebagai pusat kehidupan rohani,sosial dan politik, dan pendidikan Islam, masjid merupakan aspek kehidupan sehari-hari yang sangat penting bagi masyarakat. Dalam rangka pesantren, masjid dianggap sebagai Autempat yang paling tepat untuk mendidik para santri, terutama dalam praktek sembahyang lima waktu, khutbah, dan sembahyang Jumat, dan pengajaran kitab-kitab Islam klasik. Ay Biasanya yang pertama-tama didirikan oleh seorang kyai yang ingin mengembangkan sebuah pesantren adalah Masjid itu terletak dekat atau di belakang rumah kyai (Islam et al. , 1. Santri . santri merupakan unsur yang penting sekali dalam perkembangan sebuah pesantren karena langkah pertama dalam tahap-tahap membangun pesantren adalah bahwa harus ada murid yang datang untuk belajar dari seorang alim. Kalau murid itu sudah menetap di rumah seorang alim, baru seorang alim itu bisa disebut kyai dan mulai membangun fasilitas yang lebih lengkap untuk pondoknya. Santri biasanya terdiri dari dua kelompok, yaitu santri kalong dan santri mukim. Santri kalong merupakan bagian santri yang tidak menetap dalam pondok tetapi pulang ke rumah masing-masing sesudah selesai mengikuti suatu pelajaran di pesantren. Santri kalong biasanya berasal dari daerah-daerah sekitar pesantren jadi tidak keberatan kalau sering pergi pulang. Makna santri mukim ialah putera atau puteri yang menetap dalam pondok pesantren dan biasanya berasal dari daerah jauh. Pada masa lalu, kesempatan untuk pergi dan menetap di sebuah pesantren yang jauh merupakan suatu keistimewaan untuk santri karena dia harus penuh cita-cita, memiliki keberanian yang cukup dan siap menghadapi sendiri tantangan yang akan dialaminya di pesantren. Pondok . istilah AopondokAo adalah tempat sederhana yang merupakan tempat tinggal kyai bersama para santrinya. METODE Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan . ield researc. dengan pendekatan penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang berupaya menggambarkan data hasil penelitian dengan kata-kata atau kalimat yang dipisah-pisah menurut kategori dan dianalisis untuk memperoleh kesimpulan, sebelum dianalisis data yang dihasilkan dari penelitian akan dideskripsikan terlebih dahulu. Metode penelitian kualitatif dapat digunakan untuk mengungkap dan memahami sesuatu di balik fenomena yang belum diketahui. Data berasal dari bermacam sumber biasanya dari wawancara dan Peneliti di sini mengumpulkan data dan menyajikannya sedemikian rupa sehingga para informannya dibiarkan berbicara, tujuan adalah mendapatkan laporan apa adanya. Kemudian kondisi yang diuraikan harus relapan, khususnya dengan situasi yang ada, jadi teori dapat dijadikan sebagai kendali . atas perlakuan terhadap fenomena yang ada. Peneliti memilih jenis penelitian kualitatif ini dengan pertimbangan bahwa metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan langsung dengan kenyataan yang ada, dengan pendekatan ini peneliti bisa mendapatkan data yang akurat dikarenakan peneliti bertemu atau berhadapan langsung dengan informan, dan pendekatan ini juga lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama terhadap pola-pola nilai yang dihadapi, dan yang terakhir yang paling penting adalah peneliti lebih mudah dalam melakukan penelitian dan mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan tentang suatu masyarakat (Sugiono, 2. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar. Waktu penelitian selama 3 bulan, dari bulan Agustus s. Oktober 2019. Informan Penelitian Informan dalam penelitian ini terdiri dari : pendiri, anggota keluarga pendiri, dan guru/ustadz Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar. Tabel 2. Informan Penelitian Nama Jabatan Ahmad Junaedi Jamarin Pimpinan PP. Syekh Burhanuddin Kuntu Hasbullah. Pd. Kepala MDF. PP. Syekh Burhanuddin Kuntu Dewi Sisca. Pd. Waka Kurikulum PP. Syekh Burhanuddin Kuntu Yusri. Pd. Wakasis PP. Syekh Burhanuddin Kuntu JaAofar. Pd. Wakasarpras PP. Syekh Burhanuddin Kuntu Sumber Data Data yang akan dikumpulkan dan diperoleh dalam penelitian ini dapat dikelompokkan kepada : Data Primer . atau data dasar . rimary data/basic dat. atau juga disebut sumber data lapangan, diperoleh langsung dari sumbernya, yang diamati dan dicatat untuk pertama kalinya. Data primer ialah data yang diperoleh secara langsung dari sumber pertama di lapangan berupa hasil wawancara langsung dari informan yang diteliti. Data primer juga dapat berupa opini subjek . secara individual dan kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda . , kejadian atau kegiatan dan hasil penguji. Dalam penelitian ini, data primer diperoleh dengan menggunakan metode wawancara atau interview yang ditujukan kepada responden. Data Sekunder . econdary dat. atau sumber data dokumenter ialah data-data yang mendukung data utama, data yang sengaja ditulis oleh pembuatnya sebagai suatu dokumen sejarah atau dokumen tertulis yang diabadikan. Data sekunder antara lain mencakup dokumen-dokumen resmi, buku-buku maupun hasil penelitian yang berwujud laporan. Data sekunder ini membantu peneliti untuk mendapatkan bukti maupun bahan yang akan diteliti, sehingga peneliti dapat memecahkan atau menyelesaikan suatu penelitian dengan baik karena didukung dari bukubuku, baik yang sudah dipublikasikan maupun yang belum dipublikasikan. Termasuk data sekunder dalam penelitian ini adalah : dokumentasi profil Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar. Teknik Pengumpulan Data Data dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik pengumpulan data yaitu: Observasi : teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara datang, menemui dan mengamati secara langsung aktivitas responden di lokasi penelitian untuk mendapatkan data terkait penerapan manajemen strategik Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar dalam pengembangan pendidikan Islam. Wawancara: teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan berdasarkan kisi-kisi pertanyaan wawancara yang telah disusun sebelumnya. Hal ini dilakukan guna mendapatkan hasil atau data yang lebih lengkap dan sistematis dengan melakukan tanya jawab secara langsung kepada responden untuk memperoleh data terkait penerapan manajemen strategik Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar dalam pengembangan pendidikan Islam. Dokumentasi . dokumentasi dari asal kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis seperti buku, majalah, catatan dan lain-lain yang berkaitan dengan permasalahan penelitian yaitu tentang penerapan manajemen strategik. Data yang diperoleh dari dokumentasi ini merupakan data sekunder sebagai pelengkap data primer, termasuk data sekunder dalam penelitian ini adalah: dokumentasi profil Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar. Teknik Analisis Data Pada tahap ini data yang telah diperoleh, setelah dipelajari akan diklasifikasikan sesuai dengan permasalahan yang ada, kemudian dianalisis secara cermat di samping menggunakan teknik : . deduktif, yaitu menganalisis data yang berisi ide-ide atau keterangan-keterangan yang bersifat umum, kemudian ditarik menjadi suatu kesimpulan yang khusus, . induktif, yaitu menganalisis data yang berisi ide-ide atau keterangan-keterangan yang bersifat khusus, kemudian ditarik menjadi suatu kesimpulan yang umum, dan . komperatif, yaitu : membandingkan ide, pemikiran dan pendapat yang satu dengan yang lain tentang hal yang sama, baik yang memiliki nuansa pemikiran yang hampir sama atau bahkan yang sangat bertentangan. Triangulasi Data Dalam pengecekan keabsahan data penelitian ini, peneliti juga menggunakan triangulasi, yakni teknik pemeriksaan data memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data tersebut bagi keperluan pengecekan atau sebagai bahan pembanding terhadap data tersebut. Untuk pengecekan data melalui pembandingan terhadap data dari sumber lainnya. Pengecekan keabsahan data dengan triangulasi ini, paling tidak ada 3 bentuk triangulasi yaitu: Triangulasi Sumber . cara meningkatkan kepercayaan penelitian adalah dengan mencari data dari sumber data yang beragam yang masih terkait satu sama lain. Triangulasi Teknik . triangulasi teknik adalah penggunaan beragam teknik pengungkapan data yang dilakukan kepada sumber data. Menguji kredibilitas data dengan triangulasi teknik yaitu mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Triangulasi Waktu. untuk menguji kredibilitas data dengan menggunakan triangulasi waktu dilakukan dengan cara mengumpulkan data pada waktu yang berbeda. Peneliti yang melakukan wawancara di sore hari, bisa mengulanginya di pagi hari dan mengeceknya kembali di sore hari. Pengujian ini dilakukan melalui Informan, pagi hari, siang hari, dan sore hari. Triangulasi waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. Data dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat nara sumber masih segar, belum banyak masalah, akan memberikan data valid dan lebih kredibel. HASIL PEMBAHASAN Penerapan manajemen strategik di Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar dalam pengembangan pendidikan Islam dapat dilihat dari 4 . Pengamatan dan analisis lingkungan Ada dua jenis pengamatan dan analisis lingkungan yaitu pengamatan dan analisis lingkungan eksternal dan pengamatan dan analisis lingkungan internal. Pada pengamatan lingkungan eksternal, mencakup geografis, agama, sosial, budaya dan ekonomi. Desa Kuntu Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar, lokasi di mana Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin didirikan oleh Abuya Dr. (HC) Djamarin pada tanggal 1 Februari 1973 lalu, selain pernah menjadi pusat penyiaran Islam sebelum kemerdekaan yang syarat dengan lembaran sejarah, baik agama, adat istiadat, juga secara geografis berada di lokasi yang sangat strategis sehingga menjadikan Kuntu ramai dikunjungi masyarakat dengan berbagai latar belakang, niat dan tujuannya yang berpengaruh terhadap kehidupan beragama masyarakat. Keadaan ini, di satu sisi merupakan peluang dan kekuatan, akan tetapi sisi lain merupakan tantangan dan ancaman bagi Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar dalam pengembangan pendidikan Islam (Djamarin, 2. Sedangkan Pengamatan dan analisis lingkungan internal, mencakup: Sumber Daya Manusia (SDM) . impinan, pengelola, guru dan pegawa. , santri/ siswa, sumber dana, sarana dan prasarana. Sejak awal berdirinya, siswa Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar dibebaskan siswa dari pungutan dan biaya pendidikan baik SPP, listrik, biaya operasional sekolah, maupun biaya lainnya, para santri datang ke Pondok Pesantren hanya untuk belajar tanpa ada pungutan biaya pendidikan. Keadaan ini mendorong para santri/ siswa untuk giat belajar dan menimba ilmu agama selama berada di Pondok Pesantren dan menjadikan Pondok Pesantren ini banyak diminati oleh masyarakat untuk memasukkan anak-anaknya belajar dan menimba ilmu agama. Bahkan. Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu ini sampai dengan tahun 2019, telah berusia 46 tahun telah memiliki alumni sekitar 2. 500 orang yang tersebar di berbagai daerah di Provinsi Riau. Kepulauan Riau. Sumatera Barat dan Jambi. Dilihat dari sarana dan prasarana yang ada pada masa awal berdirinya terbilang masih sangat minim, yang ada hanya 1 unit mushalla berukuran 6x10 meter yang dibangun di tengah hutan beratap daun dengan tiang kayu bulat dan dinding dari papan, yang digunakan sebagai tempat ibadah, juga dapat digunakan sebagai tempat belajar dan menimba ilmu bagi para santri. Dengan kegigihan dan ketekunan pendiri, pengasuhnya, dan pengelola, sarana dan prasarana pendidikan Pondok Pesantren terus diupayakan untuk dapat diingkatkan, baik melalui swadaya pimpinan/ pengasuh dan pengelola, maupun bantuan dari Pemerintah Daerah, instansi terkait dan masyarakat sehingga dari tahun ke tahunnya terus mengalami banyak perkembangan dan peningkatan yang cukup signifikan. Perumusan strategi Dalam tahapan perumusan strategi ada 2 tahapan yang dilakukan yaitu . rumuskan dan menetapkan visi, misi dan tujuan, dan . merumuskan dan menetapkan strategi, arah dan kebijakan. Dalam perumusan dan penyusunan visi, misi dan tujuan Pondok Pesantren dilakukan dengan melibatkan dan mengikutsertakan seluruh stakeholders mulai dari kepala sekolah, guru, karyawan, orang tua, komite. Proses perumusan visi dilakukan melalui rapat internal yang diadakan oleh kepala Di dalam rapat, kepala sekolah membuat tim yang terdiri dari wakil-wakil kepala sekolah mulai dari urusan kurikulum, sarana prasarana, kesiswaan, hubungan masyarakat, dan beberapa Tim ini memiliki tugas untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber dengan memperhatikan beberapa hal berikut: . visi lembaga yang ada di atas sekolah. nilai-nilai dalam . relevansi dengan tuntutan dan perkembangan zaman. Gagasan pernyataan visi kemudian dipaparkan dalam pertemuan yang melibatkan seluruh stakeholder termasuk komite, yayasan, orang tua, dan perwakilan dinas pendidikan setempat. Setelah ada kesepakatan, kemudian visi akan diputuskan kepala sekolah di hadapan stakeholder yang hadir. Kemudian dalam merumuskan dan menetapkan strategi untuk mencapai visi, misi dan tujuan Pondok Pesantren dalam pengembangan pendidikan Islam, tahapan berikutnya yang dilakukan oleh pimpinan dan pengelola Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu dalam pengembangan pendidikan Islam adalah merumuskan dan menetapkan strategi : . meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) . stadz/ guru dan pegawa. , . membenahi system pendidikan dan kurikulum pesantren . afaqqahu fiddi. dengan memaksimalkan model pendidikan yang holistik integrative, dan program unggulan . untuk menghasilkan lulusan yang berakhlakul karimah dan berkarakter Islami, beriman dan bertaqwa (IMTAQ) serta menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), . memaksimalkan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris aktif bagi santri/ siswa, . modernisasi dalam bidang teknologi komunikasi dan informasi, . membangun kemitraan dan kerjasama dengan pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat, dan . melakukan novasi/ terobosan dalam berbagai program penguasaan keterampilan . ife skil. Implementasi strategi Pada tahapan implementasi stratergi ada 3 hal yang harus diimplementasikan yaitu: . sistem pendidikan dan kurikulum, . jadwal kegiatan belajar mengajar, dan . metode pembelajaran. Sistem pendidikan di Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu adalah gabungan dari 2 . sistem pendidikan pesantren tradisional . dan sistem pendidikan madrasah. Sistem pendidikan pesantren tradisional . dapat dilihat dari keberadaan pondok atau asrama, kyai atau buya dan ustadz, santri putra dan putri, masjid/ mushalla, dan pembelajaran kitab-kitab Islam klasik atau kitab kuning. Sedangkan sistem pendidikan madrasah dapat dilihat dari keberadaan jenjang pendidikan Madrasah Tsanawiyyah . l-Wusth. dan Madrasah Aliyah . l-Uly. , pembagian kelas, pengelompokkan mata pelajaran, dan muatan kurikulum pendidikan Kementerian Agama RI dan Kementerian Pendidikan Nasional. Kurikulum yang diterapkan terdiri dari: . Kurikulum pondok pesantren . l-maAohadiyya. , dengan masa belajar selama 7 tahun, dimulai dari kelas I sampai dengan kelas VII, dan . Kurikulum pendidikan madrasah, dalam hal ini Madrasah Tsanawiyyah (MT. dengan masa belajar selama 3 tahun terdiri dari Kelas VII. Kelas VII dan Kelas IX, dan Madrasah Aliyyah (MA) dengan masa belajar selama 3 tahun terdiri dari Kelas X. Kelas XI dan Kelas XII, mengacu kepada Kurikulum Kementerian Agama RI dan Kementerian Pendidikan Nasional. Dengan diterapkan dan dikembangkannya 2 . kurikulum tersebut, maka kegiatan belajar mengajar di Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu terdiri dari kegiatan kurikuler, intra kurikuler dan ekstra kurikuler sebagaimana tergambar dalam kegiatan harian dan mingguan. Sedangkan Metode Pembelajaran pada Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin diberikan dalam bentuk, sorogan, bandong, halaqah dan hafalan. Evaluasi dan pengendalian strategi Tahapan yang dilakukan dalam hubungannya dengan pelaksanaan evaluasi dan pengendalian strategi dalam penerapan manajemen strategik di Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar dalam pengembangan Pendidikan Islam, mencakup: . menerapkan peraturan, adab dan etika santri/ siswa, . menerapkan peraturan, adab dan etika ustadz/ guru, . rapat/ pertemuan pimpinan/ pengasuh, guru mingguan . , . menyusun laporan bulanan, dan . menyusun laporan tahunan. Dalam wawancara dengan Bapak Ahmad Junaidi Djamarin. Pimpinan Pondok Pesantren, dijelaskan bahwa untuk menjaga kedisiplinan, kenyamanan dan keamanan sekaligus sebagai upaya pengendalian . kegiatan pendidikan dan pembelajaran di Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar, pimpinan/ pengasuh telah menetapkan peraturan yang wajib dipatuhi oleh santri/ siswa dan ketika para santri/ siswa melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai dengan tingkat pelanggaran. Adapun etika ustadz atau guru, di antaranya adalah : . adanya komunikasi yang aktif antara pendidik dan peserta didik. Pola komunikasi dalam interaksi dapat diterapkan ketika terjadi proses belajar mengajar, . Memperhatikan kemampuan dan kondisi anak didiknya. Pemberian materi pelajaran harus diukur dengan kadar kemampuannya, . Mengetahui kepentingan bersama, tidak terfokus pada sebagian anak didik, misalnya hanya memprioritaskan pada anak yang ber-IQ tinggi, . Mempunyai kompetensi keadilan, kesucian dan kesempurnaan, . Ikhlas dalam menjalankan aktifitasnya, tidak banyak menuntut hal yang di luar hak dan Sebagai masyarakat Muslim yang hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia, seseorang dapat diangkat menjadi ustadz/ guru di Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu, menurut Bapak Ahmad Junaidi Jamarin diharapkan sesuai syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu : . berijazah S1, . sehat jasmani dan rohani, . bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, . berkelakuan baik, . bertanggung jawab, dan . berjiwa Penjelasan tentang pentingnya komunikasi dan rapat koordinasi di lingkungan Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu juga disampaikan oleh Bapak Ahmad Qusyairi. Kepala Madrasah Aliyah . l-Uly. dan Bapak Habibullah Jamarin. Kepala Madrasah Tsanawiyah . lWusth. Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu. Sejalan dengan pendapat yang menyatakan bahwa tujuan komunikasi dan rapat koordinasi adalah : . untuk melakukan analisa dan evaluasi atas pelaksanaan kegiatan program, . mengkoordinasikan pelaksanaan program, . merumuskan langkah pemecahan masalah yang timbul selama pelaksanaan kegiatan program, dan . pengendalian dan konsolidasi rencana kerja tindak lanjut dan lima, penyampaian informasi terkini. KESIMPULAN Penerapan manajemen strategik di Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar dalam pengembangan pendidikan Islam dapat dilihat dari 4 . Pengamatan dan analisis lingkungan: pengamatan dan analisis lingkungan eksternal, mencakup geografis, agama, sosial, budaya dan ekonomi. Pengamatan dan analisis lingkungan internal, mencakup : Sumber Daya Manusia (SDM) . impinan, pengelola, guru dan pegawa. , santri/ siswa, sumber dana, sarana dan prasarana. Perumusan strategi : rumuskan dan menetapkan visi, misi dan tujuan, merumuskan dan menetapkan strategi, arah dan kebijakan. Implementasi strategi, mencakup : sistem pendidikan dan kurikulum, jadwal kegiatan belajar mengajar, dan Evaluasi dan pengendalian strategi : tahapan yang dilakukan dalam hubungannya dengan pelaksanaan evaluasi dan pengendalian strategi dalam penerapan manajemen strategik di Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar dalam pengembangan Pendidikan Islam, mencakup : . menerapkan peraturan, adab dan etika santri/ siswa, . menerapkan peraturan, adab dan etika ustadz/ guru, . rapat/ pertemuan pimpinan/ pengasuh, guru mingguan . , . menyusun laporan bulanan, dan . menyusun laporan tahunan. SARAN Di akhir penelitian ini, penulis menyampaikan saran-saran kepada para aktivis dan pengelola pendidikan Islam kiranya hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi terkait penerapan manajemen strategik lembaga pendidikan Islam pesantren dalam pengembangan pendidikan Islam pada masa yang akan datang. DAFTAR PUSTAKA