Pros Sem Nas S. Vol 1 No 1 . | 28-35 IMPLEMENTASI METODE FULL COSTING PADA PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI SABUN CAIR CUCI PIRING BERBASIS EKSTRAK KULIT MANGGIS Linar Humaira 1*. Anak Agung Eka Suwarnata1. Srikandi2 Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Nusa Bangsa. Bogor. Indonesia Program Studi Biologi. Fakultas MIPA. Universitas Nusa Bangsa. Bogor. Indonesia e-mail: linar. unb@gmail. ABSTRAK Kulit buah manggis yang kaya dengan kandungan senyawa fenol/polifenol, epikatekin, antosianin, tanin, dan xanthone, yang hingga saat ini sudah mulai banyak dimanfaatkan oleh masyarakat pada industry skala rumah tangga, salah satunya pada pembuatan sabun cair cuci piring di UMKM Pelangi Gunung Suling. Namun umumnya industry skala rumahan dalam penetapan harga jual produknya masih berdasarkan taksiran atau perkiraan saja, untuk itu perlu dikaji dalam implementasi penetapan harga pokok produksinya melalui penerapan metode Full Costing sebagai dasar dalam penetapan harga jualnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penetapan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing sebagai dasar penetapan harga jual produk sabun cuci piring dengan pewarna dan bahan aktif ekstrak kulit manggis. Hasilnya memperlihatkan bahwa perhitungan harga pokok produksi berdasarkan metode full costing adalah Rp. 700,00 per produksi atau Rp. 212,00 per unit kemasan 500 ml, dan harga jual menurut perusahaan Rp. 000,00, harga jual perusahaan berada pada posisi tidak mendapatkan keuntungan seperti yang diharapkan. Kata kunci: ekstrak kulit manggis. full costing. harga pokok produksi. harga jual PENDAHULUAN Manggis (Garcinia mangostana L. ) merupakan komoditas unggulan ekspor Indonesia yang memiliki kontribusi terhadap total ekspor buah-buahan sebesar 34,4%. Salah satu sentra produksi dan penghasil buah manggis yang berada di Jawa Barat dan mempunyai kontribusi ekspor buah manggis yaitu dari kabupaten Bogor khususnya dari Kecamatan Leuwiliang. Hasil penelitian Andriyanty dan Humaira . , menunjukkan bahwa produksi buah manggis yang dihasilkan dari Kecamatan Leuwiliang yang lolos ekspor adalah sebesar 40-60% serta 84% petani menjualnya melalui pedagang perantara sehingga mengakibatkan harga yang diterima petani rendah. Disamping itu produk yang tidak lolos ekspor sisanya dijual ke pasar lokal, karena kualitas buah manggis yang dihasilkan banyak yang tidak memenuhi standar seperti kulit buah keras, bergetah, dan sepal buah tidah utuh. Pros Sem Nas S. Vol 1 No 1 . | 28-35 Buah manggis yang yang dihasilkan oleh para petani umumnya dijual dalam bentuk buah segar, dan daging buahnya saja yang dinikmati sementara kulitnya dibuang yang memungkinkan menjadi limbah pertanian. Kulit buah manggis memiliki porsi terbanyak dari seluruh buah berkisar 64. 23%-66. 45% (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, 2. Padahal dari kulit manggis ini memiliki kandungan senyawa yang luar biasa yang dapat dimanfaatkan untuk kesehatan atau sebagai bahan pangan dan pangan fungsional, yaitu karena kaya kandungan zat xhanton dan thanin yang terdapat pada kulit manggis. Kulit manggis dapat dimanfaatkan sebagai pangan fungsional diantaranya dalam pembuatan teh, cake (Garcia Chochips Coocie. dan kue pao sebagai substitusi tepung terigu (Humaira. Jannah. Fitriani, 2. , selain itu dimanfaatkan sebagai pewarna dan bahan aktif pada pembuatan sabun pembersih lantai (Humaira. Andriyanti. Suwarnata, 2. , serta sebagai pewarna alami pada pembuatan sabun cuci piring (Humaira. Srikandi. Suwarnata, 2. Berdasarkan hasil perhitungan penetapan harga pokok produksi pada pemanfaatan sisaan organik buah manggis tersebut yang dimanfaatkan pada pembuatan kukis dengan menggunakan metode perhitungan biaya penuh atau full costing dapat menutup semua biaya produksi pembuatan kue pao per biji per produksi (Humaira. Jannah, & Fitriani, 2. Salah satu dari kegiatan sosialisasi pembuatan sabun cair cuci piring yang berbahan aktif dan pewarna dari ekstrak kulit manggis ini telah dijalankan sebagai salah satu unit usahanya dari suatu kelompok masyarakat yang ada di Desa Barengkok yang fokus pada produk olahan pascapanen produk pertanian yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT) Pelangi Gunung Suling. Kelompok ini walau namanya kelompok wanita tani namun sejatinya bukan petani yang menghususkan pada bercocok tanam namun fokus pada produk olahan pascapanen hasil pertanian maupun produk ikutannya. Kegiatan proses produksi pertanian di pedesaan, umumnya dalam bentuk industri rumah tangga serta menyerap tenaga kerja keluarga atau masyarakat lokal (Boserup et al. , 2. Hasil kegiatan unit usaha atau industri rumahan tersebut perlu dilakukan evaluasi salah satunya dalam penerapan perhitungan harga pokok produksinya, karena pada umumnya setiap unit produksi hasil olahan anggota kelompok ini masih belum memperhatikan pencatatan atau administratif yang baik, sehingga dalam penentuan harga jual masih berdasarkan taksiran atau perkiraan saja. Agar terhindar dari adanya kekeliruan dalam penentuan harga pokok produksi maka diperlukan suatu metode perhitungan yang Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi terhadap perhitungan harga pokok produksi guna dapat menentukan harga jual produknya. Perusahaan atau unit usaha perlu mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keputusan di dalam menentukan harga jual produknya. Pujiwidodo . mengatakan bahwa yang perlu dipertimbangkan tersebut adalah. laba yang diinginkan perusahaan, produksi atau penjualan produk, biaya produk, dan faktor dari luar perusahaan atau konsumen antara lain elastisitas permintaan produk tersebut, target pelanggan, sifat produk apakah homogen atau heterogen serta persaingan harga. Oleh karena itu, tidak terlepas dari seberapa besar atau kecil sebuah perusahaan, maka penetapan harga barang yang dihasilkan adalah penting sebelum menetapkan harga jual produknya agar sumber dayanya bisa efisien dan efektif. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, maka keuntungan perusahaan dapat diperoleh secara optimal (Drucker. Pengelompokan biaya dalam proses produksi menurut Mulyadi . , dikelompokan ke dalam dua kelompok yaitu biaya produksi merupakan biaya yang Pros Sem Nas S. Vol 1 No 1 . | 28-35 dikeluarkan dalam pengolahan bahan baku menjadi produk, dan biaya non produksi yaitu biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan yang tidak langsung dalam proses produksi . eperti biaya unuk kegiatan pemasaran, kegiatan administrasi dan umu. Pendekatan perhitungan unsur-unsur biaya dalam penetapan harga pokok produksi dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu pendekatan biaya penuh . ull costin. dan pendekatan biaya variabel . ariable costin. Metode Full Costing merupakan metode penentuan biaya produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya ke dalam biaya produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, baik yang bersifat variable maupun tetap. Metode Variabel Costing merupakan metode penentuan biaya produksi yang hanya memperhitungkan biaya yang bersifat variable ke dalam biaya produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik variable (Pass & Lowes, 1. Penetapan harga jual produk tentunya ada beberapa prosedur yang harus diperhatikan sebagaimana yang dikemukakan Swastha . , yang pertama memperkirakan permintaan untuk produk atau barang yang di jual, kedua memahami lebih dulu reaksi dalam persaingan, ketiga menentukan Market Share yang diharapkan, dan keempat memilih strategi harga jual untuk mencapai harga pasar. Berdasarkan permasalahan bahwa unit usaha dari Kelompok Wanita Tani ini dalam penetapan harga pokoknya masih belum memperhatikan percatatan biaya-biaya atau administratif yang baik, maka perlu dilakukan evaluasi implementasi perhitungan penetapan harga pokok produksi pada produk olahan limbah kulit manggis yang dimanfaatkan pada pembuatan sabun cair cuci piring secara full costing metode ini semua unsur biaya sudah diperhitungkan, yang nantinya dijadikan sebagai dasar penentuan harga jualnya sehingga perusahaan dapat menutupi semua biaya-biaya yang telah METODE PENELITIAN Penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif melalui pendekatan study kasus. Penetapan objek penelitian dilakukan secara berkesengajaan . urposive samplin. pada unit usaha Kelompok Wanita Tani (KWT) Pelangi Gunung Suling di Desa Barengkok Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor, pada bulan Agustus - Oktober 2019. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pencatatan serta pengamatan langsung selama proses produksi. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif melalui pengklasifikasian kelompok biaya produksi yang meliputi biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya yang tidak berkaitan langsung dengan produksi . Selain itu data kualitatif, berupa informasi dari ketua pengelola unit usaha maupun dari anggota kelompok yang berkaitan dengan data yang diperlukan selama proses produksi. Analisis data menggunakan Microsoft Exel untuk perhitungan penetapan harga pokok produksi yang didasarkan atas biaya produksi. Tiga metode penetapan harga menurut Christopher. Bryan Lowes. Andew Pendleton & Leslie Chadwick . , yaitu . full cost atau mark-up atau penetapan harga berdasarkan biaya rata-rata . verage cost pricin. , . penetapan harga berdasarkan biaya plus . ost-plus pricin. , yaitu produk ditetapkan dengan menambah suatu persentase laba markup pada total biaya per unit dari produk, . break-even atau penetapan harga berdasar biaya marjinal . arginal cost Metode yang digunakan dalam penetapan harga pokok produksi dengan Pros Sem Nas S. Vol 1 No 1 . | 28-35 menggunakan pendekatan full costing menurut Mulyadi . , dengan unsur biaya produksi berdasarkan komponen berikut: Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead variable Biaya overhead tetap Total Biaya produksi Jumlah Produksi ----Harga Pokok Produksi per unit Penetapan penetapan harga Penetapan pokok penjualan Pengelompokan Perhitungan Harga Harga Biaya-biaya Pokok Produksidengan biaya nonJual per Unit . iaya yang dihasilkan dari penjumlahan biaya pemasaran dan biaya administras. kemudian dibagi dengan jumlah unit produksi per A Laba yang A Biaya Bahan Baku A Biaya Total periode produksi. diharapkan oleh A Jumlah Produksi Penentuan A Biaya tenaga kerja (Volume Produks. produksi serta markup keuntungan yang diinginkan perusahaan (Joel G. Siegel. Jae K. A Biaya Shim. Stephen Hartman, 1. Harga jual ini dijadikan sebagai dasar harga penjualan produk per unitnya. Berdasarkan perhitungan harga pokok produksi kemudian di tambahkan dengan persentase keuntungan dari harga pokok, harga ini merupakan harga jual per unit produk. Perhitungan ini digunakan sebagai dasar menentukan harga jual produk per unit sabun cair cuci piring per kemasan, dengan perhitungan: Harga jual per unit = Harga pokok penjualan persentase laba yang diharapkan Secara ringkas metode pelaksanaan penelitian ini dapat digambarkan pada diagram alur analisis berikut ini: Pengelompokan Biaya-biaya A Biaya Bahan Baku langsung A Biaya tenaga kerja langsung A Biaya overhead Perhitungan Harga Pokok Produksi Penetapan Harga Jual per Unit A Biaya Total A Jumlah Produksi (Volume Produks. A Laba yang diharapkan oleh Gambar 1. Alur Proses Analisis Data Pada Gambar 1 di atas proses kegiatan analisis data hasil penelitian dimulai dari pengelompokan biaya-biaya yaitu biaya bahan baku langsung . ir destilasi. NaOH. LABSA. Aminon. Ekstrak Kulit Manggis. Sodium Chlorid. Methil Paraben dan EDTA), kemudian biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead . otol kemasan, label dan Pengelompokan Hargaterkumpul dilakukan Penetapanperhitungan Harja biaya tenaga kerja tidak langsun. Perhitungan Setelah data Biaya-Biaya Pokok Produksi Jual per Unit total dan jumlah produksi yang dihasilkan . olume produks. Langkah terakhir dilakukan A Biaya jual Bahanper unit produk Adengan Biaya Total Penetapan labalaba yang penetapan harga memperhitungkan Apersentase Baku langsung yang diharapkan A Jumlah Produksi diharapkan perusahaan. Harga inilah yang akan dijadikan pertimbangan sebagai harga oleh perusahaan A Biaya tenaga (Volume jual per unit produknya. kerja langsung Produks. A Biaya overhead Pros Sem Nas S. Vol 1 No 1 . | 28-35 HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil wawancara dengan pengelola unit usaha dari kelompok wanita tani Pelangi Gunung Suling, bahwa pencatatan mereka dibuat dalam satu buku besar namun masih bercampur dengan pencatatan unit usaha lainnya, sehingga dapat dikatakan tidak memenuhi pencatatan berdasarkan standar akuntansi keuangan, karena keterbatasan dari pemahaman pemilik atau pengelola unit usaha. Dari hasil penelusuran biaya-biaya yang telah dikeluarkan selama proses produksi, maka dapat diperoleh hasil perhitungan yang didasarkan pada penetapan harga pokok produksi berdasarkan variable costing seperti pada Tabel 1 berikut ini: Tabel 1. Harga Pokok Produksi berdasarkan Variabel Costing Per periode produksi Sabun Cair Cuci Piring berbasisi ekstrak kulit Manggis No. Komponen Uraian Harga Satuan (R. HOK HOK Kebutuhan Biaya Bahan Baku Air Destilasi/Aquades NaOH (Sodium Hydroxid. LABSA Aminon Extrak Kulit Manggis Sodium Chlorid Methyl Paraben EDTA Essennce/Pewangi (Srawber. Biaya Tenaga Kerja Langsung Tenaga kerja Biaya Overhead Label Botol Kemasan 500 ml Biaya tenaga kerja tidak langung Total Biaya Produksi Variabel Jumlah Produksi HPP per unit kemasan 500 ml Satuan Satuan Rp/ml Rp/gr Rp/gr Rp/gr Rp/gr Rp/gr Rp/gr Rp/gr Rp/ml Jumlah Biaya (R. 9,030 2,625 30,080 16,200 3,595 1,250 1,120 6,000 75,000 Rp/HOK 75,000 1,000 75,000 Rp/lbr Rp/botol Rp/HOK 4,000 20,000 37,500 206,700 10,335 Sumber: Data primer diolah, 2019 Sahla . Ramdhani et. Lestari. Rosita. Marlina, . , menyebutkan bahwa metode penentuan harga pokok produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang bersifat variable ke dalam biaya produksi itu merupakan perhitungan harga pokok produksi didasarkan metode variable costing, biayabiaya tersebut merupakan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik yang bersifat variabel. Dari Tabel 1 diatas dapat dilihat bahwa harga pokok produksi per unit kemasan atas dasar biaya variabel untuk produk sabun cair cuci piring berbahan aktif serta pewarna dari ekstrak kulit manggis dalam satu periode produksi adalah sebesar Rp. 335,00 dengan dengan volume produksi sebanyak 20 botol kemasan 500 ml. Dalam perhitungan biaya-biaya yang digunakan untuk volume produksi ini 33,9% nya dialokasikan untuk biaya bahan baku, 36,2% untuk biaya tenaga kerja dan 29,7% untuk biaya overhead pabrik yang bersifat variable. Harga pokok produksi ini masih dapat dioptimalkan kembali sampai batas kapasitas maksimal pemakaian input tenaga kerjanya. Pros Sem Nas S. Vol 1 No 1 . | 28-35 Tabel 2. Harga Pokok Produksi berdasarkan Full Costing Per periode produksi Sabun Cair Cuci Piring berbasisi ekstrak kulit Manggis Keterangan Total Biaya Total Biaya Produksi Variabel 206,700. Biaya non produksi . 13,000. Biaya Administrasi Total Biaya Produksi Penjualan 220,200. Jumlah Produksi . HPP per unit kemasan 500 ml 11,010. Sumber: Data primer diolah, 2019 Penentuan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing merupakan penentuan harga pokok produksi dimana seluruh biaya yang mempengaruhi proses produksi diperhitungkan ke dalam harga prokok produksi seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik baik yang bersifat variable maupun bersifat tetap. Berdasarkan perhitungan pada Tabel 2 diatas harga pokok produksi per unit kemasan 500 ml sabun cair cuci piring berdasarkan full costing adalah sebesar Rp. 010,00. Berdasarkan hasil perhitungan harga pokok produksi ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk penetapan harga jual produk dari sabun cuci piring per unitnya yaitu dengan menambahkan persentase laba yang diharapkan oleh pengusaha dengan asumsi 20% dari harga pokok penjualannya, yaitu dengan perhitungan: Harga jual per unit = Harga pokok penjualan persentase laba yang diharapkan = Rp. % x Rp. = Rp. 212,00 Harga jual berdasarkan metode full costing sebesar Rp. 212,00 ini sudah termasuk dengan laba yang diinginkan oleh perusahaan. Hasil analisis perhitungan harga jual antara perhitungan perusahaan atau UMKM dengan perhitungan secara full costing dapat dilihat pada Table 3 berikut ini: Tabel 3. Perbandingan Harga Jual Berdasarkan Metode Full Costing dengan menurut Perusahaan masa Produksi Tahun 2019. Jenis Kemasan Botol 500 Harga Jual per Unit /Kemasan Metode Full Metoda UMKM Costing (Rp. (Rp. Selisih (Rp. Berdasarkan Table 3 di atas dapat dilihat bahwa hasil analisis perbandingan perhitungan dengan metoda full costing menghasilkan harga jual yang lebih besar dari harga jual yang ditetapkan oleh UMKM. Hal ini dikarenakan bahwa dalam perhitungan metode full costing, semua unsur biaya produksi maupun non produksi sudah masuk dalam komponen perhitungan biaya produksi serta sudah termasuk persentase keuntungan yang diharapkan oleh perusahaan/UMKM, sementara perusahaan dalam menetapkan harga jual hanya berdasarkan perkiraan karena system pencatatan yang sederhana tidak berdasar pencatatan akuntansi biaya. Berdasarkan harga penjualan menurut UMKM sabun cuci piring Pelangi Gunung Suling sebesar Rp. 000,00 per kemasan 500 ml, bila diperbandingkan setara dengan Pros Sem Nas S. Vol 1 No 1 . | 28-35 harga pokok produksi berdasarkan ful costing sebesar Rp. 010,00, sesungguhnya perusahaan/UMKM ini tidak mendapatkan margin yang selayaknya. Dikarenakan perhitungan hanya didasarkan pada perkiraan saja tanpa pencatatan yang sesuai dengan kaidah pencatatan akuntansi biaya, sehingga bisa menimbulkan terjadinya kesalahan dalam menetapkan harga jual yang dapat menyebakan kerugian bagi perusahaan. SIMPULAN UMKM Pelangi Gunung Suling masih menggunakan pencatatan sederhana sehingga belum menerapkan perhitungan secara metode pembiayaan penuh . ull costin. dalam penentuan harga jual produknya. Harga jual produk yang ditetepkan perusahanaan sebesar Rp. 000,00 per kemasan. Hasil perhitungan biaya penuh (Full costin. dengan keuntungan 20% dari harga harga pokok penjualan adalah sebesar Rp. 212,- sehingga perusahaan belum mencerminkan adanya keuntungan yang sesuai dengan yang diharapkan serta belum menerapkan perhitungan secara biaya secara penuh. Untuk tindak lanjutnya perusahan harus berupaya untuk membuat pencatatan yang lebih rapih dan tepat, sesuai dengan prinsip pencatatan akuntansi biaya sehingga dapat menyesuaikan kembali harga jual produknya. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis ucapkan terimakasih kepada LPPM Universitas Nusa Bangsa yang telah memfasilitasi berjalanya penelitian ini, juga kepada semua pihak yang terkait dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA