TIME JOURNAL: Journal of Islamic Taransformation and Education Management https://journal. id/index. php/time/index Vol 2. No 1, 2025 | Page . PENGARUH SERVANT LEADERSHIP KYAI DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP MINAT SANTRI MELANJUTKAN PENDIDIKAN TINGGI DENGAN DUKUNGAN SOSIAL SEBAGAI MODERASI Nur Faizah *1. Munirul Abidin 2. Fitriani 3 1 Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Muntahy. Indonesia 2 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Indonesia 3 Institut Agama Islam Negeri Bone. Indonesia 1uO faizahasan113355@gmail. com, 2uO munirul04@yahoo. com, 3uO fitri. angel91@gmail. Abstract The high number of santri who do not continue to higher education has become a major challenge for Islamic boarding schools, particularly in improving the quality of human One of the contributing factors is the lack of social support, low learning motivation, and insufficient leadership orientation toward santri development. This study aims to analyze the effects of social support and servant leadership on santriAos learning motivation and their impact on the intention to pursue higher education. This research employs a quantitative approach using Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS. Data were collected through questionnaires distributed to santri at a Salafi Islamic boarding The findings indicate that social support has a positive and significant effect on both learning motivation and the intention to pursue higher education. Servant leadership also has a positive and significant effect on santriAos learning motivation. However, learning motivation does not significantly influence santriAos intention to continue to higher education, suggesting the presence of other more dominant factors affecting their decision-making In addition, the interaction between social support and servant leadership on learning motivation does not show a significant effect. The implications of this study emphasize the importance of strengthening social support and implementing servant leadership within Islamic boarding schools to create a conducive environment for enhancing learning motivation and increasing santriAos interest in pursuing higher education. Keywords: Servant Leadership. Social Support. Learning Motivation History Articles Received 16/3/2025 Revised 5/6/2025 Accepted 25/6/2025 Abstrak Tingginya jumlah santri yang tidak melanjutkan pendidikan tinggi menjadi permasalahan bagi pesantren, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya dukungan sosial, minimnya motivasi belajar, serta kurangnya kepemimpinan yang berorientasi pada pengembangan santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan sosial dan servant leadership terhadap motivasi belajar santri serta dampaknya pada minat mereka untuk melanjutkan pendidikan Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis SmartPLS. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada santri di salah satu pesantren salafi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar dan minat melanjutkan pendidikan tinggi. Servant leadership juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar santri. Namun, motivasi belajar tidak secara signifikan mempengaruhi minat santri untuk melanjutkan pendidikan tinggi, yang mengindikasikan adanya faktor lain yang lebih dominan dalam mempengaruhi keputusan Selain itu, interaksi antara dukungan sosial dan servant leadership terhadap motivasi belajar tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan dukungan sosial dan penerapan servant leadership di pesantren guna membangun lingkungan yang kondusif bagi peningkatan motivasi belajar dan minat santri dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Kata Kunci: Servant Leadership. Dukungan Sosial. Motivasi Belajar How to Cite: Faizah. Abidin. , & Fitriani. The Influence of KyaiAos Servant Leadership and Learning Motivation on SantriAos Interest in Continuing Higher Education with Social Support as Moderation. Transformation of Islamic Management and Education, 2. , 25Ae33. Doi: https://doi. org/10. 65663/timejournal. INTRODUCTION Tingginya angka santri yang tidak melanjutkan pendidikan tinggi menjadi salah Page | 25 satu permasalahan serius dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang berakhlak dan berilmu (Roqib, 2. Namun, banyak santri yang memilih untuk tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi setelah menyelesaikan studi mereka di pesantren (Hanafi, et al. , 2021. Hastasari, et al. , 2. Berdasarkan data dari berbagai pesantren salafi, kecenderungan ini terjadi karena minimnya motivasi belajar, kurangnya dukungan sosial, serta lemahnya kepemimpinan yang mampu mendorong santri untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka akan berdampak pada stagnasi kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren dan berpengaruh terhadap daya saing lulusan pesantren di masyarakat. Dalam dunia pendidikan, berbagai faktor memengaruhi motivasi dan minat seseorang untuk melanjutkan pendidikan tinggi (Moore, & Wang, 2021. Ratinho, & Martins, 2. Salah satu faktor penting adalah dukungan sosial yang diperoleh dari keluarga, teman sebaya, dan lingkungan sekitar. Teori sosial-kognitif yang dikemukakan oleh Mujahid, . menyatakan bahwa lingkungan sosial memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan perilaku seseorang, termasuk dalam hal pendidikan. Selain itu, kepemimpinan berbasis pelayanan atau servant leadership juga memiliki peran dalam membentuk motivasi belajar santri. Naeem Mian, dkk . dan Rabiul, dkk . menjelaskan bahwa pemimpin yang berorientasi pada pelayanan tidak hanya memikirkan kepentingan organisasi, tetapi juga memperhatikan perkembangan individu yang Dalam konteks pesantren, seorang kyai yang menerapkan servant leadership dapat memberikan inspirasi dan dorongan kepada santri untuk terus belajar dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (Umar, et al. , 2. Beberapa penelitian sebelumnya telah menyoroti pentingnya faktor dukungan sosial dan kepemimpinan dalam meningkatkan motivasi belajar dan minat melanjutkan pendidikan tinggi. Studi yang dilakukan oleh San, dan Guo, . menunjukkan bahwa dukungan sosial yang kuat dari keluarga dan lingkungan sekitar berkontribusi signifikan terhadap peningkatan motivasi akademik siswa. Sementara itu, penelitian yang dilakukan oleh Iltiqoiyah, et al. , . menekankan bahwa kepemimpinan kyai yang berbasis pelayanan mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendorong santri untuk memiliki aspirasi pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu, penelitian oleh Nugraha, et al. , . mengungkapkan bahwa dalam sistem pendidikan Islam, peran pemimpin sangat menentukan keberlanjutan pendidikan santri, terutama dalam menumbuhkan semangat untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi. Meskipun berbagai penelitian telah dilakukan terkait pengaruh dukungan sosial dan kepemimpinan terhadap motivasi belajar, masih terdapat kesenjangan dalam penelitian mengenai bagaimana kedua faktor ini secara spesifik memengaruhi minat santri untuk melanjutkan pendidikan tinggi di pesantren salafi. Banyak penelitian sebelumnya lebih berfokus pada pendidikan formal di sekolah umum dan universitas, sementara studi mengenai pesantren masih terbatas. Selain itu, belum banyak penelitian yang mengkaji interaksi antara servant leadership dan dukungan sosial sebagai faktor utama yang memengaruhi motivasi belajar serta dampaknya terhadap keputusan santri dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara lebih mendalam bagaimana servant leadership dan dukungan sosial dapat memengaruhi motivasi belajar santri, serta bagaimana motivasi belajar tersebut berdampak pada minat santri dalam melanjutkan pendidikan tinggi. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi teoretis bagi perkembangan kajian manajemen pendidikan Islam, tetapi juga menawarkan implikasi praktis bagi para pemangku kebijakan di pesantren dalam merancang strategi kepemimpinan dan lingkungan sosial yang lebih mendukung perkembangan akademik santri. RESEARCH METHODS Pendekatakatan Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan fokus pada tiga Yakni, kepemimpinan pelayan Kyai, motivasi belajar, dan minat santri untuk melanjutkan pendidikan tinggi, dengan dukungan sosial sebagai variabel moderasi (Rosid, et al. , 2024. Azzuhri, et al. , 2024. Mutmainnah, et al. , 2. Kepemimpinan pelayan Kyai dalam penelitian ini merujuk pada gaya kepemimpinan Kyai yang mengutamakan pelayanan kepada orang lain, kerendahan hati, dan komitmen terhadap pengembangan Motivasi belajar menggambarkan dorongan internal dan antusiasme santri dalam Page | 26 proses pembelajaran mereka, yang memengaruhi tujuan dan pencapaian akademik Sementara itu, minat melanjutkan pendidikan tinggi mengacu pada niat dan tekad santri untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dipengaruhi oleh aspirasi mereka serta manfaat yang mereka rasakan dari pendidikan lanjutan (Cuellar, et al. , 2. Populasi penelitian terdiri dari santri di Pondok Pesantren Salafi Nurul Huda Kembang Jeruk pada tahun 2024. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive random sampling, dengan tujuan memilih partisipan berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian (Ahmad, & Wilkins. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang disebarkan melalui interaksi langsung dan platform komunikasi daring kepada santri yang memenuhi kriteria kelayakan. Peneliti berhasil mengumpulkan data dari 100 responden dengan latar belakang dan karakteristik yang beragam. Pendekatan ini memungkinkan studi untuk menangkap wawasan yang komprehensif tentang variabel dan hubungan yang diteliti. Dalam pelaksanaan penelitian, aspek etika dijunjung tinggi. Peneliti memastikan bahwa seluruh partisipan berpartisipasi secara sukarela dan telah memberikan persetujuan setelah mendapat penjelasan mengenai tujuan dan prosedur penelitian . nformed consen. Kerahasiaan identitas dan data pribadi responden dijaga dengan ketat, dan data hanya digunakan untuk kepentingan akademik (Pascale, et al. , 2022. RodriguezPatarroyo, et al. , 2. Untuk memastikan keandalan dan validitas instrumen penelitian, dilakukan validitas isi . ontent validit. dengan meminta masukan dari para ahli dalam bidang pendidikan Islam dan psikologi pendidikan. Validitas konstruk juga diuji melalui analisis faktor konfirmatori (Confirmatory Factor Analysis/CFA) dalam pengolahan data lanjutan. Sebelum pengujian hipotesis, dilakukan uji normalitas data dan analisis multivariat lainnya. Uji kelayakan model . odel fi. menggunakan beberapa indikator kecocokan model . it indice. , seperti Chi-square (NA). Goodness of Fit Index (GFI). Comparative Fit Index (CFI). Tucker-Lewis Index (TLI), dan Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA). Indikator-indikator ini digunakan untuk mengevaluasi sejauh mana model teoritis sesuai dengan data empiris, serta memastikan bahwa model yang dibangun memiliki tingkat kecocokan yang baik. Kerangka Berfikir dan Hipotesis Kerangka berpikir penelitian ini dimulai dari pemilihan tiga variabel independen, yaitu Kepemimpinan Pelayan (Servant leadershi. Kyai (X. Motivasi Belajar (X. , dan Dukungan Sosial (Z) yang berfungsi sebagai variabel moderasi. Ketiga variabel independen ini diduga memiliki pengaruh terhadap variabel dependen, yaitu Minat Santri Melanjutkan Pendidikan Tinggi (Y). Berikut adalah gambaran kerangka berpikir penelitian dalam bentuk skema: Motivasi Belajar (X. Servant Leadership (X. Minat Melanjutkan Pendidikan Tinggi (Y) Dukungan Sosial (Z) H1: Terdapat pengaruh positif Servant leadership terhadap motivasi belajar santri. H2: Terdapat pengaruh positif Motivasi belajar memiliki terhadap minat santri melanjutkan pendidikan tinggi. H3: Terdapat pengaruh positif Dukungan sosial terhadap motivasi belajar santri. H4: Terdapat pengaruh positif Dukungan sosial memoderasi terhadap motivasi belajar santri melalui kepemimpinan pelayan Instrumen Penelitian Instrumen penelitian ini disusun menggunakan skala Likert 4 poin, mulai dari Page | 27 sangat tidak setuju hingga sangat setuju (Alabi, & Jelili, 2. Kuesioner terdiri dari 25 butir pertanyaan yang terbagi ke dalam empat variabel utama. Variabel kepemimpinan pelayan . ervant leadershi. terdiri dari 7 butir pertanyaan, variabel motivasi belajar santri terdiri dari 7 butir pertanyaan, variable dukungan social terdiri dari 6 butir pertanyaan, dan variabel minat santri melanjutkan pendidikan tinggi terdiri dari 5 butir Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan program SmartPLS 3. yang terdiri dari dua tahap analisis. Tahap pertama adalah analisis validitas dan reliabilitas data yang dilihat dari nilai Average Variance Extracted (AVE) dan CronbachAos Alpha. Jika data memenuhi syarat validitas dan reliabilitas, maka analisis dilanjutkan dengan pengujian hipotesis penelitian menggunakan metode bootstrapping untuk menentukan apakah hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima atau ditolak. FINDINGS AND DISCUSSION Validitas dan Reabilitas Kontruks Berdasarkan hasil analisis menggunakan SmartPLS, validitas dan reliabilitas konstruk dalam penelitian ini diuji untuk memastikan bahwa setiap variabel laten memiliki nilai yang valid dan reliabel. Validitas konstruk diuji dengan melihat nilai outer loading, di mana sebuah item dianggap memenuhi syarat jika memiliki nilai > 0. Namun, nilai di bawah 0. 7 masih dapat diterima jika nilai Average Variance Extracted (AVE) > 0. Dari tabel hasil analisis, terdapat beberapa item dengan nilai outer loading di bawah 0. 7, seperti SL3 . Meskipun demikian, item ini tidak dihapus karena nilai AVE untuk variabel tersebut masih lebih besar dari 0. , sehingga tetap memenuhi syarat untuk analisis lebih lanjut. Tabel 1. Validitas dan Reabilitas Kontruks Dimensions Outer Loading Cronbach Alpha Composite Reliability AVE DS1 DS2 DS3 DS4 DS5 DS6 MB1 MB2 MB3 MB4 MB5 MB6 MB7 MM1 MM2 MM3 MM4 MM5 SL1 SL2 SL3 SL4 SL5 SL6 SL7 DS x SL Sementara itu, reliabilitas diuji dengan melihat nilai Cronbach's Alpha dan Composite Reliability. Suatu instrumen dianggap reliabel jika memiliki nilai Cronbach's Alpha dan Composite Reliability > 0. Berdasarkan hasil analisis, semua variabel dalam penelitian ini memenuhi kriteria reliabilitas karena memiliki nilai Cronbach's Alpha dan Composite Reliability yang lebih besar dari 0. Oleh karena itu, instrumen penelitian ini dapat dikatakan valid dan reliabel untuk analisis selanjutnya Page | 28 Pengujian Hipotesis Penelitian Setelah menguji outer model, peneliti melanjutkan dengan analisis inner model menggunakan teknik bootstrapping pada program SmartPLS 3. 9 untuk menguji hipotesis yang telah ditentukan. Penelitian ini menguji empat hipotesis, yaitu: . pengaruh kepemimpinan pelayan (SL) terhadap motivasi belajar (MB). pengaruh kepemimpinan pelayan (SL) terhadap dukungan sosial (DS). pengaruh dukungan sosial (DS) terhadap motivasi melanjutkan pendidikan tinggi (MM). pengaruh motivasi belajar (MB) terhadap minat melanjutkan pendidikan tinggi (MM) Gambar 1. Hasil analisis menggunakan SmartPLS Hasil analisis menunjukkan bahwa hipotesis pertama, yaitu pengaruh kepemimpinan pelayan terhadap motivasi kepemimpinan, memiliki efek langsung yang signifikan dengan nilai path coefficient sebesar 7. Hal ini mengindikasikan bahwa setiap peningkatan satu unit pada kepemimpinan pelayan akan meningkatkan motivasi kepemimpinan secara signifikan. Pada hipotesis kedua, pengaruh kepemimpinan pelayan terhadap dukungan sosial menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan, dengan nilai path coefficient sebesar 0. Hasil ini menunjukkan bahwa kepemimpinan pelayan hanya memberikan kontribusi kecil terhadap dukungan sosial yang dirasakan. Hipotesis ketiga, yaitu pengaruh dukungan sosial terhadap motivasi melanjutkan pendidikan tinggi, menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan nilai path coefficient Ini berarti bahwa peningkatan dukungan sosial berkontribusi secara langsung pada peningkatan motivasi santri untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Pada hipotesis keempat, hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi kepemimpinan memiliki pengaruh langsung dan signifikan terhadap motivasi melanjutkan pendidikan tinggi, dengan nilai path coefficient sebesar 1. Dengan demikian, peningkatan motivasi kepemimpinan akan mendorong santri untuk lebih termotivasi melanjutkan pendidikan tinggi. Secara keseluruhan, hasil analisis ini memberikan bukti empiris mengenai hubungan antar variabel yang diuji, serta memberikan wawasan tentang faktor-faktor yang memengaruhi motivasi santri dalam konteks kepemimpinan pelayan, dukungan sosial, dan motivasi kepemimpinan Table 2. Hasil analisis uji SEM dengan SmartPLS Original Sample Standard (O) (M) (STDEV) (|O/STDEV|) Dukungan Sosial -> Motivasi Belajar Dukungan Sosial -> Minat Melanjutkan Pendidikan Tinggi Mtivasi Belajar -> Minat Melanjutkan Pendidikan Page | 29 Tinggi Servent Leadership -> Motivasi Belajar DS x SL -> MB Tahap berikutnya melibatkan pengujian hipotesis mediasi dan moderasi yang berkaitan dengan hubungan antara DS. MB. MM, dan SL. Hasil analisis menunjukkan bahwa DS memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap MB dengan tingkat 000 < 0. 05 dan nilai original sample sebesar 0. Demikian pula. DS secara signifikan memengaruhi MM dengan tingkat signifikansi 0. 000 < 0. 05 dan nilai original sample sebesar 0. Namun, pengaruh MB terhadap MM tidak signifikan secara statistik, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai p sebesar 0. 195 > 0. 05 dan nilai original sample sebesar 0. Hal ini menunjukkan bahwa MB tidak secara signifikan memediasi hubungan antara DS dan MM. Selanjutnya. SL memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap MB, dengan nilai p sebesar 0. 000 < 0. 05 dan nilai original sample sebesar 0. 572, yang mengonfirmasi efek langsungnya. Namun, efek interaksi antara DS dan SL terhadap MB tidak signifikan, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai p sebesar 0. 863 > 0. 05 dan nilai original sample 012, yang menunjukkan bahwa SL tidak memoderasi hubungan antara DS dan MB. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa meskipun DS secara langsung memengaruhi MB dan MM, serta SL secara langsung memengaruhi MB, efek mediasi MB terhadap MM dan efek moderasi SL pada hubungan DS Ie MB tidak didukung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Dukungan Sosial. Servant leadership, dan Motivasi Belajar terhadap Minat Melanjutkan Pendidikan Tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dukungan Sosial dan Servant leadership memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Motivasi Belajar, sedangkan Motivasi Belajar tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Minat Melanjutkan Pendidikan Tinggi (Aryee, et al. , 2023. Kauppila, et al. , 2. Selain itu, interaksi antara Dukungan Sosial dan Servant leadership terhadap Motivasi Belajar juga tidak menunjukkan pengaruh yang Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan sosial dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Dukungan sosial dari lingkungan, baik keluarga, teman, maupun guru, berkontribusi dalam membangun semangat belajar yang lebih tinggi (Luo, et al. Selain itu, kepemimpinan yang berbasis Servant leadership juga terbukti meningkatkan motivasi belajar. Hal ini menunjukkan bahwa seorang pemimpin yang melayani, memberikan inspirasi, serta memperhatikan kebutuhan individu dapat membantu meningkatkan semangat dan kepercayaan diri siswa dalam proses Namun, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa Motivasi Belajar tidak memiliki pengaruh langsung terhadap Minat Melanjutkan Pendidikan Tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor lain di luar motivasi belajar mungkin lebih berpengaruh dalam membentuk keputusan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, seperti faktor ekonomi, aksesibilitas pendidikan, dan aspirasi karier (Trinh, et al. Chen, et al. , 2. Oleh karena itu, meskipun motivasi belajar tinggi, siswa mungkin masih menghadapi hambatan lain yang menghalangi mereka untuk meneruskan pendidikan ke tingkat universitas. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara Dukungan Sosial dan Servant leadership terhadap Motivasi Belajar tidak signifikan. Artinya, kombinasi dari kedua faktor ini tidak memberikan efek tambahan dalam meningkatkan motivasi belajar dibandingkan pengaruhnya secara individual. Hal ini dapat disebabkan oleh karakteristik siswa yang lebih responsif terhadap satu faktor tertentu dibandingkan kombinasi dari beberapa faktor. Penelitian ini sejalan dengan beberapa penelitian sebelumnya yang menyoroti pentingnya dukungan sosial dan kepemimpinan dalam membentuk motivasi belajar. Studi yang dilakukan oleh Dewaele, & Li, . juga menegaskan bahwa kepemimpinan yang suportif dan lingkungan sosial yang positif berkontribusi besar terhadap peningkatan semangat belajar siswa. Selain itu, penelitian dari Wu, dkk . menjelaskan bahwa kepemimpinan yang melayani berperan dalam meningkatkan efikasi diri siswa yang pada akhirnya berpengaruh terhadap minat akademik mereka. Page | 30 Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya institusi pendidikan untuk lebih menekankan pentingnya membangun lingkungan sosial yang mendukung dan menerapkan prinsip kepemimpinan yang melayani dalam dunia pendidikan. Guru dan pemimpin pendidikan harus diberikan pelatihan untuk mengembangkan keterampilan dalam memberikan dukungan sosial serta membangun sistem kepemimpinan yang lebih berorientasi pada kebutuhan siswa (Leithwood, 2021. Lambrecht, et al. , 2. Dengan demikian, diharapkan siswa memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi dan lebih besar kemungkinan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. CONCLUSION Berdasarkan hasil analisis SEM menggunakan SmartPLS, penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar serta minat santri dalam melanjutkan pendidikan tinggi, dengan nilai p sebesar 0. 000 yang lebih kecil dari 0. Selain itu, servant leadership juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar santri, yang ditunjukkan oleh nilai p yang sama. Hasil ini mengindikasikan bahwa dukungan sosial dan kepemimpinan berbasis pelayanan . ervant leadershi. berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar santri, yang pada akhirnya dapat mendorong mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa hubungan antara motivasi belajar dan minat melanjutkan pendidikan tinggi tidak signifikan, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai p sebesar 0. 195 yang lebih besar dari 0. Demikian pula, interaksi antara dukungan sosial dan servant leadership terhadap motivasi belajar tidak memberikan pengaruh yang signifikan, dengan nilai p sebesar 0. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun motivasi belajar penting, faktor lain mungkin lebih berperan dalam mempengaruhi keputusan santri untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memasukkan variabel lain seperti latar belakang ekonomi, kesiapan karier, dan aspirasi akademik, yang kemungkinan memiliki pengaruh lebih besar terhadap minat santri dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan Selain itu, pendekatan kualitatif atau campuran juga dapat digunakan untuk menggali secara lebih mendalam dinamika keputusan pendidikan santri dalam konteks kehidupan pesantren dan sosial-budaya sekitarnya. ACKNOWLEDGMENT Penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Prof. Dr. Munirul Abidin. Pd. atas bimbingan akademis dan masukan konstruktif selama proses penelitian ini. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada pihak Pondok Pesantren Salafi Nurul Huda Kembang Jeruk yang telah memberikan izin dan akses data, serta kepada tim asisten riset yang membantu dalam pengumpulan dan pengolahan data serta dukungan moral yang tak ternilai dari keluarga dan sahabat terdekat. REFERENCES