PENELITIAN ASLI DETEKSI DINI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK DI YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM NAJMAH RUGAYAH DARUS Elsarika Damanik1. Christina Roos Etty1. Pannie Ance L. Tobing2. Rifyanti Yuni Arta Silalahi1. Pinkan Soraya1. Serly Pangaribuan1 Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan. Universitas Sari Mutiara Indonesia. Medan. Sumatera Utara, 20123. Indonesia Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Sari Mutiara Indonesia. Medan. Sumatera Utara, 20123. Indonesia. Info Artikel Abstrak Riwayat Artikel: Diterima: 14 Juni 2025 Direvisi: 18 Juni 2025 Diterima: 27 Juni 2025 Diterbitkan: 09 Juli 2025 Deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan proses skrining sistematis untuk mengidentifikasi anak-anak yang berisiko mengalami keterlambatan atau penyimpangan dari jalur perkembangan normal. Intervensi dini yang diberikan berdasarkan hasil deteksi dini terbukti secara signifikan meningkatkan luaran perkembangan anak, mengurangi dampak negatif jangka panjang, dan mengoptimalkan potensi Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan yang melibatkan Murid TK dari 2 kelas di Yayasan Pendidikan Islam Najmah Rugayah Darus. Materi yang disampaikan meliputi pengertian Deteksi Dini Pertumbuhan dan Perkembangan, melakukan deteksi seperti pengukuran Tinggi badan. Berat Badan. KMME,KPSP,GPPH,TDL,TDD,dan Lingkar Badan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan pada Pertumbuhan dan Perkembangan anak di tempat tersebut. Selain itu, peserta juga menunjukkan sikap yang lebih positif terhadap Deteksi Dini Pertumbuhan dan Perkembangan. Kesimpulannya, edukasi ini yang komprehensif merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas hidup Anak. Kata Pertumbuhan. Perkembangan. Anak Penulis Korespondensi: Elsarika Damanik Email: elsadamanik78@gmail. Jurnal ABDIMAS Mutiara (JAM) e-ISSN: 2722-7758 Vol. No. 02 Juni, 2025 (P102-. Homepage: https://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM DOI: https://10. 51544/jam. Copyright A 2025 by the Authors. Published by Program Studi: Sistem Informasi Fakultas Sain dan Teknologi Informasi Universitas Sari Mutiara Indonesia. This is an open access article under the CC BY-SA Licence (Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Licens. Pendahuluan Di Indonesia, data menunjukkan bahwa masih terdapat sejumlah anak usia dini yang mengalami masalah pertumbuhan . tunting, wasting, underweigh. dan perkembangan . eterlambatan motorik, kognitif, bahasa, dan sosial-emosiona. Faktor-faktor seperti kurangnya pemahaman orang tua dan guru tentang pentingnya deteksi dini, keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan yang berkualitas, serta kondisi sosioekonomi keluarga dapat berkontribusi terhadap masalah ini. Pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini merupakan fondasi utama bagi pembentukan karakter, kecerdasan, serta kemampuan sosial anak di masa depan. Usia taman kanak-kanak, yang berkisar antara 4 hingga 6 tahun, dikenal sebagai periode emas . olden ag. karena pada rentang usia ini terjadi perkembangan otak yang sangat pesat dan tidak terulang di kemudian hari. Pada masa ini, dasar-dasar kemampuan kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan fisik motorik dibangun. Pengalaman dan stimulasi yang tepat pada periode ini akan membentuk arsitektur otak yang kokoh, yang akan mempengaruhi kemampuan belajar, berinteraksi, dan beradaptasi anak di masa depan. Otak anak usia dini berkembang sangat cepat, mencapai sekitar 80% dari ukuran otak dewasa pada usia 6 tahun. Koneksi antar sel-sel otak . terbentuk dengan sangat cepat sebagai respons terhadap pengalaman dan pembelajaran. Oleh karena itu, perhatian terhadap tumbuh kembang anak pada masa ini menjadi sangat penting dan menentukan keberhasilan perkembangan anak selanjutnya. Pertumbuhan anak mencakup perubahan fisik seperti tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala, sedangkan perkembangan anak mencakup aspek kognitif, bahasa, motorik halus dan kasar, serta sosial-emosional. Kedua aspek ini tidak dapat dipisahkan karena saling berkaitan dan saling memengaruhi. Deteksi dini terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan proses penting untuk mengidentifikasi adanya potensi masalah atau keterlambatan secara cepat dan tepat, sehingga intervensi dapat dilakukan sedini mungkin untuk meminimalkan dampak Keterlambatan tumbuh kembang yang tidak terdeteksi dan tidak ditangani sejak dini dapat menimbulkan berbagai konsekuensi negatif yang signifikan bagi perkembangan anak di masa depan. Dampak ini tidak hanya terbatas pada satu aspek perkembangan saja, tetapi dapat meluas dan saling memengaruhi. Solusi Permasalahan Mitra Menurunkan angka kejadian stunting diperlukan pemahaman dan pengetahuan komprehensif terhadap Deteksi dini Pertumbuhan dan Perkembangan Anak dalam fase pertumbuhan mereka maka dilakukan Pemeriksaan keseluruhan dari pola tindakan aktif mereka hingga kesehatan mental mereka dengan kuesener yang telah disiapkan dan mempunyai capaian yang berbeda-beda. Metode Metode yang digunakan untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut adalah dengan kaji tindak partisipatif antara lain melalui tim kegiatan penyuluhan di sekolah Tingkat kanakkanak. Metode pelaksanaan yang dipergunakan untuk pelaksanaan kegiatan tersebut Edukaasi Terhadap Anak dan Wali Anak Tentang Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. Edukasi ini dilakukan sebelum melakukan pemeriksaan Tinggi Badan. Berat Badan. Keaktifan. Tes Mendengar. Tes Melihat dan Tes kesehatan Mental juga melalui Kusioner. Dimana Kusioner tersebut berisi pertanyaan yang harus oleh anak atau wali nya. Semua disajikan secara langsung di tempat dengan pemantau guru-guru juga dosen pembimbing mata Kuliah. Pemeriksaan Tumbuh dan Kembang Anak Melakukan langsung Pemeriksaan kepada anak Murid TK di yayasan tersebut dimulai dari pemeriksaan Tinggi Badan. Berat Badan. Keaktifan. Tes Mendengar. Tes Melihat dan Tes kesehatan Mental juga melalui Kusioner. Dimana Kusioner tersebut berisi pertanyaan yang harus oleh anak atau wali nya. Hal ini membantu untuk memahami sejauh mana anak tersebut mengalami pertumbuhan dan perkembangan, lalu menindak lanjuti pertumbuhan dan perkembangan anak yang mengalami keterlambatan, serta memberitahu pada wali anak bagaimana mengatasi hal tersebut. Hasil Dan Pembahasan Hasil pengabdian masyarakat untuk penyuluhan skrining pertumbuhan dan perkembangan anak dalam untuk mengetahui adanya pemyimpangan atau masalah pertumbuhan pada anak mencerminkan pencapaian positif dalam peningkatan pemahaman, sikap, dan kesadaran terhadap pentingnya masa pertumbuhan dan perkemabangan pada usai kanak-kanak. Peningkatan pemahaman terlihat dari respons peserta yang mengindikasikan pemahaman yang lebih baik saat dilakukan skrining dan hubungannya dengan kesehatan pada anak . Dimana patisipan anak yang dilakukan skrining tumbuh kembang yaitu anak berusia 4 tahun sebanyak 18 orang dan anak berusia 3 tahun sebanyak 2 orang, dengan total 20 orang Tingkat partisipasi aktif peserta dalam sesi tanya jawab dan evaluasi juga mencerminkan hasil yang baik. Peserta yang aktif mengajukan pertanyaan yang relevan menunjukkan bahwa penyuluhan telah merangsang rasa ingin tahu dan keinginan untuk terus belajar di kalangan peserta. Umpan balik konstruktif yang diberikan peserta mengindikasikan bahwa penyuluhan tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga mendorong pemahaman yang Ada 3 jenis deteksi dini yang dapat dikerjakan oleh tenaga kesehatan ditingkat puskesmas dan jaringannya yaitu : Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan, yaitu untuk mengetahui/menemukan status gizi kurang/buruk dan mikro/makrosefali. Jenis instrument yang digunakan: Berat Badan menurut Tinggi Badan Anak (BB/TB) . Pengukuran Lingkar Kepala Anak (LKA) Standar Deviasi (SD) sebagai berikut: -2 SD s/d 2 SD : Normal -3 SD s/d < - 2 SD : Kurus/Wasted A A A < - 3 SD : Sangat kurus/severe wasted > 2 SD s/d 3 SD : Gemuk > 3 SD : Gemuk sekali Deteksi dini penyimpangan perkembangan, yaitu untuk mengetahui gangguan perkembangan anak . , gangguan daya lihat, gangguan daya dengar. Jenis instrumen yang digunakan: Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan (KPSP) . Tes Daya Lihat (TDL) . Tes Daya Dengar Anak (TDD) Deteksi dini penyimpangan mental emosional, yaitu untuk mengetahui adanya masalah mental emosional, autism, gangguan pemusatan perhatian, dan Instrumen yang digunakan: Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME) Checklist for Autism in Toddlers (CHAT) Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) . Tabel 1 Status Gizi Anak Dengan Kusioner BB/ TB Menurut Standar WHO dengan IMT/ U Tb (C. Bb (K. Lk ( C. Z-score 1 SD 1 SD 3 SD 1 SD -2 SD 1 SD 3 SD 1 SD 2 SD 3 SD 2 SD 1 SD 3 SD - 3 SD 1 SD 1 SD 3 SD 3 SD - 2 SD Tabel 2 Kusioner Pra Skrining Perkembangan ( KPSP ) No. Usia Jumlah 3 Tahun 4 Tahun 2 orang 18 orang Skor Tidak Hasil Normal Normal . Tabel 3 Tes Daya Lihat (TDL) Menggunakan kartu E dengan jarak lihat 3 meter dari posisi duduk anak No. Usia 3 Tahun Jumlah 2 orang Interpensi Dapat melihat baris keempat kartu E Hasil Normal 4 Tahun 18 orang Dapat melihat baris keempat kartu E Normal . Tabel 4 Tes Daya Dengar ( TDD) No. Usia Jumlah 3 Tahun 4 Tahun 2 orang 18 orang Skor Tidak Hasil Anak dapat megikuti perintah Anak dapat mengikuti . Tabel 5 CHAT ( Checklist forAutism in Toddler. Untuk anak usia 3 tahun No. Usia 3 Tahun Jumlah 2 orang Kolom Pengamatan Jawaban Tidak Kesimpulan Anak tidak dalam risiko autism Pembahasan Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan dilakukan melalui pemantauan pertumbuhan yang dilakuan di jejaring puskesmas . PAUD, dl. Pemantauan pertumbuhan harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan agar dapat dilakukan penilaian Penilaian pertumbuhan dilakuan untuk mengetahui trend pertumbuhan sehingga dapat mengetahui apakah seorang anak tumbuh dengan normal atau berisiko mengalami gangguan pertumbuhan atau mempunyai masalah pertumbuhan. Penilaian pertumbuhan yang dilakukan di Puskesmas/Fasilitas Kesehatandilakukan berdasarkan indeks pertumbuhan, tabel penambahan berat badan. eight incremen. , tabel penambahan panjang badan . ength incremen. ,dan tren IMT/U. Hasil yang dicapai dengan kegiatan layanan pengabdian masyarakat sangat mensupport dan memberikan ucapan terima kasih kepada pihak Universitas Sari Mutiara Indonesia khususnya program studi D-i Kebidanan, semua rangkaian kegiatan telah dilaksanakan dengan mencapai hasil yang baik karena semua pemeriksaan tumbuh kembang yang dilakukan pada balita diharapkan memberikan pemahaman pentingnya melakukan pemeriksaan tumnuh kembanng, motorik kasar dan halus, serta kontrol emosional anak sampai usia 6 tahun. Sehingga anak dapat bertumbuh sesuai dengan usia dan IMT sehingga dapat mengurangi komplikasi maupun penyimpangan tumbuh kembang pada anak. Kesimpulan Dan Saran Secara keseluruhan, kegiatan deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan dalam pada anak menunjukkan hasil seluruh anak yang dilakukan skrining pertumbuhan perkembangan serta emosional mental terdapat 7 anak yang overweight, dan 13 anak dalam stastus gizi normal sesuai usia dan IMT. Skrining dengan kusioner KPSP dengan hasil 10 jawaban AuyaAy yaitu perkembangan anak normal sesuai dengan tahapannya. Skrining tes daya lihat dengan kartu E yang di beri jarak 3 meter sejajar posisi duduk anak, dimana seluruh anak dapat melihat huruf E dari baris pertama hingga baris keempat yang berinterpensi hasil tes daya lihat baik pada setiap anak. Skrining dengan tes daya dengar yaitu memberikan perintah kepada anak dan memberi pertanyaan untuk mendapat kan respon balik dari anak, dari keselurahn anak mendapt checklis ya sebanyak 3 yang berarti seluruh anak memiliki pendengaran yang baik dan dapat melakukan perintah yang dikatakan penguji. Deteksi dini menggunak kusioner CHAT untuk anak usia 3 tahun yang bertujuan untuk mendeteksi secara dini adanya autis pada anak usia 18 Ae 36 bulan. Deteksi dilakukan jika ada indikasi atau keluhan dari orang tua/pengasuh atau ada kecurigaan dari tenaga kesehatan, kader, atau guru sekolah. Keluhan dapat berupa keterlambatan berbicara, gangguan komunikasi/interaksi sosial, atau perilaku yang berulang- ulang dimana hasil pemeriksaan seluruh anak dalam kondisi normal atau tidak ada gejala autism. Dalam rangka meningkatkan deteksi dini pemyimpan pertumbuhan dan perkembangan pada anak beberapa saran perlu dipertimbangkan untuk perbaikan dan pengembangan kegiatan serupa di masa depan. Pertama, penting untuk memperluas jangkauan kegiatan sosialisasi ini, melibatkan lebih banyak kelompok masyarakat dan wilayah geografis. Dengan demikian, pesan kesehatan ini dapat sampai kepada lebih banyak individu, meningkatkan dampak positif pada kesehatan anak sejak dini untuk komunitas yang lebih Selanjutnya, mengintegrasikan metode pendekatan yang lebih interaktif dan partisipatif dapat meningkatkan keterlibatan peserta. Sesi diskusi kelompok kecil, simulasi, atau kegiatan praktik langsung dapat memberikan pengalaman yang lebih mendalam dan meningkatkan kemampuan peserta untuk menerapkan informasi yang diberikan. Hal ini juga dapat memperkuat rasa kepemilikan dan tanggung jawab peserta terhadap implementasi praktik sehat dalam kehidupan sehari-hari. Ucapan Terimakasih Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya di sampaikan kepada Kepala Yayasan Pendidikan Islam Najmah Rugayah Darus, serta Guru. Anak-Anak dan Wali anak di TK Islam Najmah Rugayah Darus sebagai partisipan dalam kegiatan yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. Universitas Sari Mutiara yang telah Referensi