Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 6 Nomor 2 Juli 2024 e-ISSN: 2655-6. p-ISSN : 2655-657X http://jurnal. id/index. php/IJEC Pengelolaan Sentra Persiapan di Kelas B Taman Kanak-Kanak Mujahidin 2 Pontianak Amara Delvia1. Iin Maulina2. Yuniarti3 Universitas Muhammadiyah Pontianak. Indonesia Email Korespondensi: delviaamara7@gmail. 1,2,3 ABSTRAK Tujuan Penelitian untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat model pembelajaran sentra persiapan pada anak kelas B di Taman Kanak-Kanak Mujahidin 2 Pontianak. Metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah guru sentra persiapan. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data adalah triangulaasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan perencanaan model pembelajaran sentra persiapan dilakukan dengan terlebih dahulu guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPPS) dan menyiapkan alat dan media pembelajaran, pelaksanaan model pembelajaran sentra persiapan dilakukan dengan pembelajaran aktif dan melaksanakan pijakan-pijakan seperti pijakan lingkungan main,pijakan awal . ebelum mai. , pijakan saat main dan pijakan setelah main. Setelah pembelajaran berakhir, anak duduk melingkar dan menutup pembelajaran. Evaluasi menggunakan ceklis evaluasi harian, portofolio dan laporan periodik tiap semester. Faktor pendukung yaitu guru aktif memberi motivasi saat proses pembelajaran. Faktor penghambat yaitu kurangnya jumlah alat main dan anak yang tidak bisa diam saat proses pembelajaran. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pada pengelolaan sentra persiapan di kelas B Taman Kanak-Kanak (TK) Mujahidin 2 dinyatakan baik. Kata kunci: Sentra Persiapan. Pengelolaan. Pengelolaan Sentra Persiapan Management of Preparation Centers in Class B Mujahideen Kindergarten 2 Pontianak ABSTRACT The aim of the research is to describe the planning, implementation, evaluation, and supporting and inhibiting factors of the preparation center learning model for class B children at the Mujahidin 2 Pontianak Kindergarten. Descriptive method with a qualitative approach. The research subjects were preparatory center teachers. Data collection uses observation, interview and documentation techniques. The technique for checking data validity is Based on the research results, a summary of the planning for the preparatory center learning model can be carried out by first preparing the teacher's Daily Learning Implementation Plan (RPPH). Weekly Learning Implementation Plan (RPPM) and Learning Implementation Plan (RPPS) and preparing learning tools and media, implementing the preparatory center learning model carried out with active learning and taking steps such as playing environment steps, initial steps . efore playin. , steps during play and steps after After the lesson ends, the children sit in a circle and close the lesson. Evaluation uses daily evaluation checklists, portfolios and periodic reports each semester. The supporting Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 6 Nomor 2 Juli 2024 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X factor is that the teacher actively provides motivation during the learning process. The inhibiting factors are the lack of main tools and children who cannot stay still during the learning process. Thus, this research shows that the planning, implementation and evaluation of the preparation of the management center in class B of Mujahidin 2 Kindergarten (TK) was declared good. Keywords: Preparation Center. Arrangement. Preparation Center Arrangement Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini is licensed under a Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International License. A Tahun Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini PENDAHULUAN Usia dini memang sangat penting untuk dilakukan stimulus, karena pada usia tersebut otak anak berkembang sangat pesat. Oleh karena itu pada usia dini sangat tepat untuk dilakukan pendidikan dalam rangka untuk menstimulus kecerdasan otak anak, memaksimalkan kemampuan dan potensi yang dimiliki anak. Pembelajaran bagi anak usia dini lebih banyak aktifitas uji coba, bermain sosial seperti halnya bermain peran, dan kegiatan stimulatif lainnya. Strategi pembelajaran sangat dibutuhkan agar proses belajar mengajar dapat tercapai dengan optimal. Untuk mengaplikasikan hasil belajar, guru sebagai pendorong utama dan pelaksana kegiatan belajar harus memiliki kemampuan mengembangkan strategi pembelajaran agar anak dapat mengembangkan potensi dirinya melalui aktivitas belajar yang lebih aplikatif. Dewi . AuPerkembangan anak tidaklah terjadi secara instan, anak berkembang bagaikan bibit yang terus tumbuh hingga menjadi pohon. Kemampuan anak akan muncul seiring dengan tahap-tahap perkembangannya, dan itupun butuh rangsangan yang tepatAy. Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Pendidikan Anak Usia Dini (Kemendikbud,2. menjelaskan penyelenggaraan pendidikan pada taman kanak-kanak berdasarkan prinsip-prinsip pendidikan anak usia dini adalah sebagai berikut: . Belajar melalui bermain. Berorientasi pada perkembangan anak. Berorientasi pada kebutuhan anak. Pembelajaran aktif. Berpusat pada anak. Berorientasi pada pengembangan nilai-nilai karakter. Berorientasi pada pengembangan kecakapan hidup. Berorientasi pada pembelajaran demokratis. Didukung oleh lingkungan yang kondusif. Pemanfaatan media belajar, sumber belajar dan narasumber. Fitri et al . menyatakan bahwa, pembelajaran yang cocok dilaksanakan di lingkungan pendidikan anak usia dini adalah pembelajaran berbasis sentra. Model pembelajaran ini berfokus pada anak sebagai subjek pembelajaran, berpusat di sentra bermain dan pada saat anak dalam lingkungan. Pembelajaran sentra dibagi kedalam kelas masing-masing sentra yang terdiri dari sentra bahan alam dan sains, sentra balok, sentra seni, sentra bermain peran, sentra persiapan, sentra agama dan sentra musik. Mulyasa . alam Rahmawati,2019:. menyatakan bahwa dari beberapa sentra tersebut, terdapat satu sentra yang memiliki perbedaan yaitu sentra persiapan. Sentra persiapan menjadi menarik karena pada sentra ini anak melakukan kegiatan yang akrab dengan kemampuan membaca, menulis dan berhitung namun baru tahap pengenalannya saja. Sedangkan Hadi Mahmud dkk . menjelaskan sentra persiapan adalah sentra di mana guru mengorganisasikan tempat secara khusus, yang ciri khas kegiatannya berhubungan dengan membaca dan menulis. Sentra persiapan ditujukan pada perkembangan kognisi, bahasa dan motorik halus anak. Anak diharapkan memiliki kesiapan untuk bersekolah terutama yang berkaitan dengan keaksaraan seperti membaca, menulis, mengeja dan berbicara sebagai keterampilan dasar untuk mempelajari beragam pengetahuan yang lain. Pembentukan kemampuan keaksaraan anak usia dini dilakukan pada pembelajaran sentra persiapan. Oleh karena itu, tugas dari pendidik yaitu menyiapkan lingkungan, mengamati tingkat perkembangan dan menggunakan Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 6 Nomor 2 Juli 2024 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X pertanyaan anak untuk tingkat yang lebih tinggi. Namun terkadang, teori tidak sama dengan pelaksanaan di lapangan. Menurut Hafiza . , pendidikan anak usia dini (PAUD) bertujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh atau menekankan pada pengembangan seluruh aspek kepribadian anak secara maksimal agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, baik pada jalur formal, non formal, dan informal. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa kegiatan sentra persiapan yang dilakukan di Taman Kanak-Kanak (TK) Mujahidin 2 Pontianak sudah sesuai dengan prinsip dasar model pembelajaran sentra dan dilakukan pijakan-pijakan yaitu pijakan lingkungan bermain . , pijakan sebelum main, pijakan saat main dan pijakan setelah main. Pijakan-pijakan sudah sesuai dengan teori tahap-tahap model pembelajaran sentra persiapan seperti pada pijakan awal guru menyiapkan bahan atau alat yang dibutuhkan dalam permainan, pada pijakan sebelum main guru mengumpulkan anak-anak dan mengajaknya duduk melingkar, pada pijakan saat main guru mengidentifikasi tingkat perkembangan anak melalui kegiatan bermain. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena, tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian yaitu seperti perilaku, persepsi, motivasi, dan tindakan. Subjek dipandang secara holistik . dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode. Selain itu, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif karena peneliti ingin melakukan penelitian secara terinci dan mendalam terhadap pengelolaan sentra persiapan pada anak usia dini. Adapun subjek yang dijadikan informan dalam penelitian ini yaitu guru atau pengelola sentra persiapan dengan alasan guru tersebut terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran sentra persiapan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan pengamatan langsung pembelajaran sentra persiapan di Taman Kanak-Kanak (TK) Mujahidin 2 Pontianak. Wawancara dilakukan dengan mengajukan pertanyaan yang sesuai dengan pedoman wawancara yang sudah di buat. Adapun jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstuktur. Peneliti memilih jenis wawancara ini karena ingin leluasa bertanya kepada guru sentra persiapan tentang penelitian yang dilakukan. Selain peneliti menggunakan teknik observasi dan teknik wawancara, peneliti juga menggunakan teknik Dokumentasi dapat berbentuk gambar, video maupun rekaman terkait penelitian seperti pelaksanaan pembelajaran sentra persiapan di kelas B Taman Kanak-Kanak (TK) Mujahidin 2 Pontianak dan sebagainya. Teknik pemeriksaan keabsahan dalam penelitian ini menggunakan triangulasi. Untuk penelitian ini sendiri dilaksanakan dalam kurun waktu 2 . minggu yaitu pada setiap hari selasa,rabu dan kamis sesuai dengan jadwal pembelajaran sentra persiapan di Taman Kanak-Kanak (TK) Mujahidin 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Perencanaan Model Pembelajaran Sentra Persiapan Pada Anak Kelas B di Taman Kanak-Kanak (TK) Mujahidin 2 Pontianak Rencana pembelajaran adalah sebuah rencana belajar yang disusun untuk mengalirkan materi yang telah dipilih, yang di organisasikan ke dalam serangkaian kegiatan serta prosedur Perencanaan model pembelajaran sentra harus dilaksanakan agar tercapainya tujuan pendidikan dengan maksimal. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan, bahwa perencanaan model pembelajaran sentra persiapan pada anak kelas B di Taman Kanak-Kanak (TK) Mujahidin 2 Pontianak dilakukan dengan terlebih dahulu dengan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 6 Nomor 2 Juli 2024 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Harian (RPPH) yang disesuaikan dengan kebutuhan anak. Perencanaan model pembelajaran sentra persiapan diawali dengan menentukan tema, sub tema, hari pelaksanaan dan cakupan materi yang sesuai dengan tujuan yang ingin di capai. Penentuan tema dibuat untuk memudahkan pembahasan kegiatan pembelajaran di Taman Kanak-Kanak (TK) Mujahidin 2. Setelah penentuan tema, maka selanjutnya adalah dengan membuat indikator dan kompetensi Selain Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH), di Taman Kanak-kanak (TK) Mujahidin 2 juga mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Semester (RPPS). Bentuk-bentuk perencanaan model pembelajaran sentra adalah dengan mempersiapkan dan menata segala tempat beserta media pendukung keaksaraan anak, penyiapan daftar kehadiran anak, dan penilaian harian perkembangan anak serta guru melakukan pembukaan dengan bernyanyi sebelum pelaksanaan permainan dimulai. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Iin Maulina . , perencanaan penerapan BCCT di Kelas Apel (TK A) PAUD Kasih Ibu di awali dengan kegiatan pemetaan tema, yaitu: Menentukan tema . opik pembicaraa. , sub tema . agian topik pembicaraa. , hari pelaksanaan dan cakupan materi. Selanjutnya setelah pemetaan tema, kegiatan berikutnya membuat program semester yang meliputi beberapa indikator, yaitu: Kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator pencapaian perkembangan anak (PPA), tema/alokasi waktu . ulan/mingg. Model pembelajaran sentra persiapan adalah wahana bagi anak dalam mengembangkan semua potensi anak, dengan merencanakan dan menetapkan berbagai sumber daya secara terpadu diharapkan dapat menunjang kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan secara efisien dan efektif. Pelaksanaan Model Pembelajaran Sentra Persiapan Pada Anak Kelas B di Taman Kanak-Kanak Mujahidin 2 Pontianak Model pembelajaran sentra persiapan harus berorientasi pada pengembangan kemampuan anak dimana prinsip-prinsip pelaksanaan pembelajaran berpusat pada anak, yaitu memberikan stimulus untuk merangsang seluruh aspek kecerdasan anak dengan pembelajaran aktif, kreatif dan berpikir mandiri (Rosul,2020:. Pelaksanaan model pembelajaran sentra persiapan pada anak kelas B Taman KanakKanak Mujahidin 2 Pontianak dilakukan dengan cara guru mempraktekkan pembelajaran aktif yaitu merancang pembelajaran melalui belajar sambil bermain. Model pembelajaran dilakukan dengan memberi stimulus agar anak menjadi aktif, kreatif dan menggali pengalamannya sendiri melalui dunia bermain. Taman Kanak-Kanak (TK) Mujahidin 2 Pontianak menerapkan 4 . pijakan yaitu pijakan lingkungan bermain, pijakan awal . ebelum mai. , pijakan saat main, dan pijakan setelah main. Pijakan Lingkungan Main Pijakan lingkungan main yaitu melakukan penataan lingkungan main yang akan digunakan anak didik. Selain itu guru juga menyiapkan sejumlah tempat main sebelum anak datang ke sentra sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH). Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 6 Nomor 2 Juli 2024 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Gambar 1. Pijakan Lingkungan Main Pembelajaran Sentra Persiapan Pijakan Awal Pada pijakan awal guru mengarahkan anak didik untuk duduk melingkar. Kemudian guru membuka pembelajaran seperti mengucapkan salam, berdoa, bernyanyi dan menjelaskan tema hari ini, mengamati bahan main dan menjelaskan aturan main. Gambar 2. Pijakan Awal Pembelajaran Sentra Persiapan Pijakan Saat Main Pada pijakan saat main, anak diberi kebebasan untuk memilih permainan yang akan di mainkan terlebih dahulu. Terdapat 3 . jenis permainan yang telah dipersiapkan guru yaitu menggunting dan menempel baju telok belanga, mengurutkan pola baju ABC-ABC berdasarkan warna, membuat tanjak dari kertas koran. Pijakan selama main sama halnya dengan kegiatan inti. Saat berada di pijakan selama main guru memberikan bantuan kepada anak didik yang mengalami kesulitan, guru bertugas sebagai motivator, dan memberi dukungan kepada seluruh anak didik. Guru juga mengamati kegiatan main anak dan mencatat tahap perkembangan main anak. Gambar 3. Pijakan Saat Main Pada Pembelajaran Sentra Persiapan Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 6 Nomor 2 Juli 2024 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Pijakan Setelah Main Pijakan setelah main di mulai dengan guru menginformasikan waktu main anak misalnya 10 menit lagi permainan akan berakhir, mengajak anak membereskan kegiatan main sesuai klasifikasinya. Pada kegiatan tersebut, tidak semua anak dapat kooperatif dalam membereskan alat main, ada juga anak yang kurang aktif. Disini guru juga memberikan motivasi kepada anak agar turut serta membereskan alat main yang telah digunakan. Setelah itu guru kembali mengajak anak duduk membentuk lingkaran besar. Kemudian guru melakukan recalling dengan menanyakan pengalaman anak didik saat main dan melakukan doa penutup bersama-sama. Gambar 4. Pijakan Setelah Main Pembelajaran Sentra Persiapan Keempat pijakan ini digunakan dalam rangka mendukung perkembangan anak. Terlihat anak antusias dalam mengikuti kegiatan rangkaian pijakan. Anak aktif bertanya, dan guru memberikan kesempatan untuk anak mengkreasikan bahan atau media yang sudah di Evaluasi Model Pembelajaran Sentra Persiapan Pada Anak Kelas B di Taman KanakKanak Mujahidin 2 Pontianak Penilaian atau evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pembelajaran. Evaluasi dapat membantu guru untuk mengetahui bahwa tujuan dari pembelajaran tercapai dengan baik atau tidak. Mulyasa . alam Rosul,2020:. menyatakan, kemampuan lain yang harus dikuasai guru adalah sebagai evaluator, yaitu mampu memahami tehnik evaluasi, baik tes maupun nontes yang meliputi jenis masing-masing tehnik, karakteristik, prosedur pengembangan, serta cara menentukan baik atau tidaknya ditinjau dari berbagai segi, validitas, reliabilitas, daya beda, dan tingkat kesukaran sosial. Evaluasi penilaian di Taman Kanak-Kanak (TK) Mujahidin 2 Pontianak menggunakan ceklis evaluasi harian, portofolio dan laporan periodik tiap semester. Evaluasi harian berupa hasil observasi yang diberikan kepada anak tiap hari yang terangkum selama seminggu. Portofolio merupakan hasil kumpulan karya anak yang dikumpulkan dan dibagikan di akhir tema pembelajaran. Sedangkan laporan periodik berisi tentang seluruh kegiatan yang dilalui peserta didik per semester berdasarkan pada aspek penilaian nilai agama dan moral, sosial emosional, bahasa, kognitif, psikomotorik dan sebagainya. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 6 Nomor 2 Juli 2024 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Faktor Pendukung dan Penghambat Dalam Pengelolaan Kelas Sentra Persiapan Pada Anak Kelas B di Taman Kanak-Kanak (TK) Mujahidin 2 Pontianak Faktor pendukung dari pelaksanaan pembelajaran sentra persiapan di Taman KanakKanak (TK) Mujahidin 2 Pontianak adalah guru yang berkompeten. Guru memberikan motivasi untuk berpartisipasi aktif selama proses pembelajaran Namun tak menutup kemungkinan apabila model pembelajaran yang diterapkan memiliki faktor penghambat. Faktor penghambat dari pelaksanaan pembelajaran sentra adalah jumlah dan jenis alat main yang kurang memenuhi dan anak yang tidak bisa diam saat proses pembelajaran sehingga menyebabkan pembelajaran sentra persiapan di TK Mujahidin 2 Pontianak menjadi kurang optimal dan suasana menjadi tidak nyaman, ada beberapa anak yang sulit menerima pelajaran misalnya lambat mengerjakan tugas dan masih memerlukan bantuan guru sehingga memperlambat pengoptimalan aspek kognitif anak. Solusi untuk masalah kurangnya alat dan jenis yang tersedia dapat diatasi dengan guru yang berkompeten dengan mencari alternatif kegiatan dan sumber belajar yang lain. Sehingga masalah tidak seimbangnya jumlah alat main dengan anak dapat teratasi. SIMPULAN Perencanaan model pembelajaran pada anak kelas B di Taman Kanak-Kanak (TK) Mujahidin 2 Pontianak dilakukan dengan terlebih dahulu guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Semester (RPPS). Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan cara guru mempraktikkan pembelajaran aktif, pelaksanaan model pembelajaran sentra persiapan juga dilakukan pijakan yaitu pijakan lingkungan . , pijakan sebelum main, pijakan saat main dan pijakan setelah main. Adapun evaluasi pembelajaran sentra persiapan dilakukan dengan mengamati dan mencatat perkembangan anak dari awal bermain sampai dengan akhir. Faktor yang menjadi pendukung pembelajaran yaitu guru yang selalu aktif memberi motivasi pada saat proses pembelajaran. Sedangkan faktor penghambat yaitu jumlah dan jenis alat main yang kurang memenuhi serta anak yang tidak bisa diam dan ribut sehingga suasana menjadi tidak nyaman dan pembelajaran tidak optimal. DAFTAR PUSTAKA