Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Pengaruh Evaluasi Proses Pembelajaran Dan Locus Of Control Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di MAN 1 Padang Hendang Mayora1. Detman2 dan Reni Respita3 Pendidikan Ekonomi. Universitas Ekasakti Padang *Email: hendangmayora8@gmail. 1,2,3 Received: 04/07/2025 . Revised: 22/07/2025 . Accepted: 10/08/2025 . Published: 15/08/2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: . pengaruh evaluasi proses pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa, . pengaruh locus of control (LOC) terhadap motivasi belajar siswa, dan . pengaruh evaluasi proses pembelajaran dan locus of control terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi sebanyak 66 siswa di MAN 1 Padang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, yaitu seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan: . evaluasi proses pembelajaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa dengan t hitung 2,252 > t tabel 1,998 dan nilai signifikansi 0,028 < 0,05. locus of control berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar dengan t hitung 3,193 > t tabel 1,998 dan nilai signifikansi 0,002 < 0,05. evaluasi proses pembelajaran dan locus of control secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa, ditunjukkan oleh F hitung 10,697 > F tabel 3,143 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Kata kunci: Evaluasi Proses Pembelajaran. Locus of Control. Motivasi Belajar Siswa Abstract This study aims to determine: . the effect of learning process evaluation on studentsAo learning motivation, . the effect of locus of control (LOC) on studentsAo learning motivation, and . the effect of learning process evaluation and locus of control on studentsAo learning motivation. This research uses a quantitative approach with a population of 66 students at MAN 1 Padang. The sampling technique applied was total sampling, involving the entire population as the research sample. Data were collected using questionnaires and analyzed through Multiple Linear Regression with the help of SPSS Version 25. Hypotheses were tested using t-test and F-test. The results show: . learning process evaluation has a positive and significant effect on studentsAo learning motivation with t-count 2. 252 > t-table 1. 998 and a significance value of 0. 028 < 0. locus of control positively and significantly affects learning motivation with t-count 3. 193 > t-table 1. 998 and significance 0. 002 < 0. learning process evaluation and locus of control together significantly influence studentsAo learning motivation, indicated by F-count 10. 697 > F-table 3. 143 with a significance level of 0. 000 < 0. These findings suggest that both variables play an important role in enhancing student motivation. Keywords: Evaluation of the Learning Process. Locus of Control. Student Learning Motivation PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia yang menjadi penentu kemajuan suatu bangsa. Melalui pendidikan, individu tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai moral serta etika yang menjadi landasan dalam bersikap dan berperilaku di tengah masyarakat (Amalianita, 2. Dalam konteks ini, pembelajaran menjadi inti dari keseluruhan proses pendidikan karena melalui pembelajaran yang efektif, peserta didik dapat menguasai pengetahuan akademik, membangun karakter yang kuat, serta mengembangkan keterampilan yang relevan untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial. Proses pembelajaran yang terencana dan tepat sasaran memungkinkan individu berkembang menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual, kritis dalam berpikir, kreatif, dan adaptif This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 266 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ terhadap perubahan zaman. Pembelajaran pada dasarnya merupakan rangkaian interaksi yang bertujuan mentransformasikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik (Arrobi, 2024. Ulum, 2. Meskipun demikian, praktik pembelajaran di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah menurunnya motivasi belajar siswa, terutama pada jenjang pendidikan menengah (Hamzah, 2. Motivasi belajar sendiri merupakan proses psikologis yang mendorong, mengarahkan, dan mempertahankan perilaku belajar, yang jika terkelola dengan baik dapat menghasilkan keterlibatan aktif dan capaian akademik yang optimal (Setiawan, 2. Sebaliknya, motivasi yang rendah berpotensi menyebabkan menurunnya kualitas partisipasi siswa dan hasil Data nasional menunjukkan bahwa hanya sekitar 40% siswa di Indonesia yang memiliki motivasi belajar tinggi (Mufatikhah et al. , 2. , kondisi yang diperburuk oleh metode pembelajaran yang kurang menarik serta minimnya relevansi materi terhadap kehidupan sehari-hari siswa (Susanti & Gemi, 2021. Hafizah, 2. Hasil observasi awal di MAN 1 Padang menunjukkan bahwa tingkat kehadiran siswa di kelas tergolong tinggi, dengan rata-rata mencapai 88%. Namun, tingkat partisipasi aktif masih rendah, hanya 48,8%, dan tingkat ketuntasan belajar rata-rata sebesar 58,3%, yang berarti sekitar 41,75% siswa belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Fenomena ini memperlihatkan adanya kesenjangan antara kehadiran fisik siswa dengan keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Kondisi tersebut konsisten dengan temuan Astuti dan Hidayat . yang menyatakan bahwa partisipasi aktif merupakan indikator penting motivasi belajar, dan sejalan dengan pandangan Sardiman . yang menegaskan bahwa rendahnya motivasi tercermin dari minimnya antusiasme siswa, keengganan mengerjakan tugas, dan sikap pasif selama pembelajaran. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi motivasi belajar adalah kualitas evaluasi proses pembelajaran. Evaluasi tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur capaian hasil belajar, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun motivasi siswa melalui keterlibatan aktif mereka dalam merefleksikan proses belajar (Patimah, 2. Ketika evaluasi dilakukan secara partisipatif, disertai umpan balik yang tepat waktu dan konstruktif, siswa akan merasa lebih dihargai, termotivasi, dan terdorong untuk meningkatkan kualitas belajarnya (Ulum. Namun, temuan di MAN 1 Padang mengindikasikan bahwa proses evaluasi masih cenderung berfokus pada penilaian hasil akhir, sehingga belum sepenuhnya mendorong keterlibatan emosional dan kognitif siswa. Selain evaluasi pembelajaran, locus of control juga memiliki kontribusi signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Locus of control merujuk pada keyakinan individu mengenai faktor yang menentukan keberhasilan atau kegagalan mereka (Yusran, 2. Siswa dengan locus of control internal meyakini bahwa keberhasilan belajar bergantung pada usaha dan strategi pribadi, sehingga mereka cenderung memiliki motivasi tinggi, aktif, gigih, serta bertanggung jawab terhadap proses belajarnya (Arianda et al. , 2. Sebaliknya, siswa dengan locus of control eksternal lebih pasif, menunggu arahan, dan kurang berinisiatif, karena mereka memandang hasil belajar sebagai akibat faktor luar seperti keberuntungan atau bantuan orang lain. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa di MAN 1 Padang menunjukkan kecenderungan locus of control eksternal, terlihat dari rendahnya inisiatif, ketergantungan tinggi pada guru, dan sikap pasif dalam pembelajaran. Kondisi ini menegaskan bahwa rendahnya motivasi belajar siswa di MAN 1 Padang dapat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni kurang optimalnya evaluasi proses pembelajaran dan dominannya kecenderungan locus of control eksternal di kalangan siswa. Kedua faktor ini This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 267 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ diyakini saling berinteraksi dan berpengaruh terhadap tingkat keterlibatan, inisiatif, dan tanggung jawab siswa dalam belajar. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji secara empiris pengaruh evaluasi proses pembelajaran dan locus of control terhadap motivasi belajar siswa di MAN 1 Padang, dengan harapan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kajian motivasi belajar dan manfaat praktis bagi pengambil kebijakan di bidang pendidikan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei melalui Metode kuantitatif menekankan pada pengumpulan dan analisis data berbentuk angka yang digunakan untuk menguji hipotesis (Sugiyono, 2. Penelitian dilaksanakan di MAN 1 Padang Kampus II. Bungus Barat. Kota Padang. Sumatera Barat, pada bulan April hingga Juni 2025. Populasi penelitian adalah 66 siswa kelas X/E1. X/E2. XI/F1, dan XI/F2. Karena jumlah populasi kurang dari 100, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian (Sugiyono, 2. Variabel yang diteliti terdiri dari motivasi belajar sebagai variabel dependen, serta evaluasi proses pembelajaran dan locus of control sebagai variabel independen. Data penelitian diperoleh melalui data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan dengan angket tertutup yang diberikan kepada responden, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen sekolah, buku, jurnal, dan literatur lain yang relevan. Teknik dokumentasi digunakan untuk memperkuat data penelitian. Uji validitas menggunakan Pearson Product Moment . -tabel = 0,. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa seluruh item pada variabel motivasi belajar (Y) dan evaluasi proses pembelajaran (X. dinyatakan valid, sedangkan pada variabel locus of control (X. terdapat 15 item valid dan 5 item tidak valid sehingga hanya 15 item yang digunakan dalam penelitian. Uji reliabilitas memperlihatkan bahwa semua variabel memiliki nilai CronbachAos Alpha di atas 0,6, dengan motivasi belajar sebesar 0,904, evaluasi proses pembelajaran sebesar 0,899, dan locus of control sebesar 0,788. Dengan demikian, semua variabel penelitian dinyatakan valid dan reliabel sehingga layak digunakan dalam analisis lebih lanjut. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi variabel penelitian ini ditunjukkan untuk mengetahui dan menilai seberapa jauh masing- masing variabel yang telah diterapkan dan dirasakan siswa di Kampus II Man 1 Padang. Deskripsi diukur dengan perhitungan tingkat capaian responden (TCR). Tabel 1. Skor Total Capaian Responden Motivasi Belajar (Y) Indikator Minat Belar Ketekunan Mengerjakan Tugas Keinginan Mencapai Pembelajaraan Rata Ae Rata Sumber : Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 Mean 3,48 3,42 3,48 3,46 TCR 69,70% 68,40% 69,60% 69,20% Kriteria Baik Baik Baik Baik Pada tabel 1 dapat dilihat bahwa Nilai rata-rata TCR sebesar 69,2% menunjukkan bahwa secara umum motivasi belajar siswa berada dalam kategori baik. Nilai TCR tertinggi sebesar 69,7% pada indikator Minat Belajar yang mencerminkan bahwa siswa memiliki This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 268 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ ketertarikan yang cukup tinggi terhadap proses pembelajaran. Sementara itu, nilai TCR terendah sebesar 68,4% pada indikator Ketekunan Mengerjakan Tugas. Tabel 2. Skor Total Capaian Responden Evaluasi Proses Pembelajaran (XI) Indikator Keterlibatan dalam pembelajaran Metode pengajaran Umpan balik Rata Ae Rata Sumber : Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 Mean 3,57 3,32 3,36 3,41 TCR 71,30% 66,30% 67,20% 68,30% Kriteria Baik Baik Baik Baik Dari tabel 2 terlihat bahwa rata-rata TCR evaluasi proses pembelajaran sebesar 68,3% termasuk kategori baik. Indikator tertinggi adalah Keterlibatan dalam pembelajaran . ,3%), menunjukkan siswa cukup aktif, sedangkan terendah pada Metode Pengajaran . ,3%) yang dinilai masih kurang optimal meski tetap tergolong baik. Tabel 3. Total Skor Responden Locus Of Control (X. Indikator Persepsi usaha pribadi Kemampuan mempengaruhi situasi Ketergantungan pada pihak lain Keyakinan pada keberuntungan Rata Ae Rata Sumber : Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 Mean 3,63 3,37 3,63 3,53 3,46 TCR 72,50% 67,40% 70,50% 66,70% 69,30% Kriteria Baik Baik Baik Baik Baik Dari tabel 3 terlihat bahwa rata-rata TCR sebesar 69,3% berada pada kategori baik. Indikator tertinggi adalah Persepsi Usaha Pribadi . ,5%) yang menunjukkan keyakinan siswa pada usaha sendiri, sedangkan terendah pada Keyakinan pada Keberuntungan . ,7%). Tabel 4. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Sumber : Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence Unstandardized Residual 3,7594063 0,077 0,039 -0,077 0,077 ,200c,d | 269 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,200 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data residual berdistribusi normal. Nilai sampel berjumlah 66 yang berarti data yang sedang diuji berdistribusi normal. Tabel 5. Uji Linearitas Variabel Evaluasi Proses Pembelajaran (X. Variabel Locus Of Control (X. Dan Motivasi Belajar (Y) VARIABEL 1 Evaluasi Proses Pembelajaraan (X. 2 Locus Of Control (X. Sumber : Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 Deviation from Linearity 0,524 1,095 SIG 0,899 0,386 Berdasarkan Tabel 5, nilai signifikansi Deviation from Linearity untuk Evaluasi Proses Pembelajaran (X. sebesar 0,899 dan untuk Locus of Control (X. sebesar 0,386. Karena keduanya lebih besar dari 0,05, maka hubungan X1 dan X2 dengan motivasi belajar dinyatakan linier sehingga asumsi linearitas terpenuhi. Tabel 6. Uji Multikolinearitas Coefficientsa Collinearity Statistics Tolerance 0,912 0,912 Dependent Variable: y Sumber : Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 Model VIF 1,096 1,096 Dari tabel 6 dapat dilihat bahwa semua variabel telah lolos dari uji multikolinearitas dengan penjabaran sebagai berikut : variabel evaluasi proses pembelajaran dan locus of control tidak ada hubungan dikarenakan nilai VIF yang bernilai kecil dari 10,00 dan nilai tolerance lebih besar dari 0,10. Tabel 7. Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variances Based on Mean Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean Sumber : Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 Levene Statistic df1 3,047 3,168 3,168 3,104 Sig. 0,083 0,077 0,077 0,077 Dari tabel 7 dapat dilihat bahwa nilai signifikansi 0,083 > 0,05 sehinga dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan homogen, dan dapat digunakan sebagai sampel This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 270 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Tabel 8. Analisis Regresi Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Beta Std. Error (Constan. 18,88 1 evaluasi 0,293 LOC 0,346 Dependent Variable: motivasi Sumber : Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 7,37 0,13 0,108 Sig. 2,56 2,25 3,19 0,257 0,364 0,013 0,028 0,002 Berdasarkan tabel 8, diperoleh persamaan regresi linear berganda: Y = 18,877 0,293X1 0,346X2 e Konstanta sebesar 18,877 menunjukkan bahwa tanpa adanya evaluasi proses pembelajaran (X. dan locus of control (X. , motivasi belajar siswa tetap berada pada angka 18,877. Koefisien X1 sebesar 0,293 berarti setiap peningkatan 1 satuan pada evaluasi proses pembelajaran akan meningkatkan motivasi belajar sebesar 0,293, dan sebaliknya jika menurun, motivasi juga akan berkurang sebesar 0,293. Sementara itu, koefisien X2 sebesar 0,346 menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 satuan locus of control akan meningkatkan motivasi belajar sebesar 0,346, dan penurunan locus of control akan menurunkan motivasi belajar dengan jumlah yang sama. Tabel 9. Uji-t Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model Sig. Std. Error Beta (Constan. 18,88 7,37 2,56 0,013 1 evaluasi 0,293 0,13 0,257 2,25 0,028 LOC 0,346 0,108 0,364 3,19 0,002 Dependent Variable: motivasi Sumber : Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 Hasil uji parsial menunjukkan bahwa variabel evaluasi proses pembelajaran memiliki t-hitung 2,252 lebih besar dari t-tabel 1,998 dengan signifikansi 0,028 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya, evaluasi proses pembelajaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa di MAN 1 Padang. Selanjutnya, variabel locus of control memiliki t-hitung 3,193 lebih besar dari t-tabel 1,998 dengan signifikansi 0,002 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, locus of control juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa di MAN 1 Padang. Tabel 10. Uji-F ANOVAa Model Sum of Squares Regression 1 Residual Total Dependent Variable: motivasi Predictors: (Constan. LOC, evaluasi Sumber : Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 Mean Square 311,97 155,98 918,65 14,582 This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence Sig. 10,7 ,000b | 271 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Dari tabel 10 dapat diketahui bahwa F Ae hitung . > F - tabel . dan nilai signifikan 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis Ha diterima yang berarti evaluasi proses pembelajaran dan locus of control berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa di MAN 1 Padang. Tabel 11. Koefisien Determinasi Model Summary Model R R Square Adjusted R Square 1 ,503 0,254 Sumber : Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 Std. Error of the Estimate 0,23 3,819 Dari tabel 11 didapatkan nilai R Square 0,254 artinya sebanyak 25,4% variabel evaluasi proses pembelajaran dan locus of control mempengaruhi motivasi belajar siswa di MAN 1 Padang, dan sisanya 74,6% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel penelitian. Pembahasan Pengaruh Evaluasi Proses Pembelajaran Terhadap Motivasi Belajar Hasil uji parsial menunjukkan bahwa evaluasi proses pembelajaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar, dengan nilai t-hitung . > t-tabel . dan signifikansi 0,028 < 0,05. Hal ini menegaskan bahwa evaluasi yang dilaksanakan secara sistematis, objektif, dan berkesinambungan tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur hasil belajar, tetapi juga mampu membangkitkan semangat, keterlibatan, serta kesadaran siswa untuk meningkatkan prestasi. Teori Wijaksono . turut memperkuat temuan ini, bahwa evaluasi pembelajaran berperan penting dalam memotivasi siswa sekaligus mendorong guru dan manajemen sekolah untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran. Hasil penelitian Ahmad Siregar . juga sejalan, yang membuktikan bahwa evaluasi efektif berdampak pada meningkatnya motivasi serta sikap positif siswa dalam belajar. Pengaruh Locus Of Control Terhadap Motivasi Belajar Variabel locus of control berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar, dengan nilai t-hitung . > t-tabel . dan signifikansi 0,002 < 0,05. Artinya, siswa dengan locus of control internal lebih meyakini bahwa keberhasilan ditentukan oleh usaha pribadi, bukan oleh faktor eksternal seperti keberuntungan. Keyakinan ini menumbuhkan sikap proaktif, tanggung jawab, dan semangat belajar yang lebih tinggi. Teori Arianda Priska . menjelaskan bahwa individu dengan locus of control internal memiliki motivasi intrinsik yang kuat karena mereka percaya kendali keberhasilan ada pada diri sendiri. Temuan ini juga konsisten dengan penelitian Yusran La Kalamu . yang menemukan adanya hubungan signifikan antara locus of control dan motivasi belajar siswa. Pengaruh Evaluasi Proses Pembelajaran Dan Locus Of Control Terhadap Motivasi Belajar Secara simultan, evaluasi proses pembelajaran dan locus of control berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa, yang ditunjukkan oleh nilai F-hitung . > F-tabel . dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini membuktikan bahwa motivasi belajar merupakan hasil interaksi faktor eksternal dan internal. Evaluasi berperan sebagai dorongan eksternal yang memberikan arahan dan penguatan, sedangkan locus of control internal menumbuhkan keyakinan dan tanggung jawab pribadi dalam mencapai This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 272 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ prestasi akademik. Kedua faktor ini saling melengkapi, sehingga mampu meningkatkan motivasi belajar secara optimal. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Evaluasi proses pembelajaran terbukti berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa di MAN 1 Padang. Hal ini ditunjukkan oleh nilai t-hitung 2,252 > t-tabel 1,998 dengan signifikansi 0,028 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, evaluasi yang dilaksanakan dalam proses pembelajaran mampu mendorong siswa untuk lebih giat dan termotivasi dalam belajar. Locus of control berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa di MAN 1 Padang. Hal ini dibuktikan dengan nilai t-hitung 3,193 > t-tabel 1,998 dan signifikansi 0,002 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya, semakin tinggi locus of control yang dimiliki siswa, semakin tinggi pula motivasi belajar mereka. Terdapat pengaruh signifikan antara evaluasi proses pembelajaran dan locus of control terhadap motivasi belajar siswa di MAN 1 Padang. Hal ini ditunjukkan oleh nilai F-hitung 10,697 > F-tabel 3,143 dengan signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga Ha diterima. Dengan demikian, kedua variabel tersebut secara simultan berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. DAFTAR PUSTAKA