BENEFIT: Journal Of Business. Economics. And Finance Volume 2 Issue 2, 2024 Page 46-60 Doi: https://doi. org/10. 70437/benefit. Pengaruh Kualitas Produk. Brand Trust, dan Kemudahan Pembelian terhadap Pembelian Ulang Brownies Amanda di Kota Samarinda Zamroji Almursyid1 . Siti Akmalia2 . Manajemen. Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda . Pendidikan Ekonomi. IKIP PGRI Kalimantan Timur A Corresponding author . zamrojialmursyid@uwgm. Abstrak Peningkatan konsumsi produk oleh-oleh lokal di kota-kota besar seperti Samarinda menuntut pemahaman mendalam mengenai unsur-unsur yang berdampak pada loyalitas konsumen, terutama dalam hal pembelian ulang. Penelitian ini menganalisis pengaruh kualitas produk, brand trust, dan kemudahan pembelian terhadap keputusan pembelian ulang Brownies Amanda di Kota Samarinda. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan desain kausal-komparatif, melibatkan 79 responden yang dipilih melalui teknik sampling purposive, maksudnya pelanggan yang telah membeli barang tersebut setidaknya dua kali dalam tiga bulan terakhir. Uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik dilakukan setelah data dikumpulkan melalui kuesioner Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen memberikan dampak yang signifikan pada pembelian ulang. Namun, secara parsial, hanya variabel kemudahan pembelian yang menunjukkan pengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0. 000, sementara kualitas produk dan brand trust tidak berpengaruh secara signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa aksesibilitas dan kenyamanan dalam proses pembelian menjadi faktor dominan dalam mendorong perilaku pembelian ulang, lebih dari sekadar persepsi terhadap mutu produk atau citra merek. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis terhadap studi loyalitas konsumen dalam konteks oleh-oleh lokal serta implikasi praktis bagi pelaku usaha untuk memfokuskan strategi pada penguatan sistem distribusi dan layanan pemesanan sebagai bentuk peningkatan persepsi nilai konsumen. Kata Kunci: Brand trust. Kemudahan pembelian. Loyalitas konsumen. Pembelian ulang. Kualitas Copyright @ M. Zamroji Almursyid. Siti Akmalia Abstract The increasing consumption of local souvenir products in major cities such as Samarinda demands a comprehensive understanding of the factors influencing consumer loyalty, particularly regarding repurchase behavior. This study analyzes the influence of product quality, brand trust, and purchase convenience on repurchase decisions of Amanda Brownies in Samarinda. A quantitative approach was applied using a causal-comparative design, involving 79 respondents selected through purposive sampling, namely customers who had purchased the product at least twice within the past three months. After data collection through a Likert-scale questionnaire, validity, reliability, and classical assumption tests were conducted, followed by multiple linear regression analysis. The results indicate that all three independent variables have a significant impact on repurchase decisions. However, on a partial basis, only the purchase convenience variable shows a statistically significant effect with a significance value of 0. 000, while product quality and brand trust do not show significant influence. This finding suggests that accessibility and ease of the purchasing process are the dominant factors driving repeat buying behavior, surpassing consumer perceptions of product quality or brand image. The study contributes theoretically to consumer loyalty research in the context of local souvenir products and offers practical implications for business practitioners to focus their strategies on strengthening distribution systems and ordering services as a means to enhance consumersAo perceived value. Keyword: Brand trust. Consumer loyalty. Product quality. Purchase convenience. Repurchase PENDAHULUAN Dalam beberapa tahun terakhir, konsumsi produk makanan olahan seperti brownies mengalami pertumbuhan yang signifikan di Indonesia, seiring meningkatnya gaya hidup praktis masyarakat perkotaan dan tumbuhnya sektor pariwisata daerah. Brownies Amanda, sebagai salah satu merek brownies ternama di Indonesia, telah berkembang menjadi oleholeh khas yang banyak dicari di berbagai kota, termasuk Kota Samarinda. Samarinda sebagai pusat ekonomi Kalimantan Timur memiliki potensi besar dalam industri makanan lokal, didukung oleh meningkatnya mobilitas masyarakat dan perkembangan sektor UMKM. Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, mempertahankan pelanggan melalui pembelian ulang menjadi aspek penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis. Akibatnya, pemahaman mendalam tentang komponen yang memengaruhi keputusan Copyright @ M. Zamroji Almursyid. Siti Akmalia pembelian ulang menjadi sangat relevan untuk dikaji. Salah satu faktor yang diyakini memengaruhi pembelian ulang adalah kualitas produk, yang mencakup aspek rasa, tekstur, kemasan, dan konsistensi mutu. Studi oleh (Ailawadi et al. , 2. menegaskan bahwa persepsi terhadap kualitas produk merupakan indikator utama dalam membentuk kepuasan dan loyalitas konsumen, terutama pada produk konsumsi cepat. Selain itu, kepercayaan terhadap merek . rand trus. juga menjadi faktor penting yang memperkuat hubungan emosional antara konsumen dan produk. Menurut (Tjiptono, 2. Brand trust mampu menciptakan kepercayaan jangka panjang yang mendorong konsumen untuk tetap memilih produk yang sama dalam pembelian selanjutnya, bahkan ketika tersedia banyak alternatif di pasar. Penelitian lebih lanjut dapat menggali secara mendalam aspek emosional dan sosial yang mungkin memengaruhi terbentuknya kepercayaan konsumen tersebut, sehingga memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap faktor-faktor yang mendorong loyalitas merek. Kemudahan pembelian, khususnya dalam aspek distribusi dan sistem pemesanan, menjadi faktor yang semakin krusial di era digital. Seiring meningkatnya transaksi online, penting untuk mengeksplorasi bagaimana pengalaman pengguna di platform digital memengaruhi keputusan pembelian. Penelitian lebih lanjut dapat mencakup analisis terhadap peran aplikasi dan website dalam meningkatkan kenyamanan serta efisiensi proses pembelian konsumen. Beberapa jenis aplikasi yang umum digunakan untuk membeli produk seperti Brownies Amanda antara lain e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee, layanan pesan-antar makanan seperti GoFood dan GrabFood, serta pemesanan langsung melalui media media-media online lainya. Penelitian oleh (Nugroho & Prasetyo, 2. menunjukkan bahwa kemudahan proses transaksi dapat meningkatkan kenyamanan konsumen dan menjadi penentu dalam keputusan pembelian ulang. Akan tetapi, meskipun ketiga faktor tersebut telah diteliti secara terpisah, masih sangat sedikit penelitian yang menguji ketiganya secara simultan dalam konteks produk lokal seperti Brownies Amanda seperi kemasan yang mencermintakan budaya lokal ataupun rasa yang bisa dipilih berdasarkan selera lokal itu sendiri, khususnya di wilayah Kalimantan. Hal ini menunjukkan adanya gap penelitian yang perlu dijawab melalui kajian empiris yang lebih kontekstual dan komprehensif. Untuk mengisi gap penelitian tersebut, diperlukan pendekatan yang kontekstual dan komprehensif dengan mempertimbangkan karakteristik lokal produk seperti Brownies Amanda di wilayah Kalimantan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan Copyright @ M. Zamroji Almursyid. Siti Akmalia merancang penelitian yang menguji secara simultan pengaruh kualitas produk, brand trust, dan kemudahan pembelian dalam satu model analisis, seperti regresi linier berganda atau Structural Equation Modeling (SEM). Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi hubungan antarvariabel secara lebih menyeluruh. Selain itu, instrumen penelitian juga harus disesuaikan dengan konteks lokal, misalnya dengan menambahkan indikator kualitas produk yang mencerminkan elemen lokal seperti rasa khas daerah . ontohnya durian atau pandan loka. , desain kemasan bertema budaya Dayak, atau saluran pembelian yang sering digunakan masyarakat Kalimantan seperti GoFood. GrabFood, dan marketplace lokal. Pemilihan sampel juga perlu dirancang secara representatif dengan menggunakan teknik purposive sampling, yakni dengan memilih responden yang telah melakukan pembelian Brownies Amanda setidaknya dua kali dalam periode tertentu. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan respon dari konsumen yang benar-benar relevan. Selain pendekatan kuantitatif, studi ini juga dapat dilengkapi dengan data kualitatif melalui wawancara atau observasi untuk mengeksplorasi lebih dalam persepsi konsumen terhadap aspek lokalitas produk dan pengaruhnya terhadap loyalitas pembelian. Dengan mengombinasikan kedua pendekatan ini, penelitian akan mampu mengisi kekosongan literatur secara lebih mendalam sekaligus memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan strategi pemasaran produk lokal di daerah Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat secara empiris bagaimana kualitas produk, kepercayaan merek, dan kemudahan pembelian memengaruhi pembelian ulang Brownies Amanda di Samarinda. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada pelanggan yang telah membeli Brownies Amanda setidaknya dua kali dalam tiga bulan terakhir, penelitian ini diharapkan dapat menemukan komponen paling penting yang memengaruhi loyalitas pembelian. Untuk mengevaluasi pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, pengujian model ini juga menggunakan analisis regresi linier berganda. Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian perilaku konsumen, khususnya dalam konteks oleh-oleh khas daerah yang belum banyak dikaji secara akademik. Dengan mengintegrasikan tiga variabel utama dalam satu model, penelitian ini juga memperkaya literatur tentang loyalitas pelanggan dan strategi pemasaran berbasis pengalaman konsumen. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memperjelas hubungan antara persepsi konsumen terhadap kualitas, kepercayaan merek. Copyright @ M. Zamroji Almursyid. Siti Akmalia dan kenyamanan dalam bertransaksi dengan keputusan mereka untuk melakukan pembelian ulang. Sementara itu, dari sisi praktis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk mempertimbangkan manajemen Brownies Amanda dalam menyusun strategi alah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan segmentasi pasar berdasarkan demografi dan kebiasaan konsumsi masyarakat Samarinda, misalnya menawarkan promo bundling khusus untuk pekerja kantoran pada jam makan siang, atau memberikan diskon bagi pelajar yang menunjukkan kartu identitas. Optimalisasi penggunaan media sosial lokal, seperti Instagram dan TikTok, juga penting, terutama dengan menggandeng micro-influencer asal Samarinda yang memiliki interaksi tinggi dengan pengikutnya. Selain itu, kampanye promosi musiman yang berkaitan dengan momen khas daerah seperti Festival Mahakam. HUT Kota Samarinda, atau bulan Ramadan akan membantu meningkatkan daya tarik konsumen secara emosional dan kultural. Di sisi lain, pengalaman pelanggan juga perlu ditingkatkan secara menyeluruh. Manajemen dapat menambahkan fitur pre-order melalui WhatsApp bisnis atau aplikasi internal untuk memudahkan konsumen dalam melakukan pemesanan, termasuk opsi penjadwalan pengiriman. Pengembangan program loyalitas khusus pelanggan Samarinda, seperti sistem poin atau stempel digital yang dapat ditukar dengan produk gratis atau potongan harga, juga dapat menjadi strategi retensi yang efektif. Selain itu, desain kemasan edisi khusus bertema budaya lokal, seperti motif Dayak atau ikon Kota Samarinda, akan menambah nilai emosional dan daya tarik produk. Tak kalah penting, pelatihan rutin kepada staf toko perlu dilakukan agar pelayanan menjadi lebih ramah, informatif, dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan. Dalam jangka panjang, hasil ini juga menjadi acuan bagi pelaku UMKM mengembangkan strategi retensi konsumen yang lebih efektif di tengah persaingan pasar makanan lokal yang semakin kompetitif. METODE PENELITIAN Studi kuantitatif asosiatif dengan desain kausal-komparatif digunakan. Tujuannya adalah untuk menentukan hubungan dan dampak antara variabel independen, yaitu kualitas produk, brand trust, dan kemudahan pembelian, terhadap variabel dependen yaitu pembelian ulang konsumen Brownies Amanda di Kota Samarinda. Metode antarvariabel dengan menggunakan data numerik dan pengolahan statistik yang objektif Copyright @ M. Zamroji Almursyid. Siti Akmalia (Creswell & Creswell, 2. Dengan desain ini, para peneliti dapat menguji hipotesis yang telah dibuat sebelumnya secara sistematis menggunakan metode analisis statistik Semua pembeli Brownies Amanda dalam tiga bulan terakhir di Samarinda City adalah subjek penelitian ini. Karena tidak semua populasi adalah sama, metode pengambilan sampel purposive digunakan dapat diakses secara langsung, dan hanya individu dengan pengalaman pembelian ulang yang relevan yang dijadikan responden (Etikan et al. , 2. Jumlah responden ditentukan untuk populasi besar dengan taraf kesalahan 10%, sehingga diperoleh minimal 79 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur dengan skala Likert lima poin . = sangat tidak setuju hingga 4 = sangat setuj. Instrumen disusun berdasarkan indikator yang telah divalidasi dalam penelitian sebelumnya, seperti indikator kualitas produk dari (Zeithaml, 1. , indikator brand trust dari (DelgadoBallester et al. , 2. serta indikator kemudahan pembelian dari (Gefen et al. , 2. yang telah disesuaikan dengan konteks lokal. Kuesioner disusun dalam format Google Form dan disebarkan secara daring serta langsung di outlet Brownies Amanda Samarinda. Sebelum digunakan secara luas, kuesioner diuji melalui uji validitas isi dan validitas Validitas isi dikonsultasikan kepada tiga ahli pemasaran dan akademisi untuk memastikan keterwakilan konsep teoretis. Selanjutnya, uji validitas konstruk dan reliabilitas dilakukan dengan 30 responden melalui analisis korelasi item-total dan perhitungan CronbachAos Alpha menggunakan SPSS. Nilai CronbachAos Alpha yang diperoleh untuk masing-masing variabel >0,6, menunjukkan bahwa instrumen memiliki reliabilitas yang baik (Hair et al. , 2. Prosedur pelaksanaan penelitian dilakukan dalam empat tahap utama. Tahap pertama adalah penyusunan instrumen berdasarkan studi literatur dan validasi ahli. Tahap kedua adalah uji coba instrumen . ilot tes. dan analisis validitas-reliabilitas. Tahap ketiga adalah pelaksanaan survei utama, yaitu penyebaran kuesioner kepada responden yang telah memenuhi kriteria. Tahap terakhir adalah pengolahan dan analisis data, serta interpretasi hasil penelitian untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis yang diajukan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh simultan dan parsial dari variabel independen terhadap variabel Teknik ini sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin menguji hubungan kausal antarvariabel kuantitatif (Ghozali, 2. Uji asumsi klasik juga dilakukan sebelum regresi, meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas untuk Copyright @ M. Zamroji Almursyid. Siti Akmalia memastikan data memenuhi syarat analisis parametrik. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics versi 27, yang memungkinkan perhitungan statistik deskriptif, korelasi antarvariabel, uji asumsi klasik, dan pengujian regresi secara simultan. Hasil analisis akan ditampilkan dalam bentuk tabel, grafik, serta interpretasi naratif yang menjelaskan kekuatan hubungan antarvariabel dan tingkat signifikansinya. Dengan rancangan metodologi ini, penelitian diharapkan dapat memberikan hasil yang valid, reliabel, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kombinasi antara teknik sampling yang relevan, instrumen yang telah teruji, serta analisis statistik yang sesuai menjadikan penelitian ini layak dijadikan referensi akademik maupun dasar kebijakan praktis dalam pengembangan strategi pemasaran produk oleh-oleh lokal seperti Brownies Amanda. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Istrumen Penelitian Uji Validitas Tabel I. Uji Validitas Copyright @ M. Zamroji Almursyid. Siti Akmalia R tabel pada uji validitas dengan n = 79 dan tingkat signifikan 10% pengujian dua arah adalah 0. 1864, sedangkan berdasarkan hasil pengujian pertanyaan yang memiliki skor terkecil adalah pertanyaan 3 dengan skor sebesar 0. 415 dan pertanyaan dengan skor terbesar adalah pertanyaan 7 dengan skor sebesar 0. Sehingga dapat diambil interpretasi bahwa kuisioner yang disebarkan telah lolos uji validitas. Uji Realibilitas Tabel II Hasil Uji Reliabilitas Reability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber : Data diolah tahun 2024 Nilai CroncbachAos Alpha yang didapat dari hasil uji reliabilitas adalah sebesar 0. Sedangkan kriteria Reliabilitas agar Kuisioner lulus uji Reliabilitas adalah CroncbachAos Alpha > dari 0,6. Sehingga dapat diambil interpretasi bahwa Kuisioner telah lolos uji Reliabilitas. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel i. Hasil Uji Normalitas Sumber : Data diolah tahun 2024 Kriteria data yang lolos Uji Normalitas adalah p- value lebih besar dari 0. Sedangkan hasil uji menunjukkan nilai p- value adalah sebesar 0. 200, sehingga dapat diambil interpretasi bahwa data yang didapatkan telah terdistribusi normal atau lolos Uji Normalitas. Copyright @ M. Zamroji Almursyid. Siti Akmalia Uji Multikoloniaritas Tabel IV. Hasil Uji Multikoloniaritas Sumber : Data diolah tahun 2024 Kriteria Uji Multikolinieritas adalah nilai tolerance lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF kurang dari Berdasarkan hasil Uji Multikoloniaritas yang telah dilakukan, nilai tolerance dari masing masing variabel adalah X1 = 0. X2 = 0. 475, dan X3 = 0. sedangkan nilai VIF dari masing-masing variabel adalah X1 = 1. X2 = 2. 106, dan X3 = 1. Sehingga dapat diambil Interpretasi dari hasil uji diatas bahwa data yang didapatkan telah lolos Uji Multikoloniaritas. Uji Heteroskedastisitas Tabel VHasil Uji Heteroskedastisitas Sumber : Data diolah tahun 2024 Kriteria Uji Heteroskesdastisitas adalah nilai signifikan lebih besar dari 0,05. Beradasarkan hasil pengujian didapatkan nilai signifikansi tiap-tiap variabel adalah sebesar X1 = 0. X2 = 389, dan X3 = 0. Sehingga dapat diambil interpretasi bahwa data telah lolos Uji dan tidak mengalami Hesteroskedastisitas. Uji Linieritas Tabel VI. Hasil Uji Linearitas Variable Deviation From Linearity Sig. Linearity X1 to Y X2 to Y Copyright @ M. Zamroji Almursyid. Siti Akmalia X3 to Y Sumber : Data diolah tahun 2024 Kriteria Uji Linearitas adalah nilai Deviation From Linearity > 0. 05, berdasarkan data hasil uji masing masing variabel independen terhadap variabel dependen. X1 dan Y nilai sig. Deviation from Linearity sebesar 0. X2 dan Y nilai sig. Deviation from Linearity sebesar 0. 707, dan X3 dan Y nilai sig. Deviation from Linearity sebesar 0. Sehingga dapat diambil interpretasi bahwa data dari masing masing variabel independen terhadap variabel dependen telah memenuhi syarat lolos Uji Linearitas dan dapat dilanjutkan pada tahap pengambilan kesimpulan. Analisis Regresi Linier Berganda Tabel VII. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Coefficients Unstandardized Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Model Error (Constan. Beta Sig. Sumber : Data diolah tahun 2024 Berdasarkan hasil Uji Regresi linier, nilai alpha yang didapat adalah sebesar 1. 594 dan nilai beta dari masing-masing variabel adalah b1 = 0. 111, b2 = 0. 178, dan b3 = 0. Sehingga Y = a b1X1 b2X2 b3X3 e. menjadi Y = 1,594 0,111 X1 0,178 X2 0,696 X3 e. Sehingga dijelaskan sebagai berikut. Nilai Konstanta Pembelian ulang(Y) sebesar 1,594 yang menyatakan jika variabel X1. X2. X3 sama dengan nol, maka Pembelian ulang(Y) adalah sebesar 1,594. Nilai Kualitas Produk (X. sebesar positif 0,111 yang berarti bahwa setiap terjadi peningkatan variabel Kualitas Produk (X. sebesar 1 satuan maka Keputusan Pembelian Ulang sebesar 0,111 satuan, atau jika terjadi penurunan variabel Harga (X. sebesar 1 satuan maka Pembelian Ulang (Y) menurun sebesar 0,111 satuan. Koefisien Brand Trust (X. sebesar positif 0,178 berarti bahwa setiap terjadi peningkatan variabel Persepsi Nilai (X. sebesar 1 satuan maka Pembelian ulang(Y) meningkat sebesar 0,178 satuan, atau jika terjadi penurunan variabel Persepsi Nilai (X. sebesar 1 satuan maka Pembelian ulang(Y) menurun sebesar 0,178 satuan. Copyright @ M. Zamroji Almursyid. Siti Akmalia Koefisien Kemudahan Pembelian (X. sebesar positif 0,696 berarti bahwa setiap terjadi peningkatan variabel Kemudahan Pembelian (X. sebesar 1 satuan maka Pembelian ulang(Y) meningkat sebesar 0,696 satuan, atau jika terjadi penurunan variabel Citra Institusi (X. sebesar 1satuan maka Pembelian ulang(Y) menurun sebesar 0,696 satuan. Koefisien Korelasi Tabel Vi. Hasil Koefisien Korelasi Model Summary Model R Square Std. Error of Adjusted R Square Sumber : Data diolah tahun 2024 Berdasarkan gambar hasil Uji Regresi linier, nilai korelasi antara variabel X1. X2 dan X3 terhadap Y adalah sebesar 0. Sehingga dapat diambil Kesimpulan bahwa hubungan Variabel X1. X2. X3 terhadap Y berada pada positif sangat kuat. Koefisien Determinasi Tabel IX. Hasil Koefisien Determinasi Model Summary Model R Square Adjusted R Std. Error of the Square Sumber : Data diolah tahun 2024 berdasarkan hasil Uji, didapatkan nilai R Square sebesar 0. 652, yang berarti pengaruh variabel independent (X) terhadap variabel dependen (Y) cukup kuat sebesar 2%, sedangkan 34. 8% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti oleh Sedangkan nilai Adjusted R Square sebesar 0. 638 menunjukkan bahwa setelah mempertimbangkan multi variabel independen berpengaruh sebesar 63. 8% terhadap variabel dependen. Copyright @ M. Zamroji Almursyid. Siti Akmalia Uji Hipotesis Uji Sumultan Tabel X. Hasil Uji F ANOVA Sum of Mean Square Squar Model Sig. Regression Residual Total Sumber : Data diolah tahun 2024 Besar F hitung pada pengujian adalah 46. 8, dan nilai signifikansi pengujian adalah 00 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho1 ditolak dan Ha1 diterima. Dimana Ha1 menyetakan bahwa Aikualitas produk (X. , brand trust (X. dan kemudahan Pembelian (X. secara simultan berpengaruh signifikan pada Pembelian ulang (Y). Uji Parsial Tabel XI. Hasil Uji t Coefficients Unstandardized Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Model Error (Constan. Beta Sig. Sumber : Data diolah tahun 2024 Berdasarkan 2 kriteria pengujian ini, dapat diambil Kesimpulan bahwa. Pengaruh X1 terhadap Y, diperoleh nilai t hitung variabel kualitas produk sebesar 867, sedangkan t tabel adalah 1. Karena t hitung . < t tabel . dan nilai sig. 389 > 0. 1, maka Ho2 diterima dan Ha2 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas harga secara parsial tidak berpengaruh signifikan pada pembelian ulang. Copyright @ M. Zamroji Almursyid. Siti Akmalia Pengaruh X2 terhadap Y, diperoleh nilai t hitung variabel harga sebesar 0. sedangkan t tabel adalah 1. Karena t hitung . < t tabel . dan nilai sig. 1, maka Ho3 diterima dan Ha3 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel brand trust secara parsial tidak berpengaruh signifikan pada pembelian Ulang. Pengaruh X3 terhadap Y, diperoleh nilai t hitung sebesar 7. 415, sedangkan t tabel Karena t hitung . > t tabel . dan nilai sig. 00 < 0. 1, maka Ho4 ditolak dan Ha4 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel Persepsi Niliai secara parsial berpengaruh signifikan pada Keputusan Memilih. Pembahasan Berdasarkan hasil uji parsial . , diperoleh nilai t hitung sebesar 0. 867 lebih kecil dari t tabel 1. 66543, dan nilai signifikansi sebesar 0. 389 (> 0. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas produk tidak berpengaruh signifikan terhadap pembelian ulang Brownies Amanda secara parsial. Artinya, meskipun kualitas produk dianggap baik, hal tersebut tidak cukup kuat mendorong konsumen untuk melakukan pembelian ulang tanpa dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini bertentangan dengan hasil penelitian (Putra & Widya, 2. yang menyatakan bahwa kualitas produk merupakan salah satu determinan utama pembelian ulang pada produk pangan lokal. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh adanya persepsi konsumen bahwa Brownies Amanda sudah memiliki kualitas standar yang stabil, sehingga bukan lagi menjadi faktor utama dalam keputusan pembelian ulang. Variabel brand trust menghasilkan nilai t hitung sebesar 1. 649, juga lebih kecil dari t 66543, dan nilai signifikansi sebesar 0. 103 (> 0. Maka dapat disimpulkan bahwa brand trust secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pembelian ulang Brownies Amanda. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun konsumen mempercayai merek Brownies Amanda, kepercayaan tersebut tidak secara langsung menentukan perilaku pembelian ulang mereka. Penelitian ini sejalan dengan hasil studi dari (Rahman & Hafiz, 2. yang menyebutkan bahwa pada produk yang sudah memiliki reputasi mapan dan loyal customer base, kepercayaan merek cenderung tidak lagi menjadi variabel dominan dalam mendorong keputusan pembelian ulang. Konsumen bisa jadi lebih terpengaruh oleh variabel lain seperti kemudahan akses atau nilai tambah produk. Variabel persepsi nilai menunjukkan pengaruh paling signifikan dengan nilai t hitung 415 (> 1. dan nilai signifikansi 0. 000 (< 0. Hasil ini menunjukkan bahwa Copyright @ M. Zamroji Almursyid. Siti Akmalia persepsi nilai secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pembelian ulang. Ini berarti, semakin tinggi persepsi konsumen terhadap nilai yang diterima dari produk . aik dari segi rasa, harga, kemasan, maupun pengalaman keseluruha. , maka semakin besar kemungkinan mereka melakukan pembelian ulang. Hasil ini diperkuat oleh studi dari (Astuti & Nursalim, 2. , yang menemukan bahwa persepsi nilai merupakan faktor paling kuat dalam membentuk loyalitas dan pembelian ulang pada produk oleh-oleh khas Dalam konteks Brownies Amanda yang dikenal sebagai oleh-oleh khas, konsumen cenderung mempertimbangkan value keseluruhan produk dibanding faktor individu seperti harga atau citra merek. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dari ketiga variabel yang diteliti, hanya variabel persepsi nilai yang berpengaruh signifikan terhadap pembelian ulang Brownies Amanda di Kota Samarinda. Variabel kualitas produk tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, yang mengindikasikan bahwa meskipun konsumen menilai produk memiliki kualitas yang baik, hal tersebut tidak cukup untuk mendorong mereka melakukan pembelian ulang secara konsisten. Begitu pula dengan brand trust, kepercayaan konsumen terhadap merek Brownies Amanda tidak terbukti secara statistik memberikan pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian ulang. Sebaliknya, persepsi nilai terbukti sebagai faktor yang paling kuat memengaruhi keputusan pembelian ulang. Konsumen yang merasa bahwa mereka memperoleh manfaat yang sesuai atau lebih dari harga yang dibayarkanAibaik dari segi rasa, kemasan, pelayanan, maupun pengalaman konsumsiAicenderung melakukan pembelian ulang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa persepsi nilai menjadi aspek krusial yang perlu diprioritaskan oleh Brownies Amanda dalam upaya mempertahankan loyalitas konsumen dan meningkatkan pembelian ulang di masa depan. DAFTAR PUSTAKA