AL-ATHFAL STAI MUHAMMADIYAH PROBOLINGGO p-ISSN 2723-245X e-ISSN 2723-0813 Vol. No. , p. Available online at https://jurnal. staim-probolinggo. id/Al-Athfal PENGARUH MEDIA PAPAN FLANEL DALAM METODE STORYTELLING TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 5-6 TAHUN Sofiyatul Fitriyah. Ahmad Fachrurrazi Ilmu Pendidikan. Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Adi Buana Surabaya *e-mail: sofyatulfitryah@gmail. https://jurnal. staim-probolinggo. id/Al-Athfal/article/view/960 Abstract: Storytelling is an effective teaching method for enhancing children's story comprehension skills. This study aims to explore the use of flannel board media as a visual aid in the storytelling method, considering its flexibility and appeal in illustrating story elements such as characters, settings, and The research employed a quantitative approach using a One Group Pre-Test and Post-Test design, with data collection techniques including observation and interviews with children aged 5Ae6 years at TK DWP Jerukgamping. The analysis results showed that the t-value of 30. 8 was significantly higher than the critical t-values at the 0. significance levels, indicating a significant impact of using the flannel board in storytelling on children's language skills. These findings suggest that flannel board media in storytelling can be applied as an effective teaching strategy by educators to enhance early childhood language development. Keywords: Storytelling. Media Flannel Board. Language Development ARTICLE HISTORY Received 16 June 2025 Revised 18 July 2025 Accepted 19 July 2025 Abstrak Storytelling merupakan metode pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterampilan pemahaman cerita pada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan media papan flanel sebagai alat bantu dalam metode storytelling, mengingat fleksibilitas dan daya tariknya dalam menggambarkan elemen-elemen cerita seperti tokoh, latar, dan alur. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pre-Test dan Post-Test, serta teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap anak usia 5Ae6 tahun di TK DWP Jerukgamping. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 30,8 lebih besar daripada nilai ttabel pada taraf signifikansi 0,05 . ,14. maupun 0,01 . ,97. , yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan penggunaan papan flanel dalam storytelling terhadap keterampilan bahasa anak. Temuan ini menunjukkan bahwa media papan flanel dalam storytelling dapat diterapkan sebagai strategi pembelajaran yang efektif oleh guru untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak usia dini. Kata kunci: Storytelling. Media Papan Flanel. Perkembangan Bahasa Al-athfal. Vol. 06 No. : 467 Sofiyatul Fitriyah. Etc. Pengaruh Media Papan Flanel Dalam Metode Storytelling Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun PENDAHULUAN Usia dini merupakan tahap perkembangan yang sangat penting dan sering disebut sebagai masa emas (Golden Ag. , karena pada periode ini anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, yang tidak akan terulang di masa mendatang. Masa emas dalam hidup seorang anak terjadi satu kali dan tidak bisa diulang lagi. Oleh karenanya, setiap potensi yang dimiliki anak usia dini harus dipacu dengan maksimal. Apabila tidak, hal ini dapat menghambat pertumbuhan mereka di saat dewasa nanti (Suryana et. al,2. Perkembangan anak adalah tahap penting di mana fondasi kepribadian dan keterampilan dibentuk, yang akan memengaruhi pengalaman hidup mereka di masa Pengalaman dan pendidikan yang diterima anak menjadi faktor kunci dalam perkembangan mereka. Sebagai suatu proses yang berlangsung sepanjang keberadaan, perkembangan terpengaruh oleh berbagai faktor yang saling berhubungan, termasuk aspek perkembangan moral, perkembangan kognitif, perkembangan motoric fisik, perkembangan sosio-emosional serta perkembangan bahasa. Perkembangan bahasa merupakan suatu aspek yang menjadi krusial didalam pertumbuhan anak, dikarenakan kemampuan berbahasa juga menjadi pengaruh pada bidang perkembangan yang lain. Keterampilan berbahasa dapat meningkatkan keterampilan kognitif, sosial, dan emosional anak. Melalui bahasa, pemikiran anak dapat diekspresikan dengan jelas. Anak yang mempunyai kemampuan berbicara dengan baik akan lebih mudah dalam berbagai situasi dan diterima di lingkungan sekitarnya. Menurut Sari, . Auantara diusia 18 bulan sampai usia 5 tahun, anak-anak mulai belajar berbicara dan mengembangkan keterampilan berbahasa dengan pesat. Ay Dalam konteks Evolusi bahasa anak-anak di tempat bermain kanak-kanak merujuk pada pedoman setelah ditetapkan dalam Peraturan Standar Pendidikan untuk Anak Usia Dini yang tercantum dalam Peraturan Nomor 58 tahun 2009, menyebutkan terdapat tiga aspek penting yang perlu dikembangkan, yaitu penerimaan keaksaraan, penggunaan bahasa, dan kemampuan untuk mengungkapkan bahasa. Bahasa merupakan keterampilan persiapan yang sangat penting bagi anak-anak (Ali Sofyan UIN Raden Fatah et al. , 2. Mereka memerlukan kemampuan bahasa untuk menghadapi tantangan di sekolah dan dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan bahasa ini dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang dapat merangsang kecerdasan bahasa anak. Salah satu kegiatan yang efektif adalah storytelling atau bercerita. Melalui storytelling, anakanak dapat meningkatkan perkembangan bahasa mereka, karena kegiatan ini memungkinkan mereka untuk mengenal kosa kata baru dan berbagai bentuk kata yang terdapat dalam cerita yang dibacakan melibatkan penyampaian informasi tentang suatu peristiwa, dapat disampaikan dengan menggunkan elemensuara dan gambar. Tujuannya adalah untuk memberitahukan atau menyampaikan pesan-pesan yang terkandung dalam suatu narasi. Al-athfal. Vol. 06 No. : 468 Sofiyatul Fitriyah. Etc. Pengaruh Media Papan Flanel Dalam Metode Storytelling Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun Metode storytelling berusaha mengenalkan dan menyajikan informasi mengenai hal baru untuk tujuan pembelajaran. Metode ini dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak, karena melewati bercerita, anak memperoleh perbendaharaan kata baru dan dapat meningkatkan sikap terhadap pesan-pesan yang terkandung dalam cerita (Nopayana et al. , . Dengan melakukan storytelling, mereka dapat mempelajari kosa kata yang sebelumnya tidak mereka ketahui dan juga mengembangkan keterampilan berbahasa mereka. Kemampuan dalam menggunakan berbagai macam media sangat penting dikuasai oleh pendidik, pendidikan anak usia dini dalam proses mengajar. Guru perlu secara konsisten memanfaatkan media pembelajaran, karena dengan menggunakan media dalam kegiatan belajar, anak menjadi lebih tertarik, merasa senang, termotivasi untuk belajar, serta menumbuhkan rasa ingin tahu. Media berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan pesan yang dapat merangsang pemikiran , emosi, dan motivasi audiens, dalam hal ini adalah siswa. Dengan penggunaan media yang tepat, siswa dapat belajar dengan lebih efektif, yang pada gilirannya bisa menambah kinerja mereka sesuai dengan sasaran yang ingin Alat media papan flanel merupakan suatu alat proses pembelajaran dua dimensi yang disusun dengan menggunakan kain flanel yang dipasang dengankayu lapis, duplek, atau papan triplek (Mulyati et. , 2. Menurut Puspitorini et. ), media papan flanel ditunjuk karena bahan yang dipakai memiliki warna yang sangat mencolok, sehingga bisa dilihat dengan jelas oleh mata, disentuh, dan dapat ditempatkan secara bergeser, sekaligus sangat ringan untuk dipasang dan dilepas. Sehingga, peneliti tertarik untuk mengeksplorasi dampak dari metode storytelling menggunakan papan flanel terhadap perkembangan bahasa anak usia dini, khususnya di TK DWP Jerukgamping. Peneliti menemukan adanya masalah yaitu rendahnya penggunaan metode storytelling yang variatif dalam proses pembelajaran, sehingga berdampak pada kurang optimalnya perkembangan bahasa anak. Berdasarkan pengamatan awal, sebagian besar guru masih menggunakan metode ceramah atau membaca cerita tanpa melibatkan media interaktif, yang membuat anak kurang tertarik dan tidak aktif dalam Padahal, media papan flanel dapat membantu memperjelas alur cerita dan merangsang kemampuan bahasa anak melalui visualisasi dan partisipasi aktif. Gap penelitian yang ditemukan adalah masih minimnya penelitian yang secara spesifik mengkaji pengaruh metode storytelling berbasis media papan flanel terhadap aspek perkembangan bahasa anak usia 5Ae6 tahun, khususnya dalam konteks pendidikan anak usia dini di lingkungan TK DWP Jerukgamping. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti memutuskan untuk melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Metode Storytelling Menggunakan Papan Flanel terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia 5Ae6 Tahun di TK Dharma Wanita Persatuan Jerukgamping. Ay Diharapkan metode ini mampu menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dan efisien dalam mengembangkan Al-athfal. Vol. 06 No. : 469 Sofiyatul Fitriyah. Etc. Pengaruh Media Papan Flanel Dalam Metode Storytelling Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun keterampilan berbahasa anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh metode storytelling menggunakan papan flanel terhadap perkembangan bahasa anak usia 5Ae6 tahun di TK Dharma Wanita Persatuan Jerukgamping. Secara khusus, penelitian ini diharapkan dapat membuktikan bahwa penerapan metode storytelling dengan media papan flanel mampu meningkatkan kemampuan bahasa anak, baik dalam aspek berbicara, mendengarkan, maupun memahami kosakata secara lebih efektif dibandingkan metode konvensional. METODE PENELITIAN Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini karena data yang dianalisis berupa data rasio, serta tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengukur seberapa besar pengaruh antara variabel yang diteliti. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental, yaitu desain penelitian yang masih memungkinkan adanya variabel luar yang memengaruhi hasil penelitian. Menurut Sugiyono . desain pre-eksperimental ditandai dengan belum adanya kontrol yang kuat terhadap variabel bebas, sehingga variabel terikat tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh variabel independen saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dampak dari variabel X, yaitu metode storytelling menggunakan papan flanel, terhadap variabel Y, yaitu perkembangan bahasa anak usia 5Ae6 tahun di TK Dharma Wanita Persatuan Jerukgamping. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa TK Dharma Wanita Jerukgamping, dengan sampel penelitian yaitu seluruh anak Kelas B yang berjumlah 15 anak berusia 5 hingga 6 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh, di mana seluruh anggota populasi dijadikan sampel karena jumlahnya relatif kecil. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar observasi perkembangan bahasa anak berdasarkan indikator PAUD, dokumentasi berupa foto dan catatan perkembangan, serta format evaluasi untuk menilai keterampilan berbahasa melalui pretest dan posttest. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap aktivitas anak saat kegiatan storytelling, dokumentasi sebagai bukti pendukung, serta tes yang dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan Seluruh data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial, dengan uji-t . aired sample t-tes. untuk mengetahui perbedaan kemampuan bahasa anak sebelum dan sesudah diberi perlakuan, sehingga dapat disimpulkan apakah terdapat pengaruh signifikan dari metode storytelling menggunakan papan flanel terhadap perkembangan bahasa anak usia dini. HASIL DAN PEMBAHASAN Data dan hasil penelitiaan ini daapat dideskripsikan sebagaimana tercantum dalam bentuk tabel daan graafik berikut ini. Al-athfal. Vol. 06 No. : 470 Sofiyatul Fitriyah. Etc. Pengaruh Media Papan Flanel Dalam Metode Storytelling Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun Gambar 1. Rerata Nilai Pre Tes Dan Post Tes Subyek Pre-Test Post-Test Gain 2, 325 1,175 2,275 1,025 1,925 3,05 1,125 2,675 1,025 1,725 3,225 1,925 1,55 3,475 1,925 1,45 3,375 1,925 1,75 3,475 1,725 1,85 3,25 1,95 3,45 2,45 1,15 3,475 2,075 1,55 3,325 1,775 JUMLAH 3,15385 1,428846 Gambar 2. Uji Beda Pre Test-Post Tes Subyek Pre-Test Post-Test Gain 2, 325 1,175 2,275 1,025 1,925 3,05 1,125 2,675 1,025 1,725 3,225 1,925 1,55 3,475 1,925 1,45 3,375 1,925 1,75 3,475 1,725 1,85 3,25 1,95 3,45 2,45 1,15 3,475 2,075 1,55 3,325 1,775 JUMLAH 3,15385 1,428846 Gambar 3. Uji Signifikan Pre Test-Post Tes Al-athfal. Vol. 06 No. : 471 Sofiyatul Fitriyah. Etc. Pengaruh Media Papan Flanel Dalam Metode Storytelling Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun Langkah berikutnya adalah mencari nilai t hitung . dengan rumus sebagai yeayeI yeOyeOyei = yeoya yeI oc ycA. cA Oe y. Dari tabel 4. 3 dan tabel 4. 4 dapat diketahui Md sama dengan skor jumlah nilai gain dibagi jumlah subyek. Md=1,54 Ocycu 2 d = 1,97 N = 15 N-1 = 14 N(N-. = 15 . = 210 OcycU2ycc OoycA. cAOe. = 0,05 1,54 thit = 0,05 thit = 30. Langkah selanjutnya adalah mengkonfirmasi nilai t hitung dengan nilai t Diketahui bahwa N = 15, sehingga N-1 = 14. Dengan demikian, derajat kebebasan . Berdasarkan tabel distribusi nilai t dengan . = 14, diperoleh nilai 2,14479 untuk tingkat signifikansi 0,05, dan 2,97684 untuk tingkat signifikansi 0,01. Nilai-nilai ini lebih rendah dibandingkan dengan nilai t hitung. Berdasarkan kriteria penerimaan atau penolakan Hipotesis Nol (H. , karena nilai t tabel lebih kecil daripada nilai t hitung, maka Hipotesis Nol (H. ditolak dan Hipotesis Kerja (H. Dari hasilnya analisis uji hipotesis diatas dibuat tabel ringkasan hasil analisis diantaranya yaitu. Hipotesis Signifikan Storytelling papan flanel bahasa anak usia 5-6 tahun di sekolah TK DWP Jerukgamping 0,05 15,88 2,14479 ditolak 0,01 2,97684 ditolak Gambar 4. Ringkasan Hasil Analisis Uji Hipotesis Dari tabel yang ditampilkan, terlihat bahwa angka t lebih rendah dibandingkan dengan angka t hitung baik pada tingkat signifikansi 0,05 maupun 0,01. Maka dari itu. Hipotesis Nol ditolak dan Hipotesis Kerja diterima. Tabel diatas juga menunjukkan bahwa nilai t hitung melebihi nilai t tabel di kedua taraf Al-athfal. Vol. 06 No. : 472 Sofiyatul Fitriyah. Etc. Pengaruh Media Papan Flanel Dalam Metode Storytelling Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun signifikansi tersebut, sehingga bisa disimpulkan bahwa Hipotesis Kerja terbukti secara signifikan. Dengan kata lain, metode storytelling papan flanel berpengaruh terhadap keterampilan berbahasa anak usia 5-6 tahun di TK DWP Jerukgamping. Grafik diatas menunjukkan rata rata nilai hasil pertumbuhan bahasa anak berusia 5-6 tahun setelah menerima perlakuan . re tes. dengan menggunakan media papan flanel . ost te. Artinya dari kelima indikator capaian perkembangan bahasa tersebut, rata rata hasil nilai posttest berada pada capaian perkembangan (BSH) yaitu perkembangan sesuai harapan. Secara rinci capaian perkembangan bahasa setelah diberi perlakuan storytelling dengan media papan flanel. Pada indikator 2 dan 4 yaitu anak dapat mengetahui dan merespon secara wajar cerita yang telah disampaikan dan anak dapat mematuhi nilai nilai storytelling menggunakan media papan flanel seperti telah disampaikan, lebih dari 50% peserta didik dapat mencapai capaian perkembangan berkembang sesuai harapan. Dan beberapa peserta didik bahkan sudah dapat mencapai capaian perkembangan berkembang sangat baik (BSB) pada indikator 2-4 yaitu anak mampu bergantian, mampu menyebutkan nama nama hewan dan yang terakhir yaitu membedakan dengan memanfaatkan media papan flanel. Sesuai dengan uraian sebelumnya, peneliti menyakini bahwa alat media papan flanel secara signifikan dapat meningkatkan keterampilan terhadap anak berusia 5-6 tahun di TK DWP Jerukgamping. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode storytelling menggunakan papan flanel memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan kemampuan berbahasa anak usia 5Ae6 tahun di TK Dharma Wanita Persatuan Jerukgamping. Hasil uji statistik menunjukkan nilai thitung sebesar 30,8, yang jauh melebihi ttabel pada taraf signifikansi 0,05 dan 0,01, menandakan adanya pengaruh positif yang kuat dari metode tersebut. Selama delapan kali pertemuan, anak-anak menunjukkan peningkatan dalam kosakata, kemampuan berbicara, serta keberanian dalam mengekspresikan diri. Keunggulan metode ini terletak pada penggunaan media papan flanel yang interaktif dan menarik, sehingga mampu meningkatkan keterlibatan aktif anak dalam proses belajar. Penelitian ini juga didukung oleh temuan sebelumnya dari beberapa peneliti seperti Aprianti et al. , . , (Hasanah & Nurhasanah, 2. dan Fitriana . yang menegaskan efektivitas storytelling dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak. Kekuatan utama dari penelitian ini adalah pada penggunaan media visual yang konkret dan relevan dengan usia anak, serta pendekatan yang langsung diterapkan dalam konteks kelas nyata. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah sampel yang kecil, yaitu hanya 15 anak, serta keterbatasan waktu pelaksanaan yang hanya berlangsung dalam beberapa pertemuan. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut disarankan untuk melibatkan sampel yang lebih besar, rentang usia yang lebih bervariasi, dan durasi intervensi yang lebih panjang guna mendapatkan hasil yang lebih general dan mendalam. Al-athfal. Vol. 06 No. : 473 Sofiyatul Fitriyah. Etc. Pengaruh Media Papan Flanel Dalam Metode Storytelling Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun KESIMPULAN Berdasarkan temuan penelitian, analisis data, dan uji hipotesis, dapat disarankan bahwa nilai thit yang diperoleh sebesar 30,8 lebih besar dibandingkan ttabel, yaitu 2,14479 pada taraf signifikansi 0,05 dan 2,97684 pada taraf signifikansi 0,01. Hasil ini menunjukkan bahwa Hipotesis Nol (H. dapat ditolak, sedangkan Hipotesis Kerja (H. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan ada "pengaruh metode storytelling terhadap perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun di TK DWP Jerukgamping" terbukti benar. Ini menunjukkan bahwa kegiatan dengan metode Storytelling yang menggunakan papan flanel memberikan dampak positif terhadap kemajuan bahasa anak-anak usia 5-6 tahun di TK DWP Jerukgamping. DAFTAR PUSTAKA