Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Program Studi Diploma i Administrasi Rumah Sakit. Fakultas Vokasi. Univeritas Indonesia Maju *Korespondensi: Mohamad Yaser. Program Studi Diploma i Administrasi Rumah Sakit. Fakultas Vokasi. Universitas Indonesia Maju. Gedung HZ Jl. Harapan No. Lenteng Agung Jakarta Selatan E-mail: yaser@uima. DOI: https://doi. 70304/jmsi. Copyright @ 2025. Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia E-ISSN: 2828-1381 P-ISSN: 2828-738X Abstrak Masalah terkait pengelolaan arsip rekam medis yang belum optimal masih banyak ditemukan di sejumlah fasilitas kesehatan, terutama dalam hal kelengkapan, ketepatan waktu, dan ketelitian data. Kondisi ini berimplikasi pada menurunnya produktivitas kerja petugas rekam medis dan berdampak negatif terhadap kualitas layanan yang diberikan oleh rumah sakit. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana efisiensi dalam pengaturan berkas rekam medis berkontribusi terhadap kinerja petugas serta mutu pelayanan rumah sakit. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan rancangan potong lintang . ross-sectiona. Sebanyak 100 responden dipilih secara purposif, terdiri dari manajemen rumah sakit, tenaga kesehatan, dan petugas yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan arsip medis. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, serta penyebaran angket Alat ukur dalam penelitian telah melalui tahap uji validitas dan Proses analisis mencakup uji univariat dan bivariat dengan metode chi-square, serta pemodelan lanjutan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM). Temuan menunjukkan bahwa efisiensi dalam penataan dokumen medis memiliki hubungan yang bermakna terhadap efektivitas kerja dan mutu pelayanan. Penelitian ini memperkuat argumen bahwa sistem pengarsipan yang terstruktur dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data dan berkontribusi terhadap peningkatan mutu layanan di rumah sakit secara keseluruhan. Kata Kunci: Efisien. Kearsipan. Meningkatkan kinerja. Penataan Abstract Challenges associated with the disorganized storage of health documentation continue to be prevalent in numerous healthcare facilities, especially in terms of thoroughness, promptness, and precision of the recorded data. Such conditions hinder the efficiency of personnel responsible for health records and can deteriorate the standard of care delivered by the institution. This research seeks to explore how systematic documentation practices affect staff output and the excellence of provided services. The investigation utilized a numerical methodology with a cross-sectional survey model. A total of 100 participants were intentionally selected, encompassing hospital managers, clinical workers, and records department employees. Information was gathered using direct observation, guided discussions, and standardized survey forms with fixed response options. The tools used for data acquisition underwent tests to ensure they were both valid and consistent. Analytical procedures involved both descriptive and inferential statistics, including chi-square tests, with further evaluation conducted through Structural Equation Modeling (SEM) using the Partial Least Squares (PLS-SEM) technique. The outcomes demonstrated that organized management of medical records has a notable effect on job productivity and the caliber of service. These insights underline the importance of a coherent filing system in promoting reliable decision-making and elevating overall healthcare delivery standards Keywords: Efficient. Archiving. Performance Improvement. Arrangement Pendahuluan Rumah sakit merupakan institusi vital dalam sistem pelayanan kesehatan yang berfungsi memberikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif, serta berperan sebagai pusat pelatihan tenaga kesehatan dan penelitian biososial . Dalam menjalankan fungsinya secara optimal, rumah sakit memerlukan sistem administrasi yang terstruktur dan efisien, salah satunya dalam hal penataan kearsipan. Penataan arsip yang baik memberikan manfaat berupa akses cepat dan akurat terhadap informasi pasien, mempercepat proses administrasi, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data . Dalam praktiknya, sistem kearsipan di rumah sakit diwujudkan melalui pengelolaan rekam medis, yaitu dokumen penting yang mencatat seluruh informasi tentang identitas pasien, pemeriksaan, tindakan medis, dan pengobatan . Kelengkapan, akurasi, dan ketepatan waktu menjadi indikator penting dalam pengelolaan rekam medis . Namun, berbagai studi terdahulu mengungkapkan masih banyaknya kendala dalam pengelolaan arsip medis, seperti kesalahan penyimpanan, keterbatasan ruang arsip, serta ketidak kefisienan dalam sistem penamaan dan penomoran dokumen . Penelitian-penelitian sebelumnya umumnya menekankan aspek struktural tanpa mengkaji secara mendalam keterkaitannya dengan alur kerja dan efisiensi Berdasarkan hasil observasi dan wawancara awal dengan petugas Unit Rekam Medis di salah satu rumah sakit, ditemukan sejumlah kendala seperti keterlambatan dalam proses penyusunan berkas . , ketidaklengkapan dokumen rekam medis, serta kesulitan dalam pengkodean diagnosa akibat penulisan dokter yang tidak jelas dan penggunaan singkatan yang tidak baku . Hal ini dapat menghambat kelancaran proses pelayanan, karena setiap tahapan dalam pengelolaan rekam medis memiliki keterkaitan langsung dengan mutu informasi yang dihasilkan. Informasi yang tidak lengkap dan tidak akurat akan berdampak pada proses evaluasi dan pengambilan keputusan medis . Dalam rangka menjawab tantangan tersebut dan menutup celah keterbatasan pada penelitian sebelumnya, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara menyeluruh alur prosedur rekam medis di rumah sakit, dimulai dari proses pendaftaran, penyusunan berkas . , pengkodean diagnosa . , hingga penyimpanan dokumen . Penelitian ini juga berupaya menelaah sejauh mana efektivitas sistem kearsipan dapat meningkatkan efisiensi kerja petugas rekam medis serta mutu pelayanan secara keseluruhan . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis fungsi penataan kearsipan rekam medis dalam meningkatkan efektivitas kerja dan mutu pelayanan di rumah sakit. Metode Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional, yang bertujuan untuk mengetahui atau mempelajari antara variabel penelitian dengan cara mengamati dan mengidentifikasi variabel dependen dan variabel independen dikumpulkan dalam satu waktu yang bersamaan . Penelitian dilakukan dilaksanakan selama jangka waktu dua bulan sejak penyusunan proposal di Juli 2023 sampai dengan pelaporan di Agustus Dilaksanakan pada unit rekam medis . uang arsi. yang akan dikembangkan menjadi efisien dalam penataan dokumen untuk kemudahan kinerja petugas rekam medis di Rumah Sakit. X Perizinan tempat penelitian direncanakan selama bulan April 2023. Setelah perizinan selesai selanjutnya dilakukan pengambilan data sampai akhir bulan Agustus 2023. Populasi penelitian adalah para pimpinan rumah sakit, yang memiliki kewenangan dalam pengambilan kebijakan terkait pusat arsip, para pengelola dokumen . , dokter, perawat, bidan serta petugas medis lainnya yang berjumlah 100 orang dan berada di Rumah Sakit. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan penyebaran kuesioner terhadap informan yang ada Unit Kearsipan rekam medis sebagai mitra dalam penelitian ini. sampel adalah objek yang akan diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi dimana dalam mengambil sampel penelitian menggunakan teknik-teknik tertentu . Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling penentuan sampel yang didasarkan pada pertimbangan peneliti mengenai sampel-sampel mana yang paling sesuai, bermanfaat dan dianggap dapat mewakili suatu populasi . Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan beberapa teknik statistik. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan karakteristik tiap variabel secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Analisis bivariat digunakan untuk menguji hubungan antara dua variabel menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05 dan kepercayaan 95%, di mana hasil signifikan ditunjukkan oleh p-value O 0,05. Selanjutnya, untuk menganalisis hubungan kausal yang lebih kompleks antarvariabel, digunakan metode Structural Equation Modeling (SEM). Teknik SEM ini dipilih karena mampu menguji hubungan antar variabel laten secara simultan, baik hubungan langsung maupun tidak langsung . Analisis SEM dilakukan dengan bantuan perangkat lunak statistik menggunakan pendekatan Partial Least Squares (PLS-SEM) yang sesuai untuk sampel relatif kecil dan data yang tidak sepenuhnya berdistribusi normal. Evaluasi model pengukuran dilakukan untuk menilai validitas dan reliabilitas konstruk, sementara evaluasi model struktural digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah hubungan antar konstruk. Hasil analisis data disajikan dalam bentuk tabel, grafik, dan diagram, serta diinterpretasikan secara naratif untuk menggambarkan makna temuan dalam konteks penelitian. Hasil Menata Arsip Sub-bagian Unit Rekam Medis Rumah Sakit Tabel 1. Kontribusi Frekuensi Menata Arsip. Menyimpan. Menepatkan. Menemukan kembali arsip sub-bagian Unit Rekam Medis Rumah Sakit Kontribusi Menata Arsip Menyimpan Menepatkan Menemukan kembali Interval Parameter 86% - 100% 79% - 85% 54% - 78% 38% - 53 % 22% - 37% 86% - 100% 79% - 85% 54% - 78% 38% - 53 % 22% - 37% 86% - 100% 79% - 85% 54% - 78% 38% - 53 % 22% - 37% 86% - 100% 79% - 85% 54% - 78% 38% - 53 % 22% - 37% Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Sesuai dengan hasil telaah deskriptif dalam penataan kearsipan yang didapatkan sebanyak Sesuai dari analisis yang didapatkan bisa ditarik kesimpulan terdapat menata arsip di Unit Rekam Medis Rumah Sakit dikategorikan sedang bisa dilihat dari tabel 1. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 2 responden menganggap pengelolaan berkas sangat tinggi, sementara 5 responden menilainya tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden cenderung melihat sistem pengelolaan berkas yang ada dengan positif. Namun, temuan penelitian kami juga mengungkapkan tantangan dalam pengelolaan berkas di unit tersebut. 13 responden menyatakan bahwa tingkat pengelolaan berkas termasuk dalam kategori sedang, sementara 11 responden menilainya rendah. Selain itu, 9 responden menilai pengelolaan berkas sebagai sangat rendah. Setelah menganalisis data ini secara komprehensif, kami dapat menyimpulkan bahwa meskipun ada elemen yang mendukung sistem pengelolaan berkas di Unit Rekam Medis Rumah Sakit, masih ada ruang untuk peningkatan signifikan. Didalam menyimpan arsip untuk telaah bidang menata kearsipan. Sub parameter menyimpan untuk telaah untuk mengetahui sistem menyimpan dalam kesesuaian manfaat serta situasi di dalam manajemen rumah sakit. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mayoritas arsip disimpan pada tingkat sedang, dengan 11 responden memilih opsi ini. Ini diikuti oleh tingkat rendah dengan 12 responden, dan tingkat tinggi dengan 7 responden. Tingkat penyimpanan yang ditandai sebagai sangat tinggi dan sangat rendah dipilih oleh masing-masing 6 dan 4 responden. Ini menunjukkan variasi dalam praktik penyimpanan arsip di dalam unit ini, dengan sebagian besar responden memilih tingkat sedang hingga rendah. Didalam menepatkan arsip untuk telaah bidang menata kearsipan. Sub parameter menepatkan untuk telaah untuk mengetahui sistem menyimpan dalam kesesuaian manfaat serta situasi di dalam manajemen rumah sakit. Temuan telaah mengenai menepatkan bisa dijelaskan di tabulasi. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memilih tingkat sedang, dengan 18 responden. Ini diikuti oleh tingkat tinggi dengan 8 responden, dan tingkat rendah dengan 5 responden. Tingkat yang ditandai sebagai sangat tinggi dan sangat rendah dipilih oleh masing-masing 7 dan 2 responden. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar arsip ditempatkan pada tingkat sedang, meskipun masih ada variasi dalam praktik menepatkannya. Di dalam menemukan kembali arsip untuk telaah bidang menata kearsipan. Sub parameter menepatkan untuk telaah untuk mengetahui sistem menemukan kembali dalam kesesuaian manfaat serta situasi di dalam manajemen rumah sakit. Temuan telaah mengenai menemukan kembali bisa dijelaskan di tabulasi. Temuan mengungkapkan bahwa mayoritas responden memilih tingkat tinggi, dengan 16 responden. Ini diikuti oleh tingkat sedang dengan 6 responden, dan tingkat rendah dengan 11 responden. Tingkat yang ditandai sebagai sangat tinggi dan sangat rendah dipilih oleh masing-masing 3 dan 4 responden. Ini menunjukkan bahwa, meskipun beberapa kesulitan mungkin timbul dalam menemukan kembali arsip, sebagian besar responden memersepsikan kemampuan untuk menemukan kembali arsip sebagai tinggi. Kompetensi Petugas Arsip Sesuai dengan hasil telaah deskriptif dalam kompetensi petugas arsip yang didapatkan sebanyak 79%. Sesuai dari analisis yang didapatkan bisa ditarik kesimpulan terdapat kompetensi petugas arsip di Unit Rekam Medis Rumah Sakit dikategorikan tinggi bisa dilihat dari tabulasi Tabel 2. Kontribusi Frekuensi Kompetensi Petugas Arsip. Ketelitian. Kecerdasan. Kecekatan. Kerapian Sub-Bagian Unit Rekam Medis Rumah Sakit Kontribusi Interval Kompetensi petugas arsip 86% - 100% 79% - 85% Parameter Sangat tinggi Tinggi Kontribusi Ketelitian Kecerdasan Kecekatan Kerapian Interval 54% - 78% 38% - 53 % 22% - 37% 86% - 100% 79% - 85% 54% - 78% 38% - 53 % 22% - 37% 86% - 100% 79% - 85% 54% - 78% 38% - 53 % 22% - 37% 86% - 100% 79% - 85% 54% - 78% 38% - 53 % 22% - 37% 86% - 100% 79% - 85% 54% - 78% 38% - 53 % 22% - 37% Parameter Sedang Rendah Sangat Rendah Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Analisis data menunjukkan mayoritas staf menilai tingkat kompetensinya sebagai memadai, dengan 20 dari 40 responden menilai tingkat kompetensinya sebagai "sangat tinggi" dan 15 responden menilai sebagai "tinggi". Namun, ada kekhawatiran sedikit karena beberapa responden menilai tingkat kompetensinya sebagai "rendah" dan "sangat rendah". Ini menunjukkan perlunya perhatian khusus untuk meningkatkan kualifikasi dan keahlian staf di bidang ini. Didalam ketelitian arsip untuk telaah bidang kompetensi petugas arsip. Sub parameter ketelitian untuk telaah untuk mengetahui kesesuaian manfaat serta situasi di dalam manajemen rumah sakit Dalam hal ketelitian, sebagian besar staf menunjukkan tingkat yang memadai, dengan 7 responden menilai tingkat ketelitiannya sebagai "sangat tinggi" dan 8 responden menilai sebagai "tinggi". Namun, ada juga yang menilai tingkat ketelitiannya sebagai "rendah" dan "sangat rendah", menunjukkan perlunya upaya untuk meningkatkan kepekaan terhadap detail dan akurasi. Didalam kecerdasan arsip untuk telaah bidang kompetensi petugas Sub parameter kecerdasan untuk telaah untuk mengetahui kesesuaian manfaat serta situasi di dalam manajemen rumah sakit. Dalam hal kecerdasan, mayoritas staf menunjukkan tingkat yang tinggi, dengan 18 responden menilai tingkat kecerdasannya sebagai "sangat tinggi" dan 19 responden menilai sebagai "tinggi". Ini mencerminkan kemampuan mereka untuk memahami dan menafsirkan informasi dengan baik, yang sangat berharga dalam manajemen rekam medis. Didalam kecekatan arsip untuk telaah bidang kompetensi petugas arsip. Sub parameter kecekatan untuk telaah untuk mengetahui kesesuaian manfaat serta situasi di dalam manajemen rumah sakit. Dalam hal kecepatan, mayoritas staf juga menunjukkan performa yang baik, dengan 12 responden menilai tingkat kecepatannya sebagai "sangat tinggi" dan 21 responden menilai sebagai "tinggi". Ini menunjukkan bahwa mereka mampu bekerja dengan efisien dan efektif dalam menangani tugas-tugas yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan. Didalam kerapian arsip untuk telaah bidang kompetensi petugas arsip. Sub parameter kerapian untuk telaah untuk mengetahui kesesuaian manfaat serta situasi di dalam manajemen rumah sakit. Mayoritas dari petugas menunjukkan tingkat kerapian yang Sebanyak 11 responden mencapai tingkat "sangat tinggi" dalam kerapian, menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menjaga kebersihan dan keteraturan dalam tugas mereka. Sebanyak 19 responden berada pada tingkat "tinggi", yang menunjukkan bahwa mereka memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya kerapian dalam menjalankan tugasnya. Sementara itu, 5 responden berada pada tingkat "sedang", menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi untuk meningkatkan keteraturan dan kebersihan dalam pekerjaan mereka. Ada 3 responden yang diklasifikasikan pada tingkat "rendah", yang menandakan adanya kebutuhan untuk lebih banyak pelatihan atau pengawasan untuk meningkatkan kerapian mereka. Selain itu, 2 responden berada pada tingkat "sangat rendah", menunjukkan bahwa ada kekurangan yang signifikan dalam kemampuan mereka untuk menjaga keteraturan. Fungsi penataan kearsipan dalam meningkatkan kerja RS Sesuai dengan hasil telaah deskriptif dalam fungsi penataan kearsipan dalam meningkatkan kerja RS yang didapatkan sebanyak 90%. Sesuai dari analisis yang didapatkan bisa ditarik kesimpulan terdapat fungsi penataan kearsipan dalam meningkatkan kerja di Unit Rekam Medis Rumah Sakit dikategorikan sangat tinggi bisa dilihat dari tabulasi. Tabel 3. Kontribusi Frekuensi Fungsi Penataan Kearsipan Dalam Meningkatkan Kerja Rs. Pelaporan Arsip Terjaga. Penyerahan Arsip Terjaga. Kelengkapan Administrasi Penyerahan Arsip Terjaga. Akses Dan Layanan Arsip Statis. Tanggung Jawab Pengelolaan Arsip Statis Sub-Bagian Unit Rekam Medis Rumah Sakit Kontribusi Interval Fungsi penataan kearsipan dalam meningkatkan kerja RS Pelaporan arsip terjaga Penyerahan arsip terjaga kelengkapan administrasi penyerahan arsip akses dan layanan arsip statis Parameter 86% - 100% 79% - 85% 54% - 78% 38% - 53 % 22% - 37% 86% - 100% 79% - 85% 54% - 78% 38% - 53 % 22% - 37% 86% - 100% 79% - 85% 54% - 78% 38% - 53 % 22% - 37% 86% - 100% 79% - 85% 54% - 78% 38% - 53 % 22% - 37% Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah 86% - 100% Sangat tinggi Kontribusi Interval Parameter 79% - 85% Tinggi 54% - 78% Sedang 38% - 53 % Rendah 22% - 37% Sangat Rendah Hasil analisis menunjukkan bahwa fungsi penataan kearsipan dalam meningkatkan kerja rumah sakit sebagian besar dianggap sangat baik, dengan 58% responden memberikan penilaian "Sangat Tinggi" dan 35% "Tinggi". Ini mengindikasikan bahwa mayoritas responden percaya bahwa sistem penataan kearsipan secara signifikan mendukung peningkatan kinerja rumah sakit. Sebaliknya, hanya 2% menilai fungsi ini sebagai "Sedang", dan masing-masing 3% dan 2% menilai sebagai "Rendah" dan "Sangat Rendah". Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun ada sebagian kecil penilaian negatif, secara umum, fungsi penataan kearsipan dipandang efektif dalam meningkatkan kinerja rumah sakit. Didalam pelaporan arsip terjaga sebagai katagori meningkatkan kerja kearsipan rumah sakit. Sub parameter pelaporan arsip terjaga untuk telaah dalam meningkatkan kerja kearsipan rumah sakit. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaporan arsip terjaga di sub-bagian Unit Rekam Medis Rumah Sakit umumnya dinilai sangat baik, dengan 55% responden memberikan penilaian "Sangat Tinggi" dan 39% "Tinggi". Ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden menganggap pelaporan arsip terjaga sebagai sangat efektif dalam pengelolaan arsip. Namun, terdapat sedikit penilaian negatif, dengan 2% menilai penyerahan arsip sebagai "Sedang", dan masing-masing 2% menilai sebagai "Rendah" dan "Sangat Rendah". Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa pelaporan arsip terjaga umumnya diterima dengan baik, meskipun ada beberapa area yang mungkin memerlukan perhatian lebih lanjut. Didalam penyerahan arsip terjaga sebagai katagori meningkatkan kerja kearsipan rumah sakit. Sub parameter penyerahan arsip terjaga untuk telaah dalam meningkatkan kerja kearsipan rumah sakit. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyerahan arsip terjaga di sub-bagian Unit Rekam Medis Rumah Sakit dinilai baik oleh mayoritas responden. Sebanyak 28% dari responden menilai penyerahan arsip sebagai "Sangat Tinggi", sementara 64% menilai sebagai "Tinggi", menandakan efektivitas yang kuat dalam proses penyerahan arsip. Namun, terdapat beberapa penilaian yang lebih rendah, dengan 3% menilai sebagai "Sedang", 4% sebagai "Rendah", dan 1% sebagai "Sangat Rendah". Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa penyerahan arsip terjaga umumnya diterima dengan baik, tetapi masih ada beberapa area yang dapat ditingkatkan untuk mencapai standar yang lebih konsisten. Didalam kelengkapan administrasi penyerahan arsip terjaga sebagai katagori meningkatkan kerja kearsipan rumah sakit. Sub parameter kelengkapan administrasi penyerahan arsip terjaga untuk telaah dalam meningkatkan kerja kearsipan rumah sakit. Hasil analisis menunjukkan bahwa administrasi penyerahan arsip terjaga di sub-bagian Unit Rekam Medis Rumah Sakit umumnya dinilai sangat baik oleh responden. Sebanyak 64% dari responden memberikan penilaian "Sangat Tinggi" dan 20% menilai "Tinggi", menunjukkan bahwa sebagian besar percaya bahwa administrasi penyerahan arsip dilakukan dengan sangat baik dan efektif. Namun, ada juga penilaian yang lebih rendah, dengan 10% responden menilai administrasi sebagai "Sedang" dan 5% sebagai "Rendah". 1% responden yang menilai administrasi sebagai "Sangat Rendah". Temuan ini mencerminkan kinerja administrasi penyerahan arsip yang umumnya baik, tetapi juga mengindikasikan adanya beberapa area yang perlu diperbaiki untuk mencapai standar optimal. Didalam akses dan layanan arsip statis sebagai katagori meningkatkan kerja kearsipan rumah sakit. Sub parameter akses dan layanan arsip statis untuk telaah dalam meningkatkan kerja kearsipan rumah sakit. Temuan telaah mengenai akses dan layanan arsip statis bisa dijelaskan di tabulasi Hasil analisis kontribusi frekuensi untuk akses dan layanan arsip statis di sub-bagian Unit Rekam Medis Rumah Sakit menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai layanan ini dengan sangat baik. Sebanyak 55% dari responden memberikan penilaian "Sangat Tinggi" dan 30% menilai "Tinggi", menunjukkan bahwa mayoritas merasa puas dengan kualitas akses dan layanan arsip yang disediakan. Namun, ada juga penilaian yang lebih rendah, dengan 10% responden menilai akses dan layanan sebagai "Sedang" dan 5% sebagai "Rendah". Tidak ada responden yang menilai layanan sebagai "Sangat Rendah". Temuan ini menunjukkan bahwa akses dan layanan arsip statis umumnya efektif, meskipun ada beberapa area yang perlu ditingkatkan untuk memenuhi ekspektasi semua pengguna. Didalam tanggung jawab pengelolaan arsip statis sebagai katagori meningkatkan kerja kearsipan rumah sakit. Sub parameter tanggung jawab pengelolaan arsip statis untuk telaah dalam meningkatkan kerja kearsipan rumah sakit. Hasil analisis kontribusi frekuensi untuk tanggung jawab pengelolaan arsip statis di sub-bagian Unit Rekam Medis Rumah Sakit X menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai tanggung jawab ini dalam kategori yang sangat baik. Sebanyak 45% dari responden memberikan penilaian "Sangat Tinggi", dan 35% menilai "Tinggi", menandakan bahwa sebagian besar merasa bahwa tanggung jawab pengelolaan arsip statis dilaksanakan dengan sangat baik. Sementara itu, 15% responden menilai tanggung jawab sebagai "Sedang", dan 5% menilai sebagai "Rendah". Tidak ada responden yang memberikan penilaian "Sangat Rendah". Temuan ini menunjukkan bahwa tanggung jawab pengelolaan arsip statis umumnya dianggap memadai, tetapi ada beberapa area yang masih perlu diperbaiki untuk meningkatkan kepuasan semua pihak yang terlibat. Analisis Structural Equation Modelling (SEM) Studi ini menerapkan Structural Equation Modelling - Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menganalisis hubungan antar variabel. SEM-PLS merupakan metode yang digunakan untuk membangun dan mengevaluasi model teoritis dengan pendekatan berbasis variance. Pendekatan ini sangat berguna untuk mengatasi kompleksitas model dan data dengan struktur yang tidak normal serta untuk mengatasi ukuran sampel yang relatif kecil. 27,28 Dalam studi ini pemeriksaan teori dilakukan dan memanfaatkan metode pengkajian parsial Least Squares (PLS) dan menggunakan smartPLS 3. Gambar 1. Metode Pengkajian PLS Algorithm Mengevaluasi model pengukuran dan model struktural Model pengukuran Dalam penelitian yang menggunakan model berbasis struktur seperti Structural Equation Modeling (SEM), evaluasi model dilakukan dalam dua tahap utama: Evaluasi Model Luar (Outer Mode. Dalam evaluasi model luar . uter mode. dalam analisis seperti Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Cronbach's Alpha. Composite Reliability, dan Average Variance Extracted (AVE) adalah metrik penting untuk menilai validitas dan reliabilitas konstruk untuk menggunakan empat kriteria utama berikut penjelasan mengenai masing-masing kriteria: Cronbach's Alpha Mengukur konsistensi internal dari indikator yang mengukur konstruk tertentu. Ini memberikan indikasi sejauh mana indikator-indikator tersebut saling berkorelasi dan mengukur konstruk yang sama. umum, nilai di atas 0. 7 dianggap baik, tetapi nilai lebih dari 0. 8 atau 0. dianggap sangat baik Tabel 4. Cronbach's Alpha indikator Variabel Cronbach's Alpha Fungsi penataan kearsipan dalam meningkatkan kerja RS Kompetensi petugas arsip Kualitas layanan Rekam Medis yang efesien Penataan Kearsipan Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Penelitian ini menilai konsistensi internal beberapa konstruk terkait manajemen arsip dan layanan rekam medis menggunakan Cronbach's Alpha. Hasil menunjukkan bahwa fungsi penataan kearsipan dalam meningkatkan kerja rumah sakit dan kompetensi petugas arsip memiliki nilai Cronbach's Alpha masing-masing 0. 891 dan 0. 903, yang menandakan konsistensi internal yang sangat baik. Kualitas layanan rekam medis yang efisien mencapai nilai sempurna 1. 000, menunjukkan konsistensi internal yang ideal. Penataan kearsipan, dengan nilai Cronbach's Alpha 0. 716, menunjukkan konsistensi internal yang baik, meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan konstruk lainnya. Secara keseluruhan, data menunjukkan reliabilitas yang tinggi untuk semua konstruk, memastikan pengukuran yang andal. Composite Reliability (CR) Mengukur keandalan konstruk yang lebih baik dibandingkan Cronbach's Alpha karena tidak menganggap bahwa semua item memiliki bobot yang sama. Nilai CR yang baik biasanya lebih dari 0. Nilai di bawah 0. 6 menunjukkan bahwa konstruk tersebut mungkin tidak memiliki keandalan yang cukup. Tabel 5. Composite Reliability indikator Variabel Reliability indikator Keterangan Fungsi penataan kearsipan dalam meningkatkan kerja RS Kompetensi petugas arsip Kualitas layanan Rekam Medis yang efesien Penataan Kearsipan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Hasil analisis menunjukkan bahwa fungsi penataan kearsipan dalam meningkatkan kerja rumah sakit memiliki reliabilitas tinggi dengan nilai 0. Kompetensi petugas arsip juga menunjukkan reliabilitas yang sangat baik, mencapai 0. Kualitas layanan rekam medis yang efisien memperoleh nilai sempurna 1. 000, menandakan reliabilitas ideal. Sementara itu, penataan kearsipan memiliki nilai reliabilitas 0. 824, yang masih dalam kategori baik. Secara keseluruhan, semua indikator menunjukkan tingkat reliabilitas yang tinggi. Average Variance Extracted (AVE): Mengukur seberapa banyak variansi dalam indikator yang dapat dijelaskan oleh konstruk dibandingkan dengan variansi yang tidak dijelaskan. Nilai AVE yang baik adalah lebih dari 0. Ini berarti konstruk menjelaskan lebih dari 50% variansi indikatornya. Tabel 6. Average Variance Extracted (AVE) indikator Variabel Fungsi penataan kearsipan dalam meningkatkan kerja RS Kompetensi petugas arsip Kualitas layanan Rekam Medis yang efesien Penataan Kearsipan Average Variance Extracted (AVE) Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Hasil analisis menunjukkan bahwa fungsi penataan kearsipan dalam meningkatkan kerja rumah sakit memiliki AVE sebesar 0. 700, menunjukkan validitas yang baik. Kompetensi petugas arsip memperoleh AVE 0. 837, yang menunjukkan validitas tinggi. Kualitas layanan rekam medis yang efisien mencapai AVE sempurna 1. 000, menandakan validitas ideal. Penataan kearsipan memiliki AVE 0. 610, yang juga menunjukkan validitas yang memadai. Secara keseluruhan, semua konstruk dalam penelitian ini memiliki tingkat validitas yang baik. Validitas Konvergen Untuk menguji convergent validity, digunakan nilai outer loading atau loading faktor dari setiap indikator. Outer loading adalah koefisien yang menunjukkan kekuatan hubungan antara indikator dan konstruk yang diukur. Indikator dikatakan memiliki validitas konvergen yang baik jika nilai outer loading-nya lebih dari 0. 7, yang berarti indikator tersebut memiliki kontribusi signifikan dalam menjelaskan variansi konstruk yang diukur yaitu : Tabel 7. Convergent Validity Outer Loading Penataan Kearsipan K1 : Ketelitian K2 : Kecerdasan K3 : Kecekatan KLRM : Kualitas layanan Rekam Medis yang efesien M1 : Menyimpan M2 : Menetapkan M3 : Menemukan kembali P1 : Pelaporan arsip terjaga P2 : Penyerahan arsip terjaga P3 : kelengkapan administrasi penyerahan arsip terjaga Kompetensi petugas arsip Fungsi penataan Kualitas kearsipan dalam meningkatkan Rekam Medis kerja RS yang efesien Penataan Kearsipan Kompetensi petugas arsip P4 : akses dan layanan arsip statis P5 : tanggung jawab pengelolaan arsip statis Fungsi penataan Kualitas kearsipan dalam meningkatkan Rekam Medis kerja RS yang efesien Kompetensi petugas arsip dinilai melalui ketelitian . , kecerdasan . , dan kecekatan . , yang semuanya berkontribusi pada efisiensi layanan rekam medis dengan skor 1,000. Penataan kearsipan dievaluasi berdasarkan tiga aspek utama: menyimpan . , menetapkan . , dan menemukan kembali arsip . Selain itu, indikator terkait pengelolaan arsip seperti pelaporan arsip terjaga . , penyerahan arsip terjaga . , kelengkapan administrasi penyerahan arsip . , akses dan layanan arsip statis . , serta tanggung jawab pengelolaan arsip statis . menunjukkan pentingnya sistem penataan yang baik dalam mendukung kualitas layanan rekam medis yang efisien. Hasil ini menekankan bahwa kompetensi petugas arsip dan sistem penataan yang efektif berperan krusial dalam meningkatkan kinerja administrasi rekam medis di rumah sakit. Evaluasi Inner Model atau Measurement Model Tahap dalam Partial Least Squares (PLS). Bootstrapping adalah metode yang sangat penting untuk menilai signifikansi statistik dari koefisien jalur dan efek dalam model. Berikut adalah cara bootstrapping diterapkan untuk mengevaluasi Coefficient of Determination (RA). Goodness of Fit Test, dan Hypothesis Testing (Direct Effect dan Indirect Effec. Untuk mengetahui model hasil pengujian hipotesis menggunakan bootstrapping berikut gambarnya. Gambar 2. Evaluasi Bootstrapping Model Coefficient of Determination (RA) Mengukur seberapa baik variabel independen dalam model menjelaskan variasi pada variabel dependen. Semakin tinggi nilai RA = 0,65, ini berarti 65% dari variasi dalam variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam model. Tabel 8. Coefficient of Determination (R Squar. R Square R Square Adjusted Fungsi penataan kearsipan dalam meningkatkan kerja RS Kualitas layanan Rekam Medis yang efesien Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 91. 3% dari variasi dalam peningkatan kerja rumah sakit dapat dijelaskan oleh fungsi penataan kearsipan, setelah mempertimbangkan jumlah variabel yang digunakan dalam model. Sementara itu, kualitas layanan rekam medis yang efisien juga menunjukkan hubungan yang kuat, dengan R Square sebesar 0. 909 dan R Square Adjusted sebesar 0. Hasil mengindikasikan bahwa 90. 9% dari variasi dalam kualitas layanan rekam medis dapat dijelaskan oleh efisiensi layanan tersebut, dengan penyesuaian untuk kompleksitas model. Kedua hasil ini menekankan pentingnya penataan kearsipan yang baik dan efisiensi layanan rekam medis dalam meningkatkan kinerja rumah sakit secara keseluruhan. Uji Goodness of Fit Proses untuk mengevaluasi seberapa baik model yang dibangun mampu menjelaskan dan memprediksi variabilitas data yang ada. Aspek utama dari uji kebaikan model dalam PLS yaitu menghitung QA dan menilai kesesuaian model dengan melakukan metode Blindfolding untuk mengukur kemampuan prediktif model. Metode ini melibatkan proses pengulangan estimasi model dengan data yang dipotong atau dihilangkan secara sistematis dan mengukur seberapa baik model dapat memprediksi data yang hilang. Bila nilai QA sebesar 0. 65 dan 0. menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan prediksi yang baik untuk variabel-variabel Model dapat memprediksi data yang tidak digunakan dalam estimasi dengan cukup Tabel 9. Final Results Construct Crossvalidated Redundancy Fungsi penataan kearsipan dalam meningkatkan kerja RS Kompetensi petugas arsip Kualitas layanan Rekam Medis yang efesien Penataan Kearsipan SSO SSE QA (=1-SSE/SSO) Hasil penelitian menunjukkan variasi dalam kemampuan prediktif model untuk masingmasing variabel yang dianalisis nilai QA adalah 0. 400, yang mengindikasikan bahwa model dapat memprediksi sekitar 40% dari variansi data, dengan 60% variansi belum dapat dijelaskan. Ini menunjukkan kemampuan prediktif model yang baik namun ada ruang untuk perbaikan. Pada kompetensi petugas arsip, nilai QA sebesar 0. 703 menunjukkan model memiliki kemampuan prediktif yang sangat baik, mampu menjelaskan 70. 3% dari variansi data. Sebaliknya, untuk kualitas layanan rekam medis yang efisien, nilai QA sebesar 0. menunjukkan bahwa model hanya dapat memprediksi sekitar 32. 9% dari variansi, dengan 67. variansi yang masih tidak dapat dijelaskan. Ini menandakan bahwa model untuk kualitas layanan rekam medis masih memerlukan perbaikan untuk meningkatkan kemampuannya dalam Uji Hypothesis Testing (Direct Effect dan Indirect Effec. Mencakup analisis efek langsung mengukur pengaruh langsung variabel independen terhadap variabel dependen tanpa melalui variabel perantara, sedangkan efek tidak langsung mengukur pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen melalui variabel perantara. Hasil analisis menunjukkan bahwa efek langsung dari variabel independen terhadap variabel dependen signifikan secara statistik jika p-value kurang dari 0. 05, mengindikasikan pengaruh yang kuat dan penting. Di sisi lain, efek tidak langsung diuji melalui jalur mediasi, dan signifikansi diukur dengan melihat apakah pengaruh tersebut berkontribusi secara signifikan terhadap variabel dependen melalui mediator. Kesimpulannya, baik efek langsung maupun tidak langsung memberikan gambaran tentang seberapa besar kontribusi variabel independen terhadap variabel dependen baik secara langsung maupun melalui variabel perantara. Teknik bootstrapping dalam konteks analisis jalur . ath analysi. dan model struktur persamaan (SEM) digunakan untuk menilai kestabilan dan signifikansi dari koefisien jalur, baik untuk efek langsung maupun efek tidak langsung. Berikut adalah cara visualisasi teknik bootstrapping untuk koefisien jalur: Tabel 10. Bootstrapping Path Coefficients Standard Deviation (STDEV) Original Sample Sample (O) Mean (M) Fungsi meningkatkan kerja RS IeKualitas layanan Rekam Medis yang efesien Kompetensi petugas arsip Ie Fungsi penataan kearsipan dalam meningkatkan kerja RS Kompetensi petugas arsip Ie Kualitas layanan Rekam Medis yang efesien Penataan Kearsipan Ie Fungsi penataan kearsipan dalam meningkatkan kerja RS Penataan Kearsipan Ie Kualitas layanan Rekam Medis yang efesien T Statistics (|O/STDEV|) P-value Hasil analisis jalur menunjukkan variasi signifikan dalam pengaruh antar variabel dalam Kompetensi Petugas Arsip memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap Fungsi Penataan Kearsipan dalam Meningkatkan Kerja RS dan Kualitas Layanan Rekam Medis yang Efisien, dengan nilai T Statistics masing-masing sebesar 40. 201 dan 5. 258 serta nilai p di bawah 05 . 001 dan 0. Hal ini mengindikasikan bahwa Kompetensi Petugas Arsip secara kuat mempengaruhi kedua variabel tersebut. Sebaliknya, jalur dari Fungsi Penataan Kearsipan dalam Meningkatkan Kerja RS ke Kualitas Layanan Rekam Medis yang Efisien tidak menunjukkan pengaruh signifikan, dengan nilai T Statistics 0. 109 dan nilai p 0. Demikian pula, hubungan dari Penataan Kearsipan ke Fungsi Penataan Kearsipan dalam Meningkatkan Kerja RS dan Kualitas Layanan Rekam Medis yang Efisien juga tidak signifikan, dengan T Statistics masing-masing sebesar 0. 360 dan 0. 094 serta nilai p 0. 719 dan 0. Temuan ini menyarankan bahwa Kompetensi Petugas Arsip merupakan faktor kunci yang mempengaruhi Fungsi Penataan Kearsipan dan Kualitas Layanan Rekam Medis, sementara variabel lain tidak memiliki pengaruh signifikan. Pembahasan Penataan Kearsipan Penataan Kearsipan Umum: Penataan kearsipan di Unit Rekam Medis Rumah Sakit tergolong sedang, dengan 60% responden memberikan penilaian ini. Ditemukan bahwa dua responden menilai pengelolaan berkas sangat tinggi, lima responden menilai tinggi, 13 responden menilai sedang, 11 responden menilai rendah, dan sembilan responden menilai sangat rendah. Menurut teori manajemen arsip, penataan kearsipan yang baik harus mencapai tingkat keteraturan dan konsistensi yang tinggi untuk mendukung efisiensi operasional . Penataan yang sedang menunjukkan bahwa sistem yang ada belum sepenuhnya optimal dan masih memerlukan perbaikan untuk mencapai standar yang lebih baik. Hasil ini mengasumsikan bahwa meskipun ada elemen positif dalam penataan arsip, ada juga masalah signifikan yang harus diatasi untuk mencapai efisiensi maksimal. Sub-Parameter Penataan Kearsipan Menyimpan Mayoritas responden menilai sistem penyimpanan arsip pada tingkat sedang, diikuti oleh tingkat rendah dan tinggi. Beberapa memilih tingkat sangat tinggi dan sangat rendah. Menurut teori penataan arsip, penyimpanan yang baik memerlukan sistem yang dapat memastikan aksesibilitas dan keamanan . Variasi dalam praktik penyimpanan menunjukkan perlunya standar penyimpanan yang lebih konsisten dan sistematis. Penelitian ini mengasumsikan bahwa peningkatan dalam prosedur penyimpanan akan membantu mengurangi variasi dan meningkatkan efisiensi sistem. Menempatkan Sebagian besar responden menilai penempatan arsip pada tingkat sedang, diikuti oleh tingkat tinggi dan rendah. Beberapa menilai sangat tinggi dan sangat rendah. Penempatan yang tepat memerlukan sistem yang terstruktur untuk memudahkan akses dan mengurangi risiko kehilangan dokumen . Variasi dalam penempatan menunjukkan perlunya prosedur yang lebih jelas dan pelatihan lebih lanjut. Asumsi dalam penelitian ini adalah bahwa standar penempatan yang lebih baik akan mengurangi variasi dan meningkatkan efisiensi dalam penataan arsip. Menemukan Kembali Mayoritas responden menilai kemampuan menemukan kembali arsip pada tingkat tinggi, diikuti oleh tingkat sedang dan rendah. Beberapa menilai sangat tinggi dan sangat rendah. Kemampuan menemukan kembali arsip yang baik bergantung pada sistem pencarian yang efisien dan struktur yang terorganisir . Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun kemampuan pencarian sebagian besar dianggap baik, masih ada beberapa kendala yang perlu Penelitian ini berasumsi bahwa peningkatan dalam sistem pencarian dan teknologi akan meningkatkan kemampuan menemukan kembali arsip. Kompetensi Petugas Arsip Kompetensi Kompetensi petugas arsip di Unit Rekam Medis Rumah Sakit dikategorikan tinggi, dengan 79% responden menilai kompetensi sebagai tinggi atau sangat tinggi. Kompetensi petugas arsip mencakup ketelitian, kecerdasan, kecekatan, dan kerapian yang semuanya berkontribusi terhadap efektivitas pengelolaan arsip . Penilaian yang tinggi menunjukkan bahwa sebagian besar petugas memiliki keterampilan yang memadai, namun ada kekhawatiran mengenai beberapa penilaian rendah. Penelitian ini mengasumsikan bahwa meningkatkan kompetensi petugas arsip akan berkontribusi pada peningkatan efisiensi dan kualitas penataan Ketelitian Sebagian besar staf menunjukkan ketelitian yang tinggi, tetapi ada juga penilaian Ketelitian sangat penting dalam manajemen arsip untuk memastikan akurasi dan kualitas . Penilaian rendah menunjukkan adanya kebutuhan untuk pelatihan lebih lanjut dalam hal perhatian terhadap detail. Penelitian ini mengasumsikan bahwa meningkatkan ketelitian melalui pelatihan akan mengurangi kesalahan dan meningkatkan kualitas pengelolaan Kecerdasan Kecerdasan staf dinilai tinggi oleh mayoritas responden. Kecerdasan dalam konteks arsip melibatkan kemampuan untuk memahami dan mengelola informasi secara efektif. 21 Penilaian yang tinggi mencerminkan bahwa staf mampu menangani informasi dengan baik. Asumsi dalam penelitian ini adalah bahwa staf yang cerdas dapat beradaptasi dengan sistem baru dan memperbaiki proses penataan arsip. Kecekatan Sebagian besar staf menilai kecekatan mereka tinggi, menunjukkan efisiensi dalam Kecekatan berkaitan dengan kemampuan untuk menyelesaikan tugas dengan cepat dan akurat . Penilaian yang baik menunjukkan performa yang efisien dalam pengelolaan Penelitian ini mengasumsikan bahwa staf yang cekatan akan meningkatkan kecepatan dan efektivitas pengelolaan arsip. Kerapian: Sebagian besar petugas menunjukkan kerapian yang baik, tetapi ada beberapa yang memerlukan peningkatan. Kerapian berhubungan dengan pemeliharaan lingkungan kerja yang teratur dan bersih . Penilaian yang bervariasi menunjukkan bahwa kerapian harus menjadi fokus utama dalam pelatihan dan pengawasan. Penelitian ini mengasumsikan bahwa meningkatkan kerapian melalui pelatihan dan pengawasan akan memperbaiki keseluruhan manajemen arsip. Fungsi Penataan Kearsipan dalam Meningkatkan Kerja RS Fungsi penataan kearsipan dalam meningkatkan kerja Rumah Sakit dikategorikan sangat tinggi, untuk fungsi penataan arsip yang baik dapat meningkatkan kerja. Penataan kearsipan yang efektif berkontribusi pada peningkatan kinerja organisasi dengan meningkatkan aksesibilitas, keamanan, dan efisiensi . Penilaian tinggi menunjukkan bahwa sistem penataan arsip berfungsi dengan baik untuk mendukung kinerja rumah sakit. Penelitian ini mengasumsikan bahwa sistem penataan yang baik akan meningkatkan efektivitas operasional rumah sakit dan kualitas layanan. Pelaporan Arsip Terjaga Pelaporan arsip terjaga dinilai sangat baik oleh mayoritas responden untuk terhindar dari kehilangan arsip pada saat peminjaman arsip. Pelaporan arsip yang baik memastikan bahwa informasi dikelola dan dilaporkan dengan benar, mendukung pengambilan keputusan dan manajemen yang efisien . Penilaian tinggi mencerminkan efektivitas sistem Penelitian ini mengasumsikan bahwa pelaporan arsip yang baik berkontribusi pada transparansi dan akuntabilitas dalam manajemen rumah sakit. Penyerahan Arsip Terjaga Penyerahan arsip dinilai baik oleh mayoritas responden, meskipun ada beberapa penilaian yang lebih rendah dalam penyerahan arsip terjaga oleh petugas arsip. Proses penyerahan arsip yang baik melibatkan pengelolaan dokumen yang efisien dan akurat . Penilaian ini menunjukkan bahwa penyerahan arsip umumnya efektif, namun masih ada ruang untuk Penelitian ini mengasumsikan bahwa meningkatkan proses penyerahan arsip akan memperbaiki alur kerja dan kepuasan pengguna. Kelengkapan Administrasi Penyerahan Arsip Administrasi penyerahan arsip dinilai sangat baik oleh sebagian besar responden dikarenakan akan mempermudah menemukan arsip. Administrasi yang lengkap dan teratur mendukung pengelolaan arsip yang efektif dan efisien . Penilaian ini menunjukkan bahwa administrasi arsip berfungsi dengan baik tetapi masih bisa diperbaiki lebih lanjut. Penelitian ini mengasumsikan bahwa kelengkapan administrasi berkontribusi pada pengelolaan arsip yang lebih baik dan berfungsi lebih efektif Kesimpulan Penataan kearsipan di Rumah Sakit X menunjukkan hasil yang bervariasi, dengan beberapa area membutuhkan perbaikan untuk mencapai efisiensi yang lebih tinggi. Kompetensi petugas arsip umumnya dinilai tinggi, tetapi beberapa aspek masih memerlukan peningkatan. Fungsi penataan kearsipan dalam mendukung kerja rumah sakit dianggap sangat baik, tetapi masih ada ruang untuk perbaikan dalam prosedur penyerahan dan administrasi arsip. prosedur standar yang lebih ketat dalam penataan arsip dan program pelatihan untuk petugas arsip guna meningkatkan ketelitian dan kerapian. Eksperimen mendatang sebaiknya fokus pada pengembangan dan evaluasi sistem digitalisasi arsip untuk meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi, serta uji coba program pelatihan berbasis simulasi untuk meningkatkan kompetensi Eksperimen yang sedang berlangsung dapat melibatkan analisis efektivitas teknologi baru dalam penataan arsip dan dampaknya terhadap waktu akses dan akurasi dokumentasi. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat mengidentifikasi intervensi spesifik yang dapat memperbaiki sistem penataan kearsipan dan mengoptimalkan kinerja rumah sakit. Daftar Pustaka