Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2649-2655 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Profesi Pengrajin Batik Ditinjau dari Persepsi dan Motivasi: Studi Pada Batik Nila Kemilau Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo Ulfah Nur Hanafiah. Siti Maryam. Fithri Setya Marwati. Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen Universitas Islam Batik Surakarta ulfahnurhanafiah@gmail. , stmuniba17@gmail. fithri_marwati@yahoo. ABSTRACT The purpose of this study is to be able to see the influence of the batik craftsman profession in terms of perception and motivation . tudies on Nila Kemilau batik. Polokarto District. Sukoharjo Regenc. The method is by applying quantitative descriptive, through the population of the Polokarto sub-district who are aged 17-35 years and the sample is 100 respondents through a purposive sampling technique. Data was collected by applying a questionnaire, and then analyzed through reliability and validity tests, f and t tests, multiple linear regression analysis and the coefficient of determination. The result is that Perception has a significant and partial influence on the Profession. Motivation has a partial and significant influence on the Profession. Perception and Motivation have a significant and significant influence on the Profession. The result is R2 obtained 0. Which means that 57. 1% of the professional variables can explain perception and motivation variables and the remaining 9% can explain other variables that have not been included in the research. Keywords: Profession. Perception. Motivation. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini yaitu agar bisa melihat pengaruh profesi pengrajin batik ditinjau dari persepsi dan motivasi . tudi pada batik Nila Kemilau Kecamatan Polokarto. Kabupaten Sukoharj. Metodenya dengan menerapkan deskriptif kuantitatif, melalui populasi masyarakat kelurahan Polokarto yang berusia 17-35 tahun serta dipilih sampelnya ada 100 responden melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menerapkan kuesioner, dan selanjutnya dianalisa melalui uji reabilitas dan validitas, ujit f dan t, analisa regresi linier berganda dan koefisien determinasi. Hasilnya yaitu Persepsi mempengaruhi sebagian dan signifikan pada Profesi. Motivasi mempengaruhi sebagian dan signifikan pada Profesi. Persepsi dan Motivasi mempengaurhi bersama-sama dan signifikan pada Profesi. Hasilnya R2 didapakan 0,571. Dimana artinya 57,1% variabel profesi bisa menjelaskan variabel persepsi serta motivasi dan tersisa 42,9%, menjelaskan variable lainnya yang belum ada pada penelitian. Kata kunci: Profesi. Persepsi. Motivasi. 2649 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2649-2655 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. PENDAHULUAN Batik adalah pakaian khas Indonesia yang bernilai tinggi. Batik telah menyebar pada semua daerah Indonesia, dan setiap wilayah mempunyai karakteristik yang tidak sama khususnya terkait motif dan coraknya. Sejak batik Indonesia diakui denga resmi dari UNESCO menjadi budaya tak-benda warisan seseorang 2 Oktober 2009 penerapan batik mengalami peningkatan baik sebagai pakaian formal atau sehari-hari serta non formal. Batik yaitu sebuah subsektor industi kreatif yang begitu potensial dilakukan pengembangan, sebab memiliki potensi pasar yang luas serta bisa melakukan penyerapan berbagai tenaga kerja. Gibson et all. memberikan definisi persepsi yaitu proses kognitif yang diterapkan seseorang sebagai tafsir dan pemahaman pada dunia sekelilingnya. Khairani . , menjelaskan persepsi adalah suatu proses dalam memberikan definisi pada lingkungan seseorang. Mangkunegara . 6: . menjelaskan motivasi adalah sebuah keadaan dari seseorang dalam menggerakkan diri mereka melalui tujuan yang terarah dan jelas dalam mewujudkan tujuannya. Motivasi bisa dinilai menjadi daya perangsang dan daya dorong dalam menjalankan suatu hal (Kurniadi, 2. Pendapat Daniel Bell . , profesi yaitu sbeuah kegiatan intelektual yang dinilai sebagai pelatihan yang dilakukan dengan formal atau tidak serta mendapatkan sertifikat dari badan dan kelompok yang memiliki tanggung jawab dalam ilmu tersebut sebagai pelayanan masyarakatnya, menerapkan etika pelayanan profesi melalui implikasi kompetensi mencetuskan ide, wewenang keterampilan moral dan teknik, dan perawat menjelaskan adanya tingkapan pada suatu masyarakat. Perjalanan sistem regenerasi pengrajin batik di Sukoharjo dikarenakan minat generasi penerus yang begitu rendah dalam menekuni batik, maka harus melakukan penelitian agar bisa melihat regenerasi profesi pengrajin batik serta sebagai analisa alasan generasi mudah enggan menjadi pengrajin batik tulis di Sukoharjo. Dari paparan tersebut peneliti akan melakukan pembelajaran terkait peristiwa di atas mengenai kontribusi SDM yang berpengaruh pada profesi yang dilihat dari Batik Nila Kemilau Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo, yakni menjalankan penelitian dengan judul Profesi Pengrajin Batik ditinjau dari Persepsi dan Motivasi. METODE PENELITIAN Pendekatan kuantitatif bersifat deskriptif diterapkan pada penelitian ini. Popilasinya yakni semua warga kecamatan Polokarto yang berusia produktif dengan sampelnya ada 100 responden. Pemilihan sampel yang diterapkan dengan metode purposive sampling melalui kriteria respondennya dengan usia 17-35 tahun. Teknik pengumpulan data diterapkan melalui wawancara, observasi, kuesioner, studi 2650 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2649-2655 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Peneliti menggunakan teknik analisis data, uji t, uji f dan analisis regresi linieer berganda. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Normalitas Tabel 1. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual 1,109 ,171 Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data Sumber: data diolah 2023 Dari hasil output nilai pengujian tersebut menjelaskan, nilai Asymp. Sig >0,05 . ,171 > 0,. dimana jika persamaan regresi yang ada mempunyai penyebaran data secara normal. Uji Multikolinieritas Tabel 2. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Persepsi (X. Motivasi (X. Collinearity Statistics Tolerance VIF ,558 ,558 Sumber diolah 2023 1,729 1,729 Dapat kita lihat pada tabel data diatas hasil perhitungan yang diperoleh dari nilai tolerance variabel Persepsi 0,558 serta variabel Motivasi 0,558 menunjukan jika nilai ke dua variabel tersebut semuanya >0,10. Selanjutnya nilai VIF untuk variabel Persepsi 1. 729 dan motivasi 1. 729 menunjukan jika nilai VIF ke dua variabel tersebut semuanya <10. Maka dari itu model regresi tidak ada 2651 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2649-2655 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Uji Heteroskedastitas Gambar 1. Hasil Uji Heterokedastisitas Sumber diolah 2023 Berdasarkan gambar grafik scaterplot di atas menunjukkan jika titik-titik dalam grafik menyebar atau tidak menggambarkan sebuah pola, maka kesimpulannya tidak ada heterokedastisitas. Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 3. Analisis Regresi Linier Berganda Model (Constan. Presepsi (X. Motivasi (X. Coefficientsa Unstandardized Coefficients 5,575 ,408 ,506 Std. Error 1,578 ,103 ,092 Berdasarkan hasil perhitungan di atas bisa dijelaskan model regresi linier berganda ini, yaitu : Y = 4,594 0,344x1 0,424x2 e . Dari persamaan di atas, dapat diperoleh penjelasan : Persamaan regresi memiliki nilai konstanta . ada 5,575 yang mempunyai definisi apabila Persepsi (X. dan Motivasi (X. = 0 maka profesi akan menurun sebesar 5,575 b1 = 0,408 artinya variabel Persepsi (X. dan Motivasi (X. = 0, maka dengan adanya tambahan variabel (X. Presepsi senilai satu satuan menyebabkan profesi mengalami peningkata 0,408. Maka variabel Persepsi positif terhadap profesi. 2652 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2649-2655 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. b2 = 0,506 artinya variabel Persepsi (X. dan Motivasi (X. = 0, maka dengan adanya tambahan variabel (X. Motivasi senilai satu satuan bisa menyebabkan profesi mengalami peningkatan 0,506. Maka variabel Motivasi positif terhadap profesi. Uji Hipotesis Uji t Tabel 4. Hasil Uji T Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients B Sig. (Constan. Persepsi (X. Motivasi (X. 5,575 ,408 ,506 3,513 3,955 5,485 ,001 ,000 ,000 Sumber: data diolah 2022 Sesuai Tabel 4. 7 maka hasil uji data tersbeut bisa diterapkan suatu langkah uji, diantaranya : Persepsi mempengaruhi positif dan signifikan pada Profesi. Motivasi mempengaruhi positif dan signifikan pada Profesi. Uji f Tabel 5. Hasil Uji F Model Regression Residual Total 66,812 Sig. Keterangan H0 ditolak. H1 diterima Sumber: Data diolah 2023 Nilai F!"#$%& yaitu 66,812, sebab F!"#$%& > F#'()* . ,812 > 2,. serta signifikannya 0,000 < 0,05. Jadi. H3 diterima, dimana Persepsi dan Motivasi simultan dan signifikan berpengaruh terhadap Profesi. Uji R2 Tabel 6. Hasil Koefisien Determinasi Model Summary R Square Adjusted R Square 0,761 0,579 0,571 Sumber: Data primer diolah tahun 2023 Dari hasil analisis determinasi R . didapatkan nilai Adjusted R Square 0,571 atau 57,1%. Sumbangan atau determinasi Presepsi dan Motivasi Terhadap 2653 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2649-2655 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Profesi ada 57,1%. Sedang tersisa 42,9% mendapat pengaruh dari variabel lainnya diluar temuan ini. KESIMPULAN Dari penjelasan tersebut, maka didapatkan kesimpulan, yaitu: Persepsi dan Motivasi berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap Profesi pengrajin batik Persepsi berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap profesi pengrajin batik Motivasi berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap profesi pengrajin batik Kontribusi variabel bebas (X) diantaranya ada Persepsi dan Motivasi senilai 57,1% pada variabel (Y) serta tersisa 42,9% diberikan kontribusi dari variabel lainnya diluar temuan ini. SARAN Batik harus dikenalkan kepada masyarakat luas melalui lembaga pendidikan dan organisasi kemasyarakatan guna meningkatkan pemahaman masyarakat luas terhadap profesi pengrajin batik. Pelatihan dengan fokus partisipatif dapat membantu individu dalam mendorong masyarakat umum untuk ikut membatik. Pengelolaan usaha kewirausahaan pengrajin batik dilakukan secara menyeluruh dan kolaboratif, mulai dari pengembangan program hingga pelaksanaan dan evaluasi. Dalam unit pengelolaan ini, diharapkan terdapat proyek-proyek penyuluhan, pelatihan, pendampingan, monev, kelembagaan, kemitraan, dan kemandirian. DAFTAR PUSTAKA