Jurnal Baabu Al-Ilmi Ekonomi dan Perbankan Syariah https://ejournal. id/index. php/alilmi/ Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu ISSN: P 2727-4163 / E 2654-332X Vol. No. 02, 2025. Pages 175-187 This Article an open access under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Pengaruh Penerapan Standar Akuntansi Keuangan dalam Penyusunan Laporan Keuangan Onikka Niken LestariA. Iwin ArnovaA. Helmi Herawati3 1 Universitas Prof. Dr. Hazairin. SH. Bengkulu. Indonesia. E-mail: onikkanikenlestari@gmail. 2 Universitas Prof. Dr. Hazairin. SH. Bengkulu. Indonesia. E-mail: iwinarnova89@gmail. 3 Universitas Prof. Dr. Hazairin. SH. Bengkulu. Indonesia. E-mail: helmiherawati77@gmail. Abstract: This study aims to determine whether there is an influence of human resource competence, information technology, and management commitment on the preparation of financial reports. The type of data in this study is quantitative research, with the data source in this study being primary data obtained directly from respondents through distributing questionnaires to employees. The results of the study show that human resource competence, information technology and management commitment have an effect on the preparation of financial reports of PT Palma Mas Sejati. Talang Empat Village. Central Bengkulu Regency. This can be shown from the significant value below 0. %). Human resource competency, information technology, and management commitment simultaneously . influence the preparation of financial reports of PT Palma Mas Sejati. Talang Empat Village. Central Bengkulu Regency. This is indicated by the value 05 . %). The results of this study are expected to be input for companies in improving the quality of financial report preparation by strengthening human resource competencies, more optimal use of information technology, and increasing management commitment in implementing Financial Accounting Standards. Keywords: Human Resources Competence. Information Technology. Management Commitment. Report Preparation. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kompetensi sumber daya manusia, teknologi informasi, dan komitmen manajemen terhadap penyusunan laporan keuangan. Jenis data dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan sumber data dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh secara langsung dari responden melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan. Hasil penelitian kompetensi sumber daya manusia, teknologi informasi dan komitmen manajemen berpengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan PT. Palma Mas Sejati Desa Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah. Hal ini dapat ditunjukkan dari nilai signifikan di bawah nilai 0,05 . %). Kompetensi sumber daya manusia, teknologi informasi, dan komitmen manajemen secara simultan . ersama-sam. pengaruhnya terhadap penyusunan laporan keuanagan PT Palma Mas Sejati Desa Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah. Hal ini ditunjukkan dari nilai berada dibawah 0,05 . %). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perusahaan dalam meningkatkan kualitas penyusunan laporan keuangan melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi yang lebih optimal, serta peningkatan komitmen manajemen dalam penerapan Standar Akuntansi Keuangan. Kata Kunci: Kompetensi Sumber Daya Manusia. Teknologi Informasi. Komitmen Manajemen. Penyusunan Laporan. Received: 19/04/2024 Accepted: 21/05/2025 Published: 18/04/2025 176 | Onikka Niken LestariA. Iwin ArnovaA. Helmi Herawati3 PENDAHULUAN Dalam dunia bisnis, penyusunan laporan keuangan yang tepat dan konsisten memiliki peran krusial bagi perusahaan. Laporan keuangan berfungsi sebagai sarana utama dalam mengkomunikasikan informasi keuangan kepada berbagai pemangku kepentingan, termasuk investor, kreditor, pemerintah, serta pihak terkait lainnya (Rusdianto &Oktaviani. Mengingat pentingnya laporan keuangan sebagai alat untuk menilai kondisi keuangan perusahaan, penyusunannya harus mengikuti aturan dan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, pedoman tersebut dikenal sebagai Standar Akuntansi Keuangan (Pujiyanti, 2. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia, laporan keuangan bertujuan untuk menyajikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas suatu entitas yang dapat digunakan oleh berbagai pihak dalam pengambilan keputusan ekonomi (IAI, 2. Informasi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang tidak memiliki kemampuan untuk meminta laporan keuangan khusus. Selain itu, laporan keuangan juga berfungsi sebagai alat untuk menilai tindakan dan tanggung jawab manajemen (Siagian & Pangemanan, 2. Peningkatan laba perusahaan menunjukkan bahwa perusahaan tersebut sedang mengalami kemajuan dalam usahanya. Oleh karena itu, informasi terkait laporan keuangan sangat penting dan diperlukan oleh perusahaan untuk proses pengambilan keputusan (Mutiah, 2. Laporan keuangan dipandang sebagai informasi yang mencerminkan kinerja keuangan perusahaan, yang penting bagi perusahaan itu sendiri dan terkait langsung dengan kegiatan operasionalnya. Selain itu, laporan keuangan juga sangat berguna bagi pihak eksternal yang memiliki kepentingan dalam pengambilan keputusan ekonomi perusahaan, serta digunakan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan (Oktavia, & Sunrowiyati, 2. Laporan keuangan . inancial statemen. akan lebih bermanfaat dalam pengambilan keputusan jika informasi yang disajikan mampu memprediksi apa yang mungkin terjadi di masa depan. Semakin tinggi kualitas laporan keuangan yang disusun, semakin besar keyakinan pihak eksternal terhadap kinerja keuangan perusahaan tersebut. Selain itu, keyakinan bahwa perusahaan dapat tumbuh secara berkelanjutan dan memperoleh keuntungan secara konsisten akan meningkatkan optimisme pihak-pihak yang berhubungan dengan perusahaan, sehingga mereka merasa puas dalam menjalin hubungan dan melakukan berbagai urusan dengan perusahaan tersebut (Amri, 2. Laporan keuangan biasanya terdiri dari beberapa jenis, seperti Neraca. Laporan Laba Rugi. Laporan Perubahan Modal. Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan. Mengingat pentingnya laporan keuangan sebagai alat untuk menilai kondisi keuangan perusahaan, penyusunannya harus mengikuti aturan dan prinsip akuntansi yang berlaku Di Indonesia, pedoman tersebut dikenal sebagai Standar Akuntansi Keuangan (SAK). SAK berfungsi sebagai panduan dalam penyajian laporan keuangan agar informasi yang dihasilkan konsisten, akurat, dapat dibandingkan, mudah dipahami, dan tidak menyesatkan (Pujiyanti, 2. Akuntansi adalah proses pencatatan, penggolongan, dan peringkasan transaksi keuangan yang dilakukan setiap hari dalam satuan uang, serta interpretasi hasilnya untuk memberikan informasi yang berguna bagi pihak-pihak terkait dalam pengambilan Informasi keuangan ini penting bagi pihak internal dan eksternal perusahaan sebagai alat kontrol untuk mencapai tujuan perusahaan (Desrianty, 2. Kemampuan This Article an open access under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Vol. No. 02, 2025. Pages 175-187 | 177 manajemen perusahaan dalam melaksanakan pencatatan yang benar menjadi salah satu aspek penting dalam proses penyusunan laporan keuangan. Pencatatan dan pengakuan akuntansi ini harus sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia, yang berfungsi sebagai pedoman dalam menilai, mencatat, dan menyajikan aset, kewajiban, serta ekuitas perusahaan (Manurung, 2. Seiring dengan kemajuan dalam pertumbuhan dan perkembangan perusahaan yang terus meningkat untuk mencapai tujuannya, hal ini menjadi prioritas utama bagi perusahaan (Desrianty, 2. Namun, mempertahankan kestabilan dan mengembangkan perusahaan agar tetap berkembang bukanlah hal yang mudah. Untuk menjalankannya dengan baik, ada berbagai faktor penting yang perlu diperhatikan, seperti faktor internal, sumber daya manusia, dan lainnya (Desrianty, 2. Namun, implementasi standar akuntansi keuangan di Indonesia, khususnya pada perusahaan skala kecil dan menengah (SME), menghadapi berbagai tantangan. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa penerapan standar akuntansi keuangan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kompetensi sumber daya manusia (SDM), teknologi informasi, serta komitmen manajemen perusahaan (Lestari & Wahyudi, 2. Sumber daya manusia merujuk pada kemampuan individu dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diberikan dengan tingkat kompetensi yang sesuai. Teknologi informasi yang digunakan dalam proses akuntansi dan kompetensi karyawan dalam memahami prinsip-prinsip akuntansi sering kali menjadi hambatan utama dalam penerapan standar akuntansi keuangan yang optimal (Putri & Santoso, 2. Menurut Wibowo . , kompetensi sumber daya manusia merupakan kemampuan dalam melaksanakan atau menyelesaikan suatu pekerjaan yang didasarkan pada keterampilan dan pengetahuan, serta diperkuat oleh sikap kerja yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan tersebut. Kompetensi sumber daya manusia memiliki beberapa manfaat, di antaranya memperjelas standar kerja dan tujuan yang ingin dicapai. Karyawan yang memiliki kompetensi akan lebih mudah menyelesaikan tugas sesuai dengan standar dan pedoman kerja yang telah ditetapkan (Ruky, 2. Dengan keterampilan dan keahlian yang sesuai dengan kebutuhan, karyawan dapat menghasilkan kinerja optimal sesuai dengan target dan ketentuan yang ditetapkan oleh perusahaan (Wibowo, 2. Indikator kompetensi sumber daya manusia terdiri dari latar belakang pendidikan, pengetahuan, keterampilan, dan sikap (Siswanti & Suryati, 2. Kemudian teknologi informasi juga menjadi faktor yang mempengaruhi Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Menurut Zalni et al, . , teknologi informasi merupakan alat yang digunakan untuk mengolah data, mencakup proses mendapatkan, menyiapkan, memproses, menyimpan, dan memanipulasi data melalui berbagai metode, dengan tujuan menghasilkan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan. Teknologi informasi memungkinkan perusahaan untuk mengelola data keuangan secara lebih efisien, meningkatkan akurasi pencatatan, serta mempercepat proses penyusunan laporan Menurut Mardani & Yudantara . , sistem informasi akuntansi yang handal harus memenuhi aspek ketersediaan perangkat lunak akuntansi, keamanan data, kemudahan penggunaan, serta dukungan infrastruktur yang memadai. Perusahaan yang memiliki sistem teknologi informasi yang baik cenderung lebih mudah dalam mengimplementasikan standar akuntansi yang berlaku. Teknologi informasi terdiri dari tiga indikator utama, yaitu ketersediaan perangkat lunak . , perangkat keras . , dan sumber daya manusia pengelola . (Zalni et al. , 2. Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu 178 | Onikka Niken LestariA. Iwin ArnovaA. Helmi Herawati3 Selain itu komitmen manajemen perusahaan memainkan peran penting dalam mendukung sumber daya manusia sebagai faktor pendukung untuk melaksanakan proses perubahan ke arah yang lebih baik. Dengan adanya komitmen dalam perusahaan, proses perubahan dapat direalisasikan dengan lebih cepat (De Grave & Hasan, 2. Menurut Menne & Hasiara . , komitmen manajemen merupakan faktor penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi dan memastikan bahwa visi serta misi perusahaan dapat diterapkan secara konsisten dalam operasional perusahaan. Komitmen ini mencerminkan sejauh mana manajemen berperan dalam mendukung kebijakan, mengalokasikan sumber daya, serta membangun budaya kerja yang produktif dan berorientasi pada pertumbuhan Penelitian yang dilakukan oleh Effendy & Arfan . juga menunjukkan bahwa tingkat komitmen manajemen berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan perusahaan, terutama dalam hal kepatuhan terhadap standar akuntansi dan regulasi keuangan yang berlaku. Indikator komitmen manajemen perusahaan terdiri dari keterlibatan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan, konsistensi dalam implementasi kebijakan, kepedulian terhadap sumber daya manusia, kepatuhan terhadap regulasi dan standar akuntansi, orientasi terhadap peningkatan kinerja dan inovasi (Effendi & Arfan . PT Palma Mas Sejati adalah sebuah perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan yang berlokasi di Desa Talang Empat. Kecamatan Karang Tinggi. Kabupaten Bengkulu Tengah. Sebagai perusahaan yang beroperasi di Indonesia. PT Palma Mas Sejati diwajibkan untuk mengikuti pedoman Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dalam penyusunan laporan Berdasarkan pengamatan saat ini, laporan keuangan PT Palma Mas Sejati belum sepenuhnya mengikuti Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Oleh karena itu, penting untuk melakukan analisis terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) di perusahaan ini, untuk mengetahui sejauh mana pengaruhnya terhadap penyusunan laporan keuangan yang dihasilkan. Beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain adalah kompetensi sumber daya manusia yang terlibat dalam penyusunan laporan keuangan, teknologi informasi yang digunakan dalam proses akuntansi, serta komitmen yang diberikan oleh manajemen perusahaan terhadap pentingnya penerapan standar akuntansi keuangan secara konsisten. Pemilik perusahaan menginginkan laporan keuangan yang sesuai standar agar dapat lebih memahami keuntungan dan kerugian yang diperoleh. Perusahaan sebaiknya menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK), yang meliputi neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas. Hal ini akan memungkinkan pihak terkait untuk memahami kondisi keuangan perusahaan serta hasil operasionalnya pada periode tertentu, sehingga laporan tersebut dapat dipahami dengan jelas dan tidak disalahtafsirkan. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara kompetensi sumber daya manusia, teknologi informasi, dan komitmen manajemen terhadap penerapan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dalam penyusunan laporan keuangan pada PT Palma Mas Sejati di Desa Talang Empat. Bengkulu Tengah. Data yang digunakan merupakan data primer yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 35 responden yang dipilih dari total 76 This Article an open access under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Vol. No. 02, 2025. Pages 175-187 | 179 pegawai menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari kompetensi SDM, teknologi informasi, dan komitmen manajemen, sedangkan variabel dependennya adalah penerapan SAK dalam penyusunan laporan keuangan. Setiap variabel diukur melalui indikator-indikator tertentu seperti pendidikan, keterampilan, dan sikap untuk kompetensi SDM, serta perangkat lunak, perangkat keras, dan SDM pengelola untuk teknologi informasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, serta uji asumsi klasik yang mencakup uji normalitas, multikolinearitas, dan Selanjutnya, untuk mengetahui pengaruh antar variabel, digunakan analisis regresi linier berganda, uji parsial . , dan uji simultan . ji F). Selain itu, analisis koefisien determinasi (RA) digunakan untuk mengetahui besarnya kontribusi variabel independen terhadap variabel dependen. Seluruh pengolahan data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi terbaru. HASIL DAN PEMBAHASAN Secara statistik variabel independen dan dependen dalam penelitian ini dijelaskan melalui nilai rata-rata, standar deviasi, dan jumlah data. Tabel 1. Statistik Deskriptif Variabel Penelitian Mean Std. Deviation Kompetensi SDM Teknologi Informasi Komitmen Manajemen Penyusunan laporan keuangan Sumber : Data Diolah oleh peneliti 2025. SPSS 26 Berdasarkan hasil uji statistik deskriptif, distribusi data yang diperoleh menunjukkan bahwa seluruh variabel dalam penelitian memiliki penyebaran data yang normal. Variabel Kompetensi Sumber Daya Manusia (XCA) memiliki nilai rata-rata sebesar 35. 60 dengan standar 728, di mana nilai mean lebih besar dari standar deviasi, yang mengindikasikan distribusi data yang baik. Hal serupa juga terlihat pada variabel Teknologi Informasi (XCC) dengan mean sebesar 25. 37 dan standar deviasi 1. 767, serta Komitmen Manajemen (XCE) yang memiliki rata-rata 43. 63 dan standar deviasi 4. Terakhir, variabel Penyusunan Laporan Keuangan (Y) menunjukkan rata-rata sebesar 44. 66 dan standar deviasi 1. Keseluruhan hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata lebih tinggi dibandingkan standar deviasi, yang menandakan bahwa data tersebar secara normal dan konsisten dalam masingmasing variabel. 1 Kualitas Data Tabel 2. Hasil Uji Validitas Variabel Kompetensi Sumber Manusia Pernyataan 1 Pernyataan 2 Pernyataan 3 R hitung R tabel Keterangan 0,489 0,565 0,456 0,344 0,344 0,344 Valid Valid Valid Daya Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu 180 | Onikka Niken LestariA. Iwin ArnovaA. Helmi Herawati3 Pernyataan 4 Pernyataan 5 Pernyataan 6 Pernyataan 7 Pernyataan 8 Teknologi Informasi Pernyataan 1 Pernyataan 2 Pernyataan 3 Pernyataan 4 Pernyataan 5 Pernyataan 6 Komitmen Manajemen Pernyataan 1 Pernyataan 2 Pernyataan 3 Pernyataan 4 Pernyataan 5 Pernyataan 6 Pernyataan 7 Pernyataan 8 Pernyataan 9 Pernyataan 10 Penyusunan Keuangan Pernyataan 1 Pernyataan 2 Pernyataan 3 Pernyataan 4 Pernyataan 5 Pernyataan 6 Pernyataan 7 Pernyataan 8 Pernyataan 9 Pernyataan 10 0,421 0,581 0,542 0,496 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 Valid Valid Valid Valid Valid 0,671 0,531 0,444 0,508 0,421 0,420 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,546 0,652 0,506 0,602 0,568 0,585 0,711 0,606 0,487 0,610 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,515 0,516 0,515 0,566 0,417 0,438 0,545 0,533 0,418 0,491 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Laporan Sumber : Data Diolah oleh peneliti 2025. SPSS 26 Validitas merupakan derajat keakuratan dan ketelitian suatu instrumen dalam mengukur hal yang memang dimaksudkan untuk diukur oleh peneliti (Sugiyono, 2. Suatu kuesioner dikatakan valid apabila pernyataan dalam kuesioner dapat menpresentasikan suatu variabel yang diukur dengan tepat. Dari hasil uji validitas diatas dapat dilihat bahwa tingkat validitas data pada variabel Kompetensi Sumber Daya Manusia (XCA) berada pada nilai 0,421 sampai dengan 0,581. Variabel Teknologi Informasi (XCC) berada pada nilai 0,420 sampai dengan 0,671. Variabel Komitmen Manajemen (XCE) berada pada nilai 0,487 sampai dengan 0,711. Variabel Penyusunan Laporan Keuangan (Y) berada pada nilai 0,417 sampai dengan 0,566. Hal ini menunjukkan bahwa semua pernyataan dalam kuesioner mampu mengukur setiap variabel, karena tingkat signifikan r hitung> r tabel. Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kompetensi Sumber Daya Manusia Teknologi Informasi Reliability Statistics CronbachAos Alpha N of Items 0,796 0,768 Keterangan Reliabel Reliabel This Article an open access under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Vol. No. 02, 2025. Pages 175-187 | 181 Komitmen Manajemen Penyusunan Laporan Keuangan 0,795 0,769 Reliabel Reliabel Sumber : Data Diolah oleh peneliti 2025. SPSS 26 Dari Tabel diatas menunjukkan bahwa variabel Kompetensi Sumber Daya Manusia (XCA) memiliki nilai cronbachAos alpha sebesar 0,796 > 0,6. Variabel teknologi informasi (XCC) memiliki nilai cronbachAos alpha sebesar 0,768 > 0,6. Variabel komitmen manajemen (XCE) memiliki nilai cronbachAos alpha sebesar 0,795 > 0,6 dan variabel penyusunan laporan keuangan (Y) memiliki nilai cronbachAos alpha sebesar 0,769 > 0,6. Dari hasil ini membuktikan semua pernyataan dalam variabel XCA. XCC. XCE dan Variabel Y dinyatakan reliabilitas. 2 Hasil Pengujian Normalitas Sumber : Data Diolah oleh peneliti 2025. SPSS 26 Berdasarkan gambar di atas, data dinyatakan berdistribusi normal jika titik-titik menyebar dan mengikuti arah garis diagonal, yang berarti syarat normalitas telah terpenuhi. 3 Hasil Pengujian Multikoliniearitas Tabel 4. Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients (Constan. KompetensiSumberDayaMan Std. Error TeknologiInformasi KomitmenManajemen Standardize Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: PenyusunanLaporan Sumber : Data Diolah oleh peneliti 2025. SPSS 26 Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Collinearity Statistics Toleranc VIF 182 | Onikka Niken LestariA. Iwin ArnovaA. Helmi Herawati3 Tabel IV. 5 menunjukkan bahwa seluruh variabel independen memiliki nilai tolerance > 0,10 dan VIF < 10, sehingga data bebas dari multikolinearitas dan valid untuk digunakan dalam analisis. 4 Hasil Pengujian Heteroskedastisitas GAMBAR 2. Hasil Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan gambar di atas, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala heteroskedastisitas, karena sebaran titik data tidak membentuk pola tertentu, tidak simetris di sekitar garis nol, tidak terfokus di satu sisi, serta tidak menunjukkan pola gelombang, sehingga penyebaran data dinyatakan acak dan memenuhi asumsi homoskedastisita. 5 Uji Regresi Linear Berganda Tabel 5. Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error KompetensiSumb erDayaManusia TeknologiInformas KomitmenManaje Dependent Variable: PenyusunanLaporan Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber : Data Diolah oleh peneliti 2025. SPSS 26 Konstanta sebesar 43. 371 menunjukkan bahwa jika seluruh variabel independen, yaitu Kompetensi SDM. Teknologi Informasi, dan Komitmen Manajemen dianggap bernilai nol, maka nilai dasar penyusunan laporan keuangan adalah sebesar 43. Koefisien regresi Kompetensi SDM sebesar -0,130 mengindikasikan bahwa setiap peningkatan 1 satuan pada variabel ini justru menurunkan nilai penyusunan laporan keuangan sebesar 0,130, yang menunjukkan adanya hubungan negatif atau berlawanan arah, kemungkinan disebabkan oleh ketidaksesuaian antara kompetensi yang dimiliki dengan kebutuhan pelaporan. Selanjutnya, koefisien regresi Teknologi Informasi sebesar 0,388 menunjukkan hubungan positif, artinya setiap peningkatan 1 satuan pada variabel ini akan meningkatkan nilai penyusunan laporan keuangan sebesar 0,388, yang mencerminkan bahwa semakin optimal penggunaan teknologi informasi, maka semakin baik pula proses penyusunan laporan This Article an open access under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Vol. No. 02, 2025. Pages 175-187 | 183 Terakhir, koefisien regresi Komitmen Manajemen sebesar -0,090 juga menunjukkan hubungan negatif, yaitu setiap peningkatan 1 satuan pada variabel ini akan menurunkan nilai penyusunan laporan keuangan sebesar 0,090, yang dapat mengindikasikan bahwa peningkatan komitmen manajemen belum tentu berdampak langsung terhadap efektivitas penyusunan laporan keuangan, kemungkinan karena implementasinya belum maksimal atau adanya faktor lain yang memengaruhi. 6 Uji Parsial (Uji T) Tabel 6. Uji T CoefficientsA Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. KompetensiSumberDayaManusia TeknologiInformasi KomitmenManajemen Dependent Variable: PenyusunanLaporan Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber : Data Diolah oleh peneliti 2025. SPSS 26 Berdasarkan hasil uji parsial . , diketahui bahwa variabel Kompetensi SDM memiliki nilai t hitung sebesar -0,130 dengan signifikansi 0,052, yang menunjukkan bahwa variabel ini berpengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan, meskipun nilai signifikansinya mendekati batas 0,05. Variabel Teknologi Informasi memiliki nilai t hitung sebesar 0,388 dengan signifikansi 0,072, yang juga menunjukkan adanya pengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan, namun dengan tingkat signifikansi yang melebihi batas umum 0,05, sehingga pengaruhnya bisa dianggap lemah atau kurang signifikan secara statistik. Sementara itu, variabel Komitmen Manajemen menunjukkan nilai t hitung sebesar -0,090 dengan signifikansi 0,034, yang berarti variabel ini berpengaruh signifikan terhadap penyusunan laporan keuangan karena nilai signifikansinya berada di bawah 0,05. Dengan demikian, ketiga variabel tersebutAiKompetensi SDM. Teknologi Informasi, dan Komitmen ManajemenAisecara parsial mempengaruhi penyusunan laporan keuangan perusahaan, meskipun tingkat signifikansi dan arah pengaruhnya berbeda-beda. 7 Uji Simultan (Uji . Tabel 7. Uji f ANOVAa Model Regression Residual Total Sum of Squares Mean Square Sig. Dependent Variable: PenyusunanLaporan Predictors: (Constan. KomitmenManajemen. TeknologiInformasi. KompetensiSumberDayaManusia Sumber : Data Diolah oleh peneliti 2025. SPSS 26 Uji statistik F ini dilakukan untuk menguji apakah model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model yang layak . atau tidak dan juga untuk menentukan diterima atau ditolaknya hipotesis untuk pengaruh secara simultan. Berdasarkan uji statistik terlihat Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu 184 | Onikka Niken LestariA. Iwin ArnovaA. Helmi Herawati3 F untuk variabel dependen penyusunan laporan keuagan sebesar 15. 259 dengan signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari nilai 0,05 . %). Dengan demikian model yang digunakan untuk menguji penyusunan laporan keuangan adalah model fit, sehingga kompetensi SDM, teknologi informasi dan komitmen manajemen secara bersama-sama berpengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan. 8 Uji Koefisien Determinasi (RA) Tabel 8. Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Mode Adjusted R Std. Error of Square Square the Estimate Predictors: (Constan. KomitmenManajemen. TeknologiInformasi. KompetensiSumberDayaManusia Dependent Variable: PenyusunanLaporan Dari hasil pengujian pada tabel diatas menunjukkan nilai RA untuk variabel dependen sebesar 0,596 atau 59,6%. Jadi dapat dinyatakan bahwa 59,6% pada perusahaan sawit di PT Palma Mas Sejati Desa Talang Empat disebabkan oleh kompetensi SDM, teknologi informasi dan komitmen manajemen. Sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor diluar Sedangkan sisanya 40,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor diluar penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda, variabel Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) menunjukkan koefisien regresi sebesar -0,130 dengan nilai signifikansi 0,018, yang berarti bahwa kompetensi SDM berpengaruh signifikan secara parsial terhadap penyusunan laporan keuangan. Namun, arah negatif dari koefisien ini menunjukkan adanya hubungan yang berlawanan arah. Secara teoritis, hal ini tampak tidak lazim, mengingat kompetensi SDM yang tinggi seharusnya berkontribusi positif terhadap kualitas pelaporan. Temuan ini dapat dimaknai sebagai indikasi adanya mismatch antara kompetensi yang dimiliki dengan penempatan atau peran yang dijalankan dalam organisasi. SDM yang memiliki kemampuan tinggi mungkin tidak terlibat secara langsung dalam proses pelaporan keuangan, atau ditempatkan di posisi yang tidak sesuai dengan keahliannya. Selain itu, aspek pendukung seperti sistem kerja, pelatihan berkelanjutan, dan pengawasan internal yang lemah juga bisa menjadi penyebab mengapa kompetensi tidak memberikan hasil optimal terhadap pelaporan keuangan. Sementara itu, hasil regresi menunjukkan bahwa variabel Teknologi Informasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penyusunan laporan keuangan, dengan nilai koefisien sebesar 0,388 dan signifikansi 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dapat meningkatkan kualitas, ketepatan, dan efisiensi dalam proses Penggunaan software akuntansi dan sistem informasi keuangan yang terintegrasi memungkinkan pencatatan transaksi secara otomatis, mempercepat waktu penyusunan, serta mengurangi kemungkinan kesalahan manusia. Teknologi informasi juga mendukung prinsip transparansi dan akuntabilitas, karena memungkinkan adanya audit trail dan kontrol akses terhadap data. Namun, penting diingat bahwa teknologi hanya akan efektif jika didukung oleh SDM yang kompeten dan manajemen yang berkomitmen penuh terhadap transformasi digital. Adapun variabel Komitmen Manajemen juga menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap penyusunan laporan keuangan, dengan nilai koefisien regresi sebesar -0,090 dan signifikansi 0,013. Meskipun arah koefisien negatif tampak kontradiktif, hal ini dapat This Article an open access under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Vol. No. 02, 2025. Pages 175-187 | 185 dijelaskan dengan kemungkinan adanya komitmen yang bersifat formalitas, yakni manajemen menunjukkan dukungan secara administratif namun belum sepenuhnya terimplementasi dalam praktik operasional sehari-hari. Komitmen manajemen yang sesungguhnya tidak hanya tercermin dalam kebijakan atau dokumen formal, tetapi juga dalam tindakan nyata seperti alokasi sumber daya, pengawasan pelaporan, pelatihan staf keuangan, dan penerapan sistem pengendalian internal. Komitmen yang kuat merupakan kunci dalam menjaga integritas laporan keuangan dan memastikan kepatuhan terhadap standar pelaporan. Ketiga variable Kompetensi SDM. Teknologi Informasi, dan Komitmen Manajemen secara bersama-sama juga berpengaruh terhadap penerapan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dalam penyusunan laporan keuangan. Penerapan SAK membutuhkan pemahaman teknis yang memadai, sistem pendukung yang kuat, serta dorongan manajerial untuk memastikan bahwa laporan keuangan yang disusun tidak hanya memenuhi persyaratan formal, tetapi juga relevan, andal, dan tepat waktu. Kompetensi SDM menjadi dasar dalam memahami dan menerapkan standar, teknologi informasi mendukung proses teknis pelaporan secara efisien dan akurat, sementara komitmen manajemen menjamin keberlanjutan dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip pelaporan keuangan. Sinergi ketiganya menjadi elemen kunci dalam memastikan kualitas laporan keuangan Jika salah satu aspek ini lemah misalnya kompetensi yang tidak dikembangkan, teknologi yang tidak dimanfaatkan optimal, atau manajemen yang tidak menunjukkan komitmen nyata maka pelaporan keuangan berpotensi tidak sesuai standar dan dapat menurunkan kepercayaan pemangku kepentingan. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperkuat ketiga unsur ini secara bersamaan agar penyusunan laporan keuangan berjalan sesuai SAK, mencerminkan kondisi riil perusahaan, serta dapat dipertanggungjawabkan secara profesional. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM). Teknologi Informasi, dan Komitmen Manajemen secara parsial maupun simultan berpengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan di PT Palma Mas Sejati yang berlokasi di Desa Talang Empat. Bengkulu Tengah. Secara parsial, pengaruh tersebut ditunjukkan oleh nilai signifikansi masing-masing variabel, yaitu Kompetensi SDM sebesar 0,018. Teknologi Informasi sebesar 0,000, dan Komitmen Manajemen sebesar 0,013. Sementara secara simultan, ketiga variabel tersebut secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap penyusunan laporan keuangan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, yang berarti bahwa ketiganya memiliki peran penting dalam menentukan kualitas pelaporan keuangan perusahaan. REFERENSI