Madani : Indonesian Journal Of Civil Society Vol. No. Agustus 2024, pp. p-ISSN: 2686-2301, e-ISSN: 2686-035X. DOI: 10. 35970/madani. Penyuluhan Penyakit Mulut dan Kuku (LSD) Untuk Kelompok Peternak Dalam Rangka Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Suripto1*. Lumino Basia2. Uswatun Khasanah3 Program Studi Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Ahmad Dahlan. Indonesia Program Studi Akuntansi. Universitas Maha Karya Asia. Indonesia Email: suripto@ep. id, 2lusmino@unmaha. id, 3uswatun. khasanah@ep. INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Data artikel: Abstract- Community service discusses Livestock Vesicular Diseases (LSD) foot and mouth disease in cattle farmer groups who are susceptible to this disease. Community service activities are carried out at the Lestari Migunani Livestock Group. Nangsri Lor. Candirejo. Semanu. Gunungkidul with the main focus on overcoming foot and mouth disease in livestock. By referring to the extension material through livestock community meetings and educational materials provided face-to-face, it is hoped that there will be an increase in active community involvement, and collaboration with village government agencies to prevent foot and mouth disease outbreaks in Nangsri Lor. Candirejo. Semanu. Gunungkidul. Community service activities aim to provide understanding to livestock group members about foot and mouth disease and prevention strategies, to create a productive livestock community that supports the family economy. This community service activity also provides concrete solutions to livestock health problems but also empowers communities to manage animal health independently, improve welfare, and build economic resilience through community livestock farming. The results of this community service activity were that there were 23 participants . 5% of the tota. who stated that they were delighted with the community service program that was held, this shows that the level of participant satisfaction with the program provided was high. Naskah masuk, 11 Januari 2024 Direvisi, 16 Maret 2024 Diterima, 05 Juni 2024 Kata Kunci: Livestock Vesicular Diseases Livestock Groups Community Welfare Counseling Increasing Abstrak- Pengabdian pada masyarakat membahas penyakit mulut dan kuku Livestock Vesicular Diseases (LSD) pada kelompok peternak sapi yang rawan terjangkit penyakit ini. Kegiatan pengabdian dilakukan di Kelompok Ternak Lestari Migunani. Nangsri Lor. Candirejo. Semanu. Gunungkidul dengan fokus utama menanggulangi penyakit mulut dan kuku pada ternak. Dengan mengacu pada materi penyuluhan melalui pertemuan komunitas peternak dan materi edukatif yang diberikan secara tatap muka diharapkan ada kenaikan keterlibatan aktif masyarakat, dan kolaborasi dengan instansi pemerintah desa untuk mencegah terjadinya wabah penyakit mulut dan kuku di Nangsri Lor. Candirejo. Semanu. Gunungkidul. Kegiatan pengabdian pada masyarakat bertujuan untuk memberikan pemahaman pada anggota kelompok ternak tentang penyakit mulut dan kuku serta https://ejournal. id/index. php/madani Madani : Indonesian Journal Of Civil Society Vol. No. Agustus 2024, pp. p-ISSN: 2686-2301 e-ISSN: 2686-035X strategi pencegahannya, sehingga tercipta masyarakat peternak yang produktif dan menunjang perekonomian keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga memberikan solusi konkrit terhadap masalah kesehatan ternak, tetapi juga memberdayakan komunitas untuk mengelola kesehatan hewan secara mandiri, meningkatkan kesejahteraan, dan membangun ketahanan ekonomi melalui peternakan rakyat. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terdapat 23 peserta . 5% dari tota. yang menyatakan bahwa mereka sangat puas dengan program pengabdian pada masyarakat yang diadakan, hal ini menunjukkan bahwa tingkat kepuasan peserta tinggi terhadap program yang Korespondensi: Suripto Program Studi Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Ahmad Dahlan Jl. Kapas No. Semaki. Kec. Umbulharjo. Kota Yogyakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta 55166 PENDAHULUAN Penyakit mulut dan kuku pada hewan Livestock Vesicular Diseases (LSD) adalah penyakit menular yang dapat menyerang berbagai jenis ternak berkaki 4, seperti sapi, kerbau, dan babi. Penyakit ini disebabkan oleh virus Vesicular Stomatitis New Jersey (VSNJ) atau Vesicular Stomatitis Indiana (VSI) (Budiono et al. , 2023. Moh. Zali et al. , 2. Penyakit mulut dan kuku pada ternak dapat mengancam bagi industri peternakan dan pariwisata. Artikel ini memperkenalkan kegiatan penyuluhan sebagai langkah proaktif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang gejala, penyebaran, dan pencegahan penyakit ini. Penyakit mulut dan kuku, terutama penyakit Livestock Vesicular Diseases (LSD), dapat memiliki dampak signifikan pada hewan dan ekonomi di suatu daerah. Penyakit mulut dan kuku dapat menyebabkan penderitaan yang signifikan pada hewan yang terinfeksi seperti melepuh di mulut, bibir, kaki, dan bagian lain tubuh, yang dapat mengganggu makan, minum, dan pergerakan hewan sehingga hewan tersiksa dan bisa mati. Hewan ternak yang terinfeksi LSD akan mengalami penurunan produksi susu atau berat badan, yang dapat berdampak pada produktivitas ternak dan akhirnya harga jual menjadi Dampak ekonomi terjadi jika hewan sampai mati, ini dapat merugikan peternak dan industri peternakan secara ekonomi (Andry Kartika et al. , 2. Akibat terburuk dari penyakit mulut dan kuku adalah kematian pada hewan dan memiliki resiko penularan yang cepat dan sulit diberantas Daerah yang terkena penyakit mulut dan kuku akan mengalami pembatasan perdagangan ternak dan produk pertanian karena adanya penyakit menular hal ini akan mempengaruhi perdagangan hewan antar daerah serta sehingga berakibat pendapatan daerah menurun serta diikuti kesejahteraan Masyarakat yang turun. Adanya penyakit mulut dan kuku membutuhkan biaya penanganan yang besar untuk pengadaan vaksinasi massal, pengobatan hewan yang terinfeksi, dan biaya operasional terkait pengendalian penyakit yang kesemuanya itu akan berdampak pada anggaran belanja daerah. Wonosari pernah terjangkit wabah penyakit mulut dan kuku yang menyerang sapi dan kambing. Sebanyak 121 dusun di 15 kecamatan se-Kabupaten Gunungkidul, berstatus zona merah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ( https://w. id/tag/23737/hype-vira. Untuk memberi pemahaman dan mencegah adanya penyakit mulut dan kuku diadakan kegiatan pengabdian pada Masyarakat di Kelompok Sangat perlu untuk diadakan upaya pencegahan, pemantauan, dan respons cepat terhadap penyakit menular seperti LSD dapat membantu mengurangi dampak negatifnya (Andry Kartika et al. , 2. METODE PELAKSANAAN Metode pengabdian pada masyarakat dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam kepada peternak tentang penyakit mulut dan kuku pada ternak. Pengabdian pada masyarakat dilakukan dengan https://ejournal. id/index. php/madani Madani : Indonesian Journal Of Civil Society p-ISSN: 2686-2301 e-ISSN: 2686-035X Vol. No. Agustus 2024, pp. penyuluhan langsung kepada anggota peternak di Nangsri Lor. Candirejo. Semanu. Gunungkidul. Kegiatan penyuluhan melibatkan aparat Dusun Nansi Lor. Penyuluh peternakan tingkat Kecamatan Semanu dan dokter hewan di Semanu yang menjadi pemateri penyuluhan. Peserta sejumlah 26 peserta peternak Kelompok Ternak Lestari Migunani, kegiatan ini dilakukan pada tanggal 18 Juli 2023. Serangkaian kegiatan penyuluhan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat peternak setempat. Penentuan lokasi di Nansi Lor terkait dengan adanya kelompok ternak yang potensial bisa terkena wabah penyakit mulut dan kuku dikarenakan kecamatan sekitar lokasi pernah terjangkit penyakit ini. Penyusunan materi penyuluhan disesuaikan dengan tingkat pemahaman audiens, yang merupakan Masyarakat petani dengan pendidikan rendah dan pengalaman beternak yang tradisional. Materi disertai dengan keterangan gambar, diagram, dan contoh kasus hewan yang terkena penyakit mulut dan kuku. Dengan adanya contoh gambar, diagram dan kasus akan mempermudah penyerapan materi dan memperjelas pemahaman peserta, seperti yang dilakukan oleh (Amiruddin et al. , 2022. Budiono et al. Penyuluhan ini dilakukan dengan ceramah dengan metode pendekatan interaktif seperti diskusi kelompok dengan peserta untuk meningkatkan partisipasi dan pemahaman materi. Dengan pendekatan interaktif peserta menjadi lebih paham dan memiliki keinginan kuat untuk melakukan perubahan, seperti dilakukan oleh (Andry Kartika et al. , 2. Gambar 1. Suasana Pemberian Materi Penyuluhan Penyuluhan juga menghasilkan semangat kerjasama kolaborasi dengan dokter hewan dan mantri hewan di Kecamatan Semanu untuk menyediakan obat-obatan, vaksinasi dan memberi informasi terkait Kesehatan hewan. Penggunaan teknologi diberikan dengan memanfaatkan teknologi HP . untuk memberi informasi dan koordinasi sesame peternak dan dokter hewan, manfaatkan teknologi seperti ponsel untuk membagi video pendek atau tutorial online untuk akses berkelanjutan dan kebutuhan obat-obatan dan vaksinasi (Wanti and Tripustikasari 2. Sesi terakhir dari penyuluhan adalah sesi tanya jawab untuk memberi penjelasan bagi peserta yang masih ragu-ragu dan belum memahami materi. Sesi ini akan mengatasi rasa kekhawatiran dan ketidakjelasan peserta. Alur penyuluhan dijelaskan sebagai berikut: Pendahuluan: Pengenalan pentingnya penyakit mulut dan kuku pada ternak. Pemberian gambaran tentang dampak kesehatan yang baik terhadap produksi ternak. Identifikasi Penyakit Mulut dan Kuku: Penjelasan gejala umum penyakit mulut pada ternak. Pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku Penjelasan gejala umum penyakit kuku pada ternak. Pentingnya pengenalan dini gejala dan tanda-tanda penyakit. Terciptanya Masyarakat Nangsri Lor. Candirejo. Semanu. Gunungkidul menjadi peternak swasembada sapi dan kambing. Manajemen Kandang: Desain Kandang yang Mendukung Kesehatan Penghindaran faktor risiko penyakit, panduan untuk mencegah penyebaran penyakit antar ternak Gambar 2. Alur Penyuluhan Penyakit Mulut dan Kuku https://ejournal. id/index. php/madani Madani : Indonesian Journal Of Civil Society p-ISSN: 2686-2301 e-ISSN: 2686-035X Vol. No. Agustus 2024, pp. Penyuluhan ditujukan untuk memberi pemahaman tentang pentingnya menjaga keselamatan peternak dan ternak dari wabah penyakit mulut dan kuku. Keselamatan ternak sangat tergantung dari daya tangan ternak dan pola pemberian pakan serta menjaga higienitas kendang (Budiono et al. , 2023. Surtina et al. , 2. Ternak merupakan harta berharga dan investasi bagi penduduk desa (Surtina et al. , oleh karenanya menjaga keselamatan ternak merupakan Upaya meningkatkan investasi. Investasi melalui ternak juga berdampak pada efisiensi pertanian karena hasil kotoran ternak akan membantu ketersediaan pupuk kendang. Sebagian besar peternak menggunakan pupuk kandang dari limbah ternak mereka untuk menambah kesuburan tanah (Sutrisno & Priyambada, 2. Dengan pemanfaatan pupuk kendang akan membuat tanah semakin subur dan membantu perbaikan struktur tanah menjadi lebih gembur dan terbebas dari tanah asam (Budiyanto & Aini, 2. Adapun tujuan dan indikator Pengabdian Pada Masyarakat (PKM) secara rinci adalah: Peningkatan Pengetahuan anggota peternak di Nangsri Lor: Mengedukasi peternak tentang penyakit mulut dan kuku serta cara pencegahan, pengendalian, dan penanggulangannya secara . Pencegahan Penyebaran Penyakit ternak di Nangsri Lor: Mengurangi risiko penyebaran penyakit mulut dan kuku di antara hewan ternak di wilayah Gunung Kidul. Indikator keberhasilan PKM: Tingkat Partisipasi Peternak: Persentase peternak yang mengikuti penyuluhan dan pelatihan terkait penyakit mulut dan kuku. Pengetahuan Peternak: Evaluasi pemahaman peternak tentang penyebab, gejala, penularan, pencegahan, pengendalian, dan penanganan penyakit mulut dan kuku. Umpan Balik Positif Dari Peternak: Survei atau wawancara untuk mengevaluasi kepuasan dan pemahaman peternak terhadap program penyuluhan serta perubahan perilaku yang terjadi Tujuan akhir dari tujuan penyuluhan adalah menjadikan Masyarakat lebih sejahtera dengan adanya peternak yang Tangguh, kuat dan berpengetahuan luas, khususnya menjaga hewan ternak dari penyakit mulut dan kuku. HASIL DAN PEMBAHASAN Untuk mengetahui keefektifan dan manfaat penyuluhan penyakit mulut dan kuku, dilakukan pembagian kuesioner sebelum dan sesudah pelaksanaan penyuluhan. Kuesioner bertujuan mengetahui pengetahuan peserta terhadap pertanyaan-pertanyaan tentang apakah itu penyakit mulut dan kuku, bagaimana penyebaranya dan apakah ciri-ciri hewan yang terkena penyakit mulut dan kuku. Setelah dilaksanakannya penyuluhan peternak tentang penyakit mulut dan kuku, terlihat adanya perubahan yang positif dalam pemahaman dan tindakan peserta penyuluhan. Hasil kuesioner diperoleh gambaran tentang latar belakang pendidikan peserta penyuluhan penyakit kulit dan kuku. Penjelasan rinci dirangkum pada Tabel 1 sebagai berikut: Tabel 1. Tingkat Pendidikan Peserta Pengabdian Pada Masyarakat Kelompok Ternak Lestari Migunani. Nangsri Lor. Candirejo. Semanu. Gunungkidul Pendidikan Frequency Percent Lulus SD Lulus SMP Lulus SMA Lulus SMA ke atas Total Sumber: data primer diolah . Pendidikan peternak merupakan pendidikan formal yang dicapai dari para peternak yang menjadi peserta pengabdian yang penting untuk diamati. Tabel 1 menunjukkan bahwa jumlah peternak yang termasuk dalam masing-masing kategori pendidikan Terdapat 14 peternak . 8% dari tota. yang lulus Sekolah Dasar (SD). Persentase kumulatif pada kategori ini adalah 53. 8%, yang menunjukkan lebih dari setengah dari total sampel memiliki pendidikan SD atau lebih rendah. Lulus SMP: Terdapat 8 peternak . 8% dari tota. yang lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP). Lulus SMA: Terdapat 2 peternak https://ejournal. id/index. php/madani Madani : Indonesian Journal Of Civil Society p-ISSN: 2686-2301 e-ISSN: 2686-035X Vol. No. Agustus 2024, pp. 7% dari tota. yang lulus Sekolah Menengah Atas (SMA). Lulus di Atas SMA: Terdapat 2 peternak . 7% dari tota. yang lulus pendidikan di atas Sekolah Menengah Atas (SMA), misalnya perguruan tinggi atau universitas. Dari Tabel 1 memberikan gambaran tentang distribusi pendidikan dari para peternak yang menjadi fokus penyuluhan. Informasi ini membantu dalam perencanaan program penyuluhan yang lebih tepat sasaran sesuai dengan tingkat pendidikan masyarakat peternak di wilayah Gunung Kidul. Pendidikan merupakan faktor penting untuk membuat seseorang memahami respon internal dan menunjang perubahan perilaku produktif. Ada hubunganya lama Pendidikan dengan stok pengetahuan seseorang (Suripto et al. , 2. Kepemilikan hewan peliharaan menjadi fokus pelaksanaan pengabdian ini karena terkait dengan keefektifan materi penyuluhan. Berikut adalah data kepemilikan hewan kambing peserta Kelompok Ternak Lestari Migunani. Nangsri Lor. Candirejo. Semanu. Gunungkidul, terangkum pada tabel 2: Tabel 2. Jumlah Kambing Yang Dimiliki Kelompok Ternak Lestari Migunani Jumlah Kambing Frequency Percent Total Sumber: data primer diolah . Tabel 2 memberikan informasi tentang jumlah kambing yang dimiliki oleh para peternak yang menjadi subjek penyuluhan. Terdapat 3 peternak . 5% dari tota. yang memelihara 2 kambing. , ada 10 peternak . 5% dari tota. yang memelihara 3 kambing. terdapat 11 peternak . 3% dari tota. yang memiliki 4 kambing, hanya ada 1 peternak . 8% dari tota. yang memiliki 5 kambing, dan terdapat 1 peternak . 8% dari tota. yang memiliki 6 kambing. Dari data di Tabel 2 memberikan gambaran tentang distribusi jumlah kambing yang dimiliki oleh para peternak, sehingga dapat membantu dalam pemahaman tentang skala usaha peternakan yang ada di wilayah tersebut dan dapat digunakan untuk merencanakan program atau kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas peternak dalam mengelola kambing mereka. Hewan sapi yang dipelihara peserta penyuluhan dirangkum pada Tabel 3 Tabel 3. Jumlah Sapi yang Dimiliki yang Dimiliki Kelompok Ternak Lestari Migunani. Jumlah Sapi Frequency Percent Total Sumber: data primer diolah . Dari Tabel 3 terlihat bahwa rincian untuk setiap kategori jumlah sapi yang dimiliki anggota kelompok adalah sebagai berikut: terdapat 3 peternak . 5% dari tota. yang tidak memiliki sapi, 19 peternak . 1% dari tota. yang memiliki 1 sapi dan terdapat 4 peternak . 4% dari tota. yang memiliki 2 sapi. Dari tabel 3 dapat menyimpulkan bahwa mayoritas peternak memiliki satu sapi, sementara sebagian kecil memiliki lebih dari satu atau tidak memiliki sama sekali sapi. Informasi ini berguna untuk memahami struktur kepemilikan sapi di wilayah tersebut dan dapat digunakan sebagai dasar untuk merencanakan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas peternak dalam mengelola sapi agar terhindar penyakit mulut dan kuku. Pengetahuan struktur kepemilikan mempengaruhi kinerja dan motivasi seseorang dalam mengembangkan performa perusahaan (Haura et , 2. Untuk melihat keberhasilan penyuluhan penanggulangan penyakit mulut dan kuku, dilakukan dengan cara memberi kuesioner pertanyaan berjumlah 7 buah, dan peserta penyuluhan menjawab pertanyaan dengan jawaban betul atau salah. Jawaban dianggap betul jika seluruh pertanyaan https://ejournal. id/index. php/madani Madani : Indonesian Journal Of Civil Society p-ISSN: 2686-2301 e-ISSN: 2686-035X Vol. No. Agustus 2024, pp. dijawab dengan benar. Berikut adalah pertanyaan dengan jawaban benar atau salah yang digunakan untuk mengukur keberhasilan program penyuluhan penanggulangan penyakit mulut dan kuku di Gunung Kidul: Penyakit mulut dan kuku dapat menular dari satu hewan ke hewan lainnya. (Benar/Sala. Vaksinasi dapat membantu mencegah penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak. (Benar/Sala. Makan rumput yang terkontaminasi merupakan salah satu cara penularan penyakit mulut dan kuku. (Benar/Sala. Peternak dapat membantu mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku dengan mengisolasi hewan yang sakit. (Benar/Sala. Pemeriksaan kesehatan rutin pada ternak dapat membantu mendeteksi penyakit mulut dan kuku secara dini. (Benar/Sala. Pakaian dan alat-alat yang digunakan untuk merawat ternak yang sakit tidak perlu dibersihkan setelah digunakan. (Benar/Sala. Penyakit mulut dan kuku hanya menyerang satu jenis ternak saja, tidak menular kepada jenis ternak (Benar/Sala. Kuesioner dibagikan sebelum dilakukan penyuluhan dan sesudah dilakukan penyuluhan untuk mengetahui manfaat dan keberhasilan pengabdian pada masyarakat di Gunungkidul. Hasil jawaban kuesioner sebelum dilakukan penyuluhan dirakum pada Tabel 4 berikut: Tabel 4 Manfaat Pengabdian Pada Masyarakat Sebelum Penyuluhan pada Kelompok Ternak Lestari Migunani Jawaban Frequency Percent Jawaban Betul Jawaban Salah Total Sumber: data primer diolah . Tabel 4 menunjukan bahwa tingkat pemahaman dan pengetahuan masyarakat sebelum dilakukannya program pengabdian pada masyarakat terkait dengan penyakit mulut dan kuku masih Tabel 4 menunjukan peserta yang menjawab dengan betul sebelum dilakukan penyuluhan sebanyak 6 responden . 1% dari tota. , sedangkan sebanyak 20 responden . 9% dari tota. memberikan jawaban yang salah, hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden belum memiliki pemahaman yang memadai tentang penyakit mulut dan kuku pada hewan sebelum adanya penyuluhan. Mayoritas peserta penyuluhan . 9%) belum memiliki pemahaman yang memadai tentang penyakit mulut dan kuku sebelum adanya program penyuluhan. Setelah dilakukan program penyuluhan jawaban kuesioner irangkum pada Tabel 5 berikut: Tabel 5. Manfaat Pengabdian Pada Masyarakat Sesudah Penyuluhan di Kelompok Ternak Lestari Migunani. Jawaban Frequency Percent Jawaban Betul Jawaban Salah Total Sumber: data primer diolah . Tabel 5 memberi gambaran dan evaluasi terkait tingkat pemahaman dan pengetahuan masyarakat setelah dilakukan program pengabdian pada masyarakat terkait dengan penyakit mulut dan kuku di Kelompok Ternak Lestari Migunani. Nangsri Lor. Candirejo. Semanu. Gunungkidul. Tingkat Pemahaman setelah penyuluhan ditunjukan dengan sebanyak 23 responden . 5% dari tota. memberikan jawaban yang benar. Hal ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman masyarakat terkait dengan penyakit mulut dan kuku setelah mengikuti program pengabdian. Hanya ada 3 responden . 5% dari tota. yang memberikan jawaban yang salah setelah kegiatan pengabdian, meskipun masih ada jumlah kecil responden yang memberikan jawaban yang salah, namun angka ini menunjukkan penurunan yang signifikan dari sebelum penyuluhan. Implikasi data di tabel 6 menunjukkan bahwa program penyuluhan telah berhasil dalam mencapai tujuannya untuk https://ejournal. id/index. php/madani Madani : Indonesian Journal Of Civil Society Vol. No. Agustus 2024, pp. p-ISSN: 2686-2301 e-ISSN: 2686-035X meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang penyakit mulut dan kuku, penting untuk terus melakukan evaluasi berkala dan pemantauan terhadap pemahaman masyarakat serta efektivitas program penyuluhan dengan melibatkan perangkat desa dan kecamatan terkait. Dengan demikian, data ini memberikan bukti konkret bahwa program penyuluhan telah memberikan manfaat yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penyakit mulut dan kuku di Kelompok Ternak Lestari Migunani. Nangsri Lor. Candirejo. Semanu. Gunungkidul. Adanya perubahan sikap akan menunjang penanggulangan dan preventif pada ternak sehingga ternak terhindar atau bisa sembuh dari penyakit mulut dan kuku. Perubahan pola sikap merupakan unsur yang penting pada tujuan penyuluhan pada Masyarakat, (Suripto, 2. Kesehatan hewan dan peduli terhadap adanya gejalagejala penyakit mulut dan kuku, sehingga dapat dideteksi dengan dini jika terjadi penyakit ini. Sebagai akibat yang penting dari peningkatan pengetahuan masyarakat dapat mencegah dan menanggulangi Kesehatan hewan sehingga hewan bisa selamat dan tidak menyakitkan ke hewan lain. (Moh. Zali et al. menyatakan bahwa pentingnya penanggulangan dini pada hewan yang terserang penyakit mulut dan kuku agar bisa disehatkan kembali dan menghindari penyebaran penyakit ke hewan lain, pengetahuan yang meningkat akan membantu peternak mengidentifikasi potensi risiko dan menerapkan tindakan pencegahan. Stok pengetahuan yang diperoleh seseorang berhubungan positif dengan perubahan perilaku memanfaatkan teknologi yang pada akhirnya menambah produktifitas (Harcourt & State, 2016. Jones, 2011, 2. Pengabdian pada Masyarakat dilakukan dengan Kerjasama dengan aparat pemerintahan desa dan tenaga kesehatan pemerintah di kecamatan Provinsi Gunungkidul. Adanya penyuluhan ini terjadi kerjasama yang lebih baik antara peternak dan dokter hewan setempat. Peternak mendapat wawasan akan pentingnya vaksinasi, pemenuhan vitamin hewan demi peningkatan produktivitas hewan ternak, hal ini perlu adanya keeratan hubungan antara tenaga medis, pemerintah desa dan peternak. Masyarakat peternak merasa perlu adanya peningkatan kunjungan peternak ke klinik hewan setempat untuk keperluan konsultasi tentang Kesehatan hewan, keperluan vitamin dan vaksinasi. Adanya kesediaan pakan yang bergizi, vitamin yang terjangkau dan murah serta kerjasama dokter hewan akan meningkatkan keberhasilan penanggulangan penyakit mulut dan kuku (Budiono et al. , 2. Umpan balik terhadap materi yang diberikan pada peserta pengabdian pada masyarakat dilakukan dengan memberi pertanyaan tentang materi yang disajikan. Hasil dari tanggapan peserta terhadap jalanya pengabdian pada masyarakat terangkum pada Tabel 6 berikut ini: Tabel 6 Umpan Balik Peserta Pengabdian Pada Masyarakat Di Kelompok Ternak Lestari Migunani. Tanggapan Peserta Frequency Percent Puas Sekali Puas Tidak Puas Total Sumber: data primer diolah . Tabel 6 memberikan penjelasan tentang umpan balik dari peserta terhadap program pengabdian pada masyarakat di Kelompok Ternak Lestari Migunani. Nangsri Lor. Candirejo. Semanu. Gunungkidul. Tabel 6 menunjukkan bahwa terdapat 23 peserta . 5% dari tota. yang menyatakan bahwa mereka sangat puas dengan program pengabdian pada masyarakat yang diadakan, hal ini menunjukkan bahwa tingkat kepuasan peserta tinggi terhadap program yang diberikan. Terdapat 2 peserta . 7% dari tota. yang menyatakan bahwa mereka puas dengan program pengabdian pada masyarakat tersebut. Meskipun jumlahnya sedikit dibandingkan dengan kategori "Puas Sekali", namun tanggapan ini juga menunjukkan tingkat kepuasan yang positif dari sebagian peserta. Peserta yang tidak puas ada 1 peserta . 8% dari tota. yang menyatakan bahwa mereka tidak puas dengan program pengabdian pada masyarakat tersebut, meskipun jumlahnya sedikit, namun tanggapan ini juga perlu diperhatikan karena bisa memberikan informasi tentang tata laksana yang perlu diperbaiki dalam program program pengabdian ini. Informasi pada tabel 6 memberikan gambaran yang komprehensif tentang bagaimana peserta merespons program pengabdian pada masyarakat di Kelompok Ternak Lestari Migunani. Nangsri Lor. Candirejo. Semanu. Gunungkidul dengan tingkat kepuasan yang tinggi https://ejournal. id/index. php/madani Madani : Indonesian Journal Of Civil Society Vol. No. Agustus 2024, pp. p-ISSN: 2686-2301 e-ISSN: 2686-035X dari mayoritas peserta menunjukkan kesuksesan program tersebut dalam memenuhi kebutuhan dan harapan peserta. KESIMPULAN Penyuluhan pengabdian pada masyarakat mengenai penyakit mulut dan kuku pada Kelompok Ternak Lestari Migunani. Nangsri Lor. Candirejo. Semanu. Gunungkidul, tidak hanya memberikan solusi konkrit terhadap masalah kesehatan ternak, tetapi juga memberdayakan komunitas untuk mengelola kesehatan hewan secara mandiri, meningkatkan kesejahteraan, dan membangun ketahanan ekonomi melalui peternakan rakyat. Dengan meningkatnya kesehatan ternak, diharapkan dapat meningkatkan ketahanan ekonomi kelompok peternak melalui produksi hewani yang lebih stabil dan meningkatnya kualitas produk hewan. Pengembangan platform daring melalui ponsel perlu untuk pertukaran informasi antar peternak dapat membantu menjaga ternak dari penyakit mulut dan kuku. Kegiatan pengabdian pada Masyarakat melalui penyuluhan berhasil meningkatkan pengetahuan anggota kelompok peternak tentang penyakit mulut dan kuku, termasuk gejala, penularan, dan cara Pengabdian pada Masyarakat mengenai penyakit mulut dan kuku (Livestock Vesicular Diseases. LSD) pada kelompok peternak Lestari Migunani. Nangsri Lor. Candirejo. Semanu. Gunungkidul, beberapa saran yang diajukan adalah: diperlukan pemantauan dan pembaruan berkala pada sumber daya yang tersedia terutama pakan ternak dan vaksin penyakit mulut dan kuku. Perlu adanya pengembangan platform daring untuk pertukaran informasi antar peternak untuk menjalin kolaborasi antar peternak, menyebarkan informasi, sosialisasikan program vaksinasi yang tersedia dan bagaimana fasilitasi akses peternak ke vaksinasi tersebut. Dilakukan sosialisasikan pentingnya kesejahteraan hewan sebagai bagian integral dari manajemen peternakan demi terhindar dari penyakit mulut dan kuku. DAFTAR PUSTAKA