EFEKTIVITAS KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Performance Effectiveness Of Agricultural Extenders In Ogan Komering Ilir District Rini Dwi Ningsih . Yudhi Zuriah Wirya Purba . Wardi Saleh Dinas Ketahanan Pangan. Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Ogan Komering Ilir Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti Palembang Email : rinidwi0102@gmail. com1, yudhi. wardi@yahoo. com2, wardi_saleh@yahoo. Abstrak Penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam pembangunan sektor pertanian karena berfungsi sebagai agen perubahan yang berinteraksi langsung dengan petani. Namun, keterbatasan jumlah penyuluh dan masih rendahnya efektivitas kinerja mereka menjadi kendala dalam upaya peningkatan kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kinerja penyuluh pertanian serta faktor-faktor yang mempengaruhinya di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan dari 33 penyuluh pertanian melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan skala Likert serta regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Ogan Komering Ilir berada dalam kategori tinggi dengan tingkat efektivitas sebesar 90% dan nilai rata-rata kinerja sebesar 23. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kinerja penyuluh meliputi umur, jumlah pelatihan, masa kerja, dan jumlah petani binaan. Dari keempat faktor tersebut, umur dan masa kerja terbukti paling berpengaruh secara signifikan terhadap efektivitas kinerja penyuluh. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya peningkatan kapasitas penyuluh melalui pelatihan yang berkelanjutan serta pengelolaan jumlah petani binaan agar efektivitas kerja penyuluh tetap optimal. Kata Kunci: Efektivitas Kinerja. Penyuluh Pertanian. Umur. Pelatihan. Masa Kerja. Petani Binaan Abstract Agricultural extension workers play a crucial role in the development of the agricultural sector, serving as agents of change who interact directly with farmers. However, the limited number of extension workers and the relatively low effectiveness of their performance remain obstacles in efforts to improve farmers' welfare. This study aims to analyze the effectiveness of agricultural extension workers' performance and the factors influencing it in Ogan Komering Ilir Regency. quantitative approach with a survey method was used in this research. Data were collected from 33 agricultural extension workers through questionnaires and analyzed using a Likert scale and binary logistic regression. The results show that the effectiveness of extension workers' performance in Ogan Komering Ilir is categorized as high, with an effectiveness level of 90% and an average performance score of 23. Factors influencing performance effectiveness include age, number of trainings, years of service, and number of assisted farmers. Among these, age and years of service have the most significant impact. This study recommends enhancing the capacity of extension Efektivitas Kinerja Penyuluh Pertanian Di Kabupaten Ogan Komering Ilir Rini Dwi Ningsih. Yudhi Zuriah Wirya Purba. Wardi Saleh workers through continuous training and managing the number of assisted farmers to maintain optimal performance effectiveness. Keywords: Performance Effectiveness. Agricultural Extension Workers. Age. Training. Years Of Service. Assisted Farmers. PENDAHULUAN Penyuluh pertanian mempunyai peran penting dalam pembangunan pertanian karena sebagai agen perubahan, penyuluh merupakan ujung tombak yang langsung berhubungan dengan petani(Hartini, 2. Di Indonesia, penyuluhan pertanian mengalami keterbatasan dan kekurangan jumlah penyuluh. Kinerja penyuluh pertanian yang baik sangat diharapkan demi keberhasilan pembangunan pertanian di Indonesia. Banyak petani yang masih hidup dalam kondisi kemiskinan menunjukkan bahwa peran penyuluhan pertanian perlu ditingkatkan untuk membantu petani dalam memecahkan masalah mereka, terutama dalam usaha tani secara menyeluruh (Setyasih et al. , 2. Efektivitas kinerja penyuluh pertanian dapat dijelaskan sebagai upaya penyuluh dalam mencapai hasil terbaik dengan memanfaatkan sumber daya yang ada(Santi Yusneli & Hery Bachrizal Tanjung, 2. Peran penyuluh pertanian adalah untuk meningkatkan kemampuan petani dalam mencapai hasil yang memenuhi kebutuhan mereka(Effendi et al. Tujuan utama penyuluh adalah untuk mengubah perilaku petani agar mereka dapat meningkatkan metode bercocok tanam, meningkatkan keberhasilan usaha pertanian, dan meningkatkan kesejahteraan mereka, atau yang dikenal sebagai keluarga petani yang maju dan sejahtera. Peran penyuluh sangat penting dalam mengubah perilaku petani terhadap inovasi baru, serta melaksanakan kegiatan yang dapat meningkatkan produktivitas, pendapatan, atau kesejahteraan petani(Maulida et al. , 2. Kinerja penyuluh pertanian sangat dipengaruhi oleh umur penyuluh, jumlah pelatihan, masa kerja dan jumlah petani binaan. Keempat faktor ini melakat pada diri penyuluh yang secara tidak langsung memberikan sumbangsih yang sanga besar bagi kinerjanya(Arifianto et al. , 2. Semakin tua umur penyuluh maka semakin dewasa dalam mengambil keputusan dari persoalan-persoalan yang dihadapi oleh para petani. Sebaliknya semakin muda umur petani maka ketepatan dalam pengambilan kebijakan dan keputusan dari persoalan yang dihadapi petani terkadang terkesan terburu-buru dan keliru. Jumlah pelatihan bagi penyuluh juga berpengaruh terhadap kinerjanya. semakin sering mengikuti pelatihan maka seorang penyuluh semakin bersemangat dalam bekerja karena pengetahuan dan keterampilannya bertambah yang pada akhirnya mempengaruhi kinerjanya sebagi seorang penyuluh, dan sebaliknya semakin jarang mengikuti pelatihan maka semakin kurang semangatnya melakukan penyuluhan yang pada akhirnya kinerjanya sebagai seorang penyuluh menurun(Titiheru et al. , 2. Kinerja penyuluh pertanian dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dibangun dari dalam diri penyuluh yang bersangkutan sebagai wujud tanggung jawabnya kepada profesi sebagai penyuluh. Faktor internal adalah faktor yang melekat pada diri penyuluh yang secara tidak langsung memberikan sumbangsih yang sangat besar terhadap kinerja penyuluh yang pada penelitian ini dititikberatkan pada faktor internal seperti umur, jumlah pelatihan dan masa kerja. Sedangkan faktor eksternal dibangun dari luar diri seorang penyuluh seperti kelembagaan penyuluh pertanian yang bersangkutan . Faktor eksternal adalah fakor diluar diri penyuluh yang secara langsung memberikan sumbangsih yang sangat besar terhadap kompetensi penyuluh yakni jumlah petani binaan yang berada dibawah koordinasinya (Pinati et al. , 2. Dari beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja penyuluh pertanian antara lain : Jimanggis. Vol. No. Juni 2025 Efektivitas Kinerja Penyuluh Pertanian Di Kabupaten Ogan Komering Ilir Rini Dwi Ningsih. Yudhi Zuriah Wirya Purba. Wardi Saleh Umur Umur Penyuluh Umur adalah faktor psikologis yang berpengaruh terhadap proses belajar dan efesiensi belajar langsung maupun tidak langsung. Umur 25 tahun adalah umur yang optimal untuk belajar. Pada umur 46 tahun, kemampuan belajar mulai menurun dan akan menurun drastis pada umur 60 tahun. Variasi umur yang dimiliki oleh penyuluh pertanian akan juga berpengaruh pada kompetensi dan kinerjanya. Umur dapat memberikan gambaran pengalaman seseorang. Pengalaman adalah sumber belajar. Pelatihan Menurut Anwas . , pendidikan dan pelatihan adalah upaya untuk mengembangkan sumber daya manusia, terutama untuk mengembangkan intelektual dan kepribadian manusia. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia melalui pelatihan merupakan bagian dari pendidikan yang menggambarkan suatu proses dalam mengembangkan potensi individu untuk mencapai tujuan organisasi Pelatihan bagi penyuluh pertanian dipersiapkan melalui program pelatihan bersyarat dan program pelatihan tidak Masa Kerja Penyuluh Menurut Lestari & S . , menyatakan bahwa masa kerja merupakan keseluruhan pelajaran yang dipetik oleh seseorang dari peristiwa-peristiwa yang dilalui dalam perjalanan Sedangkan Syafruddin et al. , berpendapat bahwa masa kerja atau pengalaman kerja dalah mereka yang dipandang lebih mampu dalam melaksanakan tugastugasnya yang nantinya akan diberikan disamping kemampuan intelegasinya yang juga menjadi dasar pertimbangan selanjutnya. Masa kerja merupakan proses yang dialami seorang penyuluh pertanian dalam melakukan kegiatan penyuluhan yang menjadi bidang tugasnya. Jumlah Petani Binaan Kelompok tani adalah kumpulan orang-orang tani yang bersifat informal, anggota kelompok petani adalah petani yang berada dalam lingkungan pengaruh seorang kontak tani. Ikatan dalam kelompok berpangkal pada keserasian dalam arti mempunyai pandangan, kepentingan dan kesenangan yang sama. Kontak tani dan anggota kelompok maupun di antara sesama anggota terjalin hubungan yang luwes dan wajar. Kelompok tani merupakan organisasi yang dapat dikatakan berfungsi dan ada secara nyata, disamping berfungsi sebagai wahana penyuluhan dan penggerak kegiatan anggotanya (Sarmawa et al. , 2. Jumlah ideal kelompok yang dapat dibina oleh penyuluh pertanian adalah enam sampai delapan kelompok tani atau setara dengan 150 sampai 200 orang petani. Jika jumlah petani yang dibina melebihi delapan kelompok tani, maka penyuluh akan mengalami kesulitan dalam melakukan pembinaan secara rutin. Dengan demikian jumlah petani yang dibina akan berpengaruh pada kinerja penyuluh pertanian (Jumiati et al. , 2. Latar belakang yang disajikan di atas menjadi landasan penulis dalam menyusun pemikiran dan konsep untuk penelitian dengan judul Au Efektivitas Kinerja Penyuluh Pertanian di Kabupaten Ogan Komering IlirAy. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis efektivitas kinerja penyuluh pertanian, menganalisis ukuran efektivitas kinerja penyuluh pertanian serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Ogan Komering Ilir. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan jenis survei, dengan pendekatan kualitatif dengan pertimbangan bahwa dalam penelitian ini peneliti berharap dapat melihat gambaran yang diteliti. Dengan menggunakan metode survei ini didapatkan keterangan yang teperinci serta informasi yang jelas sesuai dengan persoalan Jimanggis. Vol. No. Juni 2025 Efektivitas Kinerja Penyuluh Pertanian Di Kabupaten Ogan Komering Ilir Rini Dwi Ningsih. Yudhi Zuriah Wirya Purba. Wardi Saleh yang telah terjadi di daerah penelitian untuk mencapai tujuan dari penelitian tersebut. Melalui metode survei ini informasi dikumpulkan dari responden dengan menggunakan Dengan demikian penelitian survei adalah penelitian yang mengambil responden dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok(Muchlis, 2. Maka melalui metode survei penelitian, peneliti mengkaji tentang Efektivitas Kinerja Penyuluh Pertanian di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Pemilihan lokasi dilakukan dengan sengaja . Lokasi penelitian di dasarkan pada pertimbangan bahwa di Kabupaten Ogan Komering Ilir memiliki potensi penyuluh cukup besar dalam mengembangkan pertanian secara keseluruhan sehingga dengan penelitian ini memberikan gambaran Efektivitas Kinerja Penyuluh di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui kuesioner . ertanyaan tertuli. dan wawancara . ertanyaan lisa. sedangkan data sekunder diperoleh dari dinas atau instansi yang berkaitan dengan penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah survey, menurut Sugiyono . , survey adalah metode penelitian kuantitatif yang digunakan untuk mendapatkan data yang terjadi pada masa lampau atau saat ini, tentang keyakinan, pendapat, karakteristik, perilaku hubungan variabel dan untuk menguji beberapa hipotesis tentang variabel sosialogi dan psikologis dari sampel yang diambil dari populasi tertentu, teknik pengumpulan data dengan pengamatan . awancara atau kuesione. yang tidak mendalam, dan hasil penelitian cendrung untuk di Sementara metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 33 responden dari 161 anggota populasi. Teknis analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dengan bantuan statistik, sedangkan hipotesis yang digunakan diuji dengan skala likert. Analisis Regresi Logistik Biner. Uji Validasi, dan Uji Reliabilitas. Skala Likert Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah : Untuk menjawab rumusan masalah pertama dan kedua dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yaitu analisis yang menggambarkan variabel-variabel penelitian secara deskriptif melalui tabel frekuensi dengan analisis persentase, yang dibagi dalam tiga indikator, yakni : - Berkinerja Tinggi : Nilai tingkat kinerja 81,50 Ae 100% - Berkinerja Sedang : Nilai tingkat kinerja 44,00 Ae 81,49% - Berkinerja Rendah : Nilai tingkat kinerja 25,25 Ae 43,75% Pernyataan sikap dengan menggunakan respon subyek sebagai dasar penentu nilai Untuk pemilahan jawaban atas variable yang disediakan maka skala pengukuran atau pembobotan nilai angket manggunakan skala likert dengan kriteria sebagai berikut : Skala Likert menjadi teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiono, 2. Jimanggis. Vol. No. Juni 2025 Efektivitas Kinerja Penyuluh Pertanian Di Kabupaten Ogan Komering Ilir Rini Dwi Ningsih. Yudhi Zuriah Wirya Purba. Wardi Saleh Tabel 1. Skala Likert Untuk Mengukur Sikap. Pendapat dan Persepsi pada Efektivitas Kinerja Penyuluh Pertanian Alternatif Jawaban Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) Skor Analisis Regresi Logistik Biner Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi logistik. Menurut Alwi et al. analisis regresi logistik . ogistic regressio. merupakan regresi yang menguji apakah terdapat probabilitas terjadinya variabel dependen dapat diprediksi oleh variabel independen. Analisis regresi logistik tidak memerlukan distribusi normal dalam variabel independen. Oleh karena itu, analisis regresi logistik tidak memerlukan uji normalitas, uji heterokedastisitas dan uji asumsi klasik pada variabel independennya. Analisis regresi logistik memiliki empat pengujian diantaranya, yaitu Menilai Keseluruhan Model (Overall Model Fi. Menguji Kelayakan Model Regresi (Goodness of Fit Tes. Koefisien Determinasi (Nagelkerke R Squar. dan Matriks Klasifikasi Uji Validitas Uji Validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Amanda et al. , 2. Uji validitas dilakukan untuk memastikan seberapa baik suatu instrumen digunakan untuk mengukur konsep yang seharusnya diukur. Menurut Yusup . , untuk menguji validitas dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor butir pertanyaan dengan skor totalnya, dimana jika nilai korelasi lebih besar dari 0,30 atau nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05. Uji Reliabilitas Uji Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu koesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Utami, 2. Pengukuran reliabilitas dilakukan dengan cara one shot atau pengukuran sekali saja kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan. SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistik Cronbach Alpha () (Darma, 2. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,6. HASIL DAN PEMBAHSAN Efektivitas Kinerja Penyuluh Pertanian di Kabupaten Ogan Komering Ilir Tingkat efektivitas kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten OKI yaitu sebesar 90% atau berada pada kategori tinggi. Beberapa faktor yang perlu dianalisis untuk mengevaluasi efektivitas tersebut meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil perhitungan dapat dilihat pada Tabel 2. Jimanggis. Vol. No. Juni 2025 Efektivitas Kinerja Penyuluh Pertanian Di Kabupaten Ogan Komering Ilir Rini Dwi Ningsih. Yudhi Zuriah Wirya Purba. Wardi Saleh Tabel 2. Efektivitas Kinerja Penyuluh Pertanian di Kabupaten Ogan Komering Ilir Tingkat Efektivitas No. Uraian Kategori (%) Persiapan Tinggi Pelaksanaan Tinggi Evaluasi Tinggi Rata-rata Tinggi Indikator tingkat efektivitas kinerja diukur dari 3 . indikator yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi penyuluhan pertanian. Penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam memandu dan mendampingi berbagai kegiatan penyusunan rencana dan program yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas kinerja. Penyuluhan yang terencana dan terarah meningkatkan efektivitas penyuluhan, memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan benarbenar bermanfaat bagi petani. Tolak ukur efektivitas kinerja penyuluh pertanian, dimana penyuluhan akan dikatakan berhasil, apabila telah terjadi perubahan pengetahuan, keterampilan dan sikap dari sasaran sehinga akan tercipta kesejahteraan bagi sasaran penyuluh tersebut. Untuk mendukung terciptanya kegiatan penyuluhan yang berhasil maka perlu dilakukan persiapan sebelum dilakukan kegiatan penyuluhan. Pendampingan kepada petani terhadap inovasi baru membutuhkan proses pembelajaran yang efektif dan efisien serta ditunjang oleh materi, metode dan media penyuluhan yang dapat dipahami oleh petani, dengan ini sangat diperlukan pendampingan dan bimbingan dari penyuluh pertanian di wilayah binaan Efektivitas proses komunikasi penyuluhan membutuhkan sumber, pesan, saluran, dan penerima yang saling bersinergi untuk menunjang suksesnya program pembangunan Kinerja Penyuluh Pertanian di Kabupaten Ogan Komering Ilir Kinerja penyuluh pertanian melibatkan berbagai aspek yang berfokus pada peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Beberapa komponen utama dalam kinerja penyuluh pertanian meliputi persiapan, pelaksanaan program penyuluhan. Hasil dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Kinerja Penyuluh Pertanian di Kabupaten Ogan Komering Ilir No. Uraian Nilai Kinerja Persiapan Pelaksanaan Evaluasi Rata-rata Kategori Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Persiapan penyuluhan pertanian adalah tahap penting untuk memastikan kegiatan penyuluhan dapat berjalan efektif dan efisien. Rata-rata nilai kinerja penyuluh dalam tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi penyuluhan yaitu sebesar 23 atau kategori tinggi. Penyuluh pertanian bertanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan program penyuluhan yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani. Ini termasuk penyuluhan mengenai teknik budidaya, pengelolaan hama, dan penggunaan teknologi pertanian. Penyuluh juga telah melakukan evaluasi pelaksanaan penyuluhan pertanian, dan membuat laporan pelaksanaan penyuluhan pertanian. Jimanggis. Vol. No. Juni 2025 Efektivitas Kinerja Penyuluh Pertanian Di Kabupaten Ogan Komering Ilir Rini Dwi Ningsih. Yudhi Zuriah Wirya Purba. Wardi Saleh Menganalisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Kinerja Penyuluh Pertanian di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Efektivitas kinerja penyuluh pertanian pada lokasi penelitian di Kabupaten Ogan Komering Ilir dikelompok ke dalam dua yaitu tergolong efektivitas tinggi dan sedang. Kemudian efektivitas kinerja ini akan dilihat dari faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti umur penyuluh, jumlah pelatihan yang diikuti, masa kerja dan jumlah petani binaan. Mengukur pengaruh masing-masing variabel ini akan dilakukan dengan metode regresi. Mengingat variabel terikat dalam persoalan ini yaitu kinerja penyuluh yang bersifat ordinal, maka metode regresi yang digunakan adalah regresi binary logistik. Berikut hasil pengolahan data faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kinerja penyuluh pertanian dengam menggunakan model 2 dari pengolahan dengan program computer SPSS versi 29. Tabel 4. Nilai Odd Ratio Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Kinerja Penyuluh Pertanian di Kabupaten Ogan Komering Ilir Variabel Nilai parameter Nilai Wald Tingkat Oddratio Intersep 2,906 1,024 0,312 18,289 0,898 1,711 2,58 Siqnifikan 0,343 0,191 0,108 1,006 0,855 1,353 Jumlah Petani binaan Umur Masa kerja Omnibus Tests of Model Coefficients Hosmer and Lemeshow Test Negelkerke Square 0,006 -0,156 0,302 Chi-Square 8,231 6,384 0,33 0,04 0,604 Hasil dugaan di atas apabila ditulis dalam bentuk persamaam penduga, maka dapat disajikan sebagai berikut : yuaycn K = ln (. Oeyuayc. = 2,906 0,006 yayaAycE Oe 0,156 ycO 0,302 ycAya Untuk menguji kebaikan model (Overall Model of Fi. menggunakan nilai Omnibus Test of Model Coefficient. Nilai Omnibus Test of Model Coefficients sebesar 8,321 dan signifikan pada = 0. hal ini berarti variabel independen yang digunakan dalam model ini berpengaruh terhadap variabel dependen atau dapat dikatakan model ini telah fit. Selanjutnya untuk menguji kelayakan model menggunakan nilai Hosmer and Lemeshow Test. Nilai Hosmer and Lemeshow test sebesar 6,384 dengan nilai signifikasi sebesar 0,604. Nilai signifikansi lebih besar dari = 0,05 yang artinya model ini telah layak digunakan. Kemudian untuk menguji ketepatan model menggunakan niai Negalkerke R square. Nilai ini menjelaskan bahwa kemampuan variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Nilai Negelkerke R Square sebesar 0,330 yang menunjukkan bahwa variabel independen menjelaskan 33% terhadap variabel dependen dan sisanya 67% dijelaskan oleh variabel di luar model yang digunakan. Selanjutnya akan dilakukan interpretasi untuk masing-masing variabel bebas yang setelah dilakukan uji Wald signifikan pada Tingkat kepercayaan paling rendah 80% atau = 20%. Umur Jimanggis. Vol. No. Juni 2025 Efektivitas Kinerja Penyuluh Pertanian Di Kabupaten Ogan Komering Ilir Rini Dwi Ningsih. Yudhi Zuriah Wirya Purba. Wardi Saleh Umur responden sangat mempengaruhi kemampuan kinerja dan cara berrfikir sehingga secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap pelaksanaan tugas pokok di Secara terinci klasifikasi responden berdasarkan golongan umur disajikan dalam Tabel berikut ini. Tabel 5. Jumlah Responden Berdasarkan Golongan Umur Penyuluh Pertanian di Kabupaten Ogan Komering Ilir Golongan Umur (Tahu. Jumlah Responden (Oran. Persentase (%) < 30 30 Ae 40 > 40 Total 12,121 48,485 39,394 Tabel 5 dapat dijelaskan bahwa responden merupakan golongan penyuluh pertanian dengan klasifikasi umur produktif, dimana internval umur responden berada pada kisaran . Ae . Jumlah responden terbesar berada pada umur . Ae . tahun sebanyak 48,485 Hal ini berarti bahwa umur responden penyuluh pertanian tergolong usia produktif, menyatakan bahwa yang memiliki kondisi fisik dan kemampuan bekerja atau berkreativitas yang lebih tinggi. menyatakan bahwa terdapat responden yang di dominankan oleh usia produktif penyuluh pertanian di Kabupaten Ogan Komering Ilir yang berusia . Gambaran kareakteristik umur responden tersebut merupakan salah satu potensi yang dapat dibangun dalam rangka peningkatan kinerja penyuluh pertanian melaksanakan tugas pokok sebagai Penyuluh Pertanian dalam membina, membimbing dan mendampingi petani. Variabel umur petani berdasarkan hasil regresi berpengaruh nyata pada tingkat kepercayaan 89 persen atau = 0,19 atau 19 persen dengan nilai parameter dugaan -0,156 dan odd ratio sebesar 0,855. Ini berarti apabila umur petani bertambah satu tahun, maka peluang kinerja penyuluh akan turun 0,855 kali. Ini berarti di lokasi penelitian, semakin tua penyuluh, maka kinerjanya akan menurun. Sebaliknya penyuluh yang muda-muda akan memiliki kinerja lebih baik. Umur 25 tahun adalah umur yang optimal untuk belajar. Kemampuan belajar berkembang hingga usia 45 tahun dan terus menurun setelah mencapai usia 55 tahun. Wajar semakin muda maka kinerja semakin bagus. Pelatihan Pelatihan diarahkan untuk mempersiapkan pegawai agar memenuhi persyaratan yang ditentukan dan kebutuhan organisasi. Pada dasarnya pelatihan adalah proses belajar yang dimaksudkan untuk mengubah kompetensi kerja seseorang sehingga berprestasi lebih baik dalam jabatannya atau dalam melaksanakan pekerjaannya. Secara terinci klasifikasi responden berdasarkan jumlah pelatihan yang pernah diikut disajikan dalam Tabel berikut Jimanggis. Vol. No. Juni 2025 Efektivitas Kinerja Penyuluh Pertanian Di Kabupaten Ogan Komering Ilir Rini Dwi Ningsih. Yudhi Zuriah Wirya Purba. Wardi Saleh Tabel 6. Jumlah Responden Berdasarkan Jumlah Pelatihan yang Pernah Diikuti oleh Penyuluh Pertanian di Kabupaten Ogan Komering Ilir Jumlah Pelatihan . Jumlah Responden (Oran. Persentase (%) 5 Ae 10 >10 Total 45,455 54,545 Tabel 6 menunjukkan bahwa responden telah mengikuti pelatihan dengan interval . Ae . kali selama menjalani profesi sebagai penyuluh pertanian. Pada jumlah pelatihan lebih dari sepuluh kali berjumlah 0, menyatakan bahwa responden penyuluh pertanian kurang atau terbatasnya dalam mengikuti pelatihan, kebanyakan penyuluh pertanian mengikuti webinar. Hasil wawancara menunjukkan bahwa jenis pelatihan yang dilakukan antara lain berhubungan metode pelaksanaan penyuluhan, pengembangan jejaring kerjasama peningkatan produksi pertanian, strategi pengembangan penyuluhan pertanian serta Pelatihan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian. Hal ini menggambarkan bahwa Efektivitas kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Ogan Komering Ilir didukung oleh kegiatan pelatihan yang pernah mereka ikuti baik itu bersifat teknis maupun non teknis dalam rangka menghasilkan sumberdaya manusia penyuluh pertanian yang tangguh dan profesional, kreatif, inovatif, kredibel dan berwawasan global. Masa Bekerja Masa tugas atau masa kerja adalah keahlian atau kemampuan yang dimiliki oleh seseorang pada suatu bidang pekerjaan yang diperoleh dengan belajar dalam suatu kurun waktu tertentu yang tentunya dilihat dari kemampuan intelegensi, baik pengalaman yang berasal dari luar maupun dari dalam organisasi. Sitorus . Secara terinci klasifikasi responden berdasarkan masa kerja atau lama bekerja sebagai penyuluh pertanian disajikan dalam Tabel berikut ini. Tabel 7. Jumlah Responden Berdasarkan Masa Kerja sebagai Penyuluh Pertanian di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Masa Kerja (Tahu. Jumlah Responden (Oran. Persentase (%) < 10 10 Ae 15 > 15 Total 42,424 12,121 45,455 Tabel 7 menunjukkan bahwa masa kerja penyuluh pertanian responden berada pada kirasan > 15 tahun yang merupakan faktor penentu bagi kinerja mereka dalam melaksanakan tugas pokok sebagai Penyuluh Pertanian, pembimbing dan pendamping petani, belajar lewat pengalaman memberi kesan yang mendalam, sehingga ilmu yang diperoleh dapat tersimpan lama, lagipula salah satu sumber data yang diakui dan dipercaya, yakni pendapat seseorang dari hasil pengalaman bertahun-tahun dijalaninya. Pengalaman itu pula yang mampu menjadikan manusia professional dan berkarakter. Variabel masa kerja petani berdasarkan hasil regresi berpengaruh nyata pada tingkat kepercayaan 89 persen atau = 0,11 atau 11 persen dengan nilai parameter dugaan 0,302 dan Jimanggis. Vol. No. Juni 2025 Efektivitas Kinerja Penyuluh Pertanian Di Kabupaten Ogan Komering Ilir Rini Dwi Ningsih. Yudhi Zuriah Wirya Purba. Wardi Saleh odd ratio sebesar 1,351. Ini berarti apabila masa kerja penyuluh bertambah bertambah satu tahun, maka peluang kinerja penyuluh akan naik 1,351 kali Jumlah Petani Binaan Penyuluh yang ahli mampu memilih metode dan media secara tepat sesuai dengan sasaran perubahan perilaku dan peningkatan kapasitas yang diinginkan. Karena responden adalah penyuluh pertanian, maka salah satu indikator yang berhubungan dengan kinerjanya adalah jumlah petani binaan seperti yang disajikan dalam Tabel berikut ini. Tabel 8. Jumlah Responden Berdasarkan Jumlah Petani Binaan di Kabupaten Ogan Komering Ilir Jumlah Petani Binaan (Oran. Jumlah Responden (Oran. Persentase (%) < 100 100 Ae 200 > 200 Total 15,152 36,364 48,485 Tabel 8 menunjukkan bahwa responden umumnya mempunyai jumlah petani binaan lebih dari 200 orang . ,485%) yang berarti bahwa responden mempunyai tanggung jawab besar terhadap petani binaannya dalam hal pelaksanaan tugas pokoknya. Variabel jumlah petani binaan pada hasil regresi bernilai 0,006 dan setelah dilakukan uji wald signifikan pada = 0,34. Ini berarti apabila dalam penelitian ini digunakan tingkat kepercayaan paling rendah 80 persen atau =20 persen bahwa variabel jumlah petani binaan tidak berpengaruh nyata secara statistik. Jumlah petani binaan adalah faktor yang berpengaruh besar terhadap kinerja penyuluh pertanian, karena semakin banyak jumlah petani binaan semakin dituntut penyuluh pertanian yang berkinerja baik. Hal ini karena peranan petugas penyuluhan adalah untuk menyadarkan petani tentang inovasi dan memberikan dorongan untuk mencobanya, atau dengan kata lain berperan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam menjalankan kegiatan usahatani yang lebih baik dan lebih maju yang mengarah pada perbaikan taraf hidup Uji Validitas Untuk mendapatkan data primer peneliti melakukan penyebaran kuisoner yang telah terpilih, sebelum kuisioner disebarkan kepada 33 responden, penulis terlebih dahulu memberikan pertanyaan mengenai variable utama yaitu umur, jumlah pelatihan, masa kerja dan jumlah petani binaan untuk menguji valid dan reliabelnya seluruh pertanyaan tersebut. Tabel 9. Rangkuman Hasil Uji Validitas Variabel Umur. Jumlah Pelatihan. Masa Kerja, dan Jumlah Petani Binaan Varaibel R Hitung R Tabel Keterangan 0,879 0,276 0,196 0,196 0,196 0,196 Valid Valid Valid Valid Dari hasil pengolahan data diatas, semua butir pertanyaan mempunyai nilai r hitung Jimanggis. Vol. No. Juni 2025 Efektivitas Kinerja Penyuluh Pertanian Di Kabupaten Ogan Komering Ilir Rini Dwi Ningsih. Yudhi Zuriah Wirya Purba. Wardi Saleh (Correlated item Total orrelatio. lebih besar dari pada nilai r tabel . , maka dapat disimpulkan semua butir pertanyaan pada total analisis Correlation adalah valid. Uji Reliabilitas Setelah dilakukan uji validitas, selanjutnya melakukan uji reliabilitas untuk menguji konsistensi alat ukur, apakah hasilnya konsisten jika pengukuran diulang. Instrumen kuesioner yang tidak reliabel maka tidak dapat konsisten untuk pengukuran sehingga hasil pengukuran tidak dapat dipercaya. Uji reliabilitas yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode Cronbach Alpha. Pada uji reliabilitas didapat cronbachAos alpha sebesar X1 sebesar 0,38 dengan jumlah Karena nilai cronbachAos alpha lebih besar daripada 0,196 maka dapat disimpulkan bahwa instrumen pada Kegunaan adalah reliabel. Tabel 10. Rangkuman Hasil Uji Reliabilitas terhadap Variabel Umur. Jumlah Pelatihan. Masa Kerja, dan Jumlah Petani Binaan Varaibel Cronbach's Alpha Keterangan 0,38 > 0,196 0,93 > 0,196 0,65 > 0,196 0,49 > 0,196 Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Pada uji reliabilitas didapat cronbachAos alpha sebesar X1 sebesar 0,38 dengan jumlah Karena nilai cronbachAos alpha lebih besar daripada 0,196 maka dapat disimpulkan bahwa instrumen pada Kegunaan adalah reliabel. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tingkat efektivitas kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Ogan Komering Ilir mencapai 90%, yang termasuk dalam kategori tinggi. Nilai rata-rata kinerja penyuluh pertanian juga menunjukkan hasil yang memuaskan, yaitu sebesar 23, yang tergolong dalam kategori tinggi. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitas kinerja penyuluh pertanian, yaitu umur, jumlah pelatihan yang diikuti, masa kerja, dan jumlah petani binaan. Dari keempat faktor tersebut, yang paling berpengaruh secara signifikan terhadap efektivitas kinerja adalah umur dan masa kerja penyuluh. Sejalan dengan temuan tersebut, saran yang dapat diberikan adalah bahwa kinerja penyuluh pertanian yang sudah sangat baik perlu dipertahankan dan bahkan ditingkatkan guna mendukung pengembangan kegiatan penyuluhan secara berkelanjutan. Untuk itu, penyuluh diharapkan terus berupaya mencari dan menggali informasi terbaru guna meningkatkan pengetahuan serta kompetensinya dalam bidang penyuluhan, sehingga dapat terus memberikan kontribusi optimal bagi kemajuan sektor pertanian. DAFTAR PUSTAKA