Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. Revitalisasi Cagar Budaya Makam Pahlawan Nasional Teuku Umar Johan Pahlawan sebagai Bentuk Keberlanjutan Ekologis Amri Wahid Hidayat1. Tri Quari Handayani2. Akmal Saputra3. Yeni Sri Lestari4. Saiful Asra5. Cut Irna Liyana6. Aulia Risky7. Samwil 8. Lilis Sariyanti9. Devi Intan Chadijah10 1, 2, 3, 4, 5, 8, 9, 10Jurusan Sosiologi. Universitas Teuku Umar Email: amriwahidayat@utu. Emai: triquarihandayani@utu. Email: akmalsaputra@utu. Email: yenisrilestari@utu. Email: saifulasra@utu. Email: samwil@utu. Email: lilissariyanti@utu. Email: intanchadijah@utu. 6Jurusan Bahasa dan Kebudayaan Inggris. Universitas Teuku Umar Email: cutirnaliyana@utu. 7Jurusan Ilmu Komunikasi. Universitas Teuku Umar Email: aulia. risky@utu. Submitted: 17-10-2025 Revised: 28-05-2026 Accepted: 23-06-2026 Abstract The Community Service Activity (PkM) is an integral part of the implementation of the Tri Dharma of Higher Education, which aims to apply academic knowledge for the welfare of society. This PkM was conducted on May 21, 2025, at the Cultural Heritage Site of the National Hero Teuku UmarAos Tomb in West Aceh, as part of the 10th National Sociology Conference attended by sociology lecturers from various universities across Indonesia. The program aimed to preserve the historical site while strengthening the social and ecological values of the surrounding community through environmental revitalization and tree planting activities. The approach used was a problem-solving method with stages of preparation, implementation, and evaluation. The results showed improvements in environmental cleanliness and aesthetics, as well as active community participation in preserving the site. Beyond ecological benefits, the activity fostered social cohesion and collective awareness of cultural heritage preservation. Academically, this PkM serves as tangible evidence of the Tri Dharma implementation and demonstrates sociologyAos practical contribution in addressing social challenges and supporting sustainable local development. Keywords: Cultural Heritage. Environmental Revitalization. Social Cohesion. Sustainable Development Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) merupakan bagian integral dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan mengaplikasikan ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan masyarakat. PkM ini dilaksanakan pada 21 Mei 2025 di Situs Cagar Budaya Makam Pahlawan Nasional Teuku Umar. Aceh Barat, sebagai rangkaian Konferensi Nasional Sosiologi ke-10 yang diikuti oleh dosen sosiologi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan melestarikan situs sejarah sekaligus memperkuat nilai sosial dan ekologis masyarakat sekitar melalui kegiatan revitalisasi lingkungan dan penanaman pohon. Pendekatan yang digunakan adalah problem solving dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kebersihan, keasrian, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian situs. Selain memberi manfaat ekologis, kegiatan ini juga memperkuat kohesi sosial dan menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya pelestarian Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. warisan budaya. Secara akademik. PkM ini menjadi bukti nyata penerapan Tri Dharma dan kontribusi sosiologi dalam menjawab tantangan sosial serta mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal. Kata Kunci: Cagar Budaya. Revitalisasi Lingkungan. Kohesi Sosial. Pembangunan Berkelanjutan PENDAHULUAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) adalah salah satu pilar penting dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang merupakan sebuah kewajiban dari penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (Erna Fatmawati et al. Kewajiban pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi ini juga tertuang dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional, pada pasal 20. Pengabdian kepada masyarakat adalah bentuk nyata dari kontribusi memberikan pencerahan dari ilmu pengetahuan dan teknologi kepada mencerdaskan masyarakat luas (Nara Setya Wiratama et al. , 2. Kegiatan masyarakat dilakukan juga sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat atau memberikan ruang partisipasi masyarakat untuk terlibat dalam proses penelitian yang bertujuan untuk mengetahui masalah dan mencari pemecahan masalah yang dihadapi oleh masyarakat itu Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada 21 Mei 2025 yang merupakan rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat Nasional dalam rangka Konferensi Nasional Sosiologi ke-10. Dalam konteks ini, kegiatan PkM melibatkan para dosen Sosiologi dari berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Program Studi Sosiologi Indonesia (APSSI). Dengan latar belakang dosen sosiologi dan sebagai seorang akademisi di bidang ilmu sosial peran peserta pengabdian tidak hanya sebagai peneliti tentang kehidupan masyarakat saja, akan tetapi juga sebagai praktisi atau ilmuan terapan . pplied scientis. yang harus berpartisipasi aktif dalam setiap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan di dalam masyarakat, terutama pada kegiatan PkM (Erna Fatmawati et al. , 2. Pemilihan lokasi pengabdian kepada masyarakat ini yaitu Situs Cagar Budaya Makan Pahlawan Nasional Teuku Umar. Makam Pahlawan Nasional Teuku Umar sendiri terletak di Kecamatan Panton Reu, kabupaten Aceh Barat. Makam Teuku Umar sendiri berada di dalam hutan yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kota Meulaboh. Aceh Barat. Sebelum Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik pengabdian ini, situs cagar budaya makam Pahlawan Nasional Teuku Umar revitalisasi dan renovasi oleh Korem 012/Teuku Umar, dengan dasar instruksi langsung Panglima Kodam Iskandar Muda. Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal M. Tr. (Ha. Kegiatan ini berlangsung pada bulan Februari 2025 dengan fokus renovasi fasilitasfasilitas Mushalla, rumah singgah sebagai gapura, dan railling tangga gar memudahkan akses pengunjung menuju lokasi makam Teuku Umar (Safrina, 2. Adapun pemilihan lokasi Situs Cagar Budaya makam Pahlawan Nasional Teuku Umar sebagai tempat pelaksanaan PkM ini adalah dengan pertimbangan bahwa lokasi merupakan tempat yang memiliki nilai historis dan heroik yang tinggi. Selain itu juga sebagai representasi dari warisan budaya yang harus terus dilestarikan agar terjaga dan dapat menjadi lokasi wisata yang dapat bermanfaat bagi masyarakat Keberadaan situs cagar budaya makam pahlawan nasional Teuku Umar ini juga bermanfaat untuk masyarakat dan pengunjung dalam memahami sejarah dan identitas masyarakat Aceh, sehingga menjadikannya ideal menjadi salah satu tempat penerapan ilmu sosiologi secara praktis. Sehingga dengan pelaksanaan PkM di lokasi Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. cagar budaya ini dapat dirancang untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul di dalam masyarakat dan lingkungan sekitar lokasi, dan juga menjadi sarana mengukuhkan peran perguruan tinggi dalam penerapan ilmu dan sebagai pusat perkembangan ilmu yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat (Agustinova, 2. Tujuan utama dari kegiatan PkM ini adalah untuk mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan cara yang relevan dan berdampak nya kepada masyarakat sekitar lokasi PkM. Adapun tujuan lainnya secara lebih spesifik adalah sebagai Melakukan konservasi dan pemeliharaan fisik Kompleks Pahlawan Nasional Teuku Umar melalui kegiatan bakti sosial. Melaksanakan pohon sebagai tujuan ekologis, penghijauan area sekitar makam dan lingkungan Cagar Budaya. Meningkatkan kolektif, baik di kalangan dosen masyarakat lokal sekitar situs pentingnya pelestarian situs sejarah sebagai sara edukasi dan warisan budaya. Adapun kegiatan pengabdian dan pelestarian ini adalah agar cagar budaya makam Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik pahlawan Nasional Teuku Umar ini dapat melampaui makna cagar budaya secara fisik peninggalan sejarah saja, melainkan ia dapat menjadi sebuah sarana praktik sosial identitas kolektif suatu bangsa (Budi Ernanto, 2. Karena cagar budaya juga berfungsi sebagai sarana informasi yang menjembatani setiap generasi dan menjamin transisi serta terjaganya nilai-nilai historis budaya dari masa lalu kepada generasi yang akan datang. Melalui PkM ini, integrasi antara pelestarian situs bersejarah dan konservasi alam di sekitar Makam Teuku Umar sejalan dengan konsep eco-ciltural herigage yang mana pelestarian cagar budaya ekosistem alaminya (Soeroso & Susilo, 2. Dengan demikian, disebarkan dari cagar budaya dapat kebangsaan dan memperkuat kohesi sosial di dalam masyarakat. Selain itu, revitalisasi yang dilakukan juga memvitalkan cagar budaya makam Teuku Umar yang sebelumnya sudah mulai tidak terurus dan mengalami kemunduran (Dhimas Prabowo & Setiawan, 2. Selain itu, kegiatan PkM ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat yang mencakup beberapa aspek diantaranya: Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. Manfaat lingkungan: dengan revitalisasi yang dilakukan di Makan Teuku Umar diharapkan dapat terwujudnya lingkungan yang lebih hijau dan asri, sejuk serta terawat. Yang mana hal ini . uistainable development goal. yang berfokus pada ekosistem lingkungan darat (Nur Vita Purwaningsih, 2. Manfaat sosial: kegiatan PkM ini diharapkan juga dapat menjadi menumbuhkan kohesi sosial serta mempererat hubungan kekeluargaan antara para dosen sosiologi sebagai pelaksana kegiatan dengan masyarakat sekitar lokasi cagar budaya sebagai mitra pelaksana (Juni Akhyar et al. , 2. Manfaat akademik: melalui kegiatan PkM ini dan hasil luaran berupa laporan ilmiah luaran nyata dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi serta menjadi tambahan nilai angka kredit bagi dosen yang telah melaksanakan pengabdian ini (Nara Setya Wiratama et al. METODE PELAKSANAAN Pelaksanaan Pengabdian yang sejalan dengan kegiatan Asosiasi Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Sosiologi Seluruh Indonesia dalam rangka Konferensi Nasional APSSI ke X . ini sebanyak 70 orang termasuk para Sosiologi Universitas Teuku Umar. Selain itu kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dan mahasiswi jurusan sosiologi Universitas Teuku Umar dan masyarakat sekitar. Kegiatan Revitalisasi Cagar Budaya Makam Pahlawan Nasional Teuku Umar ini terlaksana pada Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan PkM ini adalah menggunakan pendekatan problem berorientasi pada hasil nyata yang memiliki dampak jangka panjang (Agustinova, 2. Adapun tahapan kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut: Tahap persiapan. Tahap ini dilakukan sejak 1 bulan sebelum PkM, dimana para dosen bersama panitia melakukan survei lokasi cagar budaya serta melakukan pemetaan kebutuhan apa saja alat Dan selanjutnya pada tahap persiapan dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Aceh Barat untuk menyediakan bibit berbagai jenis pohon yang nantinya akan ditanam di sekitar sebanyak 90 batang yang terdiri Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. dari 30 bibit pohon durian, 30 bibit pohon mahoni, dan 30 bibit pohon alpukat. Pelaksanaan PkM. Pada tahap pelaksanaan dimulai dengan pembukaan oleh ketua panitia Dr. Afrizal Tjoetra. M,Si. penyampaian kata sambutan dari beberapa perwakilan APSSI, kemudian pemberian alat-alat kepada pengurus cagar budaya, dan selanjutnya dilaksanakan gotong royong serta penanaman Pahlawan Nasional Teuku Umar. Penutup. Adapun bersama seluruh peserta bersama pengurus makam dan masyarakat sekitar lokasi. Evaluasi. Tahap ini dilakukan pada hari berikutnya pada saat kegiatan PkM telah selesai Adapun tujuannya adalah untuk menilai pencapaian dilakukan pada masa yang akan datang (Juni Akhyar et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan PkM Nasional yang dilaksanakan di Cagar Budaya Makan pahlawan Nasional Teuku Umar dengan melakukan revitalisasi situs cagar budaya dan lingkungan Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dampak yang nyata pada kondisi fisik lingkungan sekitar kompleks makam Teuku Umar. Melalui kegiatan ini, area makam jadi lebih bersih, tertata, dan terawat. Selain itu, kegiatan penanaman pohon yang merupakan tanaman keras adalah bentuk dari pelestarian lingkungan yang memiliki nilai berkelanjutan untuk alam dan terhadap penghijauan kembali hutan (Muhammad Isman Tumiwa, 2. Keberhasilan kegiatan ini tidak hanya menambah nilai estetika situs cagar budaya makam Teuku Umar, tetapi juga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, karena situs sejarah yang terawat dan tertata dengan baik dapat menarik minat pengunjung untuk berkunjung, yang manfaat ekonomi yang nyata kepada Upaya ini sejalan dengan bentuk barang dan jasa yang bermanfaat bagi lingkungan dan komunitas lokal sekitar wisata (Nuringsih & Nuryassman, 2. Jika dilihat dari sudut pandang sosiologis, kegiatan PkM ini juga kohesi sosial dan mempererat ikatan antara para dosen, mahasiswa, dan masyarakat lokal sekitar lokasi Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. pengabdian (Agustinova, 2. Melalui aksi gotong royong bersama membersihkan dan melakukan makam yang dilakukan bersamasama menjadi satu sarana efektif kolektif terhadap cagar budaya, sehingga menumbuhkan rasa untuk saling menjaga situs sejarah (Juni Akhyar et al. , 2. Melalui kegiatan-kegiatan seperti ini yang menjadi jembatan hubungan antara kelompok dalam masyarakat untuk saling pengertian dalam menjaga kelestarian cagar budaya. Karena, sebagai lokasi peninggalan sejarah, keberadaan situs makam Teuku Umar sebagai cagar budaya dapat perjuangan pahlawan, tata cara kehidupan sosial, dan peradaban masyarakat masa lalu yang dapat diteladani dimasa sekarang dan akan datang (Jauhar et al. , 2. Adapun tahapan kegiatan dalam pelaksanaan PkM ini adalah sebagai Persiapan Pada konsolidasi para panitia pelaksana dan pengurus APSSI, terutama pada bidang pengabdian masyarakat. Setidaknya terdapat 4 kali rapat melalui zoom meeting, karena mengingat kegiatan ini diikuti oleh Adapun Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik konsolidasi yang dilakukan adalah penentuan tema pengabdian hingga pemilihan lokasi pengabdian, kedua finalisasi proposal kegiatan, ketiga Selanjutnya pada saat menjelang waktu kegiatan Pkm juga dilakukan Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. persiapan dan memastikan segala alat serta logistik telah siap untuk dibawa ke lokasi pengabdian, terutama sekali adalah berbagai perlengkapan untuk gotong royong dan revitalisasi serta pengambilan bibit pohon yang akan ditanam di lokasi pengabdian. Gambar 1. Muatan alat dan perlengkapan gotong royong serta bibit pohon yang akan ditanam pada kegiatan PkM Berdasarkan foto di atas, perlengkapan yang merupakan fase persiapan yang krusial sebelum kegiatan pengabdian dilaksanakan. Adapun beberapa perlengkapan utama diantaranya berbagai alat kebersihan . apu, sapu lidi, serokan, dan tong sampa. yang siap digunakan untuk revitalisasi fisik cagar budaya Makam Pahlawan Nasional Teuku Umar Johan Pahlawan. Disisi lain juga terdapat bibit pohon yang akan ditanam dan menjadi salah satu kegiatan paling penting dari pengabdian ini. Gambar tersebut menjadi bukti konkret dari perencanaan matang keberlanjutan ekologis di sekitar kawasan Cagar Budaya. Pelaksanaan PkM Pada hari pelaksanaan PkM, kegiatan yang dilakukan pertama kali adalah pembukaan acara oleh ketua panitia pengabdian Nasional dan kata sambutan oleh beberapa perwakilan APSSI dan dilanjutkan dengan penyerahan alat serta perlengkapan yang dibutuhkan dalam kegiatan kebersihan cagar budaya kepada pengurus makam Teuku Umar. Serta dilanjutkan Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik penanaman pohon yang dilakukan bersama-sama seluruh peserta PkM, mahasiswa dan masyarakat sekitar. Dengan pendekatan gotong royong dalam kegiatan PkM ini hubungan antar kelompok, dengan aktivitas kolaboratif semacam ini mampu mengonversi hubungan kasual menjadi sebuah modal sosial yang kuat, dimana kepercayaan dan mempermudah masyarakat lokal dalam mengelola cagar budaya secara mandiri di masa yang akan datang (Field, 2. Kegiatan revitalisasi fisik yang Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. penghijauan pada PkM ini membuka peluang besar bagi pengembangan Adapun jenis pohon yang ditanam terdiri dari pohon durian, pohon mahoni, dan pohon Alpukat masingmasing sebanyak 30 batang dengan total 90 batang yang diharapkan akan tumbuh subur dan akan menjadi tanaman yang dapat mencegah kerusakan alam seperti banjir dan longsor di kawasan Bibit pohon yang ditanam pada kegiatan pengabdian ini adalah sumbangan dari Pemerintah Aceh Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan. Gambar 2. Pembukaan acara pengabdian di Makam Pahlawan Nasional Teuku Umar Gambar di atas memperlihatkan suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan antara para peserta pengabdian yang berasal dari seluruh perwakilan dosen yang ada di Program Studi Sosiologi seluruh Indonesia yang tergabung dalam APSSI. Selain itu, juga terdapat kolaborasi peserta dengan adanya masyarakat sekitar lokasi Cagar Budaya dan mahasiswa Universitas Teuku Umar. Foto pembukaan ini menggambarkan titik awal penyatuan visi akademik Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan praktis yang diwujudkan dalam masyarakat untuk menjaga serta berwujud sejarah kepahlawanan. Ketika sebuah situs cagar budaya tertata dengan rapi, akan berdampak Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. pada daya tarik wisata yang pada menggerakkan roda ekonomi kreatif lokal tanpa merusak nilai dan identitas historis tempat tersebut (Gunawan, 2. Gambar 3. Peserta penanaman pohon di lingkungan Makam Pahlawan Nasional Teuku Umar Gambar 4. Peserta PkM menanam bibit pohon di sekitar lingkungan makam Teuku Umar Pada gambar 3, menangkap momen simbolis penyerahan dan penanaman bibit pohon oleh perwakilan peserta APSSI yang diharapkan dengan aktivitas ini bukan hanya sekadar seremonial, melainkan jembatan komunikasi kepemilikan bersama . ollective ownershi. terhadap situs sejarah Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang ada. Dan pada gambar 4, terlihat aksi nyata pada peserta pengabdian kepada masyarakat menanam bibit pohon di lingkungan sekitar situs cagar budaya makam Dengan ditanamnya bibit pohon dalam kegiatan ini, secara sosiologis dan ekologis diharapkan dapat mencegah ancaman bencana alam seperti tanah longsor dan banjir, sekaligus mengembalikan keasrian vegetasi hutan di kawasan cagar budaya Makan Pahlawan Teuku Umar Johan Pahlawan. Penutup Kegiatan Pada sesi terakhir dari PkM ini adalah acara makan bersama seluruh peserta bersama masyarakat dan pengurus makam Teuku Umar yang juga ikut terlibat dalam kegiatan Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. gotong royong dan penanaman Dalam kegiatan ini, kuah beulangong menjadi menu utama yang mana merupakan masakan khas Aceh, sehingga dalam hal ini makanan tradisional kepada seluruh peserta PkM yang berasal dari seluruh Indonesia. Dengan adanya kegiatan PkM ini dan kegiatan masyarakat lokal diharapkan dapat menjadi pemantik agar masyarakat yang merupakan penduduk lokal dan bertempat tinggal di sekitar lokasi cagar budaya makam Teuku Umar keberlanjutan ekologi sekitar makam agar terjaganya lingkungan dan sejarah kepahlawanan Teuku Umar di Meulaboh. Aceh Barat. Gambar 5. Kegiatan PkM ditutup dengan makan bersama seluruh peserta Berdasarkan gambar di atas, kegiatan PkM ini ditutup dengan kehangatan dan keakraban memalui acara makan bersama. Para peserta dari perwakilan APSSI membaur bersama masyarakat sekitar cagar budaya dan para tamu undangan yang berasal dari pemerintah Kabupaten Aceh Barat. Dengan Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik mempresentasikan esensi utama dari sosiologi terapan, dimana tidak ada lagi sekat-sekat formalitas akademik demi membangun kohesi mempromosikan kearifan lokal pada khalayak Nasional dengan sajian makanan khas Aceh. Keterlibatan sosiologi Nasional dalam kegiatan PkM ini menunjukkan pergeseran peran akademisi yang tidak hanya lagi sebatas pengamat sosial, akan tetapi juga menjadi agen perubahan aktif yang dikenal sebagai public Dengan sosiologi terapan, ilmu pengetahuan tidak lagi berada di dalam menara gading, melainkan melangkah ke ruang publik (Michael Burawoy. Para Sosiologi melangkah ke ruang publik secara langsung untuk terlibat dalam menyelesaikan masalah lingkungan dan kultural bersama-sama dengan masyarakat lokal. PENUTUP Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan pada 21 Mei 2025 di Situs Cagar Budaya Makam Pahlawan Nasional Teuku Umar. Kecamatan Panton Reu. Kabupaten Aceh Barat, implementasi yang sukses dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bentuk kontribusi Kegiatan ini melibatkan Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. mahasiswa dari Universitas Teuku Umar, dan masyarakat lokal, sebagai bagian dari Konferensi Nasional Sosiologi Asosiasi Program Studi Sosiologi Indonesia (APSSI). Melalui problem-solving yang terstruktur, kegiatan mencakup tahap persiapan, pelaksanaan . erupa revitalisasi penanaman 90 batang pohon seperti durian, mahoni, dan alpuka. , penutupan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan dampak positif yang nyata, yaitu peningkatan kebersihan, keindahan, sekitar makam, yang selaras dengan tujuan konservasi budaya dan Secara sosial, kegiatan ini memperkuat kohesi sosial antar peserta dan masyarakat lokal melalui interaksi seperti gotong royong dan makan bersama, serta mempromosikan nilai-nilai historis Dari lingkungan, penanaman pohon mendukung Sustainable Development Goals (SDG. dengan mencegah kerusakan alam seperti banjir dan Secara akademik, kegiatan ini menghasilkan luaran seperti laporan ilmiah yang berkontribusi pada angka kredit dosen dan memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi sosial. Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya melestarikan warisan budaya Teuku Umar Aceh. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik membangun semangat kebersamaan dan kebangsaan. Berdasarkan hasil kegiatan, mempertahankan dan memperluas dampak PkM, dengan fokus pada kelanjutan, kualitas, dan kolaborasi: Pemantauan dan Pemeliharaan Jangka Panjang: Lakukan pemantauan rutin . isalnya, setiap 6 bula. terhadap pohon yang ditanam, serta libatkan pelatihan untuk menjaga situs, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Barat. Pengembangan Program Edukasi Pariwisata: Tingkatkan kesadaran melalui sekolah, serta promosikan situs sebagai wisata edukatif dengan elemen green entrepreneurship untuk manfaat ekonomi lokal, seperti penjualan produk. Peningkatan Kolaborasi dan Dokumentasi: Perluas kerjasama dengan Korem, pemerintah, dan NGO untuk integrasi dengan SDGs. tingkatkan dokumentasi via laporan, video, dan evaluasi dampak sosial-lingkungan. Inovasi Kegiatan Mendatang: Integrasikan teknologi digital . isalnya, konferensi selanjutnya, pilih lokasi baru dengan isu serupa, dan pastikan partisipasi inklusif Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. bagi kelompok marginal seperti perempuan dan pemuda. DAFTAR PUSTAKA