Jurnal Bisnis Tani Vol 10. No 1. April 2024 Universitas Teuku Umar ISSN 2477-3468 1- 6 ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KONSUMSI BUAH DI KOTA MEDAN Deasy Arryannur Siregar1. Komala Sari Nasution1 . Dosen Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Graha Nusantara. Indonesia Email: deasyarryannur97@gmail. Abstract Consuming fruit is the most important thing to fulfill your needs menu in balanced nutrition. Fruit is a source of food that has lots of vitamins and minerals. Fruit also functions to maintain physiology in the body. Lack of fruit consumption will have detrimental impacts on health, such as the body experiencing nutritional deficiencies. The aim of this research is to analyze what factors influence fruit consumption in Medan Selayang sub-district. Medan City. The research area was determined purposively and the sampling technique used accidental sampling of 100 people obtained through In this research, the analytical method used is multiple linear regression analysis. The results of research from several stages carried out show that the independent variables . amily income, age, education and JAK) have a real influence simultaneously . on the dependent variable . ruit consumptio. in the city of Medan. The independent variables . JAK and educatio. have a partial real influence on the dependent variable . ruit consumptio. in the city of Medan, while the dependent variable . does not have a partial real influence on the dependent variable . ruit consumptio. in the city of Medan. Keywords: Body immunity. Fruit consumption, household Abstrak Konsumsi buah merupakan hal yang paling penting untuk bisa memenuhi menu dalam gizi seimbang. Buah merupakan salah satu sumber bahan makanan yang memiliki banyak vitamin dan mineral. Buah juga berfungsi untuk dapat mempertahankan fisiologis dalam Kurangnya dalam mengkonsumsi buah akan memberikan dampak yang dapat merugikan bagi kesehatan seperti tubuh mengalami kekurangan zat gizi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi konsumsi buah di kecamatan Medan Selayang. Kota Medan. Daerah penelitian ditentukan secara purposive dan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling sebanyak 100 orang yang diperoleh melalui wawancara. Dalam penelitian ini metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian dari beberapa tahapan yang dilakukan menunjukkan bahwa variabel independent . enghasilan keluarga, umur, pendidikan dan JAK) memberikan pengaruh nyata secara bersamasama . terhadap variabel dependen . onsumsi bua. di Kota Medan. Variabel independen . JAK dan pendidika. memberikan pengaruh nyata secara parsial terhadap variabel dependen . onsumsi bua. di Kota Medan sedangkan variabel dependen . tidak memberikan pengaruh nyata secara parsial terhadap variabel dependen . onsumsi bua. di Kota Medan. Kata Kunci: Imunitas tubuh. Konsumsi buah, rumah tangga PENDAHULUAN sangat baik dan memiliki banyak keanekaragaman. Indonesia merupakan negara besar yang Komoditas buah-buahan sangat menjanjikan yang mempunyai sumber daya alam dan sumber daya hal ini merupakan bentuk sebuah peluang bagi negara Indonesia sebagai negara penghasil buah membangun sebuah industri buah di Nusantara. Berbagai komoditas pertanian di Indonesia. Buah memiliki sebuah keunggulan cita rasa yang buah adalah salah satu jenis tanaman holtikultura Jurnal Bisnis Tani Vol 10. No 1. April 2024 Universitas Teuku Umar ISSN 977 2477346 01 1- 6 yang ada di Indonesia dan buah menjadi salah manfaat kepada tubuh, buah juga sangat satu makanan favorit di kalangan mansyarakat memberikan manfaat bagi pembangunan yang memiliki kandungan vitamin dan gizi serta ekonomi Indonesia (Dalimartha & Felix Adrian, mineral yang pada umumnya sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari (Silalahi et al. , 2. Dalam kurun waktu satu tahun, negara Buah-buahan merupakan hasil produk Indonesia adalah negara sub-tropis yang sektor pertanian yang menjadi salah satu jenis memiliki 2 musim yaitu musim kemarau atau tanaman hortikultura. Buah-buahan juga kering dan musim penghujan. Musim hujan banyak dikonsumsi masyarakat khususnya akan menimbulkan iklim yang basah atau lembab sedangkan pada musim kemarau akan menyediakan bnyak kebutuhan serat dan menimbulkan iklim kering. Jenis buah-buahan vitamin yang kandungan jumlah nya sangat tropis yang dipasarkan pada saat ini adalah memadai bagi tubuh manusia. Buah sangat pisang, nanas, mangga, alpukat, rambutan, memegang peranan penting dalam hal markisa, sirsak, jambu biji, belimbing, dan menunjang kesehatan seta kebugaran bagi manggis (Sunarjono, 2. Indonesia, tubuh dan dapat menjadi sumber karbohidrat. Perilaku konsumen banyak dipengaruhi vitamin dll, dalam satu porsi buah-buahan maka setara dengan 150 gram menu gizi masyarakat tempat dimana seseorang tersebut seimbang sehingga gizi serta nutrisi bisa di berkembang dan dilahirkan. Ini dapatkan dengan konsumsi buah yang cukup konsumen berasal dari lapisan masyarakat atau sebagai bentuk salah satu Upaya pencegahan berbagai jenis penyakit (Septiadi et al. , 2. mempunyai penilaian, kebutuhan, pendapat. Buah merupakan jenis makanan yang berbeda-beda sikap, dan selera yang berbeda-beda, sehingga bersifat alami yang pada umumnya sangat baik untuk dikonsumsi bila dibandingkan dengan pembelian akan dipengaruhi oleh beberapa beberapa suplemen obat-obatan yang dijual di faktor, yaitu faktor kualitas, harga, merek, lokasi Khasiat buah-buahan jauh lebih aman dan memberikan tanpa efek samping yang kualitas fisik, kemasan produk dan promosi berbahaya pada tubuh. Buah juga umumnya mempengaruhi perilaku konsumen dalam lebih murah daripada suplemen obat yang pembelian (Suryani, 2. mempunyai khasiat yang sama. Namun masih Pemahaman . , banyak orang yang belum mengetahui akan konsumen itu bukanlah menjadi hal yang manfaat yang diberikan oleh buah apabila mudah untuk bisa dilakukan, dikarenakan ada beberapa faktor yang sangat memberikan Selain Jurnal Bisnis Tani Vol 10. No 1. April 2024 Universitas Teuku Umar ISSN 2477-3468 1- 6 pengaruh dan saling berinteraksi antara satu adalah analisis faktor yang mempengaruhi tingkat dengan yang lainnya, maka dalam hal pendekatan konsumsi masyarakat terhadap buah di kecamatan seorang pemasaran itu harus direncanakan dengan Medan Selayang. sebaik-baiknya dan selalu memperhatikan faktorfaktor tersebut. Disamping itu, seorang pemasar METODE PENELITIAN Penentuan daerah penelitian ini dilakukan juga harus mempelajari dan memahami konsumen agar mengetahui bagaimana konsumen dalam hal berperilaku, berpikir serta bertindak. Walaupun konsumen memiliki berbagai macam perbedaan namun mereka juga memiliki banyak kesamaan secara purposive . dengan pertimbangan bahwa Kota Medan adalah sentra konsumsi buah di Sumatera Utara. Penentuan sampel ditentukan dengan menggunakan metode accidental sampling (Mangkunegara, 2. Pada tahun 2021, rata-rata pengeluaran perkapita menurut kelompok komoditas buahbuahan Kota Medan sebesar Rp. 503 atau sebanyak 52,45 kkal, dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran perkapita kelompok komoditas buahbuahan Kota Medan pada tahun 2022 sebesar Rp. 453 atau sebanyak 44,55 kkal. ini merupakan adanya perubahan konsumsi masyarakat terhadap konsumsi buah (Statistik, 2. Berikut rata-rata mengambil responden yang kebetulan ada atau tersedia di suatu tempat sesuai dengan konteks penelitian (Supriana, 2. Perhitungan sampel dengan pendekatan rumus slovin. Rumus slovin biasanya digunakan dalam penelitian yang jumlah sampelnya besar sehingga diperlukan formula untuk mendapatkan sampel yang dapat mewakili dari keseluruhan (Sugiyono. Berdasarkan perhitungan rumus slovin, didapatkan jumlah konsumsi kalori perhari. Tabel 1. Rata-Rata Konsumsi Kalori per Kapita Sehari Jenis Buah-Buahan Tahun 2021-2022. Daerah sampel adalah 99,91 responden yang akan dibulatkan oleh peneliti menjadi 100 responden. Perkotaan Identifikasi masalah, dianalisis menggunakan Pedesaan Perkotaan pedesaan Analisis Linear Berganda (Multiple Regression Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Medan, 2022 Analysi. Multiple regression analysis merupakan Berdasarkan Tabel 1, memberikan informasi sebuah model analisis yang memiliki beberapa bahwa konsumsi buah-buahan masyarakat Kota variabel independent . ebih dari satu variabel Medan terjadi penurunan sebanyak 7,90 kkal. Buah- Analisis regresi linier berganda dilakukan buahan merupakan salah satu makanan yang untuk mengetahui arah dan seberapa besar dibutuhkan manusia. Buah sangat dianjurkan untuk pengaruh variabel independen (X) terhadap dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan kalori variabel dependen (Y) (Ghozali, 2. manusia perhari. Berdasarkan pada uraian latar belakang maka tujuan yang mendasari penelitian ini Jurnal Bisnis Tani Vol 10. No 1. April 2024 Universitas Teuku Umar HASIL PEMBAHASAN Tabel 2. Analisis variabel penelitian Karakteri Interval Umur JAK Pendidikan >12 <3. Penghasi >9. Sumber: Data primer diolah ISSN 977 2477346 01 1- 6 Juml berkorelasi dengan kekuatan fisik karyawan, sehingga tenaga kerja yang lebih muda cenderung memiliki kekuatan fisik yang lebih Pendidikan Berdasarkan Tabel 2, pendidikan terakhir jenjang SD berjumlah 3 responden atau 3%, pendidikan terakhir SMP-SMA berjumlah sebanyak 50 responden atau 50% dan pendidikan terakhir S1/S2 berjumlah 47 responden atau 47%. Kesimpulan pada Penghasilan Keluarga Dari Tabel 2, menunjukkan bahwa pendidikan terakhir yang mendominasi adalah SMP/SMA sebesar 50%. Jumlah Anggota Keluarga responden dengan penghasilan diantara Rp. Berdasarkan Tabel 2, jumlah anggota 000 berjumlah sebanyak 43 keluarga yang mendominasi pada penelitian atau sebesar 43% mendominasi, penghasilan ini berkisar 4-5 berjumlah 72 atau sebesar 72%, ini sudah diatas UMP Sumatera Utara. sedangkan jumlah anggota keluarga antara 1-3 Berdasarkan data BPS Upah Minimum Provinsi orang berjumlah sebanyak 4 atau sebesar 4% (UMP) Provinsi Sumatera Utara tahun 2023 dan umlah anggota keluarga antara 6-7 sebesar Rp. Sedangkan untuk berjumlah sebanyak 24 atau sebesar 24%. penghasilan diatas Rp. 000 hanya 6%. Tabel 3. Hasil analisis regresi linear berganda Umur Pada Tabel 2, dapat dilihat bahwa umur yang mendominasi pada penelitian ini adalah umur yang berkisar antara 31-40 tahun berjumlah 49 responden atau sebesar 49%. Sedangkan umur antara 20-30 tahun sebanyak 23 responden atau sebesar 23%, umur antara Variabel (Constan. Penghasi Pendidikan JAK Umur FHit Koef Regresi -1,993 3,992 ,555 ,995 ,058 ,635 41,132 Std Error 1,186 ,000 Sig -1,678 2,908 ,097 ,005 ,226 ,282 ,034 2,433 3,530 1,756 ,017 ,001 ,082 0,000 Sumber: Data primer diolah Hasil Analisis Uji Determinasi (RA) 41-50 berjumlah 23 responden atau 23% dan Dari Tabel 3 dapat disimpulkan bahwa umur berkisar antara 51-60 berjumlah nilai R2 sebesar 0,635 yang menunjukkan sebanyak 5 responden atau sebesar 5%. Umur adanya hubungan ataupun korelasi variabel produktif (Abdullah 2. berdampak pada independent . JAK, pendidikan Jurnal Bisnis Tani Vol 10. No 1. April 2024 Universitas Teuku Umar ISSN 2477-3468 1- 6 dan umu. dengan variabel dependen . onsumsi lebih kecil dari nilai 0,05 . atau sig<0,05. mempunyai sumbangan pengaruh hubungan Artinya dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan yang cukup kuat yaitu sebesar 63,5% sedangkan berpengaruh nyata . terhadap tingkat sisanya sebanyak 36,5% dipengaruhi oleh variabel konsumsi buah di Kota Medan. Hal ini sejalan dengan lainnya yang tidak dimasukkan kedalam penelitian. penelitian (Intani et al. , 2. , bahwa variabel Hasil Analisis Uji F pendidikan memiliki pengaruh yang signifikan Dari tabel 3 dapat dilihat hasil F-Hitung sebesar 41,132 yang artinya lebih besar daripada F-tabel sebesar 2,47 dan signifikansi 0. 000 (O0,. Artinya variabel bebas . endidikan, pendapatan. JAK dan umu. secara bersama-sama . memberikan pengaruh terhadap variabel dependen . onsumsi bua. atau H0 ditolak dan H1 diterima. Nilai konstanta . Berdasarkan Tabel 3, nilai konstanta . bernilai sebesar -1,993, artinya menyatakan bahwa apabila variabel dependen . enghasilan, pendidikan, umur dan JAK) diasumsikan sebagai nol . ataupun tetap, maka tingkat konsumsi buah bernilai -1,993 kg. Penghasilan Keluarga Terhadap Konsumsi Buah di Kota Medan Dari Tabel 3 dapat diketahui bahwa nilai terhadap konsumsi masyarakat. JAK Terhadap Tingkat Konsumsi Buah di Kota Medan Dilihat dari Tabel 3, nilai signifikansi pada variabel JAK . umlah anggota keluarg. sebesar 0,001 yang artinya lebih kecil dari nilai 0,05 . atau sig<0,05. Sehingga dapat ditarik kesimpulan H0 ditolak dan H1 diterima, artinya variabel jumlah anggota keluarga memberikan pengaruh positif . terhadap tingkat konsumsi buah di kota Medan. Sehingga dapat dikatakan berpengaruh nyata secara parsial terhadap konsumsi buah di Kota Medan. Penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh (Mardani, 2. , menunjukkan jumlah anggota keluarga berpengaruh signifikan signifikansi pada penelitian ini sebesar 0,005 artinya terhadap konsumsi buah masyarakat. lebih kecil dari nilai 0,05 . , maka dapat Umur Terhadap Tingkat Konsumsi Buah di Kota Medan Pada tabel 3, dilihat dari analisis statistik nilai disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya variabel penghasilan keluarga signifikan dan berpengaruh positif terhadap tingkat konsumsi buah di Kota Medan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Fadhli et al. , 2. bahwa pendapatan berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan tinkat konsumsi masyarakat. Pendidikan Terhadap Tingkat Konsumsi Buah di Kota Medan Pada Tabel 3 menunjukkan variabel pendidikan memiliki nilai signifikansi sebesar 0,017 yang artinya signifikansi pada variabel umur sebesar 0,082 yang lebih besar dari nilai 0,05 . atau sig>0,05. Artinya H0 diterima dan H1 ditolak bahwa variabel umur tidak memberikan pengaruh nyata secara parsial terhadap tingkat konsumsi buah di Kota Medan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Alhudzaifah et al. , 2. , bahwa usia tidak berpengaruh nyata secara parsial terhadap tingkat konsumsi buah. Jurnal Bisnis Tani Vol 10. No 1. April 2024 Universitas Teuku Umar KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, bahwa variabel bebas . enghasilan, pendidikan dan JAK) memberikan pengaruh nyata secara parsial terhadap variabel terikat . onsumsi bua. di Kota Medan, sedangkan variabel bebas . tidak memberikan pengaruh nyata secara parsial terhadap variabel terikat . onsumsi bua. di Kota Medan. DAFTAR KEPUSTAKAAN Abdullah. Irwan. Konstruksi Dan Reproduksi Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Alhudzaifah. Anwar, & Maryati. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi BuahBuahan Pada Skala Rumah Tangga Di Kota Mataram Analysis. Agimansion, 22. , 35Ae148. Dalimartha. , & Felix Adrian. Khasiat Buah Dan Sayur. Penebar Swadaya. Fadhli. Himmah. , & Taqiyuddin. Analisis Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Penerima Bantuan Sosial Pada Masapandemi Covid-19. Jurnal Education And Developmentinstitut Pendidikan Tapanuli Selatan, 9. , 110Ae117. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program Ibm Spss 25. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Intani. Sukamdiani. , & Ngaisah. Analisis Pola Konsumsi Rumah Tangga Di Tengah Pandemi Covid-19 Studi Kasus Di Desa Giriroto Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali. Edunomika, 06. , 1Ae5. Mangkunegara. Perilaku Konsumen (A. Gunarsa (Ed. Cetakan K. Pt. Refika Aditama. Mardani. Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Dalam Pembelian Jeruk Di Pasar Tembilahan ISSN 977 2477346 01 1- 6 Kota Kabupaten Indragiri Hilir. Jurnal Agribisnis Unisi Vol. 8 No. 2 Tahun 2019, 9. , 25Ae35. Septiadi. Iva. , & Mundiyah. Strategi Pengembangan Usaha Sayuran Berbasis Pertanian Organik. Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh, 5. , 35Ae43. Https://Doi. Org/10. 35508/Impas. V23i Silalahi. Sufyan. Wahyuningsih, , & Puspareni. Pengetahuan Pedoman Gizi Seimbang Dan Perilaku Pilihan Pangan Pada Remaja Putri Overweight: Studi Kualitatif. Journal Of Nutrition College, 9. , 258Ae266. Https://Doi. Org/10. 14710/Jnc. V9i4. Statistik. Kota Medan Dalam Angka. Medan: Badan Pusat Statistik. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & D. Jakarta : Alfabeta, 2009. Sunarjono. Prospek Berkebun Buah (Cet. Jakarta : Penebar Swadaya, 2000. Supriana. Metode Penelitian Sosial Ekonomi. Usu Press. Suryani, . Perilaku Konsumen. Implikasi Pada Pemasaran (Edisi Per. Graha Ilmu.