Manajemen & Kewirausahaan, 2021, 2. :136 - 149 MANAJEMEN & KEWIRAUSAHAAN PENGARUH KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN DAN MOTIVASI INTRINSIK TERHADAP PENGEMBANGAN USAHA KULINER DI TONDANO Irnasari Asina1. Grace Jenny Soputan2. Mareyke G. Sumual3 Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi. Univertas Negeri Manado 1irnasina@gmail. com 2gracesoputan@unima. id 3Mareyke_sumual@unima. Diterima : 01-10-2021 Direvisi : 09-10-2021 Disetujui : 15-10-2021 Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk menentukan pengaruh kompetensi kewirausahaan dan motivasi intrinsik terhadap pengembangan usaha. Data yang akan digunakan adalah data primer dan akan menggunakan metode survey dengan analisis regresi linear berganda dengan di uji menggunakan SPSS 25. Yang menjadi sampel di dalam penelitian ini yaitu terdiri dari 80 pelaku usaha kuliner di Tondano. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: . Kompetensi kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan usaha kuliner di Tondano. Motivasi intrinsik berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan usaha kuliner di Tondano. Jumlah kontribusi kompetensi kewirausahaan dan motivasi intrinsik terhadap pengembangan usaha kuliner di Tondano sebesar 7,5%. Sedangkan sisanya 92,5% di pengaruhi oleh beberapa hal lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian. Kata kunci : kompetensi kewirausahaan. motivasi intrinsik. pengembangan usaha Abstract This study was conducted to determine the effect of entrepreneurial competence and intrinsic motivation on business development. The data that will be used is primary data and will use the methodsurvey with multiple linear regression analysis tested using SPSS 25. The sample in this study consisted of 80 culinary entrepreneurs in Tondano. The results in this study indicate that: . entrepreneurship competence has a positive and significant effect on culinary business development in Tondano. Intrinsic motivation variable has a positive and significant effect on culinary business development in Tondano. The contribution of entrepreneurship competence and intrinsic motivation on culinary business development in Tondano is 7. While the remaining 92. 5% is influenced by several other things that are not included in the study. Keywords : entrepreneurial competence. intrinsic motivation. business development PENDAHULUAN Dalam meningkatkan kegiatan UKM, pemerintah sangat berperan aktif dalam membentuk pengembangan usaha pada UKM yang ada di masyarakat menjadi lebih baik lagi. Salah satu usaha dari pemerintah yang telah dilakukan yaitu dengan memberikan pelatihan dalam menjalankan usaha, serta kegiatan seminar mengenai kewirausahaan agar dalam menjalankan usaha dapat lebih melakukan peninjauan secara langsung agar UKM yang ada di masyarakat bisa Fokus pada penelitian ini yaitu pada UKM khususnya kuliner seperti warung makan tradisional, usaha kedai kopi, toko kue, usaha gorengan, usaha keripik, catering dan jenis usaha kuliner sehingga menjadi UKM siap menghadapi tantangan krisis global Afiah dalam (Isa, 2. Maka dari itu oleh karenanya UKM sangat membantu mensejahterakan kehidupan masyarakat. Dalam melakukan pengembangan juga ditingkatkan kompetensi Pengaruh Kompetensi Kewirausahaan dan Motivasi Intrinsik Terhadap Perkembangan Usaha Kuliner di Tondano kewirausahaan dan motivasi intristiknya. Bird dalam Ardyan & Putri . Sedangkan Menurut Suwatno dalam Prahiawan Simbolon menyatakan Aumotivasi intrinsik adalah motifAemotif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatuAy. Karena apabila seseorang perasaan kurang percaya diri karena banyaknya pesaing yang lebih kreatif dan tidak mampu menjalankan usaha dengan lebih baik maka akan menurunkan keyakinan diri untuk mampu berinovasi dan menghambat kemajuan dalam Maka dari itu oleh karenanya dengan adanya motivasi intrinsik dalam berwirausaha akan dapat kompetensi kewirausahaan untuk upaya pengembangan usaha kuliner yang ada di Minahasa. Pengembangan menurut Afuah dalam K. Putri dkk . merupakan sekumpulan aktifitas yang dilakukan untuk menciptakan sesuatu dengan cara mengembangkan dan mentransformasi berbagai sumber daya menjadi barang/jasa yang diinginkan Maka dari itu pengembangan langkah-langkah mengembangkan sesuatu yang telah ada Pengembangan membenahi implementasi kerja yang dapat mempengaruhi sikap dan juga Objek penelitian ini dilakukan di tempat usaha kuliner seluruh kota Tondano dalam hal ini 4 kecamatan yang memiliki 7887 jenis UKM, dan untuk ditetapkan atau di ambil usaha kuliner. Tondano sendiri terdapat beberapa masalah yang ada ditengah masyarakat yang memiliki wirausaha, diantaranya yaitu beberapa pelaku usaha UKM yang kurang percaya diri dan memiliki rasa khawatir apabila dagangannya tidak akan laku keras atau yang terjual hanya beberapa saja, menurunnya kualitas dari UKM dilihat dari pelaku usaha yang semakin banyak namun tidak bersungguhsungguh untuk menjalankan usahanya dengan alasan hanya agar menerima bantuan dana dari pemerintah, pelakupelaku usaha yang masih melakukan penjualan secara konvensional atau kegiatan jual beli yang dilakukan dengan bertatap muka secara langsung dan melakukan transaksi yaitu jual dan beli barang karena masih belum bisa menggunakan teknologi, serta pelaku usaha masih menyediakan menu yang kurang bervariasi sehingga kalah bersaing dengan pelaku usaha yang lebih kreatif. Penelitian ini dilakukan karena UKM di daerah tondano memiliki masalah yang menyebabkan sulit berkembangnya UKM yang dimiliki para pelaku wirausaha baik karena kurangnya motivasi intrinsik dalam meningkatkan pengembangan Penelitian ini sekiranya dapat mengembangkan usaha UKM di kota Tondano dan sekitarnya terutama dalam sektor kuliner. TINJAUAN LITERATUR Kompetensi Kewirausahaan Menurut Chandler dan Hanks Sijabat sebagai kompetensi yang melibatkan penciptaan, manajemen, dukungan dan pengembangan ide-ide dari pengusaha secara konsekuen serta berorientasi ke Bird dalam Mitchelmore & Rowley kompetensi kewirausahaan didefinisikan sebagai sumber yang mendasari seperti pengetahuan khusus, sifat, citra diri, peran dan keterampilan yang menghasilkan kelahiran usaha, kelangsungan hidup dan Dari teori diatas, maka peneliti kewirausahaan merupakan keterampilan yang dimiliki oleh pelaku usaha secara Asina. Soputan, dan Sumual . inovatif dalam pengembangan produk, dalam mengambil peluang bisnis, dapat mengelola semua aspek usaha yang di ciptakan, bertahan hidup dan bisnis arahan pertumbuhan. Indikator Kompetensi Kewirausahaan Menurut Wirasasmita (Sobirin et al. , 2. bahwa indikatorindikator terdiri dari: Self knowledge . emiliki pengetahua. Practical Knowledge . engetahuan Communication Skill . eahlian berkomunikasi Sumber Daya Usah. Faktor-faktor kompetensi kewirausahaan Handerson. Sarah dan. Stephan serta Widyoko dalam Kusumawati dkk . menyatakan bahwa sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kompetensi Oleh karena itu, perlu adanya kegiatan penyuluhan sebagai Berdasarkan terdahulu, beberapa indikator yang terbukti memberikan kontribusi dalam mengukur kompetensi kewirausahaan adalah nilai intelektual dan artistik, minat, peduli pada pencapaian pekerjaan dalam pemikiran mandiri, dan toleransi terhadap keraguan (SyaAoroni & Sudirham, 2. Hipotesis 1: Terdapat pengaruh signifikan kompetensi kewirausahaan (X. terhadap pengembangan usaha (Y). Motivasi Intrinsik Menurut Siagian yang dikutip oleh Dharmayati . motivasi intrinsik berasal dari dalam individu. Motivasi ini menghasilkan integritas dari tujuan-tujuan, baik tujuan organisasi maupun tujuan Menurut Sardiman dalam Septianti & Frastuti . motivasi intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif dan berfungsi tanpa adanya rangsangan dari luar karena dalam setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Dari beberapa teori diatas maka dapat disimpulkan bahwa motivasi intrinsik adalah dorongan yang bersumber dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu yang diinginkan guna mencapai kinerja yang maksimal. Indikator Motivasi Intrinsik Terdapat intrinsik Linawati . Pengakuan. Pencapaian. Kemungkinan untuk tumbuh. Kesempatan untuk maju. Pekerjaan itu sendiri. Faktor-faktor motivasi intrinsik Faktor-faktor motivasi intrinsik dikemukakan oleh Hasibuan dalam (Maulana, 2. yang mengidentifikasi beberapa faktor penentu, diantaranya Tanggung jawab Penghargaan Pekerjaan itu sendiri Pengembangan dan kemajuan Dari hasil penelitian Kholil, . menunjukkan bahwa variabel motivasi terhadap minat kewirausahaan yang membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara pengetahuan Hipotesis 2: Terdapat pengaruh signifikan (X. pengembangan usaha (Y). Pengaruh Kompetensi Kewirausahaan dan Motivasi Intrinsik Terhadap Perkembangan Usaha Kuliner di Tondano Pengembangan Usaha Menurut Donalt Hendrawan dkk . mengatakan yang dimaksud dengan perkembangan usaha adalah AuSuatu proses yang bertahaptahap, meningkatkan pengetahuan, ketrampilan sikap, prestasi kerja orang-orang yang memegang tanggung jawab manajerial usaha, secara umum pengembangan manajerial dikenal sebagai usaha untuk pertumbuhan organisasiAy. Menurut Irawati . mengatakan pengembangan usaha kecil yaitu suatu perubahan dalam orang yang bekerja lebih efektif. Pengembangan usaha jkecil uga bisa dikaitkan dengan inovasi usaha kecil (Wuryaningrat, 2. Dari beberapa teori diatas maka pengembangan usaha adalah suatu keterampilan dalam mengembangkan sumber daya secara bertahap menjadi barang dan jasa yang diinginkan oleh pertumbuhan usaha. Indikator pengembangan usaha Menurut Afuah dalam K. Putri dkk . Indikator Pengembangan Usaha adalah sebagai berikut Motif merubah keadaan Peluang untuk berkembang Tingkat kebutuhan pembinaan pihak Faktor-faktor pertumbuhan usaha kecil Perusahaan bisnis kecil dikenal di pertumbuhan dan perkembangan. Faktorfaktor seperti kurangnya pembiayaan, kurangnya keterampilan manajemen, tantangan pasar, masalah regulasi, dan infrastruktur suatu negara mempengaruhi pertumbuhan usaha kecil. Zehir dkk. menunjukkan bahwa pemasaran, manajemen, dan kapabilitas sistem informasi berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan bisnis. Artinya, pemasaran, dan teknologi informasi pemilik usaha kecil berdampak negatif terhadap pertumbuhan usaha kecil. Mambula . juga menjelaskan bahwa . isalnya kebijakan pemerintah dan sikap pejabat publik, korupsi, dll. ) Berdampak buruk pada pertumbuhan bisnis. Dari hasil penelitian terdahulu menunjukkan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan pada sektor usaha AuRoti MarosAy, dibutuhkan beberapa strategi, yaitu: pengembangan pasar dan produk, intensifikasi dalam penetrasi pasar, dan meningkatkan promosi, kualitas, dan inovasi pada produk tersebut (Alyas. Hipotesis 3: Terdapat pengaruh signifikan kompetensi kewirausahaan (X. dan motivasi intrinsik (X. secara simultan terhadap pengembangan usaha (Y). Model Penelitian Kompetensi Kewirausahaan (X. Motivasi Intrinsik (X. Pengembangan Usaha (Y) (Y) Gambar 1. Model Penelitian METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Menurut Sadji dan Sopiah dalam (Kristian & Widayanti, 2. populasi Asina. Soputan, dan Sumual . adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas dan objek dengan kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Populasi (N) yang termasuk didalam penelitian ini yaitu seluruh pelaku usaha UKM yang berada di Tondano dalam hal ini 4 kecamatan yaitu berjumlah 7887 orang. Menurut Sugiono dalam Amrullah dkk . mengemukakan bahwa sampel merupakan bagian dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sedangkan Teknik sampling adalah metode yang digunakan untuk mengidentifikasi sampel yang akan digunakan dalam pengujian. Sampel yang digunakan adalah pelaku usaha kuliner di Tondano sebanyak 80 Teknik Sampling Teknik sampling yang digunakan pada penelitian merupakan teknik pengambilan anggota dari populasi dengan memperhatikan strata secara proposional. Sugiyono dalam Azhari & Supriyatin . Agar sampel dapat dianggap mewakili dari jumlah populasi yang ada maka dalam menggunakan rumus Slovin berikut ini: n=N/. NAn. A^2 ) Keterangan: n=80 . ibulatkan dari 79,. Responden yang mengisi angket ditetapkan atau di ambil usaha kuliner. Instrumen Penelitian Teknik di dalam pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penelitian yaitu menggunakan kuisioner/angket. Menurut Sugiono . kusioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan Skala pengukuran data yang digunakan adalah Skala Likert. Menurut Sugiono . Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang terhadap fenomena sosial. Dari penelitian yang dilakukan pada pelaku usaha kuliner di Tondano dengan menjalankan kuisioner pada 80 penelitian ini. Pengumpulan data dari kuisioner yang dijalankan dibagi dalam 2 . Bagian pertama berisikan data demografis responden terdiri dari jenis usaha, jenis kelamin, usia, latar belakang pendidikan, dan lama usaha. Pada bagian kedua, berisikan instrumen pengukuran untuk variabel kompetensi kewirausahaan (X. terdapat 20 nomor pernyataan, variabel motivasi intrinsik (X. terdapat 15 nomor pernyataan dan variabel pengembangan usaha (Y) terdapat 10 pernyataan. n = Besar Sampel N = Besar Populasi HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN d = tingkat signifikan . , dengan taraf kepercayaan 90% yaitu . Karakteristik Responden Untuk sampel dengan jumlah 7887 siswa, maka diperoleh hasil Karakteristik Responden n=7887/. 7887An. A^2 ) n=7887/. ) n=7887/. ) n=7887/. n=7887/79,87 Jenis Usaha Data hasil penelitian tentang karakteristik responden berdasarkan jenis usaha pada pelaku usaha kuliner di Tondano seperti pada tabel 1. Pengaruh Kompetensi Kewirausahaan dan Motivasi Intrinsik Terhadap Perkembangan Usaha Kuliner di Tondano Tabel 1 Karakteristik Jenis Usaha Jenis Usaha Warung Makan Usaha Kue Usaha Keripik Kedai Minuman Usaha Gorengan Catering Cafe Jumlah Jumlah Presentase (%) Sumber :Dinas Koperasi Dan UKM Kabupaten Minahasa, tahun 2020 Tabel 1, menunjukkan bahwa responden jenis usaha warung makan terdapat sebanyak 37 orang . ,3%), responden jenis usaha kue terdapat sebanyak 24 orang . ,0%), responden jenis usaha keripik terdapat sebanyak 6 orang . ,5%), responden jenis usaha kedai minuman terdapat sebanyak 2 orang . ,5%), responden jenis usaha gorengan terdapat sebanyak 5 orang . ,3%), responden jenis usaha catering terdapat sebanyak 5 orang . ,3%), dan responden jenis usaha cafy hanya terdapat sebanyak 1 orang . ,3%). Dari hasil yang di peroleh menunjukkan bahwa jenis usaha warung makan lebih banyak dibandingkan jenis usaha lainnya. Karakteristik Jenis Kelamin Tabel 2 Karakterisitik Jenis Kelamin Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Jumlah Presentase (%) Sumber :Dinas Koperasi Dan UKM Kab. Minahasa, tahun 2020 Berdasarkan tabel 2, jenis kelamin responden pada pelaku usaha kuliner di Tondano terdapat 23 . ,7%) responden laki-laki dan 57 . ,3%) responden Dari hasil yang diperoleh perempuan lebih banyak dari pada responden laki-laki. Karakteristik Usia Responden Tabel 3 Karakteristik Usia Usia Jumlah Jumlah Presentase (%) Sumber :Dinas Koperasi Dan UKM Kabupaten Minahasa, tahun 2020 Dari tabel 3, berdasarkan usia pada pelaku usaha kuliner di Tondano menunjukkan bahwa responden usia 2029 tahun hanya 2 orang . ,5%), responden dengan usia 30-39 tahun terdapat 45 orang . ,3%), responden dengan usia 40-49 tahun terdapat 26 orang . ,5%), responden dengan usia 50-59 tahun terdapat 6 orang . ,5%), dan responden usia 60-69 tahun terdapat 1 orang . ,3%). Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa responden pelaku usaha kuliner di Tondano lebih banyak yang berusia di kisaran 30-39 tahun. Karakteristik Pendidikan Tabel 4 Karakteristik Pendidikan Sumber :Dinas Koperasi Dan UKM Kabupaten Minahasa, tahun 2020 Berdasarkan tabel 4 menunjukkan karakteristik pendidikan terakhir pada pelaku usaha kuliner di Tondano, terdapat 10 orang . ,5%) dengan kualifikasi pendidikan SMP, terdapat 41 orang . ,2%) dengan kualifikasi pendidikan Pendidikan Jumlah Presentase (%) SMP SMA Jumlah SMA, terdapat 5 orang . ,3%) dengan kualifikasi pendidikan D3, dan terdapat 24 ,0%) pendidikan S1. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa responden pelaku usaha kuliner di Tondano lebih dari Asina. Soputan, dan Sumual . setengah resonden memiliki pendidikan terakhir SMA. Uji Validitas Kewirausahaan (X. Karakterisitik Lama Usaha Berikut hasil uji validitas terhadap variabel kompetensi kewirausahaan (X. dengan menggunakan SPSS 25. Tabel 5 Karakterisitik Lama Usaha Lama Usaha Jumlah Jumlah Tabel 6 Keputusan Uji Validitas X1 Presentase (%) Sumber : Dinas Koperasi Dan UKM Kabupaten Minahasa, tahun 2020 Berdasarkan tabel 5 menunjukkan karakteristik lama usaha pada pelaku usaha kuliner di Tondano, dengan lama usaha 1-5 tahun terdapat 37 orang . ,3%), responden dengan lama usaha 6-10 tahun terdapat 30 orang . ,5%), dan responden dengan lama usaha 11-15 tahun terdapat 13 orang . Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa responden lama usaha pelaku usaha kuliner di Tondano lebih banyak di kisaran 1-5 Tahun. Uji Instrumen Penelitian Uji Validitas Uji validitas digunakan berkenaan dengan ketepatan alat ukur terhadap konsep yang diukur sehingga benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur. Menurut Ghozali . uji validitas digunakan untuk mengukur kevalidan dan kesahihan suatu kusioner. Kusioner yang kurang valid berarti memiliki tingkat validitas yang rendah. Uji signifikansi dilakukan dengan membandingkan rhitung dengan rtabel untuk degree of freedom . = n-2, dalam hal ini . adalah jumlah Dalam penelitian ini, jumlah sampel . = 80. Jadi, df = 80 - 2 = 78 dan alpha = 0,05. Maka, didapat rtabel sebesar 0,2199. Jika rhitung E rtabel, maka instrumen penelitian yang digunakan dinyatakan Kompetensi Item X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. rHitung rTabel = 0,2199 a= 0,05 : df=n-2 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Data primer Berdasarkan Tabel 6 menunjukkan hasil uji validitas terhadap variabel kompetensi kewirausahaan (X. yang terdiri dari 20 item pernyataan semua dinyatakan valid karena koefisien korelasi masing-masing pernyataan dimana rhitung > rtabrl = 0. Uji Validitas Motivasi Intrinsik Berikut hasil uji validitas terhadap variabel motivasi intrinsik (X. dengan menggunakan SPSS 25. Pengaruh Kompetensi Kewirausahaan dan Motivasi Intrinsik Terhadap Perkembangan Usaha Kuliner di Tondano Tabel 7 Keputusan Uji Validitas X2 rTabel = 0,2199 a= 0,05 : Item rHitung df=n-2 X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. Sumber : Data primer Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan Tabel 7 hasil uji validitas pada variabel motivasi Intrinsik (X. yang terdiri dari 15 item pernyataan dinyatakan valid karena masing-masing pernyataan dimana rhitung > rtabrl = 0. Uji Validitas Pengembangan Usaha (Y) Item Y10 Tabel 8 Keputusan Uji Validitas Y rTabel = 0,2199 a= 0,05 : rHitung df=n-2 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Data primer Berdasarkan Tabel 8 diatas menunjukkan hasil uji validitas terhadap variabel pengembangan usaha (Y) yang terdiri dari 10 item pernyataan semua dinyatakan valid karena koefisien korelasi masing-masing pernyataan dimana rhitung > rtabrl = 0. Uji Reliabilitas Uji Reliabilitas digunakan untuk mendapatkan tingkat ketepatan alat pengumpulan data yang digunakan. Imam Ghozali . 8: . menyatakan uji reliabilitas sebenarnya adalah alat untuk merupakan indikator dari variabel atau Uji konsisten, jika nilai cronbarch alpha lebih besar dari 0,60. Tabel 9 Uji Reliabilitas Variabel Cronbach's Alpha Items Kompetensi Kewirausahaan Motivasi Intrinsik Pengembangan Usaha Sumber : Data primer Berdasarkan tabel 9 diatas nilai CronbachAos Alpha Variabel 864, yang artinya angka ini lebih besar dari koefisien alpha () 0,60 sehingga kompetensi kewirausahaan (X. dalam penelitian ini adalah reliabel. Hasil lainnya untuk variabel motivasi intrinsik sebesar 809, yang artinya angka ini lebih besar dari koefisien alpha () 0,60 sehingga motivasi intrinsik (X. dalam penelitian ini adalah reliabel. Demikian juga untuk variabel pengembangan usaha sebesar 0,832, yang artinya angka ini lebih besar dari koefisien alpha () 0,60 sehingga (Y) penelitian ini adalah reliabel. Karena hasil uji validitas dan reliabilitas memenuhi syarat, maka pengujian dapat dilanjutkan. Asina. Soputan, dan Sumual . Uji Persyaratan Analisis Uji Normalitas Menurut Imam Gozali . uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Uji ini dilakukan untuk . erbedaan yang ad. yang kita teliti memiliki distribusi normal atau tidak Uji normalitas data variabel dalam penelitian ini menggunakan One-Sample Kolmogorov Smirnov. Dikatakan data berdistribusi normal jika nilai siginifikan (Asymp. Sig 2-taile. pada setiap variabel setiap variabel > 0,05. Uji Multikolonieritas Menurut Imam Ghozali . uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas . Model regresi yang baik semestinya tidak terjadi korelasi antara Jika Pengujian Uji Normalitas Multikolinearitas Heterokedasitas Hasil Uji independen memiliki hubungan korelasi, maka variabel-variabel ini dinyatakan tidak tidak ortogonal. Yang dimaksud dengan variabel yang ortogonal merupakan variabel independen yang nilai korelasi antara sesama variabel independen sama dengan nol. Nilai cut-off yang umum dipakai dalam menunjukkan apakah terjadi multikolonieritas antar variabel independen yaitu nilai Tolenrance O 0. dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) Ou Dibawah ini adalah hasil pengujian multikolonieritas dengan program SPSS Uji Heterokedastisitas Menurut Imam Ghozali . uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari pengamatan yang lain. Jika variance dari pengamatan lain tetap, maka disebut homokedastisitas atau tidak terjadi Tabel 10 Uji Asumsi Klasik Eligibilitas Keterangan Normal 110 Tidak ada gejala multikolinearitas Tidak ada gejala heterokedasitis Sumber: data olahan Berdasarkan tabel 10 hasil uji normalitas diketahui nilai signifikansi 0,200 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal. Hasil pengujian menunjukkan tidak ada variabel independen yang memiliki nilai Tolerance yang kurang dari 0. 10 dan hasil perhitungan nilai Variance Inflation Factor (VIF) juga menunjukkan bahwa tidak ada satu variabel independen yang memiliki nlai VIF lebih 10. Jadi, dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini variabel independen kompetensi kewirausahaan (X. dan motivasi intrinsik (X. tidak terjadi multikolinieritas. Sementara itu, nilai signifikansi masing-masing variabel independen E 0. Dengan demikan, dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi Pengaruh Kompetensi Kewirausahaan dan Motivasi Intrinsik Terhadap Perkembangan Usaha Kuliner di Tondano Pengujian Koefisien Determinasi Korelasi Tabel 11 Uji Koefisien Korelasi & Determinasi Pengujian Nilai 0,098 Adjusted R Square 0,075 Std. Error of the Estimate Sumber: data olahan Berdasarkan menunjukkan nilai koefisien determinasi = 0,075. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi kewirausahaan dan motivasi intrinsik terhadap pengembangan usaha pada pelaku usaha kuliner di Tondano sebesar . ,075x 100 %) = 7,5%. Jadi, 7,5% varians dari variabel pengembangan usaha (Y) di jelaskan oleh variabel kompetensi kewirausahaan (X. dan motivasi intrinsik (X. sisanya 92,5% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini seperti kemampuan wirausaha dan kreativitas wirausaha pada pelaku usaha kuliner di Tondano. Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji . Menurut Imam Ghozali . 8 : . uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Uji t dilakukan dengan melihat pada kolom signifikan pada masing-masing variabel dengan taraf signifikan adalah 0,05. Uji Simultan (Uji Statistik F) Uji F digunakan untuk menguji pengaruh secara simultan variabel independen terhadap variabel dependen. Jika pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen, maka uji ini dilakukan dengan membandingkan nilai signfikansi Fhitung dengan Ftabel. Jika nilai Fhitung E Ftabel, maka dapat diartikan bahwa model regresi sudah tepat atau dengan kata lain terdapat pengaruh secara simultan, dengan melihat nilai F tabel ( Df1 = k-. (Df2= n-. , (Df1 = 3 - . (Df2 = 80 Ae . F tabel = 2 . 77 = 3,115 dengan tingkat signifikan 5%. Tabel 12 Hasil Uji Hipotesis Hipotesis Hubungan Fvalue Kompetensi 2,032 Pengembangan Usaha Motivasi 2,142 Intrinsik Pengembangan Usaha Kompetensi 4,193 Motivasi Intrinsik Ie Pengembangan Usaha Sumber: data olahan Pengaruh Kompetensi Kewirausahaan Terhadap Pengembangan Usaha Berdasarkan uji hipotesis pada uji . ji (X. pengembangan usaha (Y) pada pelaku usaha kuliner di Tondano, dimana nilai thitung E ttabel, atau . ,032 > 1,. dengan tingkat signifikan adalah 0,046 yang artinya lebih kecil dari 0,05 atau . ,046 C 0,. , maka H1 diterima dan H0 ditolak (Tabel . Maka disimpulkan terdapat pengembangan usaha. Hal ini di dukung oleh teori menurut Erikson dalam Romanto & Hidayah . yang mengatakan kompetensi kewirausahaan adalah kemampuan menemukan dan bertindak sesuai ide serta mengubah ide menjadi hasil melalui pemanfaatan sumber daya diperlukan. Begitu juga hasil penelitian yang dilakukan SyaAoroni & Sudirham . menunjukkan bahwa kreativitas, inovasi dan kompetensi berpengaruh positif serta signifikan terhadap pengembangan usaha. Terbukti terhadap pengembangan usaha pada pelaku usaha kuliner di Tondano. Sig Sig Sig Sig Asina. Soputan, dan Sumual . Semakin kewirausahaan pelaku usaha dalam menjalankan usahanya, maka akan menjamin pengembangan usaha yang tinggi pula pada pelaku usaha kuliner di Tondano. Pengaruh Motivasi Intrinsik Terhadap Pengembangan Usaha Pada uji hipotesis secara parsial . yang kedua adalah pengaruh (X. pengembangan usaha (Y) pada pelaku usaha kuliner di Tondano, dimana nilai thitung E ttabel, atau . ,142 > 1,. dengan tingkat signifikan adalah 0,035 yang artinya lebih kecil dari 0,05 atau . ,035 C 0,. , maka H2 diterima dan H0 ditolak (Tabel . Hasil penelitian ini mendukung apa yang telah ditemukan sebelumnya oleh Kholil, . yang menjabarkan minat berwirausaha pada remaja sekolah ditentukan karena motivasi intrinsik Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa motivasi intrinsik terhadap pengembangan usaha pada pelaku usaha kuliner di Tondano. Pengaruh Kompetensi Kewirausahaan Motivasi Intrinsik Terhadap Pengembangan Usaha Berdasarkan uji secara simultan . ji F) diketahui Fhitung sebesar 4,193. Ternyata nilai Fhitung > Ftabel atau . ,193> 3,. , dengan tingkat signifikan adalah 0,019 yang artinya lebih kecil dari 0,05 atau . ,01<0,. , jadi H3 diterima dan H0 Dapat disimpulkan bahwa terdapat kompetensi kewirausahaan (X. dan (X. pengembangan usaha (Y) pada pelaku usaha kuliner di Tondano (Tabel . Dari kedua variabel independen pengembangan usaha diatas yang memiliki pengaruh dominan adalah motivasi intrinsik. Hal ini menunjukkan bahwa pada pelaku usaha kuliner di Tondano pengetahuan, keterampilan dan inovasi terhadap usaha yang dijalankannya demi meningkatkan pengembangan usaha sehingga tujuan yang ditetapkan oleh intansi dapat tercapai. Menurut Andreas Budihardjo dalam Sumual et al. , . Bisnis harus inovatif untuk bertahan dan internasional dan kompetitif. Dalam mengembangkan usaha yang dimiliki di pelatihan agar sikap kewirausahaan meningkat dengan mengikuti pelatihan. Berdasarkan koefisien determinasi (R ), besarnya pengaruh antara variabel bebas yaitu kompetensi kewirausahaan (X. dan motivasi intrinsik (X. dan juga variabel (Y), Dengan partisipasi simultan dua variabel bebas sebesar 7,5%. Sedangkan sisanya 92,5% dipengaruhi variabel-variabel dijelaskan dalam penelitian ini. Nilai Standar Error Of Estimate adalah kesalahan standar dari pendugaan sebesar 4,076. Namun, perlu diingat bahwa 92,5% pengembangan usaha pada pelaku usaha dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak ditermasuk dalam penelitian ini. SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa: Kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan usaha pelaku usaha kuliner di wilayah Tondano. Motivasi intrinsik berpengaruh yang pengembangan usaha UMKM di wilayah Tondano. Kompetensi mempengaruhi pengembangan usaha. Hal ini menunjukkan pentingnya motivasi intrinsik bagi pengembangan usaha UMKM di wilayah Tondano. Pengaruh Kompetensi Kewirausahaan dan Motivasi Intrinsik Terhadap Perkembangan Usaha Kuliner di Tondano Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, penulis menyarankan berbagai saran sebagai berikut: Hasil dari penelitian yang telah dilakukan penulis yaitu menunjukkan bahwa kompetensi kewirausahaan pengembangan usaha. Maka dari itu, keterampilan dan kemampuan untuk lebih meningkatkan daya saing oleh setiap pelaku usaha kuliner di Tondano. Oleh karena itu, sebaiknya kompetensi yang sesuai denga jenis usaha yang digelutinya. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan penulis yaitu menunjukkan berpengaruh terhadap pengembangan Maka dari itu, diharapkan pelaku usaha perlu memperkuat motivasi intrinsik yang ada di dalam diri seorang pelaku usaha dengan cara selalu memiliki rasa tanggung jawab, mencintai pekerjaan yang kita jalani berkeinginan keras untuk memajukan usaha yang dimiliki. Karena motivasi intrinsik menjadi faktor penarik minat berwirausaha, maka ada baiknya motivasi intrinsik berupa pengakuan, tingkat capaian, pertumbuhan usaha menjadi titik awal mendorong pelaku usaha untuk terus mengembangkan Untuk meningkatkan pengembangan usaha, maka diharapkan setiap pelaku usaha harus memiliki keberanian untuk mengambil resiko untuk maju, bergerak untuk melakukan pertumbuhan dalam mengembangkan lingkup pemasaran untuk produk yang dijalankan. Dalam pihak-pihak pemangku kepentingan bekerja sama dalam memberikan peluang dan memfasilitasi pembinaan bagi pelaku usaha untuk bergerak maju. Asina. Soputan, dan Sumual . DAFTAR PUSTAKA