Jurnal Pengabdian Masyarakat (PIMAS) 4 . ISSN: 2828-0814 PIMAS Jurnal Pengabdian Masyarakat Homepage: http://ejournal. id/index. php/PIMAS DOI: 10. 35960/pimas. Pendampingan Pemberdayaan Posyandu Balita Desa Pilangsari Gondang Kabupaten Klaten Anis Marjukah1. Arif Julianto Sri Nugroho*2. Winarno Heru Murjito3. Hartanto4 DBP Setiyadi5. Sigit Adhi Pratomo6. Sri Haryanti7. Purwo Haryono8. Hersulastuti9 1,2,3,4 Fakultas Ekonomi dan Psikologi Universitas Widya Dharma Klaten. Indonesia 5,6,7,8,9 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Widya Dharma Klaten Indonesia anismarjukah69@gmail. arifjuliantosn72@gmail. herumurjito@gmail. hartanto@unwidha. dbputut@gmail. ipsigit@gmail. sirod@gmail. pwharyono@gmail. hersulastuti@gmail. Artikel History: Received: 2024-09-18 / Received in revised form: 2024-12-04 / Accepted: 2025-02-10 ABSTRACT The assistance activity for empowering Posyandu . ntegrated service cente. toddlers in Pilangsari Gondang Village. Klaten Regency aims to improve the quality system of Posyandu services, increase the participation of mothers and young women in serving the community so that the effectiveness of activities to fight toddler stunting in the village is achieved. The model of activities carried out includes: . Service-Quality Capacity Building for Posyandu services for toddlers, . Technology Transfer. To achieve this goal, several activities are carried out in assistance: . Evaluation of the quality of Posyandu for toddlers . Establishment of a Service-Quality network . Training and development of healthy toddler services to fight stunting . Improvement of supporting facilities/infrastructure to develop services . entrepreneurial training for making dry and wet cakes based on village characteristics to improve nutrition for toddlers and the community. Based on activities, the results of an effective activity model are obtained, where mothers and young women are enthusiastic about participating in the program and this lead to the formation of a foundation for empowering the quality of excellent toddler Posyandu services in the village to fight toddler stunting. Keywords: empowerment, posyandu-toddlers, service quality, excellence ABSTRAK Kegiatan pendampingan pemberdayaan posyandu balita Desa Pilangsari Gondang Kabupaten Klaten bertujuan untuk memperbaiki sistem mutu layanan Posyandu serta meningkatkan partisipasi ibu-ibu dan remaja putri dalam melayani masyarakat sehingga tercapai efektivitas kegiatan memerangi balita tengkes di desa . Model kegiatan dilakukan meliputi: . Service-Quality Capacity Building terhadap layanan posyandu balita, . Teknologi Transfer. Sebagai upaya mencapai tujuan, beberapa kegiatan dilaksanakan dalam pendampingan: . Evaluasi mutu model posyandu-balita . Pembentukan jaringan Service- Quality posyandu-balita . Pelatihan dan pengembangan l ayanan balit a sehat untuk m em erangi t engkes . Perbaikan sarana/ prasarana pendukung untuk mengembangkan layanan . pelatihan wirausaha pembuatan olahan kue kering dan basah berbasis kekhasan kearifan lokal desa guna meningkatkan gizi bagi balita dan masyarakat. Berbasis kegiatan diperoleh hasil model kegiatan efektif, dimana ibu-ibu dan remaja putri antusias untuk mengikuti program dan bermuara pada terbentuknya pondasi pemberdayaan mutu layanan posyandu balita unggulan di Desa Pilangsari Gondang untuk memerangi balita Kata kunci : pemberdayaan, posyandu-balita, mutu layanan, keunggulan *Arif Julianto Sri Nugroho Tel. : 62821-37380505 Email:arifjuliantosn72@gmail. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. A 2025 PIMAS Anis Marjukah. Arif Julianto SN,Winarno Heru Murjito dkk PENDAHULUAN Desa Pilangsari Gondang Kabupaten Klaten memiliki potensi ekonomi beragam yang dapat digunakan sebagai modal dasar mengembangkan model desa maju di layanan ekonomi dan Keberagaman potensi tersebut menjadi kekuatan dan peluang untuk mengembangkan suatu model AuDesa Ramah BalitaAy. Kekuatan dan peluang tersebut apabila tidak direncanakan dan tidak dikelola dengan baik, tidak mustahil kekuatan dan peluang tersebut akan b e r u b a h menjadi kelemahan dan tantangan. Potensi-potensi e k o n o m i , l a y a n a n k e s e h a t a n yang belum begitu dikenal dan belum terangkat ke permukaan perlu untuk terus digali dan Potensi ekonomi dan kesehatan ini wajib dikelola dan dirancang sebagai sebuah daya tarik unggulan desa. F e n o m e n a ini memerlukan suatu pengetahuan dan pemahaman yang baik dan sinergi antar beberapa pihak terkait proses pemberdayaan masyarakat di ranah layanan kesehatan-gizi. Masyarakat desa terutama ibu Aeibu dan remaja putri harus lebih banyak berperan karena mereka paling mengetahui secara detail potensi-potensi ekonomi, layanan kesehatan serta kebutuhan gizi masyarakat. Potensi-potensi tersebut dapat dibuat dalam suatu paket model layanan u n g g u l a n sebagai daya tarik d e s a m e n u j u m o d e l Au D e s a R a m a h B a l i t a Ay . M asyarakat di Desa Pilangsari Gondang Klaten sebagian besar berlatar pendidikan menengahrendah yaitu lulusan SD dan SMP-SMA. Mereka banyak yang berusia lanjut dengan mayoritas berprofesi sebagai petani. Di Desa Pilangsari terdapat bekas pabrik gula termasyur PG Gondang Winangoen dimana saat ini telah berhenti beroperasi dan menjadi suatu destinasi wisata unggulan bertema Aoherritage kejayaan Industri gula masa lampauAy. Paket Wisata Trekking pabrik gula melalui sajian menu kuliner lokal desa yang bergizi bisa diwujudkan menjadi suatu potensi u n t u k m e n j a d i satu paket wisata unggulan. Dengan demikian, seluruh potensi yang ada baik potensi alam, potensi budaya, potensi sumber daya manusia dan potensi spiritual dapat dikelola melalui sistem pengelolaan kearifan lokal. Semua bermuara pada terwujudnya manfaat positif Desa Pilangsari Gondang melalui berbagai kegiatan konservasi wisata di bekas pabrik gula beserta inovasi layanan kuliner ikutan lainnya. Di balik potensi yang ada tentu memerlukan sebuah pengelolaan dan penanganan khusus agar potensi unggulan layanan kesehatan, gizi tersebut berdampak positif terhadap masyarakat. Upaya mengelola potensi unggulan Desa Pilangsari Gondang untuk dikembangkan sebagai AuDesa Ramah BalitaAy masih dijumpai beberapa kendala seperti: . belum terbentuk organisasi layanan Posyandu Balita unggulan berbasis masyarakat untuk mengelola potensi kesehatan, layanan gizi balita, . perlu dilatih dan ditingkatkan kemampuan sumber daya manusia ibu-ibu dan remaja putri menjadi pelaku utama dalam pengelolaan Posyandu Balita unggulan menuju desa ramah balita . m a s i h b a n y a k w a r g a d e s a t e r u t a m a i b u - i b u d a n r e m a j a p u t r i y a n g b e l u m mandiri secara ekonomi melalui kemampuan menyajikan kuliner khas desa yang sederhana dan bergizi berbasis kearifan lokal sehingga perlu dilakukan p e l a t i h a n wirausaha. Tujuan kegiatan Posyandu Balita adalah memantau status gizi masyarakat terutama balita dan ibu hamil dengan kegiatan kunci melalui keaktifan ibu untuk mengantar anak dalam kegiatan Posyandu Balita (Risqi, 2. serta kondisi kesehatan balita akan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan anak (Kartika. Handaiyani, & Mukharomah, 2. Mengatasi berbagai permasalahan tersebut, beberapa kegiatan diajukan dalam pelaksanaan program pendampingan pemberdayaan Posyandu- Balita di Desa Pilangsari Gondang sebagai berikut: . Pembentukan Badan Pengelola Posyandu Desa menuju konsep model AuDesa Ramah BalitaAy, . Menginventarisasi potensi ekonomi /sumber gizi masyarakat, . Mempersiapkan paket layanan kesehatan sinergi dengan lembaga Pabrik Gula Gondang Winangoen dalam inovasi sajian kuliner khas desa yang bergizi dan inovatif, . Mengembangkan semangat ketrampilan wirausaha ultra mikro ibu-ibu dan remaja putri meracik kue kering, basah maupun makanan olahan bergizi yang mencerminkan identitas kuliner unggulan Desa Pilangsari Gondang Kabupaten Klaten METODE PELAKSANAAN KEGIATAN Anis Marjukah. Arif Julianto SN,Winarno Heru Murjito dkk Memperhatikan luaran kegiatan, metode yang digunakan untuk mengatasi permasalahan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: data potensi keunggulan kesehatan gizi desa dan program pemberdayaan masyarakat. Untuk mencapai target luaran tersebut, maka dilakukan dengan beberapa tahapan kegiatan sebagai berikut: . Pengumpulan data melalui survei lapangan. Program pemberdayaan melalui penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan posyandu balita, yaitu pertemuan secara berkala antara pendamping dengan kelompok sasaran. Model pendekatan yang dilakukan meliputi: Service-Quality Capacity Building terhadap layanan Posyandu Balita dan Teknologi Transfer ( H a r d j i t o & G o l d a , 2 0 1 8 ) . Model Service-Quality Capacity Building Model ini digunakan untuk meningkatkan kemampuan layanan kader posyandu balita. Program dan pendampingan. Pihak s i v i t a s a k a d e m i k a d i Perguruan Tinggi berfungsi sebagai motivator, inovator, fasilitator, dan Model Transfer teknologi Penemuan-penemuan hasil penelitian dan atau kegiatan lain dari Perguruan Tinggi diterapkan kepada masyarakat secara tepat guna. Selanjutnya, dilakukan pelatihan teknologi tepat guna di berbagai sektor meliputi sektor layanan kesehatan, gizi dan ekonomi mikro. Beberapa lembaga ditetapkan sebagai mitra dalam pelaksanaan program pemberdayaan . Kelompok ibu-ibu Dasa Wisma Desa Pilangsari dan . Pemerintah Desa Pilangsari Gondang kabupaten Klaten. Kedua lembaga mitra tersebut merupakan komponen pendukung dari masyarakat Desa P i l a n g s a r i G o n d a n g yang dilibatkan dalam perencanaan dan pengembangan PosyanduBalita menuju AuDesa Ramah BalitaAy. Target dan Luaran . Munculnya perbaikan dan peningkatan sistem pengelolaan Posyandu- Balita dengan membentuk Badan Posyandu AeBalita Desa unggulan yang bertugas untuk merencanakan, mengelola, memasarkan dan mengoperasikan kegiatan posyandu-balita . Kegiatan ini disusun melalui pelatihan ketrampilan bagi sumber daya ibu-ibu dan remaja putri dan dilakukan evaluasi secara berkesinambungan. Meningkatnya partisipasi aktif masyarakat terutama ibu-ibu dan remaja putri dalam pengembangan model AuDesa Ramah BalitaAy. Partisipasi masyarakat dalam hal ini menyangkut keterlibatan serta partisipasi dalam pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan operasional penyelenggaraan Posyandu balita desa. M e n i n g k a t n y a kemampuan masyarakat untuk mewujudkan Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Klaten dalam mengembangkan model AuDesa Ramah BalitaAy di D e s a P i l a n g s a r i G o n d a n g K l a t e n agar semakin dikenal oleh masyarakat dan aktif sebagai upaya memerangi balita tengkes. Penyebab balita tengkes secara langsung karena pola konsumsi yang tidak seimbang pada gizi dan munculnya penyakit infeksi pada anak (Hidayat & Jahari, 2. M e n i n g k a t n y a penghasilan yang diterima oleh kelompok sasaran ibu -ibu rumah tangga dalam pengembangan Desa Ramah Balita di Desa Pilangsari Klaten HASIL KEGIATAN DAN PEMBAHASAN Langkah-langkah program k e g i a t a n t e l a h d i l a k s a n a k a n untuk mencapai hasil yang diharapkan dari tema pendampingan Abdimas Dosen dan mahasiswi Unwidha di Desa Pilangsari Gondang Klaten: Anis Marjukah. Arif Julianto SN,Winarno Heru Murjito dkk T e r b e n t u k n y a Badan Pengelola Posyandu- Balita Desa Pilangsari Gondang Klaten beserta layanan: . T e l a h d i l a k s a n a k a n aktivitas baru paket wirausaha pembuatan makanan bergizi kue kering maupun basah bagi balita dan warga yang memiliki kekhasan kearifan lokal untuk ditawarkan kepada wisatawan pengunjung destinasi wisata bekas pabrik gula Gondang Winangoen. Aktivitas tersebut memuat something to see, something to do, something to buy, dan something to learn sebagai upaya memerangi tengkes di kalangan balita . D i l a k u k a n p enyiapan lahan di halaman masyarakat kelompok ibu-ibu Dasa Wisma sebagai lokasi kegiatan wisata agro dan tanaman bahan baku aneka olahan makanan khas lokal di desa, . D i s i a p k a n rumah penduduk sebagai tempat menginap bagi wisatawan yang tertarik belajar olahan makanan bergizi dan aneka tanaman pangan lokal . D i s i a p k a n kuliner lokal khas Desa Pilangsari Gondang, . Meningkatnya kompetensi di bidang layanan Posyandu Balita desa, khususnya bagi kelompok sasaran melalui pelatihan layanan service quality meliputi : tangibles, assurance, reliabilities, responsiveness emphaties, . Tersusun paket layanan Posyandu Balita unggulan melalui perbaikan teknis alat- alat operasional posyandu semisal keakuratan timbangan, alat ukur tinggi badan, buku-buku promosi kesehatan dan gizi, leaflet, pembuatan spanduk bagi promosi layanan posyandu balita desa. Kegiatan ini melibatkan berbagai komponen masyarakat Desa Pilangsari Gondang. Dokumentasi layanan posyandubalita Desa Pilangsari diurai di gambar 1 di bawah ini: Gambar 1. Praktek layanan Posyandu- Balita Desa unggulan Sosialisasi kewirausahaan ultra mikro bertujuan untuk memperkenalkan sekaligus memotivasi ibu-ibu dan remaja putri di desa memiliki jiwa kewirausahaan serta mampu menghasilkan pendapatan sendiri. Ibu-ibu dan remaja putri sangat antusias melakukan diskusi tentang kewirausahaan melalui pembuatan aneka olahan makanan kue kering, kue basah apa yang cocok sepanjang waktu tanpa ada batasan musim serta bergizi tinggi untuk balita dan Melalui kegiatan ini ibu-ibu anggota Dasa Wisma dan remaja putri Desa Pilangsari memiliki semangat yang tinggi untuk memanfaatkan ilmu dari mahasiswa. Kegiatan secara bertahap dilakukan agar tercipta kreasi inovasi olahan makanan berbasis kearifan lokal yang lezat, bergizi, memiliki tampilan menarik, bermutu tinggi, menarik untuk dijual dan menghasilkan pendapatan bagi ekonomi rumah tangga. Kebermanfaatan kegiatan ini sejalan dengan kegiatan abdimas (Suraya. Suprayitno. Sari. Rifqiyah, & Nafisah, 2. (Ramadhan et al. , 2. Dokumentasi pelatihan wirausaha ibu-ibu dan remaja putri membuat olahan pangan bergizi diurai di gambar 2 di bawah ini: Anis Marjukah. Arif Julianto SN,Winarno Heru Murjito dkk Gambar 2. Praktek pembuatan olahan kue kering dari bahan bergizi SIMPULAN Berbasis kegiatan diatas diambil simpulan bahwa pendampingan pemberdayaan Posyandu Balita Desa Pilangsari Gondang Kabupaten Klaten mendapat respon positif dari masyarakat terutama ibu-ibu kelompok Dasawisma, remaja putri serta Pemerintah Kabupaten Klaten. Hasil yang dicapai diantaranya terjadi penguatan fungsi kelembagaan Posyandu-Balita Desa Pilangsari Gondang, terjadi penguatan jejaring, meningkatnya beragam kegiatan wirausaha skala ultra mikro bagi ibu-ibu anggota Dasa Wisma dan remaja putri berupa meningkatnya ketrampilan olah kue kering, kue basah bergizi bagi masyarakat, meningkatnya kegiatan promosi dan kesemuanya bermuara pada semakin meningkat jiwa wirausaha dari warga desa. SARAN Pendampingan pemberdayaan Posyandu-Balita unggulan Desa Pilangsari Gondang Kabupaten Klaten tidak cukup dilakukan dalam waktu singkat, melainkan membutuhkan waktu panjang dan berkesinambungan. Oleh sebab itu, untuk menjamin keberlanjutan program maka perlu dilakukan pendampingan yang berlanjut dan kontinyu. Pendampingan dapat dilakukan baik oleh Perguruan Tinggi, institusi pemerintah, swasta maupun melibatkan mitra LSM. Partisipasi aktif masyarakat Desa Pilangsari Gondang Klaten sebagai aktor utama dalam mewujudkan aktivitas model AuDesa Ramah BalitaAy dalam upaya memerangi kasus balita tengkes di masa mendatang harus terus ditingkatkan. DAFTAR PUSTAKA