Jurnal Teologi Pambelum Volume 4. Nomor 1 (Agustus 2. : 20-29 ISSN: 2088-8767 (Prin. , 2829-0550 (Onlin. Link Jurnal: https://jurnal. stt-gke. id/index. php/pambelumjtp Published by: Unit Penerbitan dan Informasi STT GKE Doi Artikel: 10. 59002/jtp. Mimpi Yakub di Betel Kejadian 28:10-22 dan Simbol Simbuang Batu dalam Ritual Rambu SoloAo di Toraja sebagai Upaya Anamnesis dan Mimesis Angely Daniel Institut Agama Kristen Negeri Toraja Angelydaniel62@gmail. Abstract Jacob's Dream at Bethel in Genesis 28:10-22 is the story of Jacob's journey from Beersheba to Haran. During the journey from Beersheba to Haran Jacob had a dream. God appeared in the dream stating promises and blessings upon him. After he had the dream he woke up from his sleep to erect a stone monument and declared the place to be a symbol of the house of God. Based on the story of Jacob who erected the stone, in Toraja tradition there is also a rite of simbuang batu or In the implementation of the Rambu Solo' ritual or death ceremony, a rite of erecting a simbuang batu or menhir is carried out in the rante, namely the yard where the Rambu Solo' ritual is carried out. This study aims to determine Jacob's dream at Bethel Genesis 28:10-22 and the symbol of simbuang batu in the Rambu Solo' ceremony ritual as an effort of anamnesis and The author intends to use a qualitative research method. Qualitative research is used as an effort by researchers to explore information and analyze the meaning and value of an object being studied. Data collection techniques are carried out through literature studies and interviews. The author has conducted interviews with several sources who understand the simbuang batu ritual in the Rambu Solo' ceremony ritual in Toraja. The results of the study indicate that Jacob's Dream in Bethel is a symbol of God's presence expressed by Jacob through the symbol of the establishment of a stone monument as the house of God which expresses His presence and love. In line with that, the Toraja people understand simbuang batu as a symbol of love and affection in family As an effort of anamnesis and mimesis, the author is interested in writing about this Keywords: Jacob's dream. Genesis 28:10-2. Simbuang Batu. Rambu Solo' Toraja. Abstrak Mimpi Yakub di Betel dalam Kejadian 28:10-22 merupakan kisah perjalanan Yakub dari Bersyeba ke Haran. Saat perjalanan dari Bersyeba ke Haran Yakub bermimpi. Allah hadir dalam mimpi menyatakan janji dan berkat atasnya. Setelah ia bermimpi ia bangun dari tidurnya mendirikan tugu batu dan menyatakan tempat tersebut menjadi simbol rumah Allah. Bertolak dari kisah Yakub yang mendirikan batu, dalam adat Toraja juga terdapat ritus simbuang batu atau menhir. Dalam Pelaksanaan ritual Rambu SoloAo atau upacara kematian dilakukan ritus pendirian simbuang batu atau menhir di rante yakni halaman tempat pelaksanaan ritual Rambu SoloAo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mimpi Yakub di Betel Kejadian 28:10-22 dan simbol simbuang batu dalam ritual upacara Rambu SoloAo sebagai upaya anamnesis dan mimesis. Penulis hendak menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif digunakan sebagai upaya peneliti Diterima Redaksi: 26-6-2024 | Selesai Revisi: 29-08-2. Diterbitkan Online: 31-08-2024 Mimpi Yakub di Betel Kejadian 28:10-22 dan Simbol Simbuang Batu dalam Ritual Rambu SoloAo di Toraja untuk menggali informasi dan menganalisis makna dan nilai dari suatu objek yang diteliti. Teknik Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan wawancara. Penulis telah melakukan wawancara kepada beberapa narasumber yang memahami tentang ritus simbuang batu dalam ritual upacara Rambu SoloAo di Toraja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mimpi Yakub di Betel sebagai simbol kehadiran Allah yang dinyatakan Yakub melalui simbol pendirian tugu batu sebagai rumah Allah yang menyatakan kehadiran dan cinta kasih-Nya. Senada dengan itu masyarakat Toraja memahami simbuang batu sebagai simbol cinta dan kasih dalam hubungan Sebagai upaya anamnesis dan mimesis maka penulis tertarik untuk menulis topik Kata Kunci: Mimpi Yakub. Kejadian 28:10-22. Simbuang Batu. Rambu SoloAo,Toraja. Pendahuluan Mimpi merupakan hal yang lumrah dan pasti pernah dialami oleh setiap manusia. Baik mimpi yang indah maupun mimpi yang buruk dan tanpa disadari mimpi tersebut kadangkala terjadi dalam kehidupan manusia. Pada ayat-ayat Alkitab khususnya dalam Perjanjian Lama yang membahas tentang Allah hadir dalam mimpi untuk menyampaikan nubuatan kepada manusia yang memiliki makna teologis. Salah satu peristiwa dalam Alkitab yang memiliki makna teologis yaitu mimpi Yakub di Betel dalam (Kej. 28:10-. Dalam mimpi Yakub yang mendirikan batu sebagai tugu dan simbol rumah Allah. Mengenai pendirian tugu batu, hal senada juga terdapat dalam adat Rambu SoloAo, terdapat ritus mesimbuang atau mangriuAo simbuang batu Simbuang batu . yaitu pendirian batu di Rante yakni halaman atau lokasi tempat berlangsungnya Rambu SoloAo. Adat Rambu SoloAo terdapat di daerah Toraja. Upacara pemakaman atau ritual Rambu SoloAo merupakan upacara pemakaman yakni sebagai wujud rasa cinta dan kasih kepada seseorang yang yang meninggal. (Ira Arianti & Nurlela, 2. Penelitian sebelumnya dijelaskan oleh Rosmawati yang melihat potensi tradisi budaya megalitik di Tana Toraja sebagai objek wisata. Pada penelitian ini penulis akan mendeskripsikan sejarah dan makna budaya ritus simbuang batu dalam pelaksanaan upacara pemakaman Rambu SoloAo di Toraja yang terbagi atas beberapa tahapan acara. Peneliti telah melakukan wawancara kepada beberapa informan yang berasal dari beberapa daerah yakni KesuAo. Kalimbuang BoriAo, dan Sesean Suloara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbuang batu yang merupakan salah satu ritus dalam upacara pemakaman Rambu SoloAo dan memberi makna sebagai simbol kebesaran keluarga, keluarga berharap agar panjang umur dalam menjalani kehidupan, serta rumpun keluarga secara turun-temurun dapat mengenal, mengingat dan mengenang dengan penuh kasih bahwa tugu batu itu adalah milik Tongkonan atau keluarga besar. Christoper dalam jurnal panggilan Allah kepada Abraham. Allah dalam misi dan janji-Nya telah dinyatakan kepada Abraham yakni janji keselamatan dan berkat keturunan. Melalui penelitiannya ia membahas mengenai sejarah panggilan Allah kepada Abraham, dan janji itu juga dinyatakan kepada Yakub dalam mimpinya (Kej. 28:10-. (Alexander et , 2. Senada dengan itu Fini Ardila dalam tulisannya menegaskan mimpi Yusuf Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Agustus 2024 Mimpi Yakub di Betel Kejadian 28:10-22 dan Simbol Simbuang Batu dalam Ritual Rambu SoloAo di Toraja sebagai media komunikasi dan penyataan Allah untuk menyatakan janji dan berkat-Nya atas Yusuf (Kej. 37:1-. Rahmat Salubongga, menjelaskan simbuang batu dalam masyarakat Toraja dari sudut pandang Teologi kontekstual yang memaknai simbuang batu atau Menhir sebagai suatu kebesaran keluarga, monumen kasih Allah, dan anugerah Allah terhadap umat-Nya (Salubongga, 2. Rosmawati menggunaka n sudut pandang berbeda dengan menjelaskan potensi tradisi budaya megalitik di Tana Toraja sebagai objek wisata. Penelitian tersebut menjelaskan budaya awal megalitik di Sulawesi khususnya di Toraja menunjukkan ciri dari kehidupan bangsa Austronesia. enelitian tersebut menjelaskan budaya awal megalitik di Sulawesi khususnya di Toraja menujukkan ciri dari kehidupan bangsa Austronesia. Budaya megalitis merupakan warisan dari bangsa Austronesia. Disamping itu budaya megalith merupakan budaya unik yang berpotensi untuk mendukung perkembangan kemajuan destinasi wisata utama di Indonesia bahkan di seluruh Selain itu keunikan budaya Toraja nampak melalui pemukiman, upacara pemakaman, serta kehidupan sehari-hari yang traditional (Rosmawati, 2. Akin Duli dalam penelitiannya menjelaskan mengenai fungsi dan peranan simbuang batu sebagai budaya megalith di Toraja (Duli, 2. Nattye juga mengemukakan bahwa simbuang batu merupakan suatu monumen atau tugu batu yang dibuat khusus bagi seseorang yang sudah meninggal dengan makna bahwa tugu dibuat berdasarkan cinta kasih, perbuatan baik seperti yang diajarkan dalam Iman Katolik. Menhir sebagai monumen peringatan akan peristiwa Eran DilangiAo yang sudah runtuh, sehingga simbol menhir merupakan kehidupan. Kehidupan yang menghubungkan bumi dan langit. Selain itu menhir menjadi simbol rantai besi yang menghubungkan antar generasi ke generasi selanjutnya (Nattye, 2. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Mimpi Yakub di Betel Kejadian 28:10-22 dan Simbol Simbuang Batu dalam Ritual Rambu SoloAo di Toraja sebagai Upaya Anamnesis dan Mimesis. Demikian setelah Yakub bermimpi Ia mendirikan batu yakni tugu sebagai simbol rumah Allah, kehadiran Allah, kehidupan, kasih Allah, berkat dan Janji Allah, relevan dengan budaya Toraja mendirikan simbuang batu merupakan bagian dari ritus Rambu SoloAo yang maknanya bukan hanya sebagai kehadiran dan kehidupan. Selain itu sebagai kekeluargaan, bukti kemurnian cinta dan kasih simbol harapan kekekalan hidup dan harapan yang besar dalam suatu rumpun keluarga hingga keturunan anak dan cucu. Oleh karena itu dalam korelasi tersebut menarik untuk dipahami sebagai upaya Anamnesis yaitu upaya untuk mengenang peristiwa yang telah terjadi di masa lampau. Sedangkan Mimesis merupakan upaya untuk mengalami atau mengulangi peristiwa yang pernah terjadi dimasa lampau untuk dilakukan kembali dengan memahami persitiwa tersebut untuk memperoleh makna yang baru di masa kini. Senada dengan itu perlu anamnesis dan mimesis menjadi hal utama yang akan mendukung dalam upaya mengenang peristiwa yang dahulu sudah terjadi untuk mengalami, atau merayakan kembali peristiwa tersebut di masa kini dengan makna baru. Oleh karena itu tulisan ini seperti kisah Yakub yang mendirikan tugu batu di Betel dan ritus simbuang batu yakni makna tugu batu yang didirikan dalam upacara pemakaman adat Rambu SoloAo. Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Agustus 2024 Mimpi Yakub di Betel Kejadian 28:10-22 dan Simbol Simbuang Batu dalam Ritual Rambu SoloAo di Toraja Metode Penelitian Penelitian ini fokus pada makna narasi Mimpi Yakub di Betel Kejadian 28:10-22 sejarah dan budaya simbol simbuang batu dalam ritual upacara pemakaman atau Rambu SoloAo sebagai upaya anamnesis dan mimesis. Penulis hendak menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif digunakan sebagai upaya peneliti untuk menggali informasi dan menganalisis makna dan nilai dari suatu objek yang diteliti. Teknik Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan wawancara. Penulis telah melakukan wawancara kepada beberapa narasumber yang memahami tentang ritus simbuang batu dalam ritual upacara Rambu SoloAo di Toraja. Penelitian dilakukan di beberapa tempat yakni KesuAo. Kalimbuang BoriAo, dan Sesean SuloaraAo. Penulis mencari narasumber yakni sejumlah tokoh budaya Toraja yang memahami makna simbuang batu dalam ritus Rambu SoloAo. Kemudian penulis memberi pertanyaan yang berhubungan dengan topik. Lalu narasumber menjawab pertanyaan, selanjutnya dimuat dalam artikel ini. Selain itu penulis juga mencari informasi melalui buku, jurnal dan internet yang berkaitan dengan topik tersebut. Hasil dan Pembahasan Mimpi Yakub di Betel Kejadian 28:10-22 Kejadian 28:10-22 merupakan bagian perikop Mimpi Yakub di Betel. Dalam perikop ini Yakub melakukan perjalanan dari Bersyeba menuju ke Haran . Setelah berada di suatu tempat karena hari sudah malam ia beristirahat, lalu mengambil A u oyA: sebuah batu digunakan sebagai alas kepala lalu berisitirahat di tempat itu . Lalu Ia bermimpi A uyAkhalom, dibumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai ke langit dan tampak malaikat turun naik di tangga itu . Kemudian Tuhan berdiri di sampingnya dan berfirman AuAkulah Tuhan. Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak, tanah tempat engkau berbaring ini akan kuberikan kepadamu kepada keturunanmu . Allah menyatakan bahwa Dialah Allah nenek moyang yang menyertai mereka sejak perbudakan di Mesir hingga menyatakan janjinya. Janji dan berkat Allah dipertegas dalam yakni keturunannya akan diberkati seperti debu tanah banyaknya dan Dia juga yang akan menyertai dan menyatakan janji perlindungannya kepada Yakub dan keturunannya . Namun setelah Yakub bangun dari tidurnya. Ia menyadari bahwa Allah di tempat itu dan ia tidak mengetahuinya . Yakub menjadi tercengang dan menyatakan bahwa tempat itu tak lain dari rumah Allah atau pintu gerbang Sorga . Lalu keesokan harinya pada waktu pagi Yakub mengambil A u oyA: batu yang dipakainya menjadi alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya . Yakub menamai tempat itu Betel yang dahulu nama kota itu Lus . Betel dalam bahasa Ibrani artinya Aurumah AllahAy. Lus merupakan nama Kanaan untuk kota yang terletak sekitar 18 Km sebelah Utara Yerusalem. Kemudian Yakub bernazar bahwa Jika Allah menyertai kehidupannya dengan memberi roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, dan selamat kembali ke rumah ayahnya maka Tuhan akan menjadi Allah baginya . Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Agustus 2024 Mimpi Yakub di Betel Kejadian 28:10-22 dan Simbol Simbuang Batu dalam Ritual Rambu SoloAo di Toraja Adapun batu yang didirikannya akan menjadi AuRumah AllahAy dan segala berkat yang Allah nyatakan akan ia persembahkan sepersepuluh kepada Allah. Melalui narasi Kejadian 28:10-22 mimpi Yakub di Betel. Allah menyatakan janji yang tidak hanya kepada Yakub tetapi bagi keturunannya. Sekalipun dalam pelariannya Ia hilang harapan namun Allah kembali meneguhkan janji kepada-Nya yakni janji dan berkat yang telah dinyatakan lebih dahulu kepada Abraham (Thomas & Santoso, 2. Yakub kini menyatakan bahwa Allah sungguh ada menyertai hidupnya, hingga mendirikan tugu batu sebagai rumah Allah sebagai simbol Allah hadir menyatakan kasih dan perlindungannya. Makna Mimpi dalam Kejadian 28:10-22 Mimpi A uyAkhalom yakni kata benda singular absolut. Khalom dalm Perjanjian Lama yaitu alat penyataan Allah, dimana Allah menyampaikan informasi kepada umat-Nya melalui penglihatan. Jenis penglihatan atau pengungkapan Ilahi Allah melalui hal-hal simbolik, orang dan tindakan. Dalam dunia sekitar Israel mimpi dianggap sebagai ilham dan oleh sebab itu sebagai nubuatan dapat menentukan masa depan penerima mimpi (Lempp, 1. Dalam tradisi Yahudi Kristen, makna mimpi tidaklah diragukan lagi, mereka meyakini mimpi sebagai saran Allah memberi petunjuk untuk memimpin umat atau orang tertentu pada jalan yang ditunjukkan oleh Allah. Penggunaan mimpi dalam Alkitab merupakan media komunikasi Allah kepada umat-Nya. Pertama. Allah datang kepada Laban dalam suatu mimpi dan berfirman kepadanya (Kej. Kedua. Tuhan menyatakan dirinya dalam penglihatan dan berbicara kepada Musa dalam mimpi (Bil. Ketiga. Allah berbicara kepada Ayub mengenai melalui mimpi pada waktu malam (Ayub 33:. Keempat. Allah memanggil Samuel dalam penglihatan pada waktu malam ( 2 Sam. Kelima. Daniel mendapat penglihatan dalam mimpi di tempat tidur (Dan. 17:1-. Keenam. Zakharia dalam mimpi mendapat penglihatan (Zakharia 1:. Ketujuh Allah memberi penglihatan kepada Firaun (Kej. 41:1-. Kedelapan. Malaikat Tuhan datang kepada Yusuf mimpi (Mat. 1:20-. Demikian yang dialami Yakub di Betel. Allah juga berbicara kepada Yakub dalam mimpinya (Kej. 28:12-. Allah menyampaikan janji kepada Yakub bahwa Ia akan memberkati Yakub bahkan keturunannya akan bertambah banyak dan janji keselamatan. Kehadiran Allah menyadarkan Yakub bahwa Allah hadir di sana dan sebagai simbol cinta kasih Allah ia mendirikan tugu batu, dengan menuang minyak, lalu menamai tempat itu Betel (Blommendaal, 2. Simbol simbuang batu dalam kepercayaan Aluk Todolo dan pelaksanaan Rambu SoloAo Suku Toraja adalah salah satu suku yang berasal dari tanah Sulawesi Selatan. Suku Toraja berasal dari sebutan To Riaja yang berarti orang-orang yang hidup atau tinggal di pegunungan sebelah utara Sulawesi Selatan (Abidin, 2. Kemudian membentuk pemukiman masyarakat Toraja dipengaruhi oleh faktor alam seperti topografi, geologi dan sumber daya alam yang tersedia (Duli, 2. Pada umumnya masyarakat Toraja memilih daerah lembah, dengan pola pemukiman yang berkelompok secara Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Agustus 2024 Mimpi Yakub di Betel Kejadian 28:10-22 dan Simbol Simbuang Batu dalam Ritual Rambu SoloAo di Toraja berpusat Tongkonan memiliki peran sebagai pusat yang dikelilingi oleh rumah maupun bangunan sosial seperti Liang. Rante, sawah, kebun dan lain-lain. Hal pemukiman masyarakat Toraja dipengaruhi oleh kekeluargaan (Duli, 2. Hal tersebut bahwa dalam satu pemukiman merupakan anak dan cucu dari nenek atau leluhur yang sama. Pusat kampung disebut Tongkonan yang dipimpin oleh seorang ketua adat. Puang atau To ParengngeAo. Dalam suatu kampung yang pertama terbentuk, didirikan Tongkonan Layuk bagi pemimpin adat. Kemudian dibangun pula beberapa Tongkonan seperti Tongkonan Kaparengngesan dan Tongkonan Batu AAoriri. Pola pemukiman masyarakat Toraja ialah pola di sana. Setiap pemukiman berada dalam kesatuan adat yang memiliki kelompok Tongkonan. Rante dan Liang (Duli, 2. Tongkonan bagi masyarakat Toraja merupakan simbol kekeluargaan dalam ikatan persekutuan (Lebang, 2. Pola pemukiman masyarakat juga diatur oleh Aluk Todolo atau Aluk neneAo yang meyakini bahwa terdapat tiga unsur penting yakni Tongkonan. Rante dan Liang dan unsur lain seperti sawah dan kombong . empat penggembalaa. Tongkonan dipahami sebagai simbol alam dunia lino, rante simbol alam antara ke alam arwah dan Liang simbol alam arwah Puya. Rante simbuang digunakan sebagai situs dalam pelaksanaan upacara pemakaman bagi orang yang telah meninggal, khususnya bagi kaum bangsawan (Kadir. Selain dari pemukiman Toraja yang unik. Toraja merupakan daerah yang kaya akan budaya, tradisi, ritual dan adat istiadat. Salah satu ritual masyarakat Toraja adalah Rambu soloAo. Secara etimologis Rambu soloAo berasal dari dua kata yaitu AurambuAy yang berarti asap atau sinar, sedangkan kata AusoloAoAy berarti turun atau terbenam. Karena itu Rambu SoloAo yaitu upacara yang dilakukan pada saat sinar matahari mulai terbenam dan juga sering disebut aluk rampe matampuAo. Rampe matampuAo artinya sebelah Barat, sebab dilaksanakan di sebelah Barat rumah. Rambu SoloAo merupakan upacara ritual yang membutuhkan Sebab itu asap menjadi simbol kehidupan bagi masyarakat Toraja (Nattye, 2. Rambu SoloAo yaitu upacara adat kedukaan Toraja (Ira Arianti & Nurlela, 2. Rambu SoloAo mengandung nilai kebersamaan. Okto Kurapak menjelaskan bahwa Rambu SoloAo, merupakan prosesi adat yang berkaitan erat dengan harkat dan martabat bagi seorang yang meninggal (Kurapak, 2. Seno Paseru dalam bukunya menjelaskan upacara Rambu SoloAo adalah upacara terpenting sebab masyarakat Toraja meyakini bahwa kematian merupakan titik awal menuju kehidupan baru di alam lain (Paseru, 2. Selain itu L. Tangdilintin mengemukakan bahwa upacara Rambu SoloAo yaitu perubahan status manusia dari hidup kepada manusia roh di alam gaib, bahwa kehidupan seseorang didunia akan sama kehidupannya di alam sana (Tangdilintin, 1. Menurut Said Tradisi Rambu SoloAo merupakan upacara adat kematian masyarakat Toraja yang telah dilakukan kira-kira abad ke-9 Masehi dan bertahan hingga turun-temurun (Said, 2. Oleh sebab itu tradisi tersebut menjadi suatu identitas dari komunitas yang merupakan hasil kesepakatan-kesepakatan masyarakat Toraja (Ira Arianti & Nurlela, 2. Suhamiradja dalam bukunya AuAdat Istiadat dan Kepercayaan Sulawesi Selatan Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Agustus 2024 Mimpi Yakub di Betel Kejadian 28:10-22 dan Simbol Simbuang Batu dalam Ritual Rambu SoloAo di Toraja menjelaskan bahwa masyarakat Toraja terkenal sebagai suku yang memegang teguh tradisi adat (Suhamihardja, 1. Sekaitan dengan nilai dan aktivitas manusia. Frans Pantan menjelaskan bahwa tak ada kegiatan satu pun yang tidak memiliki pesan atau makna. Dengan demikian Pelaksanaan Rambu SoloAo mengandung nilai-nilai yang pada umumnya memberi bermakna bagi masyarakat Toraja (Pantan, 2. Upacara Rambu SoloAo mengandung nilai-nilai universal baik bagi masyarakat secara umum dan khusus bagi Nilai-nilai tersebut ialah nilai kebersamaan, nilai penghargaan, nilai penghormatan dan nilai tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut erat kaitannya dengan sanksi sehingga siapa pun yang melakukan pelanggaran akan diberi hukuman, sesuai dengan aturan yang berlaku dalam suatu daerah tertentu (Randalele & Budi, 2. Tradisi tersebut tidak lepas dari kepercayaan yang dianut oleh masyarakat tradisional Toraja pada zaman dahulu yaitu Aluk Todolo. Dalam bahasa Sansekerta Aluk Todolo yaitu aluk artinya agama dalam bahasa Latin . , bahasa Inggris AureligiynAy berarti ritus . , ajaran atau pedoman. Sedangkan kata AutodoloAy, to artinya orangorang dan AudoloAy berarti dahulu,. Aluk Todolo berarti agama, pedoman, ajaran maupun ritus, leluhur masyarakat Toraja. Tangdilintin menjelaskan bahwa Aluk Todolo masih menganut animisme yang mana setiap benda dipercaya memiliki kekuatan gaib (Tangdilintin, 1. Pelaksanaan upacara kematian atau ritual Rambu SoloAo terdapat beberapa ritus yaitu MaAobalik merupakan proses orang meninggal dipindahkan dari ruang belakang rumah Tongkonan . kemudian di letakkan di ruangan bagian tengah rumah Tongkonan. Mesimbbuang atau MangriuAo Batu . enarik bat. ialah proses orang banyak dengan gotong royong memindahkan batu yang yang sudah dipahat lalu ditarik ke rante. MebalaAokaan yaitu sebuah tempat yang didirikan ditengah-tengah rante berupa pondok yang tinggi, fungsinya sebagai tempat membagikan daging dalam pelaksanaan rambu soloA. MaAo PasaAo Tedong atau MaAo pasilaga yaitu kegiatan adu kerbau. MaAo Parokko Alang atau MaAoPalao atau MaAo PasongloAo adalah proses menurunkan jenazah dari Tongkonan yang didahului oleh berbagai jenis kerbau di sepanjang jalan oleh banyak orang, disertai dengan arak-arakan kemudian berkeliling ke jalan raya lalu memasuki rante. Namun bila acara dilakukan di halaman Tongkonan maka jenazah selanjutnya diletakkan di Lumbung sembari itu to minaa maAosinggiAo berupa syair pujian sebab simbuang adalah lambang kebesaran keluarga. Allo Katongkonan yaitu hari yang di khususkan bagi segenap keluarga untuk datang duduk bersama keluarga. Mantaa Padang merupakan kegiatan membagikan daging kepada masyarakat dalam suatu daerah tertentu baik pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, dan lainnya. Me Aa adalah prosesi pemakaman jenazah diusung ke liang atau Tahapan pelaksanaan upacara Rambu soloAo dalam daerah tentu berbeda-beda, sesuai dengan aturan adat yang berlaku dalam daerah, terutama daerah yang masih memegang teguh tanaAo atau strata sosial (Tandipayung, 2. Messimbuang atau mangriuAo batu merupakan salah satu ritus dalam pelaksanaan rambu soloAo yaitu mendirikan batu atau menhir di rante (Nattye, 2. Simbuang batu merupakan budaya megalith. Rante adalah tanah lapang yang digunakan sebagai halaman Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Agustus 2024 Mimpi Yakub di Betel Kejadian 28:10-22 dan Simbol Simbuang Batu dalam Ritual Rambu SoloAo di Toraja atau tempat pelaksanaan Rambu SoloAo dalam tingkat Rapasan. Rapasan Sundun atau Sapu Randanan berdasarkan tanaAo atau strata sosial bagi beberapa daerah yang masih memegang teguh strata sosial (Rombe, 2. Sebelum batu dipindahkan ke Rante maka seorang to minaa berdoa kepada Puang Matua agar pendirian batu berjalan dengan baik dan lancar. Sebelum batu didirikan dilakukan pemotongan hewan yakni kerbau, babi, dan anjing sesuai dengan aturan di daerah tertentu. Makna lain juga yakni Sebelum batu ditancapkan biasanya terlebih dahulu diletakkan kalung manik-manik, wajan, dan tumbuhan passakke. Wajan atau Pamuntu sebagai simbol mengangkat tanggungjawab sosial bagi keturunan selanjutnya, matotoAo urrande tana kaluaAo, manikAimanik simbol kebesaran, dan tumbuhan passakke sebagai simbol berkat dan keselamatan yang telah diterima di masa lampau, kini dan akan datang (Rombe, 2. PaddaAo menjelaskan bahwa dalam upacara rambu soloAo di BoriAo terdapat 7 tingakatan yakni DisilliAo. Disangalloi. Di rondon. Di Batang. Dipuli SangbuaAo. Di rapaAoi dan Sapu Randanan (Padda, 2. Pelaksanaan Rambu soloAo secara khusus mendirikan simbuang batu di setiap daerah memiliki perbedaan dan persamaan, sesuai dengan aturan yang berlaku di daerah tertentu pantan serekan baneAo. Terdapat sekitar 108 simbuang batu di wisata rante Kalimbuang BoriAo (Sarapang, 2. Korelasi Makna Tugu Batu dalam kisah Mimpi Yakub dan Simbuang Batu bagi Masyarakat Toraja Peristiwa anamnesis sebagai upaya untuk mengingat atau mengenang kembali halhal yang terjadi di masa lalu. Senada dengan itu maka melalui Batu yang didirikan Yakub menjadi simbol bahwa Allah hadir di Betel ia menyadari tempat itu sebagai Aurumah AllahAy. Kehadiran Allah menyatakan cinta kasih dan berkat-Nya atas kehidupan Yakub dan Allah berjanji untuk menyertai dan melindungi Yakub dan keturunan. Senada dengan itu dalam konteks budaya Toraja Simbuang batu merupakan simbol kebesaran keluarga dan tanda bahwa rumpun keluarga besar Tongkonan pernah melakukan ritual rambu soloAo di rante. Bassian Sarapang salah seorang To Minaa dari KesuAo menjelaskan bahwa karena rambu soloAo sebagai upaya penghormatan terkahir kepada orang yang telah meninggal, maka simbuang batu sebagai bentuk penghargaan. Auanna tuo batuAy . gar hidup seperti bat. artinya bahwa keturunan dapat berumur panjang Audipopamuntu tang tiAopeAoAy. eperti wajan kuat tak mudah reta. demikian juga tidak di dirikan untuk sementara waktu melainkan agar di kenang bagi segenap keturunan, keturunan selanjutnya. Disamping itu simbuang batu juga digunakan sebagai tempat mengikat kerbau dan bersamaan juga di tanam juga simbuang lain seperti pohon ijuk, pohon pinang, pohon lambiri, bongliAodan pohon kadingeAo. Setelah beranamnesis maka selanjutnya perlu untuk mimesis yakni memperingati dan mengalami peristiwa yang telah terjadi AubatuAy menjadi simbol utama baik dalam peristiwa Yakub dan dalam konteks Toraja bahwa batu adalah simbol kehidupan, kehadiran, berkat, harapan, doa, cinta kasih Allah tidak hanya bagi Yakub di masa lalu dan bagi nenek moyang masyarakat Toraja. Namun berkat kasih Allah telah kita terima sebagai orang percaya. Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Agustus 2024 Mimpi Yakub di Betel Kejadian 28:10-22 dan Simbol Simbuang Batu dalam Ritual Rambu SoloAo di Toraja Implikasi Budaya adalah kearifan lokal yang dimiliki oleh setiap suku yang ada di Indonesia, termasuk di Toraja. Oleh sebab itu, masyarakat mesti melestarikan budaya agar tetap eksis, bukan didekolonisasi. Rekomendasi untuk Penelitian Lanjutan Penelitian mengenai Mimpi Yakub (Kej. 28:10-. tentunya banyak menjadi minat dan perhatian para penulis untuk mengkajinya lebih jauh. Bahkan terkait budaya Toraja, tentu para pemerhati budaya Toraja banyak mengeksplorasinya lewat tulisan mereka. Namun, khususnya simbuang batu tentu belum terlalu banyak dieksplorasi para peneliti. Budaya Toraja banyak menjadi pusat penelitian karena penting untuk melestarikan dan mendedikasikan budaya Toraja agar dapat dikenal oleh masyarakat Toraja. Indonesia bahkan dalam ruang lingkup lebih luas yakni mancanegara. Karena itu seyogianya para peneliti menjadikan tulisan ini sebagai referensi dalam menulis atau mengkaji budaya yang ada di Toraja. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan diatas maka penulis menarik kesimpulan bahwa mengenang . peristiwa mimpi Yakub di Betel ia merasakan kehadiran Allah. Oleh karena itu Yakub mendirikan tugu batu sebagai simbol kehadiran Allah. Kemudian upaya untuk merayakan atau mengalami . peristiwa Yakub yang mendirikan tugu batu mendapat pemaknaan yang baru melalui makna ritus simbuang batu dalam adat Rambu SoloAo bagi masyarakat Toraja. Sejarah dan simbol simbuang batu suatu dimensi anamnesis dan mimesis masyarakat Toraja. Sejarah dan simbol simbuang batu atau menhir merupakan suatu budaya megalith yang memiliki makna sebagai simbol kebesaran keluarga, cinta kasih yang murni dari rumpun keluarga kepada seseorang yang telah meninggal, silsilah kekeluargaan, harapan dan doa, spiritualitas, penghargaan dan kenangan bagi generasi selanjutnya. Daftar Rujukan Abidin. Kebudayaan Sulawesi Selatan. Social Politik Genius. Alexander. Pakhpahan. , & Surprandono. Panggilan Allah Kepada Abraham: Konsep Anugerah dan Implikasinya dalam Kehidupan Orang Percaya. Jurnal Teologi Kristen, 4. Blommendaal. Pengantar Kepada Perjanjian Lama. BPK Gunung Mulia. Christian Elyeser Randalele. Bartolomeus Budi. Nilai-Nilai Kristiani Dalam Ritual Dipelima Sundun Pada Upacara Adat Rambu SoloAo. PEADAAo: Jurnal Pendidikan Kristen. Vol. 3 No. Duli. Peran situs Liang dalam Sistem Pemukiman Masyarakat Toraja. Topik Terpilih Tentang Arkeologi. Sejarah dan Budaya Melayu. WalennaE. Vol. 12 no. Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Agustus 2024 Mimpi Yakub di Betel Kejadian 28:10-22 dan Simbol Simbuang Batu dalam Ritual Rambu SoloAo di Toraja 185Ae194. Duli. Budaya Keranda Erong di Toraja. Enrekang dan Mamasa Sulawesi. Indonesia. Universiti Sains Malaysia- Penang Malaysia. Indonesia. Alkitab Edisi Studi. Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Ira Arianti. Nurlela. Pergeseran Nilai dan Makna Budaya Tradisi Rambu SoloAo masyarakat Toraja di Masa Modern. Alliri: Journal of Anthropology. Vol. 3 No. Kadir. Aspek Megalitik di Toraja. Puslit Arkenas. Kurapak. Profil Pemuda Toraja (Pribadi-Pribadi Sumber Inspirasi dan Pembelajara. Lakipadada. Lebang. Tongkonan Sangulele Sebagai Solidaritas Kekristenan Tana Toraja. Universitas Kristen Satya Wacana. Lempp. Tafsir Kejadian . BPK Gunung Mulia. Nasution. Tradisi Unik Suku Bangsa Indonesia. Bhuana Ilmu Populer. Nattye. Toraja: Ada Apa dengan Kematian? (B. Tallulembang (Ed. )). Gunung Sopai. Pantan. Suatu studi Kritis Terhadap Upacara Rambu SoloAo Pada Masyarakat Toraja Kristen. Departemen Teologi Sinode Gereja Bethel Indonesia. Rosmawati. Potensi Tradisi Budaya Megalitik di Tana Toraja Sebagai Objek Wisata. Jurnal Ilmu Budaya. Vol. 9 no. Said. Simbolisme Unsur Visual Rumah Tradisional Toraja dan Perubahan Aplikasinya Pada Desain Modern. Ombak. Salubongga. Simbuang Batu: Suatu Kajian Teologi Kontekstual mengenai Makna Simbuang Batu dalam Masyarakat Toraja. Sangulele: Jurnal Teologi Kontekstual. Vol. 1 No. Seno Paseru. Aluk Todolo Toraja. Widya Sari press. Suhamihardja. Adat- Istiadat dan Kepercayaan Sulawesi Selatan :Litera. Alfabeta. Tangdilintin. Toraja dan Budayanya. Toraja dan Kebudayaannya. YALBU (Yayasan Lepongan Bula. Theological Wordbook of the Old Testeament. Leksikon Ibrani, s. v AuKhalom,Ay Sabda Version 4. Thomas. , & Santoso. Struktur Perjanjian Lama. BPK Gunung Mulia. Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Agustus 2024