Problematik Pembelajaran Puisi Rakyat pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 18 Kota Jambi Devi Yansah1. Maizar Karim2. Larlen3. Oky Akbar4. Lusia Oktri Wini5 Universitas Jambi *Corresponding author Email: deviyansah297@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Problematik Pembelajaran Puisi Rakyat Siswa Kelas VII SMP Negeri 18 Kota Jambi Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Narasumber dalam penelitian ini adalah siswa dan guru kelas VII. Data penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara mengenai problematik dalam pembelajaran puisi rakyat. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII yang berjumlah 9 siswa dan 1 guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian siswa sudah mampu menulis gurindan dan syair sesuai dengan karateristik puisi rakyat. Kata kunci: problematik, pembelajaran puisi rakyat Abstract This study aims to describe the Problems of Learning Folk Poetry for Class VII Students of SMP Negeri 18 Jambi City in 2022. This research is a qualitative research with a descriptive approach. The informants in this study were students and teachers of class VII. The research data were obtained from interviews regarding problems in learning folk poetry. The sample of this research was class VII students, totaling 9 students and 1 Indonesian teacher. Based on the results of the study, some students were able to write poems and poems in accordance with the characteristics of folk poetry. Keywords: problematic, learning folk poetry Pendahuluan Departemen pendidikan harus mengacu pada situasi pencapaian tujuan pendidikan nasional. Kurikulum merupakan perangkat yang merencanakan serta mengatur berbagai tujuan, isi, bahan pelajaran dan cara yang akan digunakan sebagai petunjuk penyelenggaran dalam proses kegiatan belajar mengajar dengan tujuan mencapai pendidikan tertentu (Undang-Undang Nomor 20 Tahun Pembelajaran merupakan suatu sistem atau proses membelajarkan yang dilaksanakan dengan rencana, desain dan dianalisis secara sistematis untuk mencapai tujuan-tujuan pembelajaran yang praktis dan efektif (Widiasworo 2017:. Kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia secara umum bertujuan agar peserta didik mampu menguasai keterampilan berbahasa berupa menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Pembelajaran bahasa Indonesia secara umum diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi para siswa. Berdasarkan kurikulum yang berlaku, keterampilan menulis puisi rakyat untuk siswa kelas VII SMP. Sebagian siswa di SMP kebanyakan mengeluh apabila harus berhadapan dengan pembelajaran sastra. Terlebih lagi jika pembelajaran sastra tersebut sampai pada kegiatan menulis. Para siswa yang kurang menyukai pembelajaran sastra tentunya akan merasa kesulitan dalam kegiatan menulis sastra, baik menulis puisi, prosa dan drama. Kemampuan menulis puisi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu dari siswa itu sendiri, guru, dan lingkungan. Faktor dari diri siswa itu sendiri dapat mempengaruhi kemampuan menulis puisi siswa karena ketika dirinya sendiri yang tidak mempunyai motivasi yang kuat dan cara pandang mereka terhadap menulis puisi yang dianggap sulit, maka akan mempengaruhi kemampuan siswa dalam menulis puisi. Adapun problematik siswa dalam menulis puisi dalam penelitian hasmawati . yaitu terdiri dari: problematiksiswa dalam menentukan fiksi. problematik siswa dalam wujud visual puisi siswa. problematik siswa dalam menentukan suasan pada puisi. problematik dalam penggunaan bahasa figuratif. dan problematik dalam rima. Sedangkan problematiksiswa dalam pembelajaran menulis puisi dalam penelitian Valentina Nimu . yaitu terdiri dari problematik siswa ditinjau dari kemampuan menulis puisi . iksi dan maja. , dan problematik siswa ditinjau dari faktor internal yang mempengaruhi proses belajar . arakteristik siswa, motivasi belajar, konsentrasi belaja. Siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis puisi dapat menyebabkan rendahnya hasil menulis puisi siswa. Rendahnya kemampuan siswa dalam menulis puisi tersebut juga disebabkan kurang efektifnya pembelajaran yang diciptakan guru. Ketidakefektifan itu disebabkan oleh kurang tepatnya teknik yang diterapkan guru dalam pembelajaran. Teknik yang dipakai guru tidak dapat mengembangkan potensi-potensi yang ada pada diri siswa agar secara leluasa dapat mengekspresikan perasaannya, guru masih menggunakan teknik mengajar tradisional. Perlu diketahui bahwa peran guru juga sangat penting dalam keberhasilan pembelajaran. Oleh karena itu, ketika siswa mengalami masalah dalam proses pembelajaran, itu karena kurang variatifnya dalam penyajian materi pengajaran yang dilakukan oleh guru. Hal ini sejalan dengan penelitian Nimu . bahwa masalah yang menyebabkan sulitnya siswa dalam menulis puisi, sudah semestinya diketahui oleh guru agar pembelajaran menulis puisi dapat sesuai dengan tujuan kurikulum. Penilaian puisi siswa oleh guru saat ini masih kurang memperhatikan beberapa aspek . yang harus ada dalam puisi. Guru kadang hanya menilai karya puisi siswa berdasarkan keindahan tulisan dan bentuk . Hal itu mengakibatkan guru kurang memahami problem dalam setiap cipta puisi siswa. Keberhasilan siswa dalam belajar sangat ditentukan oleh kompetensi guru dalam mengelolah Penelitian mengenai problematik dalam menulis puisi ini terbilang sangat jarang dilakukan. Hal ini membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai problematik puisi rakyat. Dengan adanya penelitian ini, nantinya diharapkan dapat sedikit memberi gambaran ataupun informasi kepada pembaca ataupun peneliti yang lain. Penelitian yang pernah dilakukan oleh Mentari Muliati Bunda melakukan penelitian pada tahun 2017 tentang kemampuan menulis puisi bebas siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pangsit Kabupaten Sidenreng Rappang. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa siswa belum mampu atau belum memadai dalam menulis Oleh karena itu, pasti ketidakmampuan dan belum memadainya siswa dalam menulis puisi dapat disebabkan oleh berbagai masalah contohnya sulit mencari diksi kata. Masalah siswa dalam menulis puisi adalah suatu masalah yang dihadapi siswa dalam mengekspresikan daya imajinasinya ke dalam tulisan yang berbentuk puisi. Penelitian ini juga telah dilakukan oleh Valentina Nimu mahasiswa Universitas Jambi dengan judul penelitiannya AuProblematik Siswa dalam Pembelajaran Menulis Puisi di Kelas Vi A SMP Xaverius 2 Jambi Tahun Pelajaran 2017/2018Ay. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa factor penyebab permasalahan siswa dalam menulis puisi disebabkan dari faktor dalam diri siswa sendiri dan dari kemampuan siswa dalam menulis puisi. Perbedaan dengan penelitian peneliti lain adalah tempat penelitian, narasumber serta faktor yang mempengaruhi problematik siswa dalam menulis puisi. Peneliti melakukan penelitian di SMP Negeri 18 Kota jambi, narasumber yaitu siswa kelas Vi dan Guru serta faktor yang mempengaruhi problematik siswa dalam menulis puisi berupa motivasi, minat siswa dan bakat siswa. Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa adanya permasalahan pembelajaran pada siswa khususnya kendala dalam menulis puisi. Oleh karena itu, penelitian-penelitian tersebut membuktikan bahwa pembelajaran yang dilakukan oleh guru selama ini dinilai kurang kreatif. Rendahnya kemampuan menulis puisi disebabkan oleh pembelajaran yang diciptakan dinilai kurang efektif, baik dalam hal metode-metode pengajarannya, strategi yang kurang tepat untuk diberikan kepada siswa, maupun teknik-teknik pembelajaran yang dinilai kurang kreatif dan membosankan. Alasan peneliti memilih kelas VII SMP Negeri 18 Kota Jambi sebagai tempat penelitian karena pada saat observasi bahwa masih banyak siswa yang kurang tepat dalam menentukan ciri-ciri dari puisi rakyat seperti pantun, gurindam dan syair, dan juga puisi rakyat diajarkan pada kurikulum 2013 SMP pada kelas VII semester 2, dengan KD 3. 14 yang berbunyi menelaah struktur dan kebahasaan puisi rakyat . antun, syaAoir, dan bentuk puisi rakyat setempa. yang dibaca dan didengar. Pada KD ini siswa diajarkan bagaimana menelaah struktur dan kebahasaan puisi rakyat, siswa akan diberikan 1-2 lembar kertas yang berisi puisi rakyat . antun, syaAoir, dan gurinda. Siswa akan menelaah struktur dan kebahasaan yang ada pada puisi rakyat tersebut . Melalui pembelajaran inilah siswa akan belajar bagaimana menelaah struktur kebahasaan puisi rakyat yang baik dan benar. Metode Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan pendekatan Menurut Sugiyono . , metode deskriptif ini merupakan suatu penelitian yang melukiskan, mengambarkan, atau memaparkan keadaan objek yang diteliti sebagai apa adanya, sesuai dengan situasi dan kondisi ketika penelitan tersebut dilakukan. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan Menurut Sugiyono . , pendekatan kualitatif adalah mekanisme kerja penelitian yang berpedoman penilaian subjektif nonstatistik atau nonmatematis, dimana ukuran nilai yang digunakan dalam penelitian ini bukanlah angka-angka skor, melainkan kategorisasi nilai atau kualitasnya. Alasan peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriftif ini adalah karena tujuan dari metode ini adalah menyajikan gambaran kondisi data yang sebenarnya yang ada di lapanagan tanpa di manipulasi. Data didalam penelitian ini adalah hasil wawancara yang diambil dari narasumber yaitu peserta didik dan pendidik serta berupa dokumentasi pada proses pembelajaran dan jawaban dari angket yang diisi oleh siswa kelas VII SMP Negeri 18 Kota Jambi mengenai problematik pembelajaran puisi rakyat. Sumber data pada penelitian ini adalah siswa dan guru kelas VII SMP Negeri 18 Kota Jambi yang hasilnya diperoleh melalui wawancara mengenai problematik dalam pembelajaran puisi rakyat. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: . Observasi, . Wawancara, dan . Dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian kualitatif mencakup transkip hasil wawancara dan angket, reduksi data, analisis, interpretasi data. Dari hasil analisis data yang kemudian dapat ditarik kesimpulan. Adapun prosedur penelitian ini adalah berbagai Triangulasi. Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Dengan demikian terdapat triangulasi sumber, triangulasi tehnik pengumpulan data, dan waktu Sugiyono . 4: . Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian ini, peneliti akan menguraikan data mengenai problematik pembelajaran puisi rakyat siswa kelas VII SMP Negeri 18 Kota Jambi. Berdasarkan hasil observasi di SMP Negeri 18 Kota Jambi, peneliti mengamati terdapat beberapa problematik di sekolah tersebut. Permasalahanpermasalahan tersebut mempengaruhi proses belajar mengajar yang terjadi di dalam lingkungan sekolah, terkhusus proses belajar mengajar Bahasa Indonesia. Peneliti mengumpulkan data dengan teknik-teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi partisipasi pasif, jadi dalam penelitian ini peneliti datang di tempat kegiatan yang diamati, tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Artinya peneliti tidak ikut serta dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, peneliti hanya sebagai pengamat dan menggunakan catatan lapangan saja. Data yang diperoleh berupa problematik siswa ditinjau dari kemampuan menulis puisi Peneliti mengumpulkan data dengan teknik-teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi partisipan pasif, jadi dalam penelitian ini peneliti datang di tempat kegiatan yang diamati, tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Artinya peneliti tidak ikut serta dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, peneliti hanya sebagai pengamat dan menggunakan catatan lapangan saja. Penelitian ini dilaksanakan secara formal, diawali dengan memasukkan surat izin penelitian ke SMP Negeri 18 Kota Jambi. Setelah itu, peneliti mendapatkan izin untuk melakukan penelitian di hari yang telah ditentukan. Peneliti terlebih dahulu menemui guru mata pelajaran bahasa Indonesia, yakni bapak Febrianiko Satria. Pd. untuk meminta bantuan dalam memilih siswa yang akan diteliti. Peneliti telah mendapatkan siswa untuk dijadikan partisipan, kemudian bapak Febrianiko Satria. Pd. , memberi waktu atau jam penelitian pada waktu yang telah ditentukan kepada peneliti. Hal ini sangat berperan penting, agar penelitian ini tidak menggangu jam pelajaran lainnya. Dari awal pra-penelitian hingga akhir, peneliti juga melakukan konsultasi kepada guru yang bersangkutan agar mendapat data yang lebih valid dan sesuai dengan yangingin dicari. Pada hari pertama pelaksanaan penelitian, peneliti diantar oleh bapak Febrianiko Satria. Pd. ke lokasi penelitian, yakni perwakilan dari kelas VII SMP Negeri 18 Kota Jambi, beliau memperkenalkan peneliti kepada 9 partisipan dan menjelaskan tujuan peneliti datang ke kelas tersebut. Kemudian bapak Febrianiko Satria. Pd mempersilahkan untuk memulai penelitian. Pada tahap selanjutnya, peneliti melakukan wawancara pada 9 siswa di kelas VII SMP Negeri 18 Kota Jambi. Peneliti mengambil 9 siswa dikarenakan 9 siswa ini dianggap telah memenuhi kriteria untuk menjadi objek penelitian. Kriteria tersebut adalah siswa yang mengalami problematik atau permasalahan pembelajaran puisi rakyat, siswa yang memiliki kecenderungan tidak paham akan materi. Namun, sebelum peneliti melaksanakan wawancara terhadap siswa, peneliti memberikan sebuah angket yang berisi pertanyaan-pertanyaan dan juga meminta siswa untuk menulis puisi rakyat yang terdiri dari 3 jenis yaitu berupa pantun, gurindam dan syair. Dari hasil menulis puisi rakyat dengan jenis pantun di atas dapat disimpulkan bahwa lebih dari sebagian besar partisipan yang menyesuaikan dengan ciri-ciri pantun. Dari hasil menulis puisi rakyat dengan jenis gurindam di atas dapat disimpulkan bahwa lebih dari sebagian besar partisipan yang cukup sesuai dengan ciri-ciri gurindam. Dari hasil menulis puisi rakyat dengan jenis syair di atas maka dapat disimpulkan bahwa lebih dari sebagian besar partisipan yang menyesuaikan dengan ciri-ciri syair. Dari hasil wawancara apakah anda menyukai pembelajaran puisi rakyat dapat diketahui bahwa semua siswa menyukai puisi rakyat. Siswa menganggap bahwa pelajaran puisi rakyat sangat menyenangkan. Dari hasil wawancara apakah anda aktif dikelas dan menyimak guru dengan baik pada saat pembelajaran puisi rakyat dapat diketahui bahwa semua siswa aktif dalam pembelajaran puisi rakyat seperti menyimak atau mendengar guru menjelaskan pembelajaran puisi rakyat. Dari hasil wawancara apakah anda mengikuti belajar mengajar dan menyediakan alat tulis pada saat pembelajaran puisi rakyat dapat diketahui bahwa semua siswa menyediakan alat tulis pada saat mengikuti belajar mengajar puisi rakyat, dalam pembelajaran puisi Dengan menyediakan alat tulis lengkap siswa menjadi tidak meminjam alat tulis, dan bisa menulis dengan baik Dari hasil wawancara apakah anda memiliki keterampilan menulis puisi rakyat dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa cukup terampil dalam menulis puisi rakyat menyediakan alat tulis pada saat mengikuti belajar mengajar puisi rakyat, salah satunya masih mempelajarinya dan belum ahli menulis puisi rakyat. Berdasarkan hasil penelitian bahwa lebih dari sebagian siswa sudah sesuai dalam membuat puisi rakyat jenis pantun, akan tetapi masih ada siswa yang cukup sesuai bahkan ada yang tidak sesuai dengan ciri-ciri pantun. Berdasarkan hasil puisi rakyat jenis gurindam, hampir sebagian siswa yang cukup sesuai dengan ciri-ciri gurindam akan tetapi masih ada yang tidak sesuai dengan menulis puisi rakyat dengan ciri-ciri gurindam. Selanjutnya lebih dari sebagian siswa yang sudah menulis puisi rakyat jenis syair sesuai dengan ciri-ciri syair, akan tetapi masih ada siswa yang cukup sesuai dan tidak sesuai dengan ciri-ciri syair tersebut. Permasalahan siswa dalam menentukan jenis puisi rakyat karena dari hasil pengamatan peneliti terhadap proses pembelajaran puisi rakyat, siswa cenderung kurang memahami apa yang dijelaskan oleh guru dan kurang menangkap pembelajaran yang guru berikan. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti terhadap siswa kelas VII SMP Negeri 18 Kota Jambi, terdapat beberapa masalah atau problematik yang Permasalahan pada tahap pelaksanaan pembelajarn puisi rakyat mulai timbul ketika siswa kesulitan membuat pantun, gurindam dan syair. Dan juga beberapa siswa tidak memperhatikan sepenuhnya ketika guru sedang Disini lah yang menghambat proses belajar mengajar siswa untuk tahap selanjutnya. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi ini pada hakikatnya adalah mendeskripsikan fenomena atau pengalaman pribadi seseorang dalam menanggapi suatu masalah yang dihadapinya. Problematik dalam penelitian ini adalah tentang pembelajaran puisi rakyat siswa kelas VII SMP Negeri 18 Kota Jambi. Siswa diarahkan oleh peneliti pada beberapa pertanyaan yang kemudian menggambarkan atau menceritakan bahwa mereka memiliki problematik atau masalah apa saja dalam pembelajaran puisi rakyat. Dalam penelitian ini digunakan metode dokumentasi bagi peneliti untuk memperoleh data terkait dengan pelaksanaan penilaian. Selain itu metode dokumentasi juga digunakan untuk memperkuat data yang diperoleh dari penggunaan metode observasi, dimana hasil penelitian ini akan lebih mudah dan dapat dipercaya dengan ditunjangnya bukti penelitian berupa dokumentasi gambar atau foto. Dalam mengatasi permasalahan pembelajaran puisi rakyat dengan jenis pantun, gurindam dan syair, rata-rata siswa dikategorikan cukup sesuai membuat puisi rakyat dengan jenis gurindam serta sebagian besar siswa dikategorikan sesuai puisi rakyat dengan jenis pantun dan syair berdasarkan ciriciri tersebut. Wawancara selanjutnya dilakukan dengan mewawancarai Bapak Febrianiko Satria. Pd. , selaku guru mata pelajaran bahasa Indonesia yang mengajar di kelas VII. Beliau mengatakan bahwa proses pembelajaran keterampilan menulis puisi rakyat berjalan dengan lancar serta menggunakan strategi atau media dalam pembelajaran keterampilan menulis puisi rakyat mengajak siswa keluar ruangan sesuai dengan tema dan kondisi lingkungan Strategi tersebut cukup berpengaruh besar dibandingkan didalam Bapak Febrianiko Satria. Pd mengalami kesulitan saat mengajarkan adalah kadang ada beberapa anak yang keluyuran tanpa izin dan juga kalau ada barang yang jatuh kesungai seperti pena pada saat masih dalam proses belajar Untuk nilai yang diperoleh siswa cenderung jauh lebih baik, dan siswa sangat antusias dalam pembelajaran puisi rakyat tersebut. Untuk kelemahan yang terjadi pada siswa ketika pembelajaran puisi rakyat adalah kadang ada bukunya yang ketinggalan serta barang yang terjatuh. Faktor yang menyebabkan permasalahan siswa dalam pembelajaran puisi rakyat adalah siswa tidak siap dan tidak memperhatikan jadwalnya serta dilapangan tidak bisa mengawasi barangnya sehingga barang ada yang jatuh. Dalam mengatasi permasalahan pempelajaran puisi rakyat dapat diatasi dengan variasi mengajar dan media yang menarik agar siswa lebih bersemangat dan tentunya juga dapat mempermudah siswa dalam memahami pelajaran puisi rakyat dengan baik. Sehingga guru juga lebih kreatif dalam mengajar dan tidak menggunakan metode pembelajaran yang monoton seperti berceramah yang dianggap membosankan oleh siswa. Simpulan Berdasarkan uraian hasil penelitian yang diperoleh informasi mengenai problematik pembelajaran puisi rakyat siswa kelas VII SMP Negeri 18 Kota Jambi tahun ajaran 2021/2022, sebagai berikut: Sebagian besar siswa telah menyesuaikan puisi rakyat dengan ciri-ciri Sebagian besar siswa cukup menyesuaikan puisi rakyat dengan ciri-ciri Sebagian besar siswa menyesuaikan puisi rakyat dengan ciri-ciri syair. Semua siswa menyukai pembelajaran puisi rakyat. Semua siswa aktif dalam pembelajaran puisi rakyat. Sebagian besar siswa cukup terampil menulis puisi rakyat Berdasarkan kesimpulan tersebut, problematik pembelajaran puisi rakyat siswa kelas VII SMP Negeri 18 Kota Jambi, maka implikasinya adalah para partisipan akan mengoreksi diri agar problematik yang sebelumnya terjadi dalam menulis puisi rakyat seperti pantun, gurindam dan syair tidak terulang Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, peneliti memberikan saran kepada guru agar kemampuan siswa menulis puisi rakyat lebih diasah lagi, karena masih ada siswa yang menulis puisi rakyat tidak sesuai dengan ciri-ciri pantun, gurindam dan syair serta guru harus meningkatkan variasi pengajaran agar siswa selalu fokus dalam proses belajar dan siswa lebih tertarik untuk mengikuti pelajaran puisi rakyat. Daftar Referensi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Hasmawati. ProblematikSiswa Kelas X Dalam Menulis Puisi Di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Depdiknas. Undang-undang RI No. 20 tahun 2003. tentang sistem pendidikan nasional Nimu. Problematik Siswa Dalam Pembelajaran Menulis Puisi Di Kelas Vi A SMP Xaverius 2 Jambi Tahun Pelajaran 2017/2018. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi. Sardila. Strategi Pengembangan Linguistik Terapan Melalui Kemampuan Menulis Biografi dan Autobiografi: Sebuah Upaya Membangun Keterampilan Menulis Kreatif Mahasiswa. An-Nida', 40. Sugiyono. Metode Penelitian kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta. Tarigan. Prinsip-Prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa. Trismanto. Keterampilan Menulis Dan Permasalahannya. Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa. Sosial dan Humaniora, 3. Apri. , 62-67. Widiasworo. Inovasi Pembelajaran Berbasis Ilife Skill & Entrepreneurship. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.