Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 59-67 Available online at: https://jiped. org/index. php/JSPG ISSN (Onlin. 2599-0756 Pengembangan Media Papan Pecahan Realistic Mathematic Materi Pecahan Sederhana Kelas II di SDN I Jepun Kabupaten Tulungagung Nungki Oktaviani1*. Hikmah Eva Trisnantari2 nungkioktaviani15@gmail. com1*, hikmaheva@gmail. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Bhinneka PGRI Abstract : Learning mathematics in elementary school is very important because it presents crucial basics for further math lessons. This research is a development research aimed at producing learning media in the form of mathematical realiastic fraction boards that are valid and feasible to use. This research was conducted using the ADDIE development model. The subjects of this research were grade II students of SDN 1 Jepun. There are two data collection techniques carried out in this study, namely validity obtained through media expert validation and material expert validation by validators, validity obtained through the results of student responses to learning media. The results showed that the average value of validity, namely from material experts I getting an average value of 3. 6 and material experts II getting an average value of 3. 7 while in media experts I get an average value of 38 and media experts II get an average value of 37%. The feasibility of media from student learning outcomes in small groups is 67% and large groups are 92%. Keywords : Fraction Board Media. Realistic Mathematics. Simple Fractions. Abstrak : Pembelajaran matematika di sekolah dasar sangat penting karena menyajikan dasar-dasar yang krusial untuk pelajaran matematika selanjutnya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan bertujuan untuk menghasilkan media pembealajaran berupa papan pecahan realiastik mathematik yang valid dan layak untuk digunakan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas II SDN 1 Jepun. Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini ada dua yaitu kevalidan diperoleh melalui validasi ahli media dan validasi ahli materi oleh validator, kevalidan diperoleh melalui hasil respon siswa terhadap media pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kevalidan yaitu dari ahli materi I mendapatkan nilai rata-rata 3,6 dan ahli materi II mendapatkan nilai rata-rata 3,7 sedangkan pada ahli media I mendapatkan nilai rata-rata 38 dan ahli media II mendapatkan nilai rata-rata 37%. Kelayakan media dari hasil belajar siswa pada kelompok kecil sebasar 67% dan kelompok besar 92%. Kata Kunci : Media Papan Pecahan. Realistic Mathematic. Pecahan Sederhana. PENDAHULUAN Mathematike berarti mathematike berarti "mempelajari" dan merupakan akar dari istilah bahasa Inggris. Istilah mathematike, yang memiliki hubungan kata yang tidak jauh berbeda, berasal dari kata mathema, yang menunjukkan ilmu pengetahuan atau pemahaman . Copyright A 2024 Author This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 59-67 Nungki Oktaviani. Hikmah Eva Trisnantari Mathein, atau mathenein, mengandung arti belajar atau berpikir. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, ilmu matematika diperoleh melalui pemikiran atau penalaran (Ruqoyyah et al. , 2. Matematika diajarkan di semua jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, sehingga matematika merupakan bagian dari ilmu pengetahuan yang harus dipelajari oleh semua orang, terutama anak-anak (Badjeber & Purwaningrum, 2. Di sekolah dasar pada umumnya, usia siswa bervariasi dari enam atau tujuh hingga dua belas atau tiga belas tahun. Tahap operasional konkret adalah tahap di mana siswa sekolah dasar berada, menurut Piaget, seperti yang disebutkan dalam Unaenah dkk . Media memiliki peran penting dalam pendidikan matematika sekolah dasar, terutama dalam perumusan konsep matematika yang membantu siswa untuk mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang mata pelajaran tersebut. Media dianggap dapat membantu siswa dalam memahami apa yang disampaikan oleh pengajar, sehingga hal ini menjadi sangat penting (Nurfadhillah et al. , 2. Data observasi menunjukkan bahwa siswa kelas dua di SDN 1 Jepun masih kesulitan dalam memahami dan menghitung pecahan. Salah satu indikatornya adalah persentase siswa yang mendapat nilai di bawah standar ketika diberikan soal pecahan di kelas. Seperti tantangan untuk mencari tahu berapa nilai pecahan dalam sebuah gambar. Banyak siswa yang masih kesulitan untuk mengetahui berapa nilai pecahan. Kurangnya pengetahuan dan motivasi siswa dalam memahami informasi dasar pecahan merupakan faktor lain yang berkontribusi terhadap kesulitan mereka dalam mempelajari topik ini. SDN 1 Jepun masih menggunakan media yang belum sempurna, seperti papan tulis, ketika mengajarkan topik pecahan dasar, sehingga siswa hanya membayangkan pembagian yang terjadi pada pecahan. Sebagai sumber belajar, buku Cerdas Tangkas digunakan sebagai panduan guru. Berdasarkan uraian di atas, maka dilakukan suatu penelitian dengan judul AuPengembangan Media Papan Pecahan Realistic Mathematic Materi Pecahan Sederhana Siswa Kelas II di SDN 1 Jepun Kabupaten Tulungagung. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode R&D (Research and Developmen. untuk menghasilkan produk baru dan mengevaluasi kegunaannya. Proses pengembangan produk dalam penelitian ini mengikuti metode ADDIE, yang merupakan singkatan dari analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi (Sugiyono, 2. Metode pengumpulan data merupakan strategi yang diaplikasikan oleh peneliti untuk mengakumulasi informasi yang mendukung proses pengembangan suatu media. Teknik pengumpulan data yang digunakan https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 59-67 Nungki Oktaviani. Hikmah Eva Trisnantari mencakup observasi, wawancara, dan angket. Observasi dilakukan untuk memperoleh data langsung dari lingkungan belajar, wawancara digunakan untuk mendapatkan informasi mendalam dari subjek penelitian, dan angket diterapkan untuk mengumpulkan data dari sampel yang lebih besar. Penyusunan instrumen penilaian dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan peran dan posisi subjek dalam penelitian ini, yaitu: . instrumen untuk ahli media, . instrumen untuk ahli materi, . instrumen untuk guru, dan . instrumen untuk evaluasi respons Setelah data dikumpulkan, data tersebut diolah untuk menilai validitas dan kelayakan media pembelajaran yang dikembangkan, berdasarkan penilaian yang dinyatakan dalam bentuk HASIL DAN PEMBAHASAN Media papan pecahan adalah media pembelajaran yang berbasis pada permainan yang disesuaikan dengan materi pecahan. Flanagan, mengatakan bahwa masyarakat kelas bawah pada zaman dahulu pertama kali membuat board game menggunakan bahan seperti tanah, kayu, dan batu. Jumlah penguasa yang lebih besar juga mulai mendapatkan dan bermain dengan board game, akibatnya pembuatan board game juga mulai berkembang. Media papan pecahan menurut Ristianti . merupakan media yang dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman siswa karena menawarkan berbagai keuntungan, termasuk kemampuan untuk memahami dan memperjelas nilai pecahan agar siswapdapat memahami materi yang diberikan. Dengan penggunaan papan pecahan ini, guru dapat mendukung dan memotivasi siswa untuk belajar sendiri dan dengan perhatian yang lebih. Proses pengembangan media papan pecahan realistic mathematic. Langkah awal dalam pembuatan media papan pecahan realistis matematik dimulai dengan perencanaan yang meliputi pemilihan papan triplek berdasarkan ukuran dan ketebalan yang sesuai untuk memastikan stabilitas media, serta pemilihan warna kain flanel yang menarik untuk digunakan sebagai alas dan bentuk pecahan. Desain papan pecahan dibuat menggunakan Canva untuk memberikan visualisasi materi pecahan yang jelas dan menarik, sementara kain flanel dipilih untuk memberikan kesan estetis pada papan dan digunakan untuk membuat bentuk pizza sebagai representasi pecahan. Papan triplek dilapisi kain flanel berwarna biru untuk menciptakan tampilan yang harmonis, dan bentuk pizza dibuat dari kain flanel yang diisi dakron agar tampak lebih nyata. Setelah semua tahapan pembuatan selesai, media diperiksa untuk memastikan semua elemen berfungsi dengan baik dan memenuhi tujuan pembelajaran, https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 59-67 Nungki Oktaviani. Hikmah Eva Trisnantari sehingga menghasilkan produk yang valid dan efektif untuk digunakan dalam proses Gambar 1. Desain Papan Pecahan Kevalidan media papan pecahan realistic mathematic. Hasil validasi ahli materi pecahan sederhana menunjukkan bahwa dua validator ahli materi memberikan penilaian positif terhadap media papan pecahan, dengan persentase validasi masing-masing sebesar 90% dan Validasi ini bertujuan untuk menambah informasi, kritik, dan saran guna mengembangkan media agar sesuai dengan materi yang diajarkan, sehingga media tersebut menjadi berkualitas. Selain itu, validasi dari ahli media juga menunjukkan hasil yang sangat baik, dengan penilaian sebesar 95% dan 93% dari dua ahli media yang menilai media papan pecahan sangat layak digunakan dalam pembelajaran. Kedua ahli media memberikan respon positif tanpa adanya revisi yang diperlukan, menunjukkan bahwa media pembelajaran ini telah memenuhi standar estetika dan fungsionalitas yang diharapkan dalam proses pembelajaran pecahan sederhana. Dengan demikian, media papan pecahan ini disetujui dan sangat layak digunakan dalam pembelajaran. Tabel 1. Hasil Uji Ahli Materi Pertanyaan Apakah materi yang disajikan sesuai dengan CP ? Apakah materi yang disajikan sesuai dengan ATP ? Apakah materi yang disajikan jelas dan mencangkup keseluruhan materi ? Apakah materi yang disajikan dapat diselesaikan melalui pemberian masalah kontekstual yang dapat diselesaikan dengan berbagai cara ? Apakah materi yang disajikan sudah mencangkup pada masalah kontekstual ? https://jiped. org/index. php/JSPG/ Ahli Presentase Ahli 1 Ahli Presentase Ahli 2 Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 59-67 Nungki Oktaviani. Hikmah Eva Trisnantari Apakah materi yang disajikan menambah pengetahuan siswa ? Apakah materi yang disajikan mudah Apakah gambar-gambar yang digunakan dapat mendukung penyajian materi ? Apakah media yang digunakan sudah sesuia dengan materi ? Apakah siswa mampu mengerjakan masalah kontekstual dengan cara mereka Total Rata-rata Hasil Penilaian Ahli Materi 1 ycycoycuyc ycuycaycyceycycycaycycn Presentase Kelayakan (%) = ycycoycuyc ycoycaycoycycnycoycayco x 100% = 40 x 100% = 90% Hasil Penilaian Ahli Materi II ycIycoycuyc ycCycaycyceycycycaycycn Presentase Kelayakan (%) = ycIycoycuyc ycAycaycoycycnycoycayco x 100% = 40 x 100% = 93% Tabel 2. Hasil Validasi Ahli Media 1 Pernyataan Media pembelejaran papan pecahan realistic mathematic yang digunakan sesuai dengan mata pelajaran Media pembelajaran papan pecahan realistic mathematic yang digunakan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Media pembelajaran papan pecahan realistic mathematic sesuai dengan CP Media pembelajaran papan pecahan realistic mathematic dapat mempermudah guru ketika menjelaskan materi. Media pembelajaran papan pecahan realistic mathematic dapat mempermudah siswa dalam pembelajaran Media pembelajaran papan pecahan realistic mathematic dapat menarik minat belajar siswa dalam pembelajaran Media pembelajaran papan pecahan realistic mathematic dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan pada materi pecahan sederhana Penampilan objek pada media menarik perhatian siswa Media papan pecahan realistic mathematic mudah digunakan pada saat pembelajaran https://jiped. org/index. php/JSPG/ Skor ue ue ue ue ue ue ue ue ue Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 59-67 Nungki Oktaviani. Hikmah Eva Trisnantari Media papan pecahan realistic mathematic tidak mudah rusak dan kreatif Skor Total Skor Presentase Skor ue Tabel 3. Angket hasil Validasi Ahli Media II Pernyataan Media pembelejaran papan pecahan realistic mathematic yang digunakan sesuai dengan mata pelajaran Media pembelajaran papan pecahan realistic mathematic yang digunakan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Media pembelajaran papan pecahan realistic mathematic sesuai dengan CP Media pembelajaran papan pecahan realistic mathematic dapat mempermudah guru ketika menjelaskan materi. Media pembelajaran papan pecahan realistic mathematic dapat mempermudah siswa dalam pembelajaran Media pembelajaran papan pecahan realistic mathematic dapat menarik minat belajar siswa dalam pembelajaran Media pembelajaran papan pecahan realistic mathematic dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan pada materi pecahan sederhana Penampilan objek pada media menarik perhatian siswa Media papan pecahan realistic mathematic mudah digunakan pada saat pembelajaran Media papan pecahan realistic mathematic tidak mudah rusak dan kreatif Skor Total Skor Presentase Skor Skor ue . ue ue . ue ue ue ue ue ue ue Kelayakan media papan pecahan realistic mathematic. Untuk memastikan kelayakan dan keaslian media papan pecahan, dilakukan uji lapangan dengan menggunakan angket tanggapan dari siswa dan guru untuk penilaian validitas dan kelayakan. Uji skala kecil melibatkan 10 siswa, terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan. Hasil uji skala kecil menunjukkan bahwa media papan pecahan memperoleh persentase kelayakan sebesar 67%. Selanjutnya, dilakukan uji skala besar dengan melibatkan 28 siswa, baik laki-laki maupun perempuan, dalam satu kelas. Pada uji lapangan ini, peneliti bertindak sebagai pengamat dan membantu guru kelas, dan hasilnya menunjukkan persentase kelayakan sebesar 92%, dengan kualifikasi sangat layak. Hasil tanggapan dari dua guru juga sangat positif, dengan guru pertama memberikan persentase kelayakan sebesar 93% dan guru kedua memberikan persentase https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 59-67 Nungki Oktaviani. Hikmah Eva Trisnantari kelayakan sebesar 100%. Berdasarkan konversi data kuantitatif ke kualitatif, media papan pecahan termasuk dalam kategori sangat layak digunakan dalam pembelajaran materi pecahan Tabel 4. Hasil Angket Respon Siswa Skala Kecil No Nama Skor Skor. Max Presentase Kriteria AZD Layak AKM Layak AFR Layak DDS Layak DHA Layak DGPW 53 Layak GGS Layak MHR Layak NFR Layak PAZ Layak Total Skor Max. Presentase Kriteria Layak Tabel 5. Hasil Angket Respon Siswa Skala Besar No Nama Skor Skor. Max Presentase Kriteria ARZ Sangat Layak AVN Sangat Layak AEF Sangat Layak APH Sangat Layak 5 AZPW Sangat Layak ADS Sangat Layak DSM Sangat Layak FNLR Sangat Layak FFR Sangat Layak 10 HRLB Sangat Layak HRS Sangat Layak 12 HNA Sangat Layak 13 MANA 75 Sangat Layak 14 MAP Sangat Layak 15 MALM 70 Sangat Layak MQJ Sangat Layak 17 MHAD 72 Sangat Layak Sangat Layak Sangat Layak MCS Sangat Layak 21 NKM Sangat Layak NPA Sangat Layak 23 NGAS Sangat Layak 24 NKN Sangat Layak PVS Sangat Layak https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 59-67 Nungki Oktaviani. Hikmah Eva Trisnantari No Nama 26 VROS 27 VDA 28 VAEF Total Skor Max. Presentase Kriteria Skor Skor. Max Presentase Kriteria Sangat Layak Sangat Layak Sangat Layak Sangat Layak SIMPULAN Pembuatan media pembelajaran papan pecahan menggunakan metodologi ADDIE, yaitu Analysis (Analisi. dengan mengkaji kebutuhan siswa. Create (Menciptaka. dengan membuat desain yang akan dihasilkan. Development (Pengembanga. meliputi konfirmasi ahli materi dan media. Implementation (Implementas. melalui uji lapangan dengan menggunakan kuesioner respon siswa dan instruktur untuk evaluasi dan reaksi, serta Evaluation (Evaluas. yang meliputi studi kelayakan dan validitas media papan pecahan untuk memastikan media tersebut memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan. Panel yang terdiri dari dua ahli media dan dua ahli materi mengevaluasi kelayakan media ini, dengan ahli media I mendapatkan nilai validitas 95% dan ahli media II 93%, menyatakan bahwa media papan pecahan sangat layak digunakan dalam pembelajaran pecahan di kelas II SDN 1 Jepun. Angket tanggapan dari guru dan siswa juga menunjukkan kelayakan media, dengan respon guru I mencapai 93% dan guru II mencapai 100%. Reaksi siswa pada uji skala kecil menunjukkan persentase kelayakan 67%, sementara uji skala besar menunjukkan tingkat keberhasilan 92%. Temuan ini menunjukkan validitas yang tinggi dari media papan pecahan dan bagaimana siswa dapat memanfaatkannya untuk memajukan pendidikan mereka. DAFTAR RUJUKAN Badjeber. , & Purwaningrum. Pengembangan Higher Order Thinking Skills Dalam Pembelajaran Matematika Di SMP. Guru Tua : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 1. , 36Ae43. https://doi. org/10. 31970/gurutua. Nurfadhillah. Ramadhanty Wahidah. Rahmah. Ramdhan. , & Claudia Maharani, . Penggunaan Media Dalam Pembelajaran Matematika Dan Manfaatnya Di Sekolah Dasar Swasta Plus Ar-Rahmaniyah. EDISI : Jurnal Edukasi Dan Sains, 3. , 289Ae298. https://ejournal. id/index. php/edisi/article/view/1353 Ristianti. Cara menggunakan medai papan pecahan https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 59-67 Nungki Oktaviani. Hikmah Eva Trisnantari Ruqoyyah. Murni, & Linda. Kemampuan Pemahaman Konsep dan Resilensi Matematika dengan VBA Microsoft Excell. CV. Tre Alea Jacta Pedagogie. https://w. id/books/edition/KEMAMPUAN_PEMAHAMAN_KONSEP_ DAN_RESILIENS/R2IXEaQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=pemahaman siswa&pg=PP1&printsec=frontcover Sugiyono. Metode Penelitian & Pengembangan (Research and Developmen. Penerbit Alfabeta. Unaenah. , & Sumantri. Analisis Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar pada Materi Pecahan. Jurnal Basicedu, 3. , 106Ae111. https://doi. org/10. 31004/basicedu. https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024