Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 7 Nomor 2. Oktober Efektivitas Sarana Temu Kembali Informasi Pada Sistem Media Asset Management Dengan Tinjaun Recall dan Precision di PT. Surya Citra Media Tbk 1,2,3 Nabilah Nurhilmy Ariedi, 2Elnovani Lusiana, 3Fitri Perdana Perpustakaan dan Sains Informasi. Fakultas Ilmu Komunikasi. Universitas Padjadjaran nabilah19003@mail. id, 2elnovani. lusiana@unpad. perdana@unpad. Received: 26-April-2023 DOI: 10. 30742/tb. Revised: 22-Mei-2023 Accepted: 31-Mei-2023 ABSTRACT Purpose Research. In order to provide information about visual news shows needed by the News division staff at PT Surya Citra Media Tbk quickly, precisely, and relevant as needed, the Media Asset Management system which is a means of retrieving information in the News Library at PT Surya Citra Media Tbk, needs to be seen and measured in order to know its effectiveness and ideality in bringing together information that suits the needs. This study aims to determine the effectiveness of the Media Asset Management system in the News Library of PT Surya Citra Media Tbk. Method. The method used is a formative evaluation research method with a quantitative approach. The population in this study is the entire collection of news shows stored in the Backdrop category in 2022. The sampling technique used was purposive sampling. The research sample is 20 news keywords entered into the Media Asset Management system. This research uses Lancaster's Recall and Precision effectiveness theory. Analysis Data. The research data were analyzed using descriptive statistical analysis techniques Results. The results showed an average Recall calculation ratio of 0. 45 or 45% and an average Precision calculation ratio of 89 or 89%. Based on the nominal Precision level, the Media Asset Management system falls into the third category with a high or effective Precision level. Based on the identification of the comparison between the average Recall and Precision ratios, the Media Asset Management system has not been categorized in an ideal condition with a ratio between the Recall and Precision ratios that are not equally large, namely . : . Conclusions. The Media Asset Management system in the News Library of PT Surya Citra Media Tbk is classified as effective but not yet categorized as being in an ideal stage or condition. Keywords: Effectiveness. Media Asset Management. Precision. Recall ABSTRAK Tujuan Penelitian. Dalam rangka memberikan informasi mengenai visual tayangan berita yang dibutuhkan oleh staf divisi News di PT. Surya Citra Media Tbk secara cepat, tepat, dan relevan sesuai dengan kebutuhan, sistem Media Asset Management yang merupakan sarana temu kembali informasi pada News Library di PT. Surya Citra Media Tbk, perlu untuk dilihat dan diukur agar dapat diketahui keefektivitasan dan juga keidealannya dalam mempertemukan informasi yang sesuai dengan kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sistem Media Asset Management di News Library PT. Surya Citra Media Tbk. Metode. Metode yang digunakan adalah metode penelitian evaluasi formatif Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya || Copyright@2023 Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 7 Nomor 2. Oktober dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh koleksi tayangan berita yang tersimpan dalam kategori Backdrop pada tahun 2022. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel penelitian adalah 20 kata kunci berita yang dimasukkan ke dalam sistem Media Asset Management. Penelitian ini menggunakan teori efektivitas Recall dan Precision dari Lancaster. Data analisis. Data dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil Penelitian. Rata-rata rasio perhitungan Recall sebesar 0,45 atau 45% dan rata-rata rasio perhitungan Precision sebesar 0,89 atau 89%. Berdasarkan tingkatan nominal Precision, sistem Media Asset Management masuk ke dalam kategori ketiga dengan tingkat Precision tinggi atau efektif. Berdasarkan identifikasi dari perbandingan antara rata-rata rasio Recall dan Precision, sistem Media Asset Management belum terkategori dalam kondisi yang ideal dengan perbandingan antara rasio Recall dan Precision yang tidak sama besar, yaitu . Kesimpulan. Sistem Media Asset Management di News Library PT. Surya Citra Media Tbk sudah tergolong efektif tetapi belum terkategori berada pada tahap atau kondisi yang ideal. Kata Kunci: Efektivitas. Media Asset Management. Precision. Recall PENDAHULUAN Dewasa ini, sistem penelusuran informasi dapat dirancang sedemikian rupa guna menjadi sarana dalam menunjang kegiatan temu kembali informasi yang efektif bagi setiap penggunanya. Kendati demikian, meskipun telah dapat menunjang kegiatan temu kembali informasi, suatu sistem penelusuran perlu untuk dikaji secara lebih mendalam agar dapat dilihat kekurangan maupun kelebihannya dalam rangka memberikan informasi yang dibutuhkan secara efektif dan juga memberikan pelayanan penelusuran yang ideal. Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk melihat performa sebuah sistem dalam melakukan kegiatan temu kembali informasi, adalah dengan menggunakan pendekatan atau tinjauan Recall dan Precision. Perlu diketahui bahwa parameter dari pengukuran Recall dan Precision memiliki hubungan satu sama lain dan juga keterkaitan dalam melihat performa atau kinerja dari sistem temu kembali informasi (Lancaster, 1. Recall berkaitan dengan kemampuan sistem untuk memanggil kembali dokumen yang relevan dalam kegiatan pencarian Sedangkan. Precision berkaitan dengan kemampuan sistem untuk tidak menampilkan dokumen yang tidak relevan pada saat kegiatan pencarian informasi. Dalam melihat performa pada suatu sistem temu kembali informasi, efektivitas suatu sistem dapat diidentifikasi berdasarkan perolehan hasil rasio dari Precision (Lancaster, 1. Sedangkan, kondisi ideal dari sebuah sistem dapat diidentifikasi melalui perbandingan hasil rasio antara Recall dan Precision. Suatu sistem dapat dikatakan ideal bila mana perbandingan hasil rasio antara Recall dan Precision sama besarnya . (Pao, 1. Salah satu lembaga yang memanfaatkan teknologi untuk membantu mempermudah akses temu kembali informasi adalah perpustakaan khusus berita pada PT. Surya Citra Media Tbk. Perpustakaan khusus berita tersebut memiliki sebutan News Library. News Library pada PT. Surya Citra Media Tbk merupakan sebuah perpustakaan khusus di mana seluruh koleksinya merupakan koleksi elektronik berupa video digital liputan berita, yang belum maupun yang sudah tayang pada program berita di stasiun televisi SCTV dan Indosiar. Pengguna layanan Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya || Copyright@2023 Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 7 Nomor 2. Oktober dari News Library merupakan seluruh staf divisi News pada PT. Surya Citra Media Tbk, terutama produser maupun asisten produksi yang membutuhkan tayangan liputan-liputan berita. News Library PT. Surya Citra Media Tbk menggunakan sistem Media Asset Management sebagai sarana temu kembali informasi visual tayangan Pada sistem Media Asset Management, informasi koleksi berita dikelompokkan ke dalam beberapa kategori guna mempermudah kegiatan temu kembali informasi berita yang nantinya dibutuhkan. Dalam upaya untuk mengetahui sejauh mana sistem Media Asset Management dapat mempertemukan informasi berita yang dibutuhkan secara cepat, tepat, dan relevan, tentunya sistem Media Asset Management memerlukan sebuah pengukuran. Berdasarkan hasil observasi pra-penelitian yang telah dilakukan, dalam kegiatan pencarian visual tayangan berita, sering kali tayangan-tayangan yang dicari tidak ditemukan dengan baik. Hal tersebut menyebabkan pencari informasi seperti produser atau asisten produksi melakukan pengalihan dengan mencari tayangan berita yang bersangkutan pada sumber lain seperti Youtube. Pada kenyataannya, tayangan tersebut sebenarnya ada pada sistem, namun, tayangan tersebut tidak terpanggil kembali pada saat kegiatan pencarian. Berdasarkan observasi tersebut, peneliti memiliki ketertarikan untuk mengkaji performa dari sistem Media Asset Management dalam rangka memberikan informasi tayangan berita yang sesuai dengan keinginan pengguna. Terdapat penelitian terdaluhu yang mengkaji tentang efektivitas sistem temu kembali informasi dengan tinjauan Recall dan Precision, diantaranya adalah penelitian yang dilakukan oleh Eko Juniarso dan Ika Krismayanti dengan judul Efektivitas OPAC Sebagai Sarana Temu Kembali Informasi Oleh Pemustaka di UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro, mengkaji tentang efektivitas sistem OPAC dengan Recall dan Precision. Metode yang digunakan adalah kuantitatif yang bersifat deskriptif kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif Penelitian dilakukan dengan menganalisis kata kunci berdasarkan empat kelas kategori klasifikasi subjek. Berdasarkan hasil perhitungan Recall dan Precision yang kemudian dianalisis dan dikaitkan dengan kategori tingkat kemampuan sistem. OPAC Universitas Diponegoro memiliki efektivitas dalam kategori sedang dengan perolehan Recall sebesar 0,55 dan Presicion sebesar 0,57. OPAC UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro telah dikatakan masuk ke dalam sistem temu kembali informasi yang ideal dengan perbandingan perolehan Recall dan Precision adalah 4:5. Kemudian penelitian yang dilakukan oleh Somaira Nabi dan S. M Shafi dengan judul Evaluation of Precision and Recall of Five Web OPACs of the Select Universities. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat mekanisme efisiensi kinerja web OPAC dari 5 universites bidang ekonomi di India. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif yang kemudian dijabarkan melalui kegiatan analisis Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pencarian sederhana dan juga lanjutan dengan melihat judul, deskripsi, serta pendekatan subjek dari kata kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata Recall dari 5 web OPAC universitas di India berada jauh di bawah nilai rata-rata Precision-nya, di mana perolehan rata-rata tertinggi Precision adalah web OPAC dari Universitas Delhi dengan nilai 3,32 dan Recall nya adalah 0,10. Hal tersebut menandakan bahwa web OPAC dari 5 universitas di India belum memadai untuk memberikan efisiensi terhadap pencarian informasi pada bidang ekonomi (Nabi & Shafi, 2. Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya || Copyright@2023 Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 7 Nomor 2. Oktober Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah AuBagaimana efektivitas sarana temu kembali informasi pada sistem Media Asset Management dengan tinjauan Recall dan Precision di News Library PT. Surya Citra Media Tbk?Ay. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah . Mengetahui hasil perhitungan Recall pada sarana temu kembali informasi di sistem Media Asset Management News Library PT. Surya Citra Media Tbk. Mengetahui hasil perhitungan Precision pada sarana temu kembali informasi di sistem Media Asset Management News Library PT. Surya Citra Media Tbk. Mengetahui efektivitas dan kondisi dari sistem Media Asset Management News Library PT. Surya Citra Media Tbk. TINJAUAN PUSTAKA Efektivitas Dalam kajian sosial. Richard M. Stteers menyatakan bahwa efektivitas sering dipandang sebagai kualitas dari suatu alur kerja dan merupakan tujuan akhir dari suatu organisasi. Efektivitas dapat dilihat atau diukur dari beberapa aspek, seperi karakteristik organisasi, karakteristik lingkungan, dan juga karakteristik pegawai. Steers juga berpendapat bahwa efektivitas merupakan suatu kapasitas suatu organisasi dalam memperoleh ataupun memanfaatkan sumber daya yang berharga secepat mungkin dalam rangka mengejar serta memaksimalkan pencapain serta tujuan operasional seperti misalnya dalam hal keuangan, teknologi, maupun staf karyawan (Steers, 1. Gelinas dalam (Susanto, 2. memaparkan bahwa efektivitas dalam sebuah sistem merupakan sesuatu yang sesuai dengan kebutuhan pemakai dalam rangka mendukung suatu proses bisnis, dalam waktu yang tepat, format yang tepat, serta memiliki kelengkapan agar dapat dipahami. Sistem Media Asset Management SCTV & Indosiar Sistem Media Asset Management dirancang untuk memudahkan proses pengorganisasian koleksi digital tayangan berita dan juga kegiatan temu kembali visual atau tayangan koleksi digital yang sudah tersimpan. Sistem Media Asset Management merupakan pangkalan basis data yang sifatnya dinamis, di mana setiap hari nya, koleksi informasi tayangan berita yang tersimpan pasti akan bertambah. Dalam upaya memudahkan staf News Library untuk mencari informasi maupun liputan berita yang sedang dibutuhkan oleh staf News, terdapat beberapa fasilitas yang disediakan oleh sistem, di antara nya adalah Dashboard. Program. Visual. Backdrop. Program Khusus. Grafis. Rough Cut. News, dan Help, di mana setiap kategori tersebut telah dirancang untuk mempermudah proses menelusur informasi berita sesuai dengan kebutuhan yang dicari. Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya || Copyright@2023 Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 7 Nomor 2. Oktober Gambar 1. User Interface Media Asset Management Recall dan Precision Recall dan Precision merupakan dua tinjauan yang dipakai secara bersamaan untuk melihat kapasitas dan kemampuan dari suatu sistem temu kembali informasi dalam menampilkan sesuatu yang diinginkan . okumen releva. dan menahan apa yang tidak diinginkan . okumen tidak releva. Recall berkaitan dengan kemampuan sistem untuk memanggil kembali dokumen yang relevan yang terdapat pada basis data dalam kegiatan pencarian informasi. Sedangkan. Precision berkaitan dengan kemampuan sistem untuk tidak menampilkan dokumen yang tidak relevan pada saat kegiatan pencarian informasi (Lancaster, 1. Recall = Jumlah dokumen relevan yang terpanggil . Jumlah dokumen relevan yang ada di dalam yccycaycycaycaycaycyce . Jumlah dokumen relevan yang terpanggil . Precision = Jumlah keseluruhan dokumen yang terpanggil x 100 . ca yc. Keterangan a . = dokumen yang relevan = dokumen yang tidak relevan = dokumen relevan yang tidak ditemukan Dalam penggunaan tinjauan Recall dan Precision, rasio hasil perbandingan dapat beragam, bisa saja mendapatkan hasil Recall tinggi dengan Precision yang rendah. Precision tinggi dengan Recall rendah, atau bisa saja hasilmya adalah Aumiddle-of-theroadAy, dimana hasil perhitungan Recall dan Precision sama besarnya. Rendahnya hasil rasio Recall dapat terjadi karena terdapat ataupun kurangnya istilah tertentu maupun istilah spesifik yang tidak tercakup pada kosa kata entri dalam sistem. Sedangkan untuk rendahnya hasil rasio Precision dapat terjadi karena topik atau Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya || Copyright@2023 Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 7 Nomor 2. Oktober subjek yang berhasil terpanggil tidaklah memiliki keunikan yang sesuai dengan keinginan serta subjek relevan yang diinginkan (Lancaster, 1979. Lancaster, yang dikutip dalam (Martin & Nilawati, 2. memberikan 3 kategori untuk penilaian efektivitas suatu sistem temu kembali informasi. Tabel 1. Tingkatan Nominal Precision Nominal Hasil Precision Kategori 0,00 Ae 0,33 Precision rendah, tidak efektif 0,34 Ae 0,67 Precision sedang, kurang efektif 0,68 Ae 1,00 Precision tinggi, efektif Dalam mengukur sistem temu kembali informasi, disebukan pula oleh Lee Pao bahwa keefektivan suatu sistem temu kembali informasi, dikatakan ideal bila mana hasil rasio perolehan dari Recall dan Precision sama besarnya . , dan untuk kondisi terburuk dari sebuah sistem temu kembali informasi adalah bila rasio perolehan dari Recall dan Precision adalah . (Pao, 1. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah evaluasi formatif dengan pendekatakan kuantitatif. Menurut Sugiyono, metode penelitian evaluasi atau evaluation research merupakan suatu metode ilmiah yang dipergunakan untuk mengetahui efektivitas, efisiensi, ataupun kelemahan dari aktivitas suatu program atau kebijakan. Evaluasi formatif menekankan kepada penilaian kualitas program serta konteks organisasi seperti prosedur kerja. Evaluasi formatif digunakan untuk mendapatkan umpan balik dari prosedur aktivitas dalam bentuk proses, sehingga dapat dipergunakan untuk meningkatkan kualitas program baik berupa barang maupun jasa (Sugiyono, 2. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan suatu pendekatan yang menggunakan angka-angka dan dianalisis menggunakan statistik (Sugiyono. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui observasi serta percobaan secara mandiri dengan memasukkan kata kunci sampel yang telah ditentukan ke dalam sistem Media Asset Management. Sistem Media Asset Management atau yang biasa di singkat dengan MAM merupakan salah satu tipe dari sistem temu kembali informasi yang masuk ke dalam kategori sistem manajemen basis data atau database management system yang banyak digunakan pada perpustakaan digital untuk mengelola aset terutama pada dokumen berbentuk multimedia khususnya video. Sistem Media Asset Management yang digunakan oleh PT. Surya Citra Media Tbk merupakan sistem yang khusus dirancang untuk memudadahkan proses pengorganisasian koleksi digital tayangan berita dan juga kegiatan temu kembali visual tayangan koleksi digital yang sudah tersimpan. Pengumpulan data ditunjang dengan menggunakan sumber literatur berupa jurnal serta bahan pustaka. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh tayangan berita yang tersimpan pada kategori Backdrop di sistem Media Asset Management. Sistem Media Asset Management merupakan sarana temu kembali informasi yang Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya || Copyright@2023 Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 7 Nomor 2. Oktober bersifat dinamis, di mana setiap harinya informasi koleksi tayangan berita akan terus Jumlah populasi dalam penelitian ini dinyatakan tidak terhingga. Ukuran sampel ditentukan dengan menggunakan teknik sampling non probabilitas berupa Untuk kriteria serta pertimbangan dalam menentukan sampel adalah sebagai berikut. merupakan berita yang paling hangat dibicarakan pada setiap bulannya dalam kurun waktu antara 1 Januari 2022-31 Desember 2022. merupakan berita yang paling sering dicari oleh produser, asisten produksi, maupun staf News di PT. Surya Citra Media Tbk. Berdasarkan kriteria tersebut, maka didapatkan 20 sampel kata kunci berita. HASIL DAN DISKUSI Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dan kondisi dari sistem Media Asset Management di News Library PT. Surya Citra Media Tbk. Metode yang digunakan adalah metode penelitian evaluasi formatif dengan pendekatan Variabel penelitian menggunakan variabel tunggal yaitu efektivitas sarana temu kembali informasi pada sistem Media Asset Management. Penelitian dikaji dengan menggunakan tinjauan Recall dan Precision dari Lancaster. Sebelum menghitung hasil Recall dan Precision, peneliti terlebih dahulu menelaah relevansi informasi pada sistem Media Asset Management pada masing-masing 20 kata kunci berita yang telah ditentukan sebelumnya. Kegiataan untuk menelaah relevansi terhadap 20 kata kunci berita disaring menggunakan fitur AuRefine SearchAy. Melalui penyaringan Refine Search, peneliti dapat menentukan rentang waktu dalam kegiatan pencarian informasi berita. Peneliti melakukan pembatasan pencarian informasi berita sejak tanggal 1 Januari 2022 - 31 Desember 2022. Penentuan relevansi dokumen dilihat berdasarkan deskripsi yang tertera pada kolom desciption serta naskah yang di dalamnya memuat informasi mengenai perincian berita yang bersangkutan. Selain dari kolom description dan naskah, penentuan dokumen yang relevan juga dilihat dari visual tayangan berita, apakah dalam visual tersebut memiliki keterkaitan dengan informasi berita yang disajikan pada kolom description serta naskah atau berkaitan dengan kata kunci yang Dalam kegiatan pencarian informasi berita pada sistem Media Asset Management, hasil berita yang keluar merupakan record dari segmen-segmen berita, di mana dalam satu segmen berita, terdiri dari 3-12 berita yang berbeda. Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya || Copyright@2023 Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 7 Nomor 2. Oktober Gambar 2. Pencocokan Dokumen Relevan berdasarkan Description dan Naskah Berdasarkan gambar 2, terdapat 11 record segmen ditemukan mengenai kata kunci berita AuHalloweenAy. Pada record segmen pertama, yaitu dari program Fokus Malam Indosiar Segmen 1 tanggal 31 Oktober 2022, terdapat salah satu berita relevan mengenai Halloween Itaewon. Berita tersebut dikategorikan ke dalam dokumen berita yang relevan berdasarkan descripcion dan naskah yang tertera, di mana pada bagian description tertulis informasi AuTragedi berdarah malam HalloweenSeoul. Korea Selatan. Ratusan ribu orang membludak & berhimpitan. 154 korban tewasAAy. Terdapat pula naskah berita yang mendukung dokumen tersebut untuk dikategorikan ke dalam dokumen yang relevan, di mana naskah tayangan memuat perincian dari mulai alasan, lokasi, jumlah korban, dan juga kronologi peristiwa Halloween Itaewon. Selain dari description dan juga naskah, peneliti memasukkan dokumen tersebut ke dalam informasi yang relevan berdasarkan tayangan visual yang mendukung. Sama hal nya dengan penentuan dokumen berita yang relevan, dokumen yang tidak relevan dinilai dan diidentifikasi berdasarkan descripcion, naskah, dan juga tayangan visual. Terdapat salah satu dokumen dari Liputan 6 Pagi SCTV Segmen 1 tanggal 21 Oktober 2022 yang terpanggil ketika peneliti memasukkan kata kunci AuGagal Ginjal AkutAy. Berita tersebut tidaklah masuk ke dalam kategori berita yang relevan, di mana description yang tertera adalah AuMaling dikeroyok warga: aksinya gagal setelah dipergoki korbanAAy. Begitu pula dengan informasi naskah dan juga visual tayangannya yang sama sekali tidak memuat berita mengenai AuGagal Ginjal AkutAy Untuk mendapatkan angka Recall dan Precision, peneliti melakukan uji coba secara mandiri. Oleh karena News Library PT. Surya Citra Media Tbk tidak memiliki data mengenai jumlah keseluruhan dari masing-masing koleksi tayangan yang tersimpan dari setiap kata kunci, maka untuk mendapatkan jumlah dokumen relevan yang tidak ditemukan pada sistem yang dipergunakan untuk menghitung hasil Recall, data tersebut didapatkan dari tim IT Development. Berikut merupakan hasil Recall dan Precision dari 20 kata kunci berita yang dimasukkan ke dalam sistem Media Asset Management. Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya || Copyright@2023 Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 7 Nomor 2. Oktober Tabel 2. Hasil Uji Recall Kata Kunci Relevan . Tidak . Total . Recall . 100% Bjorka 0,49 atau 49% Citayam Fashion Week 0,31 atau 31% Eliezer 0,17 atau 17% Eril 0,60 atau 60% Gagal Ginjal Akut 0,39 atau 39% Gempa Cianjur 0,65 atau 65% Halloween 0,32 atau 32% Tragedi Kanjuruhan 0,51atau 50% Indra Kenz 0,69 atau 69% KDRT Lesti 0,49 atau 49% Kebaya Merah 0,38 atau 38% Keluarga Kalideres 0,29 atau 29% KTT G20 0,50 atau 50% Pemilu 2024 0,31 atau 31% Perang Ukraina Rusia 0,09 atau 9,02% Ratu Elizabeth 1,00 atau 100% Resesi 0,32 atau 32% Sambo 0,27 atau 27% Set Top Box dan STB 0,38 atau 38 % Tilang Elektronik dan ETLE 0,85 atau 85% Rata-rata 00,45 atau 45% Berdasarkan tabel 2, dapat dilihat bahwa dari 20 kata kunci berita yang dimasukkan, rata-rata hasil Recall hanya mencapai angka 0,45 atau 45% dengan nilai Recall tertinggi adalah sebesar 1,00 atau 100% dengan kata kunci berupa AuRatu ElizabethAy. Hasil Recall dapat mencapai angka 1,00 atau 100% dikarenakan seluruh informasi berita yang ditemukan tentang Ratu Elizabeth Meninggal adalah relevan. Sedangkan untuk nilai Recall terendah adalah sebesar 0,09 atau 9,02% dengan kata kunci berupa AuPerang Ukraina RusiaAy. Nilai Recall hanya mencapai angka 0,09 atau 9,02% dikarenakan rentang antara informasi relevan yang ditemukan dengan informasi relevan yang tidak ditemukan terpaut jauh, dengan perincian 35 informasi relevan ditemukan dan 353 informasi relevan tidak ditemukan. Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya || Copyright@2023 Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 7 Nomor 2. Oktober Pada kata kunci AuPerang Ukraina dan RusiaAy serta beberapa kata kunci lainnya yang memiliki nilai Recall rendah, berdasarkan hasil identifikasi serta observasi dari pengujian Recall, hal tersebut terjadi karena News Library PT. Surya Citra Media Tbk belum mempunyai standarisasi pencatatan metadata pada saat memasukkan record berita ke dalam sistem Media Asset Management. Terdapat beberapa penulisan kata kunci berbeda dalam satu topik yang sama, seperti AuPerang Ukraina dan RusiaAy. AuPerang Ukhraina dan RusiaAy. Perbedaan penulisan kata kunci tersebutlah yang menyebabkan banyaknya informasi relevan yang tidak ditemukan pada saat memasukkan kata kunci ke dalam sistem Media Asset Management. Sedangkan, untuk pemaparan hasil pengukuran Precision terhadap 20 kata kunci informasi berita yang dimasukkan ke dalam sistem Media Asset Management adalah sebagai berikut. Tabel 3. Hasil Uji Precision Kata Kunci Relevan . Bjorka Citayam Fashion Week Eliezer Eril Gagal Ginjal Akut Gempa Cianjur Halloween Tragedi Kanjuruhan Indra Kenz KDRT Lesti Kebaya Merah Keluarga Kalideres KTT G20 Bali Pemilu 2024 Perang Ukraina Rusia Ratu Elizabeth Meninggal Resesi Sambo Set Top Box dan STB Tilang Elektronik dan ETLE Total . Precision . 100% Tidak Relevan . 1,00 atau 100% 0,89 atau 89% 0,87 atau 87% 0,81 atau 81% 0,97 atau 97% 0,96 atau 96% 1,00 atau 100% 1,00 atau 100% 0,87 atau 87% 0,94 atau 94% 0,70 atau 70% 0,92 atau 92% 0,98 atau 98% 0,95 atau 95% 0,88 atau 88% 1,00 atau 100% 1,00 atau 100% 0,56 atau 56% 0,50 atau 50% 0,97 atau 97% Rata-rata 0,89 atau 89% Berdasarkan tabel 3, dapat dilihat bahwa dari 20 kata kunci berita yang dimasukkan, rata-rata hasil Precision-nya adalah 0,89 atau 89% dengan nilai Precision tertinggi adalah sebesar 1,00 atau 100% dengan kata kunci berupa AuBjorkaAy. AuHalloweenAy. AuTragedi KanjuruhanAy. AuRatu ElizabethAy dan AuResesiAy. Hasil Precision dapat mencapai angka 1,00 atau 100% karena rentang jumlah informasi relevan dengan jumlah informasi tidak relevan yang ditemukan tidak terpaut jauh atau bisa dibilang tidak berjarak. Begitu pula dengan kata kunci lainnya yang memiliki nilai Precision tinggi. Sedangkan untuk nilai Precision terendah adalah 0,50 atau 50% Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya || Copyright@2023 Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 7 Nomor 2. Oktober dengan kata kunci AuSet Top BoxAy. Selain dari kata kunci AuSet Top BoxAy, terdapat pula nilai Precision rendah dari kata kunci lain, yaitu kata kunci AuSamboAy. Kata kunci Au SamboAy memiliki nilai Precision yang cukup rendah dibandingkan kata kunci lainnya, yaitu hanya sebesar 0,56 atau 56%. Hal tersebut dikarenakan oleh banyak informasi relevan yang ditemukan, tetapi banyak pula informasi tidak relevan yang ditemukan pada saat kata kunci AuSamboAy dimasukkan ke dalam sistem Media Asset Management, dengan perincian 249 informasi relevan ditemukan dan 231 informasi tidak relevan ditemukan. Informasi berita tersebut dianggap tidak relevan karena visual dari tayangan berita tidak menampilkan visual AuSamboAy. Hal tersebut dikaitkan dengan permintaan dari produser maupun asisten produksi yang hanya meminta visual maupun berita yang menayangkan AuSamboAy saja. Setelah dihitung nilai Recall dan Precision dari masing-masing 20 kata kunci informasi berita yang dimasukkan ke dalam sistem Media Asset Management, maka perbandingan antara hasil Recall dan Precision adalah sebagai berikut. Tabel 4. Perbandingan Hasil Recall dan Precision Kata Kunci Bjorka Citayam Fashion Week Eliezer Eril Gagal Ginjal Akut Gempa Cianjur Halloween Tragedi Kanjuruhan Indra Kenz KDRT Lesti Kebaya Merah Keluarga Kalideres KTT G20 Bali Pemilu 2024 Perang Ukraina Rusia Ratu Elizabeth Meninggal Resesi Sambo Set Top Box dan STB Tilang Elektronik dan ETLE Rata-rata Recall 0,49 0,31 0,17 0,60 0,39 0,65 0,32 0,51 0,69 0,49 0,38 0,29 0,50 0,31 0,09 1,00 0,32 0,27 0,38 0,85 0,45 Perbandingan Precision 1,00 0,89 0,87 0,81 0,97 0,96 1,00 1,00 0,87 0,94 0,70 0,92 0,98 0,95 0,88 0,84 1,00 0,56 0,50 0,97 0,89 Berdasarkan tabel 4, dapat dilihat bahwa dari 20 kata kunci berita yang dimasukkan, nilai Recall dari 19 kata kunci berita lebih kecil dari nilai Precision, dan hanya terdapat 1 kata kunci berita yang nilai Recall-nya lebih besar daripada nilai Precision. Nilai untuk rata-rata Recall 0,45 dan Precision 0,89 . ,45 > 0,. Bila dibuat menjadi bilangan sederhana, maka perbadingan nilai Recall dan Precision dari sistem Media Asset Management adalah sebesar 4:9. Angka tersebut menyatakan bahwa nilai Precision dari sistem Media Asset Management di News Librabry PT. Surya Citra Media Tbk lebih tinggi dari pada nilai Recall. Berdasarkan hasil penelusuran Recall Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya || Copyright@2023 Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 7 Nomor 2. Oktober dan Precision, menunjukkan adanya perbandingan yang cenderung berlawanan antara hasil Recall dan Precision. Hasil rata-rata rasio uji Recall dan Precision dari 20 kata kunci yang dimasukkan ke dalam sistem Media Asset Management, masing-masing adalah sebesar 0,45 atau 45% dan 0,89 atau 89%. Landasan yang digunakan untuk mengukur efektivitas sistem Media Asset Management di News Library PT. Surya Citra Media Tbk adalah menggunakan tabel tingkatan nominal penilaian hasil Precision menurut Lancester. Lancaster memberikan sebuah pengukuran untuk menilai efektivitas dari suatu sistem temu kembali informasi, di mana menurut Lancester, yang dikutip dalam (Martin & Nilawati, 2. , memberikan 3 kategori untuk penilaian efektivitas suatu sistem temu kembali informasi, bila mana hasil Precision rendah, maka sistem dikatakan tidak efektif, bila hasil Precision sedang, maka sistem dikatakan kurang efektif, sedangkan bila hasil Precision nya tinggi, maka sistem dapat dikatakan sebagai sistem temu kembali informasi yang efektif. Dengan melihat rata-rata rasio dari perhitungan Precision yang telah dilakukan, didapatkan rasio untuk penilaian Precision adalah sebesar 0,89. Berdasarkan rata-rata nilai Precision tersebut, tingkatan penilaian nominal Precision masuk ke dalam kategori ketiga pada rentang nilai 0,68 Ae 1,00 dengan kategori Precision tinggi atau efektif. Lancaster mengemukakan bahwa rasio Precision sebenarnya merupakan pengukuran secara tidak langsung terhadap usaha ataupun waktu yang dikeluarkan dalam kegiatan pencarian informasi, di mana pencari informasi dihadapkan atau diharuskan untuk memilih dan memisahkan informasi yang relevan dan informasi yang tidak relevan. Semakin tinggi hasil perolehan rasio Precision, maka semakin sedikit pula usaha yang harus dikeluarkan oleh pencari informasi untuk menemukan informasi yang relevan (Lancaster, 1. Pada saat melakukan penelitian untuk mencari rasio Precision, peneliti tidak merasa kesulitan dalam memisahkan mana tayangan relevan dan tidak relevan Rasio Recall cenderung rendah karena pada News Library PT. Surya Citra Media memang belum memiliki standarisasi bahasa indeks untuk kegiatan pencatatan meta data pada saat memasukkan deskripsi tayangan berita yang menyebabkan adanya perbedaan terhadap kosa kata dalam lingkup topik yang sama pada saat memasukkan meta data ke dalam sistem. Selain itu, sistem Media Asset Management juga belum memiliki kapasitas untuk menjangkau informasi meta data yang ada pada saat kegiatan pencarian informasi. Sistem Media Asset Management baru bisa menjangkau meta data berdasarkan description saja. Sehingga, bila staf News Library tidak hati-hati ataupun tidak memasukkan meta data pada bagian description secara lengkap, walaupun naskah berita serta visual tayangan berita nya merupakan dokumen yang relevan, maka dokumen tersebut tidak akan terpanggil ketika dilakukan kegiatana pencarian informasi. Hasil perbandingan antara rasio Recall dan Precision pada sistem Media Asset Management menunjukan, hampir seluruh nilai Precision lebih besar daripada nilai Recall . ,45 < 0,. Bila dibulatkan menjadi bilangan sederhana, maka perbandingan nilai Recall dan Precision dari sistem Media Asset Management adalah sebesar 4:9. Lee Pao menyatakan bahwa keefektifan suatu sistem temu kembali informasi, dikatakan ideal bila mana hasil rasio perolehan dari Recall dan Precision sama besarnya . Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya || Copyright@2023 Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 7 Nomor 2. Oktober (Pao, 1. Berdasarkan hasil perbandingan antara perolehan Recall dan Precision, maka dapat dikatakan bahwa sistem Media Asset Management pada News Library PT. Surya Citra Media Tbk belum terkategori dalam kondisi atau keadaan yang ideal karena perbandingan rasio Recall dan Presicion tidak sama besar bahkan terpaut cukup jauh, yaitu 4:9. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui efektivitas dan kondisi dari sarana temu kembali informasi pada sistem Media Asset Management di PT. Surya Citra Media Tbk yang diidentifikasi melalui tingkatan nominal Precision, sistem Media Asset Management masuk ke dalam kategori ketiga, dengan tingkat Precision tinggi atau efektif, di mana sistem dapat memberikan pilihan informasi yang relevan serta dapat menekan usaha ataupun waktu yang dikeluarkan dalam kegiatan pencarian informasi. Semakin tinggi hasil perolehan rasio Precision, maka semakin sedikit pula usaha yang harus dikeluarkan oleh pencari informasi untuk menemukan informasi yang relevan. Sedangkan, untuk perbandingan rasio antara Recall dan Precision, hasil perbandingan menunjukkan rasio nilai yang tidak sama besar, di mana dengan keadaan perbandingan tersebut, menggambarkan bahwa sistem Media Asset Management belum terkategori dalam kondisi yang ideal. Suatu sistem temu kembali informasi dapat dikatakan ideal bila mana hasil perhitungan antara rasio Recall dan Precision sama besarnya . Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa sarana temu kembali informasi pada sistem Media Asset Management di News Library PT. Surya Citra Media Tbk sudah tergolong efektif akan tetapi belum terkategori berada pada tahap kondisi yang ideal. Dalam rangka meningkatkan perolehan rasio Recall untuk mencapai kondisi ideal pada sistem Media Asset Management, diharapkan News Library PT. Surya Citra Media Tbk dapat menambah kebijakan penulisan terhadap standarisasi pencacatan meta data, seperti penggunaan spasi ataupun ejaan pada deskripsi berita agar mempunyai keseragaman penulisan pada saat melakukan entri data. Dengan beragamnya informasi berita yang tersimpan serta kebutuhan akan visual tayangan berita dari penerima layanan News Library PT. Surya Citra Media Tbk yang juga beragam, diharapkan staf News Library PT. Surya Citra Media Tbk dapat lebih banyak melakukan diskusi dengan tim IT Development mengenai penambahan fitur jangkauan sistem Media Asset Management agar tidak hanya terfokus kepada jangkauan description saja tetapi juga dapat menjangkau keseluruhan meta data yang tersimpan pada saat kegiatan pencarian informasi. Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya || Copyright@2023 Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 7 Nomor 2. Oktober DAFTAR PUSTAKA