ELIPS: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Volume 5. Nomor 1. Maret 2024 ISSN: 2745-827X (Onlin. KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA KELAS VII UPTD SMP NEGERI 4 PAREPARE Asrinan Pendidikan Matematika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Parepare Asrinan. 044@gmail. ABSTRAK Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Ex PostFacto. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII UPTD SMP Negeri 4 Parepare. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VII. 4 UPTD SMP Negeri 4 Parepare yang berjumlah 26 responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampel adalah Cluster Random Sampling. Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan instrumen penelitian berupa lembar tes uraian sebanyak 3 nomor pada materi Persamaan Linear SatuVariabel (PLSV) untuk mengetahui kemampuan HOTS dan kemampuan berpikir kritis matematis Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistika deskriptif dan analisis statistika inferensial. Hasil analisis deskriptif siswa kelas VII UPTD SMP Negeri 4 Parepare sebanyak 26 responden dimana Skor rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis siswa berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata siswa sebesar 70,91 dan standar deviasi sebesar 9,04 Kata Kunci: Berpikir Kritis. Matematis ABSTRACT This research uses a quantitative approach with the type of Ex Post Facto research. The population of this study were students of class VII UPTD SMP Negeri 4 Parepare. The sample in this study was class VII students. 4 UPTD SMP Negeri 4 Parepare totaling 26 respondents using the Cluster Random Sampling sampling technique. The research data was obtained using a research instrument in the form of a 3-point essay test sheet on the One Variable Linear Equation (PLSV) material to determine HOTS abilities and students' mathematical critical thinking skills. The data collection technique used is the test The data analysis technique used is descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis. The results of the descriptive analysis for class VII UPTD SMP Negeri 4 Parepare were 26 respondents where the average value of students' mathematical critical thinking skills is in the mediumcategory with an average student score of 70,91 and a standard deviation of 9,04. Keywords: Critical Thinking. Mathematics http://journal. id/index. php/ELIPS Asrinan ELIPS: Vol. No. Maret 2024 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan upaya sadar dan sistematis melalui proses pembelajaran yang harus dilalui setiap orang untuk mencapai taraf hidup yang lebihbaik. Melalui pendidikan, guru berupaya melibatkan siswa dalam pembelajaran agar tercapainya tujuan yang diharapkan. Pembelajaran ini dimaksudkan sebagai sarana motivasi untuk mengembangkan keterampilanketerampilan penting abad 21, meliputi: critical thinking/berpikir kritis, creativity/kreativitas dan problem solving/pemecahan masalah (Pratiwi et al. , 2. Hasil yang akan diperoleh yakni terciptanya sumber daya manusia yang mampu bersaing sesuai dengan tuntutan perkembangan Dalam sistem pembelajaran abad 21, siswa diharapkan mampu berpikirsecara kritis dan kreatif sehingga dapat memecahkan masalah dalam pembelajaranmaupun dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya sekedar mengingat danmenjawab pertanyaan sesuai hafalan. Siswa diharapkan mampu memecahkan masalah menggunakan kemampuan analisisnya, dengan mempertimbangkan berbagai persoalan yang berkaitan dengan berpikir rasional dan logis, karenapembelajaran yang bersifat hafalan atau teori saja sudah tidak relevan lagi dengantuntutan perkembangan pembelajaran saat ini (Jiwandono, 2020. Sari et al. , 2. Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan menyeleksi informasi yang relevan sebagai dasar untuk membuat kesimpulan dengan menggunakan pandangan yang berbeda terhadap data dan informasi yang diperoleh dalam prosespembelajaran. Sistem informasi yang lebih terbuka menuntut siswa untuk dapat memilah informasi yang benar dan valid sehingga dapat menggabungkan informasi dari berbagai sumber untuk memecahkan masalah. Dengan menggunakankemampuan berpikir kritis, siswa diharapkan mampu bernalar dengan baik dan didasari bukti yang valid dengan mengaitkan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya dengan pengetahuan yang sedang dipelajari (Sari et al. , 2021. Susilowati & Sumaji, 2. Rendahnya kemampuan berpikir kritis dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain ketidakmampuan siswa untuk fokus pada pembelajaran yang disampaikan oleh guru, pada saat pembelajaran siswa kurang dibimbing untuk dapat mengajukan pertanyaan sehingga siswa menjadi lebih pasif dalam pembelajaran. Siswa lebih banyak diam, duduk, mendengarkan, mencatat dan menghafal, sehingga proses belajar mengajar menjadi tidak menarik dan menyenangkan, siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal yang diberikan oleh guru, karena kurangnya penalaran dan pemahaman siswa mengenai masalah maupun solusi untuk menyelesaikannya (Nuraida, 2019. Wibowo et al. , 2. Berpikir kritis dan belajar matematika tidak dapat dipisahkan. Menurut (Helmawati. Widana, 2. , pembelajaran matematika tidak hanya menggunakan perhitungan atau rumus, tetapi juga menggunakan pemikiran logis siswa untuk menyelesaikan masalah. Sejalan dengan pendapat tersebut, menurut Safitri . matematika diajarkan kepada semua siswa agar mampu berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, kreatif, dan bekerja sama. Karena berpikir kritis dapat diasah dengan belajar matematika dan belajar matematika dapat dipahami dengan berpikir kritis. Berdasarkan keterangan salah satu guru matematika di UPTD SMP Negeri 4 Parepare, kurangnya keaktifan dan inisiatif siswa dalam proses pembelajaran dimana hanya sebagian kecil siswa yang berminat terhadap pelajaran matematika dan kurangnya pemahaman konsep dasar dari materi yang diajarkan oleh guru. Selain itu, siswa kesulitan dalam mengerjakan soal yang Kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII UPTD SMP Negeri 4 Parepare berbeda dari contoh yang diberikan karna hanya menuliskan apa yang dijelaskan guru tanpa memahaminya lebih lanjut. METODE Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Populasi terdiri dari siswa kelas VII di UPTD SMP Negeri 4 Parepare. Sampel penelitian dipilih melalui Teknik purposive sampling, dengan kriteria inklusi yaitu siswa kelas VII yang telah mengikuti pembelajaran matematika satu semester. Intrumen penelitian terdiri dari tes kemampuan berfikir kritis matematis. Tes kemampuan berfikir kritis matematis digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menginterpretasi, mengevaluasi dan membuat kesimpulan terhadap informasi matematis. Data yang diperoleh dari tes kemampuan berfikir matematis dianalisis menggunakan Teknik statistik deskriptif dan inferensial. Analisis deskriptif mencakup perhitungan mean, median dan standar deviasi dari skor tes. Analisis inferensial menggunakan uji kolerasi pearson untuk menilai hubungan antara kemampuan berfikir kritis siswa. Sebelum pengumpulan data, izin penelitian diperoleh dari pihak sekolah dan persetujuan orang tua atau wali siswa yang menjadi sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berfikir kritis matematis di ruang kelas sesuai jadwal yang telah ditentukan. Data analisis dengan menggunakan perangkat lunak seperti SPSS (Statistical Package for the Sosial Scienc. untuk menghasilkan hasil yang sistematis dan terstruktur. Hasil analisis akan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik yang menggambarkan hubungan kemampuan berfikir kritis matematis siswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Validasi isi instrumen Lembar instrumen dalam penelitian ini divalidasi oleh 2 . orang validator atau pakar yang mengetahui tentang kebenaran instrumen tersebut, setelah divalidasi maka selanjutnya dianalisis menggunakan validasi isi menurut Gregory dengan tujuan mengetahui instrumen yang digunakan sudah valid atau tidak. Kevalidan isi suatu instrumen terjadi jika koefisien validitas isi tinggi (>75%). Berikut uraian validitas isi instrumen dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 1 Hasil Analisis Validitas Isi Instrumen No. Instrumen Hasil Validasi Isi Ket. Lembar tes kemampuan berpikir kritis matematis Valid Deskripsi kemampuan berfikir kritis matematis Hasil tes untuk data kemampuan berpikir kritis matematis ditunjukkan pada tabel 2. Setiap komponen kemampuan berpikir kritismatematis dinilai sesuai dengan rubrik penilaian yang telah Tabel 2 Hasil Data Kemampuan Berfikir Kritis Matematis Data Hasil Analisis Jumlah Siswa Nilai Terendah 52,08 Nilai Tertinggi 91,67 Asrinan ELIPS: Vol. No. Maret 2024 Rata-Rata 70,91 Median 68,75 Modus 66,67 Standar Deviasi 9,04 Dari Tabel 2 diketahui bahwa nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis siswa sebesar 70,91 dengan standar deviasi 9,04. Adapun median, nilai terendah dan nilai tertinggi secara berturut-turut sebesar 68,75. 52,08. 91,67 dengan skor ideal 100. Kategori skor rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis dapatdilihat pada tabel berikut Tabel 3 Kategorisasi Hasil Data Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Penguasaan Frekuensi Persentase (%) Kategori 86,00 Ae 100,00 Sangat Tinggi 71,00 Ae 85,99 Tinggi 56,00 Ae 70,99 Sedang 41,00 Ae 55,99 Rendah Total Sumber: Suryani dan Haryadi, 2022. Pada Tabel 3 terlihat bahwa interval skor kemampuan berpikir kritis matematis siswa berada pada interval skor 56,00 s. d 70,99. Kemampuan berpikir matematis siswa pada materi persamaan linear satu variabel yaitu 2 siswa berada pada kategori Ausangat tinggiAy, 9 siswa berada pada kategori AutinggiAy, 14 siswa berada pada kategori AusedangAy dan 1 siswa berada pada kategori AurendahAy dan tidakada siswa yang berada pada kategori Ausangat rendahAy. Hal ini dapat dilihat pada perolehan rata-rata skor kemampuan berpikir kritis matematis sebesar 70,91 . erdapat pada Tabel . Dengan demikian dapat diketahui bahwa kemampuan berpikir kritis matematis berada pada kategori AuSedangAy. Adapun untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram 1 berikut ini. Diagram 1 Kategorisasi Hasil Data Kemampuan BerpikirKritis Matematis 86,00 Ae 100,00 71,00 Ae 85,99 56,00 Ae 70,99 41,00 Ae 55,99 Kategori Kemampuan Berpikir Kritis Matematis O Data hasil tes mengenai ketercapaian setiap indikator kemampuan berpikir kritis matematis pada siswa disajikan pada tabel berikut. Kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII UPTD SMP Negeri 4 Parepare Tabel 4 Persentase Ketercapaian Indikator KemampuanBerpikir Kritis Matematis Indikator Menginterpretasi Menganalisis Mengevaluasi Menginferensi Rata-Rata Persentase (%) 78,85 60,90 75,96 67,95 70,91 Kategori Tinggi Sedang Tinggi Sedang Sedang Pada tabel 4 menunjukkan rata-rata persentase indikator kemampuan berpikir kritis matematis Tabel ini menunjukkan bahwa rata-rata 70,91% kemampuan berpikir kritis matematis siswa termasuk dalam kategori AuSedangAy. Indikator tertinggi adalah menginterpretasi yaitu 78,85% yang berada pada kategoriAuTinggiAy dan indikator terendah adalah menganalisis yaitu 60,90% yang berada pada kategori AuSedangAy. Adapun untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram 2 berikut ini. Diagram 2 Persentase Ketercapaian Indikator KemampuanBerpikir Kritis Matematis 78,85% 75,96% 67,95% 60,9% Menginterpretasi Menganalisis Mengevaluasi Menginferensi Indikator Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Pada Mata Pelajaran Matematika Berdasarkan hasil analisis data pada Tabel 4 terlihat bahwa rata-rata nilai belajar dari 30 siswa adalah 70,91. Selain itu juga mengklasifikasikan data kemampuan berpikir kritis Pada Tabel 4. 6 dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa berada pada interval 56,00 s. 70,99. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa berada pada kategori sedang. Indikator yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritismatematis adalah keterampilan menginterpretasi, menganalisis, mengevaluasi dan menginferensi. Pencapaian indikator kemampuan berpikir kritis matematis yang tertinggi adalah menginterpretasi sebesar 78,85%, mengevaluasi sebesar 75,96%, menginferensi sebesar 67,95%, dan yang paling rendah yaitu menganalisis sebesar 60,90%. Kemampuan siswa dalam menginterpretasi termasuk dalam kategori tinggi. Hal ini karena siswa mampu memahami masalah dengan menulis yang diketahui dan ditanyakan dari soal. Kategori siswa dalam menganalisis termasuk dalam kategori sedang, artinyasebagian besar siswa sudah mampu untuk mengidentifikasi hubungan-hubungan antara pernyataan, pertanyaan. Asrinan ELIPS: Vol. No. Maret 2024 dan konsep yang diberikan dalam soal yang ditunjukkan dengan membuat model matematika dan memberi penjelasan. Kategori siswa dalam mengevaluasi termasuk dalam kategori tinggi. Siswasudah mampu untuk menentukan strategi yang tepat dalam menyelesaikan soal dengan lengkap dan benar dalam melakukan perhitungan. Kemampuan siswa dalam menginferensi termasuk dalam kategori sedang, artinya sebagian besar siswa sudah mampu membuat kesimpulan dari solusi permasalahan yang diberikan pada soal. Menurut Kurniawati & Ekayanti . menyatakan bahwa berpikir kritis dalam pembelajaran matematika dapat meminimalisir terjadinya kesalahan saat menyelesaikan soal dan mendapatkan solusi yang tepat. Pembelajaran dan pemecahan masalah dalam matematika memerlukan pemikiran kritis. Maka dari itu, kemampuan berpikir kritis juga diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. Sejalan dengan pendapat tersebut, kemampuan HOTS juga menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan berpikir kritis matematis. Menurut (Ichsan et al. , 2. siswa yang terbiasa menyelesaikan soal dengan kemampuan HOTS akan menjadikan siswa terbiasa berpikir kritis dalam menyelesaikan permasalahan untuk menemukan solusi yang diharapkan. Namun, ada banyak faktor lain yang berkontribusi terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang tinggi seperti minat siswa terhadap mata pelajaran tersebut. Wibowo et al. menemukan bahwa siswa perlu menikmati proses pembelajaran untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berkesan bagi mereka dan untuk memastikan bahwa mereka dapat menikmati pembelajaran dan mengingat materi yang mereka pelajari. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Kempirmase et al. , 2. yang menemukan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal HOTS dikategorikan sangat rendah. Hal ini diakibatkan karena kurangnya pemahaman siswa terhadap soal yang berbentuk HOTS. Untuk memantapkan pemahaman siswa terhadap soal-soal HOTS dibutuhkan banyak latihan. Pemberian latihan secara berulang-ulang dapat membantu siswa mengingat apa yang dipelajarinya. Selain itu, hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian terdahaulu yangdilakukan oleh (Suryani & Haryadi, 2. yang menyatakan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa berada dalam kategori rendah dengan perolehan skor rata-rata sebesar 46,8. Rendahnya tingkat kemampuan berpikir kritis siswa disebabkankarena metode pembelajaran yang diterapkan di kela s yang belum membiasakan siswa menghadapi persoalan matematis yang menuntut siswa mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi sehingga siswa kurang terbiasa untuk mengembangkan kemampuan berpikir ktitisnya sehingga perlu dilakukan pembinaan mata pelajaran matematika yang lebih baik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. PENUTUP Kesimpulan Kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII UPTD SMP Negeri 4 Parepare dengan nilai rata- rata sebesar 70,91 dari skor ideal 100 yang berada pada kategori sedang dan standar deviasi sebesar 9,04. Saran Berdasarkan penelitian diatas, berikut adalah beberapa saran yang diajukanoleh peneliti: Bagi siswa, diharapkan agar seringberlatih dalam mengerjakan soal-soal sebagai upaya untuk Kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII UPTD SMP Negeri 4 Parepare meningkatkan kemampuan berfikir kritis matematis siswa. Selain itu, siswa juga diharapkan dapat aktif dalam proses pembelajaran sehingga dapat memahami dan mengetahui konsep dalam materi yang disampaikan oleh guru. Bagi guru, diharapkan dapat mengetahui kemampuan siswanya dalam menyelesaikan soal sehingga nantinya guru dapat merancang dan melakukan pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir kritis matematis siswa. Bagi institusi, diharapkan dengan adanya penelitian ini bisa menjadi informasi dan ditindaklanjuti untuk mendapatkan referensi baru sebagai perbaikan pembelajaran untuk Bagi penelitian lain, diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi informasi bagi peneliti lain untuk menulis dan melakukan penelitian yang relevan dengan kemampuan berpikir kritis DAFTAR PUSTAKA