AL-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak p-ISSN 2723-245X e-ISSN 2723-0813 UPAYA MENINGKATKAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PERMAINAN MAGIC STRAW DI TK ABA V Saniti. Dewi Lutfiatul Hoiroh. Ririn Andriyana. RobiAoatul Adawiyah Pendidikan Islam Anak Usia Dini Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Probolinggo anisaniti4@gmail. com, lutfiadewi718@gmail. com, ririnandriyana@gmail. robiek17@gmail. Abstract This research aims to describe the influence of the Au Magic StrawAy median on social emotional devalopment in group B children of Aisyiyah Bustanul Athfal V Kindergarten. The method used is Classroom Action Research (PTK). From the rom the results of observations carried out on September 11 2023, the initial stage was to directly observe the teacher's teaching and learning There were 23 children observed during the observation, including 10 girls and 13 However, among the 23 students, there were 17 students whose social emotional development tended to not develop according to expectations. Ape Magic Straw can help introduce geometric shapes, colors, counting and building design to form anything. Learning media through the Magic Straw Game can influence the social emotional abilities of young This can be seen from the changes that have occurred, that children are developing very well and experiencing significant improvement. So it can be concluded that learning through the magic straw game media can improve the social emotionality of young children at Aisyiyah Busthanul Athfal V Kindergarten. Keywords: Early Childhood. Magic Straw, social emotional Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pengaruh media AuMagic StrawAy terhadap perkembangan sosial emosional pada anak kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal V. Metode yang digunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dari hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 11 September 2023, tahap awal yang dilakukan adalah melihat langsung aktifitas belajar mengajar guru. Adapun anak yang diamati saat observasi yaitu berjumlah 23 anak yang diantaranya 10 anak perempuan dan 13 anak laki-laki. Namun diantara 23 anak didik tersebut terdapat 17 anak didik yang mengalami perkembangan sosial emosional cenderung belum berkembang sesuai harapan. Ape Magic Straw ini dapat membantu mengenalkan bentuk geometri, warna, berhitung dan rancang bangunan membentuk apa saja. Media pembelajaranmelalui Permainan Magic Straw dapat mempengaruhi kemampuan sosial emosional anak usia dini. Hal tersebut dapat dilihat dari perubahan yang telah terjadi, bahwa anak berkembang sangat baik dan mengalami peningkatan yang signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran melalui media permainan magic straw dapat meningkatkan sosial emosional anak usia dini di TK Aisyiyah Busthanul Athfal V. Kata Kunci :Anak Usia Dini,Magic Straw, sosial emosional PENDAHULUAN Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitik beratkan pada peletakan dasar kearah pertumbuhan dan AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 | 126 Saniti, etc. , upaya meningkatkan perkembangan sosial emosional anak A perkembangan fisik . oordinasi motorik halus dan kasa. , kecerdasan . aya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritua. , sosial emosional . ikap dan perilaku serta beragam. bahasa dan komunikasi. Sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini. Berdasarkan Permendikbud No. Tahun 2014 mengenai 6 aspek perkembangan yaitu: Nilai Moral Agama. Fisik Motorik. Kognitif. Sosial Emosional. Bahasa, dan Seni. (Qibtiyah. Masitoh, and Bachri 2. Pendidikan anak usia dini memiliki enam aspek penting untuk di kembangkan, karena keenam aspek itumerupakan kunci utama dalam perkembangan anak usia diniyang perlu di stimulus sejak dini, salah satunya adalah aspek sosial-emosional. Aspek ini memberikan kesempatan anak untuk berinteraksi dengan sekitar, mengendalikan dan memahami keadaan diri sendiri serta kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Semua aspek perkembangan pada anak usia dini sangat berkesinambungan sehingga menjadi penting untuk dikembangkan, terutama aspek perkembangan sosial emosional dimana pada era generasi alpha sekarang ini perkembangan aspek sosial emosial anak-anak generasi alpha perlu menjadi bahan penelitian yang sangat perlu dikaji, karena dengan pesatnya perkembangan teknologi yang mana para distributor gadget dan iphone bertarung menciptakanproduk yang berkualitas yang kemudian menyebabkan anak-anaksejak usia dini pun sudah terbiasa menggunakannya, ini mengakibatkan aspek perkembangan anak usia dini terutama aspek Sosial-Emosional menjadi semakin miris dan menjadi sangat penting untuk dijadikan kajian bagi para peneliti kedepannya. (Aini. Lorettha, and Dheasari 2. Perkembangan Sosial emosional anak adalah kepekaan anak untuk memehami perasaan orang lain ketika berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Tingkat interaksi anak dengan orang lain dimulai dari orang tua, saudara, teman bermain hingga masyarakat luas. Dapat dipahami bahwa perkembangan sosial emosional tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Dengan kata lain membahas perkembangan emosi harus berhubungan dengan perkembangan sosial, begitu pula sebaliknya membahas perkembangan sosial harus melibatkan emosional, sebab keduanya berada dalam bingkai kejiwaan yang utuh. Menurut Hurlock, perkembangan sosial emosional adalah perkembangan prilaku yang sesuai dengan tuntunan sosial, dimana perkembangan emosional adalah suatu proses dimana anak melatih rangsangan-rangsangan sosial terutama yang didapat dari tuntutan kelompok serta belajar bergaul dan bertingkah laku. Perkembangan sosial emosional meliputi: empati, mengungkapkan dan memahami perasaan, mengalokasi rasa marah, kemandirian, kemampuan menyesuaikan diri, disukai kemampuan 127 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Saniti, etc. , upaya meningkatkan perkembangan sosial emosional anak A menyelesaikan masalah antara pribadi, ketekunan, kesetia kawanan, kesopanan, dan sikap hormat. Kemampuan anak dalam bekerja sama dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kesehatan dan lingkungan sosial, orang tua, teman , serta masyarakat sekitar. Apabila kondisi lingkungan anak dapat menciptakan kondisi yang mendukung dan memberikan ruang yang positif maka anak dapat meningkatkan kemampuan kerjasamanya dan sebaliknya. Namun anak akan memiliki kemampuan kerjasama yang Walaupun orang tua membesarkan anaknya dengan baik, namun hanyya sedikit orang tua yang memperhatikan pentingnya memperhatikan kemampuan kerjasama anak dalah kehidupan. Memang kelak anak akan bisa belajar sendiri di sekolah, meskipun kemampuan kooperatifnya juga dipelajari di lingkungan keluarga dan lingkungan. Tahap pertama kehidupan manusia, yang disebut masa kanak-kanak mengembangkan rasa percaya terdapah lingkungan. Dengan merawat dengan penuh kelembutan, kasih sayang dan perhatian yang terus-menerus. Anda akan merasa telah memperoleh keamanan dan kenyamanan sosial sebagai modal untuk mengembangkan kepercayaan terhadap lingkungan. Anak yang merasa percaya diri dengan lingkungannya akan mampu mengembangkan persahabtan dan kedekatan dengan orang Ketika mulai bergabung dalam kelompok bermain dan prasekolah, anak prasekolah akan belajar lebih mengembangkan interaksi sosialnya. Tidak hanya dengan anggota keluarga lainnya tetapi juga dengan guru, teman dan anggota keluarga. Untuk berhasil beradaptasi dengan lingkungan pergaulan yang semakin luas, keterampilan anak tentunya harus diasah. Berdasarkan tugas perkembangan anak, kegiatan bermain merupakan cara yang paling tepat untuk mengembangkan keterampilan sosial emosional anak. Untuk mengembangkan aspek sosial emosional salah satunya bisa dilakukan dengan cara melakukan kegiatan bermain Magic Straw. Magic Straw merupakan alat permainan kontruksi yang merangsang untuk berfikir seperti insinyur dengan belajar membuat kerangka bangunan. APE Magic Straws ini berupa sedotan yang dapat di rancang menjadi bentuk apa saja, berbagai macam warna dan mudah untuk di gunakan dalam membentuk apa saja. Karena warna yang berwarna-warni dan mudah untuk di bentuk, membuat anak-anak sangat antusias apalagi mengerjakannya dapat secara (Aini. Lorettha, and Dheasari 2. Berdasarkan uraian diatas, peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian demi meningkatkan aspek sosial-emosional anak kelompok B melalui kegiatan bermain 128 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Saniti, etc. , upaya meningkatkan perkembangan sosial emosional anak A Magic Straw. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan sosial emosional anak. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yakni melakukan observasi terhadap anak dengan mengamati mulai dari cara mereka bermain bersama teman, berbagi dengan teman, bekerja sama bersama teman dan cara menyelesaikan masalah bersalam teman. Dari hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 11 September 2023, tahap awal yang dilakukan adalah melihat langsung aktifitas belajar mengajar guru. Adapun anak yang diamati saat observasi yaitu berjumlah 23 anak yang diantaranya 10 anak perempuan dan 13 anak laki-laki. Namun diantara 23 anak didik tersebut terdapat 17 anak didik yang mengalami perkembangan sosial emosional cenderung belum berkembang sesuai harapan. Pada anak didik kelompok B3 saat proses observasi, teramati perkembangan sosial emosional anak masih cenderung lambat pada saat melakukan kegiatan seperti di sentra balok, sentra ibadah, sentra persiapan, sentra bahan alam dan sentra bermain peran terlihat anak saat bermain bersama teman belum mampu menjaga sosial emosionalnya dengan baik. Oleh karena itu, secara umum masih ada beberapa anak didik kurang mampu bekerja sama dengan baik dan belum mampu berbagi dengan teman, sehingga guru harus terus melatih kemampuan sosial emosional anak supaya lebih berkembang. HASIL PENELITIAN Sebelum peneliti melaksanakan Siklus I, peneliti melakukan persiapan Pra Penelitian, yaitu meneliti dan mengumpulkan data tentang siswa yang akan diteliti melalui observasi langsung dan diskusi dengan guru atau kolaborator. Pada tahap pra penelitian, anak berada pada tahap keterbelakangan dan nampaknya kemampuan sosial emosionalnya masih sangat lemah. Setelah mengidentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan keterampilan sosial emosional anak, peneliti mencari kerjasama dari guru kelas untuk bersama-sama mengembangkan rencana tindakan untuk meningkatkan keterampilan emosional masyarakat pada anak usia dini. Selain itu, peneliti juga menyediakan alat penilaian untuk memandu penentukan hasil penelitian. Siklus I Dalam siklus 1 target pencapaian pembelajaran anak adalah 75%, peneliti bersama-sama dengan guru kelas sebagai kolaborator melakukan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi dengan bersiklus. Pada siklus 1 peneliti melakukan 4 kali 129 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Saniti, etc. , upaya meningkatkan perkembangan sosial emosional anak A pertemuan, dimana dalam setiap siklus dilakukan secara bertahap. Dari jumlah 23 anak hanya 6 anak saja yang mencapai kriteria keberhasilan yaitu dengan Nilai 75%, dan 17 anak masih belum mencapai nilai ketuntasan dengan nilai terendah 50 %, maka untuk memenuhi syarat ketuntasan yang diharapkan yaitu sebesar 75% maka penelitian ini dilanjutkan ke siklus berikutnya. Peningkatan Kemampuan sosial emosional Anak usia 5-6 tahun pada Siklus I dapat disimpulkan, bahwa dari jumlah 23 anak yang sudah mencapai ketuntasan ada 13 anak dengan nilai sekitar 66,66 % sedangkan Kemampuan sosial emosional anak yang masih dalam tahap pengenalan ada 10 orang anak dengan nilai sekitar 50%. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpukan bahwa dalam siklus I masih terdapat kendala yang ada di lapangan dan setelah peneliti melakukan diskusi dengan kolaborator maka diputuskan untuk dilanjutkan ke siklus selanjutnya yaitu siklus ke II. Kendala tersebut diatas membuat peneliti belum mampu mengetahui kemampuan sosial emosional anak yang sebenarnya dalam kegiatan bermain magic straw. Meskipun tindakan dalam siklus I belum maksimal, namun kemampuan sosial emosional anak mulai ada peningkatan. Diharapkan pada siklus II ini dapat tercapai Indikator keberhasilan peningkatan Kemampuan motorik halus anak. Siklus II Setelah melakukan tindakan pada siklus I dan melihat hasil test dan evaluasi dari pengalaman anak dalam upaya meningkatkan Kemampuan sosial emosional anak maka sesuai prosedur penilaian, jika di dalam siklus I belum ada perkembangan maka akan dilakukan tindakan selanjutnya yaitu Siklus II sehingga kemampuan motorik halus anak di kelompok B3, di TK ABA V semakin maksimal. Perecanaan tindakan pada siklus II ditetapkan berdasarkan dari hasil tindakan pada akhir siklus I dengan cara melihat hasil pemantauan selama dilakukannya tindakan siklus I. Dengan demikian penetapan tindakan pada Siklus II dilakukan berdasarkan dari hasil evaluasi atau refleksi tersebut. Berdasarkan catatan lapangan yang dilakukan oleh peneliti dan guru kolaborator melalui lembar observasi pada umumnya berjalan cukup baik. Suasana belajar mengajar Berdasarkan hasil Kemampuan sosial emosional anak yang telah dinilai pada Siklus II diperoleh nilai 90,043%. ini sudah mencapai tingkat pencapaian yang diharapkan sebesar 75%. Dengan demikian peningkatan Kemampuan sosial emosional 130 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Saniti, etc. , upaya meningkatkan perkembangan sosial emosional anak A anak melalui kegiatan bermain magic straw pada Siklus II telah mencapai kriteria keberhasilan yang diharapkan, maka penelitian dihentikan pada Siklus II. PEMBAHASAN Pendidikan anak usia dini adalah pendidikan yang diselenggarakan untuk tujuan agarmemudahkan perkembangan anak secara menyeluruh, yang menekankan pada perkembangan seluruh aspek karakter anak. Menurut UU Republik Indonesia No. Tahun 2003, pendidikan ini dilakasanakan pada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pentingnya pembelajaran di usia dini dikarenakan rentang usia ini merupakan periode emas perkembangan seorang anak. (Marlinah and Priyanti 2. Pendidikan anak usia dini memiliki enam aspek penting untuk di kembangkan, karena keenam aspek itumerupakan kunci utama dalam perkembangan anak usia diniyang perlu di stimulus sejak dini, salah satunya adalah aspek sosial-emosional. Aspek ini memberikan kesempatan anak untuk berinteraksi dengan sekitar, mengendalikan dan memahami keadaan diri sendiri serta kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Semua aspek perkembangan pada anak usia dini sangat berkesinambungan sehingga menjadi penting untuk dikembangkan, terutama aspek perkembangan sosial emosional dimana pada era generasi alpha sekarang ini perkembangan aspek sosial emosial anak-anak generasi alpha perlu menjadi bahan penelitian yang sangat perlu dikaji, karena dengan pesatnya perkembangan teknologi yang mana para distributor gadget dan iphone bertarung menciptakanproduk yang berkualitas yang kemudian menyebabkan anak-anaksejak usia dini pun sudah terbiasa menggunakannya, ini mengakibatkan aspek perkembangan anak usia dini terutama aspek Sosial-Emosional menjadi semakin miris dan menjadi sangat penting untuk dijadikan kajian bagi para peneliti kedepannya. (Fransisca. Wulan, and Supena 2. Pendidikan Anak Usia Dini sangat menentukan pembentukankarakter dan kepribadian seorang anak pada masa selanjutnya. Anak Usia Dini adalah anak yang berusia 0-6 tahun. Usia dini merupakan masa yang sangat penting bagi perkembangan potensi anak seperti yang dikemukakan oleh (Feldman dalam asman. bahwa masa balita merupakan masa emas yang tidak akan bisa berulang, karena merupakan masa 131 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Saniti, etc. , upaya meningkatkan perkembangan sosial emosional anak A paling penting dalam pembentukan dasar-dasar kepribadian, kemampuan berpikir, kecerdasan, keterampilan dan kemampuan bersosialisasi. (Jumriatin and Anhusadar Anak usia dini memiliki karakter yang unik dan rasa ingin tahu yang sangat Ketika anak-anak bertanya tentang sesuatu yang tidak jelas dan kita selaku pendidik atau orang tua harus dapat menjawab dan menjelaskannya. Anak usia dini sangat mempunyai potensi yang harus dikembangkan. Setiap yang dilihat mereka mempunyai sudut pandang yang berbeda. Pendidikan anak usia dini menjadi sangat penting untuk meningkatkan potensi kecerdasan dan dasar-dasar perilaku seseorang serta menciptakan generasiyangberkualitas harapan masyarakat. Maka dari itu kita selaku orang tua dan pendidik harus mengarahkan potensi atau kempuan anak yang telah dimiliki serta bakat dan minatya dapat tersalurkan. (Amalia and Mayar 2. Masa usia dini juga disebut dengan masa keemasan dimana padamasa ini ditandai berkembangnya jumlah dan fungsi sel-sel saraf otak anak oleh karena itu masa kemasan ini sangat penting bagi perkembangan intelektual, emosi, dan sosial anak dimasa mendatang dengan memperhatikan dan menghargai keunikan setiap anak. Masa golden age merupakan masa dimana tahap perkembangan otak(Afiffudin 2. Perkembangan sosial merupakan sejauh mana seorang anak berinteraksi dengan orang lain, mulai dari orang tua, saudara kandung, teman bermain hingga masyarakat pada umumnya. Sedangkan perkembangan emosi merupakan ekspresi emosi ketika anak berinteraksi dengan orang lain. Oleh karena itu, perkembangan sosio-emosional merupakan kepekaan anak dalam memahami emosi orang lain ketika berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan perkembangan emosi hendaknya dikaitkan dengan perkembangan sosial anak. pula pembahasan perkembangan sosial harus melibatkan emosi, karena keduanya saling berhubungan dan berada dalam kerangka psikologis yang komprehensif, tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Perkembangan emosi anak sudah ada sejak lahir atau bayi. Menurut Hurlock, gejala emosi pertama yang muncul adalah rangsangan yang umumterhadap stimulus 132 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Saniti, etc. , upaya meningkatkan perkembangan sosial emosional anak A atau rangsangan yang kuat. Respon emosional ini tidak tampak sejelas respon emosional pada umumnya, namun memberikan kesan sederhana berupa kepuasan atau Reaksi emosional yang tidak menyenangkan sering kali diungkapkan dengan tangisan, suara keras, perubahan postur tubuh yang tiba-tiba, dan lain-lain. Pada masa ini, respon emosional yang menyenagkan terlihat jelas ketika bayi menyusu, tertawa, diayun, digendong, dan disentuh dengan hangat. Menurut hurlock, secara umum pola perkembangan emosi anak meliputi 9 aspek, yaitu rasa takut, malu, hawatir, cemas, marah, cemburu, duka cita, rasa ingin tahu, dan gembira. Berikut penjelasannya secara terperinci : Rasa takut, yaitu perasaan yang khas pada anak. Hampir di setiapp usia, anak-anak mengalami ketakutan dengan tingkat yang berbeda-beda. Rangsangan yang biasa menimbulkan rasa takut pada bayi adalah suara keras, binatang menakutkan, ruangan gelap, tempat tinggi, dan kesepian. Rasa malu, yaitu ketakutan yang ditandai oleh penarikan diri dari hubungan dengan orang asing. Rasa malu ini selalu disebabkan oleh sesama manusia. Bayi di atas 6 bulan akan merasa malu. Pasalnya, di usia ini, bayi sudah mengenal orang-orang yang sering ditemuinya maupun orang-orang yang sama sekali asing. Rasa khawatir, yaitu khayalan ketakutan atau gelisah tanpa alasan. Perasaan ini muncul karena membayangkan situasi berbahaya yang mungkin mulai meningkat. Masalah ini sering terjadi pada anak di atas 3 tahun. Faktanya, semakin bertambah usia, semakin sering mengalami perasaan cemas tersebut. Rasa cemas, yaitu kondisi mental tidak menyenangkan yang terkait dengan ancaman atau rasa sakit yang dibayangkan. Kecemasan ditandai dengan kekhawatiran, mudah tersinggung, dan stereotip negatif yang tidak dapat dihindari seseorang, disertai perasaan tidak berdaya dan pesimisme. Rasa marah, yaitu sikap penolakan yang kuat terhadap apa yang tidak sukai. Dari sudut pandang anak, mengungkapkan kemarahan adalah cara tercepat untuk menarik perhatian orang lain. semakin marah anak, maka semakin keras pula anak mengungkapkan kemarahannya, mulai dari diam, suara keras, gerak verbal hingga tindakan ilegal lainnya. 133 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Saniti, etc. , upaya meningkatkan perkembangan sosial emosional anak A Rasa cemburu, yaitu perasaan ketika anak kehilangan kasih sayang. Anak yang sedang cemburu merasa dirinya tidak damai dalam hubungannya dengan orang yang Perilaku cemburu menunjukkan bahwa anak berusaha membenarkan dirinya sendiri atau membuktikan bahwa dirinya tidak mempunyai pesaing. Rasa duka cita, yaitu suatu kesengsaraan emosional( trauma psikis ) yang disebabkan oleh hilangnya sesuatu yang dicintai. Reaksi anak ketika duka cita adalah menangis atau situasi tekanan seperti sulit tidur, hilangnya selera makan, hilangnya nikmat terhadap hal-hal yang ada didepannya dan sebagainya. Rasa ingin tahu, setiap anak memiliki naluri ingin tahu yang tinggi. Mereka menaruh minat terhadap segala sesuatu di lingkungan mereka, termasuk diri mereka sendiri. Rasa ingin tahu ini biasanya di eksperesikan dengan membuka mulut, menengadahkan kepala, dan mengerutkan dahi. Kegembiraan atau Kesenangan, yaitu merupakan emosi keriangan atau rasa bahagia. Pada bayi, perasaan gembira ini berasal dari kesehatan fisik, permainan yang menarik, dan lain-lain. Reaksi yang ditujukan bayi saat senang dan gembira adalah tersenyum, mengoceh, merangkak, berdiri, berjalan dan berlari. Mengembangkan hubungan sosial emosional merupakan tonggak penting bagi anak-anak. Bagi banyak anak bersosialisasi adalah pengalaman pertama kali harus membicarakan kesepakatan dengan teman sebayanya. Meskipun anak-anak seusia mereka masih terlibat dalam permainan paralel, tetapi mereka semakin tertarik untuk bermainan dengan anak-anak yang lainnya. Pada dasarnya anak mempunyai kemampuan untuk membangun dan mengkreasi pengetahuan sendiri, sehingga sangat penting bagi anak untuk terlibat langsung dalam proses belajar, pengalaman belajar anak lebih banyak di dapat dengan cara bermain, melakukan percobaan dengan objek nyata dan melalui pengalama konkret. Melalui mengekspresikan, dan belajar dengan menyenangkan. Hal ini berkaitan dengan kemampuan sosial emosional yang terdapat pada diri anak. Lingkup pengembangan sosial emosional meliputi empati, mengungkapkan dan memahami perasaan, mengalokasi rasa marah, kemandirian, kemampuan menyesuaikan diri, disukai 134 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Saniti, etc. , upaya meningkatkan perkembangan sosial emosional anak A kemampuan menyelesaikan masalah antara pribadi, ketekunan, kesetia kawanan, kesopanan, bekerjasama dan sikap hormat. Dan hal ini dapat di stimulus dengan mengadakan kegiatan yang menggunakan media megic straw yang mana media magic straw dapat meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia dini. Magic Straw merupakan alat permainan kontruksi yang merangsang untuk berfikir seperti insinyur dengan belajar membuat kerangka bangunan. Ape Magic Straw ini berupa sedotan yang dapat di rancang menjadi bentuk apa saja, berbagai macam warna dan mudah untuk digunakan dalam membentuk apa saja. Karena warna yang berwarna-warni dan mudah untuk di bentuk, membuat anak-anak sangat antusias apalagi mengerjakannya dapat secara berkelompok. (Qibtiyah. Masitoh, and Bachri APE Magic Straw ini sangat cocok untuk mengembangkan imajinasi anak. mereka berusaha untuk membuat rumah dari sedotan (Magic Stra. yang disediakan oleh gurunya. Tentunya, sebelum mereka bisa membangun sebuah rumah dari sedotan, mereka pastinya harus bisa membayangkan bentuk rumah itu seperti apa, rumah itu sendiri dari apa saja, dan bagaimana bentuk bagian-bagian rumah tersebut. Adapun keunggulan dari Magic Strawini adalah sebagai berikut: . Magic Straw merupakan benda yang menarik bagi anak usia dini, karena magic star dapat dipakai anak-anak bermain dan belajar. Dengan bermain atau belajar menggunakan Magic Straw membuat hati anak senang dan anak merasa termotifasi untuk selalu mencoba dan . Magic Straw merupakan media yang aman digunakan anak dengan bentuk dan warna yang berbeda-beda, dapat menambah keinginan anak untuk melakukan kegiatan merangkai Magic Straw dalam membentuk sebuah bangun datar yang berupa segitiga, persegi panjang, dan bentuk rumah atau gedung bertingkat. (Arif and Shofiyah 2. Perkembangan sosial dan emosional ini dapat diamati ketika anak bermain, karena dunianya adalah bermain, maka pembelajaran juga terjadi melalui bermain. Para ahli mengamati anak dan menemukan bahwa pada saat anak bermain terdapat siklus sosial, yaitu adanya rangkaian peristiwa yang teratur terjadi pada saat anak bermain dengan temannya. Bermain membantu anak mengembangkan kemampuan berorganisasi dan memecahkan masalah, mengajarkan mereka berinteraksi sosial, bekerja sama, 135 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Saniti, etc. , upaya meningkatkan perkembangan sosial emosional anak A peduli terhadap orang lain, dan membantu mereka mengekspresikan perasaannya, baik itu ketakutan, kebahagiaan, kegembiraan, kasih sayang, saling peduli dan lain-lain. karena itu, bermain memerlukan alat bermain yang menunjang dan menstimulasi tumbuh kembang anak. (Lubis 2. KESIMPULAN Pada dasarnya perkembangan sosial emosional pada anak usia dini berkaitan erat dengan proses ini. Proses ini dapat mendukung perkembangan sosial-emosional anak secara keseluruhan di kemudian hari. Di antara sekian banyak ciri dan kemampuan dasar sosial-emosional, terdapat sejumlah sikap yang berkaitan dengan fungsi sosialemosional anak, seperti membina hubungan, memecahkan masalah, dan mengelola Proses suportif seperti perhatian dan pendekatan pembelajaran langsung pada anak usia dini merupakan penentu terbaik kompetensi sosial dan emosional. Media pembelajaranmelalui Permainan Magic Straw dapat mempengaruhi kemampuan sosial emosional anak usia dini. Perubahan yang terjadi menunjukkan bahwa anak berkembang dengan snagat baik dan menunjukkan kemajuan yang jelas. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran melalui permainan Magic Straw dapat meningkatkan emosi sosial anak usia dini di TK Aisyiah Busthanul Athfal DAFTAR PUSTAKA