Volume . Issue . Maret / 2024 JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS https://journal. id/index. php/jpeb Kinerja Kepala Desa Terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat SudirmanA*. Zainudin TantukaA. Universitas Negeri Gorontalo. Indonesia Article Info ABSTRAK Article history: Received: 20 Januari 2024. Accepted: 26 Februari 2024. Published: 27 Februari 2024 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kinerja Kepala Desa Terhadap tingkat kesejahteraan Masyarakat di Desa Sejoli Kecamatan Moutong Kabupaten Parigi Moutong. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada Masyarakat di Desa Sejoli Kecamatan Moutong Kabupaten Parigi Moutong. Penarikan sampel dalam penelitian ini sebesar 20% dari jumlah populasi dengan jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 38 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu teknik Stratified random sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS 26. Hasil penelitian menunjukan Kinerja Kepala Desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kesejahteraan Masyarakat, yang berarti semakin baik Kinerja Kepala Desa yang dilakukan maka Masyarakat. Koefisien determinasi dalam penelitian ini sebesar 22%. yang berarti variabilitas tingkat kesejahteraan masyarakat dapat dijelaskan oleh Kinerja kepala desa sebesar 22%. Keywords: Kinerja Kepala Desa. Tingkat kesejahteraan Masyarakat How To Cite Sudirman,S. Tantuka,Z. Kinerja Kepala Desa Terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. , hal 18-31. Korespondensi Author Email: zaintantuka15gmail. com: Zainudin Tantuka PENDAHULUAN Negara Republik Indonesia merupakan negara kesatuan yang menganut asas desentralisasi pada hakikatnya merupakan pemberian kewenangan, yang sebelumnya hanya dimiliki oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Didalam undang-undang pemerintah daerah, otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sementara itu desentralisasi diartikan sebagai wewenang pemerintah oleh pemerintah kepada otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tingkat kesejahteraan dapat di definisikan sebagai kondisi agregat dari kepuasan individu-individu. Pengertian dasar itu mengantarkan kepada pemahaman kompleks yang terbagi dalam dua arena perdebatan. Pertama adalah apa lingkup dari substansi kesejahteraan kedua adalah bagaimana intensitas substansi tersebut bisa direpresentasikan agregat. Kesejahteraan merupakan sejumlah kepuasan yang diperoleh seseorang dari hasil mengkonsumsi pendapatan yang diterima. Namun demikian tingkatan dari kesejahteraan itu sendiri merupakan sesuatu yang bersifat relatif karena tergantung dari besarnya kepuasan yang diperoleh dari hasil mengkonsumsi pendapatan tersebut. Menurut peneliti bahwa kesejahteraan itu dapat dilihat dan di ukur dari seberapa sejahtera masyarakat yang tentunya dilihat dari kondisi masyarakat itu sendiri, dan juga menunjuk kepada keadaan masyarakat itu apakah baik atau tidak, serta makmur, damai dan sehat. Memenuhi kebutuhan masyarakat adalah salah satu faktor dari kesejahteraan masyarakat. Karena ketika kebutuhan masyarakat tidak terpenuhi maka akan berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Konsep kesejahteraan dikembangkan menjadi lebih luas dibandingkan sekedar mengukur aspek pendapatan nominal. Kesejahteraan adalah standart living, wellbeing, welfare, dan quality of life. Brudeseth . menyatakan kesejahteraan sebagai kualitas kepuasan hidup yang bertujuan untuk mengukur posisi anggota masyarakat dalam membangun keseimbangan hidup mencakup antara lain, . kesejahteraan materi, . kesejahteraan bermasyarakat, . kesejahteraan emosi, . Terdapat beragam pengertian mengenai kesejahteraan karena lebih bersifat subjektif dimana setiap orang dengan pedoman, tujuan dan cara hidupnya yang berbeda-beda. Menurut Cristanto . 5 : . Tingkat kesejahteraan tersebut dapat dilihat dari tiga aspek yang merupakan tolak ukur untuk melihat keberhasilan pembangunan, ketiga aspek tersebut adalah aspek kesehatan, pendidikan dan Masyarakat akan sejahtera jika seluruh aspek diatas terpenuhi, karena seluruh aspek tersebut dapat menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat Sudirman,S. Tantuka,Z. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. , 2024 18-31 suatu daerah. Selain itu, pembangunan yang merata pada segala bidang pada masing-masing daerah juga penentu dari sejahtera atau tidaknya masyarakat suatu Kesejahteraan masyarakat merupakan titik ukur bagi masyarakat yang berarti bahwa telah berada pada kondisi yang sejahtera. Pengertian sejahtera itu sendiri adalah kondisi manusia dimana orang-orangnya dalam keadaan makmur, dalam keadaan sehat, dan damai, sehingga untuk mencapai kondisi itu orang tersebut memerlukan suatu usaha sesuai kemampuan yang dimilikinya. Para ahli ekonomi melihat kesejahteraan sebagai indikasi dari pendapatan individu . low of incom. dan daya beli . urchasing of powe. Kepala desa merupakan unsur pemerintah desa yang berarti pemimpin dalam pemerintahan desa yang bertugas menyelenggrakan pemerintahan desa, melaksanakan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa dan pemberdayaan masyarakat desa. Kepala desa membina kehidupan masyarakat desa, membina ketentraman dan ketertiban masyarakat desa, membina dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa serta mengintegrasikan agar mencapai perekonomian skala produktif untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa, mengembangkan sumber pendapatan desa, mengusulkan dan menerima pelimpahan sebagian kekayaan negara guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Kinerja kepala desa sebagai aparatur desa disamping memotivasi juga faktor pengalaman kerja sebagai kepala desa akan ikut mempengaruhi prestasi kerja . dalam pelaksanaan tugas kepemerintahan desanya. Seorang kepala desa yang sudah lama bekerja sebagai kepala desa tentu akan lebih berpengalaman dibandingkan dengan yang baru bekerja sebagai kepala desa, dan dengan pengalaman tersebut akan mudah melaksanakan tugas kesehariannya sebagai aparatur desa. Keberhasilan atau kegagalan program kesejahteraan masyarakat desa sangat ditentukan oleh tingkat keteladanan kepala desa terkait kinerjanya, yang sejauh mana kepala desa merencanakan, menggerakan, memotivasi, mengarahkan, komunikasi, pengorganisasian dan pelaksanaan dapat dijalankan dengan baik. Pemerintah desa selalu identik dengan berbagai keluhan masyarakat akan pelayanan yang tidak maksimal. Pemerintah desa sejoli kecamatan moutong kabupaten parigi moutong merupakan salah satu pemerintah desa yang tidak terlepas dari berbagai kekurangan tersebut. Kinerja kepala desa dalam tingkat kesejahteraan masyarakat dalam bidang ekonomi terutama dilihat dari seberapa besar pembinaan kepala desa terhadap masyarakat, dalam memberikan pelayanan dan pengembangan terhadap Kepala desa tidak hanya meningkatkan kapasitas dan kemampuannya dengan memanfaatkan kompetensi yang dimilikinya tetapi juga dapat sekaligus meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat melalui pembinaan dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada di Desa Sejoli Kecamatan Moutong Sudirman,S. Tantuka,Z. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. , 2024 18-31 Kabupaten Parigi Moutong. Kinerja kepala desa merupakan salah satu jawaban dari berhasil atau tidaknya tujuan dari visi dan misi kerja yang telah ditetapkan . kinerja adalah sesuatu yang dianggap baik jika berhasil dan mempunyai pengaruh yang besar buat masyarakat, jika hasilnya kurang baik maka akan mempengaruhi terhadap kinerja kepala desa itu sendiri, dengan buruknya kinerja maka akan menghadapi krisis serius, kesan-kesan masyarakat akan menjadi tidak baik. Menurut peneliti bahwa kinerja yaitu suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan seseorang. Untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan seseorang sepatutnya dimiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan individu yang terdapat dalam diri seorang pemimpin terutama kepala desa. Dalam diri seorang pemimpin tentunya harus memiliki karakteristik pada dirinya, memiliki tanggung jawab pribadi yang tinggi dan mengambil keputusan serta resiko yang dihadapi. Gibson dalam kasmir . 5 : . menyatakan bahwa kinerja individu adalah dasar kinerja organisasi yang sangat dipengaruhi oleh karakteristik individu, motivasi individu, pengharapan, dan penilaian yang dilakukan oleh manajemen terhadap pencapaian hasil kerja individu. Dari pengamatan yang peneliti lakukan dilapangan bahwa kesejahteraan masyarakat di desa sejoli bisa dilihat dari tingkat kesejahteraan dalam bidang ekonomi, sehingganya kepala desa harus berperan dalam bidang ekonomi Hal ini dikarenakan bahwa pendapatan masyarakat desa sejoli yaitu dari sektor pertanian, hasil utama dari masyarakat desa sejoli adalah jagung. Namun juga ada hasil tanaman lain seperti pisang, kelapa dan juga cabe. Kegiatan ekonomi ini merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sejoli Kecamatan Moutong Kabupaten Parigi Moutong yaitu dengan bekerja sebagai petani, karena melalui pendapatan dari pekerjaan yang mereka lakukan maka kebutuhan sehari-hari mereka terpenuhi. Peneliti berharap, dengan adanya penelitian ini bisa membantu ekonomi masyarakat. Agar ekonomi masyarakat desa sejoli bisa stabil dalam memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan di Desa Sejoli Kecamatan Moutong Kabupaten Parigi Moutong, terdapat masyarakat Prasejahtera atau yang belum mampu memenuhi kebutuhan dasarnya berjumlah 122 Kepala keluarga, dan masyarakat Sejahtera atau yang mampu memenuhi kebutuhannya berjumlah 68 kepala keluarga. Dari data yang saya dapat dari Kantor Desa Sejoli bahwa jumlah kepala keluarga yang kurang mampu dalam bidang ekonomi pendapatan masyarakat di desa sejoli yaitu. Dusun 1 berjumlah 79 KK. Dusun 2 berjumlah 31 KK, dan Dusun 3 berjumlah 12 KK. Dari beberapa uraian permasalahan tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan peneletian tentang bagaimana pengaruh kinerja kepala desa terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat Desa Sejoli Kecamatan Moutong Kabupaten Parigi Moutong. Sudirman,S. Tantuka,Z. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. , 2024 18-31 KAJIAN TEORI Pengertian tingkat kesejahteraan Dalam istilah umum, kesejahteraan atau sejahtera menunjuk ke keadaan yang baik, kondisi manusia di mana orang-orangnya dalam keadaan makmur, dalam keadaan sehat dan damai. Dalam ekonomi, sejahtera dihubungkan dengan keuntungan benda. Sejahtera memiliki arti khusus resmi atau tekhnikal, seperti dalam istilah fungsi kesejahteraan sosial. Dalam kebijakan sosial, kesejahteraan sosial menunjuk ke jangkauan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ini adalah istilah yang digunakan dalam ide negara sejahtera. Kesejahteraan adalah sebuah kondisi dimana seseorang dapat memenuhi kebutuhan pokok, baik itu kebutuhan akan makanan, pakaian, tempat tinggal, air minum yang bersih serta kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan memiliki pekerjaan yang memadai yang dapat menunjang kualitas hidupnya sehingga hidupnya bebas dari kemiskinan, kebodohan, ketakutan, atau kekhawatiran sehingga hidupnya aman tentram, baik lahir maupun batin (Rosni, 2017 : . Dalam kesejahteraan terdapat proses peningkatan kemampuan . dan sikap kemandirian masyarakat dalam memperbaiki mutu hidup atau kesejahteraan setiap individu dan masyarakat. Kapabilitas dapat pula dimaknai sebagai keberdayaan individu atau organisasi dalam mewujudkan kesejahteraan bagi kehidupannya (Mardikanto dan Soebianto, 2015. Menurut Peneliti pengertian dari kesejahteraan yaitu bisa di ukur melalui dimensi moneter maupun non moneter, misalnya ketimpangan distribusi pendapatan, yang didasarkan pada perbedaan tingkat pendapatan penduduk di suatu daerah. Kemudian masalah kerentanan . , yang merupakan suatu kondisi dimana peluang atau kondisi fisik suatu daerah yang membuat seseorang menjadi miskin atau menjadi lebih miskin pada masa yang akan datang. Kerentanan merupakan suatu dimensi kunci dimana perilaku individu dalam melakukan investasi, pola produksi, startegi penanggulangan dan persepsi mereka akan berubah dalam mencapai kesejahteraan. Sehingga dari berbagai pengertian atau definisi para ahli diatas peneliti dapat simpulkan bahwa kesejahteraan adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana masyarakat mampu mengelola sumber daya yang terbatas sehingga terjadi kesejahteraan terhadap pendapatan dan mampu menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa yang berguna kepada masyarakat itu sendiri agar pemenuhan kebutuhan masyarakat bisa terlengkapi. Fungsi Kesejahteraan Masyarakat Fungsi-fungsi kesejahteraan masyarakat bertujuan untuk, menghilangkan atau mengurangi tekanan-tekanan yang diakibatkan terjadinya perubahanperubahan sosial ekonomi, menghindarkan terjadinya konsekuensi-konsekuensi sosial yang mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Fahrudin, . 5 :. menyatakan Fungsi-fungsi kesejahteraan sosial masyarakat tersebut Sudirman,S. Tantuka,Z. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. , 2024 18-31 antara lain : Fungsi pencegahan . Kesejahteraan sosial masyrakat ditujukan untuk memperkuat Individu, keluarga, dan masyarakat supaya terhindar dari masalah-masalah sosial baru. Dalam masyarakat transisi, upaya pencegahan ditekankan pada kegiatan-kegiatan untuk membantu menciptakan pola-pola baru dalam hubungan sosial serta lembaga-lembaga sosial baru. Fungsi penyembuhan . Kesejahteraan sosial ditujukan untuk menghilangkan kondisi-kondisi Ketidak mampuan fisik, emosional, dan sosial agar yang mengalami masalah tersebut dapat berfungsi kembali secara wajar dalam masyarakat. Fungsi pengembangan . Kesejahteraan sosial masyarakat berfungsi untuk memberikan sumbangan langsung maupun tidak langsung dalam proses pembangunan atau pengembangan tatanan dan sumber-sumber daya sosial dalam masyarakat. Fungsi penunjang . Fungsi ini mencakup kegiatan-kegiatan untuk membantu mencapai tujuan Sektor atau bidang pelayanan kesejahteraa sosial yang lain. Indikator Kesejahteraan Kesejahteraan pada umumnya dapat diukur dengan melihat beberapa aspek Dalam hal ini. Rosni . 7 :. mengemukakan indikator kesejahteraan. Kualitas hidup dari segi materi, seperti kualitas rumah, bahan pangan dan sebagainya. Kualitas hidup dari segi fisik, seperti kesehatan tubuh, lingkungan alam dan Kualitas hidup dari segi mental, seperti fasilitas pendidikan, lingkungan budaya, dan sebgainya. Kualitas hidup dari segi spritual, seperti moral, etika, keserasian penyesuaian, dan sebagainya. Berbeda dengan Badan Pusat Statistik (BPS, 2016:. , kesejahteraan dapat diukur dari delapan indikator sebagai berikut : Kependudukan, meliputi jumlah dan laju pertumbuhan penduduk dan kepadatan penduduk. Kesehatan, meliputi derajat kesehatan masyarakat . ngja kematian bayi, angka harapan hidup, dan angka kesakita. , ketersediaan fasilitas kesehatan, serta status kesehatan ibu dan balita. Pendidikan, meliputi kemampuan membaca dan menulis, tingkat partisipasi sekolah serta fasilitas pendidikan. Ketenagakerjaan, meliputi kesempatan kerja, lapangan pekerjaan dan status pekerjaan, jam kerja serta pekerja anak dibawah umur. Taraf dan pola konsumsi, meliputi pendapatan dan pengeluaran rumah Sudirman,S. Tantuka,Z. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. , 2024 18-31 Perumahan dan lingkungan, meliputi kualitas rumah tinggal, fasilitas rumah dan kebersihan lingkungan. Kemiskinan yakni berdasarkan tingkat tinggi rendahnya kemiskinan Sosial lainnya meliputi perjalanan wisata, penambahan kredit usaha untuk minat masyarakat, hiburan dan kegiatan sosial budaya, tindak kesehatan serta akses teknologi informasi dan komunikasi. Pengertian kinerja Kinerja dalam organisasi merupakan jawaban dari berhasil atau tidaknya tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Para atasan atau manajer sering tidak memperhatikan kecuali sudah sangat buruk atau segala sesuatu jadi serba salah. Terlalu sering manajer tidak mengetahui betapa buruknya kinerja telah merosot sehingga perusahaan/instansi menghadapi krisis yang serius. Kesan-kesan buruk organisasi yang mendalam berakibat dan mengabaikan tanda-tanda peringatan adanya kinerja yang merosot. Kinerja . restasi kerj. adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara, 2015:. Menurut peneliti tentang pengertian dari kinerja yaitu suatu hasil kerja yang dicapai oleh seseorang sebagai pemimpin ataupun sebagai seorang karyawan kantor dalam mencapai sebuah tujuan suatu organisasi. Kinerja menurut Siswanto . , berasal dari kata job performance yang berarti prestasi kerja yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang diberikan Penilaian kinerja pada dasarnya merupakan faktor kunci guna mengembangkan suatu organisasi secara efektif dan efisien, karena adanya kebijakan atau program yang lebih baik atas sumber daya manusia yang ada dalam Lubis,Y,Hermanto,B & Edison. E . , berpendapat bahwa kinerja merupakan suatu kondisi yang harus diketahui dan dikonfirmasikan kepada pihak tertentu untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil suatu instansi dihubungkan dengan visi yang diemban suatu organisasi atau perusahaan serta mengetahui dampak positif dan negatif dari suatu kebijakan operasional. Penilaian kinerja individu sangat bermanfaat bagi dinamika pertumbuhan organisasi secara keseluruhan, melalui penilaian tersebut maka dapat diketahui kondisi sebenarnya tentang bagaimana kinerja karyawan. Berdasarkan pengertian di atas, penulis menarik kesimpulan bahwa kinerja merupakan kualitas dan kuantitas dari suatu hasil kerja . individu maupun kelompok dalam suatu aktivitas tertentu yang diakibatkan oleh kemampuan alami atau kemampuan yang diperoleh dari suatu proses belajar serta keinginan untuk Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Kinerja yang dicapai seorang pemimpin tentu tidak terlepas dari faktor-faktor Sudirman,S. Tantuka,Z. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. , 2024 18-31 yang mempengaruhinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja banyak Menurut Widodo . 5 : . faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja. Sikap dan mental . otivasi, disiplin kerja, dan etika kerj. Pendidikan Keterampilan Manajemen kepemimpinan Tingkat penghasilan Gaji dan kesehatan Jaminan sosial Iklim kerja Sarana dan prasarana Teknologi Indikator Kinerja Indikator kinerja kepala desa menurut Mochammad Zaini Mustakim . dibagi menjadi tiga tipe kepemimpinan, yaitu : Kepemimpinan regresif Kepemimpinan konservatif-involutif Kepemimpinan inovatif-progresif Adapun penjelasan dari indikator kinerja kepala desa yaitu : kepemimpinan regresif Kepemimpinan regresif dapat dimaknai sebagai kepemimpinan yang berwatak otokratis, secara teori otokratis berarti pemerintahan yang kekuasaan politiknya dipegang oleh satu orang. Salah satu cirinya adalah anti perubahan, terkait dengan perubahan tata kelola baru tentang desa baik itu musyawarah desa, usaha ekonomi bersama desa dan lain-lain sudah pasti ditolak. kepemimpinan konservatif-involutif kepemimpinan konservatif-involutif merupakan model kepemimpinan ini ditandai dengan hadirnya kepala desa yang bekerja apa adanya, menikmatikekuasaan dan kekayaan, serta tidak berupaya melakukan inovasi . yang mengarah pada demokratisasi dan kesejahteraan masyarakat. kepemimpinan inovatif-progresif Kepemimpinan tipe ini ditandai dengan adanya kesadaran baru mengelola kekuasaan untuk kepentingan masyarakat banyak. Aspek dalam menjalankan kepemimpinan desa adalah legitimasi, hal ini terkait erat dengan keabsahan, kepercayaan dan hak berkuasa. Fungsi Kinerja Kemampuan yang terdapat dalam diri seorang pemimpin atau karyawan dapat menghasilkan kepuasan kerja yang nantinya akan berpengaruh pada tingkat Menurut invancevich dalam kasmir . 5 :. mengatakan bahwa kinerja adalah hasil yang dicapai dari apa yang diinginkan oleh organisasi atau Berdasarkan uraian tersebut, terdapat beberapa fungsi kinerja adalah : Sudirman,S. Tantuka,Z. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. , 2024 18-31 Kapasitas untuk melakukan yang berkaitan dengan derajat hubungan proses dalam individu antara tugas dengan keahlian, kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman. Kesempatan melakukan yang berkaitan dengan ketersediaan teknologi. Kerelaan untuk melakukan yang berhubungan dengan hasrat dan kerelaan untuk menggunakan usaha mencapai kinerja. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono . bahwa pendekatan kuantitatif merupakan penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme untuk meneliti populasi atau sampel tertentu dan pengambilan sampel secara random dengan pengumpulan data menggunakan instrumen, analisis data bersifat statistik. Pendekatan penelitian merupakan bagian penting dari suatu karya ilmiah karena pendekatan merupakan keseluruhan cara yang digunakan dalam melakuka suatu penelitian. Berdasarkan Sampel adalah bagaian dari jumlah dan karakter yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu (Sugiyono, 2016: . Pengambilan sampel ini didasarkan pada penarikan sampel (Arikunto, 2010: yaitu Apabila subjek yang diteliti kurang dari 100, maka lebih baik diambil semuanya sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Tetapi apabila jumlah subjeknya besar, dapat diambil antara 10-15% atau 20-25%. Pada penelitian Penelitian ini menggunakan 20% sampel dari jumlah populasi. Jumlah seluruhnya adalah 20/100 x 190 = 38. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan yaitu Kinerja Kepala Desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat di Desa Sejoli Kecamatan Moutong Kabupaten Parigi Moutong. Hal ini dibuktikan dengan nilai t-hitung yang diperoleh sebesar 4,889 yang berarti lebih besar dari t-tabel 2,02809 dan nilai signifikansi 0,004 yang berarti lebih kecil dari 0,05, serta nilai koefisien regresi variabel Kinerja Kepala Desa sebesar 22% menunjukkan setiap perubahan variabel Kinerja Kepala Desa sebesar 1 persen akan meningkatkan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat sebesar 22%. Kinerja yaitu suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan seseorang. Untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan seseorang sepatutnya dimiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan individu yang terdapat dalam diri seorang pemimpin terutama kepala desa. Dalam diri seorang pemimpin tentunya harus memiliki karakteristik pada dirinya, memiliki tanggung jawab pribadi yang tinggi dan mengambil keputusan serta resiko yang dihadapi. Gibson dalam kasmir Sudirman,S. Tantuka,Z. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. , 2024 18-31 menyatakan bahwa kinerja individu adalah dasar kinerja organisasi yang sangat dipengaruhi oleh karakteristik individu, motivasi individu, pengharapan, dan penilaian yang dilakukan oleh manajemen terhadap pencapaian hasil kerja individu. Kepala desa merupakan unsur pemerintah desa yang berarti pemimpin dalam pemerintahan desa yang bertugas menyelenggrakan pemerintahan desa, melaksanakan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa dan pemberdayaan masyarakat desa. Kepala desa membina kehidupan masyarakat desa, membina ketentraman dan ketertiban masyarakat desa, membina dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa serta mengintegrasikan agar mencapai perekonomian skala produktif untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa, mengembangkan sumber pendapatan desa, mengusulkan dan menerima pelimpahan sebagian kekayaan negara guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Cristanto . 5 : . Tingkat kesejahteraan tersebut dapat dilihat dari tiga aspek yang merupakan tolak ukur untuk melihat keberhasilan pembangunan, ketiga aspek tersebut adalah aspek kesehatan, pendidikan dan perumahan. Masyarakat akan sejahtera jika seluruh aspek diatas terpenuhi, karena seluruh aspek tersebut dapat menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat suatu daerah. Selain itu, pembangunan yang merata pada segala bidang pada masing-masing daerah juga penentu dari sejahtera atau tidaknya masyarakat suatu daerah. Kepala desa mempunyai peran yang cukup besar untuk memotivasi masyarakatnya agar senang dengan pembinaan yang diberikan, untuk itulah kepala desa harus memvariasikan strateginya dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Hasil penelitian ini juga didukung oleh teori yang dikemukakan oleh Lubis,Y,Hermanto,B & Edison. E . , berpendapat bahwa kinerja merupakan suatu kondisi yang harus diketahui dan dikonfirmasikan kepada pihak tertentu untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil suatu instansi dihubungkan dengan visi yang diemban suatu organisasi atau perusahaan serta mengetahui dampak positif dan negatif dari suatu kebijakan operasional. Penilaian kinerja individu sangat bermanfaat bagi dinamika pertumbuhan organisasi secara keseluruhan, melalui penilaian tersebut maka dapat diketahui kondisi sebenarnya tentang bagaimana kinerja karyawan. Pendapat tersebut sesuai dengan statistik deskriptif penelitian, mengenai kinerja kepala desa berada dalam kategori sangat baik. Hal ini ditunjukkan pada jumlah responden penelitian yang menjawab rata-rata pada kategori sangat baik. Begitu pun mengenai tingkat kesejahteraan masyarakat berada dalam kategori sangat baik. Dalam hasil penelitian ini didukung oleh teori yang dikemukakan oleh Rosni . 7 : . Kesejahteraan adalah sebuah kondisi dimana seseorang dapat memenuhi kebutuhan pokok, baik itu kebutuhan akan makanan, pakaian, tempat tinggal, air minum yang bersih serta kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan memiliki pekerjaan yang memadai yang dapat menunjang kualitas hidupnya Sudirman,S. Tantuka,Z. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. , 2024 18-31 sehingga hidupnya bebas dari kemiskinan, kebodohan, ketakutan, atau kekhawatiran sehingga hidupnya aman tentram, baik lahir maupun batin. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat dilihat bahwa Kinerja kepala desa yang dilakukan oleh kepala desa sangat berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, kepala desa harus bekerjasama dengan kolega dalam memperbaiki dan meningkatkan rencana pelaksanaan perubahan ekonomi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian dari Indra P Soebadi. Welson Y Rompas dan Novva N Plangiten . yang hasilnya menemukan bahwa kinerja kepala desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberdayaan Hasil penelitian ini juga mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Wahyu Widodo . yang menyatakan bahwa dengan kinerja kepala desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan prestasi kerja perangkat Kinerja merupakan suatu kondisi yang harus diketahui dan dikonfirmasikan kepada pihak tertentu untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil suatu instansi dihubungkan dengan visi yang diemban suatu organisasi atau perusahaan serta mengetahui dampak positif dan negatif dari suatu kebijakan operasional. Kinerja Kepala Desa Sejoli tidak terlepas dari pengertian kinerja tersebut, sangat bertanggung jawab terhadap tugas sebagai seorang Kepala Desa dan juga melibatkan tokoh Masyarakat dalam hal pembangunan serta kemajuan desa. Kesejahteraan adalah sebuah kondisi dimana seseorang dapat memenuhi kebutuhan pokok, baik itu kebutuhan akan makanan, pakaian, tempat tinggal, air minum yang bersih serta kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Kesejahteraan Masyarakat di Desa Sejoli jika di amati cukup baik dalam memenuhi segala kebutuhan mereka sehari-hari. Akan tetapi kurangnya bantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada Masyarakat untuk mencukupi aspek-aspek kesejahteraan tersebut. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan yaitu Kinerja Kepala Desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat di Desa Sejoli Kecamatan Moutong Kabupaten Parigi Moutong. Hal ini dibuktikan dengan nilai t-hitung yang diperoleh sebesar 4,889 yang berarti lebih besar dari t-tabel 2,02809 dan nilai signifikansi 0,004 yang berarti lebih kecil dari 0,05, serta nilai koefisien regresi variabel Kinerja Kepala Desa sebesar 22% menunjukkan setiap perubahan variabel Kinerja Kepala Desa sebesar 1 persen akan meningkatkan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat sebesar 22%. Hasil ini menjadikan kreativitas Kinerja Kepala Desa yang menyenangkan serta adanya pembinaan Kepala Desa terhadap Masyarakat secara tidak langsung dapat menumbuhkan semangat dan motivasi Masyarakat dalam meningkatkan ekonomi Masyarakat. Semakin baik Kinerja Kepala Desa maka akan meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat. Kepala Desa mempunyai peran yang cukup besar untuk Sudirman,S. Tantuka,Z. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. , 2024 18-31 memotivasi masyarakatnya agar ekonomi masyarakat selalu ada perubahan dan peningkatan setiap harinya, untuk itu Kepala Desa harus memvariasikan strateginya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan pada simpulan di atas, maka peneliti dapat memberikan saran dalam penelitian ini sebagai berikut. Bagi Kepala Desa diharapkan untuk dapat lebih meningkatkan upaya-upaya untuk meningkatkan kinerjanya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, serta amanah yang diberikan, dengan cara mendorong masyarakat berperan aktif dalam melakukan perubahan ekonomi masyarakat setiap Kepala Desa diharapkan dapat melibatkan tokoh masyarakat dalam hal pembangunan serta kemajuan desa dan juga harus selalu mengadakan musyawarah bersama masyarakat dalam menjalankan program desa yang akan dilakukan. Artinya tidak menolak adanya masukan-masukan dari masyarakat sehingganya dilakukan musyawarah. Masyarakat diharapkan lebih memperhatikan sumber daya alam yang ada, serta memanfaatkannya dengan baik untuk memenuhi kebutuhan seharihari. misalnya yaitu memanfaatkan sumber daya alam yang ada disekitar dengan cara mengolahnya dengan baik, seperti pantai menjadi suatu objek wisata yang akan menghasilkan perubahan ekonomi masyarakat. Berdasarkan hasil analisis koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 29% dimana angka ini menunjukkan variabilitas tingkat kesejahteraan masyarakat dapat dijelaskan oleh kinerja kepala desa, sedangkan sisanya sebesar 71% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, sehingga kepada peneliti selanjutnya yang ingin meneliti tentang tingkat kesejahteraan masyarakat agar dapat melihat faktor lain yang DAFTAR PUSTAKA