CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 1 No. PP 37-41 Hompage: https//journal. id/index. php/care PENYULUHAN PENTINGNYA TEMAN SEBAYA SEBAGAI PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR ANAK SDIT BUAH HATI PADANG *Ananda Maha Putri1. Nur Syahadani Putri2. Fitria Ariani3 1,2,3 Universitas Putra Indonesia YPTK Padang *Koresponden: anandamahaputri@gmail. e-mail: nur. putri@gmail. e-mail: fitriaariani@upiyptk. Abstrak Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu bentuk Tri dharma PerguruanTinggi. PKM ini di usulkan untuk melakukan kegiatan yang bersifat sosialisasi dan edukasi di SDIT Buah Hati Padang. PKM ini di buat dengan tujuan untuk melatih peserta layanan dalam memanfaatkan pengaruh pentingnya dukungan teman sebaya dalam motivasi belajar. Selain itu juga bertujuan untuk membantu siswa agar dapat bersemangat dalam belajar disekolah. Oleh karena itu siswa diberikan penyuluhan tentang materi pengaruh dukungan teman sebaya dalam motivasi belajar, dan penting bagi siswa untuk mengaplikasikan kegiatan motivasi belajar tersebut untuk saling menyemangati di kelas. hal ini yang sangat urgen diharapkan dari teman sebaya adalah mereka dapat saling membantu dan saling mempengaruhi serta mendahsyatkan diri masing-masing untuk memiliki motivasi yang kuat dalam belajar. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan motivasi belajar adalah pergaulan teman sebaya. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dan mengamati perubahan dari sebelum di berikan bimbingan dengan setelah diberikan penyuluhan tentang pengaruh dukungan teman sebaya dalam motivasi belajar. Kata Kunci: teman sebaya, peningkatan motivasi, belajar Abstract Community Service (PKM) is a form of the Tri Dharma of Higher Education. This PKM is proposed to carry out socialization and educational activities at SDIT Buah Hati Padang. This PKM was created with the aim of training service participants in utilizing the influence of the importance of peer support in learning motivation. It also aims to help students to be enthusiastic about learning at school. Therefore, students are given counseling about the influence of peer support on learning motivation, and it is important for students to apply these motivational learning activities to encourage each other in class. it is very urgent to expect peers that they can help each other and influence each other and empower each other to have a strong motivation in learning. One of the factors that can increase motivation to learn is the association of peers. This study used the literature review method and observed changes from before being given guidance to after being given counseling about the effect of peer support on learning motivation. Keywords: peers, increased motivation, learning PENDAHULUAN Setiap aktivitas manusia pada dasarnya di landasi oleh adanya dorongan untuk mencapai tujuan atau terpenuhinya kebutuhan. Adanya daya pendorong ini disebut Motivasi merupakan satu hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran dan merupakan syarat mutlak dalam pembelajaran. Motivasi merupakan modal utama dalam menumbuhkan rasa semangat untuk belajar. Dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan, seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Adapun salah satu faktor yang dapat meningkatkan motivasi belajar adalah pergaulan teman sebaya, seperti halnya yang terdapat dalam penelitian Nasution . perilaku pada masa remaja ditentukan oleh figurotoritas, yaitu CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 1 No. PP 37-41 Hompage: https//journal. id/index. php/care kehidupannya lebih banyak dipengaruhi oleh teman sebaya. Siswa akan mendapatkan dukungan penuh serta dia akan termotivasi untuk belajar apabila bergaul dengan teman sebaya yang berperilaku baik dan memiliki kemauan yang kuat untuk belajar, namun sebaliknya apabila bergaul dengan teman yang berperilaku kasar atau malas belajar maka konsekuensi yang di dapatkan individu adalah penurunan belajar atau memiliki motivasi belajar yang rendah. Dukungan atau peran teman sebaya di jelaskan oleh Baqi . Nabi Muhammad SAW bersabda Aupermisalan teman sebaya yang baik dan yang teman yang buruk ibarat penjual minyak wangi dan seorang pandai besiAy. Penjual minyak wangi kemungkinan besar akan memberi kamu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya. Sedangkan pandai besi, bisa saja . ercikan apinya mengenai pakaianm. , dan kalaupun tidak tetap engkau mendapatkan bau asapnya yang tidak sedap. Dapat ditarik kesimpulan bahwa teman sebaya merupakan suatu kelompok yang menjalin hubungan sosial atas ikatan yang sama, yaitu baik kesamaan dari bentuk usia, hobi, status sosial atau posisi sosial serta kebutuhan dan minat cenderung memiliki kesamaan, beranjak dari konformitas inilah munculnya suatu persahabatan atau pertemanan. Lingkungan teman sebaya yang memberikan dorongan belajar dan memberikan dampak positif bagi siswa akan berdampak pada peningkatan prestasi belajarnya, tetapi siswa yang bergaul pada lingkungan teman sebaya yang negatif dapat menurunkan prestasi belajar siswa seperti rasa senang untuk berkumpul dengan teman sebaya membuat siswa lupa atau tidak memiliki waktu untuk Apabila teman sebaya membantu menciptakan motivasi belajar maka siswa akan terbantu dan merasa bersemangat untuk mengikuti pembelajaran disekolah. Penelitan ini mendeskripsikan tentang penyuluhan pentinya teman sebaya sebagai peningkatan motivasi belajar anak sekolah dasar. Oleh sebab itu, tim pelaksana memberikan penyuluhan mengenai pengaruh dukungan teman sebaya dalam motivasi belajar pada siswa sekolah METODE Secara umum tahapan pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan tema Aupenyuluhan pentingnya teman sebaya sebagai peningkatan motivasi belajar anak sekolah dasarAy ini di bagi kedalam 4 . tahapan, yaitu tahapan persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi program, dan tahapan pelaporan. Seperti terlihat pada tabel 1 berikut ini: Tabel 1. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan Tim peneliti Melakukan survei kelapangan Kerjasama dengan Tempat Pengabdian PelaksanaanPengabdian Oo Oo Oo Bulan Oo Oo Oo Oo Oo Sumber: tim pelaksana pengabdian 2023. CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 1 No. PP 37-41 Hompage: https//journal. id/index. php/care Tahapan Pelaksana Pelaksanaan kegiatan PKM Penyuluhan Pentingnya Teman Sebaya Sebagai Peningkatan Motivasi Belajar Anak SDIT Padang sebagai berikut: Survei Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melakukan survey lokasi mitra untuk mengetahui dan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang dialami oleh mitra. Pembentukan tim PKM, pembentukan tim disesuaikan dengan jenis kepakaran yang diperlukan dalam menyelesaikan permasalahan mitra. Pengajuan dan pembuatan proposal yang berisikan solusi dalam menyelesaikan permasalahan mitra ke LPPM perguruan tinggi (PT). Koordinasi tim dan mitra, perencanaan pelaksanaan program PKM secara konseptual berdasarkan prosedur kegiatan, dan penerbitan surat tugas panitia kegiatan. Persiapan media pembelajaran dan bahan sosialisasi sesuai dengan tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat. Langkah pertama yang dilakukan memberikan penyampaian materi dengan mengenal bagaimana cara-cara berteman dan saling mendukung dalam belajar. Membahas bersama dengan cara diskusi dan Tanya jawab melalui penyuluhan sehingga apa yang diinginkan sudah sesuai atau masih terdapat kekurangan yang harus di perbaiki. Membandingkan kondisi sebelum dan sesudah program dilaksanakan. Indikator keberhasilan program dari pelaksanaan kegiatan ini terlihat dari bertambahnya pengetahuan dan pemahaman mitra mengenai pentingnya teman sebaya sebagai peningkatan motivasi belajar anak SDIT Buah Hati Padang. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan kepada siswa. Berdasarkan hasil kegiatan PKM yang telah dilaksanakan oleh Tim PKM UPI YPTK Padang pada anak SDIT Buah Hati Padang dapat memberikan dampak yang positif bagi peserta layanan. Hal ini dikumpulkan dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi lainnya bahwa peserta layanan mampu mempraktekan saling memotivasi teman satu sama lainnya di kelas dengan baik dan benar. Pada kegiatan ini Tim PKM melakukan observasi terhadap siswa SDIT Buah Hati Padang untuk dijadikan sebuah data dalam penelitian serta mencatat gejala-gejala yang diselidiki langsung oleh Tim PKM dalam proses pelaksanaan kegiatan yang dilakukan di SDIT Buah Hati Padang tersebut. Wawancara dilakukan dengan peserta penyuluhan untuk mendapatkan data tentang bagaimana pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dalam membimbing dan memberikan edukasi peserta untuk mengetahui pentingnya teman sebaya sebagai peningkatan motivasi belajar sudah sesuai yang diharapkan atau belum. Pada awalnya Tim memperoleh data dengan observasi, kemudian disertai dengan wawancara. Kemudian lanjut memberikan penyuluhan tentang pentingnya teman sebaya dalam peningkatan motivasi belajar di dalam kelas. Dampak positif dari kegiatan penyuluhan ini adalah peserta penyuluhan mampu bekerjasama dengan teman-teman yang lainnya untuk saling memotivasi dalam belajar di kelas. Berdasarkan hasil kegitan PKM yang telah dilakukan oleh Tim, dapat memberikan CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 1 No. PP 37-41 Hompage: https//journal. id/index. php/care sebuah informasi ilmiah bahwa teman sebaya berpengaruh sekali untuk motivasi dalam belajar mereka. Maka dari itu jika siswa dapat mengaplikasikan bersama-sama saling memotivasi dalam belajar maka potensi-potensi siswa dalam berbagai bidang studi tentunya dapat menghasilkan nilai yang lebih baik lagi. Agar siswa siap dalam belajar maka siswa harus mempersiapkan segala hal terutama mampu termotivasi dalam menghadapi proses pembelajaran di kelas. Jika hal tersebut sudah disiapkan oleh siswa maka ketika proses belajar di kelas akan lebih menyenangkan. Hal ini menginformasikan bahwa kesuksesan belajar bisa di dapat oleh siswa jika terdapat kesiapan dan motivasi yang kuat dalam belajar, tetapi sebaliknya jika siswa sudah merasa siap tetapi tidak bersemangat dalam belajar maka seseorang masih mengalami hambatan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan pada siswa SDIT Buah Hati Padang berjalan selama 2 hari, yaitu pada tanggal 23 Ae 24 Mei 2023. Kegiatan ini terlaksana dengan tertib, baik, kondusif dan lancar. Kegiatan ini dianggap sesuai karena melihat permasalahan yang di hadapi oleh mitra sangat membutuhkan ilmu pengetahuan dalam peningkatan motivasi belajar sehingga berdampak positif dalam proses pembelajaran anak di sekolah. Karena anak butuh pengakuan, dia akan berusaha mengikuti standar yang berlaku di kelompok sebayanya. Mempunyai teman yang mendorong untuk berusaha lebih keras di sekolah dapat memberikan semangat atau motivasi jika anak belum melakukan yang Teman juga mampu mencegah melalaikan kewajiban dan menolong di saat Mereka dapat saling memotivasi dan mengarahkan ke arah yang benar atau positif. Banyak anak yang mampu lepas dari kebiasaan merusak diri sendiri karena pengaruh teman sebaya yang penuh perhatian. Gambar 1: Suasana Pelatihan CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 1 No. PP 37-41 Hompage: https//journal. id/index. php/care KESIMPULAN Penyuluhan mengenai pentingnya teman sebaya sebagai peningkatan motivasi belajar anak SDIT Buah Hati Padang memberikan manfaat yang signifikan dalam mengembangkan motivasi belajar anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran penting teman sebaya dalam meningkatkan motivasi belajar pada anak-anak SDIT Buah Hati Padang. Berdasarkan hasil pengabdian ini, ditemukan bahwa teman sebaya memiliki pengaruh yang kuat dalam memotivasi anak-anak untuk belajar. Melalui interaksi dengan teman sebaya, anak-anak dapat saling mendukung, membangun kepercayaan diri, dan menciptakan lingkungan belajar yang positif. Dalam kelompok teman sebaya, anak-anak merasa lebih nyaman untuk berbagi ide, mengajukan pertanyaan, dan bekerja sama dalam menyelesaikan tugas-tugas belajar. Mereka juga memiliki kesempatan untuk saling memotivasi, memberikan dorongan positif, dan merayakan keberhasilan bersama. Selain itu, melalui teman sebaya, anak-anak dapat memperoleh perbandingan sosial yang sehat dan menjadi lebih termotivasi untuk berprestasi. Ketika mereka melihat teman-teman sebayanya berprestasi atau memiliki kemampuan yang baik, mereka akan merasa termotivasi untuk melakukan hal yang sama atau bahkan lebih baik. Hal ini menciptakan semangat persaingan yang sehat dan mendorong anak-anak untuk terus berusaha meningkatkan diri. Dalam penyuluhan ini, anak-anak juga diajarkan tentang pentingnya memilih teman sebaya yang positif dan memiliki nilai-nilai yang baik. DAFTAR PUSTAKA