AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN. LEVERAGE. DAN LIKUIDITAS TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN Maurice Asmiliani Mulia Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cokroaminoto Yogyakarta riceafriren@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan, leverage, dan likuiditas terhadap kualitas laporan keuangan pada perusahaan sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021Ae2024. Teknik analinisis data yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan menggunakan kriteria tertentu. Jumlah populasinya sebanyak 132 perusahaan dan yang menjadi sampel sebanyak 20 perusahaan selama 4 tahun, sehingga total data yang dianalisis adalah 80 laporan keuangan tahunan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, ukuran perusahaan, leverage, dan likuiditas berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Secara parsial, leverage dan likuiditas berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu akuntansi serta menjadi referensi bagi manajemen perusahaan, investor, dan regulator dalam meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pelaporan keuangan di Indonesia. Kata kunci: Ukuran Perusahaan. Leverage. Likuiditas. Kualitas Laporan Keuangan Abstract This study aims to analyze the influence of company size, leverage, and liquidity on the quality of financial statements in food and beverage sub sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2021Ae2024 period. The data analysis technique used is a purposive sampling technique using certain criteria. The population is 132 companies and the sample is 20 companies for 4 years, so the total data analyzed is 80 annual financial reports. The analysis method used was multiple linear regression with the help of the SPSS 22 program. The results of the study show that simultaneously, company size, leverage, and liquidity have a significant effect on the quality of financial Partially, leverage and liquidity have a positive and significant effect, while company size has a significant negative effect on the quality of financial statements. These findings are expected to contribute to the development of accounting science and become a reference for company management, investors, and regulators in improving accountability and transparency of financial reporting in Indonesia. Keywords: Company Size. Leverage. Liquidity. Quality of Financial Statements PENDAHULUAN Akuntansi berperan penting dalam perkembangan perusahaan sebagai sistem informasi yang menghasilkan laporan keuangan bagi para pemangku kepentingan Informasi yang terkandung dalam laporan keuangan harus relevan, andal, dan sesuai dengan standar akuntansi untuk menjamin kualitas dan manfaat bagi pengguna AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 (Agustin, 2. Kualitas laporan keuangan merupakan indikator kunci untuk menilai kinerja dan transparansi perusahaan, terutama di pasar modal seperti Bursa Efek Indonesia (BEI). Kualitas pelaporan keuangan sangat penting bagi investor dan pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan investasi. Namun, faktor-faktor yang memengaruhi kualitas pelaporan keuangan masih menunjukkan hasil yang beragam, terutama terkait dampak ukuran perusahaan, leverage keuangan, dan likuiditas. Ukuran perusahaan diyakini memengaruhi transparansi dan akuntabilitas pelaporan keuangan, leverage keuangan menunjukkan ketergantungan perusahaan pada utang, dan likuiditas mencerminkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek (Lilis dkk. , 2. Oleh karena itu, penting untuk menganalisis dampak ketiga variabel ini terhadap kualitas pelaporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di indeks BEI selama periode 2021Ae2024. Dalam ekonomi global yang semakin kompetitif, kualitas informasi keuangan merupakan elemen kunci dalam membangun kepercayaan pasar dan stabilitas bisnis. Kualitas laporan keuangan tidak hanya menjadi sarana komunikasi antara perusahaan dan para pemangku kepentingan, tetapi juga mencerminkan keandalan, efisiensi, dan tata kelola perusahaan yang baik. Oleh karena itu, pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi kualitas pelaporan keuangan sangatlah penting. Beberapa penelitian sebelumnya menghasilkan hasil yang beragam. Penelitian oleh (Sari dan Lasari, 2. menemukan bahwa ukuran perusahaan dan likuiditas berdampak signifikan terhadap kualitas pelaporan keuangan. (Febrianto, 2. menekankan pentingnya manajemen dan tata kelola perusahaan dalam menghasilkan laporan berkualitas tinggi. Di sisi lain, penelitian oleh (Syarli, 2. menemukan bahwa ukuran perusahaan dan likuiditas berdampak terhadap kualitas pelaporan, tetapi leverage keuangan tidak. (Budi, 2. menemukan bahwa leverage keuangan berdampak signifikan terhadap kualitas pelaporan keuangan. Berbagai penelitian ini menunjukkan kurangnya konsensus mengenai dampak variabel-variabel ini. Lebih lanjut, perusahaan manufaktur, sebagai salah satu sektor dominan di Bursa Efek Indonesia, memiliki karakteristik yang kompleks, terutama dalam hal manajemen operasional dan keuangan. Oleh karena itu, penelitian yang berfokus pada sektor ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang dinamika pelaporan keuangan di industri riil. Karakteristik seperti siklus operasi yang panjang, kebutuhan modal yang tinggi, dan tingkat leverage keuangan yang tinggi menimbulkan tantangan tersendiri bagi perusahaan manufaktur dalam menyusun laporan keuangan yang akurat dan andal. Meskipun sudah banyak penelitian dilakukan, sebagian besar hanya membahas satu atau dua variabel secara terpisah atau dalam konteks industri yang berbeda. Penelitian yang secara khusus menganalisis pengaruh simultan antara ukuran perusahaan, leverage, dan likuiditas terhadap kualitas laporan keuangan perusahaan manufaktur di BEI selama periode 2021Ae2024 masih terbatas. Selain itu, perbedaan hasil antar penelitian sebelumnya juga menunjukkan perlunya pendekatan baru yang lebih menyeluruh dan kontekstual dalam menjawab permasalahan ini. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 TINJAUAN TEORITIS DAN HIPOTESIS Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan menggambarkan skala atau besar kecilnya suatu entitas usaha, yang umumnya diukur berdasarkan total aset atau pendapatannya. Perusahaan dengan skala besar cenderung memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengakses sumber daya eksternal, sehingga dapat menghasilkan laporan keuangan yang lebih terbuka dan Sari Lasari . menemukan adanya kaitan antara ukuran perusahaan dan kualitas laporan keuangan di sektor properti dan real estate. Sunarto dkk. menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap keterlambatan waktu dalam pengungkapan laporan keuangan. Leverage Leverage menggambarkan sejauh mana perusahaan memanfaatkan utang dalam struktur Tingkat leverage yang tinggi dapat menimbulkan risiko terhadap kestabilan keuangan perusahaan dan turut memengaruhi pandangan pemangku kepentingan terhadap kualitas laporan keuangan. Syarli . menyatakan bahwa leverage merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi kualitas pelaporan keuangan. Sementara itu. Budi . menemukan bahwa leverage secara signifikan memengaruhi perbedaan kualitas laporan keuangan antar perusahaan, khususnya dalam konteks sektor industri makanan dan minuman. Likuiditas Likuiditas mengacu pada kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka Tingkat likuiditas yang baik mencerminkan kondisi keuangan yang stabil dan menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan kas, yang pada gilirannya dapat memengaruhi persepsi terhadap kualitas laporan keuangan. Likuiditas yang tinggi biasanya mencerminkan kinerja keuangan yang sehat. Penelitian sebelumnya mendukung pentingnya likuiditas dalam konteks pelaporan keuangan. Syarli . menekankan bahwa likuiditas merupakan aspek penting dalam menilai mutu laporan Ridho Prastio dan Rico Wijaya . menemukan adanya hubungan langsung antara likuiditas dan kualitas laporan keuangan di sektor properti dan real Suci Ferawati dan H. Sunarto . juga menunjukkan bahwa likuiditas berdampak signifikan terhadap keterlambatan pengungkapan laporan keuangan. Kualitas Laporan Keuangan Laporan keuangan yang dipublikasikan menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas suatu perusahaan. Oleh karena itu, penyajiannya harus mencerminkan kondisi nyata yang terjadi dalam perusahaan. Kualitas laporan keuangan dapat diukur dari tingkat keakuratan dan kejujuran informasi yang disampaikan. Perusahaan yang menjunjung tinggi integritas dan prinsip etika dalam menjalankan bisnis cenderung menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas tinggi (Sari & Lasari, 2. Kerangka Penelitian Berdasarkan landasan teoritis dan penelitian terdahulu, maka kerangka pemikiran dalam penelitian ini sebagai berikut: AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 H1: Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan H2: Leverage berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan H3: Likuiditas berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan H4: Terdapat interaksi yang signifikan antara ukuran perusahaan,leverage,dan likuiditas dalam mempengaruhi kualitas laporan keuangan METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif untuk mengkaji pengaruh variabel-variabel seperti ukuran perusahaan, leverage, dan likuiditas terhadap kualitas laporan keuangan melalui proses pengolahan data dan pengujian statistik. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan fokus pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan memenuhi kriteria tertentu, dan proses analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan metode regresi linier berganda, guna mengetahui sejauh mana variabel independen yakni ukuran perusahaan, leverage, dan kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek berpengaruh terhadap variabel dependen, yaitu kualitas laporan Pengolahan dan analisis data dibantu oleh perangkat lunak SPSS (Statistical Package for the Social Science. Definisi Operasional Variabel : Variabel Dependen (Terika. Variabel dependen merupakan variabel yang menjadi sebab atau variabel yang dipengaruhi oleh variabel independen (Pratiwi, variabel dependen dalam penelitian ini adalah: Kualitas Laporan Keuangan (Variabel Dependen Ae Y) Rumus: Rasio Pasar terhadap Buku (Market to Book Ratio (MTBR)) Variabel Independen (Beba. Variabel independen merupakan variabel yang menjadi akibat atau variabel yang mempengaruhi variabel lain (Pratiwi, 2. Variabel independen dalam penelitian ini adalah leverage, likuiditas dan ukuran Ukuran Perusahaan (X. Rumus : (L. dari total aset. UP= Ln (Total Ase. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Leverage (X. Rumus: DAR (Debt to Asset Rati. Likuiditas (X. Rumus: Current Ratio (CR). Populasi Dan Sampel Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di PT. Bursa Efek Indonesia ( BEI ) pada periode 2021 sampai 2024 yaitu sebanyak 20 perusahaan manufaktur. Nama Perusahaan Makanan dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Persial AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Perhitungan t tabel pada penelitian ini menggunakan rumus: t ( / 2. n Ae k Ae . = t . ,025. = 1,992 Berdasarkan tabel di atas, maka dapat dilihat pengaruh antar variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen adalah sebagai berikut: Ukuran perusahaan memiliki nilai t hitung sebesar ( -60,. , nilai t tabel sebesar 1,992, dan nilai Sig. sebesar 0,000 < 0,05. Sehingga H1 ditolak karena nilai t hitung < t tabel dan nilai signifikansi < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Ukuran Perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Artinya, semakin besar perusahaan, maka cenderung terjadi penurunan dalam kualitas laporan keuangan. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang di lakukan oleh (Febrianto, 2. yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Leverage memiliki nilai t hitung sebesar 86,122, nilai t tabel sebesar 1,992, dan nilai Sig. sebesar 0,000. Sehingga H2 diterima karena nilai t hitung > t tabel dan nilai signifikansi < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa Leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Semakin tinggi leverage, semakin baik kualitas laporan keuangan yang disajikan, kemungkinan karena perusahaan ingin menjaga kredibilitas terhadap Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Febrianto, 2. dan (Syarli, 2. yang menyatakan bahwa leverage memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Likuiditas memiliki nilai t hitung sebesar 26,918 , nilai t tabel sebesar 1,974, dan nilai Sig. sebesar 0,000. Sehingga H3 diterima karena nilai t hitung > t tabel dan nilai signifikansi < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa Likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Perusahaan yang memiliki kemampuan membayar kewajiban jangka pendek dengan baik cenderung memiliki laporan keuangan yang lebih Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Syarli, 2. dan (Ridho Prastio. Rico Wijaya, 2. yang menyatakan bahwa likuiditas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Pembahasan H1 : Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Ukuran perusahaan merupakan skala atau besaran suatu perusahaan. Total aset atau pendapatan. Perusahaan besar cenderung memiliki akses lebih baik terhadap sumber daya eksternal, memungkinkan pelaporan keuangan yang lebih komprehensif dan transparan. (Sari Lasari, 2. Ukuran perusahaan berkaitan langsung dengan kualitas laporan keuangan pada sektor properti dan real estate (Sunarto dkk, 2. Ukuran perusahaan berdampak signifikan terhadap kesenjangan waktu pengungkapan laporan keuangan. Berdasarkan hasil uji persial . dapat kita simpulkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan, dengan nilai thitung sebesar (-60,. sedangkan nilai t-tabel sebesar 1. 992, yang dapat di pastikan bahwa pada variable ukuran Perusahaan nilai t-hitung < t-tabel dan nilai signifikansi = 0,000 < 0,05. Artinya, semakin besar ukuran perusahaan, kualitas laporan keuangan cenderung menurun. Hal ini dapat dijelaskan dari sisi kompleksitas operasional dan potensi konflik keagenan. Perusahaan besar cenderung memiliki struktur organisasi yang lebih kompleks, sehingga potensi informasi asimetri lebih tinggi. Selain itu, perusahaan besar bisa lebih rentan terhadap praktik earnings management karena adanya tekanan dari investor dan publik. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Febrianto, 2. yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan dapat berdampak negatif pada kualitas laporan keuangan. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 H2 : Pengaruh Leverage terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Leverage merupakan tingkat penggunaan utang oleh perusahaan. Leverage yang tinggi dapat mengancam stabilitas keuangan dan memengaruhi persepsi terhadap kualitas laporan Menurut (Syarli, 2. Leverage diperhatikan dalam menilai kualitas laporan Sedangkan menurut (Budi, 2. Leverage memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perbedaan kualitas laporan keuangan antar perusahaan, leverage dalam konteks sektoral, yakni pada sektor makanan dan minuman. Berdasarkan hasil uji persial . dapat kita simpulkan bahwa leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan, dengan nilai t-hitung sebesar 86,122 sedangkan nilai t-tabel sebesar 1. 992, yang dapat di pastikan bahwa pada variable ukuran Perusahaan nilai t-hitung > t-tabel dan nilai signifikansi = 0,000 < 0,05. Artinya, semakin tinggi tingkat leverage, maka semakin baik kualitas laporan keuangan yang Perusahaan dengan tingkat utang yang tinggi biasanya lebih diawasi oleh pihak eksternal . , sehingga mereka terdorong untuk menyajikan laporan keuangan yang lebih akurat dan transparan guna mempertahankan kepercayaan pemberi Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Budi . dan Syarli . yang menyatakan bahwa leverage memiliki pengaruh positif terhadap kualitas laporan H3 :Pengaruh Likuiditas terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. Likuiditas yang baik mendukung kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya, yang dapat memengaruhi persepsi terhadap kualitas laporan keuangan. Likuiditas yang tinggi menggambarkan posisi keuangan yang sehat dan efisiensi dalam pengelolaan kas. (Syarli, 2. : Likuiditas diperhatikan dalam menilai kualitas laporan keuangan. (Ridho Prastio. Rico Wijaya, 2. : Likuiditas berkaitan langsung dengan kualitas laporan keuangan pada sektor properti dan real estate. Berdasarkan hasil uji persial . dapat kita simpulkan bahwa likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan, dengan nilai t-hitung sebesar 26,918 sedangkan nilai t-tabel sebesar 992, yang dapat di pastikan bahwa pada variable ukuran Perusahaan nilai t-hitung > ttabel dan nilai signifikansi = 0,000 < 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan dengan likuiditas tinggi . emampuan memenuhi kewajiban jangka pende. cenderung memiliki laporan keuangan yang berkualitas. Likuiditas yang baik menunjukkan kondisi keuangan yang stabil, memperkuat persepsi bahwa perusahaan mampu menjalankan kegiatan operasional tanpa tekanan kas, sehingga menghasilkan laporan keuangan yang relevan, andal, dan tepat waktu. Hasil ini selaras dengan studi Syarli . dan (Ridho Prastio. Rico Wijaya, 2. H4 : Pengaruh Simultan Ukuran Perusahaan. Leverage, dan Likuiditas terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Berdasarkan hasil uji Simultan (Uji F) Ukuran Perusahaan. Leverage, dan Likuiditas terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Hasil uji F menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan,Karena nilai f-hitung itu sebesar 21. 253 > ftabel sebesar 2,73 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,. Artinya, kombinasi dari ukuran perusahaan, leverage, dan likuiditas secara bersama-sama dapat menjelaskan variasi pada kualitas laporan keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa struktur keuangan perusahaan secara keseluruhan memainkan peran penting dalam menciptakan laporan AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 yang kredibel. Tidak hanya bergantung pada satu faktor saja, melainkan perlu adanya keseimbangan antara skala perusahaan, tingkat utang, dan kondisi likuiditas untuk mencapai kualitas pelaporan yang optimal. Hal ini sejalam dengan penelitian yang di lakukan oleh Sari & Lasari . Menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan likuiditas secara bersama-sama memengaruhi kualitas laporan keuangan pada sektor properti dan real estate. Sunarto dkk. Menemukan bahwa ukuran perusahaan, leverage, dan likuiditas berpengaruh secara simultan terhadap kualitas pelaporan pada perusahaan manufaktur. Aulawy & Utomo . Menyatakan bahwa kombinasi variabel ukuran perusahaan dan leverage secara simultan memberikan kontribusi signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan pada perumusan masalah, tujuan penelitian, hasil penelitian serta pembahasan hipotesis mengenai Pengaruh Ukuran Perusahaan. Leverage, dan Likuiditas Terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Studi pada Perusahaan Sub-Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI Tahun 2021-2. , maka kesimpulan yang dapat ditarik adalah sebagai berikut: Ukuran perusahaan secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pada perusahaan sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021Ae2024. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar ukuran perusahaan, kualitas laporan keuangan cenderung menurun. Temuan ini mengindikasikan bahwa perusahaan besar perlu meningkatkan tata kelola dan pengawasan dalam penyusunan laporan keuangan agar kualitasnya tetap terjaga. Leverage secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pada perusahaan sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021Ae2024. Artinya, semakin tinggi tingkat leverage, maka kualitas laporan keuangan perusahaan juga meningkat. Hal ini dapat terjadi karena perusahaan dengan leverage tinggi cenderung lebih berhati-hati dalam menyusun laporan keuangan untuk menjaga kepercayaan kreditur dan pemangku kepentingan lainnya. Likuiditas secara parsial juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap terhadap kualitas laporan keuangan pada perusahaan sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021Ae2024. Perusahaan dengan tingkat likuiditas yang tinggi memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendek, sehingga dapat menghasilkan laporan keuangan yang lebih andal dan informatif. Secara simultan, ukuran perusahaan, leverage, dan likuiditas berpengaruh signifikan terhadap terhadap kualitas laporan keuangan pada perusahaan sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021Ae2024. Ketiga variabel ini secara bersama-sama mampu menjelaskan variasi kualitas laporan keuangan pada perusahaan sub-sektor makanan dan minuman di BEI selama periode penelitian. Saran Penelitian ini memberikan manfaat praktis untuk berbagai pihak. Bagi manajemen perusahaan di sektor makanan dan minuman, sangat penting untuk mengelola struktur keuangan secara efektif, terutama terkait dengan leverage dan likuiditas, demi menjaga kualitas laporan keuangan. Bagi para investor dan pemangku kepentingan lainnya, faktor leverage dan likuiditas seharusnya dilihat sebagai indikasi untuk mengevaluasi kesehatan dan keterbukaan keuangan perusahaan sebelum mengambil keputusan AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Di sisi lain, untuk peneliti yang selanjutnya, penelitian ini menciptakan kesempatan untuk pengembangan yang lebih lanjut dengan menambah variabel independen dan memperluas jangkauan sektor industri sehingga hasilnya menjadi lebih tepat dan berguna secara luas. DAFTAR PUSTAKA