Buletin Ilmiah IMPAS Volume 25 No. 3 Edisi November 2024 p-ISSN: 0853-7771 e-ISSN: 2714-8459 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI SAWAH DI DESA DALENG KECAMATAN LEMBOR KABUPATEN MANGGARAI BARAT (Factors Affecting Field Rice Production at Desa Daleng. Kecamatan Lembor. Kabupaten Manggarai Bara. Oleh: Emilia Kristi Wela Runu. Ernantje Hendrik. Maria Bano. Johanna Suek Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Nusa Cendana Alamat Email Penulis Korespondensi: johanna. suek@staf. Diterima:11 Sepetember 2024 Disetujui: 25 Septemer 2024 ABSTRACT This research was conducted in Daleng Village. Lembor District. West Manggarai District. The purpose of this study was to fine out the general overview of field rice farming and determine the influence of seeds, fertilizer, land area and labor on field rice production. This research method involved random sampling of 30 % of a total of 224 field rice farmers, so that 67 people were selected are samples. The data used in this research comes from primary and secondary data. Data collection was carried out through interviews and documentation. The collected data was than analyzed using the Cobb-Douglas production function and processed using the SPSS version 16 program. The research results show that the stages of field rice farming activities include land processing, seed preparation, seeding, planting, fertilizing, weeding, harvesting and post-harvest. Based on analysis using the Cobb-Douglas Production function, the following output is obtained : Y = 5,168 X10,284 X20,064 X30,144 X40,457. The simultaneous F test show that together the independent variables have a significant effect on field rice production. Partially test . , land area, fertilizer, and labor have a positive and significant effect on field rice production, while seeds have a positive and insignificant effect on field rice production. The adjusted R2 amounting to 0,592 indicates that the combination of production factors of land area, seeds, fertilizer, and labor can simultaneously explain the dependent variable, namely field rice production, amounting to 59,2%. The remaining 40,8% is influenced by other factors not included in the regression model. keywords : farming, field rice, production factors. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Desa Daleng. Kecamatan Lembor, kabupaten Manggarai Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran umum tentang usahatani padi sawah serta mengetahui pengaruh benih, pupuk, luas lahan, dan tenaga kerja terhadap produksi padi sawah. Metode penelitian melibatkan pengambilan sampel secara acak 30% dari total 224 petani padi sawah, sehingga terpilih 67 orang sebagai sampel. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas dan diolah dengan menggunakan program SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan tahapan kegiatan usahatani padi sawah meliputi proses pengolahan lahan, penyiapan bibit, persemaian, penanaman, pemupukan, penyiangan, panen, dan pasca panen. Berdasarkan analisis menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas, didapatkan output sebagai berikut : Y = 5,168 X10,284 X20,064 X30,144 X40,457. Uji simultan F menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel independen berpengaruh signifikan terhadap produksi padi sawah. Secara parsial . , luas lahan, pupuk, dan tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi padi sawah, sementara benih berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap produksi padi sawah. Nilai adjusted R2 sebesar 0,592 menunjukkan bahwa kombinasi faktor produksi luas lahan, benih, pupuk, dan tenaga kerja secara simultan dapat menjelaskan variabel terikat, yaitu produksi padi sawah, sebesar 59,2%. Sisanya sebesar 40,8%, dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model regresi. kata kunci : usahatani, padi sawah, faktor produksi Runu, et al. Faktor Fakor Yang Mempengaruhi Produksi Padi SawahA. Page 123 Buletin Ilmiah IMPAS Volume 25 No. 3 Edisi November 2024 PENDAHULUAN Padi sawah memiliki peran yang krusial sebagai sumber makanan pokok di Indonesia. Padi adalah jenis tanaman pangan yang diolah menjadi beras melalui serangkaian proses. Permintaan akan pangan terus bertambah sejalan dengan pertumbuhan mengakibatkan peningkatan konsumsi per individu. Menjaga ketersediaan beras yang memadai menjadi hal yang krusial dalam memelihara stabilitas pasokan Pentingnya mencapai swasembada pangan, terutama beras merupakan bagian integral dari tujuan pem-bangunan nasional. Oleh karena itu, penguatan sektor pertanian, khusus-nya dalam produksi tanaman pangan, menjadi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dasar Masyarakat Indonesia. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara rinci usaha produsen beras atau petani dalam menjaga ketersediaan beras. Penguatan faktor-faktor produksi merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mencapai tujuan Pembangunan nasional. Tujuan ini mencakup klarifikasi tentang kualitas dan volume produk pertanian yang dihasilkan, pencapaian pendapatan bersih, serta peningkatan produksi secara berkelanjutan (Hartati, 2. Faktor produksi mengacu pada semua elemen yang diperlukan untuk menentukan jumlah produksi tanaman padi sawah. Luas lahan, benih, pupuk, dan tenaga kerja termasuk dalam elemen-elemen yang diberikan pada tanaman padi sawah. Upaya peningkatan produksi pangan terus dilakukan di seluruh daerah penghasil padi di Indonesia. Manggarai Barat, sebagai bagian dari Nusa Tenggara Timur, telah aktif berkontribusi dengan mengoptimal kan wilayahnya, terutama persawah an Lembor yang sejak tahun 1982 telah diakui sebagai persawahan terluas di NTT dan diakui sebagai lumbung padi nasional (Venansius et al. Berdasarkan data BPS Kabupaten Manggarai Barat tahun 2021, menunjukkan bahwa Kecamatan Lembor merupakan penyumbang terbesar dalam produksi padi di Kabupaten Manggarai Barat. Sekitar 235,80 ton/ha atau setara dengan 15,12% dari total produksi padi di Kabupaten Manggarai Barat berasal dari Kecamatan Lembor. kondisi ini menegaskan bahwa Kecamatan Lembor memiliki peran strategis dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya dalam produksi tanaman padi (BPS Kabupaten Manggarai Barat 2. p-ISSN: 0853-7771 e-ISSN: 2714-8459 Berdasarkan data tersebut. Desa Daleng memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan produksi padi sawah di Kecamatan Lembor. Data dari Kementerian Desa. Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, yang diperoleh dari kuesioner pengukuran Data Indeks Desa Membangun Tahun 2022, menunjukkan bahwa adanya fluktuasi dalam produksi padi sebagai salah satu komoditas pertanian. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kendala dalam ketersediaan faktor produksi. Ketika semua elemen produksi seperti benih, pupuk, tenaga kerja, dan luas lahan tidak terpenuhi dengan baik, proses produksi menjadi terhambat. Setiap faktor produksi memiliki peran yang unik dan saling mempengaruhi satu sama lain, sehingga kelancaran produksi bergantung pada keseimbangan dan ketersediaan semua faktor tersebut (Suferi, 2. Kondisi saat ini di Desa Daleng dalam menghadapi permasalahan yang sering dialami oleh para petani adalah . berkurangnya lahan pertanian yang diakibatkan oleh pengalihfungsian lahan pertanian ke non-pertanian, sementara itu, tingkat kehidupan ekonomi Masyarakat terus meningkat seiring dengan kebutuhan pangan yang semakin besar, terutama beras, . harga benih varietas unggul yang cenderung naik memaksa petani untuk menggunakan benih dari hasil produksi sebelumnya dengan kualitas yang kurang baik, . perubahan harga pupuk yang terus meningkat setiap tahunnya menurunkan semangat petani untuk meningkatkan produksi padi, . kurangnya ketertarikan tenaga kerja muda untuk berkontribusi di bidang pertanian (Kepala Desa Daleng. Pers. Comm. Juni 2. Berdasarkan permasalahan yang terjadi di Desa Daleng, maka untuk mengatasi tantangan ini, upaya percepatan terus dilakukan dengan memanfaatkan faktor produksi yang ada untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi padi. Tujuannya adalah agar permintaan pasar akan beras dapat terpenuhi dengan cepat. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Daleng. Kecamatan Lembor. Kabupaten Manggarai Barat pada bulan November 2023. Desa ini dipilih secara sengaja karena memiliki potensi besar dalam meningkatkan produksi komoditas padi sawah. Metode Penentuan Sampel Seluruh petani padi sawah di Desa Daleng menjadi populasi data dalam penelitian ini, dengan jumlah Runu, et al. Faktor Fakor Yang Mempengaruhi Produksi Padi SawahA. Page 124 Buletin Ilmiah IMPAS Volume 25 No. 3 Edisi November 2024 populasi sebanyak 224 orang. Teknik pengumpulan sampel dilakukan melalui sampel acak sederhana . imple random samplin. Metode ini dilakukan dengan memilih langsung dari populasi dengan peluang yang sama untuk dipilih (RuqoAoiye, 2. Penentuan sampel dalam random sampling dilakukan menggunakan teknik undian, di mana setiap sampel yang diambil memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih. Dalam penelitian ini, 30% dari populasi total diambil sebagai sampel. karena itu, 30% dari 224 petani padi sawah adalah 67,2. Namun, karena tidak mungkin ada pecahan dalam jumlah sampel, maka jumlah sampel dibulatkan menjadi 67 orang. Metode Analisis Data Penelitian ini menggunakan model fungsi produksi Cobb-Douglas untuk menentukan variabel yang mem-pengaruhi produksi padi sawah di Desa Daleng. Sebagaimana dinyata-kan oleh Soekartawi . , representasi dari Fungsi Cobb-Douglas Y = AX11 X22a. Xii Xnn eu Kemudahan dalam estimasi terhadap persamaan tersebut dapat dilakukan dengan mengubahnya dalam bentuk persamaan logaritma. Berikut hasil LnY = Ln A 1 Ln X1 2 Ln X2 3 Ln X3 4 Ln Di mana : Ln Y = Produksi padi sawah (K. Ln A = Konstanta Ln X1 = Luas lahan (H. Ln X2 = Benih (K. Ln X3 = Pupuk (K. Ln X4 = Tenaga kerja (HOK) 1. 5 = Koefisien regresi variabel Metode analisis mengacu pada tujuan penelitian yakni untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat, maka digunakan regresi linear yaitu pengujian asumsi klasik, yang terdiri dari uji-normalitas, uji multikolnearitas, dan uji heteroskedastisitas. Kemudian akan dilakukan uji statistik untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial . , dan simultan . , serta sejauh mana variabel independen suatu fungsi dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan variabel terikat menggunakan nilai Adjusted R2. Data diproses menggunakan SPSS 16. p-ISSN: 0853-7771 e-ISSN: 2714-8459 HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Usaha Tani Padi Sawah di Desa Daleng Pengolahan Lahan Petani padi sawah di Desa Daleng melakukan pengolahan lahan minimal 2 minggu sebelum proses penanaman, yang meliputi pembersihan jerami atau sisa tanaman lain, penggemburan atau pembajakan tanah, serta pembuatan dan perbaikan pematang yang rusak sebagai batas kepemilikan lahan sawah. Pengolahan lahan dilakukan dengan menggunakan alat pertanian seperti cangkul dan traktor. Biaya traktor yang dikeluarkan sebesar Rp. 000 Rp. 000,- per ha sawah tergantung dari pemilik lahan sendiri. Jika pemilik lahan menanggung bahan bakar solar untuk traktor, maka biaya yang di keluarkan lebih kecil. Namun biaya sewa traktor tidak dilakukan oleh semua petani padi sawah karena ada sebagian petani yang menggunakan traktor milik Umumnya tenaga kerja yang digunakan untuk pengolahan lahan dalam satu hektar tanah adalah tenaga kerja pria sebanyak 14,61 HOK dengan biaya Rp. 000,- per tenaga kerja pria, di luar makan dan Penyiapan Bibit dan Persemaian Petani di Desa Daleng memperoleh benih padi dari hasil produksi sebelumnya atau membeli dari produsen benih. Rata-rata penggunaan benih per hektar tanah adalah 30 kg, dengan jenis benih yang umumnya digunakan adalah Inpari 32. Harga benih Rp. 000,- per kilogram. Proses persemaian dilakukan dalam satu petak sawah dengan jarak tanam yang tidak bisa ditentukan, karena petani padi di Desa Daleng melakukan persemaian dengan menyebarkan bibit begitu saja di atas tanah yang telah disiapkan. Persemaian dilakukan secara seragam dan tidak terlalu jauh dari lahan yang digunakan untuk proses penanaman agar kesegaran padi saat pemindahan tetap terjaga. Selama proses persemaian, petani di lokasi penelitian tidak menggunakan pupuk atau pun obat lainnya. Penanaman Penanaman dilakukan setelah bibit telah tumbuh daun dengan sempurna . iga sampai empat hela. selama proses persemaian, atau mencapai umur bibit 25 hari. Tahapan pertama pada proses penanaman adalah mengkondisikan lahan agar tidak boleh tergenang air, namun cukup sedikit becek. Setelah lahan dipastikan dalam kondisi baik, maka dilakukan Runu, et al. Faktor Fakor Yang Mempengaruhi Produksi Padi SawahA. Page 125 Buletin Ilmiah IMPAS Volume 25 No. 3 Edisi November 2024 pemindahan bibit dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan pada tanaman. Selanjutnya, dilakukan penanaman dengan jarak tanam yang tidak ditentukan dan jumlah padi per lubang berkisar antara 3 sampai 4 tanaman padi. Metode penanaman dilakukan secara tradisional dengan menggunakan tenaga manusia. Masa tanam padi di Desa Daleng dilakukan pada bulan Januari dan Agustus. Pemeliharaan Proses membersihkan tanaman padi dari rumput liar, melakukan pemupu-kan dan pemberian pestisida. Ber-dasarkan pengamatan di lapangan, penyiangan dilakukan secara teratur, yaitu 14 hari setelah tanam dan 3 minggu setelah penyiangan pertama dilakukan. Biasanya, penyiangan selalu dilakukan bersamaan dengan penyemprotan hama. Penyemprotan hama dilakukan apabila padi mengalami gejala-gejala tertentu yang berhubungan dengan per-tumbuhan dan penyebaran hama itu sendiri. Selanjutnya dalam tahapan pemeliharaan dilakukan pemupukan. Proses pemupukan dilakukan dengan cara mencampurkan masing-masing pupuk urea. SP-36, dan KCL. Hasil wawancara menunjukkan bahwa kurangnya ketersediaan pupuk menyebabkan petani padi sawah di Desa Daleng melakukan pemupukan hanya dua kali dalam satu periode tanam, yaitu ketika padi berumur dua minggu setelah tanam dan 25-30 hari setelah pemupukan pertama. sehingga, untuk memperoleh pupuk bersubsidi, maka petani harus tergabung dalam anggota kelompok tani, sehingga petani yang sudah terdaftar bisa mendapatkan pupuk di kios pengecer pupuk yang telah tersertifikasi. Panen dan Pascapanen Panen Pemanenan dilakukan ketika padi telah menguning, merunduk, atau telah berumur sekitar 3 bulan, dengan pengujian kerontokan gabah dilakukan dengan cara diremas. Masa panen dilakukan 2 kali dalam satu tahun, yakni bulan Desember dan bulan Mei dengan produksi ratarata 4. 855,22 ton/ha. Pascapanen Pascapanen terdiri dari beberapa tahap sebagai Pengumpulan dan perontokkan Padi dikumpulkan dan diletakan di atas terpal, dan selanjutnya dilakukan perontokkan dengan tujuan untuk memisahkan butir-butir padi sari tangkai malai dengan bantuan power thresher sehingga diperoleh gabah. p-ISSN: 0853-7771 e-ISSN: 2714-8459 Pengeringan dan penggilingan Petani padi di Desa Daleng menggunakan sinar matahari untuk mengeringkan padi dengan menggunakan alas terpal plastik untuk mencegah kontaminasi oleh kotoran dan kehilangan butiran gabah, mempermudah pengumpulan gabah, serta menyebarkan panas secara merata. Selama proses pengeringan, juga dilakukan penyaringan gabah untuk memisahkan gabah dari berbagai kotoran. Dalam prosesnya, petani juga melakukan pemisahan gabah yang akan dijadikan sebagai bibit pada musim tanam selanjutnya. Benih yang akan dijadikan sebagai bibit dijemur selama 4-5 jam sampai kadar air pada padi sebesar 12% atau benih dalam kondisi tidak kering sempurna. Sementara gabah yang akan di giling dijemur hingga kering atau tidak memiliki kadar air. Selanjutnya, gabah yang sudah kering dengan sempurna akan diubah menjadi beras menggunakan mesin giling padi. Penyimpanan dan Pemasaran Umumnya sebagian beras disimpan sebagai pasokan bahan pangan bagi petani, dan sebagiannya lagi dijual ke penggilingan, karena akses pemasarannya sangat luas dan adanya kejelasan harga beras per kilogramnya, sehingga hampir seluruh petani padi tidak melakukan pemasaran beras secara mandiri. Faktor Produksi yang Dimasukkan dalam Model Tabel 1 Faktor Produksi yang Dimasukkan dalam Model Variabel Produksi . Luas Lahan Benih . Pupuk . Tenaga Kerja HOK) Minimum 0,70 Maximum 1,50 Mean 855,22 1,00 19,96 Sumber : Data Primer yang diolah, 22023 Produksi Besarnya area lahan yang dipergunakan, penggunaan pupuk, benih, tenaga kerja, dan elemen lainnya menjadi faktor kunci dalam proses produksi tanaman padi sawah. Menurut Wikifarmer . , hasil produksi ideal per hektar berkisar antara 3-6 ton. Berdasarkan tabel 1, rata-rata produksi padi sawah di Desa Daleng adalah 4. 855,22 kg/ha, dengan minimum produksi sebanyak 3500 kg dan maksimum 5600 kg. Apabila merujuk pada Wikifarmer . Runu, et al. Faktor Fakor Yang Mempengaruhi Produksi Padi SawahA. Page 126 Buletin Ilmiah IMPAS Volume 25 No. 3 Edisi November 2024 maka produksi padi di Desa Daleng berada pada kategori ideal. Luas Lahan Menurut pengamatan di area penelitian, petani menggunakan lahan sawah yang merupakan milik Pengolah lahan dilakukan dengan menggunakan alat pertanian seperti traktor dan cangkul, serta menggunakan tenaga kerja sesuai dengan luas lahan yang mereka miliki. Berdasarkan tabel 1, rata-rata luas lahan yang digunakan oleh petani padi responden adalah 1,00 ha, dengan luas lahan terkecil 0,7 ha dan yang terluas mencapai 1,5 Benih Berdasarkan tabel 1, rata-rata jumlah benih yang digunakan oleh petani selama satu musim tanam adalah 19,96 kg/ha, dengan jumlah terkecil sebesar 15 kg benih dan yang terbesar mencapai 30 kg benih. Biasanya, benih yang digunakan diperoleh dari hasil panen sebelumnya atau dari produsen benih. Penggunaan benih ini masih jauh dari ukuran ideal yaitu 25-30 kg benih per hektar sawah, hal ini bisa terjadi karena benih yang digunakan oleh petani adalah benih unggul Inpari 32 dengan kemungkinan kegagalan produksi tergolong sangat kecil. Harga benih yang dibeli berkisar sekitar Rp. 000,-/kg Proses tanam padi di Desa Daleng masih bersifat tradisional, di mana tidak ada penentuan jarak tanam dengan jumlah bibit per lubang berkisar antara 3 sampai 4 bibit padi per lubang berkisar antara tiga sampai empat bibit Pupuk Tabel 2 Rata-rata penggunaan Pupuk Jenis Pupuk Urea SP-36 KCL Jumlah Minimum Maximum Mean p-ISSN: 0853-7771 e-ISSN: 2714-8459 Berdasarkan Tabel 2, terlihat bahwa rata-rata jumlah pupuk yang digunakan oleh petani responden adalah 267 kg, dengan rata-rata jumlah pupuk urea mencapai 142 kg. SP-36 sebanyak 72 kg, dan KCL sebanyak 53 kg. Ukuran penggunaan pupuk di Desa Daleng tentunya sangat jauh dari ukuran yang dianjurkan jika merujuk pada PMP No. 13 Tahun 2022 tentang Penggunaan Dosis Pupuk N. P, dan K di Kecamatan Lembor. Ini terjadi karena keterbatasan ketersediaan pupuk di lokasi penelitian. Tenaga Kerja Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan bahwa ratarata penggunaan tenaga kerja selama proses budidaya tanaman padi sawah di Desa Daleng sebanyak 164,4 HOK, dengan minimum penggunaan tenaga kerja sebanyak 70,4 HOK dan terbanyak 259,7 HOK. Pengujian Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 3 Pengujian Normalitas Unstandardized Residual Normal Parametersa Mean Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Distribusi Tes Normal Sumber : Hasil output regresi SPSS 16 Nilai Kolmogorov Smirnov adalah 1. 148, dengan jumlah sampel (N) sebanyak 67. Nilai signifikansi (Asymp. Sig. ) yang dicatat adalah 0. 143, maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual memiliki distribusi normal atau terima H0 dan tolak H1. Uji Multikolnearitas Sumber : Data primer yang diolah, 2023 Runu, et al. Faktor Fakor Yang Mempengaruhi Produksi Padi SawahA. Page 127 Buletin Ilmiah IMPAS Volume 25 No. 3 Edisi November 2024 p-ISSN: 0853-7771 e-ISSN: 2714-8459 Tabel 4 Pengujian Multikolnearitas Unstandardized Coefficients Std. Error Variabel Standardized Coefficients Beta Constant Luas Lahan Benih Pupuk Tenaga Kerja Dependent Variable: LN_Y Sumber : Hasil output regresi SPSS 16 Hasil pengujian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tidak adanya gejala multikolnearitas, seperti yang terlihat pada tabel 4 Ini dibuktikan dengan nilai VIF pada data yang nilainya di bawah 10, dan tolerance value diatas 0,10. Uji Heteroskedastisitas Tabel 5. Uji Glejser Model Sig. Constant Luas Lahan Benih Pupuk Tenaga Kerja Variabel Dependen : RES2 Sumber : Hasil output regresi SPSS 16 Collinearity Statistics Sig. Toleran VIF Menurut hasil output SPSS 16 yang ditunjukkan dalam tabel 5, terlihat bahwa model regresi tidak menunjukkan gejala heteroskedastisitas. Hal ini dapat diamati pada kolom signifikansi, di mana setiap variabel memiliki nilai yang lebih besar dari 0,025. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Padi Sawah Ketepatan Determinasi (Adjusted R. dan Uji Simultan (F) Koefisien detereminasi (R-square. adalah ukuran yang menunjukkan seberapa baik variabel bebas dapat menjelaskan variasi dalam variabel terikat dalam model regresi linear. Tabel 6 Hasil Uji Adjusted R Model Adjusted R Std. Error of the Estimate Square Square Predictors: (Constan. Luas Lahan. Benih. Pupuk. Tenaga Kerja Dependent variable : Produksi Sumber : Hasil output regresi SPSS 16 Nilai Adjusted R2 pada tabel 6 sebesar 0,592, menunjukkan bahwa sebesar 59,2% variasi pada variabel terikat disebabkan oleh kombinasi faktor produksi yang terdiri dari luas lahan, benih, pupuk, dan tenaga kerja secara bersamaan. Faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model regresi Durbin- Watson mempengaruhi 40,8% dari variasi produksi padi Sementara, uji simultan F dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh variabel terikat, yaitu produksi padi sawah terhadap variabel bebas, seperti luas lahan, benih, pupuk, dan tenaga kerja. Runu, et al. Faktor Fakor Yang Mempengaruhi Produksi Padi SawahA. Page 128 Buletin Ilmiah IMPAS Volume 25 No. 3 Edisi November 2024 p-ISSN: 0853-7771 e-ISSN: 2714-8459 Tabel 7 Hasil Uji Simultan . Model Sum of Squares Regression Residual Total Predictors: (Constan. Luas Lahan. Benih. Pupuk. Tenaga Kerja Dependent Variable: Produksi Sumber : Hasil output regresi SPSS 16 Nilai F tabel dapat dicari menggunakan rumus DF1 = k . umlah variabel beba. = 4 DF2 = n Ae k Ae 1 = . Ae 4 Ae . = 62 F tabel = {F 0,025 . } = 2,52 Nilai F hitung sebesar 6,762 adalah lebih besar dari nilai F tabel sebesar 2,52, menurut data yang ada di Selain itu, pada kolom signifikansi, nilai sig. adalah 0,000, yang menunjukkan bahwa H0 ditolak. Mean Square Sig. dan H1 diterima. Artinya bahwa variabel independen seperti luas lahan, benih, pupuk, tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi padi sawah ketika digunakan secara keseluruhan. Uji Parsial . Tujuan utama dari Uji t adalah untuk menentukan nilai probabilitas dan tingkat kepercayaan yang diidentifikasi dalam penelitian ini. Tabel 8 Hasil Uji-t Statistik Unstandardized Coefficients Model Constant Luas Lahan Benih Pupuk Tenaga Kerja Dependent Variable: Produksi Sumber : Hasil output regresi SPSS 16 Std. Error Nilai t tabel ditemukan dengan menggunakan rumus = N- K -1 = . Ae 4 -. = 62 T tabel = . ,05/2 . = 1,999 Hasil dari analisis regresi linear berganda ditunjukkan pada kolom Unstandardized B. Kolom ini dapat ditulis sebagai model persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Y = 7,437 0,258X1 Ae 0,041X2 0,159X3 0,056X4 . Kemudian, hasil analisis ini di ubah ke dalam bentuk fungsi produksi Cobb-Douglas asli atau eksponensial, sehingga persamaannya menjadi : Y = 5,168 X10,258 X2-0,041 X30,159 X40,056 . Dari hasil analisis ini, besaran estimasi masing-masing variabel independen diberikan sebagai berikut: Standardized Coefficients Beta Sig. Luas Lahan Pengaruh input luas lahan (X. adalah 0,258, dengan nilai signifikansi 0,008. Ini berarti, luas lahan berpengaruh signifikan terhadap produksi padi sawah, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hartati . yang menunjukkan bahwa luas lahan berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi padi sawah. Sebaliknya, penelitian oleh Jedia . menunjukkan bahwa luas lahan tidak menunjukkan nilai signifikan. Perbedaan ini kemungkinan disebabkan oleh kondisi dan faktorfaktor lingkungan yang berbeda di daerah penelitian, di mana dalam penelitian Hartati, lahan yang digunakan memiliki unsur hara yang cukup, sehingga memberikan dampak signifikan terhadap produksi padi sawah. Runu, et al. Faktor Fakor Yang Mempengaruhi Produksi Padi SawahA. Page 129 Buletin Ilmiah IMPAS Volume 25 No. 3 Edisi November 2024 p-ISSN: 0853-7771 e-ISSN: 2714-8459 Benih Pengaruh input benih (X. adalah -0,041, dengan nilai p-value sebesar 0,150. Ini berarti benih tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi padi sawah, sehingga H0 diterima dan H1 ditolak. Nilai negatif pada koefisien ini menandakan bahwa setiap penambahan 1% benih pada tanaman padi sawah, dengan asumsi faktor lain tetap, akan berakibat pada penurunan produksi sebanyak 0,041%. Penemuan ini konsisten dengan temuan Yusran . di Kecamatan Sebatik Timur, yang juga menemukan bahwa benih memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap hasil produksi padi sawah. Ini menegaskan bahwa lebih banyak benih yang digunakan akan menghasilkan lebih banyak padi Meskipun demikian, penambahan benih bukan hanya menambah jumlah bibit tetapi kualitas benih harus diperhatikan, baik dalam konteks Desa Daleng maupun di wilayah lainnya. PENUTUP Pupuk Pengaruh input pupuk (X. sebesar 0,159, dengan nilai p-value sebesar 0,003 menunjukkan H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya, penggunaan pupuk memiliki pengaruh signifikan terhadap produksi padi sawah di Desa Daleng. Temuan ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Mahananto et al . , yang juga menemukan bahwa penggunaan pupuk memiliki dampak signifikan terhadap hasil produksi padi Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pupuk yang digunakan secara efektif dapat meningkatkan hasil produksi padi sawah. Ini relevan dengan konteks penelitian di Desa Daleng maupun daerah lain. Kesimpulan Penelitian yang berjudul AuFaktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Padi Sawah di Desa Daleng. Kecamatan Lembor. Kabupaten Manggarai BaratAy, menemukan bahwa : Usaha tani padi sawah di Desa Daleng dimulai dengan serangkaian proses pengolahan lahan, penyiapan bibit, persemaian, penanaman, pemupukan, penyiangan, panen dan pasca panen. Meskipun demikian, kegiatan usahatani masih bersifat semi tradisional. Pengolahan lahan dan kegiatan pasca panen seperti perontokkan dan pengilingan sudah menggunakan bantuan alat pertanian, menandakan adanya Sebagian modernisasi dalam praktik pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan berpengaruh sangat signifikan, sementara pupuk, dan tenaga kerja berpengaruh signifikan dalam meningkatkan produksi padi sawah di Desa Daleng. Namun, input benih tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi padi sawah. Saran Bagi petani padi sawah di Desa Daleng. Kecamatan Lembor. Kabupaten Manggarai Barat yakni produksi masih dapat ditingkatkan atau dimaksimalkan dengan memanfaatkan luas lahan, pupuk, dan tenaga kerja Bagi pemerintah Desa Daleng. Kecamatan Lembor. Kabupaten Manggarai Barat agar lebih memperhatikan kelancaran budidaya tanaman padi sawah terutama kehadiran penyuluh ditengah-tengah petani. DAFTAR PUSTAKA