Jurnal Manajemen Bisnis Kewirausahaan Volume 4 Nomor 3 Desember 2025 E-ISSN . : 2829-2502. P-ISSN . : 2829-260X. Hal 51-64 DOI: https://doi. org/10. 56910/jumbiwira. Available online at: https://jurnal-stiepari. id/index. php/jumbiwira Pengaruh Lingkungan Kerja dan Work Life Balance terhadap Kepuasan Kerja Karyawan pada PT Bumi Serpong Damai Tbk Tangerang Selatan Esteria Silalahi 1*. Nurhadi Nurhadi 2. Seno Sudarnomo 3 Universitas Bina Sarana Informatika. Indonesia Jl. Gatot Subroto No. Cimone. Kec. Karawaci. Kota Tangerang. Banten 15114 Korespondensi penulis: ester. silalahi@gmail. Abstract. This study was motivated by the importance of work environment and work-life balance in improving employee job satisfaction at PT Bumi Serpong Damai Tbk. The purpose of this study was to examine the partial and simultaneous effects of work environment and work life balance on employee job satisfaction at PT Bumi Serpong Damai Tbk. The population and sample for this study consisted of 100 respondents, with a saturated sampling technique used. The results of the study indicate that the work environment has a positive and significant influence on job satisfaction, with a calculated t-value of 5. < 0. Work life balance also has a positive and significant influence, with a calculated t-value of 5. < 0. Simultaneously, both variables significantly influence employee job satisfaction with a calculated F value of 89. < 0. and a variable contribution of 64. These findings emphasize that both factors are crucial for management to consider in efforts to enhance employee job satisfaction. Based on the research results, it is recommended that companies improve workplace conditions by providing adequate facilities and creating a supportive work environment. conclusion, enhancing a conducive work environment and implementing effective work-life balance are key factors in improving employee job satisfaction at PT Bumi Serpong Damai Tbk, which will positively impact overall company productivity and performance. Keywords: Job Satisfaction. PT Bumi Serpong Damai. Significant. Work Environment. Work-Life Balance Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya faktor lingkungan kerja dan work life balance dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan pada PT Bumi Serpong Damai Tbk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh lingkungan kerja dan work life balance secara parsial maupun simultan terhadap kepuasan kerja karyawan di PT Bumi Serpong Damai Tbk. Populasi dan sampel pada penelitian ini sebanyak 100 responden, teknik sampling menggunakan sampel total . Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai t hitung sebesar 5,038 . < 0,. Work life balance juga memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan nilai t hitung 5,765 . < 0,. Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan dengan nilai F hitung sebesar 89,787 . < 0,. dan kontribusi variabel sebesar 64,9%. Temuan ini menegaskan bahwa kedua faktor tersebut sangat penting untuk diperhatikan oleh manajemen dalam upaya meningkatkan kepuasan kerja Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar perusahaan memperbaiki kondisi lingkungan kerja dengan menyediakan fasilitas yang memadai dan menciptakan suasana kerja yang suportif. Kesimpulannya, peningkatan lingkungan kerja yang kondusif dan penerapan work life balance yang efektif merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan di PT Bumi Serpong Damai Tbk, sehingga akan berdampak positif pada produktivitas dan kinerja perusahaan secara keseluruhan Kata kunci: Kepuasan Kerja. Lingkungan Kerja. PT Bumi Serpong Damai, signifikan. Work Life Balance LATAR BELAKANG Perubahan global akibat pandemi telah mengakselerasi transformasi dalam dunia kerja, yang ditandai dengan meningkatnya tuntutan digitalisasi, perubahan gaya hidup, serta pergeseran ekspektasi dari tenaga kerja terhadap perusahaan. Dalam konteks ini, sumber daya manusia (SDM) menjadi elemen krusial dalam mendukung kelangsungan dan pertumbuhan SDM tidak hanya menjalankan fungsi operasional, tetapi juga memegang peran strategis sebagai perencana, pelaksana, dan penggerak inovasi dalam organisasi (Sofyan Received: Juni 15, 2025. Revised: Juni 30, 2025. Accepted Juli 27, 2025. Online Available: Juli 29, 2025 Pengaruh Lingkungan Kerja dan Work Life Balance terhadap Kepuasa Kerja Karyawan pada PT Bumi Serpong Damai Tbk Tangerang Selatan Tsauri, 2. Oleh karena itu, pengelolaan SDM yang efektif sangat penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif. Salah satu faktor penting dalam pengelolaan SDM adalah lingkungan kerja. Lingkungan kerja yang kondusif mampu mendorong kenyamanan, meningkatkan motivasi, serta menciptakan kolaborasi yang produktif. Sebaliknya, lingkungan kerja yang tidak mendukung dapat memicu stres, menurunkan semangat kerja, dan meningkatkan intensi karyawan untuk meninggalkan perusahaan (Runtu et al. , 2. Fenomena yang ditemukan di PT Bumi Serpong Damai Tbk menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang terlalu formal, minim fleksibilitas, dan komunikasi satu arah menjadi hambatan dalam menciptakan suasana kerja yang ideal. Kondisi ini menyebabkan turunnya rasa memiliki dan partisipasi karyawan dalam proses organisasi. Selain itu, work life balance menjadi isu penting dalam manajemen SDM modern, khususnya dalam menghadapi dinamika kerja pascapandemi. Work life balance mencerminkan sejauh mana seseorang mampu menyeimbangkan antara tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadinya (Naim, 2. Ketidakseimbangan antara keduanya dapat memicu stres, konflik rumah tangga, hingga burnout. Di PT Bumi Serpong Damai Tbk, banyak karyawan menghadapi beban kerja berlebih, kurangnya waktu istirahat, serta gangguan dalam kehidupan pribadi akibat pekerjaan yang dibawa ke luar jam kerja. Kepuasan kerja merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan manajemen SDM. Karyawan yang merasa puas terhadap pekerjaannya cenderung lebih produktif, loyal, dan memiliki semangat kerja tinggi. Berdasarkan observasi awal di PT Bumi Serpong Damai Tbk, ditemukan indikasi bahwa lingkungan kerja yang tidak fleksibel dan work life balance yang buruk turut berkontribusi pada rendahnya kepuasan kerja karyawan. Beberapa penelitian sebelumnya telah meneliti secara terpisah pengaruh lingkungan kerja dan work life balance terhadap kepuasan kerja. Namun, kajian yang meneliti pengaruh keduanya secara simultan dan mendalam masih terbatas, khususnya di sektor properti yang memiliki dinamika kerja cepat dan tekanan target tinggi. Selain itu, belum banyak penelitian yang secara eksplisit mengaitkan kondisi pascapandemi dengan perubahan dalam persepsi karyawan terhadap kedua variabel tersebut. Hal ini menunjukkan adanya celah penelitian . esearch ga. yang relevan untuk dikaji lebih lanjut. KAJIAN TEORITIS Sumber Daya Manusia Pengertian sumber daya manusia menurut (Hasibuan, 2. juga menekankan bahwa sumber daya manusia adalah manusia yang memiliki kemampuan terpadu, yang mencakup JUMBIWIRA Ae VOLUME 4 NOMOR 3 DESEMBER 2025 E-ISSN . : 2829-2502. P-ISSN . : 2829-260X. Hal 51-64 pola pikir dan daya fisik yang baik. Ia menegaskan bahwa pengelolaan SDM yang efektif sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja organisasi. Dalam konteks ini, (Hasibuan, 2. menyoroti bahwa SDM bukan hanya sekadar sumber daya, tetapi juga merupakan faktor kunci dalam mencapai tujuan organisasi. Lingkungan Kerja Menurut (Robbins et al. , 2. lingkungan kerja adalah keseluruhan faktor yang ada di sekitar individu saat mereka menjalankan tugasnya di organisasi, yang mencakup aspek fisik, sosial, dan budaya yang dimana Faktor-faktor ini secara langsung mempengaruhi perilaku, sikap, dan kinerja karyawan. Work Life Balance Menurut (McDonald & Bradley, 2. work life balance adalah sejauh mana seseorang merasa puas dan terlibat secara seimbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Hal ini menunjukkan bahwa keseimbangan yang baik antara kedua aspek tersebut tidak hanya penting untuk kepuasan pribadi, tetapi juga sangat berkaitan dengan produktivitas dan efektivitas kerja. Dengan kata lain, saat individu merasa puas dan terlibat di kedua sisi kehidupan mereka, mereka cenderung memberikan performa terbaiknya. Sedangkan (Greenhaus, 2. mendefinisikan bahwa work life balance mencakup keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi, yang penting untuk kesehatan dan kinerja individu. Penjelasan ini menggarisbawahi bahwa tanpa keseimbangan yang memadai, stres dan kelelahan dapat terjadi, yang pada akhirnya merugikan baik individu maupun organisasi. Kepuasan Kerja Kepuasan kerja adalah perasaan positif yang dimiliki karyawan terhadap pekerjaan mereka, yang muncul dari evaluasi terhadap berbagai aspek pekerjaan, seperti gaji, lingkungan kerja, dan hubungan dengan rekan kerja (Mangkunegara, 2. (Robiyanto, 2. juga mendefinisikan mendefinisikan kepuasan kerja sebagai tingkat di mana karyawan merasa puas dengan pekerjaan mereka, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kompensasi, pengakuan, dan kesempatan untuk berkembang. METODE PENELITIAN Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif dengan menggunakan metode Metode kuantitatif merupakan jenis penelitian yang dilakukan pada populasi, baik yang besar maupun kecil, namun data yang dianalisis diperoleh dari sampel yang diambil dari populasi tersebut. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kejadian-kejadian relatif, pola Pengaruh Lingkungan Kerja dan Work Life Balance terhadap Kepuasa Kerja Karyawan pada PT Bumi Serpong Damai Tbk Tangerang Selatan distribusi, serta hubungan antar variabel yang bersifat sosiologis maupun psikologis. (Sugiyono, 2. Penelitian ini menargetkan seluruh karyawan di divisi Finance Residensial PT Bumi Serpong Damai Tbk sebagai populasi. Berdasarkan data terkini, jumlah karyawan pada divisi ini adalah 100 orang karyawan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah di mana seluruh anggota populasi yang memenuhi kriteria inklusi akan dijadikan responden. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah karyawan tetap di divisi Finance Residensial yang telah bekerja. Tidak ada kriteria eksklusi dalam penelitian ini. Dengan mengambil seluruh populasi, data yang diperoleh diharapkan akan lebih representatif dan akurat dalam menggambarkan kondisi lingkungan kerja, work life balance, dan kepuasan kerja di divisi Finance Residensial. Mengingat ukuran populasi yang relatif kecil dan terjangkau, penelitian ini menerapkan teknik total sampling . , untuk menjangkau seluruh anggota populasi. Pada observasi penelitian, penulis mengamati secara langsung terkait fenomena yang terjadi pada lingkungan PT Bumi Serpong Damai Tbk. Penulis dapat melihat peristiwa yang terjadi dan mengaitkannya dengan metode pengumpulan data lainnya, seperti kuesioner dan Hasil dari penelitian ini kemudian dihubungkan dengan teori penelitian terdahulu. Dalam penelitian ini, pengolahan data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS Software ini sangat membantu peneliti dalam melakukan analisis statistik terhadap data yang telah dikumpulkan, termasuk perhitungan statistik deskriptif, pengujian hipotesis, dan analisis regresi. Dengan memanfaatkan SPSS, peneliti dapat menghasilkan informasi yang lebih terstruktur dan lebih mudah diinterpretasikan berdasarkan data yang telah dikumpulkan. HASIL DAN PEMBAHASAN UjiValiditas Tabel 1. Hasil Uji Validitas Pearson Variabel Item Pertanyaan Correlation (R R Table Keterangan Hitun. Disiplin Kerja (X. Lingkungan Kerja 1 0,529 0,195 Valid Lingkungan Kerja 2 0,484 0,195 Valid Lingkungan Kerja 3 0,632 0,195 Valid Lingkungan Kerja 4 0,651 0,195 Valid Lingkungan Kerja 5 0,573 0,195 Valid Lingkungan Kerja 6 0,569 0,195 Valid Lingkungan Kerja 7 0,641 0,195 Valid JUMBIWIRA Ae VOLUME 4 NOMOR 3 DESEMBER 2025 E-ISSN . : 2829-2502. P-ISSN . : 2829-260X. Hal 51-64 Pearson Variabel Item Pertanyaan Correlation (R R Table Keterangan Hitun. Lingkungan Kerja 8 0,602 0,195 Valid Work Life Balance 1 0,602 0,195 Valid Work Life Balance 2 0,598 0,195 Valid Work Life Balance 3 0,594 0,195 Valid Work Life Balance 4 0,620 0,195 Valid Work Life Balance 5 0,542 0,195 Valid Work Life Balance 6 0,606 0,195 Valid Work Life Balance 7 0,704 0,195 Valid Work Life Balance 8 0,569 0,195 Valid Kepuasan Kerja 1 0,466 0,195 Valid Kepuasan Kerja 2 0,417 0,195 Valid Kepuasan Kerja 3 0,464 0,195 Valid Kepuasan Kerja 4 0,432 0,195 Valid Kepuasan kerja Kepuasan Kerja 5 0,506 0,195 Valid Karyawan (Y) Kepuasan Kerja 6 0,480 0,195 Valid Kepuasan Kerja 7 0,462 0,195 Valid Kepuasan Kerja 8 0,359 0,195 Valid Kepuasan Kerja 9 0,557 0,195 Valid Kepuasan Kerja 10 0,517 0,195 Valid Kepuasan Kerja 11 0,520 0,195 Valid Kepuasan Kerja 12 0,576 0,195 Valid Kepuasan Kerja 13 0,425 0,195 Valid Kepuasan Kerja 14 0,361 0,195 Valid Kepuasan Kerja 15 0,394 0,195 Valid Work Life Balance (X. Berdasarkan hasil uji validitas, diperoleh bahwa seluruh nilai r hitung melebihi nilai r tabel sebesar 0,195. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan pada masing-masing indikator variabel, yaitu Lingkungan Kerja (X. Work Life Balance (X. , dan Kepuasan Kerja (Y), dinyatakan valid. Dengan demikian, seluruh item pernyataan dapat digunakan dalam keseluruhan model pengujian. Pengaruh Lingkungan Kerja dan Work Life Balance terhadap Kepuasa Kerja Karyawan pada PT Bumi Serpong Damai Tbk Tangerang Selatan Uji Reliabilitas Tabel 2. Hasil Ujian Reliabilitas CronbachAos Koefisien Alpha Reliabilitas Lingkungan Kera (X. 0,726 > 0,60 Reliabel Work Life Balance (X. 0,750 > 0,60 Reliabel Kepuasan Kerja (Y) 0,739 > 0,60 Reliabel Variabel Keterangan Dapat disimpulkan bahwa masing-masing variabel, yaitu lingkungan kerja, work life balance, dan kepuasan kerja, memiliki nilai Cronbach's Alpha yang melebihi 0,70. Hal ini mengindikasikan bahwa hasil uji reliabilitas menunjukkan tingkat konsistensi yang memadai. Oleh karena itu, seluruh item pernyataan dalam penelitian ini dapat dianggap reliabel dan layak digunakan untuk penelitian selanjutnya. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Data One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Mean Normal Parameters Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. c Diperoleh nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,200. Karena nilai ini lebih besar daripada tingkat signifikansi yang ditetapkan . ,200 > 0,. , maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal. Dengan demikian, data tersebut memenuhi asumsi normalitas yang dibutuhkan untuk analisis selanjutnya. Uji Multikolinieritas Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearita Model Unstandardized Standardi zed Coefficients Coefficie JUMBIWIRA Ae VOLUME 4 NOMOR 3 DESEMBER 2025 Sig. Collinearity Statistics E-ISSN . : 2829-2502. P-ISSN . : 2829-260X. Hal 51-64 Std. Beta Tolera Error VIF (Constan. Lingkungan Kerja Work Life Balance Hasil pengujian multikolinearitas dalam penelitian ini sebesar nilai tolerance yang lebih besar dari tingkat signifikansi yang ditetapkan yaitu variabel Lingkungan Kerja (X. dan Work Life Balance (X. ,545 > 0,. dan nilai VIF yang lebih besar dari tingkat signifikansi yang ditetapkan sebesar . 836 < . , sehingga dapat dinyatakan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini tidak mengalami masalah multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Tabel 5. Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Sig. Coefficients Std. Error Beta (Constan. Lingkungan Kerja Work Life Balance Nilai signifikansi (Sig. ) Untuk variabel Lingkungan Kerja (X. sebesar 0,616 yang lebih besar dari tingkat signifikansi yang ditetapkan . ,616 > 0,. dan variabel Work Life Balance (X. sebesar 0,822 yang lebih besar dari tingkat signifikansi yang ditetapkan . ,822 > 0,. Sehingga dapat dinyatakan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini tidak mengalami masalah heteroskedastisitas. Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 6. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Sig. Coefficients (Constan. Std. Error Beta Lingkungan Kerja Work Life Balance Y = 12. 990 0,723 (X. 0,783 (X. Pengaruh Lingkungan Kerja dan Work Life Balance terhadap Kepuasa Kerja Karyawan pada PT Bumi Serpong Damai Tbk Tangerang Selatan Konstanta sebesar 12. 990 menunjukkan bahwa jika variabel Lingkungan Kerja (X. dan Work Life Balance (X. bernilai nol, maka nilai Kepuasan Kerja (Y) diperkirakan sebesar 12. Artinya, ini merupakan nilai dasar kepuasan kerja ketika tidak ada kontribusi dari kedua variabel independen tersebut. Koefisien regresi Lingkungan Kerja (X. sebesar 0,723 yang menunjukkan bahwa variabel lingkungan kerja (X. mempunyai pengaruh positif terhadap kepuasan kerja (Y) artinya setiap satuan variabel dari pengaruh lingkungan kerja akan mempengaruhi kepuasan kerja sebesar 0,723. Koefisien regresi work life balance (X. sebesar 0,783 yang menunjukkan bahwa variabel work life balance (X. mempunyai pengaruh positif terhadap kepuasan kerja (Y) artinya setiap satuan variabel dari pengaruh work life balance akan mempengaruhi kepuasan kerja karyawan sebesar 0,783. Uji Hipotesis Uji T (Uji Parsia. Tabel 7. Hasil Uji T Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Sig. Coefficients (Constan. Std. Error Beta Lingkungan Kerja Work Life Balance Uji Pengaruh Lingkungan Kerja (X. Terhadap Kepuasan Kerja (Y) Diketahui nilai t hitung 5,038 > t tabel 1,985 dengan taraf 5% atau nilai Sig 0,000 < 0,05 maka Ha1 diterima dan Ha0 ditolak artinya Terdapat Pengaruh antara Lingkungan Kerja (X. Terhadap Kepuasan Kerja (Y) Pada PT Bumi Serpong. Damai Tbk Tangerang Selatan. Uji Pengaruh Work Life Balance (X. Terhadap Kepuasan Kerja (Y) Diketahui nilai t hitung 5,765 > t tabel 1,985 dengan taraf 5% atau nilai Sig 0,000 < 0,05 maka Ha2 diterima dan Ha0 ditolak artinya Terdapat Pengaruh antara work life balance (X. Terhadap kepuasan kerja (Y) Pada PT Bumi Serpong. Damai Tbk Tangerang Selatan. Uji F (Uji Simulta. Tabel 8. Hasil Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square JUMBIWIRA Ae VOLUME 4 NOMOR 3 DESEMBER 2025 Sig. E-ISSN . : 2829-2502. P-ISSN . : 2829-260X. Hal 51-64 Regression Residual Total Nilai Fhitung 89. 787 > Ftabel 3,090 atau nilai Sig 0,000 < 0,05, maka Ha1 diterima dan Ha0 ditolak artinya Terdapat Pengaruh Lingkungan Kerja (X. dan Work Life Balance (X. Secara Simultan atau bersama-sama Terhadap Kepuasan Kerja (Y) Pada PT Bumi Serpong. Damai Tbk Tangerang Selatan. Uji Koefisien Determinasi Parsial Tabel 9. Hasil Uji Koefisien Determinasi Parsial Lingkungan Kerja (X. Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Nilai determinasi R square = 0,529 atau 52,9%, maka disimpulkan kemampuan variabel Lingkungan Kerja (X. terhadap kepuasan kerja (Y) memberikan kontribusi sebesar yaitu 52,9% dan sisanya sebesar 47,1% dipengaruhi faktor lain yang tidak penulis teliti. Tabel 10. Hasil Uji Koefisien Determinasi Parsial Work Life Balance (X. Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Nilai determinasi R square = 0,557 atau 55,7%, maka dapat disimpulkan kemampuan variabel work life balance (X. terhadap kepuasan kerja (Y) dalam memberikan kontribusi sebesar 55,7% dan sisanya sebesar 44,3% dipengaruhi faktor lain yang tidak penulis teliti. Uji Koefisien Determinasi Simultan Tabel 11. Hasil Uji Koefisien Determinasi Simultan Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Diketahui nilai determinasi R square = 0,649 atau 64,9%, maka dapat disimpulkan kemampuan variabel Lingkungan Kerja (X. dan Work Life Balance (X. terhadap kepuasan kerja (Y) dalam memberikan kontribusi sebesar 64,9% dan sisanya sebesar 35,1% dipengaruhi faktor lain yang tidak penulis teliti. Pengaruh Lingkungan Kerja dan Work Life Balance terhadap Kepuasa Kerja Karyawan pada PT Bumi Serpong Damai Tbk Tangerang Selatan KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil pengujian data yang telah dilakukan, penulis menyimpulkan : C Variabel lingkungan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja C Work life balance juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja C Secara simultan, lingkungan kerja dan work life balance berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. C Koefisien determinasi (RA) menunjukkan bahwa sebesar 64,9% variasi dalam variabel kepuasan kerja dapat dijelaskan oleh variabel lingkungan kerja dan work life balance. Saran