PENGARUH METODE SEKOLAH LAPANGAN SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KELOMPOK TANI MANDIRI DI DESA SELAAWI KECAMATAN SUKARAJA Ir. Hj. Endah Lisarini. SE. MM* Erna Hermawati. SP** RINGKASAN Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode Sekolah Lapangan (SL) terhadap tingkat pengetahuan petani dalam menerapkan konsep budidaya System of Rice Intensification (SRI) dan untuk menganalisis usahatani padi metode SRI tanam pertama terhadap kelayakan usahatani, dari hasil analisis tersebut kita dapat merekomendasikan kepada para petani padi sawah untuk menerapkan budidaya tanam padi metode SRI yang ramah lingkungan, hemat air dan hemat biaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif melalui quesioner . re-test dan post tes. , data hasil pre-test dan post test diolah melalui statistik deskriptif yaitu dengan menetapkan nilai interval dari masing-masing hasil penilaian pre-test dan post-test terhadap petani mulai dari nilai 0 Ae 100 dengan interval masing-masing kelas 10. Dari nilai interval tadi didapatkan frekuensi . masing-masing distribusi responden, kemudian dari frekuensi distribusi responden dihitung prosentase dari masing-masing interval dan didapatkan modus . Dari hasil analisis dan pengolahan data dapat disimpulkan Metode SL - SRI dapat meningkatkan pengetahuan petani di Kelompok Tani Mandiri Desa Selaawi Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan interval nilai sebanyak 6 tingkat interval yaitu dari tingkat interval nilai 11 Ae 20 dengan modus yang dihasilkan 86,67 prosen menjadi 56,67. Kata kunci : Sekolah Lapangan. SRI ABSTRACT The purpose of this study was to determine the effect of the Field School method on knowledge level of farmers in applying the concept of SRI cultivation and to analyze the SRI method of rice farming first planting on the feasibility of farm business, from the results of this analysis we can recommend to farmers for paddy rice cultivation implement SRI method of rice planting environmentally friendly, water efficient and cost effective. Research method used was descriptive method through quesioner . re-test and post tes. , data of pre-test and post test are processed through descriptive statistics is to set the interval value of each of the assessment results pre-test and post-test of the farmers starting from value 0 to 100 with intervals of each class is 10. Then is furthermore from obtained frequency interval . of each distribution of respondents, the frequency distribution of respondents, the percentage of each interval is calculated and obtained the modus . ighest frequenc. From the results of the analysis and data processing methods can be concluded SL - SRI can increase the knowledge of farmers in the Village Independent Farmers Group Sukaraja Selaawi Sukabumi District. This can be proved by the increasing of the value intervals as much as 6 degrees from the interval value 11 to 20 with the modus is 86. 67 % became 56,67 % in 61 Ae 100 value. Keyword : Field School. SRI *Dosen Faperta UNSUR **Alumni Faperta UNSUR Pengaruh Metode Sekolah Lapangan System of Rice Intensification (SRI) Terhadap Peningkatan Pengetahuan Kelompok Tani Mandiri di Desa Selaawi Kecamatan Sukaraja. Ir. Hj. Endah Lisarini. SE. MM & Erna Hermawati. PENDAHULUAN Padi (Oryza sativa L. ) di Indonesia merupakan bahan pangan pokok yang sangat strategis baik secara ekonomi, sosial maupun politik. Pemerintah selalu berupaya untuk produksinya dalam memantapkan program swasembada beras. Varietas unggul padi yang saat ini banyak ditanam petani di antaranya IR 48. IR 64. Cisadane. Ciherang. Sintanur. Way Apoburu dan padi Hybrida (Purwono dan Purwati, 2. Masyarakat Indonesia sudah cukup usahatani/penanaman padi sawah secara turun temurun terutama untuk penanaman padi sawah non SRI, sedangkan untuk penanaman padi sawah System of Rice Intensification (SRI) merupakan yang relatif baru dengan cara dan teknologi yang berbeda. Karena SRI merupakan hal yang relatif baru . ikenal di Indonesia sekitar tahun 1. maka dalam pelaksanaan di lapangan perlu dilakukan pelatihan petani/kelompok melalui sekolah lapangan agar memperoleh hasil yang Sekolah Lapangan (SL) adalah salah satu metode penyuluhan yang dilakukan untuk menambah/merubah pengetahuan, sikap dan keterampilan. Biasanya SL dilakukan satu musim tanam padi sawah . Ae 12 kali pertemua. yang seluruh atau sebagian besar proses belajar mengajarnya dilaksanakan di lahan khusus petani peserta SL, dipandu oleh petugas Environmental Services Program (ESP) dan petugas pertanian setempat. Journal of Agroscience. Vol. 4 Th. 5 Juli - Desember 2012 Inti kajian dalam penelitian ini adalah mengetahui pengaruh SL (Sekolah Lapanga. metoda SRI yang diselenggarakan oleh ESP terhadap tingkat pengetahuan petani dalam menerapkan konsep budidaya System of Rice Intensification (SRI). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh metode Sekolah Lapangan (SL) terhadap tingkat pengetahuan petani dalam menerapkan konsep budidaya System of Rice Intensification (SRI) tanam pertama di kelompoktani Mandiri di Desa Selaawi Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi. Model pertanian budidaya System of Rice Intensification (SRI) didasarkan pada: Pengelolaan tanah yang sehat serta pengelolaan bahan organik. Pengelolaan Pengelolaan air yang baik dan Metode Sekolah Lapangan (SL), merupakan salah satu metode penyuluhan yang paling tepat dalam penyampaian inovasi baru kepada petani dalam hal ini budidaya System of Rice Intensification (SRI). Pelaksanaannya berlangsung selama satu musim tanam, para petani belajar langsung pada sebidang lahan usahanya dengan Aubelajar lewat pengalamanAy melalui tahapan mengalami Ae mengungkapkan Ae menganalisis Ae menyimpulkan Ae Proses merupakan tindakan aksi dan refleksi terhadap kegiatan yang dilakukan untuk menumbuhkan sikap kritis petani terhadap kondisi lingkungannya serta agar mampu mengambil keputusan yang tepat dalam mengelola lahannya. Menurut Anugerah . , pengetahuan merupakan tahap awal yang perlu diberikan kepada petani / kelompoktani sebelum peningkatan sikap dan keterampilan yang pada gilirannya akan terjadi secara bertahap penyuluhan/pembinaan tercapai. Ruang penyuluhan/bimbingan petani dan petani/kelompoktani lebih baik . etter farmin. , berusaha lebih menguntungkan . etter busines. , hidup lebih sejahtera . etter livin. , kehidupan masyarakat lebih merata, tertib serta tenteram . etter communit. , dan terjaga kelestarian sumber alam/lingkungan hidup lebih terjamin . etter environmen. (Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jawa Barat, 1. Selanjutnya dikemukakan oleh Atikah . Sekolah Lapangan (SL) bukan sekedar AuLearning by DoingAy . elajar dari pengalaman sambil melakuka. , melainkan suatu proses sehingga peserta dalam hal ini petani dapat menguasai suatu proses AuDiscovery LearningAy . enemuan alam yang dinamis dan dapat diterapkan dalam maupun dalam kehidupan sehari-har. Metode SRI berdasarkan konsep pendekatan Berkelaar . Kuswara . Rochaedi . Anugrah . dan Dinas Pertanian Jawa Barat . menitik beratkan pada komponen di antaranya persiapan benih, perlakuan tanam, umur bibit, jarak tanam, pengaturan air, jenis pupuk dan penyiangan. Menurut Anugrah . , pemerintah mengembangkan sekolah lapangan dimulai tahun 1989 Ae 1999 pada Program Nasional Pengendalian Hama Terpadu (PHT) di tingkat Sekolah Lapangan (SL) merupakan pendekatan pendidikan yang menggunakan metode ilmiah masyarakat/petani Pendekatan sekolah ESP menggunakan metode partisipatif dan mempelajari kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan sekitarnya. Peserta pemasalahan utama yang dihadapi dalam usahataninya, melakukan analisis terhadap kondisi sosial, ekonomi sumber daya alam, sarana dan prasarana, sumber daya manusia yang kemudian menyusun rencana aksi yang realistis dan bias dilakukan oleh petani untuk mengatasi masalah yang Rencana aksi ini terkait dengan usahatani padi sawah SRI termasuk di dalamnya pemeliharaan saluran air, pengelolaan Daerah Aliran Sungai, akses air bersih. METODE PENELITIAN Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi, studi penyebaran kuesioner. Kuesioner ini dimaksudkan untuk mendapatkan dan mengetahui peningkatan pengetahuan petani padi sawah System of Rice Intensification (SRI), setelah mengikuti Sekolah Lapangan (SL). Populasi penelitian adalah petani padi sawah dengan cara System of Rice Intensification (SRI) di Kelompoktani di Desa Selaawi Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi. Sampel diambil Pengaruh Metode Sekolah Lapangan System of Rice Intensification (SRI) Terhadap Peningkatan Pengetahuan Kelompok Tani Mandiri di Desa Selaawi Kecamatan Sukaraja. Ir. Hj. Endah Lisarini. SE. MM & Erna Hermawati. SP secara purposive random sampling sebanyak 30 orang petani melalui pencacahan . %) diambil dari seluruh peserta sekolah lapangan. Pengolahan data atau analisis dalam penelitian ini dilakukan melalui statistik deskriptif yaitu dengan menetapkan nilai interval dari masingmasing hasil penilaian pre-test dan post-test terhadap petani mulai dari nilai 0 Ae 100 dengan interval masingmasing kelas 10. Dari nilai interval tadi didapatkan frekuensi . masing-masing distribusi responden, kemudian dari frekuensi distribusi responden dihitung prosentase dari masing-masing interval dan didapatkan modus . HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini mengikutsertakan sebanyak 30 orang petani di Desa Selaawi. Data primer tentang profil berpedoman pada kuesioner yang diberikan kepada responden, dan observasi atau pengamatan lapangan di pelaksanaan Sekolah Lapangan (SL) tentang System of Rice Intensification (SRI). Karakteristik responden berdasarkan luas lahan usaha dapat dilihat pada Gambar 1. di bawah ini. Di dalam pelaksanaan Sekolah Lapangan (SL) semua petani peserta Sekolah Lapangan (SL) yang telah dilaksanakan, memiliki luas lahan usaha tani bervariasi yaitu antara 0,10 Ha sampai dengan 0,60 Ha dalam satu Keterkaitan luas lahan pelaksanaan Sekolah Lapangan (SL) sangat ditentukan oleh luas hamparan yang dikelola, luas lahan usaha tani per petani cenderung tidak menunjukkan adanya pengaruh terhadap hasil metoda Sekolah Lapangan (SL). Hal ini dibuktikan dengan nilai pre-test dan nilai post test. Keberhasilan Sekolah Lapangan (SL) System of Rice Intensification (SRI) sangat ditentukan oleh aktifitas petani yang bersangkutan dalam mengikuti proses pelaksanaan Sekolah Lapangan (SL). Nilai terendah pre-test yaitu 8 dengan luas lahan 0,40 Ha, dan nilai tertinggi pre-test yaitu 31 dengan luas lahan 0,10 Ha. Sedangkan hasil post-test nilai terendah yaitu 51 dengan luas lahan 0,40 Ha, dan nilai tertinggi post-test yaitu 97 luas lahan 0,50 Ha. Karakteristik berdasarkan umur dapt dilihat pada Gambar 2 di bawah ini. Journal of Agroscience. Vol. 4 Th. 5 Juli - Desember 2012 Dilihat dari Gambar 2. di atas, komposisi umur sebagian besar responden sebanyak 21 orang atau 70 % adalah petani yang berusia tergolong usia produktif berkisar antara umur 21 Ae 50 tahun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa responden masih cukup potensial berusahatani dan menerima pembinaan yang berkaitan dengan usahatani khususnya dalam menerima metode System of Rice Intensification (SRI). Karakteristik berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada Gambar 3 di bawah ini. Dilihat dari Gambar 3 di atas, responden tertinggi adalah tingkat pendidikan SD yaitu sebanyak 18 orang . %). SLTP/SMP sebanyak 8 orang . %) dan SLTA/SMA sebanyak 4 orang . %). Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan bagi petani di Desa Selaawi masih pendekatan khusus yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan petani. Tingkat berpengaruh terhadap daya serap atau respon seseorang. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka akan semakin mudah baginya untuk menerima atau menolak sesuatu hal yang dianggap baru. Data distribusi hasil pre-test dan post-test Sekolah Lapangan (SL) System of Rice Intensification (SRI) terhadap Kelompoktani Mandiri Desa Selaawi Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi dapat dilihat pada Tabel 1. bawah ini : Tabel 1. Hasil Pre-Test dan Post-Test Sekolah Lapangan (SL) System of Rice Intensifikation (SRI) Tingkat Pengetahuan Kelompok Tani di Desa Selaawi Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi Interval Modus Nilai Frekuensi (%) skala 0 . Pre0 Ae 10 3,33 Test 11 Ae 20 86,67 21 Ae 30 10,00 Post51 Ae 60 10,00 Test 61 Ae 70 33,33 71 Ae 80 36,67 81 Ae 90 16,67 91 Ae 100 3,33 Tingkat pengetahuan petani pada Kelompok Tani Mandiri Desa Selaawi Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi pelaksanaan SL diperoleh interval nilai terendah 0 Ae 10 sebanyak 1 . ,33 %), interval nilai 11 Ae 20 sebesar 26 orang . ,67%), dan interval nilai 21 Ae 30 . sebanyak 3 . %), untuk nilai interval Pengaruh Metode Sekolah Lapangan System of Rice Intensification (SRI) Terhadap Peningkatan Pengetahuan Kelompok Tani Mandiri di Desa Selaawi Kecamatan Sukaraja. Ir. Hj. Endah Lisarini. SE. MM & Erna Hermawati. SP lebih tinggi berturut-turut dari interval nilai 30 Ae 40, 41 Ae 50, 51 Ae 60, 61 Ae 70, 71 Ae 80, 81 Ae 90, dan 91 Ae 100 tidak Sedangkan tingkat pengetahuan petani pada Kelompok Tani Mandiri Desa Selaawi Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi pelaksanaan SL metoda SRI diperoleh interval nilai terendah adalah 51 Ae 60 sebanyak 3 . %), 61 Ae 70 sebanyak 10 . ,33%), 71 Ae 80 sebanyak 11 . ,67%), 81 Ae 90 sebanyak 5 . ,67%), dan 91 Ae 100 sebanyak 1 . ,33%). Hal ini menunjukkan terjadinya kenaikan interval nilai 5 . tingkat dari 0 Ae 10 menjadi 51 Ae 60 . nterval terenda. , dan kenaikan interval tertinggi terjadi kenaikan interval nilai 7 tingkat dari interval nilai 21 Ae 30 menjadi 90 Ae 100. Sebelum pelaksanaan SL metoda SRI interval nilai 11 Ae 20 terbanyak yaitu modus 86,67 prosen . , dan setelah pelaksanaan SL SRI interval nilai terbanyak diperoleh pada interval nilai 71 Ae 80 yaitu modus 36,67 prosen . Hal ini menunjukkan bahwa Sekolah Lapangan (SL) Metode System of Rice Intensification (SRI) dapat meningkatkan pengetahuan petani. Peningkatan dipengaruhi oleh umur petani yang sebagian besar usia produktif antara umur 21 Ae 50 tahun sebanyak 70 SLTP/SLTA sederajat sebanyak 40 prosen, dan luas kepemilikan lahan antara 0,1 Ae 0,4 Ha sebanyak 80 Hal yang sangat penting yang menyebabkan terjadinya peningkatan pengetahuan petani terhadap Sekolah Lapangan (SL) metode System of Rice Intensifikation (SRI) adalah metode Journal of Agroscience. Vol. 4 Th. 5 Juli - Desember 2012 Sekolah Lapangan (SL) merupakan metode yang sangat inovatif karena SL merupakan konsep pembelajaran yang memungkinkan terbukanya wawasan dan pola pikir petani. Sistem yang diterapkan di dalam Sekolah Lapangan (SL) untuk membuka wawasan petani melalui AuBelajar Lewat PengalamanAy mengungkapkan Ae menganalisis Ae menyimpulkan Ae menerapkan sehingga akan menumbuhkan partisipasi aktif para petani terhadap permasalahan, perwujudan keinginan dalam mencapai tujuan untuk meningkatkan hasil Setiap permasalahan diselesaikan dan disepakati solusinya melalui diskusi kelompok yang berkaitan dengan adopsi inovasi baru. Pengalaman pelaksanaan Sekolah Lapangan (SL) berupa pengetahuan dan keterampilan menjadikan dasar dalam aktualisasi dan implementasi teknik budidaya yang baik, efisien, efektif dan ramah lingkungan, sehingga dengan demikian peningkatan pengetahuan yang didapat di dalam Sekolah Lapangan (SL) dapat dengan segera dilaksanakan dan diterapkan dalam budidaya System of Rice Intensification (SRI). KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Metode Sekolah Lapangan (SL) System of Rice Intensification (SRI) memberikan peningkatan pengetahuan petani di Kelompok Tani Mandiri Desa Selaawi Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi. Tingkat Sekolah Lapangan (SL) System of Rice Intensification (SRI) sebagian besar pada interval nilai 11 Ae 20 dengan modus yang dihasilkan 86,67 prosen dan setelah pelaksanaan Sekolah Lapangan (SL) System of Rice Intensification (SRI) terjadi kenaikan interval nilai menjadi 71 - 80 dengan modus 36,67 prosen. Hal ini menunjukkan terjadinya kenaikan interval nilai sebanyak 6 tingkat interval. Dapat disimpulkan Sekolah Lapangan (SL) System of Rice Intensification pengetahuan petani di Kelompok Tani Mandiri Desa Selaawi Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi. Saran Peningkatan pengetahuan petani perlu terus dikembangkan melalui berbagai metode dalam mewujudkan ketahanan pangan khususnya tanaman padi yang ramah lingkungan, hemat air, pupuk, pestisida, sehingga dapat terwujud (Sustainable Agricultur. dengan menghasilkan produk yang aman bagi konsumen dan bagi lingkungan melalui rekayasa teknologi yang tepat guna, efisien dan berdaya guna. Berkelaar . Sistem Intensifikasi Padi (The System of Rice Intensification Ae SRI). Buletin ECNO/ 2001 Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jawa Barat, 1986. Managemen Penyuluhan Pertanian. Bandung. Dinas Pertanian Tanaman Pangan, . Intensifikasi Tanaman Padi dengan Pendekatan PTT http://w. id/berit a/one/516/14 Agustus Rochaedi . Usaha Ramah Lingkungan . Air Hemat. Tanah Sehat. Produksi Meningkat Melalui Metode SRI. Lembaga Pengembangan SRI Jawa Barat Sutrisno . Pembangunan Pertanian. Sebuah Tinjauan Sosiologis. Kanisius Yogyakarta DAFTAR PUSTAKA