SIPAKARAYA Vol. No. Hal. 1 - 9 September 2022 https://ojs. id/index. php/sipakaraya Peranan Rumah Pintar bagi Siswa dalam Mengembangkan Minat Belajar di Luar Jam Pelajaran Sekolah Arie Arma Arsyad1. Andi Rabiah Adawia2. Magfirah Jubair3. Ahmad Marwansyah4. Mirnawati Dewi5. St. Mutia Alfiyanti6. Dewi Sartika7 1,6Pendidikan IPA. Universitas Negeri Makassar 2,3,4,5Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Negeri Makassar 7Pendidikan Fisika. Universitas Sulawesi Barat e-mail: 1ariearmaarsyad@unm. id, 2rabiahandi18@gmail. com, 6mutia. alfiyanti@unm. sartika@unsulbar. INFO ARTIKEL ABSTRAK Article history: Available online DOI: _____ ____ _____ Abstrak How to cite (APA) : Penulis. Judul Artikel. Nama Jurnal. Vol. XX (No. XX), Hal : XX - XX ISSN x-x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Tujuan artikel ini untuk mengetahui seberapa pentingnya peranan rumah pintar bagi siswa dalam mengembangkan minat belajar di luar jam pelajaran sekolah. Keterbatasan jam belajar dikarenakan terhambat masa pandemi covid 19 yang memberikan dampak buruk terhadap pembelajaran pada siswa di sekolah. Sangat dirasakan pengaruh buruk pembatasan kegiatan belajar tersebut baik oleh tenaga pendidik maupun warga sekolah khususnya siswa yang minat belajarnya menurun sehingga melatar belakangi terbentuknya kegiatan yaitu Rumpi (Rumah Pinta. Rumah pintar merupakan sebuah kegiatan non formal sebagai wadah belajar siswa di luar jam belajar sekolah yang di dalam pembelajarannya memadukan berbagai unsur yang dapat menarik minat siswa pada proses Pemberian kegiatan belajar di luar jam pembelajaran sekolah seperti rumah pintar diharapkan dapat memberi warna baru pada proses pembelajaran sehingga membuat siswa menjadi lebih optimis saat mengikuti kegiatan belajar mengajar. Pemberian kegiatan tambahan berupa rumah pintar tersebut membuat pembelajaran yang siswa lakukan lebih aktif, kreatif, dan menyenangkan yang berdampak baik terhadap minat siswa pada pembelajaran. Kata kunci : Rumah Pintar. Minat Belajar. Luar Jam Sekolah. SIPAKARAYA Vol. No. Hal. 1 - 9 September 2022 https://ojs. id/index. php/sipakaraya Abstract The purpose of this article is to find out how important the role of smart homes is for students in developing interest in learning outside school The limitation of study hours is due to the delay in the COVID-19 pandemic which has a negative impact on student learning at school. The bad influence of the restrictions on learning activities is felt by both educators and school residents, especially students whose interest in learning has decreased so that the background for the formation of the activity, namely Rumpi (Smart Hous. Smart house is a non-formal activity as a place for student learning outside school hours which combines various elements in learning that can attract students' interest in the learning process. The provision of learning activities outside school hours such as smart homes is expected to give a new color to the learning process so as to make students more optimistic when participating in teaching and learning activities. Providing additional activities in the form of smart homes makes the learning that students do more active, creative, and fun which has a good impact on students' interest in learning. Keywords : smart homes, learning interests, outside school hours. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan aspek penting dalam pengembangan sumber daya manusia karena pendidikan merupakan salah satu alat untuk membebaskan manusia tidak hanya dari keterbelakangan tetapi juga dari kebodohan dan kemiskinan. Dari sudut pandang ini, proses pembelajaran adalah kegiatan yang paling penting untuk mencapai tujuan pendidikan dalam merancang perubahan bagi Hal ini sesuai dengan Arahan Sistem Pendidikan Nasional yang tertuang dalam UU RI No. Tahun 2003. Bangsa yang mengembangkan potensi peserta didiknya agar beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjadi warga negara yang berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. Berdasarkan tujuan pendidikan negara, inti dari proses pendidikan adalah proses belajar mengajar yang dilakukan siswa. Oleh karena itu, dalam proses pendidikan, kita mengenal proses belajar mengajar, atau yang sering diabaikan (PBM). Dari ungkapan-ungkapan di atas dapat kita pahami bahwa belajar mengajar merupakan dua proses yang tidak dapat dipisahkan dalam pelaksanaan proses pendidikan. Hal ini karena proses belajar mengajar melibatkan interaksi antara berbagai komponen. Setiap komponen berusaha untuk mempengaruhi satu sama lain untuk mencapai tujuan pendidikan dan instruksional yang diinginkan. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan utama siswa adalah melaksanakan kegiatan belajar. Karena belajar merupakan kegiatan penting yang harus dilakukan setiap orang secara maksimal agar dapat mengatasi atau mencapai sesuatu. Tujuan belajar adalah untuk mengubah sikap positif. Artinya, melibatkan aktivitas proses mental ketika seseorang mempelajari sesuatu yang baru, tergantung pada kondisi lingkungan . aktor lingkungan yang kondusif membawa kenyamanan dalam proses belaja. Aktivitas proses mental sering dipraktikkan dan akhirnya menjadi aktivitas kebiasaan. Kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling mendasar. Dengan kata lain, berhasil tidaknya dalam mencapai tujuan pembelajaran sangat tergantung pada bagaimana siswa mengalami proses Melihat kenyataan yang ada antara waktu belajar di sekolah dan di luar jam sekolah. SIPAKARAYA Vol. No. Hal. 1 - 9 September 2022 https://ojs. id/index. php/sipakaraya siswa diharapkan dapat melakukan pembelajaran tambahan atau dalam hal ini rumah pintar yang dapat menunjang ilmunya. Rumah Pintar merupakan salah satu sumber belajar yang membantu siswa memecahkan masalah dalam proses pembelajaran, mengingat proses pembelajaran tidak hanya di Rumah pintar ini dirancang untuk membantu siswa menerima informasi belajar untuk belajar lebih Otonomi ini menekankan pada kegiatan peserta didik yang bertanggung jawab penuh atas keberhasilan belajarnya. Pembelajaran tambahan merupakan sumber belajar yang sangat fleksibel yang mengakomodasi perbedaan belajar individu. Oleh karena itu, pembelajaran tambahan adalah sesuatu yang harus dilacak sebagai sumber pembelajaran siswa agar memiliki dampak unik pada kinerja siswa. Ketika pembelajaran ekstra benar-benar diikuti oleh siswa maka dapat membantu dalam proses pembelajaran dan mengarah pada kinerja siswa yang lebih baik. Pembelajaran tambahan atau rumah pintar memungkinkan siswa untuk berinteraksi secara fisik dan mental serta terlibat langsung dalam proses pembelajaran tambahan. Pembelajaran tambahan merupakan bagian penting yang juga harus diperhatikan oleh guru dan orang tua siswa dalam rangka menciptakan insentif untuk kegiatan pembelajaran tambahan, yang penggunaannya juga menentukan keberhasilan proses pendidikan di kelas. Kegiatan belajar tambahan sebagai sumber belajar dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap minat belajar siswa jika dilakukan dengan benar. Rumah Pintar merupakan inisiatif mahasiswa untuk memperluas, memperdalam dan mengembangkan ilmunya. Pembelajaran tambahan harus memfasilitasi pengembangan potensi anak dalam belajar Ditambahkan oleh Khotibulumam . yang berpendapat bahwa program rumah pintar dapat membantu siswa dengan pemanfaatan pembelajaran aktif secara maksimal, melihat pola belajar yang dimiliki siswa dan meningkatkan semangat dalam belajar. METODE PELAKSANAAN Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada tanggal 20 Oktober Ae 12 November 2021 dengan diikuti oleh 21 peserta didik. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa KKN-PPL Angkatan XXi UNM dengan koordinasi dari tim dosen pembimbing. Kegiatan dilaksanakan di SDN No. 38 Inpres Kota yang berada di lokasi Jalan Sumur Tiga Lingkungan Copala Keluarahan Banggae. Kecamatan Banggae. Kabupaten Majene. Sulawesi Barat. Kondisi sekolah yang berada pada ujung Lingkungan Copala yang dikelilingi oleh tanaman kelapa dan memiliki lahan yang cukup luas. Siswa di SDN No. 38 Inpres Kota memiliki keterbatasan waktu belajar di masa Pandemi Covid-19 dan juga kurangnya minat belajar siswa di sekolah tersebut. Berdasarkan situasi tersebut maka perlu diadakan belajar tambahan di luar jam pelajaran di Mahasiswa KKN-PPL Terpadu Angkatan XXi UNM melakukan program kerja berupa Rumah Pintar atau belajar tambahan di luar jam pelajaran sekolah guna mengatasi permasalahan tersebut. Program Rumah Pintar dilakukan dengan beberapa tahapan seperti mahasiswa melakukan survei terhadap siswa, tempat yang akan digunakan dan juga persetujuan terhadap mitra untuk menentukan tanggal pelaksanaan program Rumah Pintar tersebut. Dalam hal ini beberapa kegiatan dalam bentuk tahapan, mulai dari tahap perencanaan, sosialisasi,dan pelaksanaan kegiatan Rumah Pintar. SIPAKARAYA Vol. No. Hal. 1 - 9 September 2022 https://ojs. id/index. php/sipakaraya HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tabel 1. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian No. Tahapan Hasil Kegiatan - Koordinasi dengan pihak sekolah dan melakukan Seminar Program Perencanaan Kerja - Mengidentifikasi permasalahan yang terdapat di sekolah - Pengenalan mengenai kegiatan Rumah Pintar pada aspek membaca. Sosialisasi menulis, dan berhitung - Pembagian kelas peserta didik menjadi 2 kelas yaitu kelas rendah dan kelas tinggi Pelaksanaan - Pelaksanaan program belajar tambahan di luar jam pelajaran peserta didik yang dilakukan dengan metode belajar sambal bermain Evaluasi - Pemberian penghargaan bagi peserta didik di tiap kegiatan kuis . umber data: hasil kegiatan pengabdia. Pembahasan Telah dilaksanakan beberapa kegiatan dalam bentuk tahapan, mulai dari tahap perencanaan, sosialisasi, dan pelaksanaan kegiatan Rumah Pintar. Berikut uraiannya secara rinci : Tahap I Pada tahap ini dilakukan semacam perencanaan. Kami melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, dan melakukan Seminar Program Kerja 22 Oktober 2021. Pihak yang hadir pada kegiatan tersebut kepala sekolah SD No 38 Inpres Kota dan guru serta staf pegawai sekolah tersebut guna mendengarkan pemaparan program kerja kami. Perencanaan program yang dilakukan oleh mahasiswa KKN-PPL Terpadu Angkatan XXi Universitas Negeri Makassar dengan kesepakatan tentang siapa melakukan apa terkait dengan pelaksanaan program Rumah Pintar (RUMPI). Semua dilakukan guna terlaksananya program kerja Mahasiswa KKN-PPL Terpadu Angkatan XXi Universitas Negeri Makassar. Gambar 1. Koordinasi dengan pihak sekolah terkait kegiatan yang akan dilakukan Mengetahui situasi sekolah yang memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan maka mahasiswa KKN-PPL Terpadu Angkatan XXi membantu pihak sekolah terkhusus pada minat belajar siswa melalui program kerja RUMPI (Rumah Pinta. Alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan Rumah Pintar disediakan oleh mahasiswa KKN-PPL Terpadu Angkatan XXi UNM dan juga pihak sekolah. SIPAKARAYA Vol. No. Hal. 1 - 9 September 2022 https://ojs. id/index. php/sipakaraya Tujuan Rumah Pintar pada tahap ini adalah menggabungkan pembelajaran dengan bermain untuk meningkatkan minat belajar siswa. Rumah Pintar adalah 'rumah pendidikan' komunitas dengan banyak fitur untuk anak-anak, melalui pembelajaran tambahan siswa dapat meningkatkan minat membaca, mengembangkan potensi intelektual bahkan belajar teknologi. Seperti diketahui, minat membantu siswa memahami hubungan antara materi yang diajarkan dan dirinya sebagai individu. Proses ini menunjukkan kepada siswa bagaimana pengetahuan dan keterampilan tertentu mempengaruhi siswa, mencapai tujuan, dan memenuhi kebutuhannya. Kegiatan pembelajaran tambahan yang berlangsung di luar sekolah memiliki karakteristik yang berbeda dengan pembelajaran di kelas, namun kedua aktivitas tersebut Ae proses belajar mengajar di sekolah dan pembelajaran tambahan di luar sekolah Ae saling mendukung dan melengkapi. Pembelajaran tambahan yang dilakukan siswa adalah pembelajaran yang dilakukan secara bebas baik dari tujuan, arah, maupun sumber yang dipilih. Pembelajaran tambahan merupakan bentuk pembelajaran aktif dan partisipatif untuk pertumbuhan pribadi yang tidak terikat dengan kehadiran seorang guru. Pembelajaran tambahan merupakan kegiatan yang ditawarkan dalam rangka pengembangan Pembelajaran tambahan berlangsung di luar sekolah dengan tujuan untuk meningkatkan perolehan dan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan di sekolah. Program rumah pintar dapat membuat orang tua nyaman dan meningkatkan minat belajar anak-anaknya. Rumah pintar yang dikunjungi mahasiswa jelas berdampak positif bagi setiap individu. Orang tua juga mengakui bahwa anak-anak menjadi lebih percaya diri ketika berpartisipasi dalam proses pembelajaran di sekolah. Kesediaan mahasiswa KKN-PPL Terpadu XXi UNM UNM untuk memberikan pembelajaran tambahan di luar jam pelajaran menjadi nilai tambah bagi masyarakat khususnya orang tua mahasiswa yang anaknya mengikuti Rumah Pintar. Bentuk dukungan dari masyarakat adalah kesediaan mengambil dan menjemput anak dari rumah pintar. Kami berharap anak-anak akan lebih termotivasi untuk belajar. Tahap II Pada tahap ini yaitu sosialisasi, dilakukan pengenalan mengenai kegiatan Rumah Pintar yang akan dilaksanakan kepada siswa di SDN No. 38 Inpres Kota. Mahasiswa KKN-PPL Terpadu Angkatan XXi UNM menjelaskan bahwa program ini dapat membantu siswa dalam meningkatkan minat belajar seperti pada aspek membaca, menulis dan berhitung. Gambar 2. Sosialisasi kepada peserta didik Sosialisasi ini diharapkan dapat membuat warga SDN No. 38 Inpres Kota semakin sadar akan pentingnya pembelajaran tambahan di luar jam pelajaran. Hal ini nantinya akan menghasilkan siswa SIPAKARAYA Vol. No. Hal. 1 - 9 September 2022 https://ojs. id/index. php/sipakaraya yang cerdas dan berprestasi. Melibatkan siswa dalam belajar, terutama dengan mencari mitra belajar, mengoptimalkan media pembelajaran, mengidentifikasi masalah yang dihadapi dan mencocokkannya dengan kompetensinya. Hal ini dilakukan dalam program rumah pintar untuk mengetahui permasalahan individu siswa dan mencari solusi permasalahan tersebut. Selain itu, siswa mengalami kegembiraan tanpa dipaksa, yang dapat menyebabkan perubahan pengetahuan, keterampilan, dan Capaian terbaru dari program rumah pintar ini adalah siswa diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi, membaca dan berhitung sehingga dapat membentuk sekolah yang berkualitas. Tahap i Pelaksanaan rumah pintar yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN-PPL Terpadu Angkatan XXi UNM dapat menjadi pemantik bagi guru-guru untuk mengadakan program belajar tambahan di luar jam pelajaran siswa. Kegiatan rumah pintar dilakukan dengan metode belajar sambil bermain agar siswa lebih tertarik dalam mengikuti program tersebut. Pentingnya hubungan mahasiswa dan siswa yang baik akan mendorong siswa dalam mengikuti proses belajar dan meningkatkan semangat belajar dengan asumsi materi pelajaran di kelas yang disampaikan menarik bagi siswa. Menurut Kharisma . , rumah pintar juga dapat digunakan sebagai tempat mengembangkan kreativitas melalui kegiatan-kegiatan positif apalagi pada masa pandemic covid-19. Ada beberapa hal yang dilakukan mahasiswa dalam proses rumah pintar diantaranya: . meningkatkan kesabaran dan memiliki sifat positif, . meningkatkan antusiasme dan gairah mengajar, . memberikan ketertarikan siswa di luar pembahasan sekolah, . menghargai setiap usaha dan pencapaian yang diperoleh dan . membangun hubungan yang positif bagi orang tua murid. Gambar 3 dan 4. Pembagian kelas rumah pintar berdasarkan tingkatan Pada pelaksanaan rumah pintar oleh Mahasiswa KKN-PPL Terpadu Angkatan XXi UNM menggunakan teknis yaitu pembagian kelas antara kelas tinggi dan kelas rendah agar proses belajar tambahan dapat terlaksana dengan baik. Pada kelas rendah yaitu kelas 1 sampai 3 berfokus pada pemberian materi belajar terkait dasar dari membaca, menulis, dan berhitung. Sedangkan, pada kelas tinggi yaitu kelas 4 sampai 6 pemberian materi berfokus pada pemahaman soal-soal yang akan dijadikan bekal pada ujian yang akan diikuti. SIPAKARAYA Vol. No. Hal. 1 - 9 September 2022 https://ojs. id/index. php/sipakaraya Gambar 5. Pelaksanaan rumah pintar Selanjutnya, mahasiswa KKN-PPL Terpadu Angkatan XXi UNM bertanggungjawab pada setiap kelas selama proses pelaksanaan program rumah pintar. Mahasiswa yang diberikan tanggungjawab dipercayakan mengambil alih setiap tingkatan kelas. Gambar 6. Selingan permainan pada pelaksanaan rumah pintar Menurut Wijaya Kusuma . , ada beberapa hal yang mempengaruhi minat belajar dan dapat mempengaruhi keterlibatan siswa. Pendidik harus mampu mengubah proses belajar yang membosankan menjadi pengalaman belajar yang menarik dan menyenangkan. Subjek harus menarik dan menciptakan suasana baru. Misalnya dalam bentuk permainan, diskusi dan tugas-tugas di sekolah, sebagai berbagai kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut, proses dalam rumah pintar seharusnya membekali siswa dengan teknik pembelajaran yang memungkinkan untuk belajar secara aktif, kreatif, dan menyenangkan sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Salah satu teknik yang digunakan saat rumah pintar yaitu belajar sambil bermain agar siswa tidak merasa bosan. SIPAKARAYA Vol. No. Hal. 1 - 9 September 2022 https://ojs. id/index. php/sipakaraya Gambar 7. Pemberian reward bagi peserta didik Di akhir setiap pertemuan rumah pintar Mahasiswa KKN-PPL Terpadu Angkatan XXi UNM mengadakan kuis untuk membangkitkan semangat dan minat belajar siswa. Setiap pemberian kuis mahasiswa juga memberikan reward kepada siswa berupa alat tulis dan kebutuhan sekolah. Keberhasilan belajar merupakan prestasi siswa yang dicapai dalam proses belajar mengajar. Untuk mengetahui keberhasilan belajar tersebut terdapat beberapa indikator yang dapat dijadikan petunjuk bahwa proses belajar mengajar tersebut dianggap berhasil atau tidak. Pada kegiatan rumah pintar keberhasilan siswa dilihat di akhir pelaksanaan program tersebut melalui kegiatan evaluasi pada setiap pertemuan yang dilaksanakan sebanyak 8 kali pertemuan. Pada akhir pertemuan tersebut, banyak siswa yang memiliki antusias yang tinggi untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. Peranan rumah pintar juga bukan hanya mengembangkan minat belajar tapi juga dapat dirasakan oleh masyarakat seperti yang dilakukan oleh Misliani . yang memberdayakan masyarakat untuk memperoleh wawasan pengetahuan, keterampilan, pengembangan bakat serta kegiatan membudayakan literasi. KESIMPULAN Kegiatan belajar merupakan kegiatan paling pokok, ini berarti berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan pembelajaran banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh siswa. Kondisi sekolah yang berada pada ujung Lingkungan Copala yang dikelilingi oleh tanaman kelapa dan memiliki lahan yang cukup luas. Siswa di SDN No. 38 Inpres Kota memiliki keterbatasan waktu belajar di masa Pandemi Covid-19 dan juga kurangnya minat belajar siswa di sekolah tersebut. Berdasarkan situasi tersebut maka perlu diadakan belajar tambahan di luar jam pelajaran di sekolah. Mahasiswa KKN-PPL Terpadu Angkatan XXi UNM melakukan program kerja berupa Rumah Pintar atau belajar tambahan di luar jam pelajaran sekolah guna mengatasi permasalahan tersebut. Pada kegiatan rumah pintar keberhasilan siswa dilihat di akhir pelaksanaan program tersebut dimana diadakan evaluasi berdasarkan setiap pertemuan yang dilaksanakan sebanyak 8 kali pertemuan. Pada akhir pertemuan tersebut, banyak siswa yang memiliki antusias yang tinggi untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. Berdasarkan hal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan rumah pintar mempengaruhi minat belajar dan menambah kemampuan berpikir siswa. Pembelajaran pada masa pandemi hendaknya memuat pembelajaran yang menarik meskipun pembelajaran di sekolah yang dibatasi jam belajar yang singkat. Partisipasi aktif guru serta warga lingkungan sekolah sangat berperan besar terhadap keberhasilan proses belajar mengajar (PBM) di sekolah. SIPAKARAYA Vol. No. Hal. 1 - 9 September 2022 https://ojs. id/index. php/sipakaraya DAFTAR PUSTAKA