JIMP Vol 5 . (September 2. hal: 127 Ae 138 e - ISSN 2775-9679 p - ISSN 2774-9525 e-jurnal : http://journal. id/index. php/JIMP/ PENGARUH DISIPLIN KERJA. LINGKUNGAN KERJA. DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA JAKARTA SELATAN Sharla Martiza1. Dian Riskarini2*. Dewi Kurniawati3 1,2,3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pancasila. Jakarta. Indonesia *Email Korespondensi: dianriskarini@univpancasila. Diterima 21 Juli 2025. Disetujui 30 September 2025 Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang pengaruh disiplin kerja, lingkungan kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Jakarta Selatan. Kategori penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan menggunakan metode deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang berupa daftar pernyataan yang disebar kepada 91 pegawai Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Jakarta Selatan yang menjadi sampel. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda dengan menggunakan aplikasi SPSS 25. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variabel disiplin kerja, lingkungan kerja, dan motivasi kerja secara simultan dan parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Jakarta Selatan. Kata kunci: Disiplin Kerja. Lingkungan Kerja. Motivasi Kerja. Kinerja Pegawai Abstract The purpose of this study is to examine the impact of work discipline, work environment, and work motivation on employee performance at the Secretariat of the Directorate General of Estates. Ministry of Agriculture of the Republic of Indonesia. South Jakarta. This research is classified as quantitative research and uses a descriptive Data were collected using a questionnaire consisting of a list of statements distributed to 91 employees of the Secretariat of the Directorate General of Estates. Ministry of Agriculture of the Republic of Indonesia. South Jakarta, who served as the sample. The data analysis technique used is Multiple Linear Regression Analysis with SPSS 25 software. The results of the study indicate that work discipline, work environment, and work motivation, both simultaneously and partially, have a positive and significant effect on the employee performance of the Secretariat of the Directorate General of Estates. Ministry of Agriculture of the Republic of Indonesia. South Jakarta. Keywords: Work Discipline. Work Environment. Work Motivation. Employee Performance JIMP Vol 5 . (September 2. : 127 - 138 PENDAHULUAN Para pegawai merupakan aset bagi institusi dan perlu dijaga dengan baik, karena mereka berperan sebagai penggerak utama dalam seluruh kegiatan institusi. Mereka bukan hanya sumber daya, melainkan sudah dianggap sebagai aset berharga bagi institusi. Oleh sebab itu, pengelolaan yang baik terhadap pegawai sangat diperlukan agar mereka dapat memberikan dampak positif bagi organisasi. Institusi sangat bergantung pada pegawai untuk bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing, namun terkadang pegawai dapat melalaikan pekerjaannya karena berbagai kendala internal maupun eksternal. Kendala yang sering menghadang institusi adalah buruknya kinerja yang dialami institusi karena berbagai kondisi dan perilaku pegawai. Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia merupakan unit kerja Eselon II dalam lingkup Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang telah ditetapkan pada Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2022 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian. Berdasarkan hasil observasi awal penelitian ditemukan permasalahan yang teridentifikasi adalah kinerja pegawai yang dinilai belum optimal. Pegawai cenderung kurang mematuhi peraturan yang telah ditetapkan, salah satunya mengenai kehadiran. Berikut ini data keterlambatan pegawai di lingkungan Tabel 1. Data Keterlambatan Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Tahun 2023 Bulan 1 Januari 2 Februari 3 Maret 4 April 5 Mei 6 Juni 7 Juli 8 Agustus 9 September 10 Oktober 11 November 12 Desember Total Keterlambatan Tahun 2023 Jumlah Keterlambatan Per Bulan (Ja. Persentase Keterlambatan Per Bulan (%) 72,83 32,35 34,17 98,32 31,37 42,91 32,35 46,52 36,47 27,27 19,25 38,39 Jumlah Keterlambatan Per Bulan (Meni. Sumber: Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Masih banyak pegawai yang terlambat dan akibat keterlambatan tersebut maka adanya sanksi pemotongan tunjangan kinerja dalam aspek kehadiran. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2019 tentang Tata Cara Pemberian Tunjangan Kinerja bagi Pegawai Sharla dkk. Pengaruh Disiplin Kerja. Lingkungan Kerja. Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Lingkungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia adalah jika pegawai mengalami keterlambatan masuk kerja antara satu hingga sembilan puluh menit maka sanksi pengurangan tunjangan kinerja dalam aspek kehadiran yang diterima adalah sebesar 0,02% setiap menitnya. Sedangkan, jika pegawai mengalami keterlambatan masuk kerja lebih dari sembilan puluh menit atau tidak tidak melakukan pengisian daftar hadir elektronik maka akan dikenakan pengurangan tunjangan kinerja dalam aspek kehadiran yang diterima adalah sebesar 2%. Selain disiplin kerja, dalam observasi awal penelitian ditemukan permasalahan terkait lingkungan kerja yaitu tata letak ruang kantor terlalu sempit untuk beraktivitas karena terlalu banyak barang. Sementara menyangkut motivasi kerja, pegawai merasa terlalu banyak tugas atau beban kerja yang Pegawai merasa kesulitan dalam menentukan prioritas tugas yang harus diselesaikan terlebih dahulu, hingga akhirnya motivasi pegawai menurun karena tidak adanya motivasi internal maupun eksternal untuk menyelesaikan tugas dengan cepat. KAJIAN TEORI Disiplin Kerja Menurut Sianipar & Tampubolon . disiplin kerja merujuk pada kemampuan individu untuk bekerja dengan teratur, tekun, dan berkelanjutan, serta mematuhi peraturan yang ada tanpa melanggar ketentuan yang telah ditetapkan. Sedangkan menurut Afandi . menambahkan bahwa disiplin kerja merupakan peraturan yang ditetapkan oleh manajemen organisasi, disetujui oleh dewan direksi, dan disampaikan kepada pihak-pihak terkait agar anggota organisasi dengan sukarela mengikuti peraturan itu, sehingga muncul perilaku yang menunjukkan ketaatan dan keteraturan. Indikator variabel Disiplin Kerja pada penelitian ini menurut Afandi . bersumber dari ketaatan kerja dan tanggung jawab kerja pegawai. Lingkungan Kerja Menurut Joni & Hikmah . lingkungan kerja adalah aspek yang sangat krusial dalam aktivitas kerja pegawai. Sedangkan menurut Prasetyo et al. , . lingkungan kerja diartikan sebagai semua perangkat, metode, bahan, dan pengaturan yang dihadapi oleh individu atau kelompok dalam menjalankan tugasnya. Indikator variabel Lingkungan Kerja pada penelitian ini menurut Enny . bersumber dari Lingkungan kerja fisik dan Lingkungan kerja non fisik. Motivasi Kerja Menurut Ferdinatus . mengungkapkan bahwa dorongan motivasi kerja harus dibangun melalui karakter atau kepribadian yang positif, karena motivasi yang dipicu oleh prinsip atau alasan yang keliru dapat merugikan baik individu maupun organisasi. Sedangkan menurut Hasibuan . berpendapat bahwa motivasi kerja muncul dari kebutuhan pribadi dan dorongan individu yang diarahkan untuk mencapai kepuasan, sehingga motivasi sering dianggap sebagai faktor yang mendorong perilaku Indikator variabel Motivasi Kerja pada penelitian ini menurut Prayogo Kusumaryoko . JIMP Vol 5 . (September 2. : 127 - 138 bersumber dari Kebutuhan Eksistensi (Existenc. Kebutuhan Keterhubungan (Relatednes. dan Kebutuhan Pertumbuhan (Growt. Kinerja Menurut Afandi . , kinerja adalah upaya individu atau kelompok dalam menjalankan atau meningkatkan aktivitas sesuai dengan tanggung jawab mereka, serta meraih hasil yang diinginkan. Sedangkan Nurjaya . mendefinisikan kinerja sebagai tingkat keberhasilan dalam mencapai hasil dari pelaksanaan pekerjaan tertentu. Indikator variabel Kinerja pada penelitian ini menurut Afandi . bersumber dari Hasil Kerja. Perilaku Kerja, dan Sifat Pribadi. METODE Peneliti menggunakan metode kuantitatif deskriptif karena pendekatan ini memungkinkan untuk menggambarkan dan menganalisis data secara objektif dan sistematis. Data dapat dikumpulkan dari dua sumber yang terbagi, yakni data primer dan data sekunder. Analisis terhadap item pernyataan dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi SPSS 25. Populasi dalam studi ini meliputi 118 pegawai di Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Jakarta Selatan, yang berasal dari berbagai jabatan atau Sampel dalam studi ini berjumlah 91 orang. Sehubungan dengan itu, studi ini menerapkan rumus Slovin untuk penentuan sampel. ya= yas ya yas. ya ya= yayayn ya yayayn. a, yay. ya ya = yya, yaya dibulatkan menjadi 91 Keterangan: n = Kuantitas sampel N = Total keseluruhan populasi e = Batas margin kesalahan . aksimal 5%) HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Normalitas Tabel 1. Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive ,0000000 3,14531529 ,082 ,052 Sharla dkk. Pengaruh Disiplin Kerja. Lingkungan Kerja. Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Negative -,082 ,082 ,165c Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Sumber: Data diolah peneliti tahun 2024 Mengacu pada tabel 1, data residual dalam studi ini menunjukkan distribusi yang normal. Hal ini dibuktikan dengan nilai Asymp. Sig. -taile. adalah 0,165, memiliki nilai lebih besar daripada 0,05. Oleh karena itu, dapat diindikasikan data ini terdistribusi secara normal. Gambar 1. Grafik Normal P-P Plot Sumber: Data diolah peneliti, 2024 Merujuk pada gambar 1, diperhatikan titik-titik tersebar dekat dengan garis diagonal . idak menjauh dariny. , yang mengindikasikan pola distribusi normal pada variabel terikat. Hasil Uji Multikolinearitas Tabel 2. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model (Constan. DISIPLIN KERJA LINGKUNGAN KERJA MOTIVASI KERJA Dependent Variable: KINERJA PEGAWAI Collinearity Statistics Tolerance VIF Sumber: Data diolah peneliti, 2024 ,532 ,981 ,524 1,881 1,019 1,908 JIMP Vol 5 . (September 2. : 127 - 138 Nilai Tolerance lebih besar daripada 0,1 dan nilai VIF lebih kecil daripada 10 ditemukan pada ketiga variabel bebas. , yang berarti data tersebut tidak terpengaruh oleh masalah multikolinearitas. Variabel Disiplin Kerja (X. tercatat dengan nilai Tolerance 0,532 dan VIF 1,881. Variabel Lingkungan Kerja (X. tercatat dengan nilai Tolerance 0,981 dan VIF 1,019. Sementara itu. Variabel Motivasi Kerja (X. tercatat dengan nilai Tolerance 0,524 dan VIF 1,908. Hasil Uji Heterokedastisitas Gambar 2. Grafik Scatterplot Sumber: Data diolah peneliti, 2024 Mengacu pada gambar 2, tidak terdeteksi adanya heteroskedastisitas karena titik-titik tersebar secara sembarangan tanpa pola yang teratur, baik di atas maupun di bawah nol pada sumbu Y. Oleh karena itu, dapat diindikasikan bahwa model regresi ini memenuhi asumsi adanya kesamaan varians . Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 3. Hasil Uji Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constan. 9,725 DISIPLIN KERJA ,575 LINGKUNGAN KERJA ,176 MOTIVASI KERJA ,268 Dependent Variable: KINERJA PEGAWAI Standardized Coefficients Std. Error 4,053 ,119 ,087 ,131 Beta ,514 ,160 ,220 Sumber: Data diolah peneliti, 2024 Mengacu pada hasil yang tercantum pada tabel 3, persamaan regresi linier berganda yang berhasil Y = 9,725 0,575X1 0,176X2 0,268X3 e Sharla dkk. Pengaruh Disiplin Kerja. Lingkungan Kerja. Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Berdasarkan persamaan regresi linier berganda yang didapatkan, kesimpulan yang dapat ditarik: Konstanta mengindikasikan jika nilai disiplin kerja (X. , lingkungan kerja (X. , dan motivasi kerja (X. adalah 0, kinerja pegawai (Y) maka akan bernilai 9,725. Koefisien regresi untuk disiplin kerja (X. sebesar 0,575 menunjukkan setiap kali peningkatan satu satuan pada disiplin kerja (X. memberikan kontribusi pada peningkatan kinerja pegawai (Y) sebesar 0,575. Dengan asumsi variabel Lingkungan Kerja (X. dan Motivasi Kerja (X. dianggap Koefisien regresi untuk lingkungan kerja (X. sebesar 0,176 menunjukkan setiap kali peningkatan satu satuan pada lingkungan kerja (X. memberikan kontribusi pada peningkatan kinerja pegawai (Y) sebesar 0,176. Dengan asumsi variabel Disiplin Kerja (X. dan Motivasi Kerja (X. dianggap Koefisien regresi untuk motivasi kerja (X. sebesar 0,268 menunjukkan setiap kali peningkatan satu satuan pada motivasi kerja (X. memberikan kontribusi pada peningkatan kinerja pegawai (Y) sebesar 0,268. Dengan asumsi variabel Disiplin Kerja (X. dan Lingkungan Kerja (X. dianggap Hasil Uji Analisis Koefisien Determinasi (RA) Tabel 4. Hasil Uji Koefisien Determinasi (RA) Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate ,688 ,474 ,456 3,199 Predictors: (Constan. MOTIVASI KERJA. LINGKUNGAN KERJA. DISIPLIN KERJA Dependent Variable: KINERJA PEGAWAI Sumber: Data diolah peneliti, 2024 Mengacu informasi pada tabel 4, koefisien determinasi atau Adjusted R Square (RA) untuk variabel bebas tercatat sebesar 0,456 atau 45,6%. Menunjukkan variabel-variabel bebas berkontribusi bersama terhadap kinerja pegawai sebanyak 45,6%. Sementara itu, elemen-elemen lain yang tidak tercakup dalam penelitian ini mempengaruhi sisanya sebanyak 54,4%. Hasil Uji t (Uji Parsia. Tabel 5. Hasil Uji t (Uji Parsia. Coefficientsa Model (Constan. DISIPLIN KERJA LINGKUNGAN KERJA MOTIVASI KERJA Dependent Variable: KINERJA PEGAWAI Sumber: Data diolah peneliti tahun 2024 2,399 4,815 2,034 2,045 Sig. ,019 ,000 ,045 ,044 JIMP Vol 5 . (September 2. : 127 - 138 Di bawah ini adalah interpretasi hasil dari uji t pada tabel 5: Pengaruh Variabel Disiplin Kerja (X. Tabel 5 mengungkapkan bahwa t hitung . melebihi t tabel . ,98. , dan nilai signifikansi . lebih rendah daripada . Oleh karena itu. Ha terbukti benar dan H0 tidak dapat dipertahankan, yang menegaskan disiplin kerja menghasilkan dampak positif dan signifikan untuk kinerja pegawai. Pengaruh Variabel Lingkungan Kerja (X. Tabel 5 mengungkapkan bahwa t hitung . melebihi t tabel . ,98. , dan nilai signifikansi . lebih rendah daripada . Oleh karena itu. Ha terbukti benar dan H0 tidak dapat dipertahankan, yang menegaskan lingkungan kerja menghasilkan dampak positif dan signifikan untuk kinerja pegawai. Pengaruh Variabel Motivasi Kerja (X. Tabel 5 mengungkapkan bahwa t hitung . melebihi t tabel . ,98. , dan nilai signifikansi . lebih rendah daripada . Oleh karena itu. Ha terbukti benar dan H0 tidak dapat dipertahankan, yang menegaskan motivasi kerja menghasilkan dampak positif dan signifikan untuk kinerja pegawai. Hasil Uji F (Uji Simulta. Tabel 6. Hasil Uji F (Uji Simulta. ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression 802,355 267,452 26,133 ,000b Residual 890,371 10,234 Total 1692,725 Dependent Variable: KINERJA PEGAWAI Predictors: (Constan. MOTIVASI KERJA. LINGKUNGAN KERJA. DISIPLIN KERJA Sumber: Data diolah peneliti tahun 2024 Mengacu dalam tabel 6, nilai signifikansi sebanyak 0,000 yang lebih kecil daripada 0,05, dengan derajat kebebasan . = F . = F . = F . = 2,71. Hasil F hitung yang diperoleh adalah 28,133, yang lebih besar daripada F tabel yaitu 2,71, serta nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil daripada 0,05. Oleh karena itu. Ha terbukti benar dan H0 tidak dapat dipertahankan. Penelitian ini mengungkapkan Disiplin Kerja (X. Lingkungan Kerja (X. , dan Motivasi Kerja (X. , bersama-sama memberikan dampak yang signifikan pada Kinerja Pegawai (Y). Pembahasan Pengaruh Disiplin Kerja (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) Tingkat t hitung Disiplin Kerja (X. tercatat 4,815, sedangkan nilai t tabel berada pada angka 1,98698 dan nilai signifikansi 0,00 yang lebih kecil daripada 0,05. Perbandingan ini menunjukkan bahwa t hitung melebihi t tabel . ,815 > 1,98. dan nilai signifikansi kurang daripada 0,05 . ,00 Sharla dkk. Pengaruh Disiplin Kerja. Lingkungan Kerja. Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai < 0,. Oleh karena itu. Ha terbukti benar dan H0 tidak dapat dipertahankan. Temuan ini memperkuat eksistensi hubungan yang berdampak positif signifikan antara disiplin kerja dan kinerja pegawai. Maka dari itu, peningkatan disiplin kerja akan berbanding lurus dengan peningkatan yang ditunjukkan oleh pegawai di Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Hasil ini konsisten dengan temuan yang ditemukan oleh Nasiroh & Nariah . Rahmat et al. Rizki & Nurhayaty . , dan Nabila et . Pengaruh Lingkungan Kerja (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) Tingkat t hitung Lingkungan Kerja (X. tercatat 2,034, sedangkan nilai t tabel berada pada angka 1,98698 dan nilai signifikansi 0,045 yang lebih kecil daripada 0,05. Perbandingan ini menunjukkan bahwa t hitung melebihi t tabel . ,034 > 1,98. dan nilai signifikansi kurang daripada 0,05 . ,045 < 0,. Oleh karena itu. Ha terbukti benar dan H0 tidak dapat dipertahankan. Temuan ini memperkuat eksistensi hubungan yang berdampak positif signifikan antara lingkungan kerja dan kinerja pegawai. Maka dari itu, peningkatan lingkungan kerja akan berbanding lurus dengan peningkatan yang ditunjukkan oleh pegawai di Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Hasil ini konsisten dengan temuan yang ditemukan oleh Darmawan . Rizki & Nurhayaty . , dan Ratnawati & Lestari . Pengaruh Motivasi Kerja (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) Tingkat t hitung Motivasi Kerja (X. tercatat 2,045, sedangkan nilai t tabel berada pada angka 1,98698 dan nilai signifikansi 0,044 yang lebih kecil daripada 0,05. Perbandingan ini menunjukkan bahwa t hitung melebihi t tabel . ,045 > 1,98. dan nilai signifikansi kurang daripada 0,05 . ,044 < 0,. Oleh karena itu. Ha terbukti benar dan H0 tidak dapat dipertahankan. Temuan ini memperkuat eksistensi hubungan yang berdampak positif signifikan antara motivasi kerja dan kinerja pegawai. Maka dari itu, peningkatan motivasi kerja akan berbanding lurus dengan peningkatan yang ditunjukkan oleh pegawai di Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Hasil ini konsisten dengan temuan yang ditemukan oleh Herlianto & Rahayu . Andriansyah & Suhartono . Rizki et al. , dan Nabila et al. Pengaruh Disiplin Kerja (X. Lingkungan Kerja (X. , dan Motivasi Kerja (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) Dari uji F simultan, nilai F hitung tercatat 28,133, yang lebih besar daripada nilai F tabel 2,71, dan nilai signifikansi 0,00 yang lebih kecil daripada 0,05, yang mengarah pada diterimanya Ha dan penolakan H0. Secara keseluruhan, ketiga variabel bebas yakni Disiplin Kerja. Lingkungan Kerja, dan Motivasi Kerja mempunyai dampak signifikan untuk kinerja pegawai. Peningkatan pada ketiga JIMP Vol 5 . (September 2. : 127 - 138 variabel bebas akan meningkatkan kinerja pegawai di Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Koefisien determinasi (Adjusted R Square atau RA) bernilai 0,456 atau 45,6% mengindikasikan bahwa partisipasi ketiga variabel bebas pada kinerja pegawai mencapai 45,6%. Sisanya 54,4% dari kinerja pegawai dipengaruhi oleh elemen-elemen lain yang tidak tercakup dalam kajian penelitian. Hasil ini diiringi oleh penemuan yang diperoleh Agustin & Wijayanti . Siregar et al. dan Berliana et al. SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Melalui kajian dan analisis yang telah dijalankan, peneliti berkesempatan menyimpulkan beberapa Disiplin kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Jakarta Selatan. Lingkungan kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Jakarta Selatan. Motivasi kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Jakarta Selatan. Disiplin kerja, lingkungan kerja, dan motivasi kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Jakarta Selatan. Saran Beberapa saran yang diusulkan peneliti pada penelitian ini: Bagi Institusi Institusi sebaiknya memperkuat pengawasan, menerapkan sistem penghargaan dan punishment, merancang ulang tata letak ruangan, mendengarkan masukan dari pegawai, peninjauan ulang terhadap regulasi mengenai komponen kompensasi, menyediakan pelatihan lebih lanjut, serta menyediakan pelatihan manajemen waktu dan tools yang efisien. Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitian ini hanya fokus pada variabel disiplin kerja, lingkungan kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. Oleh karena itu, peneliti selanjutnya dapat memperluas penelitian ini dengan menggunakan variabel lain atau menambahkan variabel dan objek Sharla dkk. Pengaruh Disiplin Kerja. Lingkungan Kerja. Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai lain, seperti pelatihan, pengembangan karir, dan beban kerja. Variabel-variabel tersebut disarankan agar memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kinerja pegawai. DAFTAR PUSTAKA