JEKPEND Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Volume 9 Nomor 2 Bulan Juli Tahun Hal. p-ISSN: 2614-2139. e-IS SN: 2614-1973. Maiyanna. Yuhendri L. Pengaruh Pendapatan. Perilaku Keuangan danA| 40 Homepage:http://ojs. id/JEKPEND Pengaruh Pendapatan. Perilaku Keuangan dan Dukungan Sosial Terhadap Kesejahteraan Keluarga (Studi Pada Ibu Tunggal di Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Bara. Maiyanna1. Yuhendri L V 2* Program Studi Pendidikan Ekonomi. Universitas Negeri Padang Email: Maiyanna061102@gmail. YuhendriLV@fe. Corresponding Author Publish: 20 Juli 2026 Abstrack. This study's objective is to analyze how income, financial behavior, and social support influence the welfare of families led by single mothers in Gunung Tuleh District. West Pasaman Regency. This study uses a quantitative approach with a causative research Research data collection was carried out through a survey method with the help of a questionnaire and sampling using a simple random sampling technique. Multiple linear regression with SPSS 20 is the method opted for for this data analysis. The results of the study indicate that income, financial behavior, and social support have a significant positive influence on family welfare, both simultaneously and partially. These findings indicate that families can prosper by increasing the amount of income, improving financial behavior and optimizing social support from family, friends, neighbors, or the community. Keywords: Income. Financial Behavior. Social Support. Family Well-being. Single Mothers Abstrak. Tujuan dari studi ini ialah untuk menganalisis bagaimana pengaruh pendapatan, perilaku keuangan dan dukungan sosial terhadap kesejahteraan keluarga yang dipimpin oleh ibu tunggal di Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat. Pendekatan kuantitatif diterapkan dalam studi ini yang berjenis penelitian kausatif. Data penelitian terkumpul melalui metode survei dengan bantuan kuisioner dan pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling. Data studi dianalisis melalui regresi linear berganda dengan alat analisis berbantuan SPSS 20. Hasil penelitian menyatakan pendapatan, perilaku keuangan, dan dukungan sosial mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap kesejahteraan keluarga, baik secara simultan maupun parsial. Temuan ini menunjukkan bahwa keluarga dapat sejahtera dengan meningkatkan jumlah pendapatan, memperbaiki perilaku keuangan dan mengoptimalkan dukungan sosial baik dari keluarga, teman, tetangga ataupun komunitas. Kata Kunci: Pendapatan. Perilaku Keuangan. Dukungan Sosial. Kesejahteraan Keluarga. Ibu Tunggal PENDAHULUAN Keluarga merupakan tempat pertama bertumbuh dan berkembangnya seseorang. Keluarga terdiri dari ayah, ibu, anak atau lebih dalam suatu ikatan perkawinan, memiliki hubungan darah atau adopsi yang didalamnya terdapat rasa kasih sayang, cinta, pengakuan, kesungguhan, ketulusan, percaya satu sama lain serta tanggung jawab, sehingga individu bisa berkembang dengan baik secara fisik, mental, emosional maupun hubungan sosialnya (Awaru. Keluarga dengan struktur yang lengkap DOI:10. 26858/jekpend. yah, ibu, dan ana. , harmonis dan dipenuhi kebahagiaan merupakan harapan setiap orang. Namun, kenyataannya tidak semua orang mampu mempertahankan keutuhan dan keharmonisan keluarganya, baik karena konflik rumah tangga ataupun kematian pasangan hidup. Hal ini menjadi penyebab munculnya fenomena orang tua tunggal atau memiliki satu orang tua yaitu ayah dan anak, ibu dan anak (Suhartini & Malik, 2. Ketidakutuhan sebuah keluarga mendorong terjadinya perubahan peran dan tanggung jawab dalam keluarga, dimana ayah atau ibu berperan Maiyanna. Yuhendri L. Pengaruh Pendapatan. Perilaku Keuangan danA| 41 ganda sebagai pencari nafkah sekaligus mengasuh Namun, menjalani peran sebagai ibu tunggal lebih berat dibandingkan menjadi ayah tunggal (Resta, 2. Perbedaan gender antara laki-laki dan perempuan mengakibatkan ketimpangan dan ketidakadilan yang terjadi terutama perihal Pertama, perempuan sering dianggap lemah daripada laki-laki, sehingga laki-laki lebih Kedua, perempuan mengalami masa haid, hamil, melahirkan, menyusui, sehingga menyebabkan produktivitas berkurang. Ketiga, adanya budaya yang menganggap perempuan sebelah mata atau perempuan bekerja menyalahi kodratnya, dan terakhir, menyeimbangkan peran bekerja dan mengurus keluarga (Suryadi, 2. Keluarga yang dipimpin oleh ibu tunggal mengalami kondisi kesejahteraan yang lebih rendah (Yulfa et al. , 2. Hal ini dapat dilihat bagaimana ibu tunggal menghadapi berbagai tantangan dalam memenuhi kebutuhan keluarga tanpa kehadiran pasangan. Sedangkan, keluarga yang sejahtera ditandai dengan rasa aman dan tentram lahir batin yang memungkinkan keluarga mampu mencukupi kebutuhan secara fisik, batin dan sosial (Saragih & Damanik, 2. Studi pendahuluan yang dilakukan pada keluarga yang dipimpin oleh ibu tunggal di Kecamatan Gunung Tuleh menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga masih kesulitan dalam mencukupi kebutuhan keluarga terutama pada saat harga-harga mengalami kenaikan. Kajian ini ditunjang oleh temuan penelitian Susanti & Hayat . yang menjelaskan bahwa keluarga yang dipimpin oleh perempuan single parent di Desa Kadugadung belum masuk kategori sejahtera, karena belum sepenuhnya mampu mencukupi kebutuhan keluarga. Dalam konteks ibu tunggal, kesejahteraan keluarga mencakup kesejahteraan secara subjektif dan objektif sesuai dengan apa yang dirasakan atau sesuai dengan kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama menjadi ibu tunggal. Kesejahteraan subjektif diukur melalui kepuasan hidup suatu keluarga secara materi maupun non-materi dan kesejahteraan objektif diukur berdasarkan kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan dan nonpangan (Rosiana et al. , 2. Salah satu faktor yang berdampak pada kesejahteraan keluarga ialah pendapatan (Nugroho & Wulandhari, 2. Pendapatan merupakan total penghasilan yang diterima seseorang atau keluarga dari berbagai sumber seperti gaji atau upah, investasi, transfer pemerintah dan pendapatan lainnya pada periode DOI:10. 26858/jekpend. tertentu (Kadir et al. , 2. Besarnya pendapatan yang diterima dapat mempengaruhi kesejahteraan suatu keluarga, karena pendapatan memiliki dampak terhadap pemenuhan kebutuhan setiap anggota keluarga. Semakin besarnya pendapatan yang diterima, maka semakin besar kemampuan suatu keluarga dalam memenuhi kebutuhan anggota keluarganya (Ramlawati & Hilmi. Selain pendapatan, perilaku keuangan juga mempengaruhi kesejahteraan keluarga (Sabri et , 2. Perilaku keuangan yaitu perilaku seseorang yang berkaitan dengan pengambilan keputusan keuangan dalam kehidupan sehari-hari (Helpita et al. , 2. Perilaku keuangan yang baik mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga terutama dalam aspek finansial, sedangkan perilaku keuangan yang kurang baik dapat menurunkan kesejahteraan keluarga (Sabri et al. , 2. Perilaku keuangan memiliki indikator berupa perencanaan, penganggaran, pengelolaan dan juga penyimpanan keuangan (Safryani et al. , 2. Selain itu, dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikan kesejahteraan keluarga (Yulfa et al. , 2. Bantuan yang diperoleh dari lingkungan sekitar dari keluarga, teman, tetangga dan komunitas yang dapat meringankan beban dan membantu individu untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga disebut dukungan sosial (Rosiana et al. , 2. Cakupan dukungan tersebut berupa dukungan emosional, instrumental beserta informasional (Eriksson, 2. Seseorang yang menerima dukungan sosial dapat memudahkan adaptasi dengan lingkungannya, karena merasa tidak selalu sendirian dalam menghadapi berbagai persoalan (Maimunah, 2. Semakin besarnya jumlah dukungan sosial yang diterima menyebebakan seseorang lebih bahagia, puas dengan kehidupannya dan mampu dalam mengendalikan emosinya (Arfianto et al. , 2. Tujuan studi ini guna menganalisis pengaruh pendapatan, perilaku keuangan, beserta dukungan sosial terhadap kesejahteraan keluarga yang dipimpin oleh ibu tunggal yang berdomisili di Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian penting dilakukan karena masih sedikitnya penelitian yang mengkaji topik ini dengan subjek ibu tunggal, dan belum ada yang meneliti menggunakan kombinasi variabel dan lokasi yang sama. Penelitian ini diharapkan dapat mengisi kekosongan penelitian sebelumnya dan memberikan manfaat bagi segala pihak yang membutuhkan informasi. Secara teoritis, kajian ini diharapkan dapat menjadi sumber referensi Maiyanna. Yuhendri L. Pengaruh Pendapatan. Perilaku Keuangan danA| 42 bagi peneliti selanjutnya dengan topik kajian yang sama. Sedangkan secara praktis, kajian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi ibu tunggal terkait pentingnya untuk meningkatkan pendapatan, pengelolaan keuangan dan hubungan sosial yang baik untuk memperoleh keluarga yang sejahtera. Selain itu, dapat menjadi dasar pertimbangan bagi pemerintah Kecamatan Gunung Tuleh untuk merumuskan program atau kebijakan guna meningkatkan kesejahteraan keluarga yang dipimpin oleh ibu tunggal. METODE PENELITIAN Pendekatan kuantitatif diterapkan dalam studi ini melalui teknik survei. Pendekatan kuantitatif yaitu suatu metode guna mengkaji suatu populasi atau sampel tertentu dengan instrumen berupa kuisioner sebagai alat pengumpulan data yang berikutnya dianalisis secara statistik untuk menjawab dugaan sementara yang sudah ditetapkan sebelumnya (Sugiyono, 2. Ruang lingkup penelitian mencakup bagaimana pengaruh pendapatan, perilaku keuangan dan dukungan sosial terhadap kesejahteraan keluarga yang dipimpin oleh ibu tunggal di Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat. Seluruh ibu tunggal yang berdomisili di Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat ialah populasi penelitian ini sejumlah 1. ibu tunggal. Sampel penelitian sebanyak 92 ibu tunggal yang dihitung menggunakan rumus Yamane dengan margin of error 10%. Sampel diambil melalui teknik simple random sampling dimana semua anggota populasi memiliki kesempatan yang sama. Instrumen penelitian untuk pengumpulan data berupa kuisioner dengan skala yang berbeda. Variabel pendapatan menggunakan skala rasio dan variabel perilaku keuangan, dukungan sosial serta kesejahteraan keluarga diukur dengan skala likert 1-5 dengan jawaban SL. SR. KD. JR, dan TP. Sebelum melakukan penelitian, dilakukan uji coba instrumen berupa uji validitas instrumen dan reliabilitas guna menjamin bahwa variabel penelitian bisa diukur secara akurat sekaligus konsisten oleh tiap item pernyataan yang dipergunakan (Soesana et al. , 2. Data penelitian dianalisis melalui regresi linear berganda disertai bantuan program SPSS. Analisis tersebut ialah analisis guna mengetahui apakah variabel terikat diberi pengaruh atau berkorelasi dengan variabel bebas (Indartini & Mutmainah, 2024:. Analisis data penelitian dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh pendapatan (X. , perilaku keuangan (X. dan DOI:10. 26858/jekpend. dukungan sosial (X. terhadap kesejahteraan keluarga (Y). Pendapatan mencakup pendapatan rata-rata setiap bulan, pendapatan tambahan berupa bonus atau upah dan pendapatan lain-lain berupa hibah atau bantuan orang lain (Saragih & Damanik, 2. Perilaku keuangan dapat diukur melalui indikator berupa perencanaan keuangan, penganggaran, pengelolaan dan penyimpanan (Safryani et al. , 2. Dukungan sosial mencakup dukungan emosional, instrumental dan informasional (Eriksson, 2. Kesejahteraan keluarga diukur secara subjektif berupa materi dan non-materi serta secara objektif berupa pangan dan non-pangan (Rosiana et al. , 2. Analisis regresi linear berganda dilakukan setelah terpenuhinya uji asumsi klasik yakni mencakup uji normalitas, uji heteroskedastisitas beserta multikolinearitas (Soesana et al. , 2. Setelah uji ini terpenuhi, maka dilakukan uji hipotesis F dan uji t untuk mengetahui besarnya pendapatan, perilaku keuangan dan dukungan sosial terhadap kesejahteraan keluarga secara simultan dan parsial. Selain itu, dilakukan uji koefisien determinasi . cI 2 ) menunjukkan sejauh mana variabel pendapatan, perilaku keuangan dan dukungan sosial menjelaskan variabel kesejahteraan keluarga. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Data penelitian yang diperoleh dilapangan menunjukkan bahwa responden mayoritas berada pada rentang usia 41-50 tahun . ,69%), selanjutnya usia 31-40 tahun . ,83%), 51-60 tahun . ,56%), 61-70 tahun . ,04%), dan rentang usia paling sedikit yaitu 21-30 tahun . ,87%). Berdasarkan tingkat pendidikan, responden paling banyak menempuh pendidikan hingga tingkat SMA/SMK . ,57%). SMP . %). SD . ,74%) dan paling sedikit pada tinggat diploma/sarjana . ,68%). Selain itu, berdasarkan jenis pekerjaan, responden rata-rata berprofesi sebagai petani . ,73%), diikuti wiraswasta . ,91%). PNS . ,17%) dan lainnya . ,2%). Sedangkan, jumlah tanggungan responden dominan dalam kategori tanggungan kecil yaitu 1-3 orang. keluarga yang memiliki jumlah tanggungan 1 orang . ,43%), 3 orang . ,17%), 2 orang . ,1%), 4 orang . ,04%) dan 5 orang . ,26%). Karakteristik responden ini memberikan gambaran umum terkait kepala keluarga ibu tunggal Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat. Maiyanna. Yuhendri L. Pengaruh Pendapatan. Perilaku Keuangan danA| 43 Uji Coba Instrumen . Uji Validitas Jumlah item pada instrumen penelitian ini mencakup 13 butir pernyataan varibel perilaku keuangan, 36 butir pernyataan varibel dukungan sosial, dan 12 butir pernyataan pada variabel kesejahteraan keluarga. Uji validitas pada seluruh pernyataan variabel dapat disajikan pada Tabel Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel Perilaku Keuangan Dukungan Sosial Kesejahteraan Keluarga Item r- hitung r-tabel 0,504-0,787 0,205 0,401-0,734 0,205 0,506-0,804 0,205 Tabel 3. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Sumber: Data Primer diolah, 2026 Berdasarkan uji yang dilakukan diperoleh nilai Asymp. Sig. 0,732 > 0,05, maknanya data tersebut berdistribusi secara normal . Uji Heteroskedastisitas Uji ini dilakukan melalui grafik scatterplot yang terlihat di Gambar 1: Gambar 1. Grafik Scatterplot Sumber: Data Primer diolah, 2026 Menurut hasil uji validitas diatas, didapat temuan bahwasanya seluruh item pernyataan pada variabel perilaku keuangan, dukungan sosial dan kesejahteraan keluarga dikatakan valid, karena nilai rtabel lebih kecil daripada rhitung, sehingga seluruh pernyataan pada instrumen dapat digunakan untuk penelitian. Uji Reliabilitas Hasil uji variabel perilaku keuangan, dukungan sosial dan kesejahteraan keluarga dapat disajikan pada Tabel berikut: Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Perilaku Keuangan Dukungan Sosial Kesejahteraan Keluarga Cronbach Alpha 0,881 0,930 Reliabilitas 0,874 Reliabel Reliabel Reliabel Sumber: Data Primer diolah, 2026 Tabel 2 memperlihatkan nilai cronbanch Alpha . variabel perilaku keuangan sebesar 0,881, dukungan sosial sebesar 0,930 dan variabel kesejahteraan keluarga sebesar 0,874. Hal ini menyatakan bahwa pernyataan angket pada variabel kesejahteraan keluarga, perilaku keuangan dan dukungan sosial dikatakan reliabel karena seluruh pernyataan dapat memenuhi kriteria koefisien keandalan reliabilitas > 0,70. Uji Asumsi Klasik . Uji Normalitas Uji ini diukur melalui uji KolmogorovSmirnov dengan hasil berikut: DOI:10. 26858/jekpend. Sumber: Data Primer diolah, 2026 Dari gambar 1 dapat dilihat bahwa grafik scatterplot tidak ada pola yang jelas dan sebaran data terdistribusi diatas beserta dibawah atau disekitar angka 0, maka dapat disimpulkan data tidak terdapat gejala heteroskedastisitas atau uji hetersokedastisitas dapat terpenuhi. Uji Multikolinearitas Gejala multikolinearitas dapat diidentifikasi dalam model regresi linear berganda melalui analisis variance inflasion factor (VIF) berikut: Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF Pendapatan 1 Perilaku Keuangan Dukungan Sosial Sumber: Data Primer diolah, 2026 Tabel 4 memperlihatkan nilai VIF pada variabel pendapatan yaitu 1,419 < 10 beserta nilai tolerance 0,705 > 0,10, varibel perilaku keuangan 1,615 < 10 sedangkan nilai tolerancenya 0,619 > 0,10, dan variabel dukungan sosial diperoleh nilai VIF 1,180 < 10 dengan nilai tolerancenya 0,847 Maiyanna. Yuhendri L. Pengaruh Pendapatan. Perilaku Keuangan danA| 44 > 0,10. maka dapat disimpulkan uji asumsi multikolinearitas sudah terpenuhi. Uji Hipotesis . Uji F Tujuannya guna menguji terdapat atau tidak pengaruh variabel pendapatan, perilaku keuangan dan dukungan sosial secara bersamaan terhadap varibel kesejahteraan keluarga . dengan temuan ujinya terlihat di Tabel 5: ANOVA Sig. Sumber: Data Primer diolah, 2026 Uji hipotesis f diatas diperoleh nilai F hitung sebesar 47, 349 dengan nilai sig. 0,000 < 0,05. Kesimpulannya, variabel pendapatan, perilaku keuangan, beserta dukungan sosial berpengaruh secara simultan tehadap varibel kesejahteraan . Uji t Uji hipotesis t dilakukan guna menguji variabel pendapatan, variabel perilaku keuangan dan dukungan sosial secara parsial terhadap variabel kesejahteraan keluarga yang terlihat di Tabel 6: Tabel 6. Hasil Uji t Coefficientsa Pendapatan Perilaku Keuangan Dukungan Sosial Model Summary Adjusted R Std. Error of Square Square the Estimate Regression Model Model Sumber: Data Primer diolah, 2026 Tabel 5. Hasil Uji F Model Uji Koefisien Determinasi . cI 2 ) Uji ini menggambarkan seberapa jauh variabel independen pendapatan, perilaku keuangan dan dukungan sosial dapat menjelaskan variabel kesejahteraan keluarga . yang dapat diidentifikasi di Tabel 7: Tabel 7. Hasil Uji Koefisien Determinasi Beta Sig. Sumber: Data Primer diolah, 2026 Pada tabel uji hipotesis t diatas, dapat nilai koefisien variabel pendapatan diperoleh sebesar 0, 567 dengan signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga bisa diberikan kesimpulan bahwa pendapatan mempunyai pengaruh signifikan secara positif terhadap kesejahteraan keluarga. Sedangkan nilai koefisien variabel perilaku keuangan sebesar 0, 213 disertai sig sebesar 0,013 < 0,05. Kesimpulannya, variabel perilaku keuangan mempunyai pengaruh signifikan positif terhadap kesejahteraan keluarga. Kemudian, variabel dukungan sosial memiliki nilai koefisien sebesar 0, 205 disertai sig sebesar 0,005 < 0,05, memperlihatkan variabel dukungan sosial mempunyai pengaruh positif dan juga signifikan pada kesejahteraan keluarga. DOI:10. 26858/jekpend. Nilai Adjuster R square yaitu sebesar 0,604, memiliki arti variabel bebas pendapatan, perilaku keuangan dan dukungan sosial dapat menjelaskan 60,4% pada variabel kesejahteraan keluarga dan 39,6% bisa iduraikan oleh varibel lainnya yang tidak dikaji dalam studi ini. Pembahasan Pengaruh Variabel Pendapatan Terhadap Kesejahteraan Keluarga Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan keluarga. Hal ini terbukti dari nilai koefisien sebesar 0,567 beserta nilai signifiknasi 0,000 < 0,05. Koefisien positif memiliki arti jika pendapatan bertambah atau meningkat, maka kesejahteraan keluarga Sebaliknya, jika pendapatan menurun, maka tingkat kesejahteraan keluarga juga menurun. Temuan ini sejalan dengan kajian Irawan et . dengan lokasi penelitian berada di wilayah Kelurahan Lagoa. Jakarta Utara dengan hasil penelitan yaitu pendapatan memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap kesejahteraan suatu keluarga. Penelitian ini juga ditunjang oleh kajian Saragih & Damanik . dengan fokus penelitian pada keluarga yang bekerja sebagai petani jagung di Desa Mariah Bandar Kabupaten Simalungun, dengan hasil kajian yaitu terdapatnya pengaruh signifikan positif dari pendapatan terhadap kesejahteraan Pengaruh Perilaku Keuangan terhadap Kesejahteraan Keluarga Hasil uji regresi mengindikasikan bahwa perilaku keuangan mempunyai pengaruh signifikan positif terhadap kesejahteraan keluarga dengan nilai koefisen 0,213 dan signifikansi 0,013 < 0,05. Maknanya, semakin baik perilaku keuangan seseorang yang berperan sebagai pengelola keuangan keluarga, maka dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan Maiyanna. Yuhendri L. Pengaruh Pendapatan. Perilaku Keuangan danA| 45 sebaliknya jika perilaku keuangan semakin buruk, maka dapat menurunkan kesejahteraan Hasil kajian ini sesuai dengan penelitian Sabri et al. yang menyatakan adanya pengaruh antara sosialisasi keuangan, literasi keuangan, teknologi keuangan, pengendalian diri, terhadap kesejahteraan melalui perantara mediasi variabel perilaku keuangan. penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku keuangan penting dalam memberdayakan kesejahteraan terutama dalam aspek finansial. Selain itu, penelitian Prameswari et al. memperlihatkan bahwasanya kesejahteraan keluarga diberi pengaruh signifikan sekaligus positif oleh perilaku keuangan. Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Kesejahteraan Keluarga Interpretasi dukungan sosial mempunyai pengaruh signifikan positif terhadap kesejahteraan keluarga dengan nilai koefisien 0,205 dan sig 0,005 < 0,05. Hasil temuan ini menjelaskan bahwa semakin banyak dukungan sosial yang diterima oleh keluarga dapat meningkatkan kesejahteraan dan semakin sedikit dukungan sosial yang diterima keluarga menyebabkan kesejahteraan menurun. Temuan ini ditunjang oleh studi Rosiana et . dengan hasil kajian mengungkapkan bahwa kesejahteraan keluarga diberi pengaruh oleh dukungan sosial secara langsung. Kemudian, penelitian Yulfa et al. juga menerangkan bahwa variabel kesejahteraan keluarga diberi pengaruh signifikan sekaligus negatif oleh tekanan ekonomi, coping ekonomi, tetapi diberi pengaruh signifikan sekaligus positif oleh dukungan sosial. Semakin sedikit tekanan dan coping ekonomi yang diterima serta semakin banyak dungan sosial yang diterima akan meningkatkan kesejahteraan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Menurut interpretasi data penelitian, alhasil bisa diambil kesimpulannya bahwa variabel pendapatan, perilaku keuangan dan dukungan sosial mempunyai pengaruh positif sekaligus signifikan secara simultan ataupun parsial terhadap kesejahteraan keluarga yang dipimpin oleh ibu tunggal di Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat. Saran