Jurnal Manajemen Bisnis Tri Bhakti Vol. 1 No. Februari 2022 p-ISSN : 2828-1128 PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KEPUASAAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN KSO SAKURA REGENCY 3 JATIMULYA INDAH Saelka Estherlyna Tarigan Abstrak Budaya organisasi merupakan salah satu elemen penting yang dapat mempengaruhi tingkat kepuasan Betapa pentingnya budaya organisasi yang berlaku diperusahaan, membuat pimpinan perusahaan, perlu memikirkan bagaimana caranya agar budaya organisasi yang tercipta, dapat menginsipasi karyawan untuk berkinerja dengan baik. Kantor Pemasaran Sakura Regency 3 memiliki budaya organisasi yang berbeda dengan budaya organisasi kantor pemasaran properti lainnya. Budaya organisasi yang belaku di Kantor Pemasaran Sakura Regency 3 mengikuti budaya kerja organisasi Jepang pada umumnya, seperti: ketepatan waktu, bekerja keras, serta fokus terhadap pekerjaan yang sedang Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi dan kepuasaan kerja terhadap kinerja karyawan KSO Sakura Regency 3 Jatimulya Indah. Adapun metode penelitian yang dipakai adalah analisis deskriptif kuantitatif. Sampel didalam penelitian ini berjumlah 55 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, sedangkan kepuasaan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Kata Kunci: budaya organisasi, kepuasaan kerja, kinerja, perilaku karyawan Abstract Organizational culture is one of the important elements that can affect the level of employee satisfaction. How important is the organizational culture that applies in the company, making company leaders need to think about how to create an organizational culture that can inspire employees to perform well. Sakura Regency 3 Marketing Office has an organizational culture that is different from the organizational culture of other property marketing offices. The organizational culture that prevails at the Sakura Regency 3 Marketing Office follows the work culture of Japanese organizations in general, such as: punctuality, hard work, and focus on the work they are doing. This study intends to analyze the influence of organizational culture and job satisfaction on the performance of employees of KSO Sakura Regency 3 Jatimulya Indah. The research method used is quantitative descriptive analysis. The sample in this study amounted to 55 people using purposive sampling technique. The results showed that organizational culture did not have a positive and significant effect on employee performance, while job satisfaction had a positive and significant effect on employee performance. Keywords: organizational culture, job satisfaction, performance, employee behavior Jurnal Manajemen Bisnis Tri Bhakti Vol. 1 No. Februari 2022 p-ISSN : 2828-1128 PENDAHULUAN Permasalahan klasik yang sering mendera setiap organisasi adalah seringnya berhadapan dengan kinerja karyawannya. Untuk itu dalam rangka menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, organisasi memerlukan pengelolaan yang baik agar kinerja karyawan lebih maksimal dan tujuan perusahaan dapat terwujud. Kasmir . , menjelaskan mengenai kinerja yang merupakan hasil capaian kerja dan perilaku kerja untuk dapat memenuhi tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan pada suatu periode tertentu. Terdapat beberapa hal yang memengaruhi kinerja diantaranya kemampuan, keadilan, pengetahuan, rancangan kerja, kepribadian, motivasi kerja, kepemimpinan, gaya kepemimpinan, budaya organisasi, kepuasan kerja, lingkungan kerja, loyalitas, komitmen dan disiplin kerja menurut Kasmir . Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja adalah budaya organisasi. Perusahaan selalu berharap memliki dan menerapkan budaya organisasi dengan baik, karena baiknya budaya organisasi akan berkorelasi erat dengan berhasil atau tidaknya tujuan perusahaan. Perilaku karyawan berdasarkan nilai-nilai budaya dalam suatu organisasi akan sangat menentukan pada peningkatan kinerja karyawan. Budaya organisasi pada KSO Sakura Regency 3 berbeda dengan budaya organisasi kantor pemasaran property lainnya. karena disini setiap karyawan dihimbau untuk mengikuti budaya kerja yang berlaku di Negara Jepang, seperti: menghargai ketepatan waktu . n tim. , bekerja keras, serta bersungguh-sungguh ketika mengerjakan pekerjaan. Namun demikian, masih saja terdapat karyawan yang mengalami kesulitan dalam penerapan budaya organisasi dalam aktivitas sehari-hari, sebagai contoh masih ada karyawan yang terlambat atau belum tepat waktu. Hal ini dapat diartikan bahwa budaya organisasi pada KSO Sakura Regency 3 Jatimulya Indah masih kurang baik. Faktor berikutnya yang berpengaruh pada kinerja adalah kepuasaan kerja. Kepuasaan kerja ini sendiri dapat diartikan sebagai salah satu sikap umum antara individu dan para pekerja lainnya, mengenai pekerjaannya. kepuasaan kerja yang tinggi akan menunjukan sikap yang positif terhadap pekerjaannya, sebaliknya jika seseorang karyawan tidak puas dengan pekerjaanya, maka akan menunjukan sikap negatif terhadap pekerjaannya. Lebih lanjut lagi, sikap para karyawan ini biasanya menunjukan keadaan psikologis karyawannya. Berdasarkan ulasan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis suatu pengaruh budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan KSO Sakura Regency 3 Jatimulya Indah. TINJAUAN PUSTAKA Budaya Organisasi Fahmi dalam Manik dan Syafrina . , menjelaskan mengenai budaya organisasi sebagai sebuah kebiasaan yang dilakukan seluruh anggota organisasi dan telah berlangsung lama serta digunakan dalam aktivitas sehari-hari untuk bekerja dan sebagai pendorong dalam peningkatan kualitas kerja setiap anggota organisasi didalamnya. Jurnal Manajemen Bisnis Tri Bhakti Vol. 1 No. Februari 2022 p-ISSN : 2828-1128 Kepuasaan Kerja Kreitner dan Kinicki . , menyatakan kepuasan kerja sebagai sebuah tanggapan emosional oleh individu pekerja atas tingkat capaian pekerjaannya. Definisi tersebut menjelaskan bahwa kepuasan kerja menggambarkan kondisi seorang individu pekerja atas pencapaian pekerjaannya pada beberapa aspek atau keseluruhan aspek. Kinerja karyawan Menurut Kasmir . , menyatakan kinerja sebagai suatu hasil kerja dan perilaku kerja yang telah dicapai oleh individu pada saat bekerja seperti penyelesaian tugas dan tanggung jawabnya dalam periode tertentu. METODE PENELITIAN Metode Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode, yaitu kuesioner yang disebarkan ke sejumlah sampel yang ditentukan. Kuesioner/angket adalah suatu daftar pernyataan untuk memperoleh data berupa jawaban dari responden. Budaya Organisasi (X. Kepuasaan Kerja Kinerja Karyawan (Y) (X. Gambar 1. Kerangka Pemikiran H1: budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja H2: kepusaan kerja berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan. H3: budaya organisasi dan kepuasaan kerja berpengaruh secara simultan terhadap kiinerja Jurnal Manajemen Bisnis Tri Bhakti Vol. 1 No. Februari 2022 p-ISSN : 2828-1128 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Ghozali . uji validitas dengan mengkorelasikan setiap skor butir pernyataan atau pertanyaan dengan total skor variabel . dan melakukan uji signifikansi melalui perbandingan nilai r hitung dengan r tabel. R hitung didapat dari degree of freedom . f = n Ae . yang hasilnya dapat dilihat dari r hitung dengan signifikansi untuk uji 2 arah. Selain itu juga untuk menguji setiap indikator variabel valid atau tidak. Hal ini dapat dilihat melalui tampilan output cronbach alpha pada kolom correlated item Ae total correlation . > r tabel dan memiliki nilai positif maka butir indikator pernyataan atau pertanyaan tersebut dapat dinyatakan Tabel 1. Pengujian Validitas - Budaya Organisasi Pernyataan r hitung r tabel Keterangan X1-1 0,290 0,2656 Valid X1-2 0,474 0,2656 Valid X1-3 0,447 0,2656 Valid X1-4 0,617 0,2656 Valid X1-5 0,446 0,2656 Valid X1-6 0,543 0,2656 Valid X1-7 0,415 0,2656 Valid X1-8 0,495 0,2656 Valid X1-9 0,621 0,2656 Valid X1-10 0,507 0,2656 Valid X1-11 0,579 0,2656 Valid X1-12 0,499 0,2656 Valid X1-13 0,333 0,2656 Valid X1-14 0,426 0,2656 Valid Sumber: Data Primer yang diolah, 2020 Tabel di atas menunjukkan bahwa pengujian validitas menggambarkan seluruh butir pernyataan kuesioner memiliki nilai r hitung lebih besar dari r tabel dengan item total correlation > 0,2656. Oleh sebab itu, dapat dinyatakan seluruh butir pernyataan pada variabel budaya organisasi (X. adalah valid dan dapat digunakan pada penelitian. Jurnal Manajemen Bisnis Tri Bhakti Vol. 1 No. Februari 2022 p-ISSN : 2828-1128 Tabel 2. Pengujian Validitas - Kepuasaan Kerja Pernyataan r hitung r tabel Keterangan X2-1 0,277 0,2656 Valid X2-2 0,733 0,2656 Valid X2-3 0,599 0,2656 Valid X2-4 0,604 0,2656 Valid X2-5 0,695 0,2656 Valid X2-6 0,572 0,2656 Valid X2-7 0,656 0,2656 Valid X2-8 0,639 0,2656 Valid Sumber: Data Primer yang diolah, 2020 Dapat dilihat dari tabel di atas bahwa hasil pengujian validitas menunjukkan seluruh butir pernyataan kuesioner memiliki r hitung lebih besar dari r tabel dengan item total correlation > 0,2656. Maka dari itu, dapat dinyatakan seluruh butir pernyataan pada variabel kepuasaan kerja (X. adalah valid dan dapat digunakan pada penelitian. Tabel 3. Pengujian Validitas - Kinerja Karyawan Pernyataan r hitung r tabel Keterangan Y-1 0,628 0,2656 Valid Y-2 0,534 0,2656 Valid Y-3 0,617 0,2656 Valid Y-4 0,673 0,2656 Valid Y-5 0,738 0,2656 Valid Y-6 0,653 0,2656 Valid Y-7 0,650 0,2656 Valid Y-8 0,612 0,2656 Valid Sumber : Data Primer yang diolah, 2020 Dapat dilihat dari tabel di atas bahwa hasil pengujian validitas menunjukkan seluruh butir pernyataan kuesioner memiliki r hitung lebih besar dari r tabel dengan item total correlation > 0,2656. Dengan demikian, dapat dinyatakan seluruh butir pernyataan pada variabel kinerja karyawan (Y) adalah valid dan dapat digunakan pada penelitian. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas yaitu proses pengukuran kuesioner yang juga terdapat pengukuran indikator dari setiap variabel. Pada saat responden menjawab setiap butir pertanyaan secara konsisten maka disebut reliable dan juga sebaliknya. Adapun pengukuran reliabilitas dengan mengamati nilai dari Cronbach Alpha (). Jurnal Manajemen Bisnis Tri Bhakti Vol. 1 No. Februari 2022 p-ISSN : 2828-1128 Tabel 4. Pengujian Reliabilitas Variabel Nilai Alpha Keputusan Budaya Organisasi 0,743 Reliabel Kepusaan Kerja 0,736 Reliabel Kinerja Karyawan 0,793 Reliabel Sumber: Data Primer yang diolah SPSS V. Berdasarkan hasil pengujian SPSS pada tabel di atas menunjukkan bahwa nilai CronbachAos Alpha masing-masing tiap variabel lebih besar dari 0,60 yang berarti disimpulkan bahwa tiaptiap variabel penelitian ini dinyatakan reliabel. Hipotesis Tabel 5. Hasil Uji Hipotesis Pengaruh Nilai Koefisien Beta Kesimpulan Budaya Organisasi Ie Kinerja Karyawan 0,007 0,069 0,945 H1 Di Tolak Kepuasaan Kerja IeKinerja Karyawan 0,520 4,022 0,000 H2 Di Terima Budaya Organisasi dan Kepuasaan Kerja Ie Kinerja Karyawan UJI F = 9,660 0,000 H3 Di Terima R Square = 0,271 Pengaruh Budaya Organisasi terhadap kinerja karyawan Diketahui nilai signifikasi untuk pengaruh X1 (Budaya Organisas. terhadap Y . inerja karyawa. adalah sebesar 0,945 > 0,05dan nilai t hitung 0,069 < t table . ,00. sehingga dapat diismpulkan bahwa H1 di tolak yang berarti tidak dapat pengaruh X1 (Budaya Organisas. terhadap Y (Kinerja Karyawa. berdasarkan uraian di atas maka tidak adanya pengaruh secara positif budaya organisasi terhadap kinerja karyawan KSO Sakuran Regency 3 Jatimulya Indah. Pada hasil penelitian ini terdapat jurnal penelitian terdahulu yang mendukung yaitu hasil penelitian Fadel Yamin yang menyatakan bahwa terdapat Pengaruh Budaya Organisasi dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Karyawan dengan Kepuasan Kerja Karyawan sebagai Intervening (Studi Kasus Pada Bank Mega Branch Trans Studio di Makassa. dengan hasil uji t pada variabel budaya organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian ini juga di dukung oleh jurnal penelitian terdahulu yang hasilnya sama seperti yang di atas. Hasil penelitian terdahulu yang dilakukan Muhamad Muris menyatakan bahwa Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan di PT Bank BNI Syariah Kantor Cabang Yogyakarta. Hasil uji t pada variabel budaya organisasi secara parsial tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT Bank BNI Syariah Kantor Cabang Yogyakarta. Jurnal Manajemen Bisnis Tri Bhakti Vol. 1 No. Februari 2022 p-ISSN : 2828-1128 Pengaruh Kepuasaan Kerja terhadap kinerja karyawan Diketahui nilai signifikasi untuk pengaruh X2 (Kepuasaan Kerj. terhadap Y (Kinerja karyawa. adalah sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung 4,022> t table 2,00665 sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima yang berarti terdapat pengaruh X2 (Kepuasaan kerj. terhadap Y . inerja karyawa. berdasarkan uraian di atas terdapat pengaruh secara positif dan signifikan kepuasaan kerja terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian terdahulu yang dilakukan Damayanti et al. menyatakan bahwa AuPengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawanAy (Studi kasus karyawan non medis RS Islam Siti Khadijah Palemban. bahwa kepuasan kerja (X. berpengaruh terhadap kinerja Oleh sebab itu, terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan KSO Sakura Regency 3 Jatimulya Indah. Pengaruh Budaya Organisasi dan Kepuasaan Kerja terhadap kinerjakaryawan Berdasarkan output di atas diperoleh nilai signifikasi untuk pengaruh X1 (Budaya Organisas. & X2 (Kepuasaan Kerj. secara simultan terdapat Y (Kinerja karyawa. adalah sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai F hitung 9,660 > f tabel 3,18. Sehingga disimpulkan H3 diterima yang artinya terdapat pengaruh antara budaya organisasi dan kepuasaan kerja terhadap kinerja karyawan KSO Sakura Regency 3 Jatimulya Indah. Hasil penelitian terdahulu Redi Indra Yudha menjelaskan bahwa budaya organisasi dan kepuasaan kerja terhadap kinerja karyawan memiliki pengaruh yang signifikan. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh budaya organisasi dan kepuasaan kera terhadap kinerja karyawan pada KSO Sakura Regency 3 Jatimulya Indah, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Dari hasil penelitian didapatkan bahwa Budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Diperoleh nilai t hitung untuk budaya organisasi (X. sebesar 0,069 dan nilai t tabel sebesar 2,00665 artinya t hitung< t tabel 2,00665 dengan nilai signifikan 0,945. Nilai signifikasi tersebut lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya budaya organisasi (X. tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Sementara itu, untuk hipotesis kedua, didapatkan hasil bahwa kepuasaan kerja terhadap kinerja karyawan. maka dapat diperoleh t hitung untuk kepuasaan kerja (X. sebesar 4,022 dan nilai t tabel sebesar 2,00665 dengan nilai signifikan 0,000. Nilai signifikasi tersebut lebih kecil dari 0,05 maka Ho di tolak dan Ha diterima , artinya Kepuasaan kerja (X. memiliki pengaruh posituf dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini disebabkan oleh bila karyawan merasa puas dalam bekerja maka semakin giat dan semangat dalam melakukan pekerjaan dan akan membuat kinerja karyawan semakin meningkat. Sedangkan untuk hipotesis ketiga didapatkan hasil bahwa variabel budaya organisasi dan kepuasaan kerja secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan nilai F hitung 9,660 > F tabel 3,18 dengan hasil uji F atau secara simutan 0,000 < 0,05. dan nilai R square sebesar 0,271. Hal ini mengandung arti bahwa pengaruh budaya organisasi dan kepuasaan kerja secara simultan terhadap kinerja karyawan sebesar 27,1 %. Untuk sisanya . %- 27,1%)= 72,9 % di pengaruhi oleh variabel atau faktor lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini. Jurnal Manajemen Bisnis Tri Bhakti Vol. 1 No. Februari 2022 p-ISSN : 2828-1128 Berdasarkan hasil penelitian maka saran yang dapat disampaikan kepada Perusahaan adalah perlu meninjau kembali Budaya organisasi yang sudah berjalan untuk dapat diterapkan kepada semua karyawandan, sambil tetap memperhatikan faktor-faktor lainnya yang dapat mempengaruhi kepuasaan kerja karyawan secara keseluruhan. Jurnal Manajemen Bisnis Tri Bhakti Vol. 1 No. Februari 2022 p-ISSN : 2828-1128 DAFTAR PUSTAKA