MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI AKTIVITAS MENGGAMBAR BEBAS PADA ANAK KELOMPOK B DI PAUD QOLBUL QURAoAN RANGGAGATA KABUPATEN LOMBOK TENGAH TAHUN AKADEMIK 2024/2025 Dini Fitriani. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdatul Ulama (STITNU) Al-Mahsuni. Lombok Timur E-mail: dini39803@gmail. Surya Bayu Ansori. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdatul Ulama (STITNU) AlMahsuni. Lombok Timur Parhan. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdatul Ulama (STITNU) Al-Mahsuni. Lombok Timur Abstract This study aims to determine the increase of children's creativity through free drawing activities in group B children in early childhood Qolbul Qur'an Rangnggagata Central Lombok Regency. The method used is a descriptive qualitative approach, with data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation, the results of the study show that: . the teacher's free drawing planning is based on the potential of the child to be improved, and the child's readiness. In the implementation of free drawing, most of the children have drawn according to the theme determined by the teacher, the children are very enthusiastic, active and focused in . Free drawing activities have been proven to increase children's creativity, characterized by the courage to express ideas and no longer imitate the work of their friends Keywords: Creativity. Free Drawing. Early Childhood Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan kreativitas anak melalui aktivitas menggambar bebas pada anak kelompok B di paud Qolbul QurAoan Ranggagata Kabupaten Lombok Tengah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dekskriptif, dengan Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi, hasil penelitian menunjukan bahwa: . perencanaan menggambar bebas guru didasarkan pada potensi anak yang akan ditingkatkan, dan kesiapan anak. dalam pelaksanaan menggambar bebas, sebagian besar anak telah menggambar sesuai dengan tema yang ditentukan oleh guru, anak-anak sangat antusias, aktif dan fokus dalam menggambar. aktivitas menggambar bebas terbukti bias MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Volume 12. Nomor 3. September 2025. p-ISSN: 2442-3661. e-ISSN: 2477-667X, 166-179 Dini Fitriani. Surya Bayu Ansori. Parhan meningkatkan kreativitas anak, ditandai dengan keberanian mengungkapkan ide dan tidak lagi meniru karya temannya Kata Kunci: Kreativitas. Menggambar Bebas. Anak Usia Dini PENDAHULUAN Pendidikan anak usia dini merupakan sebuah proses pembinaan pertumbuhan dan perkembangan anak sejak lahir hingga usia enam tahun. Proses ini mencakup berbagai aspek baik fisik maupun nonfisik dengan memberikan stimulasi yang sesuai untuk mendukung perkembangan jasmani, rohani . ermasuk moral dan spiritua. , motorik, kognitif, emosional, serta sosial, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal (Mansur dalam Suyatm. Anak usia dini sendiri merupakan individu yang sedang berada dalam fase pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat, bahkan sering dianggap Masa ini juga dikenal sebagai fase penuh kreativitas (Yuliani Nurani Sujiono dalam Suyatm. , di mana kreativitas yang dimunculkan anak bersifat orisinal dan seringkali muncul secara spontan. Selain itu, usia dini adalah tahap kehidupan yang istimewa karena memiliki karakteristik unik, baik dari segi fisik, psikologis, sosial, maupun moral. Salah satu ciri khasnya adalah kemampuan belajar anak yang luar biasa, ditandai dengan dorongan kuat untuk belajar secara aktif dan mengeksplorasi lingkungan di Oleh sebab itu, peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini pendidikan di masa yang akan datang. Pentingnya pendidikan di masa anak usia dini berlandasan pada pemahaman bahwa masa kanak-kanak merupakan priode emas . olden ag. dalam Terkait pendidikan anak usia dini yang telah di atur pada Undang-Undang No 20 Tahun 2003 bab 1 pasal 14 menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini suatu usaha pembinaan yang dilakukan secara sadar ditunjukan kepada anak sejak lahir samapai usia enam tahun, hal ini dilakukan untuk memberikan rangsangan kepada anak agar anak memiliki kesiapan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Perkembangan anak usia dini mencakup berbagai aspek. Pertama, 1 Suyatmmi, 2 Kusdani. AyMeningkatkan Kreativitas Anak Usia AuMeningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini Melalui Aktivitas Menggambar Pada Anak Kelompok Adi TK ABA Ngaben 2Ay, (Skripsi. Fakultas Ilmu Pendidikan, 2. , hlm. Dini Melalui Aktivitas Menggambar di Tk Ansor,Ay Jurnal Al-Abiyad Vol. No. 2 (Desember 2. , hlm. MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 167 Meningkatkan Kreativitas Anak melalui Aktivitas Menggambar Bebas pada Anak Kelompok B di PAUD Qolbul QurAoan Ranggagata Kabupaten Lombok Tengah TA. 2024/2025 aspek perkembangan moral dan Pada usia 5-6 tahun, anak menunjukan indikator perkembangan seperti mengenal agama yang di anut, menirukan gerakan ibadah secara berurut-urutan dengan benar, serta mampu memberi dan membalas salam. Kedua aspek perkembangan fisik motorik, yang terbagi menjadi dua bagian yaitu keterampilan motorik kasar dan motorik halus. Ketiga, aspek perkembangan kognitif, yaitu berfikir. Keempat, aspek perkembangan bahsa, yakni mengumpulkan bahasa dan Kelima, perkembangan sosial dan emosional. Merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No 146 Tahun 2014 yang membahas tentang standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) bagi anak berusia 5 hingga 6 tahun , disebut anak sudah mampu menciptakan karya seni sesuai dengan kreativitasnya yang meliputi seni dua dimensi, musik, gerak dan tari dan Oleh pendidikan sejak usia dini menjadi landasan sekaligus pondasi penting di jenjang berikunya. Dalam pendidikan anak usia dini, akan diletakakan landasan pendidikan bagi peserta didik, sehingga peserta didik kemampuan yang di milikinya secara mandiri serta dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun mental anak agar mereka selanjutnya, disinilah peran guru sangatlah penting dan krusial. Salah satu kemampuan yang perlu dikembangkan dalam pendidikan di PAUD menggambar, karena menggambar adalah salah satu jenis kegiatan yang imajinasinya melalui coretan kemudian menghasilkan berbagai gambar yang Menggambar itu sendiri merupakan jenis kegiatan yang populer yang disukai dan dilakukan oleh anak-anak dari berbagai bangsa dan berbgai Menurut munandar, kreativitas menghasilkan gagasan-gagasan baru menyelesaikan masalah. Salah satu kreativitas seni rupa pada anak yakni Umar Sulaiman, dkk. Au Tingkat Pencapain Aspek Perkembangan Anak Usia 5-6 Tahun Berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Anak Usia DiniAy. Jurnal of Early Childood education. Vol. NO. Juni 2019,hlm. 4 Dian Herawati AyMeningkatkan Kreativitas Anak melalui Kegiatan Menggambar di kelompok B TK PGRI TaripaAy. (Bungaput, 2. , hlm. 168 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Dini Fitriani. Surya Bayu Ansori. Parhan dengan memberikan ruang kebebasan pada mereka demi mengekspresikan ide-ide berdasarkan imajinasi dan fantasi mereka. Kreativitas sesuatu yang orisinal, baik dalam bentuk ide maupun karya nyata. Hasil dari kreativitas ini bersifat baru dan belum pernah dikenal atau ditemukan Kemampuan ini melibatkan aktivitas kombinasi informasi yang diperoleh melalui pengalaman-pengalaman yang memberikan manfaat. Menggambar adalah salah satu cara seseorang pikirannya, baik secara mental maupun visual, melalui penggunaan garis dan Menurut Kuffer dan Syutamy, kegiatan mencoret-coret adalah tahap awal dari proses menulis, sebagaimana halnya ocehan bayi merupakan permulaan dari kemampuan berbicara. Bagi anak-anak aktivitas menggambar menjadi mkedia untuk berekspresi dan Hal menciptakan suasana yang aktif, asyik, dan menyenangkan, dan hasil dari aktivitas tersebut disebut dengan 6 Kegiatan seni menggambar memberikan kesempatan bagi anak untuk mengekspresikan kreativitasnya. Setiap sebenarnya menawarkan peluang untuk mengembangkan kretivitas anak, meskipun demikian semua jenis seni memiliki fungsi yang serupa, yaitu sebagai sarana dalam menumbuhkan dan menegaskan kreativitas anak. Jadi mendorong pembelajaran sehingga tercipta pembelajaran yang efektif. Selain itu, menggambar juga menjadi menyalurkan perasaan yang ada dalam dirinya, baik secara mental maupun visual, melalui bentuk garis dan warna. Aktivitas ini berperan sebagai sarana ekspresi diri dan komunikasi yang dapat menciptakan suasana yang aktif, menyenangkan, dan penuh keceriaan bagi anak-anak. Saat menggambar, anak memiliki kebebasan untuk menjelajahi dan menuangkan ide, gagasan, serta imajinasinya, yang pada mengembangkan kreativitas mereka. Sat observasi pada anak kelompok B di PAUD Qolbul Qur,an Ranggagata peneliti menemukan bahwa sangat jarang guru kelas B menerapkan kegiatan menggambar bebas sehingga ada beberapa anak yang kreativitasnya 5 Rohani. AuMeningkatkan Kreativitas Anak Usia di TK Ilmu Al-QurAoan Kecamatan Kali Wetes Kabupaten JemberAy. (Skripsi Sarjana. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan: Jember, 2. DiniAy. Rudah. Vol. Nomor 2, 2017, hlm. 6 Rifal christiano. AuPeningkatan Kreativitas Anak Kelompok B2 melalui Menggambar bebas MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 169 Meningkatkan Kreativitas Anak melalui Aktivitas Menggambar Bebas pada Anak Kelompok B di PAUD Qolbul QurAoan Ranggagata Kabupaten Lombok Tengah TA. 2024/2025 masih rendah, anak kelompok B yang terdiri dari 23 anak. 7 Anak kelompok B adalah anak usia 5-6 tahun yang pada umumnya senang bertanya, senang mencoba hal yang baru. Namun pada kelas tersebut anak-anak kurang berani bertanya, takut menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh gurunya. samping itu juga anak-anak takut diajak untuk mencoba hal yang baru, karena di kelompok B ini sebagian anak mengambil pendidikan 1 tahun artinya anak-anak masih di katakan siswa baru, jadi anak-anak belum berani untuk berekplorasi dengan lingkungannya secara bebas, anak-anak masi takut dan malu, beda dengan anak yang lebih dulu masuk sekolah. Setiap membuat maianan atau mengerjakan sesuatu , anak selalu menunggu contoh dari AuMereka mau mencontoh tetapi mereka tidak mau berbeda, bila ditanya kenapa tidak mau membuat sendiri, mereka selalu menjawab tidak sebenarnya anak-anak tersebut bisa dan kreatif. Namun, hanya perlu diberikan ditingkatkanAy. Saat peneliti melakukan observasi pada kegiatan menggambar bersama 7 Obsevasi, di PAUD Qolbul QurAoan pada tanggal 13 Januari 2025 guru kelasnya, anak-anak kelihatan tidak senang dan enggan untuk melakukan aktivitas menggambar. Hal ini di sebabkan karena anak tidak menggambar dan harus menggambar dengan cara meniru contoh dari Akibatnya mereka kurang khususnya melalui coretan dalam bentuk gambar dan sebagian besar anak mengeluh merasa kesulitan saat meniru persis contoh gambar, anak belum bisa mengemukakan ide dan gagasannya dalam bentuk coretan, ada juga yang sudah bisa menggambar namun belum bisa mengembangkan idenya, ada juga anak yang melihat hasil gambar milik temannya kemudia ditiru, anak kurang percaya diri dan ana juga belum memiliki imajinasi atau ide yang METODE PENELITIAN Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk yang memahami secara mendalam proses peningkatan kreativitas anak melalui kegiatan Penelitian kualitatif dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu menggali mendeksripsikan fenomena secara naturalistic, tanpa perlakuan atau 8 Wawancara dengan guru. Helmiah ( Guru Kelas Kelompo B ) tanggal 13 januari 2025 170 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Dini Fitriani. Surya Bayu Ansori. Parhan manipulasi terhadap variabel yang Jenis dan Pendekatan Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan . ield researc. dengan pendekatan deksriftif kualitatif. Peneliti melakukan pengamatan langsung terhadap anak-anak kelompok B di PAUD Qolbul QurAoan Desa Ranggagata. Lombok Tengah, dengan fokus utama pada kegiatan menggambar bebas. Peneliti ini tidak terlibat secara aktif berperan sebagai pengamat untuk mendapatkan kejadian secara alami. Lokasi dan waktu penelitian ini dilakukan di PAUD Qolbul QurAoan Desa Ranggagata. Kecamatan Praya Barat Daya. Kabupaten Lombok Tengah Pada bulan Januari hingga Februari 2025. Lokasi ini dipilih karena peneliti menemukan bahwa kreativitas anak dikelompok B masih rendah, dan sangat menggambar bebas. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari: Data Primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari subjek penelitian, yaitu anak-anak kelompok B melalui hasil observasi. 10 Data Sekunder yaitu data pendukung yang diperoleh dari guru, kepala sekolah serta dokumen pendukung seperti hasil karya anak, dokumentasi kegiatan, dan profil sekolah. Teknik pengumpulan data, tiga tekni utama yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu: . Observasi merupakan metode pengumpulan data yang mengandalakan indra pengeliatan sebagai alat utamauntuk mengamati, mengukur suatu objek atau variabel penelitian yang sedang dilakukan. wawancara merupakan salah satu metode dipakai untuk mengumpulkan data pada saat penelitian, peneliti mewawancari guru kelas, kepala sekolah untuk mendapatkan informasi lebih dalam mengenai menggambar bebas serta berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan. Dokumentasi rekam pristiwa yang dituangkan dalam bentuk tulisan, seperti jurnal, biografi, gambar hasil karya anak, foto-foto kegiatan dan lain Dokumentasi berfungsi sebagai pelngkap dari data yang Rini Wahyuning Putri. AuPentingnya Menanamkan Nilai-nilai pada Anak Usia Dini di PAUD Al-Ikhlas Maduin Lampung TengahAy, (Skripsi SarjanaAoTarbiyah dan Ilmu Keguruan. Lampung Tengah, 2. , hlm. 10 Ismail Suardi Wakke Dkk. AuMetode Penelitian Sosial Au. (Yogyakarta: Gawe Buku, 2. , hlm. 11 ibid 12 Ni Putu Tirta Yanti, et al. Au Penerapan Metode Pemberian Tugas untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui kegiatan Menggambar BebasAy PG-PAUD: Universitas Pendidikan Genesha, 2 No 1 . 13 Rifal Khristiano. Au Peningkatan Krativitas Anak Kelompok B2 melalui menggambar bebas di TK Ilmu Al-QurAoan Kecamatan Kaliwetes Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2015/2016Ay (Skripsi Sarjana. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan: Jember, 2. MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 171 Meningkatkan Kreativitas Anak melalui Aktivitas Menggambar Bebas pada Anak Kelompok B di PAUD Qolbul QurAoan Ranggagata Kabupaten Lombok Tengah TA. 2024/2025 diperoleh melalui observasi dan Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui tahapan: Redukasi Data merupakan menyaring informasi yang penting dan relevan dari hasil Penyajian Data informasi secara struktur agar dapat Penatik Kesimpulan dan Verifikasi merupakan tahap akhir dalam proses analisis data. Menentukan makna dari dari data yang pengecekan ulang agar temuan yang diperoleh valid dan sesuai dengan konteks peneliti. Uji keabsahan data, untuk memastikan validasi data, peneliti menggunakan Teknik tringulasi yaitu membandingkan data yang diperoleh melalui berbagai sumber . bservasi, wawacara dan dokumentas. dan waktu yang berbeda. Tringulasi bertujuan untuk mengecek konsistensi dan keakuratan informasi, sehingga hasil peneliti dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. HASIL DAN PEMBAHSAN Dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini, pendidik dan orang tua harus menyendiakan suatu lingkingan yang bisa mendorong, menstimulasi, memotivasi, dan juga membimbing agar dapat menciptakan sebuah tindakan yang potitif pada anak secara bertahap dalam setiap prilaku yang nantinya akan mencitakan sesuatu yang Menggambar bebas pada abak usia dini merupakan salah satu kegiatan yang bisa mengembangkan kreatiitas anak untuk mengekspresikan ide, gagasan, serta imajinasi yang dimilikinya tanpa unsur paksaan dari orang lain. Karena pada usia inilah -anak Untruk meningkatikan kreativitas anak usia dini di PAUD Qolbul QurAoan Rangagata Menggambar anak-anak menggambar dengan bebas apa yang mereka sukai sehingga mereka dapat merasakan kegembiraan. 17 Dalam kegiatan menggambar bebas anak 14 Chairun Nisa. AuMengembangkan Kreativitas 16 ibid anak Melalui Kegiatan Menggambar Bebas Pada Anak Usua Dini Di TK Tunas Harapan 1 Tanjung Sari Natar Lampung Selatan (Skripsi Sarjana Fakultas Tarbiyah dan Keguruan: Lampung 2. , hlm. 15 Sandu Siyoto dan Ali Sodik. AuDasar Metodologi PenelitianAy. (Literasi Media Publising, 2. Veryawan. Juliati, dan Rafita Aprilia. Au Kegiatan Menggambar Bebas Menggunakan Krayon Dalam Upaya meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini,Ay As-sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. No. 1 (Juni 2. , hlm. 172 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Dini Fitriani. Surya Bayu Ansori. Parhan membuat beberapa gambar sesuai dengan ide dan keinginannya. Penelitian ini dilakukan di Paud Qolbul Qur,an Ranggagata Lombok Tengah, penelitian ini di mulai pada tanggal 3 juni 2025 sampai tanggal 12 juni 2025, data yang dikumpulkan adalah mengenai perencanaan kegiatan kegiatan menggambar bebas dan meningkatkan kreativitas anak alat pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah melalui teknik observasi, wawancara dan Penelitian ini bertujun untuk mengetahui bagaimana perencanaan. Pelaksanaa, dan kegiatan menggambar bebas dapat meningkatkan kreativitas Perencanaan Kegiatan Menggambar Bebas Perencanaan merupakan suatu menentukan tujuan yang akan dicapai dengan melakaukan tahapan yang diperlukan dalam menentukan langkah menyiapkan alat dan bahan yaang pembelajaran menggambar bebas. Guru perencanaan didasarkan pada potensi anak yang akan di kembangkan, hal ini menunjukan bahwa anak telah siap Terlihat pada saat guru mulai memepersiapkan alat dan bahan yang menggambar bebas, menentukan tema, serta menjelaskan tentang materi pembelajaran yang akan dilakukan, hal ini sejalan dengan pendapat (Sujana Miftahul Hayati dan Sigit Purnam. yang menyatakan bahwa perencanaan pembelajaran adalah rancangan kegiatan yang dilaksanakan dalam pembelajaran agar arah dan tujuan, materi, metode teknik serta evaluasi pembelajaran menjadi jelas dan sistematis. Pelaksanaan Menggambar Bebas Media belajar berperan menjadi sumber belajar bagi anak dalam menghasilkan penjelasan yang di berika oleh guru agar materi pembelajaran dapat menjadi relevan, meningkatkan pengetahuan bagi anak. Untuk mengoptimalkan pelaksanaan dalam menggambar bebas anak diarahkan agar mampu memahami terlebih dahulu penjelasan yang diberikan oleh guru tentang kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakn. Guru memanfaatkan media kertas HVS sebagai alat untuk menggambar, media kertas yang digunakan sudah tersedia oleh Paud Qolbul QurAoan sesuai dengan kebutuhan. Guru menyiapkan media alat dan bahan apa Mirarul Hayati dan Sigit Purnama. AuPerencanaan Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini. I ed (Depok: PT Raja Grapindo Persada, 2. , hlm. MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 173 Meningkatkan Kreativitas Anak melalui Aktivitas Menggambar Bebas pada Anak Kelompok B di PAUD Qolbul QurAoan Ranggagata Kabupaten Lombok Tengah TA. 2024/2025 saja yang akan digunakan dalam kegiatan menggambar bebas dan menjelaskan pembelajaran dengan memberikan contoh pembelajaran yang akan dilakukan sesuai dengan temanya dan anak-anak ditanya terkait dengan tema untuk merangsang anak aktif belajar sehingga anak antusia dan semakin kreatif dan senang mengikuti Hal ini sejalan dengan pendapat Suyatmi yang mengatakan bahwa penyediaan alata atau media bereksperimen dan bereksplorasi akan menumbuhkan atau meningkatkan kreativitas mereka. Dalam pelaksanaan menggambar bebas guru memberikan motivasi pada anak yang kurang tertarik dalam menggambar bebas, dari motivasi tersebut anak akan tertarik dan terdorong dalam mengekspresikan ide, gagasan, bahkan imajinasinya dalam menggambar bebas. Hal ini jelalan dengan yang di katakan . urlock dalam suyatm. yang menyatakan bahwa kondisi yang dapat meningkatkan kreativits anak antara lain dengan menyediakan waktu untuk menjadi kreatif, memberikan kesmpatan anak memberikan dorongan atau motivasi agar anak bebas dari keritikan dan menyediakan sarana atau media yang dapat merangsang eksperimen dan eksplorasi anak. Menggambar Bebas Dapat Meningkatkan Kreativitas Anak Untuk meningkatkan kreativitas anak pendidik dan orang tua perlu menciptakan lingkungan yang mampu perkembangan kreativitas, memotivasi menciptakan tindakan yang positif pada anak secara bertahap. Hal ini sejalan dengan pendapat Ni Wayan Risna Dewi Yang menyatakan bahwa dalam meningkatkan kreativitas anak pendidik dan orang tua harus bisa menyediakan suatu lingkungan yang memotivasi dan juga membimbing agar dapat menciptakan sebuah tindakan yang positif pada anak secara bertahap dalam setiap perilaku yang nantinya akan menciptakan sesuatu yang jelas. Dalam meningkatkan kreativitas melalui aktivitas menggambar bebas mengekspresikan ide dan gagasanya, untuk menarik perhatian anak terkait pembuatan sebuah karya menggambar bebas tanpa bantuan dari orang lain sehingga anak dapat mengekspresikan Suyatmi. AuMeningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini Melalui Aktivitas Menggambar Pada Anak Kelompok A di TK Aba Ngaben 2Ay (Skripsi Sarjana: Fakultas Ilmu Pendidikan: Yogyakarta, 2. , hlm. 20 ibid Ni Wayan Risna Dewi. AuOptimalisasi Kreativitas Anak Usia Dini melalui Kegiatan SeniAy Widyalaya: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. No. , hlm. 174 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Dini Fitriani. Surya Bayu Ansori. Parhan ide dan gagasannya pada saat melakukan kegiatan menggambar bebas disamping itu juga guru harus memberikan motivasi atau dukungan sehingga anak merasa terdorong mau mengikuti kegiatan menggambar yang awalnya sebelum memulai kegiatan anak sudah menyerah Pada akhir kegiatan guru mengajak anak atau memberikan kesempatan tanya jawab tentang apa pembelajaran hari itu, guru meminta menceritakan atau menjelaskan hasil karya menggambar bebas mereka di teman-temannya. mengamati pada saat anak akan menceritakan kembali hasil karyanya masih ada anak yang malu selain itu justru guru yang menceritakan hasil karya anak, tetapi sebagian besar anak sudah berani maju dan menceritakan hasil karyanya dihadapan temantemanya. Dan tidak lupa anak-anak diberikan pujian terkait hasil karyanya. Peningkatan kreativitas anak melalui aktivitas menggambar bebas di Paud Qolbur QurAoan Ranggagata sudah berjalan dengan sangat baik dalam proses pembelajaran dan kreativitas anak dalam aktivitas menggambar bebas dikatakan sudah meningkat dengam baik dan berkembang sesuai Peningkatan kreativitas anak melalui aktivitas menmggambar bebas juga didukung oleh peneliti terdahulu yang dilakukan oleh Rifal Cristiano yang mengemukakan bahwa kegiatan guru pada saat mengajar menunjukan bahwa kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru sudah baik sehingga kreativitas anak melalui mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti dapatkan, dapat diketahui bahwa hasil karya gambar anak menggambar bebas sesuai dengan tema yang diberikan guru . dari hasil gambar yang sudah dibuat oleh anak sudah hampir terpenuhi seperti yang peneliti amati anak mulai berani bertanya, percaya diri dengan apa yang digambar, menggambar tanpa dibantu, dapat memadukan berbagai bentuk karyanya, berani mengekspresikan ide, gagasan berkembang semakin luas sehingga kreativitasnya juga dikatakan dapat meningkat, meskipun masih ada anak yang meniru gambaran temannya dan malu ketika menceritakan kembali hasil Kurangnya evaluasi guru kepada anak dalam pembelajaran atau sebelum pembelajaran baik dari segi fisik maupun psikisnya, hal tersebut sejalan Rifal Kristiano. Au Peningkatan Kreativitas Anak Kelompok B2 melalui Menggambar Bebas di TK Ilmu Al-QurAoan Kecamatan Kaliwetes Kabupaten Jember Tahun Ajaran 2015/2016 (Skripsi Sarjana. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan: Jember: 2. , hlm. MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 175 Meningkatkan Kreativitas Anak melalui Aktivitas Menggambar Bebas pada Anak Kelompok B di PAUD Qolbul QurAoan Ranggagata Kabupaten Lombok Tengah TA. 2024/2025 Gilbert Sax menyatakan bahwa evaluasi proses berbagai pengamatan da latar belakang serta pelatihan penilai, evaluasi informasisecara menyeluruh tentang karakteristik anak untuk membimbing mereka degan sebaik-baiknya. 23 Belum optimalnya aksi guru yang sangat lemah pada keterampilan memberikan penghargaan ( reward ) atau penguat kepada anak sehingga kurangnya motivasi anak untuk lebih giat lagi usahanya dalam belajar dan berbuat lebih baik lagi dari sebelumnya berkaitan dengan hal tersebut sejalan dengan pendapat ( Nasrudin dalam Sunaring Retno Astrini ) yang menyatakan bahwa pemberian reward adalah salah satu bentuk motivasi untuk mendorong anak belajar lebih Berdasarkan dari deskripsi yang telah peneliti papakarkan di atas dengan berdasarkan pada realita. Maka hasil yang diperoleh dari penelitian kreativitas anak melalui aktivitas kelompok B di PAUD Qolbul QurAoan Ranggagata sudah dapat dilaksanakan dengan baik dan berkembang sesuai Demikian kreativitas anak melalui aktivitas menggambar bebas di Paud Qolbul QurAoan Ranggagata Lombok Tengah dalam segi observasi, wawancara dan dokumentasi yang telah peneliti laksanakan selama proses penelitian Aguswan Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini Berbasis Kajian Teoretis dan Studi Empiris ( Yogyakarta: Idea Press Yogyakarta, 2. , hlm. KESIMPULAN Berdasarkan dari hasil penemuan yang peneliti dapatkan, menjawab dari pertanyaan peneliti maka berdasarkan hasil penemuan yang peneliti lakukan di lokasi tentang meningkatkan kreativitas anak melalui aktivitas kelompok B di Paud Qolbul QurAoan Ranggagata Lombok Tengah dapat disimpulkan bhwa: Perencanaan menggambar bebas perencanaan didasarkan pada potensi anak yang akan di mempersiapkan alat dan bahan pembelajaran dalam menggambar bebas, menentukan tema, serta pembelajaran yang akan dilakukan. Pelaksanaan menggambar bebas sebagian anak sudah menggambar Sumarning Retno Astrini. Au Penggunaan Modifikasi Perilaku Reward Meningkatkan Motivasi Belajar Anak Usia Dini,Ay Jurnal Solden age. Universitas Hamzanwadi. Vol. No. 2 ( 2. , hlm. 176 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Dini Fitriani. Surya Bayu Ansori. Parhan bebas sesuai dengan tema yang diberikan guru. Dalam pelaksanaan menggambar bebas anak-anak sangat antusias, aktif dan sebagian besar sudah mulai fokus dalam menggambar bahkan anak mulai menggambar tanpa dibantu, tapi masih ada anak juga yang meniru hasil karya temannya. Meningkatkan menggambar bebas, anak mulai percaya diri dalam menuangkan idenya didalam kertas dan dapat menggambar sesuai tema yang diberikan gurunya, anak ,mulai senang berimajinasi dan dapat meningkatkan kreativitas guru juga memberikan motivasi pada anak yang kurang tertarik dalam menggambar bebas. Pada akhir kegiatan guru mengajak dan memberikan kesempatan tanya jawab tentang gegiatan apa yang dilakukan pada pembelajaran hari itu, dan guru meminta anak untuk maju atau menjelaskan hasil karyanya menggambar bebanya teman-temannya. Peneliti mengamati pada saat akan karyanya masih ada anak yang malu selain itu justru guru yang menceritakan hasil karya anak, tetapi sebagian besar anak sudah berani menceritaka sendiri hasil temantemanya dan tidak lupa pula guru memberika pujian terkait hasil DAFTAR PUSTAKA