HUBUNGAN GARIS LENGKUNG SENYUM DENGAN TIPE WAJAH MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR Ketut Virtika Ayu1. Norman Hidajah2. Dewa Ayu Narasavitri3 Bagian Ilmu Ortodonsia. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Mahasaraswat Denpasar Email : cutestid9@gmail. ABSTRAK Lengkung senyum merupakan suatu hubungan antara lengkung batas insisal gigigigi anterior maksila dengan lengkung bibir bawah dalam social smile. Bentuk wajah dan posisi gigi yang baik dapat menentukan estetika wajah karena merupakan salah satu syarat terwujudnya senyum yang menarik. Tipe wajah dan susunan gigi dipengaruhi oleh lengkung rahang. Garis lengkung senyum dipengaruhi oleh komponen senyum diantaranya bibir dan susunan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan garis lengkung dengan tipe wajah mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional menggunakan sampel sebanyak 55 orang yang berusia 19-23 tahun di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan rumus Slovin berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan secara langsung dengan mengukur tipe wajah menggunakan sliding caliper serta dilakukan pengamatan langsung untuk mengetahui garis lengkung senyum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara garis lengkung senyum dengan tipe Sampel dengan garis lengkung curved lebih dominan memiliki tipe wajah hypereuryprosopic sebanyak 17 orang . ,9%). Sampel dengan garis lengkung senyum pada kategori reversed memiliki tipe wajah mesoprosopic sebanyak 8 orang . ,5%). Sampel dengan garis lengkung senyum pada kategori straight paling dominan memiliki tipe wajah euryprosopic sebanyak 24 orang . ,6%). Kata kunci : Garis Lengkung Senyum. Tipe Wajah. ABSTRACT Smile arc is a relationship between the incisal line arc of the anterior maxillary teeth and the lower lip arc in social smile. A good face shape and tooth position can determine facial aesthetics because it is one of the conditions for the realization of an attractive smile. Facial type and tooth arrangement are affected by the jaw arc. The smile arc are influenced by the components of the smile including the lips and the arrangement of the teeth. This study intend to determine whether or not there is a relationship between smile arc and facial types students Faculty of Dentistry. University of Mahasaraswati. Denpasar. This study is an observational analytical study with cross sectional design using sample of 55 people aged 19-23 years at Faculty of Dentistry. Mahasaraswati University Denpasar. The samples in this study were taken using the Slovin formula based on inclusion and exclusion criteria. Data collection was carried out directly by measuring facial type using a sliding caliper and direct observation to determine the curved lines of the smile. The results of this study showed that there was significant relationship between the smile arc of the smile and facial type. Sample with curved smile arc were more dominant with hypereuryprosopic facial type as many as 17 people . 9%). Sample with reversed smile arc category have a mesoprosopic facial type of 8 people . 5%). Sample with the most dominant smile curves in the Straight category had 24 euryprosopic facial types . 6%). Keywords: Smile Arc. Facial type. PENDAHULUAN Di zaman modern seperti sekarang ini, kebutuhan dan tuntutan akan perawatan ortodonti semakin meningkat. Begitu juga perkembangan ilmu ortodonti berlangsung sangat cepat. Pada mulanya, perawatan ortodonti hanya terbatas pada perbaikan oklusi dan mengidealkan susunan gigi. Perkembangan ilmu ortodonti sekarang telah mencapai ambang perubahan paradigma yang bertujuan bukan hanya untuk memperbaiki fungsi stomatognasi, tetapi juga untuk menunjang estetika pasien (Sulandjari 2. Konsep estetika sebagai ilmu sangat berkaitan dengan konsep kecantikan dan mengandung komponen yang sangat subyektif. Meski berbeda, estetika dan keindahan saling melengkapi. Dalam kedokteran gigi, estetika bertujuan untuk menciptakan keindahan dan daya tarik guna untuk meningkatkan harga diri pasien, dan membuat pasien merasa puas terhadap bagian penting dari tubuh mereka, sehingga merasa ekspresif serta dihargai secara sosial (Silva et al. Penilaian estetika tidak hanya pada wajah dan tubuh, tetapi juga senyum yang estetik. Estetika senyum memerlukan parameter sehingga dapat menemukan senyum yang tidak estetik (Camara 2. Perawatan ortodonti dilakukan untuk memperbaiki oklusi dari gigi dan juga hubungan antar rahang. Tidak hanya itu, perawatan ortodonti juga dapat digunakan untuk memperbaiki cara berbicara, estetika wajah, dapat pula meningkatkan kebersihan mulut. Berbeda dengan cabang ilmu kedokteran gigi yang lain yang memerlukan perawatan singkat, ortodonti memerlukan perawatan yang lama (Ratnasari 2. Senyum adalah bentuk dari ekspresi dan penampilan wajah. Secara umum senyum dalam ilmu kedokteran gigi melibatkan hubungan harmonis antara gigi anterior, gingiva dan kerangka bibir (Geld et al. Desai et al. Senyum yang indah dalam bidang ilmu ortodonti disebut dengan mini-esthetics. Mini-esthetics merupakan suatu kerangka senyum dimana tampilan senyum dibatasi oleh bibir atas dan bawah serta mencakup penilaian tampilan gingiva, tampilan gigi anterior, ketinggian gingiva . ingival height. dan buccal corridor . ateral negative spac. (Sarver 2005. Sieja dan Kawala 2014. Senyum yang indah dalam bidang ilmu ortodonti disebut dengan mini-esthetics. Mini-esthetics merupakan suatu kerangka senyum dimana tampilan senyum dibatasi oleh bibir atas dan bawah serta mencakup penilaian tampilan gingiva, tampilan gigi anterior, ketinggian gingiva . ingival height. dan buccal corridor . ateral negative spac. (Sarver 2005. Sieja dan Kawala 2. Lengkung senyum termasuk dalam analisis pada gigi anterior dan bibir bawah, sehingga lengkung senyum termasuk salah satu faktor yang mempengaruhi estetis Senyum yang ideal membutuhkan analisis dan evaluasi pada wajah, bibir, jaringan gingiva, bentuk gigi, dan warna gigi, beserta komponen-komponen lainnya (Alfirdaus 2. Pada penelitian Kevin . Tipe garis lengkung senyum laki laki pada SMA Harapan 1 Medan curved 49,21%, datar straight 36,51%. Serta reversed 14,28%. Garis lengkung senyum pada siswi perempuan SMA Harapan 1 Medan mendapat prsontase curved 90,47%, straight 36,51%, dan reversed 1,59%. Jadi didapatkan garis lengkung senyum yang paling dominan pada siswa-siwi SMA Harapan 1 Medan adalah garis lengkung senyum curved dengan prosentase 69,84%, straight 22,22% serta reversed 7,94%. Wajah dan senyum merupakan satu kesatuan komponen yang tak terpisahkan (Martin dan Saller 2. Penelitian Isma . mendapatkan hasil Tipe wajah mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara secara keseluruhan adalah euryprosopic. Dengan distribusi tipe wajah euryprosopic 54%, mesoprosopic 30% dan leptoprosopic Tipe wajah mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara baik pada mahasiswa laki-laki maupun mahasiswa perempuan adalah euryprosopic dengan persentase laki-laki 44% dan perempuan 64%. Tipe wajah mesoprosopic laki-laki 32% dan perempuan 28%. Dan tipe wajah yang paling sedikit adalah leptoprosopic dengan laki-laki 24% dan perempuan 8%. Berdasarkan uraian diatas maka timbul suatu permasalahan yang membuat peneliti tertarik untuk mengetahui hubungan garis lengkung senyum dengan tipe wajah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar. METODE Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional yaitu suatu pendekatan dengan melakukan pengumpulan data pada waktu tertentu menggunakan sampel sebanyak 55 orang berusia berusia 19-23 tahun di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan rumus Slovin berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan secara langsung dengan mengukur tipe wajah menggunakan sliding caliper serta dilakukan pengamatan langsung untuk mengetahui garis lengkung senyum. HASIL Penelitian mengukur lengkung senyum dan mengidentifikasi tipe wajah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar. Hasil penelitian akan diuraikan sebagai berikut. Data deskriptif dalam penelitian ini terdiri dari jenis kelamin, umur, garis lengkung senyum dan tipe wajah yang ditunjukkan pada Tabel 1 adalah sebagai berikut. Tabel 5. 1 Deskripsi Data Masing-masing Variabel Penelitian Deskriptif Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Frekue Persent Umur 19 tahun 20 tahun 21 tahun 22 tahun Garis Lengkung Senyum Cuverd Reversed Straight Tipe Wajah Eurypropopic Hypereurypros Hyperieptopros Leptoprosopic Mesoprosopic Data pada Tabel 5. 1 memberikan gambaran mahasiswa dengan jenis kelamin perempuan lebih dominan sebanyak 58,2% dibandingkan mahasiswa laki-laki sebanyak 41,8%. Berdasarkan kategori umur menunjukkan bahwa usia 20 tahun paling dominan sebanyak 52,7%, usia 21 tahun sebanyak 36,4%, usia 22 tahun sebanyak 7,3% dan usia 19 tahun sebanyak 3,6%. Berdasarkan garis lengkung senyum mahasiswa mayoritas berada pada kategori straight sebanyak 50,9%, kemudian diikuti oleh kategori curved sebayak 34,5% dan kategori reversed sebanyak 14,5%. Berdasarkan tipe wajah pada mahasiswa paling dominan adalah tipe euryprosopic yaitu sebanyak 43,6%, hypereuryprosopic sebanyak 34,5%, mesoprosopic sebanyak 16,4%, hyperleptoprosopic sebanyak 3,6% dan leptoprosopic sebanyak 1,8%. 2 Hubungan garis lengkung senyum dengan tipe wajah. Pengujian hubungan garis lengkung senyum dengan tipe wajah pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar menggunakan uji chi square pada taraf signifikansi < 0,05. Hasil pengujian chi square ditunjukkan pada Tabel berikut. Tabel 5. 2 Tabulasi Silang Hubungan Garis Lengkung Senyum dengan Tipe Wajah. Gari Tipe Wajah Tot s Euryp Hype Hype Leptop Mesop al Leng rosopi reury rlepto rosopi rosopi proso proso Strai 43,5% 3,6% 1,8% 1,8% 50, Curv 30,9 1,8% 1,8% Reve 0% 14,5% 14, Total 24 43,6% 34,5 3,6% 1,8% 16,4% 100 Berdasarkan Tabel 5. 2 memberikan gambaran bahwa mahasiswa dengan garis lengkung senyum pada kategori Straight paling dominan memiliki tipe wajah Euryprosopic sebanyak 24 orang . ,6%), garis lengkung pada kategori Curved lebih Hypereuryprosopic sebanyak 17 orang . ,9%). Mahasiswa dengan garis lengkung senyum pada kategori Reversed seluruhnya memiliki tipe wajah Mesoprosopic yaitu sebanyak 8 orang . ,5%). Hyperleptoprosopic sebanyak 1 orang . ,8%) dan Leptoprosopic sebanyak 1 orang . ,8%), tipe wajah Hypereuryprosopic sebanyak 2 orang . ,6%), tipe wajah Hyperleptoprosopic sebanyak 1 orang . ,8%) dan tipe wajah mesoprosopic sebanyak 1 orang . ,8%). Hasil Uji Chi Square Tabel 5. 3 Hasil Uji Chi Square Chi-Square Tests ChiSquare Likelihood Ratio N of Valid Cases Value 91,01 87,20 Asymp. Sig. -side. ,000 ,000 a. 11 cells . ,3%) have expected count less than The minimum expected count is ,15. Berdasarkan hasil uji Chi Square diperoleh nilai Asymp. Sig . -side. sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hal ini membuktikan bahwa garis lengkung senyum memiliki hubungan yang signifikan dengan tipe wajah pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar. PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan garis lengkung senyum dengan tipe wajah mahasiswa fakultas kedokteran gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar angkatan 2019 sebanyak 1 orang, angkatan 2020 sebanyak 34 orang, angkatan 2021 sebanyak 20 Dengan jumlah sampel sebesar 55 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan data penelitian reponden penlitian lebih dominan berjenis kelamin perempuan sebanyak 58,2% dibandingkan mahasiswa laki-laki. Berdasarkan usia 20 tahun sebanyak 52,7%. Data garis lengkung senyum straight sebanyak 50,9% dan berdasarkan tipe wajah paling dominan euryprosopic sebanyak 43,6%. Berdasarkan tabel tabulasi silang diperoleh gambaran bahwa mahasiswa dengan garis lengkung senyum pada kategori straight paling memiliki tipe wajah euryprosopic sebanyak 24 orang . ,6%), mahasiswa dengan garis lengkung pada kategori curved memiliki tipe wajah hypereuryprosopic sebanyak 17 orang . ,9%), serta mahasiswa dengan garis lengkung senyum pada kategori reversed seluruhnya memiliki tipe wajah mesoprosopic yaitu sebanyak 8 orang . ,5%). Hal ini berbeda dengan penelitian Kevin . yang menyatakan garis lengkung terbanyak adalah curved sebanyak 69,84 %, garis lengkung senyum straight 22,22% dan paling sedikit garis lengkung senyum reversed 7,94%. Hal ini mungkin disebabkan oleh maloklusi yang menyebabkan sampel kurang percaya diri saat tersenyum dan menganggap dirinya memiliki susunan gigi yang buruk, serta membuat sampel merasa tidak puas akan penampilannya (Abdul 2. Kurang percaya dirinya sampel saat tersenyum juga dapat menyebabkan otot musculus zygomaticus mayor, musculus zygomaticus minor, musculus levator anguli oris yang seharusnya berkontribusi dalam mengangkat bibir atas menjadi tertahan dan kurang terangkat maksimal saat tersenyum, serta kelompok oral bawah . usculus depressor anguli risouris dan depressor labi. yang membuat bibir bawah serta sudut mulut ikut menurun (Scheid & Weiss 2. Bentuk wajah dan posisi gigi yang baik dapat menentukan estetika wajah karena merupakan salah satu syarat terwujudnya senyum yang menarik (Ridal 2. Garis lengkung senyum dipengaruhi oleh komponen senyum diantaranya bibir dan susunan gigi (Kevin 2. Lengkung rahang dapat menentukan tipe wajah serta susunan gigi. Lengkung rahang yang sempit akan menyebabkan susunan gigi cenderung berdesakan atau berjejal (Yanti 2. Lengkung gigi merupakan suatu garis imajiner yang menghubungkan sederetan gig gigi rahang atas dan rahang bawah yang dibentuk oleh mahkota gigi dan merupakan refleksi gabungan dari ukuran mahkota gigi, posisi inklinasi gigi, bibir pipi dan lidah. Variasi dari bentuk lengkung gigi anterior secara kualitatif yaitu ovoid, tapered, ataupun square, sedangkan secara kuantitatif bentuk lengkung gigi dipengaruhi oleh interkaninus, tinggi kaninus, intermolar dan tinggi molar (Arthadini dan Anggani, 2. Sampel dengan tipe wajah hypereuryprosopic saat senyum sosial terlihat lengkung tepi insisal gigi rahang atas yang mengikuti lengkung bibir bawah pada saat senyum sosial sehingga senyum menjadi curved (Kevin 2. , sedangkan tipe wajah mesoprosopic memiliki lengkung rahang yang tidak selebar tipe wajah euryprosopic, dan tidak sesempit tipe wajah leptoprosopic, kepala lonjong, bentuk muka oval dengan zigomatik mengecil (Isma 2. , saat senyum sosial lengkung tepi insisal rahang atas yang konkaf atau cekung jika dibandingkan dengan lengkung bibir bawah yang membuat garis lengkung senyum menjadi reversed (Kevin 2. Tipe wajah euryprosopic memiliki lengkung maksila dan palatum yang lebar dan dangkal, lengkung gigi square (Hidayana 2. Susunan gigi pada rahang atas saat senyum sosial menunjukkan lengkung tepi insisal datar jika dibandingkan dengan lengkung bibir bawah sehingga membuat garis lengkung senyum pada tipe euryprosopic terlihat straight (Kevin 2. Jadi Semakin berbeda lengkung gigi, susunan gigi (Hidayana 2. dan lengkung rahang (Yanti 2. , maka garis lengkung senyum (Kevin 2. serta tipe wajah pada setiap sampel juga akan ikut berbeda-beda. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan terdapat hubungan antara garis lengkung senyum dengan tipe wajah pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar. DAFTAR PUSTAKA