JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Jurnal Jendela Pendidikan Volume 3 No. 04 November 2023 ISSN: 2776-267X (Prin. / ISSN: 2775-6181 (Onlin. The article is published with Open Access at: https://w. id/index. php/JJP Analisis Komunikasi dan Karakteristik Pada Perkembangan Peserta Didik Di SD Fani Anggita Lubis . A Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Khoirun Nisa Lubis. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Icha Pratiwi Sihotang. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Sri Wahyuni. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara A nisa06445@gmail. Abstract: Individuals communicate stimuli to others, usually verbally, in order to modify their This process is known as communication (Hovlan. Janis, and Kell. The research's specific goal is to examine how traits and communication affect students' growth. Using both a field study and a literature review, this research is qualitative in nature. The stages of research were completed by gathering primary and secondary library sources. According to research formulas, data is categorized in this study (Darmalaksana, 2. In order to develop a learning system based on each student's condition and identify the boundary between behavior that must be taught to students and behavior that does not, it is important to analyze the characteristics and early development of students. This can be done through effective communication and an approach that accepts students as they are. To ensure effective communication, educators need to consider the personalities of elementary school-aged Early communication must be encouraged and built upon the teacher's Of course, there are more ways to communicate outside just having a For example, one can show someone they are paying listening or using encouraging Keywords: Communication, characteristics, student development, elementary school kids Abstrak: Individu mengkomunikasikan rangsangan kepada orang lain, biasanya secara verbal, untuk mengubah perilaku mereka. Proses ini dikenal sebagai komunikasi (Hovlan. Janis, dan Kell. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana sifat dan komunikasi mempengaruhi pertumbuhan siswa. Dengan menggunakan studi lapangan dan tinjauan literatur, penelitian ini bersifat kualitatif. Tahapan penelitian diselesaikan dengan mengumpulkan sumber pustaka primer dan sekunder. Menurut rumusan penelitian, data dikategorikan dalam penelitian ini (Darmalaksana, 2. Untuk mengembangkan sistem pembelajaran berdasarkan kondisi setiap siswa dan mengidentifikasi batas antara perilaku yang harus diajarkan kepada siswa dan perilaku yang tidak, penting untuk dilakukan. menganalisis ciri-ciri dan perkembangan awal peserta didik. Hal ini dapat dilakukan melalui komunikasi yang efektif dan pendekatan yang menerima siswa apa Untuk menjamin komunikasi yang efektif, pendidik perlu mempertimbangkan kepribadian siswa usia sekolah dasar. Komunikasi sejak dini harus didorong dan dibangun berdasarkan pemahaman guru. Tentu saja, ada lebih banyak cara untuk berkomunikasi di luar hanya sekedar Misalnya, seseorang dapat menunjukkan kepada seseorang bahwa mereka membayar dengan mendengarkan atau menggunakan kata-kata yang memberi semangat. Kata kunci: Komunikasi, karaktersitik perkembangan, anak SD Received 1 November 2023. Accepted 20 November 2023. Published 25 November 2023 Citation: Lubis. Lubis. Sihotang. , & Wahyuni. Analisis Komunikasi dan Karakteristik Pada Perkembangan Peserta Didik Di SD. Jurnal Jendela Pendidikan, 3 . , 478-482. Copyright A2023 Jurnal Jendela Pendidikan Published by CV. Jendela Edukasi Indonesia. This work is licensed under the Creative Commons Attribution-Non Commercial-Share Alike 4. 0 International License. Lubis. Lubis. Sihotang. Wahyuni PENDAHULUAN Setiap perubahan dalam moral, karakter, atau kecenderungan yang secara tangensial ditingkatkan oleh sebab-sebab lain termasuk dalam pendidikan. Sekolah dan masyarakat luas mulai memberikan dampak terhadap perkembangan kepribadian anak dan pembentukan sistem moral dan sosialnya seiring transisi anak dari fase lingkungan keluarga ke fase lingkungan sekolah. Tahapan ini ditandai dengan keadaan sosial dan pola hidup yang khas membentuk kepribadian anak, serta interaksi dengan pengaruh alam dan genetik, lingkungan rumah, serta fenomena yang berkaitan dengan perkembangan fisik dan intelektual anak. Anakanak menyesuaikan diri dengan keadaan baru ini. Mulai saat ini, ciri-ciri unik setiap anak mulai terlihat dalam pola pikir dan perilakunya. Dari sini juga terlihat adanya pola benturan perilaku dan penyimpangan di antara mereka yang perlu dibenahi. Ada beberapa alasan mengapa guru atau mahasiswa calon guru perlu memahami perkembangan peserta didik. Alasan-alasan itu sebagai berikut, mempelajari dan memahami aspek perkembangan peserta didik adalah salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru, melalui pemahaman tentang aspek-aspek perkembangan serta faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan peserta didik, dapat diantisipasi tentang berbagai upaya memfasilitasi perkembangan tersebut, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Disamping itu, dapat diantisipasi juga tentang upaya untuk mencegah berbagai kendala atau masalah yang mungkin akan menghambat perkembangan anak khususnya anak sekolah dasar. Semua orang memiliki aspek perkembangan yang jumlahnya sama tetapi memiliki kemampuan pengembangan aspek perkembangan yang berbeda-beda. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing begitupun anak sekolah dasar. Sebagai makhluk sosial, manusia selalu berusaha berinteraksi dengan orang lain. Dia penasaran dengan segalanya, termasuk apa yang terjadi di dalam dirinya. Karena kepentingannya, orang harus berkomunikasi. Ciri-ciri unik setiap anak mulai terlihat dalam pola pikir dan perilakunya. Dari sini juga terlihat adanya pola benturan perilaku dan penyimpangan di antara mereka yang perlu dibenahi. Sebagai makhluk sosial, manusia selalu berusaha berinteraksi dengan orang lain. Dia penasaran dengan segalanya, termasuk apa yang terjadi di dalam dirinya. Karena kepentingannya, orang harus berkomunikasi. Secara tidak langsung ia telah menyampaikan pesan melalui tangisan atau rengekannya tersebut. Sekolah adalah institusi pendidikan tinggi yang dicari oleh masyarakat untuk mendapatkan perhatian, pengajaran, pengembangan, dan pengarahan dari ketidaktahuan menjadi pengetahuan, dari ketidakmampuan menjadi kemampuan. Orang tua siswa merupakan pemangku kepentingan sekolah. dalam hal ini, para orang tua telah menyerahkan anaknya ke sekolah tersebut dengan harapan dapat memberikan mereka pendidikan yang AuterbaikAy. Di sekolah, pengajaran biasanya disampaikan secara langsung untuk memungkinkan munculnya variasi hasil belajar siswa. Setiap siswa mempunyai kemampuan penalaran yang unik. Hal ini mengakibatkan terjadinya variasi cara siswa mengkomunikasikan dan memahami pelajaran yang diajarkan pada setiap pembelajaran yang dipimpin guru. METODE Melalui tinjauan pustaka, penelitian ini bersifat kualitatif. Tahapan penelitian diselesaikan dengan mengumpulkan sumber pustaka primer dan sekunder. Berdasarkan rumusan penelitian, data dikategorikan dalam penelitian ini (Darmalaksana, 2. Adapun subjek dari penelitian ini adalah peserta didik, serta instumen yang dilakukan yaitu observasi maupun wawancara kepada peserta didik. Tiap-tiap kelompok diberi pertanyaan dengan Lubis. Lubis. Sihotang. Wahyuni pertanyaan yang sama, tetapi mereka menjawab dengan jawaban mereka sendiri-sendiri, dengan jawaban yang tentunya berbeda-beda Penulis juga melakukan kajian pustaka dari berbagai sumber demi melengkapi dan mempertajam data-data yang terkait dengan topik HASIL DAN PEMBAHASAN Mencari tahu kapan dan bagaimana pentingnya komunikasi dalam kehidupan manusia pertama kali disadari. Sejarah menunjukkan bahwa komunikasi manusia diungkapkan dan terlibat dalam kehidupan sejak abad ke-5 SM, sebagaimana dibuktikan oleh tulisantulisan dari periode klasik Mesir dan Babilonia atau Perjanjian Lama (Alkita. Demikian pula, komunikasi lisan merupakan dasar kehidupan demokratis dalam masyarakat Yunani. Menurut Hardjana . seorang manusia hidup di dunia ini perlu adanya komunikasi untuk menyampaikan pesan atau maksud yang hendak diungkapkan, karena tanpa komunikasi maka kehidupan tak akan berlangsung. Komunikasi pada hakikatnya merupakan suatu proses dalam penyampaian informasi . esan, ide, gagasa. dari satu pihak kepada pihak lain. Komunikasi biasanya dilakukan secara lisan atau dengan cara yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Jika tidak satu pun dari mereka dapat memahami bahasa lisan satu sama lain, mereka masih dapat berkomunikasi melalui bahasa tubuh, seperti tersenyum, menggelengkan kepala, atau mengangkat bahu. Kami menyebut metode ini sebagai komunikasi nonverbal. Menurut Hovland. Janis, dan Kelley . ikutip Santoso dan Setiansah, 2010:. , komunikasi adalah proses dimana seseorang . menyampaikan rangsangan untuk mempengaruhi tindakan orang lain. Menurut Anderson, komunikasi adalah proses yang melaluinya kita memahami satu sama lain dan dipahami oleh mereka. Hal ini terjadi secara dinamis dan selalu berubah sesuai Makna kutipan ini menyoroti bagaimana pemahaman antar komunikator dapat dicapai melalui komunikasi. Komunikasi persuasif . ersuasive communicatio. lebih sulit daripada komunikasi informatif . nformative communicatio. , karena memang tidak mudah untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku seseorang atau sejumlah orang. Menginformasikan atau mengubah sikap, keyakinan, atau perilaku adalah tujuan komunikasi. Dapat dilakukan secara lisan, tatap muka, atau melalui media, yang dapat berupa media massa seperti radio, televisi, surat kabar, dan film, serta media nonmassa seperti surat, telepon, papan pengumuman, poster, spanduk, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, tujuan komunikasi adalah untuk memberikan informasi dan memberikan alasan yang kuat atas pernyataan tersebut. Menurut Hamzah B. Uno . , karakteristik siswa adalah ciri atau sifat unik siswa yang meliputi minat, sikap, motivasi belajar, gaya belajar, kemampuan kognitif, dan kemampuan bawaan. Di sisi lain, sifat-sifat watak, atau kebiasaan-kebiasaan yang dianut oleh orang-orang yang sifatnya relatif tetap, menurut Pius Partanto dan Dahlan . menyatakan Proses belajar anak menunjukkan betapa berbedanya perkembangan dan karakteristik anak usia sekolah dasar satu sama lain. Misalnya, karakter anak-anak berbeda antara kelas bawah dan atas. Anak-anak di sekolah dasar, khususnya di kelas bawah, masih dalam tahap pengembangan kemampuan kognitifnya. Untuk mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat menerapkan beberapa strategi untuk lebih memahami karakteristik siswanya, seperti: Luangkan lebih banyak waktu untuk mengenal siswa Anda secara mendalam. membutuhkan waktu dan membutuhkan pelaksanaan yang hati-hati dan disengaja. Belajar lebih dari sekedar mengetahui sesuatu. Guru dapat menggunakan pendekatan psikologis untuk lebih mengenal siswanya. Hal ini dapat berupa wawancara, mencari tahu tentang masalah pribadi anak, menawarkan solusi bagaimana menerapkan Lubis. Lubis. Sihotang. Wahyuni metode pengajaran mereka, mengadakan diskusi, memberikan ceramah, menjawab pertanyaan, melakukan penyelidikan, dan menggunakan teknik lainnya. Menghargai dan memperlakukan siswa secara setara. Dapat dipahami bahwa terdapat beragam kemampuan, karakteristik, dan disposisi dalam satu kelas, yang semuanya memerlukan perlakuan yang adil. Keadilan tidak berarti kesetaraan. pendidik harus memperlakukan setiap siswa dengan penuh perhatian dan kasih sayang, memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan tanpa memandang jenis kelamin, etnis, status sosial, atau apa pun. Memperlakukan guru dengan adil akan meningkatkan reputasi mereka, dan akan menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan di antara siswa. Menjadi sahabat terdekat mereka dengan memasuki dunianya. Guru harus terlibat dengan siswanya, bermain dengan mereka seperti sedang bermain, bernyanyi bersama, dan menjadi teman dekat untuk menemukan bakat dan kepribadian mereka. Hal ini akan membantu siswa merasa tidak terlalu canggung dan malu. Guru dan anak pemalu ini perlu dekat dan berkomunikasi dengan baik agar upaya guru dapat seefektif mungkin. Ada prosedur dan waktu yang terlibat dalam pendekatan Guru harus bersabar agar bisa berhubungan dengan anak-anak pemalu. Dengan anakanak yang pemalu ini, guru dapat berbicara lebih penuh kepada mereka jika mereka merasa dekat satu sama lain. Misalnya, ketika si kecil sedang menunggu untuk dijemput . epulang sekola. atau ketika sedang makan siang. Guru kemudian dapat meminta siswa untuk berbagi ketika temannya hadir. Dorong anak Anda untuk bertanya lebih banyak atau terlibat dalam obrolan ringan sederhana untuk membantunya terbiasa berbicara di depan temantemannya. Ingatlah untuk mengakui pertumbuhan rasa percaya diri anak Anda karena hal itu akan mendorong mereka untuk lebih bersemangat. Untuk memudahkan komunikasi anak, pertimbangkan untuk menerapkan strategi berikut: Perhatikan apa yang Anda katakan dan dapatkan inspirasi untuk berbagi lebih banyak. Jika guru memperhatikan dan menunjukkan minat terhadap apa yang diceritakannya, ia akan sangat bersemangat untuk berbagi cerita tentang pengalamannya baru-baru . Perhatikan baik-baik narasi saat Anda berbicara. Akhiri sejenak aktivitasnya, ajak ia mendekat, dan perhatikan baik-baik. Jika diperlukan, berikan beberapa kritik. Ceritakan kembali kisah anak tersebut untuk memastikan bahwa semua orang memahaminya secara setara karena anak tersebut mungkin berbicara dalam bahasa yang berbeda dari bahasa Anda. Ini akan membantu menghindari miskomunikasi. Dorong anak Anda untuk mengajukan pertanyaan untuk mengomunikasikan Meminta anak bercerita kepada Anda akan membantunya merasa diperhatikan jika ia masih ragu dengan emosinya dan apa yang membuatnya senang atau sedih. Membantu Anda dalam membuat pilihan terbaik. Memberikan penjelasan mengenai akibat dari keputusannya, serta sebab dan akibat yang ditimbulkannya, dengan lugas dan mudah dipahami. Salah satu jenis komunikasi tidak langsung yang membantu proses pembiasaan anak adalah penetapan aturan yang konsisten. Oleh karena itu, pendidik harus konsisten dalam menjunjung tinggi semua pedoman dan rutinitas yang telah ditetapkan saat menangani anak. Kita juga tidak boleh melakukan ini jika mengikuti pedoman yang ditetapkan dilarang. Ingatlah bahwa anak-anak pada dasarnya ingin merasa dicintai dan Ketika kita berkomunikasi dengan baik dengan anak-anak usia sekolah dasar, kita membantu mereka memahami benar dan salah, menyederhanakan proses mengidentifikasi sumber masalah, dan bertindak demi kepentingan terbaik mereka. Lubis. Lubis. Sihotang. Wahyuni SIMPULAN Menurut Hovland. Janis, dan Kelley . ikutip Santoso dan Setiansah, 2010:. , komunikasi adalah proses dimana seseorang . menyampaikan rangsangan untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Minat, sikap, motivasi belajar, gaya belajar, kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan bawaan seorang siswa semuanya dianggap sebagai aspek atau kualitas individu siswa. Proses belajar anak menunjukkan bahwa perkembangan dan karakteristik anak usia sekolah dasar berbeda-beda pada setiap anak. Misalnya, karakter anak di kelas bawah berbeda dengan di kelas atas. Anak-anak di sekolah dasar, khususnya di kelas bawah, masih dalam tahap pengembangan kemampuan Untuk mengembangkan sistem pembelajaran berdasarkan kondisi setiap siswa dan mengidentifikasi batas antara perilaku yang perlu diajarkan kepada siswa dan perilaku yang tidak, maka penting untuk menganalisis karakteristik dan perkembangan awal setiap siswa. Hal ini dapat dilakukan melalui komunikasi yang efektif dan pendekatan yang menerima siswa apa adanya. Untuk menjamin komunikasi yang efektif, pendidik perlu mempertimbangkan kepribadian siswa usia sekolah dasar. Komunikasi sejak dini harus didorong dan dibangun berdasarkan pemahaman guru. Tentu saja ada cara lain untuk berkomunikasi selain sekadar ngobrol. Misalnya, seseorang dapat menunjukkan kepada seseorang bahwa mereka memperhatikan atau menggunakan kata-kata yang memberi semangat. Salah satu jenis komunikasi tidak langsung yang membantu proses pembiasaan anak adalah penetapan aturan yang konsisten. Ketika kita berkomunikasi dengan baik dengan anak-anak usia sekolah dasar, kita membantu mereka memahami benar dan salah, menyederhanakan proses mengidentifikasi sumber masalah, dan bertindak demi kepentingan terbaik mereka. DAFTAR PUSTAKA