Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 2. No. 2 November 2024 https://doi. org/10. 37092/bouseik. https://jurnal. id/index. php/bouseik/index Pengenalan Huruf Hijaiyah Melalui Metode Ummi di TK Kreatif AlFurqon Isnaini Khoirotun NiAomah1*. Achmad Roziqin2 12 IAI Nusantara Ash-Shiddiqiyah. OKI. Indonesia isnainikhoirotun24@gmail. com, roziqinachmad23@gmail. Article History Received: 03-10-2024 Revised : 16-10-2024 Accepted: 05-11-2024 Keywords: Hijaiyah Letters. Ummi Method. Abstract The Ummi method is a method for reading the AlQuran which focuses on 3 qualities, namely a quality method, a quality teacher and a quality system. The introduction of hijaiyah letters is one of the elements in this method. This research aims to determine the application of the Ummi method in introducing hijaiyah letters to students at the TK Kreatif Al-Furqon. This research uses a qualitative method with 3 data collection techniques, namely interviews, observation and documentation. The results of this research are that the introduction of hijaiyah letters using the Ummi method at the TK Kreatif Al-Furqon is going well as seen from the students' ability to read volumes in accordance with TK Kreatif Al-Furqon target, namely a maximum of Abstrak Kata Kunci: Huruf Hijaiyah. Metode Ummi. Metode Ummi merupakan salah satu metode cara membaca Al-Quran yang berfokus dengan 3 mutu yaitu metode yang bermutu, guru yang bermutu dan system yang bermutu. Pengenalan huruf hijaiyah merupakan salah satu unsur yang ada dalam metode ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode Ummi dalam pengenalan huruf hijaiyah kepada siswa di TK Kreatif Al-Furqon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan 3 teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah pengenalan huruf hijaiyah dengan metode Ummi di TK Kreatif 152 Isnaini. Roziqin. Mengenal Huruf Hijaiyah Melalui Metode Ummi,A Al-Furqon berjalan dengan baik dilihat dari kemampuan siswa membaca jilid sesuai dengan target TK Kreatif Al-Furqon yaitu maksimal di jilid 3. Pendahuluan Pendidikan pada usia dini merupakan suatu pondasi penting yang harus dilakukan oleh orang tua. Salah satu yang dapat diusahan dan dilakukan oleh orang tua adalah memilih lembaga pendidikan yang sesuai dengan orientasi pendidikan keluarga. Lembaga pendidikan Islam mempunyai ciri khusus yakni pengenalan agama Islam kepada peserta didiknya, hal ini bisa ditemuai bahkan ditingkat pendidikan anak usia dini. Pengenalan agama Islam yang biasa dilakukan oleh lembaga pendidikan Islam diantaranya adalah pembelajaran huruf hijaiyah. Hal ini dilakukan terkait bahwa kitab suci Al-QurAoan ditulis menggunakan huruf Mulai dari usia dini penting untuk diperkenalkan Al-QurAoan kepada anak-anak. Hal ini tentunya terkait dengan dasar keimanan yang harus dibangun sejak awal. Sejalan dengan penelitian (Binti Munawaroh et al. bahwa mempelajari Al-QurAoan adalah hal penting dilakukan oleh setiap muslim baik bersikap formal, informal dan non formal. Salah satu metode pembelajaran Al-QurAoan yaitu menggunakan metode Ummi. Menurut (Sari, 2. Metode Ummi adalah salah satu metode membaca Al-QurAoan yang mempraktekkan secara langsung bacaan tartil sesuai dengan kaidah membaca Al-QurAoan secara baik dan benar. Metode Ummi merupakan salah satu metode membaca Al-QurAoan yang mengintegrasikan antara membaca dengan tartil dan tetap memperhatikan kaidah tajwid dengan benar. (Habil et al. , 2. Metode ini dikelola oleh Ummi Foundation yang mana mempunyai tujuan menawarkan solusi dalam pembelajaran Al-QurAoan dengan mudah cepat dan bermutu, yang mana ada 3 piliar mutu dari Ummi Foundation menurut (Azhari, 2. yaitu metode yang bermutu, guru yang bermutu dan system yang bermutu. Dengan ketiga pilar diatas diharapkan dapat menjawab kegelisahan masyarakat dalam menghadapi permasalahan dalam pembelajaran huruf hijaiyah dan lebih luas lagi dalam pembelajaran AlQurAoan. Pengenalan huruf hijaiyah merupakan hal yang penting untuk diperkenalkan lebih awal untuk mencapai literasi yang baik hal ini sesuai dengan penelitian (Helmalia et al. , 2. yang menyatakan bahwa mempelajari huruf hijaiyah merupakan hal dasar dan penting untuk dipelajari dan dapat disamakan pentingnya dengan mempelajari huruf Namun fakta di lapangan bahwa orang tua lebih memntingkan belajar huruf abjad terlebih dahulu dibandingkan dengan mengenalkan huruf Dampaknya ketika anak-anak usia dini memasuki dunia pendidik tingkat TK mengalami kesulitan dalam mnegenali huruf hijaiyah. Bahkan dalam penelitian (Helmalia et al. , 2. menyatkan bahwa bahwa saat ini anak-anak kurang berminat belajar huruf hijaiyah karena dianggap tidak penting dan kurang menarik. Salah satu yang menjadi faktornya adalah Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. No. 2 November 2024 kurangnya variasi metode yang digunakan untuk mengenalkan huruf Pengenalan huruf hijaiyah kepada anak usia dini sebaiknya menggunakan cara yang berbeda agar bisa menyenangkan dan diterima dengan baik oleh anak-anak. Metode Ummi merupakan salah satu metode membaca Al-Quran yang juga memperkenalkan huruf hijaiyah hal ini sesuai dengan penelitian (Sari, 2. bahwa metode Ummi meruapak metode mempelacarai cara membaca Al-Quran dengan tartil sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Dasar awal seseorang dalam meningkatkan kemampuan membaca AlQurAoan adalah memahami secara detail setiap huruf dari huruf hijaiyah yang Penelitian (Pratiwi et al. , 2. mengatakan bahwa mempelajari huruf hijaiyah adalah hal penting karena itu merupakan kunci seseorang dapat membaca Al-QurAoan. Hal ini harusnya dimulai sejak usia dini agar menjadi dasar yang kuat. Dalam sumber yang sama (Pratiwi et al. , 2. anak usia dini sejak awal harus diperkenalkan mulai mengenal huruf hijaiyah, menghafal bentuk huruf hijaiyah hingga menghafal pelafalan huruf hijaiyah. Kemampuan anak mengenal huruf hijaiyah memang lebih sulit dibanding dengan abjad biasa dikarenakan orang tua lebih dahulu mengenalkan huruf abjad dari pada huruf hijayah. Padahal huruf hijaiyah merupakan salah satu poin penting dalam Islam yang harus dimiliki oleh setiap Muslim, seperti dalam penelitian (Alucyana et al. , 2. mengatakan bahwa tujuan utama memperkenalkan huruf hijaiyah adalah anak bisa mengerti huruf hijaiyah selanjutnya bisa membaca huruf hijaiyah dan dimulainya sejak mereka usia dini. Adapun pendapat (Haanuddin, 2. mengatakan bahwa sejak usia dini anak perlu dikenalkan dengan huruf hijaiyah karena huruf hijaiyah memiliki kesulitan yang mana terdapat perbedaan yang signifikan dengan huruf latin yang di pakai dalam bahasa Indonesia. Maka dari itu anak-anak perlu diperkenalkah huruf hijaiyah sedini mungkin. Karena tidak bisa dipungkiri hal ini yang terjadi di lapangan. Diera modern seperti ini tidak semua lembaga pendidikan memprioritaskan pengenalan huruf hijaiyah secara khusus kepada peserta Peneliti mengamati bahwa di TK Krearif Al Furqon terdapat waktu khusus untuk mempelajari huruf hijaiyah dengan metode Ummi. Hal menarik yang ingin peneliti ketahui adalah kemampuan pelafalan huruf hijaiyah peserta didik yang ada di TK Kreatif Al Furqon mengingat anakanak pada usia ini masih sangat aktif. Selain itu metode Ummi memiliki peraturan tersendiri dalam pembelajarannya maka dari itu peneliti tertarik untuk meneliti tentang penerapan metode Ummi yang ada di di TK Kreatif Al Furqon khususnya pembelajaran huruf hijaiyah. Penelitian yang serupa sudah pernah dilakukan diantaranya: . Nastiti Lutfiah Ramadhani dkk dengan judul Implementasi Pembelajran Al-Quran Metode Ummi pada AnakUsia Dini di PG/TKX(Ramadhani et al. , 2. Didik Hermawan dan Muthoifin dengan judul Penerapan Metode Ummi dalam Pembelajaran Al-Quran (Agama et al. , n. ) . Pengenalan Huruf Hijaiyah Melalui Metode Tilawati bagi Anak Usia 5-6 Tahun. 154 Isnaini. Roziqin. Mengenal Huruf Hijaiyah Melalui Metode Ummi,A Adapun kebaharuan ini penelitian yang peneliti lakukan adalah penelitianini berfokus pada pemeroleh huruf hijaiyah siswa TK Kreatif AlFurqon dengan menggunakan metode Ummi. Adapun penelitian sebelumnya menjadi referensi dan penguat dalam penelitian ini. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mana dilakukan secara menyeluruh pada suatu peristiwa yang apa adanya dan terjadi secara alamiah (Lubis 2. Penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang menggambarkan objek penelitian yang sebenarnya terjadi di lapangan (Hasnunidah, 2. Jenis penelitian ini menampilkan data apa adanya tanpa menambahi dan mengurangi data sesuai dengan fokus penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengenalan huruf hijaiyah kepada anak-anak di TK Kreatif Al-Furqon melalui Metode Ummi. Selain hal tersebut peneliti juga ingin mengetahui langkah-langkah penerapan metode Ummi serta kendala yang dihadapi oleh guru dalam memperkenalkan huruf hijaiyah dengan metode Ummi. Adapun sumber data dalam penelitian ini yaitu kordinator Ummi, guru Ummi dan Siswa TK Kreatif Al-Furqon yang berjumlah 150 siswa yang terbagi menjadi 10 kelompok. Peneliti mengambil secara acak dari setiap kelasnya sebagai narasumber. 3 Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan diantaranya Wawancara yang mana akan dilakukan kepada kordinator Ummi, guru mengaji dan siswaTK Kreatif Al-Furqon. Observasi dilakukan dengan cara peneliti mengamati langsung kondisi serta mencatat hal-hal penting terkait permasalahan penelitian dan Dokumentasi dilakukan dengan menghimpun data berupa foto, video dan tulisan yang terkait dengan fokus penelitian. Adapun analisis data yang peneliti gunakan yaitu dengan cara mereduksi data yang sesuai dengan fokus penelitian, kemudian peneliti menyajikan data secara tertulis dan pada tahap terakhir adalah meyimpulkan hasil penelitian berdasarkan data yang peneliti peroleh dan dianalisis berdasarkan fokus yang selanjutnya peneliti sajikan dalam Pembahasan Penggunaan Metode Ummi Mempelajari huruf hijaiyah dapat dilakukan dengan berbagai metode diantaranya dengan menggunakan metode Ummi. Metode Ummi merupakan metode yang diciptakan pada tahun 2007 oleh A. Yusuf MS yang mana hal ini bias terjadi dilator belakangi oleh kebutuhan masyarakat untuk mempelajari cara baca Al-QurAoan dengan baik dan menyenangkan (Azhari. Setidaknya ada 6 jilid yang ada pada metode Ummi sebagai mana penelitian (Ismiati & Setiawan, 2. dengan rincian sebagai berikut: Jilid I mempelajari pengenalan huruf tunggal dan berharakat fathah. Jilid II pengenalan harakat kasrah dan dhomah, fathahtain, kasrotain, dhomatain Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. No. 2 November 2024 dan pengenalan huruf sambung. Jilid i pengenalan tanda baca panjang. Jilid IV pengenalahan huruf disukun, tasydid. Jilid V pengenalan cara membaca waqaf dan Jilid VI pengenalan qalqalah. Metode Ummi memperhatikan beberapa hal diantaranya adanya pendekatan dalam pembelajarannya sebagai mana yang disampaikan (Junaidin Nobisa & Usman, 2. ada 3 pendekatan yaitu Direct Methode yang mana penerapannya membaca hurufnya langsung dibaca tanpa dieja dan tanpa banyak penjelasan disini guru langsung member contoh dan siswa mengikuti. Yang kedua Repeatition membaca secara berulang-ulang dimana hal ini sesuai seperti ketika seorang ibu mengajari anknya berbicara dan yang ketiga kasih sayang yang tulus dimana guru menyampaikan ilmunya dengan penuh rasa cinta dan ikhlasan diharapkan siswa akan mudah menerima ilmunya. Selain tiga pendekatan di atas juga terdapat 10 piliar dalam penerapan metode Ummi sebagaimana penelitian (Hernawan, 2. yaitu Goodwill manajemen, sertifikasi guru, tahapan pembelajaran yang baik dan benar, target jelas dan terukur, mastery learning yang konsisten, waktu pembelajaran yang memadai, rasio guru dan siswa yang proposional, control internal dan eksternal, progress report siswa dan coordinator guru Ummi yang handal. Metode Ummi juga memiliki 7 program program dasar yaitu tashih, tahsin, sertifikasi, coach, supervise, munaqasah dan khataman (Liansyah & Achadianingsih, 2. , namun saat ini TK Kreatif Al-Furqon terdapat 2 program yang belum terlaksana yaitu munaqasah dan khataman. Karena memang target dari lembaga ini hanya sampai dengan jilid 3. Para ahli mengatakan bahwa siswa sudah memiliki dasar pengetahuan yang baik namun untuk hasil yang maksimal hendaknya guru harus tepat dalam memilih metode (Rosidah & Nasih, 2. maka dari itu TK Kreatif AlFurqon memilih menggunakan metode Ummi ini sebagai metode untuk belajar membaca Al-Quran utamanya untuk anak usia dini yang memerlukan contoh langsung oleh gurunya. TK Kreatif Al-Furqon memiliki 11 guru mengaji dengan rincian 5 guru sudah tersertifikasi dan 6 guru lainnya masih proses sertifikasi. Penggunaan Metode Ummi sudah berlangsung selama 10 tahun. TK Kreatif Al-Furqon memilih metode Ummi karena selaras dengan misinya yaitu memberikan pendidikan dasar Islam serta melaksanakan pembelajaran yang aktif, kreatif dan inovatif. Salah satu metode yang digunakan umat Islam dalam pembelajaran dan menghafal Al-Quran adalah metode Ummi. Metode ini mulai muncul tahun 2007 yang diprakarsai oleh A. Yusuf MS dan Masruri. Terdapat 4 model dalam metode Ummi diantaranya: Privat/ individual, klasikal individu, klasikal baca simak dan klasikal baca simak murni. Adapun yang digunakan di TK Kreatif Al-Furqon adalah klasikal baca simak. 156 Isnaini. Roziqin. Mengenal Huruf Hijaiyah Melalui Metode Ummi,A Klasikal baca simak yaitu guru menentukan halaman yang akan dibaca, lalu membaca secara bersama-sama. Selanjutnya pembelajaran dialaksanakan dengan satu siswa membaca dan siswa lain menyimak begitu seterusnya hingga seluruh siswa mempunyai bagian untuk membaca. Secara umum proses pembelajaran dengan metode Ummi yang ada di TK Kreatif Al-Furqon sudah sesuai dengan prosedur yang ada dan dilakukan dengan cara yang baik dan benar. Pembelajaran metode Ummi dalam satu minggu dilakukan selama 4 hari mulai hari Senin hingga Kamis, yang mana setiap harinya dilakukan setara 2 jam pelajaran atau 60 menit. Pembagian kelompok belajar dilakukan berdasarkan kemampuan siswa dalam membaca huruf hijaiyah. Target anak-anak keluar dari TK Kreatif Al-Furqon sudah lulus jilid 3. Bagi siswa yang kemampuannya masih kurang dimulai dari jilid pemula. Namun,jika kemampuannya sudah memadai maka langsung jilid 1. Di TK Kreatif Al-Furqon ini terdapat 10 kelas mengaji dengan rincian setiap kelas kisaran 13-15 siswa. Hal ini sudah sesuai dengan ketentuan Ummi Foundation seperti pada penelitian (Ramadhani et al. , 2. yang mengataka bahwa dalam setiap kelas terdapat ketentuan rasio ideal antara jumlah guru dan siswa yaitu 1: 10-15 siswa. Berdasarkan pengamatan peneliti TK Kreatif Al-Furqon sudah memenuhi rasio ideal seperti yang telah Pelaksanaan pembelajaran dengan metode Ummi diawali dengan tahap pembukaan yang mana guru mengamati kesiapan siswanya. Jika sudah kondusif maka guru membuka pembelajaran dengan semangat dan menyenangkan. Awali salam da dan dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan doa pembuka. Selesai membaca doa lalu dilanjutkan dengan apresepsi pembelajaran dengan cara mengulangi hafalan surat pendek. Selanjtnya penanaman konsep dengan menggunakan alat peraga, dimana guru mengenalkan materi pokok yang akan dipelajari pada hari itu. Selanjutnya guru menyimak siswa satu persatu dan siswa lain juga turut menyimak temannya yang sedang membaca. Setelah semua anak selesai maka selanjutnya adalah proses mengulang-ulang materi atau disebut dengan latihan keterampilan. Bagi siswa yang mengikuti pembelajaran dengan tertib guru akan memberikan apresiasi baik secara lisan maupun pemberian hadiah. Pembelajaran yang menyenangkan menjadikan siswa dengan mudah menerima materi yaitu mengenal huruf hijaiyah dari usia dini. Berdasarkan wawancara dengan salah satu wali siswa beliau mengatakan bahwa sebelum masuk TK anknya sama sekali belum mengenal huruf hijaiyah, namun setelah satu semester putra beliau sudah mengenal huruf hijaiyah bahkan sudah selesai untuk jilid 1. TK Kreatif Al-Furqon memiliki alasan tersendiri memilih metode Ummi ini sebagai wadah pengenalan huruf hijaiyah dan pembelajaran membaca Al-Quran diantaranya bahwa metode Ummi memiliki sistem yang terstruktur sehingga tujuan dan target yang jelas bisa diukur setiap Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. No. 2 November 2024 Maka lulusan yang unggul dalam menjiwai Al-Quran pun bisa Hal ini sesuai dengan penelitian (Didik Hermawan, 2. yang menjelaskan bawa metode Ummi memiliki keunggulan dan 10 pilar yang menjaga mutu dari metode Ummi tersebut. Selain keunggulan di atas metode Ummi juga menjaga kualitasnya dengan rutin mengadakan pembinaan setiap 3 bulan sekali untuk datang ke TK Kreatif Al-Furqon yang mana hal ini menjadi evaluasi rutin bagi TK Kreatif Al-Furqon. TK Kreatif Al-Furqon pun juga memfasilitasi wali siswa untuk belajar membaca Al-Quran dengan metode Ummi dengan niat agar wali siswa bisa mendampingi belajar mengaji di rumah dengan baik dan Hal ini biasa dilakukan setiap hari Sabtu selepas menjemput siswa. Hal ini pun selaras dengan penelitian (Liansyah & Achadianingsih, 2. yang menyatakan bahwa ibu rumah tangga juga mempunyai peluang yang sama untuk belajar membaca Al-Quran dengan metode Ummi agar kelak bisa mengajari putra putrinya. Pengenalan Huruf Hijaiyah Huruf hijaiyah adalah salah satu hal yang penting diajarkan kepada anak sejak usia dini hal ini sesuai dengan penelitian (Majid & Huda, 2. yang mengatakan bahwa berdasarkan riset yang dilakukan Institut Ilmu AlQurAoan tahun 2018 bahwa terdapat 65% masyarakat Indonesia yang masih kurang dalam mengerti huruf hijaiyah secara baik. Tentu ini menjadi hal yang urgen untuk segera ditindak lanjuti. Disini TK Kreatif Al-Furqon mengambil peran mengajarkan huruf hijaiyah sejak dini dengan bantuan menggunakan metode Ummi. Menurut penelitian (Junaidin Nobisa & Usman, 2. bahwa pemilihan metode mempunyai pengaruh yang besar dalam keberhasilan belajar Al-QurAoan terkhusus yang masih awal yaitu belajar huruf hijaiyah. Penerapan metode Ummi di TK Kreatif Al-Furqon secara keseluruhan terlihat sudah berjalan dengan baik. Guru khusus mengaji memberikan peran yang penting dalam keberhasilan siswa dalam mempelajari huruf hijaiyah karena semua guru menerapkan seluruh ketentuan dan prinsip dari metode Ummi diantaranya mengajar dengan penuh kasih sayang. Berikut adalah pencapaian siswa TK Kreatif Al-Furqon dalam melaksanakan program mengaji dengan metode Ummi dari jumlah 145 siswa, dapat dilihat pada table di bawah: Tabel. 1 Jilid Siswa Kreatif Al-Furqon No Jilid Jumlah siswa Prosentase Pemula Jilid1 Jilid 2 Jilid3 158 Isnaini. Roziqin. Mengenal Huruf Hijaiyah Melalui Metode Ummi,A Maka dari tabel di atas dapat dibahami terdapat 10 siswa yang berada pada tingkat pemula dimana pada tingkat ini siswa belajar huruf hijaiyah dengan harakat fathah dan dengan jumlah huruf yang sedikit pada setiap Pada tingkat pemula ini jika diprosentasekan sebanyak 7%. Anak-anak yang berada dalam tingkat ini memang sedikit mengalami kebutuhan penyerapan materi yang berbeda dengan teman-teman lainnya, namun secara keseluruhan mereka sudah hafal huruf hijaiyah namun kadang masih ada yang tertukar dengan huruf yang mirip. Pada tingkat selanjutnya jilid 1 terdapat 60 siswa yang mana pada jilid 1 ini anak berfokus belajar tentang huruf hijaiyah dari alif sampai yaAo baik yang berharakat maupun tidak berharakat. Jika diprosentasekan sebanyak 42% siswa mampu berada ditahap ini. Anak-anak sudah hafal dengan huruf hijaiyah dan tidak lagi tertukar antar huruf. Bahkan anak-anak sudah bisa membaca secara cepat dan saling menyimak ketika temannya membaca. Terdapat 50 siswa yang sekarang ini menduduki di jilid 2 yang mana pada jilid 2 ini materi dari metode Ummi pengenalan harakat kasrah, dhamah, fathatain, kasratain, dan dhamatain, pengenalan huruf sambung dari alif hingga yaAo serta pengenalan angka arab dari 1 sampai 99. Pada tingkat terakhir terdapat 25 siswa yang memenuhi target akhir atau target maksimal yaitu selesai jilid 3 yang mana jika dipresentasikan sebanyak 17%. Ke 25 anak ini terbagi menjadi 3 kelas yang mana khusus jilid 3 sehingga proses pembelajaran terjadi dengan lebih efektif. Selain berdasarkan tabel di atas peneliti juga melakukan observasi dengan beberapa aspek diantaranya: kemampuan siswa untuk mengidentifikasi huruf hijaiyah, kemampuan siswa untuk melafalkan huruf sesuai dengan makhraj yang benar, kemampuan siswa mengingat huruf hijaiyah, kemampuan menunjukkan ketertarikan belajar huruf hijaiyah. Melalui penerapan metode Ummi siswa TK Kreatif Al-Furqon terlihat bisa mengidentifikasi huruf hijaiyah secara keseluruhan yaitu 28 huruf. Hal ini terlihat siswa mampu menyebutkan secara keseluruhan huruf hijaiyah. Selain itu, siswa mampu mengenali huruf hijaiyah dan mampu mengenali Indikator selanjutnya adalah siswa mampu melafalkan huruf hijaiyah sesuai dengan makhraj yang benar. Siswa TK Kreatif Al-Furqon mampu melafalakn huruf hijaiyah dengan makhraj yang epat dan bebrapaindikator yang lain mampu dilalui oleh siswa TK Kreatif Al-Furqon. Dari data wawancara, observasi dan dokumentasi serta table diatas maka dapat diketahui bahwa pengenalan huruf hijaiyah dengan metode Ummi berjalan dengan baik yang man terlihat bahwa siswa TK Kreatif Al-Furqon sudah memenuhi target tujuan pembelajaran metode Ummi yang ditetapkan TK Kreatif Al-Furqon yaitu jilid 3. Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. No. 2 November 2024 Simpulan Adapun simpulan dari penelitian ini adalah bahwa TK Kreatif AlFurqon sudah bekerjasama dengan Ummi Foundation dan menggunakan metode Ummi selama 10 tahun. Hal ini merupakan salah salangkah yang dilakukan oleh TK Kreatif Al-Furqon yang memiliki visi dan misi menjadikan anak-anak menjadi generasi QurAoani dengan dimulai melalui pengenalan huruf hijaiyah sedari dini. Selain hal tersebut dukungan terhadap progam ini adalah tersedianya guru yang sudah tersertifiasi mengajar dengan metode Ummi sebanyak 5 orang. Maka dari ini program ini dapat mendukung siswa dalam pembelajaran huruf hijaiyah. Adapun Pengenalan huruf hijaiyah dengan metode Ummi di TK Kreatif Al-Furqon berjalan dengan baik hal ini terlihat bahwa siswa sudah memenuhi target tujuan pembelajaran metode Ummi yang ditetapkan TK Kreatif Al-Furqon yaitu jilid 3. Pembelajaran yang menyenangkan pun merupakan salah satu kunci dari keberhasilan dari pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Daftar Pustaka