Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 2. No. 2 November 2024 https://doi. org/10. 37092/bouseik. https://jurnal. id/index. php/bouseik/index Peran Guru Dalam Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Membangun Masa Depan Berkualitas Dasa Wisra Hidupi1. Nailul Padhil Zohro2. Muhamad Akip3 123Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bumi Silampari. Lubuklinggau. Indonesia dasakayla@gmail. com, nfadhilzohro@gamil. com, muhammdaakip@gmail. Article History Received: 04-07-2024 Revised : 24-07-2024 Accepted: 09-10-2024 Keywords: the role of the teacher. early childhood Abstract Innovation in education involves concepts such as change, renewal, and new ways of working to achieve set The aim of this research is that the role of teachers in creating innovations in early childhood education can contribute to building a quality future for future This research uses a qualitative research approach with literature study. The research results show that the role of teachers in implementing educational innovation to improve the quality of education is highly emphasized. Teachers are not only teachers, but also facilitators, drivers of transformation, and key elements in creating innovative and quality learning environments. Teachers contribute to bringing innovation to the learning process through selecting appropriate learning models, which influence the achievement of student learning outcomes. Teachers have a responsibility to provide innovation in inclusive education, reduce screen use in early childhood, and promote physical activity in education. The role of teachers in implementing educational innovation as facilitators, catalysts of change and drivers of transformation shows how vital the role of teachers is in creating an innovative learning environment in society through educational innovation. Teachers have a role in improving the quality of education by paying attention to students' needs and interests. Abstrak Inovasi dalam pendidikan melibatkan konsep-konsep seperti perubahan, pembaharuan, dan cara kerja baru untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah peran guru dalam menciptakan inovasi pendidikan anak usia dini dapat berkontribusi dalam membangun masa depan yang berkualitas bagi 104 Dasa. Padhil. Akip. Peran Guru Dalam Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini,A Kata Kunci: Inovasi pendidikan. Peran guru. Anak usia dini generasi yang akan datang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam menerapkan inovasi pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sangat ditekankan. Guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator, penggerak transformasi, dan elemen kunci dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang inovatif dan Guru berkontribusi dalam menghadirkan inovasi dalam proses pembelajaran melalui pemilihan model pembelajaran yang sesuai, yang memengaruhi pencapaian hasil belajar siswa. Guru memiliki tanggung jawab dalam menghadirkan inovasi dalam pendidikan inklusif, mengurangi penggunaan layar pada anak usia dini, dan menggalakkan aktivitas fisik dalam pendidikan. Peran guru dalam menerapkan inovasi pendidikan sebagai fasilitator, katalisator perubahan, dan penggerak transformasi menunjukkan betapa vitalnya pembelajaran yang inovatif dalam masyarakat melalui inovasi pendidikan. Guru memiliki peran dalam memperhatikan kebutuhan dan kepentingan siswa. Pendahuluan Inovasi merupakan konsep perubahan dan pembaharuan yang bertujuan menciptakan ide-ide baru untuk perbaikan dan transformasi. Dalam era perkembangan teknologi dan informasi yang pesat, peran guru Paud sangat vital dalam mendorong inovasi pendidikan karena mereka membentuk dasar pembelajaran awal bagi anak-anak. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia terampil, dukungan sekolah yang kurang, infrastruktur teknologi yang belum siap, dan kurangnya pemahaman guru terhadap kurikulum dapat menghambat implementasi inovasi pendidikan secara efektif. (Rahmawati & Nurachadija, 2. Inovasi pendidikan yang berkelanjutan menjadi kunci untuk membangun masa depan berkualitas serta relevan. Dalam era global yang terus berkembang, penting untuk terus mengembangkan praktik pendidikan yang dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Pendidik dalam kesuksesan inovasi pendidikan prasekolah sangat Pendidik memiliki peran krusial dalam menerapkan praktik berdasarkan bukti, mendorong penerapan intervensi melalui dukungan organisasi dan sumber daya. Kesejahteraan guru yang tinggi berhubungan dengan kompetensi pedagogik, yang secara langsung memengaruhi kualitas pendidikan yang diberikan kepada anak usia dini. Pandangan guru dalam meningkatkan aktivitas fisik dan keterampilan praktis mereka, serta fokus pada inovasi, memengaruhi perkembangan soft skill dan hard skill anak. (Nur Amalia et al. , 2. Pengelolaan pengetahuan konten pedagogi guru PAUD memiliki dampak besar pada prestasi akademik anak-anak. Kemampuan guru untuk beradaptasi dan Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. No. 2 November 2024 terlibat dalam pembelajaran inovatif, terutama di lingkungan digital, sangat penting untuk meningkatkan hasil belajar. Supervisi dan dukungan dari kepala sekolah juga berperan dalam meningkatkan kompetensi guru PAUD nonformal. Fase berharga dalam pendidikan anak prasekolah, yang umumnya dikenal dengan sebutan masa emas, adalah periode kritis untuk membentuk fondasi pertama dalam memberikan landasan yang kokoh bagi peserta didik. Ini juga merupakan waktu yang ideal untuk mengeksplorasi potensi kecerdasan sebanyak mungkin. Dalam proses pembelajaran anak usia dini, perencanaan yang matang diperlukan agar mencapai hasil pembelajaran yang diharapkan. Tujuan pembelajaran harus disesuaikan dengan kemampuan dasar individu anak, sehingga mereka dapat mengembangkan potensi mereka secara optimal. Meskipun demikian, setiap anak memiliki tingkat keterampilan yang berbeda. (Thedjo et al. , 2. Dalam upaya menciptakan pendidikan anak usia dini yang unggul, diperlukan pengembangan kurikulum yang sesuai dengan struktur pendidikan. Konsep kurikulum baru yang disebut "kurikulum merdeka" menggambarkan model pembelajaran yang menciptakan lingkungan belajar yang damai, nyaman, dan menyenangkan, tanpa tekanan atau kecemasan yang berlebihan. Dalam kerangka ini, siswa diberdayakan untuk mengekspresikan bakat alaminya tanpa adanya hambatan. Pendekatan ini menunjukkan pendekatan pendidikan yang humanis dan berfokus pada pengembangan potensi penuh siswa, tanpa menekankan pada tekanan atau keterbatasan dalam proses pembelajaran. Diharapkan dari konsep kurikulum merdeka, peserta didik dan guru memiliki kebebasan dalam mempertimbangkan sehingga hal ini dapat diaplikasikan dalam menciptakan ide baru para pendidik untuk memberikan pelajaran kepada siswa. Selain itu, siswa juga didorong untuk mandiri dalam proses belajar karena mereka diberi kemudahan dalam mengembangkan inovasi dan imajinasi dalam bidang pendidikan. Karena itu, dalam penerapan kurikulum merdeka, kehadiran guru yang memiliki kreativitas dan inovasi sangat penting. Guru yang kreatif dan inovatif mampu menciptakan metode pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman, terutama dalam konteks kurikulum merdeka. Kurikulum merdeka dalam pembelajaran bertujuan untuk membentuk individu yang kritis, yaitu individu yang mampu mengidentifikasi, menganalisis, memberikan solusi, serta membuat keputusan yang sesuai untuk menghadapi bermacam-macam permasalahan yang timbul. Proses pembelajaran pada tingkat pendidikan anak usia dini melibatkan beberapa langkah, termasuk tahapan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, proses pembelajaran, dan penilaian kegiatan pembelajaran. (Maswati et al. Perencanaan manajemen kelas, pelaksanaan pembelajaran, metode pembelajaran, dan dukungan dalam proses pembelajaran merupakan komponen-komponen dari manajemen pendidikan anak Di bidang pendidikan, guru merupakan tokoh sentral yang 106 Dasa. Padhil. Akip. Peran Guru Dalam Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini,A bertanggung jawab dalam menyampaikan pembelajaran kepada siswa. Oleh sebab itu, pendidik diharapkan memiliki kemampuan untuk mempelajari dengan baik materi pelajaran, strategi pengajaran, dan penggunaan media pembelajaran. Signifikansi pendidikan prasekolah sebagai dasar utama untuk memantau perkembangan dan progres anak menegaskan pentingnya peran guru dalam merancang pembelajaran yang inovatif dan kreatif guna mencapai tujuan pendidikan secara optimal. Guru perlu melakukan revitalisasi dalam proses mengajar, terutama pada konteks pendidikan anak usia dini yang identik dengan pembelajaran bermain. Maka dari itu, pendidik perlu memiliki ketrampilan untuk menciptakan model pembelajaran yang inovatif dan kreatif agar anak-anak tetap termotivasi dan bersemangat selama pembelajaran. Kemampuan untuk mengembangkan inovasi pembelajaran yang kreatif dan inovatif merupakan tanggung jawab utama seorang guru, terutama dalam bidang pembelajaran peserta didik. Inovasi pembelajaran merupakan hasil dari pemikiran manusia yang mampu membawa perubahan dalam bidang Inovasi memiliki hubungan dengan konsep invention dan Invention merujuk pada penemuan baru yang diciptakan oleh manusia, sementara discovery mengacu pada penemuan yang sudah ada namun memerlukan pembaharuan untuk mencapai kesempurnaan agar mencapai target yang telah ditetapkan. Dalam struktur kurikulum pendidikan anak usia dini Tahun 2013, terdiri dari empat keterampilan inti yang ditekankan di dalam kegiatan bermain anak, di antaranya termasuk aspek sikap dan aspek sosial. Sikap menyangkut tingkah laku yang dipresentasikan individu dalam menghadapi situasi tertentu, sedangkan sosial berkaitan dengan tindakan personal individu saat berinteraksi sosial, baik sesama anakanak, remaja, hingga orang dewasa. (Khaironi, 2. Pentingnya pengembangan etika dan tindakan yang sesuai dengan norma sosial dalam masyarakat melalui pembentukan sifat sejak masa anak-anak. Hal ini menekankan bahwa untuk anak dapat menampilkan perilaku yang sesuai dengan norma masyarakat, pembinaan karakter harus dilakukan sejak dini. Selain peran pengajar di lembaga pendidikan, orang tua juga memiliki peran kunci sebagai contoh utama saat membina karakter anak. Pengembangan karakter anak usia dini karena kemampuannya lebih mudah memperoleh kebiasaan dari lingkungan sekitarnya. Pada masa ini, perkembangan pikiran anak berjalan dengan cepat, sehingga lingkungan yang positif akan berperan dalam membentuk kepribadian yang baik. Pengalaman awal kehidupan anak dianggap krusial dalam membentuk kemampuan anak menghadapi tantangan dan motivasi belajar serta kesuksesannya di masa depan. (Rustini, 2. Karakteristik individu yang merupakan hasil dari perkembangan positif dalam berbagai aspek seperti emosional, intelektual, etika, sosial dan sikap Individu yang berakhlak mulia dan istimewa merupakan individu yang berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam setiap hal kepada Tuhan Yang Maha Esa, individu, rekan, lingkungan, negara, dan dunia Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. No. 2 November 2024 internasional dengan memanfaatkan kapasitas pengetahuan seseorang serta dengan kesadaran, emosi, dan motivasi yang tinggi. Dengan demikian, tujuan penulisan artikel ini untuk mendorong perkembangan soft skill dan hard skill anak, mengembangkan praktik pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman dan meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anak usia dini. Rumusan masalah dalam artikel ini. bagaimana guru dapat mengatasi tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia terampil, dukungan sekolah yang kurang, dan infrastruktur teknologi yang belum siap dalam mendorong inovasi pendidikan? . apa saja langkah-langkah untuk meningkatkan kreatifitas dan inovasi dalam pembelajaran anak usia dini? . apa saja peran guru pada kesuksesan sebuah lembaga Metode Penelitian Pada penelitian ini menggunakan studi yang kualitatif dengan tinjauan pustaka. Subjek penelitian, seperti kepala pustaka, sementara objek penelitian adalah artikel yang membahas tentang konsep Merdeka Belajar menurut Ki Hadjar Dewantara dan relevansinya di dalam pengembangan pendidikan karakter. tujuan penelitian yang fokus pada deskripsi inovasi dan karakter dalam pembelajaran prasekolah. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, peneliti dapat memahami makna subjektif dari pengalaman subjek, termasuk pemahaman lebih mendalam terhadap perspektif dan realitas yang dialami dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana dijelaskan oleh Basrowi . Langkah-langkah penelitian ini mencakup pengidentifikasian aspekaspek utama yang mempengaruhi perkembangan pembelajaran dan karakter anak prasekolah, pengumpulan data yang komprehensif melalui berbagai metode observasi serta analisis yang mendalam untuk mengungkapkan keterkaitan antara pembelajaran dan karakter anak. Pengumpulan data dari berita dan artikel pada portal berita online terpercaya serta jurnal publikasi yang relevan. Dalam hal ini, penelitian bertujuan untuk menganalisis peran guru dengan menggunakan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber digital yang dapat dipercaya, seprti berita online dan jurnal akademis. Dengan pendekatan ini, diperkirakan penelitian mampu memberikan pemahaman yang bernilai pada usaha menaikkan standar pembelajaran anak prasekolah secara efektif dan berkelanjutan. Pembahasan Peran Guru menghadapi tantangan dalam mendorong inovasi Inovasi ini mencakup konsep-konsep seperti perubahan, pembaharuan, usaha untuk memperkenalkan sesuatu yang baru, pembaruan, dan penciptaan cara atau cara kerja baru untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Istilah-istilah lain yang sering terkait 108 Dasa. Padhil. Akip. Peran Guru Dalam Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini,A dengan inovasi adalah kreativitas, penemuan, revolusi, transformasi, evolusi, dan perbaikan. Konsep inovasi juga dapat dikaitkan dengan ideide segar, pengembangan baru, eksperimen, adaptasi, dan modernisasi. definisi inovasi yang dijelaskan dalam kegiatan yang termasuk dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002, yaitu menyertakan riset pengembangan, pengembangan teknologi, pengembangan nilai praktis dari ilmu pengetahuan yang baru, serta inovasi dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada di dalam produk atau proses (Ngilmiyah, 2. Peran penting guru dalam menerapkan inovasi pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. peran pendidik tidaklah terbatas sebagai instruktur, namun juga sebagai pemberi bantuan yang memiliki peran krusial dalam institusi pendidikan untuk mengembangkan perilaku (Nandini & Indrasari, 2. guru turut berkontribusi dalam menghadirkan inovasi pada tahap pembelajaran dengan memilih model pembelajaran yang sesuai, karena hal ini memengaruhi pencapaian hasil belajar siswa. (MariAoa & Ismono, 2. peran guru sebagai penggerak transformasi dalam pendidikan anak, memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan generasi yang berkualitas dan unggul. (Damayanti, 2. signifikansi pemahaman guru terhadap konsep Merdeka Belajar dan implikasinya terhadap pendekatan pembelajaran, terutama dalam konteks Pendidikan Kristen. (Purba & Bermuli, 2. Dalam era digital, guru menghadapi tantangan disrupsi digital dalam pendidikan yang memerlukan inovasi untuk menjaga aspek psikomotorik melalui pemanfaatan teknologi psikomotorik digital dalam pembelajaran daring. tanggung jawab guru dalam menggalakkan aktivitas fisik dan mengurangi penggunaan layar pada anak prasekolah dalam peran guru pada tahap pembelajaran inklusif sangat penting, di mana efektivitas praktik inklusi sangat bergantung pada peran serta tanggung jawab guru (Setyowati & Wardani, 2. Dengan demikian, pentingnya peran pendidik untuk menerapkan inovasi peran pendidik sama seperti fasilitator, katalisator perubahan, dan elemen kunci dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang inovatif dan berkualitas. peran guru dalam dunia pendidikan sangat vital, membutuhkan guru yang kompeten dan berbakat kreatif. Seorang guru harus memiliki keterampilan untuk menyampaikan materi pembelajaran secara menarik dan mudah dipahami oleh setiap siswa. peran guru terkait pembelajaran prasekolah pada inovasi pendidikan di tempat belajar selalu terkait dengan struktur pembelajaran di kelas. Seorang guru PAUD harus senantiasa memperhatikan kebutuhan dan kepentingan peserta didiknya, sambil juga memberikan perhatian terhadap aspek inovasi dalam pendidikan. PAUD sebagai lembaga sekolah yang berfokus pada eksplorasi dan pengembangan bakat-bakat unik Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. No. 2 November 2024 anak-anak, memerlukan guru yang memiliki kualifikasi yang memadai untuk memberikan pengajaran yang efektif. Guru merupakan pilar utama dalam kemajuan dunia pendidikan, guru memiliki peran krusial dalam kemajuan pendidikan dengan melakukan usaha yang berarti untuk meningkatkan kreativitas siswa, sehingga di masa depan mereka memiliki potensi yang besar dan dapat menyesuaikan diri dengan inovasi perubahan dalam dunia pendidikan. Selain itu, guru memiliki peran sentral dalam pembangunan komunitas, tidak hanya dalam sektor pendidikan tetapi juga dalam aspek sosial dan keagamaan. Sebagai agen pembangunan, guru memberikan kontribusi yang berdampak positif bagi masyarakat melalui upaya pembangunannya. Guru merupakan agen perubahan dalam komunitas, sehingga keberadaan peran guru dalam masyarakat akan memberikan warna yang berbeda di tengah-tengah masyarakat dan akan menghasilkan perubahan positif menuju arah yang lebih baik. Peran guru dalam menghadirkan inovasi di lingkungan sekolah sangat terkait dengan metode pengajaran di dalam ruang kelas. Sebagai pionir dalam pelaksanaan pendidikan, guru memiliki pengaruh besar pada proses mengajar. Guru harus mampu mengarahkan siswa menuju pencapaian tujuan yang diinginkan. Oleh sebab itu, guru penting untuk memiliki keahlian inovatif dalam pendidikan, sesuai dengan wewenang yang dimiliki dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. (Penelitian & Indonesia, 2. Langkah-langkah Meningkatkan Kreatifitas dan inovasi dalam Pembelajaran Anak Usia Dini Guru perlu memperhatikan aspek-aspek penting dalam perencanaan pembelajaran, seperti memahami perkembangan mental peserta didik, mengaitkan isi kurikulum dengan metode pengajaran, dan menciptakan lingkungan yang mendukung refleksi belajar, penyelesaian tugas, penanganan hambatan, dan kerjasama harmonis di antara siswa. Disamping itu, guru harus mampu mengembangkan strategi pembelajaran, sesuai dengan kriteria dan ketrampilan yang diperlukan bagi guru, pendamping, pengasuh, dan staf kependidikan PAUD. (Nuraeni, 2. Guru yang kompeten harus memiliki keterampilan dalam manajemen pembelajaran, penguasaan materi pelajaran, dan memenuhi persyaratan kualifikasi sesuai standar kompetensi yang telah ditetapkan. (Alfisa, 2. Pendidikan komprehensif anak usia dini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan intelektual anak, tetapi juga pada komponen-komponen fisik, empatif, interaksi, dan etika. Halini anak-anak pengembangan keterampilan interaksi sosial, simpati, dan pengetahuan tentang diri serta lingkungan sekitar. (Gandana et al. , 2. 110 Dasa. Padhil. Akip. Peran Guru Dalam Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini,A Pembelajaran inovatif untuk anak usia dini yang berfokus pada aktivitas anak dan kolaborasi dengan teman sebaya. Pendekatan pembelajaran ini menekankan kegiatan yang menarik dan menyenangkan untuk memfasilitasi perkembangan anak usia dini secara holistik. Dengan maksud mencapai sasaran ini, dibutuhkan model pengajaran yang diperbarui dan inovatif yang mudah diakses oleh anak. Pembelajaran inovatif didefinisikan sebagai metode pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan dapat memenuhi kebutuhan perkembangan anak dengan menggabungkan aspek-aspek penting untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang baru. (Hasibuan & Rakhmawati, 2. Pemikiran Ki Hadjar Dewantara bahwa pendidikan harus lebih dari sekadar peningkatan kecerdasan intelektual, melainkan juga pembentukan karakter, meningkatkan keyakinan diri, dan pengembangan bakat yang dimiliki setiap individu. Pengajaran yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan diri secara menyeluruh, memperoleh keterampilan yang relevan, serta menjadi agen transformasi yang membawa dampak perubahan yang positif dalam masyarakat. (Wiryopranoto et al. , 2. Pendidikan berperan sebagai sarana untuk memperkuat rasa percaya diri, menggali potensi individu, serta menekankan pentingnya pembentukan karakter yang kokoh dan pengembangan keterampilan yang relevan dalam aktivitas sehari-hari. Peran yang dimiliki guru dalam bidang psikologis dalam pembentukan karakter anak. Guru bertanggung jawab dalam mencegah munculnya karakter tidak baik, memupuk nilai-nilai yang diinginkan, dan menyelamatkan karakter yang tercela. Pembentukan kepribadian di sekolah memerlukan pendidik PAUD yang menjadi panutan dan perancang dalam membentuk karakter anak. Pendidikan karakter dan pendidikan moral. Ini mencakup komponen pengetahuan, perasaan, dan tindakan untuk mengembangkan karakter dan nilai-nilai positif pada individu. Menurut Thomas Lickoma, pendidikan karakter yang efektif melibatkan ketiga aspek tersebut. Kecerdasan emosi yang dikembangkan melalui pendidikan karakter merupakan bekal penting bagi anak dalam menghadapi tantangan kehidupan dan meraih kesuksesan secara akademis. Usia kanak-kanak atau Golden Age dalam konteks pendidikan karakter adalah masa emas, masa keemasan, atau masa penting dalam perkembangan anak. Usia ini dianggap krusial karena sangat memengaruhi kemampuan anak dalam mengembangkan potensi dan karakternya. Pada masa usia dini, pembentukan karakter anak lebih mudah dilakukan. Anak lebih mudah meniru perilaku dari lingkungan sekitarnya pada usia dini. Perkembangan kognitif anak berjalan dengan cepat pada usia dini. Lingkungan yang menyenangkan pada usia dini akan mengembangkan kepribadian yang baik pada anak. (Rustini, 2. Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. No. 2 November 2024 Anak didik memiliki hakikat batin yang asli sesuai dengan kodratnya sendiri dan belum terpengaruh oleh faktor-faktor lingkungan luar. Sekolah dan guru harus mengedepankan pendidikan karakter dengan penekanan pada pengembangan prinsip-prinsip etika seperti rasa hormat dan tanggung jawab. Pendidikan karakter adalah pendidikan yang memberikan penekanan pada pengembangan nilai-nilai etika berdasarkan prinsip-prinsip agama dan diterapkan dalam proses pembelajaran bagi peserta didik. (Indra Djati Sidi, 2. Pendidik di Pendidikan Anak Usia Dini menanggung kewajiban yang lebih rumit dibandingkan dengan pendidik di tingkat pendidikan yang lebih tinggi sebab pendidikan anak prasekolah dikenal sebagai landasan fundamental dalam pendidikan lanjutan. Fondasi yang dibangun di pendidikan anak prasekolah memerlukan sistem yang kokoh, baik dalam segi pembelajaran melalui aktivitas bermain serta pengembangan bakat anak. Pandangan akan tertanam dengan baik apabila pendidik sanggup merancang kegiatan pembelajaran yang menarik untuk diikuti. Oleh sebab itu, seorang pengajar prasekolah diharapkan berkemampuan dalam merancang kegiatan yang menarik dan menantang, menyelenggarakan pembelajaran yang menyenangkan, mengamati serta menyimpan data perkembangan anak dengan baik, dan melakukan evaluasi program kegiatan bermain ataupun pembelajaran yang telah dilaksanakan. (Maryatun, 2. Aspek fundamental dalam pendidikan adalah keselarasan pemahaman antara guru dan pendidik, sehingga pendidikan dapat menjadi proses humanisasi yang bertujuan untuk mengembangkan martabat manusia dan menggerakkan kehidupan menuju kemajuan yang lebih baik. Ki Hadjar Dewantara memperjuangkan visi pemimpin generasi mendatang yang berkarakter yang kuat, disiplin, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya. (Zuriatin et al. , 2. Pengembangan kurikulum bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan karena esensi dari suatu sistem pendidikan terletak pada Kurikulum Merdeka dirancang untuk mendorong pembelajaran yang aktif dan kreatif. Program ini tujukan sebagai pengganti program yang sudah ada, melainkan untuk meningkatkan efisiensi sistem yang sedang berjalan. (Rustini, 2. Kurikulum Merdeka Belajar menekankan pada kebebasan dan aksesibilitas yang mengacu pada tujuan pendidikan. Guru sebagai profesional diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan teknologi dan perkembangan zaman, serta mampu meningkatkan kualitas pembelajaran melalui metode pembelajaran yang berkualitas tinggi dengan hasil yang menghasilkan siswa yang berakhlak mulia dan kompetitif. (Ningrum & Suryani, 2. Pelaksanaan Kurikulum merdeka belajar dapat diwujudkan melalui upaya para pendidik untuk meningkatkan kemampuan akademik dan 112 Dasa. Padhil. Akip. Peran Guru Dalam Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini,A kreativitas mereka dalam merancang pembelajaran yang menarik dan membebaskan, sehingga pembelajaran menjadi lebih variatif dan siswa dapat memahami pelajaran dengan jelas, sehingga tujuan dari Kurikulum Merdeka Belajar dapat tercapai secara efektif. Guru merupakan elemen dalam menentukan suksesnya pembelajaran yang berkualitas. Keberhasilan pendidikan dalam mencapai tujuan selalu terkait dengan kontribusi yang diberikan oleh para guru. Oleh sebab itu, strategi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran seharusnya dimulai melalui peningkatan kemampuan pengajar. Tenaga pengajar yang handal adalah mereka yang memahami dan mengerti peran serta tugasnya dalam proses belajar-mengajar. Hal ini menekankan betapa pentingnya peran guru dalam pengaturan lingkungan pembelajaran yang produktif untuk perkembangan siswa secara Peran Guru Pada Kesuksesan Sebuah Lembaga Pendidikan Guru sebagai pelaksana aktivitas di sekolah, khususnya pendidikan Pembimbing sebagai inspirator harus menjadi contoh yang positif bagi siswa-siswinya. Peran guru sangat berdampak pada kesuksesan sebuah lembaga pendidikan. Beberapa peran guru sebagai Guru sebagai Pendidik Mendidik merupakan tugas untuk mengembangkan manusia menjadi lebih manusiawi. Siswa merupakan individu yang masih dalam proses menjadi diri yang sebenarnya dan membutuhkan pertolongan serta bimbingan dari orang yang sudah dewasa. Dengan pendidikan, segala sikap dan perilaku siswa diperbaiki untuk mencapai perbaikan dan membentuk karakter yang baik. Hal ini menegaskan peran penting pendidikan dalam membantu siswa tumbuh dan berkembang menjadi individu yang lebih baik serta memiliki kepribadians yang baik dan positif. Peran Guru sebagai teladan dan identitas bagi siswa serta lingkungan sekitar. Dengan demikian, menjadi pendidik anak usia dini diperlukan standar kualitas individu yang meliputi pengembangan kreativitas, tanggung jawab, martabat, mandiri, dan disiplin. Guru sebagai Fasilitator Sebagai fasilitator, guru diharapkan dapat memberikan fasilitas yang mendukung kelancaran aktivitas pembelajaran siswa. Suasana belajar yang tidak kondusif, ruang belajar yang kurang bersih, meja dan kursi yang tidak tertata rapi, serta kurangnya fasilitas belajar dapat menyebabkan anak didik kehilangan motivasi untuk belajar. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab guru untuk menyediakan fasilitas yang memungkinkan terciptanya lingkungan belajar yang menyenangkan bagi anak didik. (Wati, 2. Dengan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, guru dapat membantu meningkatkan minat dan keterlibatan Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. No. 2 November 2024 anak didik dalam proses pembelajaran. Sebagai fasilitator, guru juga mendorong siswa untuk aktif dalam pembelajaran, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, dan memecahkan masalah. Guru sebagai fasilitator tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membimbing siswa untuk mengeksplorasi, menemukan, dan memahami materi pelajaran secara mandiri. Dengan pendekatan ini, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif, responsif, dan memotivasi siswa untuk mencapai potensi belajar mereka secara optimal. Guru, selain sebagai fasilitator pembelajaran, juga memiliki peran penting dalam proses pendidikan anak didik. Sebagai pengajar, guru bertanggung jawab dalam perencanaan dan perancangan pembelajaran, penyusunan kurikulum, pengembangan materi ajar, penelusuran sumber belajar, serta penentuan metode pengajaran yang efektif guna mencapai tujuan pembelajaran. Anak usia dini perlu mengikuti latihan secara konsisten dan terencana, karena tanpa latihan yang berkelanjutan, anak prasekolah tidaklah dapat mengembangkan kemampuan dan kecakapan yang diperlukan. (Salza Vyka Purnomo & Edo Dwi Cahyo, 2. Pendidik sebagai penggerak Penggerak dalam pendidikan sebagai motivasi untuk melakukan suatu aktivitas atau tindakan tertentu. motivasi pada konteks belajar mengajar mengarah pada pentingnya penggunaan teknik pengajaran yang membangkitkan motivasi siswa agar berperan secara aktif dalam proses pengajaran. keberhasilan aktivitas belajar tergantung pada motivasi yang dimiliki oleh anak didik pada tahap pembelajaran. Dengan demikian, pengajar memiliki peran esensial dalam menggerakkan semangat belajar siswa. Agar mencapai pendidikan yang maksimal, pendidik harus memiliki kreativitas dalam belajar siswa. guru dituntut untuk menciptakan lingkungan belajar yang memotivasi dan menginspirasi anak didik agar mengembangkan pola belajar yang produktif. Naik turunnya perasaan batin siswa merupakan salah satu hal yang alami dan tidak dapat dihindari. Sebagai seorang penggerak, guru memiliki peran penting dalam membangun motivasi anak didik agar tetap bersemangat untuk berpatisipasi dalam kegiatan yang baik. Dalam proses pembelajaran, guru mampu memberikan dukungan dan motivasi kepada anak didik untuk tetap bersemangat dan terlibat pada kegiatan yang bermanfaat dan positif. (Sukmawati, 2. Guru sebagai Penasehat Seorang pendidik berperan sebagai penasihat bagi siswa dan bahkan bagi orang tua merupakan bagian penting dalam mendukung perkembangan anak. Meskipun pendidik tidak selalu memiliki pelatihan khusus sebagai penasihat dan tidak selalu bisa memberikan nasihat dalam setiap situasi, namun keberadaan mereka sebagai figur yang dipercaya dan dihormati oleh peserta didik dan orang tua memberikan 114 Dasa. Padhil. Akip. Peran Guru Dalam Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini,A peluang untuk memberikan pandangan, arahan, dan saran yang Guru dapat memberikan dukungan, inspirasi, dan bimbingan kepada peserta didik dalam berbagai aspek kehidupan, serta berperan sebagai mitra bagi orang tua dalam mendukung perkembangan anak. Peran sebagai penasehat ini juga membentuk watak anak didik pada sudut pandang yang optimis. Pendidik sebagai penasehat yang mendukung dan membimbing anak didik dalam menghadapi tantangan serta mengembangkan kepribadian yang positif. Guru sebagai Teladan Sebagai teladan panutan bagi siswa dan masyarakat di sekitarnya, guru diharapkan untuk mematuhi kode etik keguruan yang menjadi pedoman perilaku. Kode etik keguruan ini mengatur perilaku guru dalam berinteraksi dengan Kepala Sekolah, rekan kerja, bawahan, pelajar, beserta masyarakat secara luas. Dengan menjalankan kode etik keguruan, guru dapat menunjukkan contoh yang baik dalam berperilaku, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan berbagai pihak di lingkungan sekolah dan masyarakat. Teladan berperan penting dalam meraih kesuksesan di lembaga pendidikan. Sumber inspirasi mencakup memberikan teladan yang positif bagi siswa, baik dalam kata-kata dan Guru juga diharapkan memberikan keteladanan dengan selalu menunjukkan jenis aktivitas yang merangsang inovasi peserta didik, layaknya memberikan contoh merakit mobil dan membiarkan anak-anak meniru berdasarkan kreasi pikiran pribadi mereka. Pendidik sebagai instruktur Aktivitas menajar dan belajar dipengaruhi oleh berbagai aspek, termasuk dorongan, kedewasaan, keamanan, dan kemahiran komunikasi Pendidik sebagai instruktur harus fokus pada pemberian pengetahuan baru kepada siswa, namun bukan hanya melalui metode pendidik memiliki tanggung jawab dalam perencanaan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan menilai hasil aktivitas Selain itu, pendidik juga memiliki peran dalam menggali kreativitas anak didik dengan menunjukkan ketekunan dalam mengajar untuk membantu anak didik menemukan makna dari kegiatan pembelajaran. Model pembelajaran seperti ini dapat mempengaruhi pemahaman mendalam anak didik terhadap konsep dan pelaksanaannya. Guru sebagai Pembimbing Guru sebagai mentor yang membimbing dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya. Konsep perjalanan dalam konteks ini tidak hanya merujuk pada perjalanan fisik, tetapi juga mencakup proses mental, perasaan, kreativitas, etika, dan spiritual yang lebih mendalam. Dalam proses pembelajaran, peran sebagai pembimbing sangat penting bagi anak didik dalam mengoptimalkan dan mengarahkan tahap perkembangan mereka, termasuk pertumbuhan perasaan, pemikiran, imajinasi, etika, dan perkembangan rohani. Hal ini menekankan bahwa Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. No. 2 November 2024 guru tidak hanya mengajar materi, tetapi juga membimbing anak didik dalam perjalanan perkembangan mereka secara holistik. Guru sebagai Pelatih Peran guru sebagai pelatih sangat penting didalam melatih peserta didik untuk pembentukan kompetensi dasar sesuai dengan kemampuan Pelatihan yang dilakukan oleh pendidik tidak hanya memperhatikan kompetensi dasar dan materi standar, tetapi juga harus dan lingkungannya. Guru sebagai pengajar dipandu untuk mengajarkan yang mencakup segi kreatif, imajinatif, dan elemen fisik kepada anak Pembinaan yang diberikan harus mencermati keterampilan dasar, bahan pembelajaran, serta mengamati perbedaan individu siswa dan kondisi sekitarnya. Tindakan pembinaan yang terlihat dari guru dalam upaya untuk mendorong siswa agar berkreativitas dalam proses belajar Guru juga berupaya keras untuk melatih anak didik agar dapat mencoba hal-hal sesuai dengan imajinasinya. Guru sebagai evaluasi Evaluasi adalah bagian dari perkembangan yang rumit karena melibatkan berbagai latar belakang. Penilaian dianggap sebagai proses untuk menilai tingkat kualitas pembelajaran guna menetapkan tingkat keberhasilan mencapai tujuan belajar siswa. Evaluasi merupakan bagian integral dari pembelajaran, dan kemampuan untuk menilai sangat penting dikarenakan tidak adanya proses belajar yang lengkap tanpa penilaian sebagai penentu pencapaian pendidikan. Proses evaluasi dalam kegiatan pendidikan merupakan bukti konkret dibahwa penilaian yang dilakukan seiring dengan proses pengajaran yang dijalani peserta didik. Evaluasi yang dilakukan dari pendidik bertujuan demi meningkatkan mutu siswa, baik dalam pelaksanaan maupun hasil pembelajaran yang diinginkan oleh mereka. Dorongan untuk belajar juga merupakan dorongan internal dari diri anak, di mana keinginan untuk belajar di internal dan eksternal. Fungsi guru dalam memotivasi inovasi siswa merupakan aspek penting dalam pendidikan. pendidik tidak hanya sebagai instruktur, tetapi juga sebagai pembimbing yang memegang peran sentral dalam membentuk perkembangan anak. Guru memiliki peran yang signifikan dalam mengidentifikasi dan mendorong kemunculan kreativitas siswa. Beberapa faktor yang membantu peran guru dalam memajukan kreativitas anak meliputi kepercayaan individu, keberanian untuk mengupayakan hal baru, memberikan teladan, mengakui variasi imajinasi anak, memberikan ruang untuk bereksperimen, dan memberikan pujian Seorang instruktur yang inspiratif bisa mengaplikasikan beragam pendekatan dalam proses pembelajaran dan membimbing siswa 116 Dasa. Padhil. Akip. Peran Guru Dalam Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini,A dengan kreativitas. Guru kreatif juga senang berinovasi dalam kehidupannya, yang secara positif memengaruhi interaksi dengan siswa. Namun, tugas guru yang kurang inspiratif dalam pengajaran dapat menghambat kreativitas peserta didik. Dengan demikian, krusial bagi pendidik untuk menjadi teladan kreatif dan memainkan peran yang memotivasi serta merangsang kreativitas anak didik dalam proses belajar. Guru diharapkan berperan sebagai pembimbing, ketika mengajar guru membutuhkan pendekatan individu yang memiliki daya kreasi dan inovasi untuk mengembangkan pemikiran kritis dan perilaku yang baik. Guru perlu memiliki pemikiran yang bebas dan kreatif agar dapat merancang proses belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Motivasi dalam konteks pendidikan merupakan pendorong untuk melaksanakan aktivitas belajar. Dalam proses pendidikan, motivasi mengacu pada dorongan dan dukungan yang mendorong anak didik untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran. Pentingnya melibatkan motivasi anak didik dalam pemilihan metode pembelajaran guna memastikan keterlibatan aktif mereka dalam proses belajar. Keberhasilan pembelajaran sangat bergantung pada tingkat motivasi anak didik, sehingga guru memiliki peran penting dalam menumbuhkan motivasi Guru diharapkan memiliki kreativitas dalam menginspirasi pembelajaran yang efektif. (Sartika & Erni Munastiwi, 2. Guru memiliki tanggung jawab dalam pengembangan kurikulum, guru harus menunjukkan kreativitas dan inovasi dalam penyampaian materi untuk membangkitkan semangat belajar anak didik. Guru juga perlu memberikan pemahaman kepada anak didik bahwa perilaku negatif seperti kebohongan, kekerasan, dan konflik merupakan perilaku amoral dan tidak pantas untuk dicontoh. Guru memiliki peran krusial dalam implementasi kurikulum sebagai pelaksana yang bertanggung jawab dalam menjalankan kurikulum. Guru diwajibkan untuk memiliki keterampilan yang memadai dalam mengimplementasikan kurikulum karena tanpa keterlibatan guru, kurikulum tidak akan memiliki nilai sebagai sarana pembelajaran yang efektif. Sebaliknya, pembelajaran tidak akan efisien tanpa adanya kurikulum sebagai pedoman. Pendidik juga terlibat pada saat pengembangan kurikulum dengan berpatisipasi dalam kepanitiaan atau tim pengembang kurikulum bersama dengan rekan kerja dan orang tua siswa. Mereka semua berpatisipasi dalam penyusunan kebijakan pelaksanaan, perencanaan strategis, dan manajemen pengembangan kurikulum untuk kelas mereka. pendidik yang cerdas berusaha untuk menyesuaikan kurikulum sekolah dengan kebutuhan peserta didik, perkembangan ilmu pengetahuan, dan teknologi modern. Usaha perkembangan kurikulum tersebut diimplementasikan dalam tindakan nyata di kelas. Hasil dari peningkatan dan implementasi kurikulum dievaluasi oleh orang tua melalui laporan Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. No. 2 November 2024 siswa, dan orang tua memberikan tanggapan terhadap laporan tersebut. Dengan cara yang demikian, terjadi proses pengembangan program pendidikan yang berkelanjutan. Tugas guru meliputi menyusun tujuan yang tepat, memilih dan menyusun materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa, memilih metode serta media pembelajaran yang berbeda-beda, lalu merancang pendekatan dan peralatan yang sesuai untuk mendukung proses pembelajaran. (Abdullah et al. , 2. Peran guru pada proses pendidikan tetap sangat penting dari masa ke masa, termasuk pada zaman Globalisasi di mana teknologi komputer terus berkembang pesat dan menggantikan beberapa pekerjaan yang dilakukan oleh manusia. Meskipun teknologi maju, posisi guru tidak bisa tergantikan oleh media lainnya. Hal ini menegaskan bahwa peran guru tetap esensial dalam segala kondisi. Proses pendidikan terjadi ketika adanya interaksi dan keterkaitan antara siswa dengan lingkungannya dalam konteks pendidikan yang mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Dengan itu, guru merupakan sarana informasi yang sangat penting dalam situasi belajar siswa, di mana interaksi dan bimbingan guru sangat diperlukan untuk mencapai hasil pembelajaran yang optimal. Simpulan Berdasarkan hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa dalam era digital, guru menghadapi tantangan disrupsi digital dalam pendidikan yang memerlukan inovasi untuk menjaga aspek psikomotorik melalui pemanfaatan teknologi psikomotorik digital dalam pembelajaran daring. tanggung jawab guru dalam menggalakkan aktivitas fisik dan mengurangi penggunaan layar pada anak usia dini dalam pendidikan. Adapun Langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam meningkatkan kreatifitas dan inovasi dalam pembelajaran anak usia dini yaitu di mulai dari aspek gurunya dalam perencanaan pembelajaran, seperti memahami perkembangan mental peserta didik, mengaitkan isi kurikulum dengan metode pengajaran, dan menciptakan lingkungan yang mendukung refleksi belajar, penyelesaian tugas, penanganan hambatan, dan kerjasama harmonis di antara siswa. Selain itu, guru harus mahir meningkatkan rencana pendidikan, memiliki kualifikasi dan keahlian yang di perlukan bagi guru, pendamping, pengasuh, dan staf kependidikan PAUD. Peran guru mencapai kesuksesan sebuah lembaga pendidikan sangat penting dan beragam. Guru tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai fasilitator, motivator, penasehat, teladan, pembimbing, pelatih, pengevaluasi, dan penggerak transformasi dalam pendidikan. Guru memiliki tanggung jawab besar dalam mengembangkan kualitas pendidikan, menerapkan inovasi pendidikan, dan menciptakan 118 Dasa. Padhil. Akip. Peran Guru Dalam Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini,A lingkungan pembelajaran yang inovatif dan berkualitas. Peran guru sebagai agen pembangunan, pionir dalam pelaksanaan pendidikan, dan katalisator perubahan menunjukkan betapa vitalnya peran guru dalam menciptakan perubahan positif dalam masyarakat. Guru juga memiliki peranan penting dalam menghadirkan inovasi saat belajar, memilih strategi pembelajaran yang sesuai, mengembangkan kreativitas siswa, dan menghadirkan pendekatan pembelajaran yang menarik dan efektif. Memperhatikan aspek inovasi pada pendidikan, dan menjadi contoh yang baik dalam konteks belajar juga sangat ditekankan. Guru diharapkan memiliki kualifikasi dan keterampilan yang memadai, serta mampu membuat suasana belajar yang mendukung dan memotivasi. Dengan demikian, peran guru dalam dunia pendidikan sangat kompleks dan beragam, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu menyusun suasana belajar yang efektif, mendukung perkembangan peserta didik secara optimal, dan menghasilkan generasi yang berkualitas dan unggul. DAFTAR PUSTAKA