Posyandu Stunting di Puskemas AA. POSYANDU STUNTING DI PUSKESMAS NGAGEL REJO: SEBUAH STUDI EVALUASI PROGRAM DI DALAM PENGURANGAN ANGKA PREVALENSI STUNTING Rachmadita Evi Permatasari S1 Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Negeri Surabaya 20037@mhs. Trenda Aktiva Oktariyanda S1 Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Negeri Surabaya trendaoktariyanda@unesa. Abstrak Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi terutama saat 1000 hari pertama ketika bayi lahir sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Banyak balita di Kelurahan Ngagel cenderung memiliki berat badan yang menurun, hal itu disebabkan karena adanya penyakit bawaan dan kurangnya gizi balita. Kondisi demikian, di duga karena rendahnya ekonomi orang tua balita akibat ketidakpastikan perekonomian saat ini. Berdasarkan permasalahan dan kondisi yang telah dialami di Wilayah Wonokromo tersebut, maka Puskesmas Ngagel Rejo menciptakan inovasi yang menjadi program unggulan yaitu: Posyandu Stunting dengan tujuan untuk menurunkan angka prevalensi stunting di Kelurahan Ngagel. Jenis penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik yang merujuk pada model evaluasi program. Teknik analisis yang digunakan menggunakan konten analisis dan analisis wacana. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa . Puskesmas Ngagel Rejo tidak mempunyai rencana jangka panjang terkait Posyandu Stunting yang telah diformulasikan, . Puskesmas Ngagel Rejo telah melaksanakan semua kegiatan yang berkaitan dengan upaya penurunan balita stunting di Kelurahan Ngagel, . Adanya perbedaan data balita stunting dari Puskesmas Ngagel Rejo dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Rekomendasi penulis yang dapat dijadikan masukan dari hasil penelitian ini yaitu . Untuk mencapai zero growth stunting maka Puskesmas Ngagel Rejo perlu rencana jangka panjang terkait Posyandu Stunting, . Agar tidak terjadi perbedaan data dari Puskesmas Ngagel Rejo dan Dinas Kesehatan maka penting untuk menyediakan aplikasi atau website yang memuat data stunting dengan Kata Kunci : Manajemen Publik. Manajemen Strategi. Stunting Abstract Stunting is a chronic nutritional problem caused by a lack of nutritional intake, especially during the first 1000 days when a baby is born, resulting in impaired growth in children. Many toddlers in Ngagel Village tend to lose weight, this is due to congenital diseases and lack of nutrition in toddlers. This condition is thought to be due to the low economic condition of the parents of toddlers due to the current economic Based on the problems and conditions experienced in the Wonokromo area, the Ngagel Rejo Community Health Center created an innovation which became a superior program, namely: Posyandu Stunting with the aim of reducing the prevalence rate of stunting in Ngagel Village. This type of research is qualitative research with a descriptive analytical approach that refers to the program evaluation model. The analysis technique used uses content analysis and discourse analysis. Data collection was carried out using observation, interviews and documentation techniques. The research findings show that . the Ngagel Rejo Community Health Center does not have a long-term plan related to Posyandu Stunting that has been formulated, . the Ngagel Rejo Community Health Center has carried out all activities related to efforts to reduce stunting in toddlers in Ngagel Village, . There are differences in toddler data stunting from the Ngagel Rejo Community Health Center and the Surabaya City Health Service. The author's recommendations that can be used as input from the results of this research are . To achieve zero growth stunting, the Ngagel Rejo Health Center needs a long-term plan related to Stunting Posyandu, . So that there are no differences in data from the Ngagel Rejo Health Center and the Health Service, it is important to provide an application or website that contains accurate stunting data. Keywords: Public Management. Strategic Management. Stunting Publika. Volume 12 Nomor 3. Tahun 2024, 903-910 PENDAHULUAN Berbagai permasalahan yang ada di Indonesia dan negara berkembang lainnya, membutuhkan formulasi dan implementasi kebijakan yang tepat agar permasalahan yang ada dapat diminimalisasi dan Supaya tujuan yang ingin dicapai dapat terukur dan berhasil maka implementasi dari manajemen strategi sangat diperlukan dan berpengaruh pada Untuk dapat mengelola dan mencapai tujuan yang diinginkan, dibutuhkan penetapan strategi dan manajemen oleh setiap individu yang ada di organisasi (Rachmat, 2. Oleh karena itu, manajemen strategi sangat penting karena memuat proses pengambilan keputusan yang terencana dan sistematis sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan secara efisien dan efektif (Pratiwi, 2. Salah satu indikator teori dalam manajemen strategi yaitu formulasi strategi yang di dalamnya terdapat pengembangan konsep dari visi dan misi, mengidentifikasi peluang dan tantangan dari sudut pandang eksternal, kelemahan dan keunggulan melalui sudut pandang internal, rencana jangka panjang, dan strategi yang dijalankan untuk menghasilkan keputusan yang membangun dalam jangka panjang (David, 2. Indikator tersebut sesuai dengan visi Indonesia yang terfokus pada pembangunan infrastruktur dan pembangunan Sumber Daya Manusia. Peningkatan infrastruktur dan adanya Sumber Daya Manusia yang berkualitas mewujudkan kesejahteraan bagi manusia. PBB dalam sidangnya pada tahun 2015 mendeklarasikan upaya untuk menyejahterakan masyarakat dengan sasaran global pada tahun 2030 yang dilaksanakan oleh negara maju dan negara berkembang (Bappenas, 2022. Upaya tersebut dikenal dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau yang biasa dikenal sustainable development goals (SDG. Pemerintah Indonesia telah merangkumnya dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) IV 2020-2024 yang terdiri dari 17 agenda pembangunan diantaranya yaitu, . no poverty, . zero hunger, . good health and well being, . quality education, . gender equality, . clean water and sanitation, . affordable and clean energy, . decent work and economic growth, . industry, innovation, and infrastructure, . reduced requalities, . sustainable cities, and communities, . responsible consumption, and production, . climate action, . life below water, . life on land, . peace, justice, and strong intitutions, . partnership for the goals (Kementerian Sekretariat Negara, 2. Salah satu tujuan dari SDGs yang kedua yaitu Auzero hungerAu yang berarti kondisi menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta meningkatkan pertanian berkelanjutan (Blesh et al. Penurunan stunting yang berkaitan dengan tujuan kedua penerapan SDGs juga menjadi salah satu isu prioritas nasional yang menjadi sorotan banyak pihak (Permatasari & Eprilianto, 2. Stunting merupakan masalah gizi kronis di seluruh dunia yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi terutama saat 1000 hari pertama ketika bayi lahir sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak (Wayan et al. , 2. Anak-anak dengan keterlambatan perkembangan dan pertumbuhan ditandai dengan tingginya yang lebih pendek dibandingkan dengan anak pada usia yang sama, cenderung mengalami penurunan berat badan, dan memiliki perhatian serta kemampuan belajar dan memori yang lebih buruk. Di negara berkembang, target mengurangi prevalensi stunting antara tahun 2010 sampai 2025 yaitu mencapai 40%, karena perempuan yang mengalami stunting cenderung memiliki keturunan yang juga stunting sehingga menciptakan siklus kemiskinan antar generasi dan berkurangnya sumber daya yang sulit diputus (Prendergast & Humphrey, 2. Sesuai rencana dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020 Ae Indonesia pengendalian angka stunting di bawah 14%. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah melakukan upaya berupa intervensi holistik, termasuk intervensi spesifik dan intervensi sensitif. Intervensi spesifik adalah intervensi yang menargetkan bayi dalam 1000 hari pertama kehidupan serta ibu sebelum dan selama kehamilan, intervensi spesifik ini dilakukan oleh sektor Pada saat yang sama, intervensi sensitif dilakukan melalui kegiatan kolaborasi di luar sektor kesehatan (Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Kota Surabaya merupakan kota dengan penurunan prevalensi stunting paling tinggi dengan waktu yang cukup singkat atau bisa dikatakan angka prevalensi stunting menurun secara signifikan dalam dua tahun terakhir (Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, 2. Di akhir tahun 2022 tercatat angka balita stunting berjumlah 923 balita dari sebelumnya 788 balita pada tahun 2020. Berdasarkan data dari Studi Status Gizi Indonesia (SSGI). Kota Surabaya pada tahun 2021 memiliki prevalensi stunting sebesar 28,9% tepatnya terdapat 6. 722 balita yang menderita stunting dan berhasil menurun di angka Posyandu Stunting di Puskemas AA. 4,8% dengan total 923 balita yang mengalami stunting pada tahun 2022 akhir. Kota Surabaya menjadi kota yang memiliki prevalensi stunting paling rendah di Provinsi Jawa Timur bahkan di Indonesia pada akhir Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Kecamatan Wonokromo merupakan salah satu dari 31 kecamatan yang memiliki angka stunting masih tinggi di Surabaya dari tahun 2020 hingga tahun 2023. Kecamatan Wonokromo termasuk dalam lima kecamatan yang ada di Kota Surabaya yang memiliki angka balita stunting tinggi. Berikut merupakan data 5 kecamatan yang memiliki angka balita stunting paling tinggi di Kota Surabaya dari tahun 2020-2023. Tabel 1 Data Stunting di Kecamatan Kota Surabaya No. Nama Kecamatan Kecamatan Semampir Kecamatan Kenjeran Kecamatan Sawahan Kecamatan Wonokromo Kecamatan Krembangan Jumlah Balita Stunting Sumber : Dinas Kesehatan Kota Surabaya, 2023 Berbeda dengan kelurahan lain yang berada di Kecamatan Wonokromo yang memiliki angka stunting rendah. Kelurahan Ngagel menjadi salah satu kelurahan prioritas stunting karena angka prevalensi stunting yang masih tergolong tinggi pada tahun 2021 (Valeria Ulu, 2. Pada tahun 2021, masih terdapat 27 balita stunting di Kelurahan Ngagel. Jika dibandingkan data dari Kecamatan Wonokromo. Kelurahan Ngagel masih menjadi kelurahan yang memiliki angka balita stunting paling tinggi hingga Berikut merupakan data sebaran balita stunting di Kecamatan Wonokromo. Tabel 2 Data Stunting Kecamatan Wonokromo Jumlah Balita Kelurahan Stunting 2023 Darmo Wonokromo Jagir Sawunggaling Jumlah Balita Stunting 2023 Ngagel Rejo Ngagel Sumber : Kecamatan Wonokromo, 2023 Kelurahan Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Instagram milik Puskesmas Ngagel Rejo, pemberian berbagai macam program dan pelayanan untuk balita stunting maupun balita pasca stunting sudah dilakukan secara maksimal. Kegiatan yang dilakukan seperti kerjasama dengan mahasiswa atau lembaga yang berkaitan, penyuluhan sanitasi, analisis situasi terkait masalah KB pasca persalinan, masalah gizi, pengetahuan dan praktik konsumsi gizi, kesehatan mental pada calon pengantin dan ibu hamil, monitoring konsumsi suplemen gizi, pola asuh, pengembangan media edukasi, survey pasar, dan pendokumentasian praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), serta berpartisipasi dalam kelas calon pengantin. Namun, masih terdapat beberapa kendala dalam Hal tersebut diperkuat oleh wawancara bersama Mbak Umi selaku kader Puskesmas Ngagel Rejo yang menjelaskan bahwa : AuJadi memang jumlah balita stunting di Puskesmas Ngagel Rejo masih ada, bahkan tinggi jika dibandingkan dengan daerah lain, serta masih banyak balita stunting yang ada di Kelurahan Ngagel ini memiliki penyakit bawaan. Oleh karena itu, di Puskesmas Ngagel Rejo ada yang namanya Posyandu Stunting. Ay (Wawancara pada 8 Maret 2. Berdasarkan wawancara tersebut dapat dilihat bahwa implementasi strategi yang telah diterapkan melalui beberapa program untuk menurunkan angka prevalensi stunting masih memiliki beberapa kendala. Jumlah balita stunting di Puskesmas Ngagel Rejo relatif tinggi dan balita stunting yang memiliki penyakit bawaan. Hal tersebut disebabkan karena beberapa faktor seperti, masih kurangnya pemahaman ibu balita terhadap pola asuh anak, usia ibu hamil yang terlalu muda, asupan nutrisi yang kurang saat kehamilan, dan masih kurangnya akses keluarga ke makanan bergizi karena rendahnya faktor ekonomi. Puskesmas Ngagel Rejo melalui manajemen strategi yaitu perumusan strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi berhasil membuat angka prevalensi stunting menurun dan optimis untuk mencapai Zero Stunting pada tahun 2024. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik dan berminat untuk meneliti terkait AuManajemen Strategi Puskesmas Publika. Volume 12 Nomor 3. Tahun 2024, 903-910 Ngagel Rejo dalam Menekan Angka Prevalensi Stunting di Kelurahan Ngagel Kecamatan Wonokromo Kota SurabayaAy dengan tujuan untuk mendeskripsikan manajemen strategi Puskesmas Ngagel Rejo dalam menekan angka prevalensi stunting di Kelurahan Ngagel. Kecamatan Wonokromo. Kota Surabaya. METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Lokasi penelitian ini berada di Puskesmas Ngagel Rejo dan Posyandu yang ada di Kelurahan Ngagel. Adapun penelitian ini terfokus pada manajemen strategi yang dilakukan oleh Puskemas Ngagel Rejo dalam menekan angka prevalensi stunting di Kelurahan Ngagel Kecamatan Wonokromo yang dianalisis menggunakan tiga indikator yaitu formulasi strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi. Penentuan subjek penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling supaya peneliti dapat memperoleh informasi secara detail dan mendalam dari pihak terkait. Subjek penelitian ini terdiri dari Pak Bagus Dwi Saputra selaku Staf Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Wonokromo. Mbak Astrid Widiastuti. Gz selaku Ahli Gizi Puskesmas Ngagel Rejo. Mbak Umi Chabibatul Muawanah. AMd. Gz selaku Kader Puskesmas Ngagel Rejo. Mas Johni Akbar Santoso selaku Ahli Kesehatan Lingkungan Puskesmas Ngagel Rejo. Ibu Fitri selaku Kader Posyandu Balita Stunting. Ibu Sutinah selaku Kader Posyandu Balita RW, serta Ibu Narsih dan Ibu Siamah selaku orang tua balita stunting. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan data Adapun sumber data menurut Sugiyono . alam Sihombing, 2. yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan HASIL DAN PEMBAHASAN Keputusan Walikota Surabaya Nomor 3/62/436. 2/2023 merupakan bentuk respon yang dilakukan oleh Walikota dalam pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting di Kota Surabaya. Tim ini dikenal dengan sebutan TPPS Kota Surabaya, yang mana terdiri dari beberapa dinas yang memiliki kontribusi untuk percepatan penurunan stunting. Sebelumnya, pemerintah Kota Surabaya telah membentuk TPPS yang disahkan di Keputusan Walikota Surabaya Nomor 184. 45/95/ 436. 2/2022, perbedaan dalam Keputusan tahun 2023 ini terdapat pembaruan pada susunan keanggotaan Tim Percepatan Penurunan Stunting. Puskesmas Ngagel Rejo menjadi satu-satunya Puskesmas di Kecamatan Wonokromo yang memiliki posyandu stunting. Dalam upaya penurunannya. Puskesmas Ngagel Rejo tentu memiliki strategi untuk menurunkan angka stunting menuju zero stunting sesuai dengan apa yang ditargetkan oleh Wali Kota Surabaya pada awal tahun 2022. Manajemen menggambarkan bagaimana rangkaian tahapan strategi pemerintah daerah dalam hal ini upaya Puskesmas Ngagel Rejo dalam menekan angka penurunan stunting menuju program zero stunting di Kota Surabaya. Oleh karena itu, penelitian ini akan melihat bagaimana manajemen strategi Puskesmas dalam menekan angka prevalensi stunting di Kota Surabaya. Adapun 3 tahapan dalam manajemen strategi menurut (David, 2. yaitu formulasi strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi. Formulasi Strategi Memformulasikan strategi merupakan upaya untuk menggambarkan dan mengetahui programprogram apa saja yang telah Puskesmas Ngagel Rejo buat untuk menanggulangi permasalahan stunting di Kota Surabaya. Formulasi strategi ini mencakup penetapan visi, misi, peluang dan tantangan dari pihak eksternal, kelemahan dan keunggulan dari pihak internal, rencana jangka panjang, dan strategi yang ada (Fanida & Meirinawati, 2. Masalah stunting merupakan isu serius, sehingga pemerintah Indonesia menjadikannya sebagai salah satu prioritas nasional. Sebagai respons, pemerintah melalui berbagai instansi melaksanakan berbagai upaya konvergensi yang melibatkan berbagai sektor. Adapun wawancara dengan Mbak Umi selaku Kader Puskesmas Ngagel Rejo mengatakan bahwa: AuKalau visi misi terkait stunting kita gaada ya dek. Adanya langsung dalam penanggulangan stunting ada yang namanya aksi konvergensi stunting. Konvergensi itu adalah kegiatan kerjasama antara berbagai sektor baik dari sektor kesehatan maupun di luar sektor kesehatan juga ada. Kalau di Puskesmas Ngagel Rejo sasarannya langsung di Posyandu. Posyandunya sendiri ada 2 yaitu Posyandu Stunting Posyandu Stunting di Puskemas AA. Ngagel, singkatannya Posting Ngagel. Satunya lagi Rejo Tasting yaitu Kelurahan Ngagel Rejo Atasi Stunting. Kegiatan ini menggandeng Puskesmas, kelurahan, dan kecamatan. Salah satu dinas yang pernah mendukung itu Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya yaitu berupa pemberian bandeng 3kg ke setiap anak. Bandeng kelurahan, kita yang menyalurkan ke balita stunting. Selain itu juga. Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah pengabdian masyarakat. Ay (Wawancara pada 8 Maret 2. Pernyataan tersebut juga didukung oleh wawancara bersama Pak Bagus selaku perwakilan dari pihak Kecamatan Wonokromo yang turut hadir dalam Posyandu Stunting Kelurahan Ngagel, mengatakan bahwa : AuDi Kecamatan Wonokromo ini yang memiliki Posyandu Stunting hanya Puskesmas Ngagel Rejo saja, mbak. Yang lainnya tidak ada, karena selain kasusnya sedikit ya karena jangkauan wilayahnya terlalu besar. Banyak juga yang hanya menumpang di KK saudaranya jadi antara data dan keberadaan balita tidak sesuai. Ay (Wawancara pada 26 Maret 2. Gambar 1. Posyandu Stunting Kelurahan Ngagel Sumber : Dokumentasi Peneliti, 2024 Berdasarkan dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Posyandu Stunting merupakan strategi yang dibuat oleh Puskesmas Ngagel Rejo karena angka stunting di wilayah Ngagel masih tergolong tinggi jika dibandingkan oleh kelurahan lainnya yang ada di Kota Surabaya. Berdasarkan fokus penelitian, maka terdapat beberapa hal yang merupakan tahapan dari formulasi strategi, seperti analisis lingkungan internal yang terdiri dari kekuatan Puskesmas Ngagel Rejo yang memiliki Posyandu Stunting di Kelurahan Ngagel dan yang masih menjadi kelemahannya seperti kader yang tidak akurat dan salah memberi laporan serta adanya perbedaan data jumlah stunting dari Puskesmas. Kecamatan, dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Selain itu juga analisis eksternal yang terdiri dari peluang dan ancaman. Posyandu Stunting, yang secara sistematis beroperasi di bawah naungan Kelurahan Ngagel dan didampingi oleh Puskesmas Ngagel Rejo, memiliki potensi untuk menjadi sarana edukasi strategis bagi masyarakat setempat, terutama dalam memberikan informasi tentang kesehatan balita dan ibu hamil merupakan peluang yang dimiliki oleh Puskesmas Ngagel Rejo. Ancaman dari Posyandu Stunting ini berasal dari pola pikir orang tua terkait gizi dan pola asuh balita. Tujuan adanya Posyandu Stunting ini sesuai dengan visi Kota Surabaya yang berhasil mencapai zero growth stunting pada tahun 2024. Implementasi Strategi Setiap strategi atau program yang telah diimplementasikan dengan maksimal agar tujuan yang diharapkan bisa tercapai. Implementasi strategi bertujuan untuk mengetahui apakah program yang dibuat oleh Puskesmas Ngagel Rejo dalam penanggulangan stunting telah terlaksana atau tidak. Adapun wawancara dengan Mbak Umi selaku Kader Puskesmas Ngagel Rejo mengatakan bahwa : AuKalau program posyandu stunting sih semuanya terlaksana ya dek, karena kita semua juga bersinergi dan selalu ngasih Contohnya, ya kita memberikan fasilitas angkutan gratis ke Posyandu Stunting supaya orang tua dan balita stunting terfasilitasi untuk mengikuti kegiatan posyandu setiap bulan dengan mudah. Apalagi kader posyandu yang juga masih membujuk dan menawarkan boncengan untuk orang tua yang awalnya tidak berniat ikut posyandu. Selain itu juga kan ada Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), yang anggotanya terdiri dari perwakilan semua dinas. Jadi ya, semua program yang diberikan dipastikan terlaksana dan berjalan maksimal. Ay (Wawancara pada 8 Maret 2. Berdasarkan wawancara di atas, disebutkan bahwa program posyandu stunting dan kegiatan terkait pencegahan dan penanggulangan stunting Publika. Volume 12 Nomor 3. Tahun 2024, 903-910 di Kelurahan Ngagel seperti pemberian tablet tambah darah untuk siswa perempuan yang mengalami menstruasi, penyuluhan tentang gizi anak, dan pemberian makanan tinggi protein untuk balita stunting telah terlaksana. Hal tersebut juga ditambahkan oleh Mbak Astrid selaku Ahli Gizi di Puskesmas Ngagel Rejo yang menjelaskan bahwa : AuKegiatan kita di Posyandu Balita dan Posyandu Stunting itu mirip dek, yang membedakan hanya lokasi dan status balita yang ikut, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang Semua Posyandu pasti mengukur Berat Badan. Tinggi Badan. Lingkar Kepala, dan Lingkar Lengan. Kita catat secara manual lalu kita input di aplikasi Sayang Warga dan aplikasi ePPGBM . lektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyaraka. Ay (Wawancara pada 14 Maret 2. Gambar 2. Pengukuran balita di Posyandu Sumber : Dokumentasi Peneliti, 2024 Beberapa kegiatan yang dilaksanakan saat Posyandu Stunting pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala pada anak yang dilakukan selama satu bulan sekali di Posyandu, pemberian makanan kudapan tinggi protein, pemberian makanan tambahan dalam bentuk serbuk, serta kunjungan rumah ke rumah balita stunting. Gambar 3. Kunjungan ke rumah balita Sumber : Dokumentasi Peneliti, 2024 Adanya pelaksanaan Posyandu Stunting ini didukung oleh Sumber Daya Mnausia yang terdiri dari pegawai yang ada di Puskesmas Ngagel Rejo dan kader Posyandu, tercukupinya anggaran, dan dilaksanakannya sosialisasi terkait stunting mulai dari pendidikan di Sekolah Dasar, calon pengantin, hingga calon ibu balita. Evaluasi strategi Evaluasi menggambarkan bagaimana proses dalam menilai atau mengevaluasi program dan kegiatan yang telah dilaksanakan, bagaimana capaian program dalam upaya penanggulangan stunting di Kelurahan Ngagel. Evaluasi strategi menjadi penting karena tahapan ini akan mengukur strategi yang telah diimplementasikan apakah sudah memenuhi target sasaran dan telah berjalan secara efektif dan efesien atau belum. Adanya Posyandu Stunting ini telah dirumuskan dari tahun 2022 tepatnya setelah adanya pandemic COVIDAi19 dan mulai diimplementasikan pada awal tahun 2023. Berdasarkan wawancara dengan Pak Bagus bagian Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Wonokromo, mengatakan bahwa : AuKalau untuk evaluasi strategi stunting ini itu pada tingkatan dasar dilakukan kelurahan, puskesmas, dan dinas Program berbentuk kegiatan lokakarya mini yang dihadiri oleh kecamatan, kelurahan, puskesmas, dan dinas kesehatan untuk membahas keseluruhan program yang telah dijalankan termasuk permasalahan Sedangkan tingkatan yang utama yaitu pertemuan yang melibatkan beberapa instansi lebih besar seperti perwakilan OPD, sekretaris daerah, bappeda, dan instansi yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting. Hasil evaluasinya yaitu Puskesmas Ngagel Rejo bersama orang tua balita harus saling kerja sama untuk mengajak dan mengingatkan orang tua balita yang masih belum ikut kegiatan Posyandu dengan cara memberikan sosialisasi terkait dampak positif yang akan didapatkan apabila orang tua balita mengikuti kegiatan Posyandu Stunting Posyandu Stunting di Puskemas AA. secara rutin. Ay (Wawancara pada 26 Maret 2. melaksanakan seluruh kegiatan atau program yang ada sesuai dengan jadwal yang telah dibuat. Gambar 4. Mini Loka Karya Puskesmas Ngagel Rejo Sumber : Puskesmas Ngagel Rejo, 2023 Jika dilihat dari pernyataan wawancara tersebut, maka evaluasi strategi dilaksanakan dalam 2 bentuk. Yang pertama berbentuk lokakarya mini yang membahas angka stunting dalam lingkup kecamatan, yang kedua evaluasi berupa pertemuan bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Surabaya untuk membahas stunting dalam lingkup yang lebih luas Proses evaluasi yang dilakukan oleh Puskesmas Ngagel Rejo dibagi menjadi beberapa level, yaitu level dasar dan level utama. Pada level dasar, evaluasi dilakukan di tingkat kelurahan, kecamatan. Puskesmas, dan Dinas Kesehatan melalui lokakarya mini. Dalam lokakarya mini ini, semua program, termasuk isuisu terkait stunting, dibahas. Sedangkan pada level utama, dilakukan peninjauan kinerja dalam cakupan yang lebih luas dengan melibatkan semua perwakilan OPD. Sekda, dan Bappeda yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting. Dalam kegiatan peninjauan kinerja ini, evaluasi dilakukan terhadap semua upaya pencegahan dan penanggulangan stunting yang telah berlangsung selama setahun. Kegiatan ini juga melaporkan berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program, termasuk masalah Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan. Puskesmas Ngagel Rejo tidak memiliki ukuran penilaian dalam bentuk persentase untuk mengetahui perbandingan hasil yang ingin dicapai dengan perbandingan Puskesmas Ngagel Rejo hanya Ucapan Terima Kasih Peneliti mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam penelitian Ibu Eva Hany Fanida. AP. AP selaku Koordinator Program Studi S1 Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Negeri Surabaya Bapak Trenda Aktiva Oktariyanda. AP. selaku dosen pembimbing skripsi Ibu Dra. Meirinawati. AP selaku dosen satu penguji skripsi Bapak Deby Febriyan Eprilianto. Sos. MPA selaku dosen dua penguji skripsi Semua pihak yang telah membantu dalam proses penelitian dan penyusunan skripsi ini PENUTUP Simpulan Berdasarkan uraian hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa manajemen strategi Puskesmas Ngagel Rejo dalam menekan angka prevalensi stunting di Kota Surabaya sudah cukup baik. Dibuktikan dengan adanya penurunan angka yang signifikan dalam kurun waktu 1 Berdasarkan data dari SSGBI 2021 dan SSGI tahun 2022 menunjukkan angka prevalensi stunting dari yang awalnya 28,9% turun menjadi 4,8%. Pada tahun 2020 Kecamatan Wonokromo memiliki angka stunting berjumlah 775 dan berhasil turun menjadi 42 di tahun 2023. Formulasi Strategi (Strategy Formulatio. yang berjalan dengan baik, dibuktikan dengan adanya tujuan, visi dan misi, serta strategi berupa inovasi program. Jika dilihat dari analisis lingkungan internal. Puskesmas Ngagel Rejo memiliki kelebihan seperti adanya Posyandu Stunting dan memiliki kekurangan seperti kurang maksimalnya kemampuan kader yang ada di Posyandu. Sedangkan, analisis lingkungan internal seperti peluang dari Puskesmas Ngagel Rejo ini yaitu letak Puskesmas dan Posyandu yang strategis di Kelurahan Ngagel. Ancaman yang dimiliki berasal dari pola pikir orang tua yang masih kurang terhadap gizi balita. Implementasi Strategi (Strategy Implementatio. yang berjalan dengan baik, dibuktikan dengan terlaksananya seluruh program dan kegiatan cakupan layanan intervensi gizi spesifik yang telah dibuat. Didukung dengan alokasi Sumber Daya yaitu Sumber Daya Manusia yang telah memenuhi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 dan Sumber Daya Publika. Volume 12 Nomor 3. Tahun 2024, 903-910 Sarana dan Alat Kesehatan yang telah tersedia lengkap di Puskesmas Ngagel Rejo. Anggaran yang cukup digunakan untuk mendukung pelaksanaan program yang ada di Puskesmas dan pengenalan yang telah dilaksanakan oleh Puskesmas Ngagel Rejo membuat implementasi strategi yang dilaksanakan dinilai Evaluasi Strategi (Strategy Evaluatio. yang berjalan cukup baik, dibuktikan dengan adanya rangkaian proses evaluasi yang terstruktur dari evaluasi tingkat dasar samai evaluasi tingkat utama. Hanya saja, ukuran penilaian dalam bentuk persentase di Puskesmas Ngagel Rejo tidak tersedia. Saran Terkait dengan kesimpulan yang telah diuraikan di atas dan observasi yang peneliti lakukan selama penelitian, maka beberapa saran untuk Puskesmas Ngagel Rejo diantaranya yaitu : Adanya pembuatan rencana jangka panjang dari Puskesmas Ngagel Rejo untuk mengantisipasi apabila kasus stunting naik kembali dan rencana strategis untuk mempertahankan tantangan zero growth stunting apabila telah tercapai Adanya observasi dan assessment terhadap lingkungan yang lebih akurat dan melibatkan masyarakat dalam pembuatan program Adanya pelatihan bagi semua kader Posyandu baik Posyandu Balita atau Posyandu Stunting yang ada di Kelurahan Ngagel Rejo untuk menambahkan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan program Adanya proyeksi dana alokasi yang jelas untuk setiap program yang akan dijalankan Perlunya ukuran penilaian dalam bentuk persentase untuk mengetahui capaian program supaya progress yang telah dilakukan untuk dijadikan bahan evaluasi yang lebih terukur. DAFTAR PUSTAKA