Jurnal Pengabdian West Science Vol. No. Juni, 2025, pp. Analisis Praktik Pengelolaan Sumber Daya Manusia Pada UMKM Putra Jasa Mandiri. Kota Surabaya Hera Audita Rasendriya1. Salwa Khalawatul2. Mefy Murtia Aprilliani3. Putri Maulidah Hidayah4. Maritza Siiriin Rosmala5. Trisna Dewi Pramiswari6. Marsya Sahda Fathony7. Tri Siwi Agustina8. Dunga Dwi Barinta9 1,2,3,4,5,6,7,8,9 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga *Corresponding author E-mail: hera. rasendriya-2023@feb. Article History: Received: Jun, 2025 Revised: Jun, 2025 Accepted: Jun, 2025 Abstract: Pengabdian masyarakat ini berfokus pada peningkatan praktik pengelolaan sumber daya manusia di UMKM Putra Jasa Mandiri, sebuah usaha percetakan berskala kecil di Kota Surabaya. UMKM ini menghadapi permasalahan internal seperti ketiadaan pelatihan kerja yang terstruktur dan belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) tertulis. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan efisiensi kerja dan kualitas layanan melalui dua strategi utama, yaitu pelatihan karyawan yang lebih menyeluruh serta penyusunan SOP yang aplikatif. Metode yang digunakan berupa pendekatan kualitatif melalui observasi langsung dan wawancara menggunakan pendekatan 5W 1H. Hasilnya menunjukkan adanya perubahan positif dalam struktur kerja, peningkatan kompetensi karyawan, serta konsistensi layanan. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian SDGs 4 (Pendidikan Berkualita. dan SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonom. , kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM. Keywords: Pelatihan Karyawan. Pengabdian Masyarakat. SDGs. SOP. Pemberdayaan UMKM. Pendahuluan Industri kreatif telah menjadi salah satu sektor ekonomi yang berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir. Konsep ekonomi kreatif mengacu pada penggabungan antara budaya, kreativitas, inovasi, dan ekonomi. Industri kreatif mencakup berbagai sektor, seperti seni, desain, fashion, film, musik, permainan digital, penerbitan, dan seni rupa, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara (Rizki Maulana, 2. Di tengah pesatnya pertumbuhan industri kreatif, peran pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM), menjadi sangat krusial dalam mendorong inovasi serta menggerakkan roda ekonomi kreatif di berbagai sektor. https://wnj. westscience-press. com/index. php/jpws Vol. No. Juni, 2025, pp. UMKM atau Usaha kecil dan Menengah merupakan usaha ekonomi yang produktif, usaha ini berdiri sendiri oleh perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau besar yang memenuhi kriteria usaha kecil (Sitaman Said, 2. Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) ini turut memegang peranan yang strategis di dalam mendorong pertumbuhan ekonomi suatu Negara serta mendukung tercapainya pembangunan yang berkelanjutan. Salah satu sektor UMKM yang memiliki potensi besar namun sering luput dari sorotan adalah sektor percetakan, yang turut memberikan kontribusi nyata dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha lainnya. UMKM di bidang percetakan memiliki peluang yang menjanjikan dalam pemerintahan, hingga kegiatan sosial. Kebutuhan akan produk seperti brosur, banner, undangan, buku, kemasan, dan media promosi lainnya menjadikan sektor ini tetap relevan dan dibutuhkan, bahkan di tengah era digital. Dengan modal yang relatif terjangkau dan kemampuan adaptasi terhadap teknologi cetak modern. UMKM percetakan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat struktur ekonomi lokal secara berkelanjutan. Namun demikian, peluang yang besar ini tidak serta-merta menjamin keberhasilan jika para pelaku usaha tidak melakukan analisis mendalam terhadap potensi dan tantangan Tanpa strategi yang tepat. UMKM percetakan berisiko kalah bersaing dengan perusahaan yang lebih besar atau pemain baru yang lebih adaptif terhadap perubahan tren dan teknologi. Berdasarkan pemahaman mengenai pentingnya industri kreatif, peran strategis UMKM dalam perekonomian, serta potensi dan tantangan yang dihadapi sektor percetakan, kami memutuskan untuk mendampingi UMKM Putra Jasa Mandiri. UMKM ini bergerak di bidang percetakan dan jasa fotokopi, yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan cetak masyarakat sekitar, terutama di lingkungan pendidikan dan perkantoran. Lebih tepatnya. UMKM ini terletak di Jl. Srikana Timur No. Kecamatan Gubeng. Kota Surabaya. Berdasarkan UndangUndang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM). Putra Jasa Mandiri tergolong sebagai usaha berskala kecil karena memiliki total 5 pegawai dan total aset diatas 50 juta rupiah. Meskipun UMKM Putra Jasa Mandiri memiliki posisi yang cukup strategis dalam mendukung kebutuhan layanan percetakan di wilayah pendidikan dan Vol. No. Juni, 2025, pp. perkantoran, masih terdapat sejumlah permasalahan internal yang mempengaruhi kinerja bisnis secara menyeluruh. Beberapa permasalahan utama yang teridentifikasi berkaitan erat dengan aspek manajemen sumber daya manusia, seperti tidak adanya program pelatihan yang terstruktur, ketiadaan SOP tertulis, hingga belum diterapkannya sistem evaluasi kinerja. Permasalahan-permasalahan ini berdampak langsung pada rendahnya efisiensi kerja, menurunnya kualitas layanan, serta berkurangnya kepuasan pelanggan (Pinco et al. , 2024. Ningsih et al. , 2. Selain itu, kurangnya pelatihan teknis dapat memperburuk kestabilan proses operasional, khususnya saat menghadapi lonjakan permintaan. Tantangan yang dihadapi oleh UMKM Putra Jasa Mandiri ini mencerminkan permasalahan yang berkaitan erat dengan Sustainable Development Goals (SDG. Permasalahan seperti keterbatasan pelatihan dan peningkatan keterampilan berkaitan dengan SDGs 4 (Pendidikan Bermut. yang menekankan pentingnya akses terhadap pelatihan yang relevan bagi semua kalangan, termasuk tenaga kerja di sektor informal. Sementara itu, menciptakan lingkungan kerja yang mendukung produktivitas dan kesejahteraan karyawan sejalan dengan tujuan dari SDGs 8 ( Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonom. Metode Observasi dan pengumpulan data dalam kegiatan pengabdian masyarakat dimulai pada tanggal 1 Maret, dengan melakukan kunjungan langsung ke lokasi usaha mitra, yaitu Putra Jasa Mandiri (PJM). Pada tahap awal observasi, tim melakukan pengamatan secara langsung terhadap aktivitas operasional harian yang berlangsung di lokasi usaha. Selain itu, dilakukan pula wawancara dengan beberapa karyawan PJM guna mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi usaha dari sudut pandang internal. Pemilihan Putra Jasa Mandiri sebagai mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini didasarkan pada beberapa pertimbangan. PJM merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang jasa percetakan dan fotokopi, serta telah beroperasi lebih dari satu tahun dan memiliki legalitas usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB). Selain itu, tim juga mempertimbangkan adalahnya permasalahan nyata yang dihadapi oleh PJM, khususnya dalam aspek operasional, pemasaran, keuangan, maupun manajemen sumber daya manusia. Faktor lain yang turut menjadi dasar pemilihan mitra adalah adanya keterbukaan pihak PJM untuk menerima masukan dan melakukan perbaikan terhadap Vol. No. Juni, 2025, pp. pengelolaan usahanya. Setelah observasi lapangan, proses wawancara dilanjutkan secara daring maupun luring. Beberapa sesi wawancara dilakukan secara offline di lokasi usaha, sedangkan wawancara tambahan dilakukan secara online melalui media zoom dengan salah satu pegawai PJM. Melalui pendekatan ini, tim memperoleh informasi kendala-kendala potensipengembangan yang dimiliki oleh PJM. Untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam dan terstruktur mengenai kondisi usaha serta permasalahan yang dihadapi, tim pengabdian masyarakat menyusun daftar pertanyaan wawancara yang mengacu pada pendekatan 5W 1H. Pertanyaan-pertanyaan ini dirancang agar menggali berbagai aspek penting yang berkaitan dengan kebutuhan pengembangan usaha PJM. Pertanyaan Wawancara Berdasarkan 5W 1H Who (Siap. Siapa saja pihak yang terlibat dalam operasional UMKM Putra Jasa Mandiri? Siapa yang biasanya memberikan pelatihan atau pengarahan kepada karyawan Siapa yang bertanggung jawab atas manajemen SDM, pemasaran, dan keuangan di PJM? Siapa target utama pelanggan dari PJM? Siapa yang menjadi mentor atau pendamping dalam kegiatan pelatihan What (Ap. Apa saja layanan utama yang ditawarkan oleh UMKM Putra Jasa Mandiri? Apa saja permasalahan utama yang dihadapi PJM dari segi SDM? Apa dampak dari tidak adanya SOP tertulis bagi karyawan? Apa saja komponen yang disarankan dalam pembuatan SOP tertulis? Apa perbedaan kondisi usaha sebelum dan sesudah dilakukan observasi When (Kapa. Kapan waktu terbaik untuk melakukan pelatihan karyawan? Kapan PJM terakhir kali melakukan pelatihan atau evaluasi internal? Kapan pendapatan usaha biasanya menurun atau meningkat? Vol. No. Juni, 2025, pp. Where (Diman. Di mana biasanya pelanggan mengetahui informasi mengenai PJM . nline atau offlin. ? Di mana SOP atau panduan kerja akan ditempatkan agar mudah diakses Why (Mengap. Mengapa menurut Anda pelatihan kerja itu penting bagi karyawan baru di Mengapa Anda merasa waktu pelatihan yang saat ini diberikan masih belum cukup? Mengapa menurut Anda akun Instagram atau WhatsApp PJM belum sering digunakan untuk promosi? Mengapa Anda merasa perlu adanya SOP atau panduan kerja tertulis di tempat kerja ini? How (Bagaiman. Bagaimana proses onboarding karyawan dilakukan selama ini? Bagaimana Anda belajar cara menggunakan mesin dan melayani pelanggan di tempat ini? Bagaimana menurut Anda pelatihan karyawan baru sebaiknya dilakukan agar lebih efektif dan tidak membingungkan? Bagaimana menurut Anda jika ada SOP tertulis yang ditempel di tempat kerja? Apakah itu akan membantu mempermudah pekerjaan? Bagaimana biasanya pemilik usaha memberikan umpan balik atas kinerja Anda? Bagaimana pencatatan transaksi dilakukan setiap harinya? Perencanaan Aktivitas Rencana aktivitas pengabdian untuk menjawab permasalahan yang dialami UMKM: Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia Peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan fokus utama dalam rencana aktivitas pengabdian kepada UMKM Putra Jasa Mandiri. Meta-analisis oleh Yani et al. menunjukkan bahwa mentoring pada bisnis kecil tidak hanya memberikan Aupractical adviceAy melainkan juga dukungan emosional yang Vol. No. Juni, 2025, pp. mempercepat adaptasi dan strategi jangka panjang. Ditemukan bahwa proses pelatihan karyawan masih sangat terbatas, tidak terstruktur, dan belum mencakup evaluasi kinerja secara berkala. Karyawan baru hanya mendapatkan pelatihan singkat selama 1Ae2 minggu tanpa sistem mentoring, sehingga pemahaman terhadap proses kerja dan penggunaan peralatan belum optimal. Oleh karena itu, dalam program pendampingan ini dirancang sistem pelatihan yang lebih menyeluruh, yakni dengan memperpanjang masa pelatihan menjadi tiga hingga empat minggu, disertai dengan pembekalan keterampilan teknis seperti desain grafis sederhana seperti Canva dan pelatihan soft skill dalam menghadapi pelanggan. Selain itu, diterapkan pendekatan mentoring di mana karyawan baru didampingi oleh karyawan senior untuk mempercepat proses adaptasi kerja. Hal ini juga diperkuat oleh laporan dari Together Platform . yang menekankan bahwa program mentoring yang efektif tidak hanya mempercepat proses adaptasi bagi karyawan baru, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas dan retensi pegawai. Guna memastikan efektivitas pelatihan, dilakukan evaluasi berkala setiap dua hingga empat minggu, dengan instrumen berupa observasi langsung, asesmen sederhana, serta umpan balik dari atasan dan rekan kerja. Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi individu dan produktivitas kerja secara keseluruhan. Evaluasi kinerja yang dilakukan secara rutin berperan penting dalam mengidentifikasi pencapaian, memberikan umpan balik, serta merancang strategi peningkatan kerja pegawai secara lebih terarah dan objektif (LPKN, 2. Penyusunan SOP tertulis Fokus kedua dalam rencana aktivitas pengabdian adalah penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) tertulis yang aplikatif dan kontekstual bagi UMKM Putra Jasa Mandiri. Dettling . menekankan bahwa SOP berfungsi sebagai kerangka kerja terstruktur untuk menjalankan tugas-tugas rutin, sehingga menjamin konsistensi, kualitas, dan kepatuhan terhadap standar yang ditetapkan. Sementara artikel di SF Magazine . menyatakan bahwa SOP membantu "establish structure, consistency, and efficiency in their operations", serta mendukung pemenuhan regulasi dan pengendalian mutu Selama proses observasi, ditemukan bahwa alur kerja di tempat usaha ini masih berjalan berdasarkan kebiasaan lisan tanpa adanya panduan tertulis yang dapat dijadikan acuan bersama. Hal ini berdampak pada kurangnya konsistensi dalam pelayanan, lemahnya pengendalian mutu, serta rawannya kesalahan operasional, terutama ketika terjadinya pergantian karyawan atau lonjakan pesanan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut. SOP akan disusun secara sederhana namun komprehensif, mencakup tahapan pelayanan mulai dari Vol. No. Juni, 2025, pp. penerimaan pesanan, proses pencetakan, hingga penyerahan hasil kepada pelanggan. SOP juga akan mencantumkan prosedur perawatan mesin secara berkala, seperti pembersihan rutin, pengecekan komponen, dan pengaturan kelembaban ruang kerja. Dokumen SOP akan ditempatkan di area kerja strategis dan dirancang dalam format visual yang mudah dipahami seluruh karyawan. Kehadiran SOP ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat alur kerja, mengurangi risiko kesalahan, serta membentuk budaya kerja yang lebih disiplin dan profesional di lingkungan UMKM. Rencana aktivitas pengabdian yang dirancang untuk menjawab permasalahan yang dialami UMKM Putra Jasa Mandiri difokuskan pada dua aspek utama, yaitu peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) tertulis. Pemilihan dua fokus ini dilatarbelakangi oleh temuan bahwa karyawan di UMKM tersebut belum memperoleh pelatihan kerja yang terstruktur dan memadai, serta belum adanya panduan kerja tertulis yang dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya efisiensi operasional, inkonsistensi pelayanan, serta meningkatnya potensi kesalahan Oleh karena itu, peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan teknis dan sistem pendampingan kerja diharapkan mampu membekali karyawan dengan keterampilan yang relevan, sekaligus membentuk pola kerja yang lebih profesional dan adaptif. Di sisi lain, penyusunan SOP tertulis bertujuan untuk menstandarkan proses kerja dan menjaga konsistensi layanan, terutama dalam menghadapi volume pesanan yang tinggi atau pergantian karyawan. Kedua strategi ini dipilih karena dapat diimplementasikan dengan biaya yang relatif terjangkau namun memiliki dampak jangka panjang terhadap peningkatan kinerja usaha secara keseluruhan. Dengan penguatan pada aspek internal ini. UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usahanya di tengah lingkungan bisnis yang semakin kompetitif. Hasil Jawaban Pertanyaan Wawancara . W 1H) Who (Siap. Karyawan front desk dan operator mesin menjadi pihak utama dalam operasional harian. Selain itu, owner juga terlibat, meski tidak selalu hadir setiap hari. Vol. No. Juni, 2025, pp. Pelatihan biasanya langsung diberikan oleh owner atau karyawan senior, tapi hanya sebentar di awal . ekitar 1Ae2 mingg. Semua aspek tersebut ditangani langsung oleh owner, tanpa pelibatan karyawan lain. Mayoritas pelanggan berasal dari lingkungan sekitar, seperti mahasiswa dan staf dari kampus serta UMKM di sekitar Jl. Srikana Timur. Tidak ada mentor resmi. Umumnya, belajar sendiri dari rekan kerja yang lebih senior atau berdasarkan pengalaman langsung di lapangan. What (Ap. Layanan utamanya adalah fotokopi, print, jilid, cetak dokumen, dan jasa percetakan lainnya seperti undangan, brosur, dan poster. Minimnya pelatihan, tidak ada SOP, tidak ada evaluasi berkala, serta kurangnya komunikasi antara karyawan dan owner. Karyawan terkadang kebingungan ketika menangani kasus atau situasi Tugas jadi tidak konsisten antara satu karyawan dengan yang lain karena cenderung mengandalkan karyawan yang lebih senior. Petunjuk pengoperasian mesin, standar pelayanan pelanggan, alur kerja harian, penanganan komplain, dan format pencatatan transaksi. Setelah observasi awal, kami menjadi lebih sadar akan kekurangan yang Beberapa ide perbaikan juga mulai muncul dari hasil diskusi dengan mahasiswa yang observasi. When (Kapa. Bagi mereka, waktu paling baik dilakukan sebelum mulai bekerja atau pada minggu pertama kerja, saat beban operasional belum terlalu tinggi. Sejauh karyawan bekerja di PJM, belum ada pelatihan lanjutan atau evaluasi formal setelah pelatihan awal. Pendapatan biasanya meningkat saat masa pendaftaran sekolah/kampus. UAS, atau event kampus. Sedangkan menurun di masa liburan akademik. Where (Diman. Mayoritas pelanggan mengetahui PJM secara offline, lewat papan nama atau dari rekomendasi teman. Media online seperti Instagram belum dimanfaatkan secara maksimal. Idealnya ditempel di area kerja seperti dekat mesin, front desk, dan ruang istirahat karyawan. Vol. No. Juni, 2025, pp. Why (Mengap. Karena pekerjaan teknis seperti mengoperasikan mesin punya prosedur Tanpa pelatihan yang cukup, bisa menyebabkan kesalahan dan merugikan usaha. Karena pelatihan hanya fokus pada pengoperasian alat mesin, tidak menyeluruh pada layanan, cara menghadapi pelanggan yang memiliki permintaan khusus, atau prosedur jika terjadi masalah. Kemungkinan karena owner sibuk dan tidak ada yang ditunjuk khusus mengelola media sosial. Jadi fokusnya masih di pelayanan langsung, bukan promosi digital. Agar semua karyawan bisa bekerja dengan standar yang sama, mengurangi kesalahan, dan mempermudah adaptasi bagi karyawan baru. How (Bagaiman. Karyawan diperkenalkan dengan teknis dasar alat dan alur kerja, lalu langsung mulai bekerja. Tidak ada panduan resmi. Belajar langsung dari karyawan lain dan dari pengalaman harian. Kalau bingung, biasanya tanya langsung ke rekan kerja. Perlu ada panduan tertulis, pelatihan langsung selama beberapa hari, dan tanya jawab untuk beberapa kasus tertentu agar lebih paham prosedur. Sangat membantu. SOP akan jadi referensi jika kami lupa prosedur, terutama saat owner tidak di tempat. Tidak ada evaluasi rutin. Biasanya hanya diberi masukan jika ada kesalahan yang terlihat langsung. Karyawan tidak melakukan catatan keuangan. Untuk transaksi tertentu seperti pemasanan bahan, hanya owner yang mencatat secara langsung. Analisis SWOT Tabel 1. Analisis SWOT Strengths (Kekuata. Lokasi Strategis Terletak di Jl. Srikana Timur, dekat dengan kampus dan perkantoran, sehingga memiliki target pasar yang jelas dan Layanan Lengkap dan Relevan Menyediakan layanan percetakan, fotokopi, print, jilid, dan cetak dokumen yang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa dan pekerja Hubungan Baik dengan Pelanggan Lama Vol. No. Juni, 2025, pp. Sudah memiliki pelanggan tetap dan dikenal di lingkungan sekitar secara offline. Weaknesses (Kelemaha. Tidak Ada SOP Tertulis Evaluasi Berkala Operasional berjalan tanpa standar kerja yang baku, menyebabkan ketidakkonsistenan dan potensi kesalahan karyawan. Pelatihan Minim Tidak Berkelanjutan Karyawan hanya diberi pelatihan singkat di awal dan tidak ada pendampingan lebih lanjut. Minimnya Keterlibatan Karyawan dalam Manajemen Keputusan bisnis, keuangan, dan pemasaran sepenuhnya dikendalikan owner tanpa delegasi atau pelibatan tim. Ketergantungan Owner Operasional bisa terhambat karena owner sering tidak berada di tempat dan tidak ada sistem pengganti yang jelas. Opportunities (Peluan. Peningkatan Kapasitas Karyawan Memberikan pelatihan berkelanjutan dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi ketergantungan terhadap owner. Kolaborasi dengan Institusi Pendidikan Bisa menjalin kerja sama dengan kampus atau organisasi mahasiswa untuk menjadi vendor tetap layanan cetak. Pemanfaatan Media Sosial untuk Promosi Instagram dan WhatsApp dapat dioptimalkan untuk menjangkau pelanggan baru dan melakukan promosi diskon atau paket Digitalisasi dan Automasi Sistem Peluang membuat sistem pencatatan digital, antrian online, dan pemesanan jarak jauh bisa meningkatkan efisiensi. Threats (Ancama. Persaingan dengan Toko Percetakan Lain Banyak usaha sejenis di sekitar area kampus, sehingga perlu diferensiasi layanan. Perubahan Tren Digital Mahasiswa dan perkantoran mulai beralih ke dokumen digital, sehingga permintaan cetak bisa menurun dalam jangka panjang. Ketergantungan Operasional pada Manual Process Sistem pencatatan dan pengelolaan yang masih manual rentan terhadap kesalahan dan keterlambatan pelayanan. Setelah adanya pendampingan dari mahasiswa, terjadi beberapa perubahan positif dalam operasional UMKM Putra Jasa Mandiri. Pelatihan yang diberikan membuat karyawan lebih memahami alur kerja yang benar dan profesional, sehingga pekerjaan menjadi lebih terstruktur dan efisien. Adanya SOP yang dibuat juga membantu karena menjadi panduan tertulis yang bisa diikuti oleh semua karyawan. Vol. No. Juni, 2025, pp. terutama saat menghadapi situasi yang sebelumnya sering menimbulkan Pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan secara tidak seragam kini menjadi lebih rapi dan terarah, sehingga kesalahan dapat diminimalisir. Selain itu, pembagian tugas menjadi lebih jelas dan alur komunikasi antar karyawan lebih Dari sudut pandang UMKM Putra Jasa Mandiri, kehadiran dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa dirasakan membantu dan memberikan dampak bagi perkembangan sumber daya manusia usaha mereka. Selain itu. UMKM merasa sangat terbantu karena mahasiswa membawa perspektif baru yang mendorong perbaikan. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan pelaku usaha mikro bisa saling menguatkan. Diskusi