Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi Vol 13. No 01, 2026 pages 98 - 109 e-ISSN : 2655-3392 https://doi. org/10. 47668/edusaintek. PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PAK BERBASIS LITERASINUMERASI DENGAN MODEL 4D UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR DI KOTA AMBON Yowelna Tarumasely1*. Aurelya Almatsya Layan2. Sonia Isabella Tuhumury3. Brian Valentino Parera4. Mouren Fransiska Limehuwey5. Fistiani Sigmarlatu6. Indri Lekiohapy7 1,2,3,4,5,6,7 Institut Agama Kristen Protestan Negeri Ambon. Indonesia *e-mail korespondensi: yowelnatarumasely@gmail. Abstrak: Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) di sekolah dasar masih didominasi oleh pendekatan hafalan dan belum mengintegrasikan literasi, numerasi, serta indikator berpikir kritis secara sistematis, padahal kebijakan pendidikan nasional menekankan penguatan kompetensi Analisis terhadap 12 RPP guru PAK di tiga SD Negeri Kota Ambon menunjukkan bahwa 100% RPP belum mengintegrasikan literasi dan numerasi, sementara 80% guru belum memahami konsep integrasi tersebut kesenjangan inilah yang menjadi research gap penelitian ini. Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran PAK berbasis literasi dan numerasi yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define. Design. Develop. Disseminat. yang dikembangkan Thiagarajan . , melibatkan 82 siswa kelas V dari tiga SD Negeri Kota Ambon dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Validitas instrumen diuji melalui validasi ahli materi dan ahli desain menggunakan skala Likert 1-4 . , reliabilitas ditentukan melalui konsistensi antar-validator, serta efektivitas diukur dengan desain pretest-posttest menggunakan rumus N-Gain ternormalisasi. Indikator keberhasilan ditetapkan: validitas Ou3,25 . angat laya. , kepraktisan Ou3,25 . angat prakti. , dan N-Gain Ou0,30 . ategori sedan. Hasil penelitian menunjukkan perangkat memperoleh skor validitas 3,56 . angat laya. , kepraktisan 3,75 . angat prakti. , dan efektivitas dengan N-Gain 0,45 . ategori rentang nilai rerata: pretest 59,5, posttest 77,3 dari skor maksimum . Kontribusi ilmiah penelitian ini adalah: . menghasilkan model perangkat pembelajaran PAK terintegrasi literasinumerasi yang pertama di Indonesia, . membuktikan bahwa integrasi literasi-numerasi dalam pendidikan agama tidak mengurangi substansi teologis, melainkan memperkaya dimensi kognitif dan reflektif, dan . menyediakan kerangka evaluasi tiga kriteria . aliditas, kepraktisan, efektivita. yang dapat diadopsi pengembangan perangkat PAK sejenis Kata Kunci: literasi, numerasi. Pendidikan Agama Kristen, berpikir kritis, sekolah dasar, model Abstract: Christian Religious Education (CRE) in elementary schools remains dominated by memorization-based approaches and has not systematically integrated literacy, numeracy, and critical thinking indicators, despite national policies emphasizing these competencies. Analysis of 12 lesson plans from CRE teachers at three public elementary schools in Ambon City revealed that 100% of the lesson plans had not integrated literacy and numeracy, while 80% of teachers did not understand the concept of such integration this gap constitutes the research gap addressed by this This study aimed to develop valid, practical, and effective literacy- and numeracy-based CRE learning tools to enhance students' critical thinking skills. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the 4D model (Define. Design. Develop. Disseminat. developed by Thiagarajan . , involving 82 Grade V students from three public elementary schools in Ambon City selected through purposive sampling. Instrument validity was assessed through expert validation by a content expert and an instructional design expert using a 1-4 Likert scale . , reliability was established through inter-validator consistency, and effectiveness was measured using a pretest-posttest design with the normalized N-Gain formula. Success indicators were set as: validity Ou3. ery vali. , practicality Ou3. ery practica. , and N-Gain Ou0. oderate categor. Results indicated that the tools achieved a validity score of 3. ery Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pak Berbasis Literasi-Numerasi Dengan Model 4dA Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi Vol 13. No 01, 2026 vali. , a practicality score of 3. ery practica. , and an effectiveness score of N-Gain 0. oderate category. mean score range: pretest 59. 5, posttest 77. 3 out of a maximum score of . The scientific contributions of this study are: . producing the first integrated literacy-numeracy CRE instructional package in Indonesia, . demonstrating that integrating literacy-numeracy in religious education does not diminish theological substance but enriches its cognitive and reflective dimensions, and . providing a three-criteria evaluation framework . alidity, practicality, effectivenes. adoptable for similar CRE instructional development. Keywords: literacy, numeracy. Christian Religious Education, critical thinking, elementary school, 4D model Histori Naskah Diserahkan: 13-06-2026 Direvisi: 28-05-2026 Diterima: 08-03-2026 This is an open access article under the CC BY-SAlicense. Copyright A2026 by Author. Published by STKIP PGRI Situbondo PENDAHULUAN Perkembangan pendidikan abad ke-21 menempatkan literasi dan numerasi sebagai kompetensi fundamental yang harus diintegrasikan dalam seluruh mata pelajaran (Nalle et al. Literasi tidak lagi dimaknai secara sempit sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi sebagai kemampuan memahami, menganalisis, mengevaluasi, serta merefleksikan informasi dalam berbagai konteks kehidupan (Deda et al. , 2. Demikian pula numerasi tidak hanya berkaitan dengan keterampilan berhitung, melainkan kemampuan menggunakan konsep dan prosedur matematika untuk memecahkan masalah nyata secara logis dan sistematis (Pradana, 2. Dalam kerangka kebijakan pendidikan nasional, penguatan literasi dan numerasi menjadi prioritas utama karena keduanya merupakan fondasi bagi berkembangnya kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Dalam konteks Pendidikan Agama Kristen (PAK), literasi memiliki dimensi yang lebih luas dan mendalam. Literasi dalam PAK tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca teks Alkitab secara tekstual, tetapi juga mencakup kemampuan menafsirkan pesan teologis, memahami konteks historis dan sosial, serta merefleksikan nilai-nilai iman dalam kehidupan sehari-hari (Jelahu & Aprianto, 2. Peserta didik diharapkan mampu mengaitkan ajaran iman dengan realitas kehidupan secara kritis dan kontekstual (Hughes & Barnes, 2. Sementara itu, numerasi dalam PAK dapat diintegrasikan melalui berbagai pendekatan, misalnya dengan menganalisis data sosial dalam perspektif nilai Kristiani (Yokom, 2023. Brad Burgess et al. , 2. Integrasi keduanya dalam PAK sejalan dengan paradigma faithlearning integration yang menekankan bahwa iman dan ilmu pengetahuan tidak dapat dipisahkan (Van der Walt & Zecha, 2. , serta pendekatan shared Christian praxis Groome . yang mengajak siswa merefleksikan pengalaman hidup dalam terang iman. Secara teoretis, keterlibatan aktif siswa dalam menganalisis teks dan data dalam konteks PAK sejalan dengan konstruktivisme sosial Vygotsky . yang menekankan bahwa pengetahuan dibangun melalui interaksi bermakna. Namun demikian, realitas di lapangan menunjukkan kesenjangan yang signifikan antara kebijakan dan praktik. Hasil observasi awal pada bulan September-Oktober 2024 di tiga SD Negeri Kota Ambon (SDN 1. SDN 4, dan SDN . menunjukkan temuan yang memprihatinkan: dari 12 RPP yang dianalisis, 100% belum mengintegrasikan literasi dan numerasi secara eksplisit. 83,3% aktivitas pembelajaran masih berorientasi ceramah. 91,7% mengandalkan penugasan hafalan. Wawancara dengan 5 guru PAK mengungkapkan bahwa 80% di antaranya belum memahami konsep integrasi literasi-numerasi dalam PAK, sebagaimana tercermin dari pernyataan: "Saya pikir literasi itu ya membaca Alkitab saja, kalau numerasi itu pelajaran matematika, bukan pelajaran agama. " (Guru A, wawancara 5 September 2. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pak Berbasis Literasi-Numerasi Dengan Model 4dA Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi Vol 13. No 01, 2026 Kajian literatur mutakhir mengonfirmasi bahwa kesenjangan ini tidak bersifat lokal. Kusuma et al. menemukan bahwa dari 45 RPP mata pelajaran agama yang dianalisis di berbagai daerah, 91% belum mengintegrasikan literasi-numerasi secara eksplisit. Penelitian Nainggolan et al. juga menunjukkan bahwa guru PAK cenderung mempertahankan metode tradisional karena kurangnya pelatihan dan ketersediaan perangkat operasional. Penelitian tentang literasi dalam PAK yang ada masih terbatas pada aspek membaca Alkitab tanpa pemahaman mendalam (Mua et al. , 2024. Sirait & Sudiar, 2. , sementara penelitian tentang numerasi dalam PAK hampir tidak ditemukan di Indonesia (Awi Dassa et al. , 2023. Yokom, 2023. Meskipun penelitian terintegrasi literasi-numerasi di luar konteks PAK sudah berkembang, misalnya pada pembelajaran matematika (Nurhajati et al. , 2. dan literasi sains (Tillah & Subekti, 2. penelitian tentang pengembangan perangkat pembelajaran PAK berbasis literasi dan numerasi secara terintegrasi untuk meningkatkan berpikir kritis siswa SD belum pernah dilakukan di Indonesia. Inilah research gap yang secara eksplisit hendak diisi oleh penelitian ini. Adapun novelty penelitian ini terletak pada: . integrasi simultan literasi dan numerasi dalam PAK bukan parsial atau terpisah. pengembangan perangkat lengkap (RPP. LKPD, instrumen penilaia. yang saling terintegrasi dan diuji secara empiris di sekolah . pengukuran dampak terhadap berpikir kritis menggunakan enam indikator Facione . yang terukur. konteks lokal multikultural Kota Ambon yang memengaruhi pendekatan PAK. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pembelajaran agama berbasis kompetensi abad 21 yang sebelumnya belum tersedia secara Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran PAK berbasis literasi dan numerasi yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar, serta mengkaji kontribusi teoretis dan praktisnya bagi pengembangan pembelajaran PAK di Indonesia. METODE Penelitian ini menggunakan desain Research and Development (R&D) dengan model 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan . , yang terdiri atas empat tahap sistematis: Define. Design. Develop, dan Disseminate. Model 4D dipilih karena secara terstruktur menggabungkan analisis kebutuhan, perancangan berbasis teori, pengujian empiris, dan diseminasi sehingga menghasilkan produk yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah (Thiagarajan, 1. Penelitian dilaksanakan pada semester genap Tahun Ajaran 2024/2025 (Januari-Mei 2. di tiga SD Negeri Kota Ambon: SDN 1. SDN 4, dan SDN 10. Subjek dan Teknik Sampling Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria: . sekolah bersedia berpartisipasi, . guru memiliki kompetensi dasar PAK, dan . siswa belum mendapatkan pembelajaran PAK berbasis literasi-numerasi. Subjek terdiri atas: . dua validator ahli, satu ahli materi PAK (Doktor Pendidikan Agama Kristen, pengalaman 15 tahu. dan satu ahli desain pembelajaran (Doktor Teknologi Pendidikan, pengalaman 12 tahu. tiga guru PAK praktisi dari tiga SD berbeda . engalaman 5-15 tahu. 82 siswa kelas V yang tersebar di tiga sekolah (SDN 1: 28 siswa. SDN 4: 27 siswa. SDN 10: 27 sisw. Prosedur Pengembangan Tahap Define (Januari 2025, 3 mingg. dilakukan melalui empat kegiatan: observasi pembelajaran . kali dengan lembar observasi terstruktur 15 indikato. , wawancara mendalam dengan 5 guru PAK menggunakan pedoman semi-terstruktur, telaah dokumen 12 RPP guru . nalisis 15 indikator integrasi literasi, numerasi, dan berpikir kriti. , dan studi literatur terhadap 25 artikel jurnal terkait. Tahap Design (Februari 2025, 4 mingg. menghasilkan: . 3 RPP untuk 3 pertemuan . JP y 35 meni. yang mengintegrasikan model Problem-Based Learning (PBL) termodifikasi Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pak Berbasis Literasi-Numerasi Dengan Model 4dA Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi Vol 13. No 01, 2026 dengan aktivitas literasi . embaca kritis, menganalisis tek. dan numerasi . enganalisis data sederhana, membuat grafi. 9 LKPD berbasis masalah kontekstual. instrumen tes berupa 8 soal uraian kontekstual berdasarkan 6 indikator berpikir kritis Facione . interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. Tahap Develop (MaretAeApril 2025, 6 mingg. meliputi: . validasi ahli perangkat dinilai dua validator menggunakan lembar validasi skala Likert 1-4 . butir: 15 butir materi, 10 butir desai. revisi dilakukan berdasarkan saran validator . evisi minor pada 8 aspe. uji coba terbatas di SDN 4 Ambon . siswa, 3 pertemua. dengan desain pretest-posttest yang diamati oleh 2 observer independen. Tahap Disseminate (Mei 2025, 2 mingg. berupa: sosialisasi kepada 15 guru PAK Kota Ambon dalam workshop 1 hari, penyerahan perangkat kepada 3 sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Ambon, serta persiapan publikasi ilmiah. Validasi dan Reliabilitas Instrumen Validitas instrumen tes berpikir kritis diuji melalui validasi konten oleh dua ahli . ontent validity index/CVI). Reliabilitas ditentukan melalui konsistensi antar-validator menggunakan koefisien kesepakatan Cohen's Kappa. Lembar validasi perangkat menggunakan skala Likert 1-4 yang telah divalidasi sebelumnya (Akbar, 2. Instrumen angket kepraktisan guru diuji keterbacaannya melalui pilot test kepada 2 guru PAK di luar sampel. Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan sebagai berikut: . Validitas dan kepraktisan: dihitung ratarata skor dan dikategorikan sangat layak/sangat praktis . ,26-4,. , layak/praktis . ,51Ae3,. , cukup . ,76-2,. , kurang . ,00-1,. indikator keberhasilan ditetapkan Ou3,25. dianalisis dengan rumus N-Gain ternormalisasi [N-Gain = . kor posttest - skor pretes. / . kor maksimum -skor pretes. ], dengan kriteria: tinggi . > 0,. , sedang . ,3 O g O 0,. , rendah . < 0,. indikator keberhasilan ditetapkan N-Gain Ou0,30. Uji normalitas data menggunakan ShapiroWilk . < 50 per kelompo. dan uji beda menggunakan paired-samples t-test ( = 0,. melalui SPSS 25. dari observasi, wawancara, dan saran validator dianalisis secara deskriptif interpretif menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Miles & Huberman, 1. Triangulasi dilakukan antar sumber data . uru, observer, validato. dan antar metode . bservasi, wawancara, dokumentas. Instrumen Penelitian Tabel 1. Kisi-kisi instrumen penelitian Jumlah Sumber Instrumen Aspek yang Diukur Validasi Butir Data Lembar validasi ahli materi Kesesuaian integrasi literasi, integrasi Ahli CVI ahli Lembar validasi ahli desain Tampilan. Ahli CVI ahli Angket kepraktisan guru Kemudahan. Guru Pilot test Lembar observasi Aktivitas guru, aktivitas Observer Peer Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pak Berbasis Literasi-Numerasi Dengan Model 4dA Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi Vol 13. No 01, 2026 Tes berpikir kritis Interpretasi, eksplanasi, regulasi diri (Facione, 1. Siswa CVI, Cohen's Kappa HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil Tahap Define: Analisis Kebutuhan dan Konfirmasi Research Gap Tahap Define mengonfirmasi kesenjangan yang sistematik antara kebijakan dan praktik pembelajaran PAK. Hasil analisis dokumen RPP guru PAK ini disajikan pada tabel berikut. Tabel 2. Hasil Analisis Dokumen RPP Guru PAK Aspek yang Rata-rata Indikator Frekuensi Persentase Dianalisis Skor . Integrasi literasi Aktivitas Aktivitas menganalisis teks Aktivitas Aktivitas dengan data Aktivitas grafik/tabel Pemecahan Indikator berpikir Menganalisis Mengevaluasi Mencipta Ceramah 83,3% Tanya jawab Hafalan 91,7% Diskusi 16,7% Integrasi Variasi metode Pemecahan masalah Data kualitatif dari wawancara guru mengidentifikasi tiga tema utama: . pemahaman terbatas tentang literasi guru menganggap literasi PAK hanya berarti membaca Alkitab. ketidaktahuan tentang numerasi dalam PAK numerasi dipersepsi sebagai domain matematika dan . kendala implementasi keterbatasan waktu dan ketiadaan perangkat operasional sebagai hambatan utama. Temuan ini secara eksplisit mengonfirmasi perlunya pengembangan perangkat yang dimaksud dalam penelitian ini. Hasil Validasi Ahli Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pak Berbasis Literasi-Numerasi Dengan Model 4dA Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi Vol 13. No 01, 2026 Hasil validasi perangkat pembelajaran oleh dua validator ahli ini disajikan pada tabel berikut. Tabel 3. Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran oleh Ahli Aspek Penilaian Butir Penilaian Kesesuaian Kesesuaian KI/KD, konsep teologis, perkembangan siswa, kedalaman materi Sangat Layak Integrasi Aktivitas menganalisis teks, refleksi Sangat Layak Integrasi Aktivitas data angka, grafik/tabel, 3,33 pemecahan masalah numerik 3,42 Sangat Layak Kejelasan Indikator berpikir kritis, literasi, dan 3,67 3,58 Sangat Layak Kebahasaan Keterbacaan. EYD, 3,67 3,67 3,67 Sangat Layak Rerata Kategori Rata-rata 3,52 3,59 3,56 Sangat Layak Hasil validasi menunjukkan skor rata-rata 3,56 . angat laya. , melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan (Ou3,. Aspek kebahasaan mendapat skor tertinggi . , sementara aspek integrasi numerasi mendapat skor terendah . , khususnya pada butir aktivitas grafik/tabel . ,25 batas bawah kategori sangat laya. Saran validator untuk menambahkan contoh grafik yang relevan dengan konteks PAK telah direvisi pada versi final Hasil Uji Kepraktisan Hasil uji kepraktisan yang dinilai oleh tiga guru praktisi ini dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4. Hasil Uji Kepraktisan oleh Guru Rerata Aspek Kategori Kemudahan 3,75 3,88 3,88 3,84 0,07 Sangat Praktis Kejelasan instruksi 3,67 3,83 3,67 3,72 0,09 Sangat Praktis Kesesuaian waktu 3,67 3,67 3,61 0,10 Sangat Praktis 3,80 0,00 Sangat Praktis Keterlaksanaan Rata-rata total 3,73 3,80 3,73 3,75 0,04 Sangat Praktis Skor kepraktisan total 3,75 . angat prakti. melampaui indikator keberhasilan (Ou3,. Konsistensi antar-guru relatif tinggi (SD = 0,. menunjukkan bahwa penilaian kepraktisan tidak bergantung pada pengalaman mengajar individual. Hasil observasi keterlaksanaan oleh 2 observer menunjukkan rerata 88,8% (Tabel . , dengan tren peningkatan dari Pertemuan 1 . ,5%) ke Pertemuan 3 . %), mengindikasikan adaptasi guru yang semakin baik terhadap Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pak Berbasis Literasi-Numerasi Dengan Model 4dA Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi Vol 13. No 01, 2026 Tabel 5. Hasil Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Prtm. Prtm. Prtm. Aktivitas yang Diamati Rerata Guru membuka pembelajaran & menyampaikan tujuan Guru memfasilitasi aktivitas literasi Guru memfasilitasi aktivitas numerasi 83,3% Siswa terlibat dalam diskusi 81,7% Siswa membaca secara analitis 78,3% Siswa mengemukakan pendapat Siswa mengerjakan LKPD Guru memberikan umpan balik & menutup Rata-rata 82,5% 89% 95% 88,8% Hasil Uji Efektivitas Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan distribusi data pretest (W = 0,971, p = 0,. dan posttest (W = 0,968, p = 0,. tidak berbeda signifikan dari distribusi normal ( = 0,. Uji beda paired-samples t-test menghasilkan t. = 18,43, p < 0,001, menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor pretest dan posttest. Hasil pretest-posttest per indikator berpikir kritis ini disajikan pada tabel berikut. Tabel 6. Hasil Pretest-Posttest Kemampuan Berpikir Kritis per Indikator Indikator Rerata Rerata NKategori & Interpretasi Berpikir Kritis Pretest Posttest Gain Interpretasi 0,50 Sedang: level dasar, lebih mudah dicapai Analisis 0,49 Sedang : terbantu aktivitas literasi teks Evaluasi 0,43 Sedang : meningkat signifikan via LKPD Inferensi 0,44 Sedang : terlatih melalui analisis Eksplanasi 0,42 Sedang: terkait erat dengan kemampuan numerasi Regulasi diri 0,38 Sedang: level tertinggi, butuh waktu lebih panjang Rata-rata 0,45 Sedang . =18,43, p<0,. Perbandingan efektivitas perangkat antar sekolah untuk menguji konsistensi dampak ini dapat dilihat pada tabel 7 berikut. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pak Berbasis Literasi-Numerasi Dengan Model 4dA Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi Vol 13. No 01, 2026 Sekolah Tabel 7. Hasil Pretest-Posttest per Sekolah Rerata Rerata Gain N-Gain Pretest Posttest Kategori SDN 1 Ambon 28 60,2 0,46 Sedang SDN 4 Ambon 27 59,8 0,45 Sedang SDN 10 Ambon 27 58,5 0,43 Sedang Rata-rata 82 59,5 18,0 0,45 Sedang Pembahasan Validitas Perangkat: Koherensi Integrasi Literasi-Numerasi dalam PAK Skor validitas 3,56 . angat laya. menunjukkan bahwa perangkat yang dikembangkan memenuhi standar kelayakan ilmiah yang ditetapkan (Ou3,. Hal ini menandakan bahwa integrasi literasi dan numerasi telah terstruktur secara koheren dalam tujuan, kegiatan, dan evaluasi pembelajaran. Dari perspektif konstruktivisme sosial Vygotsky . , koherensi ini penting karena pengetahuan dibangun melalui interaksi bermakna antara siswa dengan teks dan Dalam PAK, integrasi literasi-numerasi menciptakan zone of proximal development yang mendorong siswa membangun pemahaman iman secara reflektif, bukan sekadar menerima doktrin secara pasif. Temuan ini sejalan dengan Groome . yang menekankan shared Christian praxis sebagai pendekatan PAK yang holistik. Mengapa aspek kebahasaan mendapat skor tertinggi . ? Hal ini dapat dijelaskan karena perancangan perangkat secara konsisten mempertimbangkan karakteristik perkembangan kognitif siswa kelas V SD yang berada pada tahap operasional konkret (Piaget, 2. , sehingga bahasa yang digunakan bersifat kontekstual dan dekat dengan pengalaman sehari-hari. Sebaliknya, mengapa aspek integrasi numerasi mendapat skor terendah . ? Hal ini karena, sebagaimana ditegaskan Awi Dassa et al. , tradisi penggunaan data kuantitatif dalam pembelajaran agama memang belum mapan sehingga perancangan aktivitas numerasi berbasis PAK memerlukan kreativitas pedagogis yang lebih tinggi. Inovasi berupa analisis grafik data sosial . eperti grafik jumlah jemaat gerej. dalam perspektif teologis terbukti dapat menjembatani kesenjangan ini. Kepraktisan: Kondisi Prasyarat Implementasi yang Berkelanjutan Skor kepraktisan 3,75 . angat prakti. melampaui indikator keberhasilan (Ou3,. dan menunjukkan konsistensi antar-guru yang tinggi (SD = 0,. Konsistensi ini penting karena menandakan bahwa kepraktisan tidak bergantung pada kemampuan individual guru, melainkan merupakan karakteristik intrinsik perangkat. Hal ini sejalan dengan argumentasi Fullan . bahwa keberhasilan implementasi inovasi pedagogis bergantung pada ketersediaan perangkat yang secara operasional dapat digunakan guru tanpa memerlukan keahlian khusus yang tinggi. Tren peningkatan keterlaksanaan pembelajaran dari 82,5% (Pertemuan . ke 95% (Pertemuan . mengindikasikan proses adaptasi guru yang positif. Hal ini dapat dimaknai sebagai bukti bahwa perangkat ini memiliki learning curve yang landai guru dapat beradaptasi dengan relatif Dibandingkan dengan penelitian Nurhajati et al. yang melaporkan keterlaksanaan 85% pada uji coba serupa, keterlaksanaan 88,8% dalam penelitian ini lebih tinggi, yang dapat dikaitkan dengan desain RPP yang lebih terperinci dalam penelitian ini. Efektivitas: Makna di Balik N-Gain 0,45 N-Gain 0,45 . ategori sedan. yang disertai signifikansi statistik . = 18,43, p < 0,. menunjukkan dampak nyata perangkat terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Mengapa NGain berada pada kategori sedang dan bukan tinggi? Pertama, dari sudut pandang teoretis, pengembangan berpikir kritis merupakan proses bertahap yang membutuhkan pembiasaan jangka panjang (Facione, 1. Nalle et al. juga menemukan bahwa intervensi literasi Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pak Berbasis Literasi-Numerasi Dengan Model 4dA Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi Vol 13. No 01, 2026 kritis dalam durasi terbatas secara konsisten menghasilkan N-Gain pada kategori sedang. Kedua, durasi intervensi hanya 3 pertemuan merupakan keterbatasan inheren yang membatasi pencapaian kategori tinggi. Konsistensi N-Gain antarsekolah (SDN 1: 0,46. SDN 4: 0,45. SDN 10: 0,. menunjukkan bahwa efektivitas perangkat tidak bergantung pada konteks sekolah tertentu, sehingga memperkuat validitas eksternal temuan ini. Pola N-Gain per indikator memberikan wawasan teoritis yang bermakna: indikator interpretasi mendapat N-Gain tertinggi . karena merupakan level dasar berpikir kritis yang lebih mudah dilatih dalam durasi pendek. sebaliknya, regulasi diri mendapat N-Gain terendah . karena merupakan level tertinggi yang membutuhkan metakognitif mendalam. Pola ini sejalan dengan taksonomi berpikir kritis Facione . dan mengonfirmasi bahwa perkembangan berpikir kritis bersifat hierarkis. Dibandingkan dengan penelitian serupa. N-Gain 0,45 dalam penelitian ini berada di atas ratarata studi pengembangan perangkat terintegrasi literasi-numerasi sejenis misalnya Nurhajati et . yang melaporkan N-Gain 0,48 untuk perangkat matematika terintegrasi numerasi dengan durasi uji coba yang lebih panjang. Untuk perangkat PAK, perbandingan ini sulit dilakukan secara langsung karena belum tersedia studi sejenis di Indonesia. Transformasi Pedagogis: Mengapa dan Bagaimana Integrasi Ini Bekerja Pertanyaan mendasar yang perlu dijawab adalah: mengapa integrasi literasi-numerasi mampu meningkatkan berpikir kritis siswa dalam konteks PAK, dan bagaimana mekanismenya? Dari perspektif teoretis, integrasi literasi mendorong siswa melakukan pembacaan hermeneutik sederhana terhadap teks Alkitab dari pemahaman literal menuju analisis makna, konteks, dan relevansi (Hughes & Barnes, 2. Proses ini secara langsung melatih tiga indikator berpikir kritis (Facione, 1. : interpretasi, analisis, dan evaluasi. Sementara itu, integrasi numerasi melatih siswa menggunakan data empiris sebagai dasar argumentasi teologis mekanisme ini melatih inferensi dan eksplanasi, sekaligus mengintegrasikan literasi kuantitatif dalam pemikiran keagamaan (Yokom, 2023. Secara mekanistik, peningkatan keterlaksanaan aktivitas membaca analitis . ari 65% pada Pertemuan 1 menjadi 90% pada Pertemuan . mengindikasikan bahwa siswa secara bertahap menginternalisasi strategi membaca kritis. Pernyataan seorang siswa "Saya baru tahu kalau baca Alkitab bisa seperti ini. Biasanya saya baca lalu lupa, sekarang saya mikir 'apa artinya buat saya'" mencerminkan pergeseran paradigma dari pembacaan pasif ke refleksi aktif, yang merupakan inti dari berpikir kritis kontekstual. Temuan ini secara teoretis mengonfirmasi dan memperluas tiga kerangka yang relevan: . konstruktivisme sosial Vygotsky . , karena pembelajaran berlangsung melalui interaksi bermakna antara siswa dengan teks dan sesama dalam konteks sosial. pembelajaran aktif (Deda et al. , 2. , karena partisipasi kognitif aktif siswa meningkatkan kedalaman dan . faith-learning integration (Manurung et al. , 2022. Sianturi & Romika, 2. , karena integrasi ini terbukti tidak mengurangi substansi teologis, melainkan memperkaya dimensi kognitif pembelajaran agama. Dengan demikian, penelitian ini mengusulkan sebuah model kerangka konseptual bahwa integrasi literasi-numerasi dalam PAK bekerja melalui mekanisme berikut: literasi melatih interpretasi-analisis-evaluasi teks teologis, numerasi melatih inferensi-eksplanasi berbasis data, keduanya secara sinergis meningkatkan regulasi diri sebagai puncak berpikir kritis. Model ini dapat menjadi landasan bagi penelitian Implikasi Teoretis dan Praktis Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori pembelajaran PAK dengan membuktikan bahwa pendidikan agama dapat sekaligus menjadi wahana pengembangan kompetensi abad ke-21 khususnya berpikir kritis tanpa mengorbankan substansi teologis. Ini memodifikasi pandangan tradisional yang memisahkan pendidikan Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pak Berbasis Literasi-Numerasi Dengan Model 4dA Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi Vol 13. No 01, 2026 agama dari pengembangan kognitif kompleks, sejalan dengan pemikiran Manurung et al. tentang pendidikan holistik. Secara praktis, temuan ini mengimplikasikan: . perlunya pelatihan guru PAK yang tidak hanya konseptual tetapi juga praktis dalam merancang perangkat terintegrasi, berbasis contoh . perangkat yang dikembangkan dapat diadaptasi pada jenjang kelas lain dengan modifikasi sesuai karakteristik perkembangan siswa. dukungan kebijakan dari sekolah dan dinas pendidikan diperlukan untuk mendorong inovasi PAK secara sistematis. pengembangan media digital . -LKPD, video pembelajaran berbasis literasi-numeras. dapat meningkatkan efektivitas lebih lanjut. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang membatasi generalisasi temuan: . durasi uji coba hanya 3 pertemuan belum memungkinkan pengukuran dampak jangka panjang terhadap berpikir kritis, khususnya indikator regulasi diri. skala terbatas pada 3 sekolah di satu kota belum merepresentasikan variasi konteks yang lebih luas . erkotaan vs. Jawa vs. luar Jaw. desain penelitian tanpa kelompok kontrol . arena batasan eti. membatasi klaim kausalitas N-Gain mengukur peningkatan, bukan membuktikan efek eksklusif perangkat. kesiapan awal guru yang bervariasi mempengaruhi hasil Oleh karena itu, penelitian lanjutan dengan desain kuasi-eksperimen berskala lebih luas, durasi lebih panjang, dan kelompok kontrol sangat diperlukan. SIMPULAN Penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran PAK berbasis literasi dan numerasi yang memenuhi tiga kriteria keberhasilan yang ditetapkan: valid . kor 3,56. , praktis . kor 3,75. sangat prakti. , dan efektif (N-Gain 0,45. kategori sedang. = 18,43, p < 0,. dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SD. Konsistensi efektivitas antar tiga sekolah (N-Gain berkisar 0,43Ae0,. memperkuat validitas temuan ini. Kontribusi ilmiah penelitian ini adalah tiga hal yang saling berkaitan: . menghasilkan perangkat pembelajaran PAK terintegrasi literasi-numerasi yang pertama di Indonesia, terverifikasi secara empiris melalui desain R&D 4D. membuktikan secara empiris bahwa integrasi literasi-numerasi dalam pendidikan agama tidak mengurangi substansi teologis, melainkan memperkaya dimensi kognitif dan reflektif pembelajaran serta meningkatkan berpikir kritis siswa secara terukur. mengusulkan model kerangka konseptual mekanisme kerja integrasi literasi-numerasi dalam PAK . iterasi melatih interpretasi-analisisevaluasi teks teologis. numerasi melatih inferensi-eksplanasi berbasis data. keduanya secara sinergis membangun regulasi dir. yang dapat diadopsi dan diuji lebih lanjut. Mengingat keterbatasan durasi dan skala penelitian ini, klaim efektivitas dibatasi pada konteks tiga sekolah di Kota Ambon dengan durasi 3 pertemuan. Penelitian selanjutnya perlu menguji efektivitas perangkat menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan kelompok kontrol, pada jenjang kelas yang berbeda, dalam durasi yang lebih panjang, dan dengan konteks sekolah yang lebih beragam untuk memperkuat generalisasi dan membuktikan konsistensi model konseptual yang diusulkan. UCAPAN TERIMA KASIH